Pendidikan Karakter Kerja Keras, Kerja Sama, Berprestasi, Orientasi Masa Depan dan Mencintai Budaya di SMKN 50 Jakarta

Jam sekolah usai sudah, sebagian besar murid SMKN 50 Jakarta sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. Dari dalam ruang Bimbingan Konseling (BK) Saya mendengar percakapan beberapa anak yang sedang serius membicarakan strategi, menata gerak, mengatur posisi, dan sebagainya. Dan ketika saya keluar ruang BK tampak beberapa aktifis ekskul Tari Tradisional Aceh Ratoeh Jaroe mulai berjajar membentuk formasi untuk memulai latihan menari.

Lewat kegiatan ekskul itu, beberpa aspek pendidikan karakter sudah berlangsung, dengan atau tanpa guru dan pembimbing, yaitu:

PERENCANAAN
Murid-murid merencanakan kapan group mereka akan tampil, dimana kegiatan itu berlangsung, merencanakan waktu latihan, memilih tempat latihan, merencanakan kostum yang akan dikenankan, musik atau suara pengiring, alat-alat yang diperlukan, dan sebagainya.

BEKERJA SAMA
Mereka saling mengingatkan kapan harus latihan, berkomitmen untuk serius latihan, tak terlalu banyak ngobrol, fokus pada target, berusaha datang dan pulang tepat waktu, dan sebagainya.

KERJA KERAS
Latihan dilakukan berkali-kali, selama beberapa jam setiap latihan, hingga pulang ke rumah lebih telat dari biasanya, badan lelah, pegal, haus, lapar, dan sebagainya seolah tak terasa. Kerja keras jadi suatu keharusan untuk suatu pencapaian yang direncanakan, sukses di pentas atau juara pada kompetisi yang diikuti.

ORIENTASI MASA DEPAN
Memutuskan untuk latihan, target penampilan, memilih teman, menyiapkan kostum, hingga pentas di wantu yang ditentukan bisa berlangsung selama berminggu-minggu, beberapa bulan atau dalam jangka waktu tahunan, sebuah orientasi masa depan. Hal ini sangat diperlukan untuk menjalani hidup di masa depan setelah mereka dewasa.

MOTIVASI BERPRESTASI
Pentas pada suatu kegiatan di sekolah atau dimanapun adalah sebuah pencapaian prestasi, sama nilainya dengan ikut kompetisi atau lomba, terlepas dari menang atau kalah. Kemenangan pasti akan datang jika motivasi berprestasi untuk ikut serta lomba atau berani tampil terus dipelihara. Sebuah karakter yang sangat sulit ditanamkan, tetapi sangat diperlukan dan bermanfaat buat hidup di masyarakat kelak.

MENCINTAI BUDAYA NEGERI
Anak-anak Jakarta yang jaraknya sekitar 2.350 kilometer dari Aceh meresapi gerakan tari orang-orang Aceh, diiringi lagu berbahasa Aceh adalah praktek nyata mencintai negeri tanpa basa-basi, tapi praktek dengan menghayati secara langsung secara sukarela dalam balutan semangat dan gembira.

Kamu bisa tambahkan karakter apa lagi yang sedang dipelajari oleh anak-anak aktifis tari tradisional Aceh? Silahkan tulis di komentar.

115 thoughts on “Pendidikan Karakter Kerja Keras, Kerja Sama, Berprestasi, Orientasi Masa Depan dan Mencintai Budaya di SMKN 50 Jakarta

  1. Pingback: Belajar jadi blogger ternama bersama pak Dedi Dwitagama | Labschool Jakarta

  2. Pingback: Menjadi Blogger Ternama Bersama Dedi Dwitagama – Omjaylabs’s Blog

  3. Pingback: Belajar Menulis Dengan Membuat Blog Bersama Dedi Dwitagama – Omjaylabs’s Blog

  4. Pingback: Seminar Online WAG: Menjadi Blogger Ternama – Trainer Kita

  5. Pingback: Belajar Menulis Bersama Dedi Dwitagama oleh: Rahma Dini Warastut – Omjaylabs’s Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.