Tawuran Pelajar & Hak Anak peroleh Pendidikan

Andai berita di atas benar-benar terjadi maka akan ada anak sekolah yang bakal dipenjara 7 tahun yang jika berperilaku baik di dalam penjara mereka akan menjalani hukuman dikurung 4 sampai 5 tahun.

Jika saat ini dia murid kelas 10 SLTA, maka dia tak bisa hadir di sekolah untuk belajar hingga ujian. Sebagai warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan, sekolah mengirim guru-guru secara bergantian ke penjara untuk memberikan materi pelajaran, melakukan tes evaluasi belajar hingga ujian nasional, dan terpidana itu lulus sekolah hingga dapat ijazah.

Hukuman belum selesai, ijazah tak bisa dipakai untuk kerja maupun kuliah. Guru yang berkunjung ke penjara meninggalkan murid lain yang jumlahnya bisa puluhan atau ratusan murid. Atas dasar.hak azasi manusia satu murid diajar di penjara mengabaikan hak azasi mendapatkan pendidikan ratusan anak di sekolah.

Pelaku tawuran, apalagi sampai mengakibatkan korban nyawa murid lain melayang mungkin memang sudah kehilangan niat belajar, menyelesaikan pendidikan dan lebih senang mencari senjata tajam, membidik lawan, dan mematikan nya … masih bermanfaatkah sekolah buat mereka?

Rokok dan Vape

rokok vape

“Asap telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?”

Isinya sama, asap … kandungannya bisa beda, negara marah ketika asap muncul dari pembakaran hutan hingga rakyat kecil dan pengusaha dijerat hukum kerana membakar.

Sementara asap yang dihisap rakyatnya hingga banyak rakyat yang sakit dan mati dibiarkan terus terjadi.

Fatwa haram rokok dan vape seolah tak didengar negara, karena ada organisasi agama yang tak mengharamkan rokok dan vape, apakah karena para pemimpinnya kecanduan rokok dan vape, atau banyak warganya menanam tembakau, atau jadi pekerja di pabrik rokok dan vape, atau dapat sponsor membangun gedung atau biaya kegiatan dari industri rokok fan vape?

Saya mencoba mencari sikap yang tepat liat tetangga, sahabat, dan kerabat yang tak berpendidikan, pekerjaannya tak tentu, kadang jadi kuli bangunan, kadang jadi ojek, kadang jadi penjual kopi keliling, … pekerjaannya tak jelas, tetapi yang jelas terkihat setiap berjumpa dia selalu merokok.

Ada juga yang berangkat dan pulang kerja dengan berpakaian olah raga kaos singlet untuk memperlihatkan otot yang menonjol di badannya, celana pendek berlabel internasional dengan tas selempang berisi pakaian kerja … saat hari masih gelap beliau berangkat dan hari sudah gelap pulang ke rumah dengan menghisap asap benda putih 9 cm.

Seorang teman yang Profesor dari perguruan tinggi ternama, jadi pejabat eselon yang tak rendah di ibukota negeri, selalu mencari kesempatan menghisap asap sendiri maupun bersama rekan, seolah lupa bahwa beliau juga jadi petinggi di organisasi yang mengharamkan rokok dan vape.

Rokok dan vape memang hebat, mungkin para pembuat rokok dan vape yang harus mendapat apresiasi bahwa mereka telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?

Bonus Photografi

Kemarin 220120 saat macet berkendara di fly over Tebet saya memotret awan hitam yang menyelimuti Jakarta siang itu, sekitar pk 14.30 WIB, ada bonus di foto saya seperti awan yang menggumpal, foto kedua adalah foto yang telah diedit secara minimalis, cuma kontrasnya aja, foto pertama adalah foto asli tanpa editing, penampakan apakah itu?

Menikmati Mendung di Jakarta

Fly over Tebet 220120

Lima belas tahun yang lalu saya harus membawa kamera SLR jika ingin memenuhi salah satu hobby saya, dan ketika akan dipublikasikan di flickr, dsb saya harus mengangkat file ke notebook dan mengeditnya.

Kini hanya dengan telepon genggam saya bisa capture foto, langsung upload di instagram, dan blog ini, kalo kamu?

Karya foto saya lainnya bisa dinikmati disini.

Jaga Nama Baik Sekolah? Ga Usah deh

Bayangkan, 730 nama murid dan 60 nama guru, dijejer sambung menyambung, andai pake font ukuran standar 12 times new roman, jadi berapa panjang kumpulan nama semua warga sekolah.

Pulang ke rumah yang berbeda-beda dengan jarak yang berbeda, dengan waktu yang beda juga.

Bagaimana cara menjaga nama baik sekolah? Susaaaah … panjang beuuut … terlalu berat, jangan-jangan murid ga pulang-pulang karena jaga nama yang letaknya berjauhan.

Lebih gampang dan paling gampang jaga nama baik diri sendiri aja … paling panjang 4 atau 5 kata namamu, jagain itu baik-baik, bikin bagus di mata orang yang kamu jumpai … maka dirimu jadi baik, keluarga jadi baik, sekolah jadi baik, lingkungan rumahmu jadi baik, hingga bangsa dan negaramu terjaga nama baiknya …. kuuuy

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?

Menarik Pilihan di Pemilu & Pilkada

“Zaman dulu Rakyat Negeri Paman Besut sering kesal karena wakil rakyat atau pemimpin yang dipilihnya mengingkari janji kampanye, melakukan korupsi, …  hingga negara mengalami krisis, tapi tak bisa apa-apa, kini tak lagi … “

Negeri Pamam Besut makmur sejahtera, rakyatnya semua berpendidikan, memiliki ahli di berbagai bidang, termasuk program komputer, sehingga pemilu dan pilkada bisa dilakukan secara canggih, dengan jaringan komputer dan internet yang luar biasa, suara atau hasil pilihan rakyat di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) secara online terhubung ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) serta langsung bisa dihitung secara real time, pada saat batas waktu pemilu dan pilkada berakhir, rekap hasil pemilu dan pilkada bisa diketahui orang sedunia.

Anggota parlemen dan pemimpin daerah atau presiden yang terpilih selalu bekerja dengan baik melayani rakyat karena dengan kecanggihan teknologi komputer telah dibuat sistem bahwa rakyat yang telah memilih bisa menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pelaksanaan pemilu dan pilkada jika menilai orang yang dipilihnya tidak bekerja dengan baik.

Partisipasi rakyat pada pemilu dan pilkada selalu mendekati 100 % karena rakyat dapat mengawasi dan menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pemilu dan pilkada ketika calon yang dipilihnya dinilai melakukan hal-hal yang tak terpuji, atau tidak memperjuangkan aspirasi pemilih, atau tidak memenuhi janji saat kampanye pemilu dan pilkada.

Jika jumlah pemilih yang menarik pilihannya mencapai 50 % maka anggota parlemen, dan kepala daerah yang terpilih pada pemilu dan pilkada diberhentikan dan diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya dari partai yang sama, untuk kepala daerah dan presiden diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya. Sistem pengelolaan data dikelola secara baik oleh orang-orang pintar Negeri Paman Besut, yang sulit ditembus peretas atau hacker.

Pelaksanaan sistem demokrasi yang didukung teknologi canggih ini membuat manajemen pemerintahan negeri Paman Besut menjadi sangat efektif, efisien, berfihak pada rakyat, tak ada korupsi hingga menjadikan Negeri Paman Besut sangat makmur, sejahtera, tumbuh menjadi negara super power disegani seluruh dunia.

Utusan pemerintah dan tenaga ahli dari seluruh dunia berdatangan ke negeri Paman Besut untuk belajar sistem dan manajemen data pemilu dan pilkada. Kepala Negara Paman Besut sering diminta berbagi pengalaman melaksanakan demokrasi canggih era digital di forum-forum internasional.

Belajar Nulis Bersama Om Jay Hari Ketiga

Masih suka baca group WA tapi tak mendapat pencerahan … ini salah satu contoh pemanfaatan WAG untuk belajar sesuatu dan memperoleh manfaat, simak deh.

Guru Greget

Lokasi: Taman Lapangan Banteng

Seminar Online day #3

Narasumber Super Seminar II kali ini adalah bapak Dedi Dwitagama. Beliau merupakan pengelola blog guru www.dedidwitagama.wordpress.com dan masih dimoderatori oleh Omjay http://www.wijayalabs.wordpress.com/

Yuuk kepoin apa aja tip dan trik yang dibedah kali ini….

Buat saya blog pribadi itu seperti rumah pribadi saya, yang harus saya bersihkan, saya isi dan hias dengan asesori sesuai minat saya. Sementara blog kroyokan itu seperti saya berada di public space dimana saya lebih bisa bertemu dengan banyak penulis dan mencari inspirasi. Demikian tulis Pak Dedi mengawali Seminar Online Belajar Menulis Bersama Omjay kali ini.

“Menulis di blog pribadi itu seperti membuat catatan pribadi yang bisa dibaca orang sedunia”.

Ketika ditanya, kok bisa ya bertahan nulis di blog dari tahun 2005 hingga saat ini? Apa resepnya? Begini tuturbeliau: Saya menikmati blog saya, seperit saya melihat album foto perjalanan hidup saya, perjumpaan dengan orang-orang dimana-mana, jejak-jejak perjalanan memberi manfaat…

View original post 656 more words

Nyanyi HATERS nya Kotak, kuuuy

Pagi ini (17/1) saya menulis artikel di beberapa blog saya sambil mendengarkan i-radio Jakarta yang cuma memutarkan lagu Indonesia, tiba-tiba diputar lagu Haters dari Kotak, salah satu lagu Tantri yang saya suka, menyanyilah saya …

Haters – Kotak

hei pembenciku
jangan benci aku
nanti kamu tersiksa

hei pembenciku
jangan mengintaiku
nanti kamu kecewa

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo

hei pembenciku
jangan benci aku
buang energi saja

hei pembenciku
semakin kau benci aku
semakin susah hidupmu

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah
susah melihat-melihat
kau aku bahagia
itu derita lo

Rap:

kenapa sih lo mau hidup lo jadi susah
selalu cari celah untuk bisa mencelah
sudahlah aduh kawan lagian buat apa
yang ada lo kecewa kalay gue sih having fun

kritik sini kritik sana semua lo gak suka
kasih makan juga gak tapi lo yang marah-marah
gue sih gak masalah tapi lo naik darah
selalu aja salah mending kita party aja

kau benci tapiku jadi termotivasi
buatku lebih baik kau malah makin keki
sudah berhenti kawan kitakan bukan lawan
bangkitkanlah hidupmu jangan kau sia-siakan

Nyanyi lagi:
ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
oooooo

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataanya
kamu susah
susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo

“Jaga Nama Baik Bangsa & Negara” Ga Mungkin Bisa, Beraaaaaat bet

“Jaga nama baik keluarga”
“Jaga nama baik sekolah”
“Jaga nama baik bangsa dan negara”
“Jaga nama baik diri sendiri?”

Masih suka mendengar ada yang bilang “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”?. Jika nama 267 juta penduduk dirangkai menjadi satu, berapa kilometer kah panjangnya? Bagaimana menjaga nama sebanyak itu? Jika murid sekolah anda 200 muridnya, atau yang menengah jumlah muridnya 700 dengan 50 guru, berapa panjangnya jika semua nama murid dan guru disatukan? Bagaimana pula menjaga nama sepanjang itu agar selalu baik, susah dan hampir tak mungkin.

Oleh sebab itu, jika anda punya kesempatan memberi sambutan atau menjadi pembina upacara di sekolah, pertemuan karang taruna atau berbicara di muka umum, tak usah lagi mengatakan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”, karena beban hidup anak-anak sekarang makin berat dengan tugas-tugas sekolah, kampus, aktifitas organisasi dan mengelola media sosial serta “mabar”, main games bareng bersama teman-teman.

Terlalu berat niat “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” akan membuat hari-hari anak-anak negeri habis tetapi tujuan tak pernah tercapai karena tantangan dan hambatanya luar biasa, jangan-jangan generasi muda lelah dan banyak mati muda karena sibuk melakukan kegiatan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” tetapi tak sempat mengembangkan diri mempelajari banyak hal untuk diterapkan saat mereka dewasa dan bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain.

Suruh saja semua anak negeri “Jaga nama baik diri sendiri,” hebatkan diri sendiri, lakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri dan bermanfaat juga buat orang lain.

Karena jika dirinya baik, maka keluarganya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka sekolahnya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungan RT-nya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungannya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka negerinya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika setiap orang baik, maka dunia ini akan menjadi baik dan tak tercoreng.

Setelah “syahwat” lobang belakang menghebohkan jagat raya, datang lagi “syahwat” duit menghebohkan negeri, orang yang berkoar korupsi itu tak baik buat negeri ini, tertangkap tangan melakukan korupsi, dia sedang merusak nama baik dirinya dan mencoreng nama baik negara ini, kalo kamu?

Mengabarkan Kerja Bakti di Sekolah

kerja bakti
Foto: http://www.joyojuwoto.com/2018/04/kerja-bakti-di-sekolah.html

Foto di atas bagus, terlihat bahwa warga sekolah sedang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, sementara banyak foto yang mengabarkan kerja bakti berisi orang-orang berjejer berdiri, ada yang memegang alat kebersihan atau hanaya berdiri menghadap lensa kamera, itu bukan foto kerja bakti, tetapi foto orang-orang yang seddang berjejer di lingkungan sekolah tanpa melakukan apa-apa.

Bagaimana cara membuat dokumentasi kerja bakti di sekolah yang baik, berikut ini tips yang dapat anda lakukan, silahkan klik disini.

Kaleideskop Blog Pendidik 2019: Dikunjungi 1,858,184 kali, ada 4.051 Posting dan 9.200 Komentar

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, selamat memasuki tahun baru 2020, semoga saat ini dan sepanjang tahun ke depan kita semua berada dalam kondisi sehat selalu, sukses dalam kerja dan cinta.

Screen Shot 2019-12-26 at 8.19.51 PM
Penampakan Blog Pertama Saya

Saya mulai menulis di blog  sejak Januari tahun 2005 di platform blogspot dan mulai memanfaatkan wordpress sejak tahun 2007, saat kaleideskop ini ditulis, blog ini sudah dikunjungi 1,858,184 kali, terima kasih buat anda yang telah berkunjung, berkomentar. Buat anda yang sudah terbiasa berkunjung ke blog ini pasti tahu bahwa blog ini dikelola oleh seorang guru matematika SMK yang sangat peduli terhadap pendidikan karakter anak negeri. Walau di kelas mengajar matematika saya berusaha menggerakkan murid untuk memiliki karakter yang baik dan mampu mengelola serta memanfaatkan teknologi informasi untuk turut serta memberi warna indah pada kehidupan semesta.

Alhamdulillah, pengunjung blog saya kembai meningkat setelah tren menurun sejak tahun 2010 hingga tahun 2017, pengunjung bulan Januari dan April melonjak sangat tajam hingga mencapai sekitar 20.000 viewer, bulan Juni biasanya pengunjung mengalami penurunan, gejala ini nampaknya karena pada bulan Juni biasanya saya sibuk mengelola nilai semester murid hingga intensitas posting menurun yang dampaknya jumlah pengunjung pun menurun.

Follower blog pendidik berjumlah 1.539, jika anda belum follow silahkan klik ikon follow agar anda mendapat notifikasi melalui email ketika saya posting. Jumlah posting saya di blog ini saat penulisan kaleidoskop ada 4.051 posting. Komentar di blog saya total berjumlah 9.200, jika anda mau menambahkan silahkan isi kolom komentar pada bagian bawah posting saya.

Pengunjung rupanya menyimak twitter dan facebook saya, yang saya kaitkan dengan posting blog saya, terlihat ketika saya upload posting baru mendapt perhatian pengunjung dan terihat di statistik blog saya.

Screen Shot 2019-12-26 at 7.16.33 AM
Statistik Blog Pendidik sejak 2010

Screen Shot 2019-12-26 at 7.18.16 AM
Statistik Rekapitulasi Pengunjung Blog Saya setiap Bulan sejak 2007

Selain menulis di blog ini saya juga mendokumentasikan kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Dedi dan kegemaran mendokumentasikan suasana lingkungan sekitar di channel youtube saya.

Posting saya berjudul Cara Kreatif Merayakan Hari Kartini di Sekolah yang saya posting Mei 2017 menjadi posting yang paling banyak dibaca oleh pengunjung blog saya hingga hampir mencapai 20.000 sepanjang tahun 2019. Berdasarkan statistik posting yang dikunjungi, tampaknya pengunjung blog saya banyak mencari tips-tips kegiatan sekolah, bagaimana dengan anda?

Screen Shot 2019-12-26 at 7.12.38 AM
Posting Favorit Pengunjung Blog Saya, Kalo Kamu? 

Nikmati dokumentasi kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Deditulisan-tulisan ssaya di Kompasiana.com, ribuan foto-foto training saya di fanpage facebook saya, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video-video saya hampir 1.700 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share. Terima Kasih.