Hukuman Disini Beda Fungsi deng Disana

WhatsApp Image 2020-04-15 at 7.48.09 AM
Kartunis: AAN SUPRIJANTO

“Hukuman setalah ada kematian atau sebelum ada kematian, pilih mana?”

Seorang pria berinisial JD tiba di Perth ibukota Australia Barat tanggal 28 Maret dari Victoria, sesuai aturan karantina dia harus mengisolasi diri dan wajib tinggal di sebuah tempat penginapan yang dibayar pemerintah Australia Barat selama 14 hari. Tanpa sepengetahuan petugas penginapan JD beberapa kali keluar dari tempat penginapan dan melakukan perjalanan dengan transportasi umum di kota Perth. Dari rekaman CCTV di tempat penginapan JD terlihat beberapa kali menyelinap keluar tempat penginapan tersebut.

Warga negara Australia itu telah menjalani tahanan penjara selama seminggu terakhir, hingga Rabu kemarin (15/4), Pengadilan Magistrat Perth menjatuhkan hukuman percobaan selama enam bulan dua minggu, karena tindakannya yang dinilai membahayakan publik.

Ia akan menjalani hukuman penjara selama satu bulan, dan sisanya dia harus menjalani hukuman sebagai percobaan.

Bila dalam 12 bulan kemudian, dia melakukan tindak kriminal lainnya, maka harus menjalani keseluruhan hukuman yang belum dijalaninya.

Seorang warga negara Australia lainnya seorang pria berusia 61 tahun mendapat denda karena tidak melakukan karantina wajib, setelah kembali dari Indonesia ke Perth. Pria berinisial PB tiba dari Indonesia tanggal 19 Maret dan sesuai aturan ia tidak boleh keluar dari rumahnya sama sekali selama 14 hari.

Namun salah seorang tetangganya melaporkan ke polisi setelah melihat PB hendak bepergian ke pantai. Dia dikenai denda AU$3.000, atau sekitar Rp 30 juta.

Di Indonesia ada tiga warga Desa Sewakul Kecamatan Ungaran Barat, Semarang yang ditangkap dan ditahan Polisi sejak Senin (11/4) karena diduga menjadi provokator penolakan pemakaman tenaga medis di desa mereka beberapa waktu yang lalu.

Di beberapa daerah di Indonesia telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi tampaknya belum ada warga negara yang dihukum karena melanggar aturan PSBB, yang selalu diberitakan adalah bagaimana usaha aparat Polisi dibantu Tentara dan Satpol PP melakukan pemeriksaan di banyak titik pintu masuk suatu daerah, tetapi hanya menghimbau, memberikan masker, meminta pindah tempat duduk, dimintar putar arah balik, atau turun dari fasilitas transportasi umum karena tak memakai masker.

Jika kita amati, penegakkan hukum di Australia dikenakan kepada warganya yang tidak melakukan pencegahan untuk diri sendiri agar tak terpapar viris covid-19, sementara di Indonesia penegakkan hukum baru akan dilakukan kepada warganya yang menolak pemakaman orang lain, dan ini pun masih dalam proses hukuman, bagaimana vonis penegak hukum masih belum bisa dipastikan. Di daerah yang telah memberlakukan PSBB rakyat masih bepergian, stasiun kereta berdesakkan, pejabat membagikan bingkisan sembako menimbulkan kerumunan, pembagian makan gratis membuat rakyat antri berdesakkan, jalan raya masih ramai mobil dan motor, dsb.

Fokus tindakan hukuman indonesia merespon peristiwa kematian, sementara di Australia fokusnya mencegah agar warga negara tak melanggar aturan pencegahan sebelum mati. Apakah ini artinya, penyebaran virus corona di negeri ini bakal makin terus menginfeksi penduduk negeri? Semoga aparat hukum bisa bertindak lebih tegas kepada para pelanggar aturan PSBB.

Sumber:

1. https://www.abc.net.au/indonesian/2020-04-16/pembeli-tisu-berusaha-kembalikan-barang-belanjaannya/12153422

2. https://www.kompas.tv/article/75709/polda-jateng-tetapkan-3-tersangka-kasus-penolakan-pemakaman-perawat-di-tpu-siwarak-suwakul

3. http://www.koran-jakarta.com/pembagian-makan-gratis-di-bandung-11042020/

3 thoughts on “Hukuman Disini Beda Fungsi deng Disana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.