Home Learning Challenge “Tugas di Kompasiana”

Aloow Gaess, kalo kamu udah menyelesaikan tantangan posting minimal 10 tulisan di kompasiana silahkan komment di bawah posting ini dengan memberi link posting yang paling banyak pengunjungnya, deadline sampai 07 Juni 2020.

Tentu kamu masih ingat broadcast saya di bawah ini:

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu pada kotak komentar di bawah posting ini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 JakartaIsi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Mendokumentasikan Semua Kegiatan di Blog

Hari ini tepatnya  hari Rabu, ,20 Mei ,2020Guru-guru Nusantara mengikuti pelatihan menulis. Kali ini membahas tentang mendokumentasikan semua kegiatan di blog. Disampaikan oleh bapak Dedi Dwitagama dan dimoderatori oleh ibu Fatimah. Sejak tahun 2005 pak Dedi sudah menulis di blog, sudah ratusan tulisan emasnya menghiasi dinding-dinding blog. Beliau seorang guru yang kreatif, dengan tulisan-tulisannya menghantarkan beliau […]

Mendokumentasikan Semua Kegiatan di Blog

Late Post: Edisi Kangen Ketemu Kamu … Iya, Kamu

Saat gabut, saya bongkar-bongkar file digital dan menemukan keseruan berinteraksi dengan orang-orang pilihan sejak belasan tahun lalu, miss u much … semoga semua yang ada di foto ini dan semua yang pernah ketemu saya, atau anda yang sedang menikmati blog saya ini dalam keadaan sehat walafiat, stay safe ya guys.

Jejak-jejak sessi saya bisa dinikmati di http://trainerkita.wordpress.com.

Good Job Saras: Tantangan Home Learning

Screen Shot 2020-05-06 at 11.19.02 AM

Alooow Gaess

Terima kasih, sudah banyak anak-anak saya yang hebat posting artikel di Kompasiana, diantaranya Saras Lintang Penjerino Kelas XI MM yang mendapat apresiasi ARTIKEL PILIHAN dari Redaktur Kompasiana, artinya artikel Saras dinilai punya kualitas yang bagus dan menjadi pilihan buat dibaca. Mau lihat posting Saras, silahkan klik disini.

Saras juga sudah melengkapi identitasnya, sehingga terlihat jelas profil nya sebagai Pelajar SMKN 50 Jakarta. Saya memberi tantangan menulis ini sambil mendorong kamu mengikuti kompetisi yang diadakan Kompasiana Jika berhasil masuk 30 besar konten terbaik selama 3 bulan berturut-turut, ia akan berkesempatan mendapatkan 1 voucher gratis menginap selama semalam di jaringan Hotel Cordela se-Indonesia.

Artinya, kalau kamu hebat maka akan mendapat hadiah dari Saya dan Kompasiana, info lengkapnya bisa didimak disini.

Home Learning Challenge Berhadiah THR

Penataan-PKL-di-sepanjang-KBT-Mendesak-untuk-Direalisasikan
Pasar BKT

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu disini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 Jakarta. Isi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Screen Shot 2020-05-04 at 11.58.52 AM

Dilarang melakukan copy-paste baik dari situs, jurnal, tugas teman, buku pelajaran, dll. Mengutip diizinkan, tetapi dilarang melampaui lebih dari 25% dari konten yang dibuat. Dilarang pula menghapus konten, lalu menayangkannya ulang/repost. Selalu cantumkan sumber gambar pada kolom caption yang tersedia.

Kamu wajib mencantumkan beberapa label Tugas Home Learning SMKN 50 Jakarta, Tugas di Kompasiana, Stay Safe, Sehat Bahagia, SMKN 50 Jakarta, Sekolah Hijau, Sekolah Unggulan, (dengan menekan enter setelah mengetik satu label) pada kolom label yang terdapat di pojok kiri dashboard menulis.

Cuss dah dicoba. Jangan lupa rajin-rajin baca Headline di Kompasiana (disini) biar tahu gimana caranya bikin konten yang meski sangat akademis, tapi bagus, nggak melanggar, dan nggak ngebosenin buat orang.

Deadline nya tanggal 7 Juni 2020 Gaess, kalo mo nanya” sikahkan DM di instagram … miss and love u much.

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.

 

Penghuni Baru Trainer Kita

Saat pandemi, kerja-kerja pemberdayaan umat (empowering people) tetap jalan, terima kasih kepada PB PGRI melalui IGTIK (Ikatan Guru Teknoligi Informasi dan Komunikasi), lewat Om Jay yang berkenan bersinergi.

Screen Shot 2020-05-01 at 1.38.03 PM

WhatsApp Image 2020-05-01 at 13.33.03

Cerita lengkap tentang kegiatannya silahkan nikmati disini.