Penggemar Tawuran Ga Usah Dipaksa Belajar

30 Agustus 2021 adalah hari pertama anak sekolah di Jakarta dan tetangganya mulai sekolah tatap muka setelah lebih satu setengah tahun belajar secara online atau daring.

Berbagai unggahan di mass media dan sosial media terungkap bahwa orang tua dan anak murid sudah lelah belajar daring dan ingin segera belajar secara tatap muka. Rupanya ada anak yang senang kembali ke sekolah bukan untuk belajar tatap muka, tetapi untuk melakukan tawuran bahkan dengan mempersiapkan senjata tajam berbentuk clurit dan bendera basis sekolah.

Membawa senjata tajam melanggar hukum dan bisa dikenakan sangsi penjara.

Bagaimana sekolah anak-anak itu?

Kenapa kita harus khawatir tentang sekolah mereka? Jelas-jelas mereka tak berminat belajar, kenapa harus dipaksa sekolah? Jika mereka berniat belajar, kenapa membawa clurit untuk tawuran.

Keberanian mereka bisa dimanfaatkan oleh negara untuk mencari atlet tarung bebas. Setelah menjalani hukuman akibat membawa senjata tajam, para penggemar tawuran bisa dikumpulkan untuk dilatih tarung bebas, siapa tahu ada atlet Indonesia menjadi juara dunia tarung bebas. Kalo kamu?

2 thoughts on “Penggemar Tawuran Ga Usah Dipaksa Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.