Suratnya Mana?

Pada suatu ketika, Saya menugaskan murid” saya untuk melakukan observasi ke kampus perguruan negeri dan swasta di Jakarta.

Umumnya anak” senang, mereka jadi tahu suasana kampus, cara belajar di kampus yang dikunjungi, biaya kuliah, suasana kelas, suasana kantin, dsb.

Ada sekelompok murid yang cerita bahwa mereka ditanya satpam tentang tujuan kedatangan mereka ke kampus itu.

“Kami mau observasi …” Dan kemudian satpam itu meminta surat pengantar dari Sekolah.

Anak” murid saya kemudian ke ruang tata usaha Sekolah menjumpai pegawai TU dan bilang mereka memerlukan surat pengantar untuk observasi ke perguruan tinggi.

Karyawan TU itu bilang, “Mana surat dari kampusnya … “.

Anak” bingung, satpam kampus minta surat dari Sekolah, eh karyawan TU sekolahnya minta surat dari kampus … tektokan dongs.

Saat kami membicarakan tentang itu di kelas, ada anak yang bilang kalo dia masuk kampus still yakin aja, bergaya seperti mahasiswa or mahasiswi, masuk aja ke dalam kampus menemui mahasiswa yang sedang berkerumun untuk berkenalan & tanya macam”, kalo kurang cari lagi kerumunan di dalam kampus, kantin, masjid, dan dimana aja sampai informasi yang diperoleh dirasa cukup.

Kamu pernah observasi kaya gitu?

Advertisement

2 thoughts on “Suratnya Mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.