Setelah Lihat Berita Perpanjangan PPKM, Nikmati Wonderland Indonesia

PPKM diperpanjang lagi, yang dibahas tempat ibadah, restoran, pusat perbelanjaan, mall, industri yang diumumkan prosentase daya tampung, dsb.

Indahnya alam Indonesia seolah dibiarkan menganggur, tak ada pembahasan batasan kunjungan di tempat wisata, padahal wisata alam negeri ini indahnya luar biasa.

Bravo buat tim kreatif yang berhasil memproduksi tayangan wonderland Indonesia … paling tidak bisa menutupi carut marut penanganan masalah virus, ekonomi yang terlunta dan pendidikan yang berhenti. Saya mendokumentasikan tayangan keren ini di blog saya, kalo kamu?

Olahraga Menikmati Teknologi

Sepatu, kaos kaki adalah hasil penggunaan teknologi sehingga memberi kenyamanan saat berjalan, berlari dan melindungi kaki dari aneka benda di jalan, aplikasi kebugaran tubuh di handphone juga hasil karya teknologi memudahkan kita mengukur level langkah, kalori dan endingnya bikin sehat … saya pake keduanya, kalo kamu?

Pemulung yang Beruntung

Bokis, nama anak muda penduduk negeri paman besut, umurnya 25 tahun tak pernah sekolah, merantau dari kampung halamannya yang berjarak sekitar 300 kilometer setelah hidup susah berkepanjangan. Sejak masih anak-anak ikut membantu orang tuanya di sawah, di kebun dan kerja apa saja yang dilakukan orang tuanya. Menanam padi butuh waktu berbulan-bulan dan setelah panen harga jualnya tak bisa menutupi biaya pembelian pupuk, apalagi membayar lelah atau keringat yang mengalir, beras hasil panen disimpina di gudang rumah untuk dikonsumsi sekeluarga.

Menanam berbagai buah seperti, bawang, cabe, pete atau apa saja selalu berakhir dengan pedih. Saat masa petik tiba sepertinya berbarengan dengan masa paceklik atau harga turun, berbagai hasil tanam sering punya harga seragam, hanya seribu kepeng per kilogram atau seribu kepeng untuk satu buah pete. Padahal di warung dekat rumah Bokis harga pete dijual jauh dari harga itu. Jika keluarganya tak mau menjual dengan harga seribu kepeng, maka hasil tanam akan jadi busuk … hasil kerja keras ayah, ibu dan Bokis hampir selalu berakhir dengan kepedihan.

Saat malam tiba, Bokis beristirahat menjelang tidur menonton tayangan televisi. Dia terpesona dengan gaya hidup orang kota yang terlihat sangat nyaman hidup di gedung-gedung tinggi yang mewah dengan pemandangan ibukota yang megah, menyantap makanan yang terlihat sangat nikmat. Suasana jalan raya ibukota yang selalu macet penuh dengan kendaraan yang tampak nyaman. Bokis mendengar cerita dari tetangga-tetangga di kampungnya yang mudik saat hari raya, bahwa mencari uang di ibukota sangat mudah.

Sejak tiga tahun yang lalu Bokis membulatkan tekad merantau ke ibukota negeri paman besut mengikuti salah satu tetangganya di kampung yang ternyata menjadi pemulung barang-barang bekas di ibukota. Bokis mengawali hidupnya di ibukota dengan mengikuti tetangganya berjalan berkeliling ibukota negeri berbekal karung besar mengumpulkan barang-barang berkas di pinggir jalan, di tempat sampah. Saat beristirahat di tempat yang teduh bokis sangat terkejut karena tiba-tiba ada beberapa penduduk yang menggunakan mobil atau motor memberi makanan berupa kue, nasi bungkus atau uang. Sering mereka tak perlu membeli makanan sehari itu karena pemberian orang yang tak dikenalnya sudah mencukupi kebutuhan konsumsi perutnya hari itu.

Setelah merasa berani, Bokis menjalani profesi memulung sendiri dengan mengambil route perjalanan berbeda dengan tetangga yang mengajaknya ke ibukota. Bokis sering memulung di sekitar apartemen dan rumah susun karena perolehan barang bekas sering mudah di dapat dalam jumlah yang sanyak.

Suatu ketika Bokis berniat memulung di sebuah komplek rumah susun, tetapi langkahnya terhenti di pintu gerbang karena tak diizinkan masuk oleh petugas berseragam militer yang dilengkapi dengan senjata laras panjang.

“Mengapa Saya tak beoleh masuk Pak?” tanya Bokis pada petugas yang berjaga.

“Ini daerah isolasi untuk orang-orang yang sedang kena penyakit menular”. jawab penjaga itu.

Bokis menjauh, sambil beristirahat dia melihat banyak sekali orang yang melakukan aktifitas di luar rumah susun. Ada yang senam, joging, bermain bola, duduk-duduk, dsb. Mereka terlihat bergembira dengan pakaian olahraga warna-warni. Tiba-tiba mereka menghilang semua dari halaman rumah susun.

“Kemana orang-orang tadi Pak?” Bokis mendekat ke penjaga.

“Saat ini waktunya mereka sarapan pagi”.

Di berita televisi Bokis mengetahui bahwa rumah susun itu menampung ribuan penduduk yang terinfeksi penyakit menular, Dia melihat tempat tidur dan kamarnya sangat nyaman dihuni orang-orang yang sakit. Terlihat saat mereka menerima nasi box konsumsi makan jatah mereka, dan dari ngobrol-ngobrol Bokis dengan sesama pemulung Dia dengar jika selama dirawat di rumah susun itu penduduk tak dikenakan biaya sama sekali alias gratis.

Sementara Bokis selama ini selalu tinggal di rumah yang tak nyaman di desa, tidur di emperan toko atau kantor selama tiga tahun di ibukota, makan makanan sisa atau pemberian orang. Hasil memulung terjual dengan harga yang sangat murah walau jumlahnya membuat satu unit mobil bak penuh menjulang.

Bokis berniat ingin merasakan tinggal di rumah susun untuk bahan cerita saat nanti pulang ke kampung halaman. Dia menyiapkan dua stel pakaian dimasukkan dalam tas kecil yang dibenamkan ke dalam karung tempat menampung barang hasil pulung setiap hari.

Suatu hari Bokis melihat ada kermaian yang tak biasa dari kejauhan, tampak banyak warga bergerombol tak sedikit yang memakai pakaian seragam, tentara, polisi, dokter dan seragam lainnya. Ada tenda-tenda dan antrian orang, Dia letakkan karungnya di sudut depan rumah penduduk setelah mengambil tas kecil berisi dua stel pakaian.

Saat melewati tenda-tenda itu Bokis dihentikan petugas di diminta mengantri bersama orang-orang lainnya, ternyata sedang dilakukan pemeriksaan untuk penduduk ibukota yang melewati jalan itu. Bokis di tes, dan setelah menunggu lebih kurang dua jam hasilnya diketahui Bokis positif terinfeksi, lalu dia diminta ke tenda lainnya untuk pemeriksaan dokter, hasil pemeriksaan dokter Bokis sudah menampakkan gejala agak berat dan harus segera diisolasi di rumah susun.

Bokis tak menolak, dia bersama beberapa penduduk yang punya gejala serupa langsung dibawa ke rumah susun tempat isolasi, Dia ditempatkan di lantai 24.

Boris senang sekali mendapat kamar dengan satu tempat tidur, Dia tinggal sendiri. Kamar mandi adalah fasilitas pertama yang dinikmati Boris, sabun dan shampo sudah tersedia. Boris mandi berbalut kemewahan karena selama tiga tahun diibukota dia hanya mandi di pom bensin beberapa hari sekali, karena penjaga pom marah jika Dia setiap hari datang untuk mandi disana.

Setelah mandi dia ganti baju dan rebahan, tempat tidur paling mewah yang dia pernah rasakan sepanjang hidupnya, membuatnya terlelap hingga hari gelap dan saat bangun dia melihat ke jendela sebuah pemandangan luar biasa yang tak pernah dia lihat, cahaya lampu menyiram ibukota, Dia melihat tempatnya terlelap saat malam tiba, jalan-jalan yang bisa dilalui saat memulung.

Ketika dia keluar kamar ada nasi box di depan pintunya, dia santap makanan termewah dalam hidupnya. Malam itu Bokis merasa menjadi orang yang sangat beruntung bisa tidur di lantai 24 rumah susun, menjelang tidur pesawat telepon di kamarnya berdering dan ternyata itu dari dokter yang menanyakan kondisi badan Bokis saat itu,  kata dokter besok setelah sarapan Bokis harus ke lantai 2 untuk mengambil obat yang harus dihabiskan.

Pagi hari, saat penghuni rumah susun berolah raga, Boris berkeliling rumah susun mencari plastik, kertas, bekas minuman ringan dan apa saja yang bisa dijual kembali, menggunakan tas kecil yang dipakai untuk membawa pakaian dia melakukan itu pagi dan sore sebelum hari gelap, hasil pulungnya disusun rapih di dalam kamar Dia.

Seminggu berlalu, Bokis merasa hidup seperti di sorga, tak ada yang mencari apalagi mengunjungi dia karena selama tiga tahun di ibukota dia tinggal sendiri. Dokter tak pernah berjumpa dengan dia karena konsultasi dilakukan melalui telepon setiap malam menjelang tidur.

Bokis sedang mencari cara, bagaimana Dia bisa tinggal dengan fasilitas yang luar biasa ini selama mungkin, kamar yang nyaman, kamar mandi mewah, makan gratis tiga kali sehari, perawatan dokter yang seumur hidupnya tak pernah dia rasakan, karena saat didesa kalau sakit orang tuanya membawa Dia ke bidan terkenal di desa.

Bokis berharap virus terus menggerus negeri agar dia tak perlu keliling kota mengais barang bekas.

Lagu Wajib Corona

Ada lagu baru yang bakal hits, dinyanyikan oleh anak-anak yang bakal hits, mereka tinggal di Depok, judulnya Sepanjang Wabah Corona, dinyanyikan oleh Armakimbe Brothers, ini syairnya:

Sengaja Aku Diam di Rumahku,

 Karena Aku Tak Bisa ke Rumahmu

Apalah Daya Keadaan Ini, 

Memaksa Aku Tetap Diam di Sini

Anak Sekolah Belajar di Rumah, 

Kerja dan Ibadah Juga di Rumah

Kalu Ga Mendesak Jangan Keluar Rumah, 

Demi Keselamatan Kita Bersama

 Sepanjang Wabah Corona, Kita Jangan Bergandeng Tangan

Sepanjang Wabah Corona, Kita Video Call Aja

Ujian Yang Berat ini

Dari Awal Maret Lalu

Percaya Semua Kan Segera Berlalu

 Jagalah KESEHATAN

Jagalah JARAK AMAN

Berdoa Kita Dalam Lindungan TUHAN…

Ini video lengkapnya:

Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Good Job Saras: Tantangan Home Learning

Screen Shot 2020-05-06 at 11.19.02 AM

Alooow Gaess

Terima kasih, sudah banyak anak-anak saya yang hebat posting artikel di Kompasiana, diantaranya Saras Lintang Penjerino Kelas XI MM yang mendapat apresiasi ARTIKEL PILIHAN dari Redaktur Kompasiana, artinya artikel Saras dinilai punya kualitas yang bagus dan menjadi pilihan buat dibaca. Mau lihat posting Saras, silahkan klik disini.

Saras juga sudah melengkapi identitasnya, sehingga terlihat jelas profil nya sebagai Pelajar SMKN 50 Jakarta. Saya memberi tantangan menulis ini sambil mendorong kamu mengikuti kompetisi yang diadakan Kompasiana Jika berhasil masuk 30 besar konten terbaik selama 3 bulan berturut-turut, ia akan berkesempatan mendapatkan 1 voucher gratis menginap selama semalam di jaringan Hotel Cordela se-Indonesia.

Artinya, kalau kamu hebat maka akan mendapat hadiah dari Saya dan Kompasiana, info lengkapnya bisa didimak disini.

Pejuang Gece Math Home Learning, Good Job Guys

Tak lama setelah saya memberi guidance lewat blog ini, anak-anak hebat yang gece (gerak cepat) langsung merespon tugas mtk, mereka adalah: Anissa Khusnul Khotimah, Achmad Zikri, Syakira Rohadatul Aisy, Fadia Ananda Putri, Aprilia Tri Lestari, good job guys … inilah wajah-wajah mereka.

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah

IMG_20200428_170902 - Ahmad Dzikri

IMG_20200428_170517 - Syakira Rohadatul Aisy

IMG_20200428_171428_212 - Fadia ananda putri

IMG20200428172522 - aprilia lestari

Hukuman Disini Beda Fungsi deng Disana

WhatsApp Image 2020-04-15 at 7.48.09 AM
Kartunis: AAN SUPRIJANTO

“Hukuman setalah ada kematian atau sebelum ada kematian, pilih mana?”

Seorang pria berinisial JD tiba di Perth ibukota Australia Barat tanggal 28 Maret dari Victoria, sesuai aturan karantina dia harus mengisolasi diri dan wajib tinggal di sebuah tempat penginapan yang dibayar pemerintah Australia Barat selama 14 hari. Tanpa sepengetahuan petugas penginapan JD beberapa kali keluar dari tempat penginapan dan melakukan perjalanan dengan transportasi umum di kota Perth. Dari rekaman CCTV di tempat penginapan JD terlihat beberapa kali menyelinap keluar tempat penginapan tersebut.

Warga negara Australia itu telah menjalani tahanan penjara selama seminggu terakhir, hingga Rabu kemarin (15/4), Pengadilan Magistrat Perth menjatuhkan hukuman percobaan selama enam bulan dua minggu, karena tindakannya yang dinilai membahayakan publik.

Ia akan menjalani hukuman penjara selama satu bulan, dan sisanya dia harus menjalani hukuman sebagai percobaan.

Bila dalam 12 bulan kemudian, dia melakukan tindak kriminal lainnya, maka harus menjalani keseluruhan hukuman yang belum dijalaninya.

Seorang warga negara Australia lainnya seorang pria berusia 61 tahun mendapat denda karena tidak melakukan karantina wajib, setelah kembali dari Indonesia ke Perth. Pria berinisial PB tiba dari Indonesia tanggal 19 Maret dan sesuai aturan ia tidak boleh keluar dari rumahnya sama sekali selama 14 hari.

Namun salah seorang tetangganya melaporkan ke polisi setelah melihat PB hendak bepergian ke pantai. Dia dikenai denda AU$3.000, atau sekitar Rp 30 juta.

Di Indonesia ada tiga warga Desa Sewakul Kecamatan Ungaran Barat, Semarang yang ditangkap dan ditahan Polisi sejak Senin (11/4) karena diduga menjadi provokator penolakan pemakaman tenaga medis di desa mereka beberapa waktu yang lalu.

Di beberapa daerah di Indonesia telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tetapi tampaknya belum ada warga negara yang dihukum karena melanggar aturan PSBB, yang selalu diberitakan adalah bagaimana usaha aparat Polisi dibantu Tentara dan Satpol PP melakukan pemeriksaan di banyak titik pintu masuk suatu daerah, tetapi hanya menghimbau, memberikan masker, meminta pindah tempat duduk, dimintar putar arah balik, atau turun dari fasilitas transportasi umum karena tak memakai masker.

Jika kita amati, penegakkan hukum di Australia dikenakan kepada warganya yang tidak melakukan pencegahan untuk diri sendiri agar tak terpapar viris covid-19, sementara di Indonesia penegakkan hukum baru akan dilakukan kepada warganya yang menolak pemakaman orang lain, dan ini pun masih dalam proses hukuman, bagaimana vonis penegak hukum masih belum bisa dipastikan. Di daerah yang telah memberlakukan PSBB rakyat masih bepergian, stasiun kereta berdesakkan, pejabat membagikan bingkisan sembako menimbulkan kerumunan, pembagian makan gratis membuat rakyat antri berdesakkan, jalan raya masih ramai mobil dan motor, dsb.

Fokus tindakan hukuman indonesia merespon peristiwa kematian, sementara di Australia fokusnya mencegah agar warga negara tak melanggar aturan pencegahan sebelum mati. Apakah ini artinya, penyebaran virus corona di negeri ini bakal makin terus menginfeksi penduduk negeri? Semoga aparat hukum bisa bertindak lebih tegas kepada para pelanggar aturan PSBB.

Sumber:

1. https://www.abc.net.au/indonesian/2020-04-16/pembeli-tisu-berusaha-kembalikan-barang-belanjaannya/12153422

2. https://www.kompas.tv/article/75709/polda-jateng-tetapkan-3-tersangka-kasus-penolakan-pemakaman-perawat-di-tpu-siwarak-suwakul

3. http://www.koran-jakarta.com/pembagian-makan-gratis-di-bandung-11042020/

Trainer Pemula dan Michael Jackson: Dulu dan Kini

Tetiba saya ingin menyanyikan lagu Heal The World, lagunya Michael Jackson yang dulu sering saya pakai di akhir sessi sharing saya yang topiknya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Masih menggunakan kaset, belum era youtube seperti saat ini, jadi kalau seminar saya rempong, bawa kaset video, kaset lagu, laptop, dan harus lincah merangkap jadi operator, kadang ada asisten yang membantu memutar video dan kaset untuk tayangan film dan lagu … ah, jadul gitu deh.

Tetapi suasananya beda benget, sekarang keadaan negeri ini sangat mencekam, pandemi covid-19 sedang melanda, rakyat dianjurkan di rumah saja, tetapi nampaknya banyak yang tak mengikuti anjuran itu karena berbagai alasan, dan orang yang terinfeksi virus itu makin banyak, yang meninggal pun tak sedikit … sedih, cepatlah pulih Indonesiaku.

Dokumentasi training-training saya bisa disimak disini.

Trainer Kita


Pertengahan tahun sembilanpuluhan Saya sering menggunakan lagu Michael Jackson yang berjudul“Heal The World” .. beberapa teman trainer diantaranya Trisye “Nunun”, Betty Kemal Taruc dan dr. Kusman Suria Kusumah mungkin ingat lagu itu biasa saya gunakan untuk menutup presentasi saya.

Kepergian penyanyi lagu itu membuat saya kembali teringat dan ingin berterima kasih kepada almarhum yang telah nyanika lagu itu begitu indah juga kepada pencipta lagu … tentunya juga untuk Maha Pencipta yang atur semua … mari kita buat dunia yang nyaman untuk anak cucu kita … bebas dari narkoba

There’s a place, in your heart, and I know that it is love And this place, could be much brighter than tomorrow And if you, really try, you’ll find there’s no need to cry In this place, you’ll feel there’s no hurt or sorrow

There are, ways to get there
If you care enough for the living
Make a little…

View original post 339 more words

“Mengembangkan E-learning di Sekolah” – Artikel tahun 2008 Hits lagi tahun 2020

Screen Shot 2020-03-24 at 6.38.30 PM

Flashback ke tahun 2008, saat itu saya menemani guru-guru SMKN 3 Jakarta memanfaatkan ICT untuk pembelajaran, istilah sederhananya mah saya mendorong guru untuk lebih canggih, tak ketinggalan zaman di era teknologi.

Zaman itu belum ada istilah industri 4.0, instagram belum hits (kayanya belum dilaunching deh), waktu itu blog mulai hits di Indonesia, kami bergairah posting kegiatan pembelajaran di masing-masing blog guru.

Ternyata saya pernah memposting proposal hasil karya teman-teman ketika merancang beberapa kegiatan mengembangkan e-learning, saya posting tahun 2008 di blog ini.

Mengejutkan sekali, ternyata setelah 12 tahun banyak sekli diminati pembaca blog saya, ini statistiknya.

Screen Shot 2020-03-24 at 6.37.43 PM

Tahun 2019 telah dibaca hampir 900 kali, mungkin banyak sekolah di negeri ini sedang mengembangkan pembelajaran e-learning di sekolah, dan tahun ini barangkali gegara pandemi covid-19 guru-guru harus memberikan pembelajaran dari rumah, banyak yang searching dan menemukan posting saya.

Alhamdulillah, terima kasih buat anda yang berkenan menyimak posting saya … semoga bermanfaat, jika ada topik yang anda perlukan dan perlu saya bahas di blog ini, silahkan tuliskan di komentar (gaya youtuber memancing konten yang diminati subscribernya … hahaha), semoga anda keluarga dalam sehat selalu.

Sisibukan di Rumah Nikmati Karantina Mandiri

Jumat, 20 Maret 2020.
Setelah subuh, saya diminta yang terkasih mengantarkannya ke pasar Cipinang Muara Jakarta Timur, agar masih sepi sehingga tak jumpa banyak orang. Saya menunggu di depan pasar sambil memanaskan mesin si merah yang jarang mendapat kesempatan berpanas-panas, supaya batere selalu terisi dan tak sering minta ganti yang baru.

lonsay

Tiba di rumah kami menikmati ketupat sayur padang langganan kami yang selalu sudah buka sejak sebelum subuh, berlangganan sejak tahun 1994, kini dikelola oleh generasi kedua, rasanya sangat padang, kaldu, daging dan tetelan menambah kelezatannya, ditemani bakwan dan kerupuk merah.

Bertiga kami menikmati ketupat sayur yang berlanjut dengan nasi plus sayur santan nangka dan pakis ala padang sambil membicarakan situasi terkini berkaitan dengan pandemi virus corona.

Siang saya mulai membuka notebook untuk membersihkan arsip digital sambil menata arsip-arsip penting, ternyata ketika akan memindahkan arsip ke hardisk eksternal sudah penuh, dua harddisk eksternal berkapasitas satu terra dan setengahnya sudah tak cukup menampung arsip baru dari notebook, sementara niatnya mau ke ambas cari harddisk baru yang lebih besar kapasitasnya saya batalkan, nanti aja deh jika keadaan sudah memungkinkan, eh … jadi niat COD aja, yang berapa terra kah sebaiknya?

Untuk mengurangi arsip di eksternal harddisk, saya mengunggah foto-foto ke fanpage facebook saya, kemudian menghapusnya. Ratusan foto dari tahun 2011 dan 2012 sudah saya unggah di sini.

Di sela-sela karantina mandiri, saya menjawab pertanyaan murid-murid saya tentang pelajaran melalui pesan di instagram, online learning gitu … ceritanya, kalo kamu? Semoga pembaca dan keluarga dalam kondisi sehat selalu, dan negeri ini mampu mengatasi pandemi seepat mungkin.

Saya sisibukan aja di rumah, kalo kamu?

SMS BNPB, Pertanda Bakal Lockdown di Negeri +62?

“Saya senang dapat blast SMS dari BNPB, apakah ini pertanda situasi pandemi corona semakin parah di negeri ini? atau sebuah pertanda akan diambil keputusan lockdown?”

tangkapan layar instagram @dwitagama

Pandemi corona sudah menyambangi negeri ini, sekolah sudah meliburkan murid-muridnya selama 2 minggu, mereka diminta melakukan belajar jarak jauh, dari rumah, sementara bapak ibu gurunya masih harus masuk ke sekolah mentransfer pembelajaran secara online. Permintaan presiden, meneteri aparatur negara dan gubernur agar rakyat negeri, khususnya aparatur sipil negara meakukan kerja di rumah, tidak ke luar rumah, dan bepergian ke tempat umum, mencegah interaksi dengan banyak orang, melakukan ‘social distancing measure’.

Malaysia sudah memberlakukan lockdown selama dua minggu ke depan mulai kemarin 160320. Jakarta mungkin masih mengikuti instruksi presidennya yang tak melakukan lockdown, tetapi tak mengikuti instruksi presidennya agar aparatur sipil negara bekerja di rumah, guru-guru masih harus masuk ke sekolah. Di Jakarta terdapat delepan puluh ribu lebih guru SD hingga SLTA, mereka berkumpul di ruang guru, bahkan tak sedikit sekolah yang pada hari Senin 160320 dikumpulkan oleh kepala sekolah di ruang rapat membahas situasi terkini, istilahnya rapat koordinasi. Ada yang bekerja bakti membersihkan sekolah, ada yang berolah raga, bermain basket, futsal, volley, sepeda, dsb.

Lockdown tak jadi keputusan negeri ini karena mungkin khawatir rakyatnya panik dan berujung rusuh, apalagi gonjang-ganjing pilkada, pilpres yang walau sudah lama berlangsung, kesengitannya masih terus terasa hingga kini.

tangkapan layar https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/guru/1/010000

Mengikuti negeri jiran seharusnya negeri ini berani melakukan lockdown dan melarang warga negara kita ke luar negeri atau warga negara asing dilarang masuk ke negeri ini. Saat ini pemerintah hanya memberi anjuran untuk bekerja dari rumah tetapi masih mengharuskan aparatus sipil negara masuk kerja, ambigu …. menurut kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (6)

Berapa lama virus bertahan di permukaan?
Tidak pasti berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 bertahan di permukaan, tetapi tampaknya berperilaku seperti virus corona lainnya. Studi menunjukkan bahwa coronavirus (termasuk informasi awal tentang virus COVID-19) dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Ini dapat bervariasi di bawah kondisi yang berbeda (mis. Jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda berpikir suatu permukaan dapat terinfeksi, bersihkan dengan desinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda sendiri dan orang lain. Bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Apakah aman menerima paket dari area mana pun yang melaporkan COVID-19?
Iya. Kemungkinan orang yang terinfeksi mengkontaminasi barang-barang komersial rendah dan risiko tertular virus yang menyebabkan COVID-19 dari paket yang telah dipindahkan, bepergian, dan terkena berbagai kondisi dan suhu juga rendah.

Adakah yang harus saya lakukan lainnya?
Langkah-langkah berikut ini TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya:

  • Merokok
  • Mengenakan banyak masker
  • Mengambil antibiotik

(Lihat pertanyaan-pertanyaan sebelum ini “Apakah ada obat terapi yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?”)
Dalam kasus apa pun, jika Anda demam, batuk, dan sulit bernapas, cari perawatan medis sejak dini untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan pastikan untuk membagikan riwayat perjalanan Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

 

Sumber: Website WHO


Ini cara anak muda penggemar dance dari Vietnam merespon wabah corona, kalo kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (5)

Bagaimana cara memakai, menggunakan, melepas dan membuang masker?

  1. Ingat, masker hanya boleh digunakan oleh petugas kesehatan, perawat, dan individu dengan gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.
  2. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan dengan sabun atau air berbasis alkohol
  3. Ambil masker dan periksa apakah ada air mata atau lubang.
  4. Orientasikan sisi mana yang merupakan sisi atas (tempat strip logam berada).
  5. Pastikan sisi masker yang tepat menghadap ke luar (sisi berwarna).
  6. Tempatkan masker ke wajah Anda. Jepit strip logam atau tepi kaku masker sehingga membentuk hidung Anda.
  7. Tarik ke bawah masker sehingga menutupi mulut dan dagu Anda.
  8. Setelah digunakan, lepas masker; lepaskan loop elastis dari belakang telinga sambil menjaga masker dari wajah dan pakaian Anda, untuk menghindari menyentuh permukaan masker yang berpotensi terkontaminasi.
  9. Buang masker di tempat sampah segera setelah digunakan.
  10. Lakukan kebersihan tangan setelah menyentuh atau membuang masker – Gunakan gosok tangan berbasis alkohol atau, jika terlihat kotor, cuci tangan Anda dengan sabun dan air.

Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

“Masa inkubasi” berarti waktu antara menangkap virus dan mulai memiliki gejala penyakit. Sebagian besar perkiraan masa inkubasi untuk COVID-19 berkisar antara 1-14 hari, paling umum sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui saat lebih banyak data tersedia.

 

Bisakah manusia terinfeksi COVID-19 dari sumber hewan?
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum pada hewan. Kadang-kadang, orang terinfeksi virus ini yang kemudian dapat menyebar ke orang lain. Misalnya, SARS-CoV dikaitkan dengan kucing luwak dan MERS-CoV ditularkan oleh unta dromedaris. Sumber COVID-19 pada hewan yang mungkin belum dikonfirmasi.

Untuk melindungi diri Anda, seperti ketika mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan praktik keamanan pangan yang baik setiap saat. Tangani daging mentah, susu, atau organ hewani dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi makanan mentah dan menghindari konsumsi produk hewani mentah atau kurang matang.

Bisakah saya menangkap COVID-19 dari hewan peliharaan saya?
Meskipun ada satu contoh anjing yang terinfeksi di Hong Kong, sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa seekor anjing, kucing atau hewan peliharaan apa pun dapat menularkan COVID-19. COVID-19 terutama menyebar melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Untuk melindungi diri Anda, bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh.

WHO terus memantau penelitian terbaru tentang ini dan topik COVID-19 lainnya dan akan memperbarui saat temuan baru tersedia.

Sumber: website WHO

 

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (4)

Siapa yang berisiko terserang penyakit parah?

Sementara kita masih belajar tentang bagaimana COVID-2019 mempengaruhi orang, orang tua dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) tampaknya mengembangkan penyakit serius lebih sering daripada orang lain.

Apakah ada vaksin, obat atau perawatan untuk COVID-19?

Belum. Hingga saat ini, tidak ada vaksin dan tidak ada obat antivirus khusus untuk mencegah atau mengobati COVID-2019. Namun, mereka yang terkena harus mendapatkan perawatan untuk meredakan gejala. Orang dengan penyakit serius harus dirawat di rumah sakit. Sebagian besar pasien pulih berkat perawatan suportif.

Kemungkinan vaksin dan beberapa perawatan obat tertentu sedang diselidiki. Mereka sedang diuji melalui uji klinis. WHO sedang mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobati COVID-19.

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan, menutupi batuk dengan tikungan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin. (Lihat Tindakan perlindungan dasar terhadap coronavirus baru).

Apakah COVID-19 sama dengan SARS?

Tidak. Virus yang menyebabkan COVID-19 dan yang menyebabkan berjangkitnya Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada tahun 2003 terkait satu sama lain secara genetik, tetapi penyakit yang mereka sebabkan sangat berbeda.

SARS lebih mematikan tetapi jauh lebih tidak menular daripada COVID-19. Tidak ada wabah SARS di mana pun di dunia sejak tahun 2003.

Haruskah saya memakai topeng untuk melindungi diri saya sendiri?

Gunakan hanya masker jika Anda sakit dengan gejala COVID-19 (terutama batuk) atau merawat seseorang yang mungkin menderita COVID-19. Masker wajah sekali pakai hanya bisa digunakan sekali. Jika Anda tidak sakit atau merawat seseorang yang sakit maka Anda membuang-buang topeng. Ada kekurangan masker di seluruh dunia, jadi WHO mendesak orang untuk menggunakan masker dengan bijak.

WHO menyarankan penggunaan masker medis secara rasional untuk menghindari pemborosan sumber daya berharga yang tidak perlu dan penyalahgunaan masker (lihat Nasihat tentang penggunaan masker).

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan, menutupi batuk dengan tikungan siku atau tisu dan menjaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin. . Lihat langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru untuk informasi lebih lanjut.


Corona boleh dijauhi, masyarakat diberi edukasi tentang cara pencegahan terjangkit wabah corona, salah satu caranya dengan musik country seperti pada video di atas, kreatif yaa ….

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (3)

Haruskah saya khawatir tentang COVID-19?

Penyakit akibat infeksi COVID-19 umumnya ringan, terutama untuk anak-anak dan dewasa muda. Namun, itu dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar 1 dari setiap 5 orang yang tertular membutuhkan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu sangat normal bagi orang untuk khawatir tentang bagaimana wabah COVID-19 akan mempengaruhi mereka dan orang yang mereka cintai.

Kita dapat menyalurkan keprihatinan kita ke dalam tindakan untuk melindungi diri kita sendiri, orang-orang yang kita cintai dan komunitas kita. Yang pertama dan terutama di antara tindakan-tindakan ini adalah mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh serta kebersihan pernapasan yang baik. Kedua, tetap terinformasi dan ikuti saran dari otoritas kesehatan setempat termasuk pembatasan yang diberlakukan pada perjalanan, pergerakan dan pertemuan.

Pelajari lebih lanjut tentang cara melindungi diri Anda di https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public

Siapa yang berisiko terserang penyakit parah?

Sementara kita masih belajar tentang bagaimana COVID-2019 mempengaruhi orang, orang tua dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) tampaknya mengembangkan penyakit serius lebih sering daripada orang lain.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah atau mengobati COVID-19?

Tidak. Antibiotik tidak bekerja melawan virus, mereka hanya bekerja pada infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, jadi antibiotik tidak berfungsi. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan COVID-19. Mereka hanya boleh digunakan seperti yang diarahkan oleh dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

 

Adakah obat atau terapi yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?

Sementara beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala COVID-19, tidak ada bukti bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Namun, ada beberapa uji klinis yang sedang berlangsung yang mencakup obat-obatan barat dan tradisional. WHO akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah temuan klinis tersedia.

Sumber: website WHO


Bagaimana cara mencuci tangan yang benar sambil bernyanyi? Silahkan ikuti video di atas yang bisa membuat anda bersih, terhindar dari corona dan gembira perasaanya, happy deh.

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (2)

Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran penyakit?

Langkah-langkah perlindungan untuk semua orang.
Tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda. Banyak negara di dunia telah melihat kasus COVID-19 dan beberapa telah melihat wabah. Pihak berwenang di Cina dan beberapa negara lain telah berhasil memperlambat atau menghentikan wabah mereka. Namun, situasinya tidak dapat diprediksi jadi periksa secara teratur untuk berita terbaru.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan COVID-19 dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

  • Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.
    Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.
  • Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.
    Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
    Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.
  • Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.
    Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.
  • Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.
    Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
  • Ikuti perkembangan hotspot COVID-19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID-19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat – terutama jika Anda adalah orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung atau paru-paru.
    Mengapa? Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk menangkap COVID-19 di salah satu area ini.

Langkah-langkah perlindungan untuk orang-orang yang berada dalam atau baru-baru ini mengunjungi (14 hari terakhir) area di mana COVID-19 menyebar.
Ikuti panduan yang diuraikan di atas (Langkah-langkah perlindungan untuk semua orang)

  • Isolasi diri dengan tinggal di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala, demam ringan (37,3 C atau lebih) dan sedikit hidung berair, sampai Anda pulih. Jika penting bagi Anda untuk meminta seseorang membawakan Anda persediaan atau keluar, mis. untuk membeli makanan, maka kenakan masker untuk menghindari menulari orang lain.
    Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain dan kunjungan ke fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini untuk beroperasi secara lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya.
  • Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya. Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong.
    Mengapa? Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus lainnya.

Seberapa besar kemungkinan saya terkena COVID-19?

Risikonya tergantung pada di mana Anda berada – dan lebih khusus lagi, apakah ada wabah COVID-19 yang terjadi di sana.

Bagi kebanyakan orang di sebagian besar lokasi, risiko penangkapan COVID-19 masih rendah. Namun, sekarang ada tempat di seluruh dunia (kota atau daerah) di mana penyakit ini menyebar. Bagi orang yang tinggal di, atau mengunjungi, daerah-daerah ini risiko terkena COVID-19 lebih tinggi. Pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus baru COVID-19 teridentifikasi. Pastikan untuk mematuhi batasan lokal tentang perjalanan, pergerakan atau pertemuan besar. Bekerja sama dengan upaya pengendalian penyakit akan mengurangi risiko Anda terkena atau menyebar COVID-19.

Wabah COVID-19 dapat diatasi dan transmisi dihentikan, seperti yang telah ditunjukkan di Cina dan beberapa negara lain. Sayangnya, wabah baru dapat muncul dengan cepat. Penting untuk mengetahui situasi di mana Anda berada atau berniat untuk pergi. WHO menerbitkan pembaruan harian tentang situasi COVID-19 di seluruh dunia.

Anda dapat melihat info lengkapnya di https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/

Sumber: website WHO


Video pemusik rock penggemar The Rolling Stones, merespon pandemi virus corona, kalo kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (1)

Apa itu coronavirus?
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus COVID-19.

Apa itu COVID-19?
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.

Apa saja gejala COVID-19?
Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi tidak mengembangkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis yang mendasarinya seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mencari perhatian medis.

Bagaimana COVID-19 menyebar?
Orang dapat menangkap COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas. Tetesan ini mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian menangkap COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Orang-orang juga dapat menangkap COVID-19 jika mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk atau mengeluarkan tetesan. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tinggal lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit.

WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

Bisakah virus yang menyebabkan COVID-19 ditularkan melalui udara?
Studi hingga saat ini menunjukkan bahwa virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditularkan melalui kontak dengan tetesan pernapasan daripada melalui udara. Lihat jawaban sebelumnya pada “Bagaimana COVID-19 menyebar?”

Bisakah CoVID-19 ditangkap dari orang yang tidak memiliki gejala?
Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui tetesan pernapasan yang dikeluarkan oleh seseorang yang batuk. Risiko terkena COVID-19 dari seseorang tanpa gejala sama sekali sangat rendah. Namun, banyak orang dengan COVID-19 hanya mengalami gejala ringan. Ini terutama benar pada tahap awal penyakit. Karena itu dimungkinkan untuk menangkap COVID-19 dari seseorang yang, misalnya, hanya batuk ringan dan tidak merasa sakit. WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung pada periode transmisi COVID-19 dan akan terus berbagi temuan terbaru.

Bisakah saya mengetahui COVID-19 dari kotoran atau tinja seseorang yang menderita penyakit ini?
Risiko menangkap COVID-19 dari kotoran orang yang terinfeksi tampaknya rendah. Sementara penyelidikan awal menunjukkan virus mungkin ada dalam tinja dalam beberapa kasus, penyebaran melalui rute ini bukan fitur utama dari wabah. WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara COVID-19 menyebar dan akan terus berbagi temuan baru. Karena ini adalah risiko, bagaimanapun, itu adalah alasan lain untuk membersihkan tangan secara teratur, setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.


Video di atas adalah salah satu cara warga Italy yang sedang terlanda COVID-19, pemerintahnya menetapkan kebijakan “lock down”, warga harus tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting, mereka bernyanyi dan memainkan alat musik untuk mengusir rasa bosannya.

Kapan dan bagaimana cara menggunakan masker – Saran pencegahan penyakit Coronavirus (COVID-19) untuk publik

Screen Shot 2020-03-16 at 9.42.33 AM

Kapan harus menggunakan masker?

Jika Anda sehat, Anda hanya perlu memakai masker jika Anda merawat orang yang diduga terinfeksi 2019-nCoV, artinya masker penting untuk dokter dan paramedis.

Kenakan masker jika Anda batuk atau bersin.

Masker hanya efektif bila digunakan bersama dengan pembersih tangan yang sering dilakukan dengan alkohol atau sabun dan air.

Jika Anda mengenakan masker, maka Anda harus tahu cara menggunakannya dan membuangnya dengan benar.

Cara memakai, menggunakan, melepas dan membuang masker:

  • Sebelum mengenakan masker, bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun dan air.
  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker dan pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker Anda.
  • Hindari menyentuh masker saat menggunakannya; jika Anda melakukannya, bersihkan tangan Anda dengan alkohol atau sabun dan air.
  • Ganti masker dengan yang baru segera setelah lembab dan jangan gunakan kembali masker sekali pakai.
  • Untuk melepas masker: lepaskan dari belakang (jangan menyentuh bagian depan topeng); segera buang di tempat sampah tertutup; bersihkan tangan dengan sabun atau air berbasis alkohol.

Sumber: website WHO

Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru COVID-19

Tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda. COVID-19 masih mempengaruhi sebagian besar orang di Cina dengan beberapa wabah di negara lain. Kebanyakan orang yang terinfeksi mengalami penyakit ringan dan sembuh, tetapi bisa lebih parah bagi orang lain. Jaga kesehatan Anda dan lindungi orang lain dengan melakukan hal berikut:

Cuci tangan Anda sesering mungkin
Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

Pertahankan jarak sosial
Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.

Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.

Lakukan kebersihan pernafasan
Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.

Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.

Jika Anda mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari perawatan medis sejak dini
Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.

Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Terus update informasi dan ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda.
Tetap terinformasi tentang perkembangan terbaru tentang COVID-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda, otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda atau majikan Anda tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19.

Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang apakah COVID-19 menyebar di daerah Anda. Mereka ditempatkan paling baik untuk memberi nasihat tentang apa yang harus dilakukan orang di daerah Anda untuk melindungi diri mereka sendiri.

Langkah-langkah perlindungan untuk orang-orang yang berada dalam atau baru-baru ini mengunjungi (14 hari terakhir) area di mana COVID-19 menyebar
Ikuti panduan yang diuraikan di atas.
Tetap di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala dan hidung meler, sampai Anda pulih. Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain dan kunjungan ke fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini untuk beroperasi secara lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya.
Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya. Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong. Mengapa? Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus lainnya.

Sumber: website WHO