Blog Pendidik


Leave a comment

6 Juta Berita setahun: Gerakan MENGABARKAN SEKOLAH di Jakarta

Screen Shot 2017-10-03 at 4.19.45 PM
Sumber: http://datadikdki.jakarta.go.id/index.php?mn=rangkuman&data=sekolah

Ada kesadaran baru yang tumbuh dari pengelola Lembaga Pendidikan di Jakarta, mereka secara kompak bersama-sama mengabarkan kegiatan di masing-masing sekolahnya satu posting setiap hari lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb. Kepala Sekolah, Guru-guru dan Pegawai Tata Usaha sudah faham bahwa di era digital sekarang ini pekerjaan mengupload kabar sekolah lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb sangat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam atau notebook.

Saat ini jumlah sekolah TK hingga SLTA di Jakarta hampir 7.000 unit sekolah. Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 30.000 kabar dari sekolah setiap hari yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 150.000 kabar dari sekolah setiap satu minggu (lima hari kerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 600.000 kabar dari sekolah setiap bulan yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 6.000.000 kabar dari sekolah setiap tahun (dengan asumsi 10 bulan aktif bekerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Dalam waktu lima tahun, terdapat 30.000.000 kabar dari sekolah Jakarta bakal memadati jagat digital dan terlacak oleh Google. Apalagi jika sekolah-sekolah itu juga mengupload kabar berbentuk video di Youtube, maka jumlah 50 juta bukan hal yang tak mungkin bisa menyesaki jagat maya dan terhubung dengan Google.

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid yang baru masuk di SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri di ibukota negara ini bisa dinikmati oleh banyak orang lewat telepon genggam?. 

 
Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?

Advertisements


1 Comment

Identitas Digital

Awal tahun 2000-an punya identitas dilengkapi no telepon dan fax sudah cukup untuk dibilang keren atau modern, di tahun 2017 identitas seseorang atau lembaga dilengkapi dengan beragam akun seperti email, WhatsApp, line, instagram, website, facebook, path, website, blog, dsb.

Zaman dulu telepon dan fax anda hanya pasif menunggu orang lain yang menghubungi anda atau lembaga anda, kini akun-akun anda secara aktif mengabarkan apa saja yang sedang berlangsung di rumah anda atau lembaga anda.

Pada foto di atas adalah identitas dari sebuah resto yang dicetak di lunch box dan identitas sebuah majalah terkenal negeri ini.

Sekolah masa kini yang canggih punya jejak di berbagai akun yang dikelola secara serius sehingga murid, orang tua, guru dan semua stakeholder mengetahui kegiatan-kegiatan dan kabar terkini dari sekolah.

Bagaimana dengan dirimu, sekolahmu atau lembaga dimana kamu berada?


Leave a comment

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 


2 Comments

Presiden Kreatif, tapi maaf Pak @jokowi … banyak Guru yang sudah melaksanakan sejak 7 tahun lalu

Saya salut dan sangat respek pada Presiden RI yang mendorong rakyatnya lebih kreatif lagi lewat produksi vlog (seperti yang ditulis Kompas di bawah ini) semoga saja Pak Pesiden sudah tahu bahwa banyak guru sejak lama sudah melakukan apa yang beliau himbau, lihat jejak dua video di bawah ini yang diupload ke youtube sejak tahun 2010.

Kalau beberapa youtubers yang artis sudah diundang makan siang di istana bersama Presiden, mungkin tak berlebihan jika Presiden juga mengundang Guru-guru yang sudah mendorong murid-muridnya memproduksi vlog untuk meningkatkan kreatifitas anak negeri, ditunggu undangannya ya Pak Presiden. Semoga hal ini bisa mendorong guru-guru yang lain di Indonesia agar mengajar lebih kreatif menggunakan teknologi terkini.

Di bawah ini video yang dibuat murid SMKN 50 Jakarta

Inilah beritanya;

Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menambah jurusan-jurusan baru yang mengasah skill di sektor teknologi dan digital. Jika tidak, sumber daya manusia lokal akan terus-menerus tertinggal dan tak mampu berkompetisi di ranah global.

Salah satu jurusan yang dianjurkan Jokowi adalah pengembangan skill membuat video blog atau kerap disebut vlog. Menurut dia, SMK jangan melulu terpaku pada jurusan mesin, bangunan, listrik, dan jurusan lain yang sudah eksis sejak dulu.

“Dunia berubah cepat sekali. Mestinya ada jurusan mengenai jaringan IT, membuat video blog, aplikasi, animasi, yang sedang in,” kata Jokowi dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Kamis (2/2/2017), di JCC, Senayan.

Dengan penambahan jurusan-jurusan baru yang relevan dengan tren saat ini, lulusan SMK diharapkan tak lagi cuma jadi buruh di negeri orang. Saat ini, menurut data yang diumbar Jokowi, sebanyak 82 persen TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri merupakan lulusan SMK.

Bikin vlog makin mudah

Kemunculan vlog di internet sebenarnya sudah dimulai sejak lima hingga enam tahun lalu. Namun tren vlog sendiri menjadi masif pada akhir 2015 dan terus berlanjut sepanjang 2016 hingga kini.

Hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang mendukung terciptanya ekosistem video mobile. Pertama, infrastruktur jaringan internet semakin baik sehingga netizen lebih mudah mengeksplor tayangan video via smartphone di mana pun dan kapan pun.

Kedua, para vendor smartphone berbondong-bondong melahirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan untuk membuat vlog. Mereka menawarkan kamera depan dengan sensor bermegapiksel besar dan teknologi stabilizer untuk mencegah guncangan ketika merekam video.

Sebut saja beberapa perangkat yang bisa dibilang “vlog ready” seperti Oppo F1s, Vivo V5, LG G5, Samsung Galaxy S7, iPhone 6 ke atas, dan flagship lainnya yang berseliweran di pasaran.

Netizen tak perlu mengeluarkan modal mahal untuk membeli kamera demi menjadi vlogger. Cukup menggunakan smartphone, netizen bisa mengabadikan momen apa saja untuk dikaryakan dan dimonetisasi lewat platform berbagi video YouTube.

Vlogger kini tak ubahnya pekerjaan profesional dengan pendapatan relatif tinggi, sesuai dengan banyaknya subscribers dan views. Para pengiklan kerap mengajak vlogger tenar untuk bekerja sama melakukan kampanye pemasaran produk.

Lama-kelamaan, peran vlogger bisa dibilang serupa dengan artis di layar kaca. Bedanya, vlogger tak perlu didistribusikan lewat manajemen artis karena mekanisme kerjanya individualis dan mandiri.

Selain jurusan vlog, aplikasi, dan animasi, Jokowi juga berharap SMK bisa menyediakan jurusan retail untuk toko online (e-commerce). Lagi-lagi, hal ini merujuk pada tren global.

“Kalau ada jurusan online store kita bisa mendidik anak-anak kita untuk membangun sebuah platform. Bagaimana Alibaba bisa membangun sebuah logistic platform dan retail platform yg sangat besar sekali dengan ratusan juta pengunjung seperti itu,” ia menjelaskan.

 

Masih banyak video murid SMKN 36 Jakarta, SMKN 29 Jakarta dan SMKN 50 Jakarta di Youtube, sementara video Saya di Youtube cuma lebih dari 1.000, silahkan kunjungi channel youtube Saya, kamu sudah memproduksi berapa video di youtube?


Leave a comment

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?


Leave a comment

Guru yang sekedar

Guru yang sekedar tahu
tahu jadwal masuk ke kelas
tahu membuat Rencana mengajar
tahun menyelesaikan kurikulum

Guru yang sekedar tahu
hari ini harus pakai seragam apa
besok pakai seragam apa
total tunjangannya berapa

Guru yang sekedar tahu
jumlah muridnya di kelas ada berapa
selanjutnya murid kuliah atau kerja
dia tak mau tahu

Guru yang sekedar tahu
jadwal masuk sekolah jam berapa
lima menit sebelum waktu pulang
sudah siap dekat mesin absen

Guru sekedar tahu
kurikulum berganti selalu
cara ngajarnya tak berubah
yang berubah cuma penampakannya, semakin tua

Guru sekedar tahu
bahwa teknologi berkembang selalu
tapi dia merasa tak terlalu perlu
tugas murid dicetak melulu

Guru sekedar tahu
bahwa google jadi yang paling tahu
tapi dia tak tahu
bahwa dirinya tak terdaftar di google


Leave a comment

Gairah Mengabarkan Kebaikan di Sekolah menggelorakan Semangat Berbuat Baik, bikin gampang cari Presiden dan Gubernur, tak perlu impor

Di Negeri Paman Besut, ada orang yang gemar menggunakan media sosial untuk mengabarkan kegiatan, fikiran, ide dan berbagai hal yang berhubungan dengan dirinya sehingga setiap hari wajahnya selalu muncul di media sosial dan mass media mainstream, seolah mendapat angin segar promosi dirinya, dia terus menggeliat, mempublikasikan dan mengoptimalkan media sosial dan mass media mainstream hingga dirinya menjadi walikota, gubernur hingga presiden.di negerinya.
Ada orang yang meniru kelakuan orang di atas, mengabarkan semua kegiatannya di mass media dan mengoptimalkan media sosial, sehingga setiap hari wajah dan pemberitaan tentang dirinya selalu muncul di mass media mainstream dan media sosial, hingga orang itu menjadi gubernur dan berniat jadi gubernur lagi hingga ingin jadi presiden (desas desus kabar yang beredar).

Dikabarkan, mereka berdua mengelola tim pemberitaan yang terdiri dari media mainstream dan media sosial, bahkan pada satuasi tertentu tim mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk koordinasi dan melakukan tugas pemberitaan.

Kepala Dinas pendidikan salah satu kota di negeri itu menduplikasi semangat memberitakan dengan menugaskan semua kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA di kotanya untuk membuat berita setiap hari minimal satu berita di berbagai platform seperti website, blog, facebook, twitter, inatagram, youtube, steller, dsb.

Maka setiap hari bertebaran ribuan berita baik dari ribuan SD, ribuan SLTP, dan ribuan SLTA negeri dan swasta di kota itu. Berita-berita baik dari sekolah di kota itu menghujani media sosial dan masuk radar media mainstream hingga televisi, radio, koran dan majalah datang berkunjung ke sekolah mengkonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.

Ada sekolah yang secara kreatif fan terkonsep melibatkan semua guru, karyawan dan murid. Jika semua warga sekolah posting satu berita di satu media yang dia suka maka betapa banyak berita baik sekolah itu beredar secara gratis tanpa mengeluarkan biaya, apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini proses itu dapat dikerjakan hanya menggunakan telepon genggam (seperti tulisan yang anda baca ini saya tulis denga telepon genggam).

Jika semua warga sekolah sudah terbiasa memberitakan kebaikan maka secara langsung mereka audah melakukan kegiatan promosi sekokahnya, kota dan penduduknya. Jika dua orang di atas bisa jadi presiden dan gubernur karena kedadaran memberitakan kebaikan, maka kegiatan memberitakan sekolah akan melahirkan kepala sekolah yang sadar dan memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, guru-guru yang terampil menulis dan memberitakan, murid-murid yang krearif bercitarasa seni dan memanfaatkan gadget untuk kebaikan.

Andai 300 murid dan 20 guru di sekolah memberitakan satu kebaikan setiap hari, maka seminggu ada 1.600 berita, sebulan ada 4.800 berita baik sekolah anda. Jika 600 murid sekolah andan dan 40 gurunya, maka 3.200 berita kebaikan setiap minggu dan 9.600 berita baik tentang sekolah anda setiap bulannya.

Jika ribuan sekolah memberitakan ribuan kabar baik, maka dunia maya akan penuh dengan kebaikan dan pasti akan berdampak pada dunia nyata yang bakal dipenuhi kabar baik sehingga jika ada berita guru yang dilaporkan atau murid mati tawuran tak lagi jadi trending berita karena tertutup oleh jutaan berita baik yang diproduksi oleh warga sekolah.

Beritakan kebaikan yuuuuuk.


Leave a comment

Menyikapi Era Digital di Negeri Paman Besut (2)

ilustrasi

ilustrasi


ada kampus sekolah tinggi di Negeri Paman Besut
yang pendidikannya berasrama
pola atau metodenya mirip militer
rambut botak, atribut seperti tentara

mungkin di kampus itu terbiasa dengan kekerasan
senior bisa bertindak berlebihan kepada yuniornya
kadang hingga nyawa menghilang
hingga jadi heboh mengisi berita mass media

mahasiswa yang kuliah di kampus itu dilarang membawa smartphone
mereka hanya diijinkan membawa handphone tanpa kamera
barangkali, pengelola kampus khawatir
kegiatan yang tak bagus terekspos di media
bersumber dokumentasi smartphone mahasiswanya

mungkin tak relevan bertanya apakah dikampus itu ada wifi?
menerapkan e-learning, atau hal-hal inovatif berbau digital
bisa dibayangkan
bagaimana rasanya anak-anak muda era digital
berada dalam suasana zaman dulu, sekian puluh tahun lalu


Leave a comment

Dua menit yang bikin sehat, praktekin yuuuu

20130421-140451.jpg

Mengucapkan terima kasih yang cuma sebentar, apalahi jika sehari anda bisa ucapkan itu dalam dua menit akan membuat anda kadi sehat.

Tertawa juga bisa bikin tubuh jadi sehat, oeh sebab itu kalau ada yang lucu ketawa aja, ga usah ditahan, ga usah malu … termasuk jika ada kesempatan bilang terima kasih, segeralah bilang … orang lain senang liat kita ketawa atau ucapkan terima kasih, kita juga jadi lebih sehat.

Terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya (sambil tertawa), selengkapnya baca disini.


2 Comments

X FACTOR INDONESIA, Youtube & SEKOLAH KITA, tanpa biaya alias sonder mbayar or gretoong booo

X Factor Indonesia, suatu acara pencarian bakat yang menyeleksi ribuan penyanyi hingga tinggal tigabelas, lokasi berlangsung di Jakarta, Bali dan kota lain di Indonesia, melibatkan artis ternama seperti Achmad Dani, Rosa, Bebi Romeo, Anggun C Sasmi, Maya, Ari Lasso, dan lainnya.

Megahnya tayangan dan sumberdaya yang terlibat bisa diperkirakan betapa besar biaya yang digunakan untuk memproduksi acara itu … dokumentasi tayangannya bisa kita lihat di Youtube, yang bisa dinikmati fasilitasnya secara gratis, seperti alunan suara Yohana, penyanyi yang punya masalah di matanya bawakan lagu Cakra Khan dan mendapat pujian dari para juri. (Video pertama)

Kita yang tak sempat nonton tayangan di televisi bisa lihat tayangan ulang di Youtube tanpa diselingi iklan. Silahkan anda nikmati dua video di bawah ini:

Video ketiga adalah dokumentasi pendidikan karakter di SMKN 29 Penerbangan Jakarta, dimana murid didorong untuk percaya diri tampil di muka umum menyampaikan ide, pemikiran, perasaan, atau apa saja yang mau dia sampaikan di hadapan hampir seribu teman dan guru-gurunya. Video keempat adalah peragaan busana SMKN 37 Jakarta di acara Penutupan Lomba Keterampilan Siswa LKS tingkat Provinsi DKI Jakarta di SMKN 26 Jakarta beberapa hari yang lalu.

Kedua video (video ketiga dan keempat) diatas diunggah ke Youtube sebagai kenangan buat mereka yang terlibat di proses itu, untuk ucapkan terima kasih atas kerja yang dilakukan, sebagai laporan buat orang tua, masyarakat, Dinas Pendidikan, masyarakat atau siapa saja yang berkepentingan dengan kegiatan pendidikan di sekolah.

Agar orang di luar sekolah tahu apa yang dikerjakan sekolah dalam mendidik anak negeri … Setelah belasan tahun mendatang, buat anak-anak atau guru-guru yang terlibat atau terlihat di video itu memberi perasaan bangga dan kenangan yang berkesan ada dalam dokumentasi yang bisa dilihat orang sedunia secara bebas tanpa biaya.

Bahkan kan seorang Pelajar SMA yang mengganti kemeja putih sekolahnya dengan kaos lengan panjang bergatis bisa berduet dengan Penyanyi level Dunia, Bruno Mars, dan penyanyi hebat dunia itu tak keberatan meletakkan video duetnya di website resmi Bruno Mars … Ini tak akan terjadi jika rekaman siaran X Factor tak ditayangkan di Youtube. (Video kedua)

Banyak sekali kegiatan di sekolah yang bisa di dokumentasikan dalam bentuk video dan dititipkan di Youtube sehingga bisa dinikmati bertahun-tahun dari berbagai tempat hanya dengan koneksi internet. Saya titip hampir 500 video Youtube untuk kenangan bahwa saya pernah ada dan menikmati detik-detik indah bersama orang-orang disekitar saya, silahkan dikmati disana.

Soal bikin video gimana? Gunakan kamera telepon seluler, kamera digital, kamera SLR, atau kamera apa saja … Cara uploadnya gimana? Tanya pada murid anda, banyak murid kita yang bisa, atau cari di google deh … Beri kesempatan anak didik atau guru-guru di sekolah untuk berkreasi dan hasilkan sesuatu yang bermanfaat, supaya setelah lulus sekolah anak didik kita punya kemampuan membuat film dokumenter …. Kemampuan ini bermanfaat di dunia kerja atau di masyarakat …. Supaya tak cuma lulus sekolah tanpa skill sedikitpun …

Ada berapa banyak video pribadi anda atau video sekolah anda di Youtube?


2 Comments

mengajar gunakan TEKNOLOGI INFORMASI bikin makin sedikit pohon ditebang buat bikin kertas, jadi guru canggih yuuu

20121228-060114.jpg

Sudah berapa banyak kertas yang anda gunakan sepanjang hidup anda? Sudah berapa batang pohon yang anda tanam sebagai pengganti pohon yang telah anda gunakan untuk pembuatan kertas?

Ini proses pembuatan kertas dari pohon, Secara garis besar ada 2 tahapan proses pembuatan kertas, yaitu;

Proses Pulping

Proses pulping atau pembuatan bubur kertas dapat diuraikan menjadi 9 bagian atau tahapan, sebagai berikut;

1· Woodyard – Dimana sebuah lapangan luas umumnya terbuka tempat menerima dan menyimpan kayu gelondongan yang selanjutnya proses pengkulitan, pemotongan kecil-kecil & penyaringan potongan kayu.

2· Barker – dalam proses penghilangan kulit kayu ini grlondongan kayu dimasukkan dalam “debarking drums”, gelondongan silinder berputar mengakibatkan gelondongan kayu ikut berputar dan bergesekan satu dengan yang lain melucuti kulit kayunya.

3· Chipper – mesin pemotong gelondongan kayu menjadi ukuran kecil yaitu kurang dari 2 cm dan setipis 1/2 cm.

4· Screen – diperlukan filter penyaring untuk memisahkan potongan kayu yang lebih besar dari target ukuran diatas, dan menghilangkan debu mesin potong yang tidak perlu.

5· Digester – prinsipnya seperti panci masak didapur tempat ibu atau istri anda masak. Potongan kayu yang disebut chips dimasak dengan suhu dan tekanan yang tinggi dalam suatu larutan kimia penghancur. Larutan dan proses masak ini akan melembutkan dan akhirnya memisahkan serat kayu yang diinginkan dari “lignin” yaitu unsur kayu semacam lem yang menahan serat kayu bersatu.

6· Chemical Recovery and Regeneration – proses sampingan kimia inorganik yang diolah ulang dari proses “memasak” sebelumnya, untuk memasak kembali. Bahan kimia buangan dari proses memasak sebelumnya masih dapat diproses ulang, tidak dibuang begitu saja.

7· Blow Tank – ibaratnya setelah selesai dimasak maka makanan disimpan dalam panci penyimpan untuk disajikan kemudian sesuai selera masing-masing individu, apa mau sedikit asin, manis, indah didekorasi dan lain sebagainya. Disini serat kayu sudah terpisah satu sama lain, secara resmi mereka sudah disebut pulp atau bubur kertas.

8· Washing – “mesin cuci” ini akan membersihkan sisa-sisa larutan kimia dan ligin yang masih tertinggal, yang dikirim keproses nomor 6 yaitu chemical recovery process. Ibaratnya saat anda masak nasi, maka beberapa kali anda mentiriskan air beras yang anda cuci sebelum dimasak supaya kotoran hilang. Harap diingat disini anda bukan bertujuan membuatnya menjadi putih bersih! Pada tahap ini bubur kertas secara alami berwarna coklat dan umunya digunakan untuk membuat kertas kantong dan corrugated box yang coklat.

9· Bleaching – proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach, yang tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya. Jadi proses pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat.

Pulping Proses Dalam Skema Pembuatan Kertas

1. Proses membuat pulp atau bubur kertas; dari skema diatas dimulai dari “woodyard” sampai dengan proses pemutihan atau “bleaching”,

2. Proses membuat lembaran kertas; dimulai saat bubur kertas atau pulp mulai masuk ke mesin kertas atau paper mesin sampai dengan lembaran kertas tergulung rapi dalam gelondongan atau roll.

Pada prakteknya kedua proses besar diatas tidaklah perlu menjadi satu kesatuan proses dalam suatu pabrik kertas atau terintegrasi. Bukannya tidak umum suatu pabrik kertas harus membeli bubur kertas dari perusahaan pulp. Pabrik kertas tersebut hanya memiliki mesin kertas saja. Demikian pula suatu pabrik bubur kertas atas pertimbangan strategi bisnisnya, hanya mempunyai mesin “pulping” bubur kertas saja. Walaupun proses pembuatan pulp dan kertas adalah dua proses yang berbeda, namun mereka terkait erat satu sama lain dan saling mempengaruhi dalam proses dan produksi lembaran kertas. Seperti air sungai dimana air di hilir dipengaruhi oleh sumber di hulu.

20121228-060242.jpg

Ternyata mengajar gunakan TEKNOLOGI INFORMASI bikin makin sedikit pohon ditebang buat bikin kertas, jadi guru canggih yuuu


2 Comments

Bisa nulis tapi tak punya tulisan, saatnya mulai ngeblog

20121118-120701.jpg
Umur berapa anak anda sudah mulai bisa menulis?
Anda masih ingat kapan anda mulai bisa menulis?
Sampai usia puluhan saat ini, pa bukti anda pernah menulis?
Karangan, hasil pekerjaan tugas dari guru saat sekolah,
Skripsi, tesis atau disertasi saat kuliah,
Masih adakah bersama anda saat ini?
Kalau ada yang mau lihat hasil tulisan anda, bisakah langsung anda berikan?

Menyedihkan …
Anda hampir tak punya bukti bahwa anda bisa menulis
Yang anda baca ini adalah bukti bahwa Dedi Dwitagama bisa menulis
Tulisan saya bisa anda akses kapan saja di internet jika anda mau
Anda bisa baca tulisan saya di komputer, laptop atau handphone anda
Asal ada akses internet anda bisa baca ribuan tulisan saya

20121118-121340.jpg

Jika dulu tulisan dibuat di kertas yang mudah terselip, hilang entah kemana
Dan hilanglah juga hasil karya, olah fikir dan kreatifitas kiya
Sekarang dengan menggunakan handphone, kita bisa menulis
Mendokumentasikan di internet
Dan bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia

Jadi, tunggu apalagi
Gunakan HP anda untuk menulis tentang apa saja yang anda mau
Kabarkan pada teman, sahabat dan kerabat
Pengalaman anda pasti bermanfaat buat orang lain

Kabarkan kebaikan di sekitar kita, walau satu kata, happy deh


Leave a comment

seperti flashback ke sekian tahun yang lalu … Alhamdulillah, semoga blog ini bermanfaat buat banyak orang

20121027-062044.jpg

20121027-062053.jpg

20121027-062104.jpg
Dulu tahun 70-an saya sering juara, terakhir th 2008 jadi juara Kepala Sekolah Berprestasi … Waktu bulan lalu jadi juara GURARU – Guru Era Baru Award yg diadakan Acer seperti flashback ke sekian tahun yang lalu … Alhamdulillah, semoga blog ini bermanfaat buat banyak orang … Trm ksh Acer, terima kasih buat para juri, dan semua pembaca blog ini.


3 Comments

@dwitagama peroleh GURARU AWARD 2012 lewat blog yang anda baca ini

20121014-195547.jpg

20121014-195554.jpg

20121014-195620.jpg
jadi guru yang selalu belajar, update seauatu sehingga selalu jadi guru baru dan menebar cahaya lewat ruang kelas, sekolah, teknologi informasi dan media sosial untuk beri cahaya pada generasi muda …. GUru eRA baRU – GURARU AWARD 2012 memberi apresiasi buat guru-guru yang sudah tinggalkan jejak lewat blog dan media sosial.

Pergaulam saya dengan guru hebat Agus Sampurno @gurukreatif dan omjay @wijayalabs antarkan saya peroleh GURARU AWARD 2012 lewat blog yang anda baca ini, thx brada … trm kasih juga yang telah menominasikan blog saya, smg bermanfaat.

pengumuman dan pemberian hadiah dilakukan sore ini 141012 pada penutupan Socmed Fest 2012 di Stadion Renang Senayan Jakarta.

Buat Acer, lets rock the world …. I am comiiing, thx for appreciate.


1 Comment

beberapa alternatif lakukan e-learning

Anda guru?
Pernah kasih tugas peserta didik berbasis teknologi informasi?
Apa hasil kerja peserta didik yang anda nilai?

Jika peserta didik masih mengumpulkan hasil cetakan projeknya dan anda menilai setelah membaca print out projek peserta didik … Sementara anda tahu, bahwa peserta didik bisa cuma copy paste pekerjaan temannya dan mengganti judul lalu memberi namanya.

Sudah ada unsur teknologi informasinya? Ya … Sudah, tapi masih rendah levelnya. Bagaimana cara pembelajaran berbasis IT atau biasa disebut e-learning.

Berikut ini beberapa alternatif lakukan e-learning:

– Usahakan tak gunakan kertas, karena kertas makin mahal dan merusak alam (kertas dibuat dari pohon atau tumbuhan)
– Usahakan judul projek antar kelompok atau antar peserta didik berbeda, sesuai Kompetensi yang sedang dipelajari … Mengantisipasi kemungkinan terjadi copy paste
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa paparan di posting di BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa SLIDE, diupload di SLIDESHARE.NET dan di posting di FACEBOOK, BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa VIDEO, diupload di YOUTUBE, FACEBOOK, di posting di BLOG, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Kegiatan belajar di kelas dimanfaatkan untuk mempresentasikan hasil kerja atau projek di hadapan teman-teman dan gurunya.

Anda punya alternatif lain? Kita manfaatkan teknologi buat kebaikan yuuu, happy deh…….


7 Comments

PRAKERIN berhadiah naik pesawat terbang dan nginap di hotel bintang empat

Di bawah ini adalah komunikasi saya dengan peserta didik SMKN 36 Jakarta melalui facebook, kabarkan kegiatan Prakterk Kerja Industri – PRAKERIN mereka yang berbuah naik pesawat terbang, tidur dihotel bintang empat dan makan di resto mewah.

  • Safa'at Adha

    • asslamualaikum..
      selamat pagi pak…
      semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT…

      puji syukur kehadirat Allah SWT,yg telah memberikan nikmat selama ini…
      sebelumnya saya mohon maaf pak,,
      ternyata saya selesai PKL tanggal 30 juni ini..
      jadi saya belum bisa membantu adik2 kelas saya untuk dokumentasi PSB..
      tanggal 1 juli saya baru bisa pak..

      eehhmm,,
      selepas dari itu,,
      saya mw cerita sedikit pengalaman saya tentang yg ke solo kemarin pak..
      banyak sekali pelajaran yg saya ambil kemarin,dari mengurus dokumen untuk penerbangan,tata cara naik pesawat,sampai tata cara di hotel,dan di restoran..

      alhamdulillah nya,,bos-bos kita tidak lelah memberikan pengarahan dan menjelaskan semua sama saya pak…

      ini semua pengalaman pertama saya pak,,
      pengalaman saya pertama naik pesawat,,
      pengalaman saya pertama menginap di hotel bintang 4,,,
      dan pengalaman saya pertama makan dan minum di restoran seafood yg mewah…

      dan alhamdulillah nya,, semua ini kita peroleh tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun..

      saya berharap,,ini bukan saja yg pertama dan terakhir..
      saya berharap da yg kedua,ketiga,keempat,dan seterusnya..

      terima kasih Pak dedi..
      “I’m very Happy”

      Wasalamualaikum…

  • Dedi D Dwitagama

    • wass
    • safa’at yg saya cintai
    • sy brtrm ksh kamu dah kabari saya … hebat bengets atas apa yg sudah terjadi pada dirimu … jadikan itu untuk lebih serius belajar dan bekerja agar sejahtera hidupmu
    • semoga ini bisa jadi pembelajaran semua anak SMK agar bekerja dan bersikap baik dimana aja, love u syafaat
  • Safa'at Adha

    • dan yang bagus nya gy pak,,
      selama liburan ini,,
      perusahaan selalu welcome dengan saya dan fahmy setelah lepas kontrak PSG kita pak..
      hehehe
      liburan yg menghasilkan..
  • Dedi D Dwitagama

    • hebaaat bro … itu semua karena kamu dan fahmi kinerjanya bagus di perusahaan … salam buat fahmi dan smua teman kerjamu, juga atasanmu … smg sejahtera hidupmu kelak


1 Comment

Pencerahan Sosial Networking buat Pendidikan dari orang Luxembourg diSMKN 36 Jakarta

NYANYIKAN MARS SMKN 36 JAKARTA

KAMI SIAP JADI ORANG SUKSES DENGAN ANGKAT KEDUA TANGAN

ULLAN PRESENTASI PROFIL SMKN 36 JAKARTA

KAMI TERTAWA SESAAT ULLAN MELUCU

MR. IAN SPEAKING

BU ISMA (KIRI) BERTANYA, BU EKA JADI MC IN ENGLISH, PADAHAL BELIAU GURU BHS JEPANG

DI AULA AWALNYA

Tindak lanjut kegiatan Plan Indonesia yang diikuti Ullan Asri peserta didik SMKN 36 Jakarta adalah perjalanan perwakilan sepakbola wanita ke Jerman, saya kira tamu bule yang akan datang ke sekolah kami adalah orang Jerman, rupanya beliau orang Luxembourg yang bernama Mr. Ian Mc Clendell … btw, ga papa … teman-teman guru dan karyawan serta peserta didik smua sudah siap sesuai tugas masing-masing.

Mr. Ian presentasi bagaimana pengaruh media sosial networking untuk suatu proses pendidikan … suasananya hangat, spt yang Mr. Ian bilang dan tanya jawabnya berlangsung rame … dilanjutkan dengan keliling ke bengkel dan sarana SMK 36 lainnya, termasuk liat tim sepakbola putri kami latihan.

Terima kasih buat semua teman dan peserta didik yang dah berkenan membantu kegiatan pagi ini … love u all.


Leave a comment

Wat nak SMK 36 Jkt: kabarkan alamat blogmu di facebook saya

Saya sedang menikmati tulisan peserta didik yang hebat, mereka belajar menulis, belajar berani muncul di muka umum lewat dunia maya, belajr bertanggung jawab terhadap tulisan yg diposting, belajar membaca (sebelum nulis, pastimereka baca tulisan atau blog orang lain), ini juga melatih mereka jadi produsen tulisan, tak hanya konsumsi hasil karya orang terus … Ini juga melatih mereka bekerja sama, yg belum bisa bertanya …. Dst.

Lihat dan klik aja linknya di sebelah kanan blog saya; BLOG CALON ORANG SUKSES SMKN 36 JAKARTA …… Selamat pagi pembaca


11 Comments

NATO; Not Action Talking Only … OMDO alias OMong DOang kata anak-anak sekarang

Anda guru di Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau masih Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI)?  Mulai tahun berapa sekolah anda berlabel itu? Jika anda sudah bersertifikat professional dan menerima tunjangan profesi guru sebesar gaji pokok perbulan dan mengajar di SBI atau RSBI, maka anda adalah termasuk guru pilihan yang hebat, bahkan super hebat … karena Negara telah memberi penghargaan dalam banyak aspek yang hitungannya tak sedikit … apaplagi jika anda adalah guru di Jakarta, maka anda saat ini sangat makmur, berpenghasilan  besar dengan beraneka sumber penghasilan … Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang anda terima dari Pemda DKI Jakarta berkali lipat dari gaji pokok anda.

Sejak anda dan sekolah anda berubah status, seberapakah perubahan terjadi pada diri anda? .. di RSBI guru wajib memberikan materi berbahasa asing, begaimana penguasaan bahasa asing anda? Adakah peningkatan skor kemampuan atau skill berbahasa asing anda? Jangan-jangan anda sering menghindar jika ada tes TOEIC, TOEFL atau lainnya …. Apakah skor anda meningkat dari tahun ke tahun sebagai cermin hasil belajar dan meningkatkan kemampuan anda.

Kalau strata pendidikan anda berubah, kini jadi S2, S3 atau sertifikat keahlian ini-itu …. Yang tunjukkan ada skill baru pada diri anda. Skor TOEIC, TOEFL atau lainnya meningkat … maka anda pantas berada di Sekolah SBI atau RSBI.

Wah … kepala sekolah saya tak pernah komplain tentang kualitas saya makanya saya santai aja … soal dapat tunjangan ini itu kan sudah jadi hak saya …. Soal saya tak bisa lakukan kewajiban saya itu salahnya kepala sekolah , dinas pendidikan dan Kemdiknas.

Kepala Sekolah SBI dan RSBI sibuk membuat proposal, program, menjalankan, membuat laporan dan rapat koordinasi dimana-mana, di dalam hingga ke luar daerah bahkan ke luar negeri …. Para wakil kepala sekolah sibuk memback up tugas-tugas administrasi sekolah.

Jadilah para peserta didik , diri anda sendiri  dan Allah, Tuhan yang mencipta anda yang tahu betapa diri anda tak pernah berubah jadi lebih baik … cara mengajar, materi, buku pegangan, alat bantu mengajar yang cenderung terus sama dan tak berubah … anda jarang mengupdate info-info terkini … lebih suka menerima dan meminta apa saja tapi jarang memberi, tak peduli pada kegiatan peserta didik di sekolah.

Jika cara mengajar, materi, buku pegangan, alat bantu mengajar anda perbaiki setiap tahun sehingga selalu berubah … anda selalu mengupdate info-info terkini lewat mass media, berlangganan internet, ikut pelatihan ini itu walau dengan biaya sendiri … lebih suka memberi ilmu kepada peserta didik maupun teman guru, peduli pada kegiatan peserta didik di sekolah. Lewat membimbing mereka pada salah satu kegiatan ekskul di sekolah … penggunaan bahasa asing sangat enteng karena anda terbiasa berhubungan dengan teman guru di luar negeri walau sekedar lewat email, twitter dan facebook serta blog.

Saya jadi ingat peribahasa yang saya pelajari tahun 70-an, “Tong kosong nyaring bunyinya” …. Makanya nuliiiiiis, kan ga berisik kalo nulis …. Kebanyakan ngomong jadi NATO; Not Action Talking Only … OMDO alias OMong DOang kata anak-anak sekarang.


1 Comment

Ibu Bapak Guru kami pandai TIK

BAGAIMANA JAKARTA?

Beberapa hari lalu saya baca info peresmian e-learning di Sekolah Dasar dan SMP di Jogjakarta pada media massa yang terbit di seluruh Indonesia.

Dikeseharian pada SLTA di Jakarta saya amati masih amat sangat jauh penerapan e-learning, apalagi di SD & SMP di Ibukota Negara, kota Megapolitan, jadi malu deh saya sebagai guru di Jakarta. Boro-boro e-learning … gunakan office saja masih gaptek.

Rupanya kerisauan Saya di atas nampaknya terbukti, dari jumpa saya siang ini dengan kakak kelas di kampus yang puluhan tahun mengajar SMP Negeri di Jakarta.

Beliau mengeluhkan beberapa kepala sekolahnya yang enggan kembangkan Teknologi Informasi di sekolah yg dipimpinnya.

Saya menyadari betapa rendah penguasaan skill TIK guru SD & SMP dan mencoba membantu dengan memberi training cuma-cuma buat mereka, agar guru Jakarta bisa bangga diri dan layak dibilang profesional. Sementara ini saya ditemani tim TI SMKN 36 Jakarta baru menggapai SD dan SMP sekitar Cilincing Jakarta Utara, silahkan simak reportasenya disana pada blog saya lainnya http://trainerkita.wordpress.com.

TRAINING DI SDN KALIBARU 03 CILINCING JKT UTARA

DI SDN KALIBARU 05 - 08 CILINCING JKT UTARA

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


Leave a comment

Ibu guru kami pandai bernyanyi … pandai pake IT, cantik sekali …

IBU IDA KEPALA SDM KALIBARU 07 JKT UTARA

PERUBAHAN

WORKSHOP

“Ibu guru kami
pandai bernyanyi
pandai bercerita
asik sekali

kami dibimbingnya
dengan spenuh hati
jadi orang berguna
di kemudian hari”

Itu lagu “Ibu Guru Kami” yang dulu biasa dinyanyikan di Sekolah Dasar (SD) tahun tujuh puluhan … sekarang lagu makin jarang terdengar, karena selain menguasai bernyanyi dan bercerita, guru SD kini harus menguasai Teknologi Infomasi (TI/IT).

Saya menemani Guru-guru SDN Kalibaru 05, 06, 07, 08 Cilincing Jakarta Utara berubah, belajar menyusun bahan ajar gunakan IT, Jumat 1 April 2011 didampingi fabulous Tim dari SMKN 36 Jakarta yang dipimpin Ullan … umumnya guru-guru disana sadar bahwa, perubahan adalah sesuatu yang tak terelakkan, agar Guru Jakarta tak kalah skillnya dari guru yang dipelosok negeri.

Dokumentasi training-training saya lainnya bisa anda simak disana.


3 Comments

Cerdas dalam Memasyarakatkan Internet Sehat

DIAMATI

Begitu yang ditulis tentang Dedi Dwitagama oleh seseorang yang tak dikenalnya sama sekali…., berjarak ratusan kilometer … tak pernah jumpa dan bercakap sekalipun, beliau menuliskan begini:

“Salah satu contoh yang menginspirasi saya, sekaligus menguatkan bahwa kampanye internet sehat bisa dimulai dari diri dan lingkungan kita, adalah apa yang telah dicapai oleh Bapak Dedi Dwitagama. Beliau adalah seorang kepala sekolah di SMK Negeri 36 Cilincing Jakarta, juga seorang blogger dan trainer yang berpengalaman. Lebih dari itu, beliau adalah seorang yang cerdas dalam memasyarakatkan internet sehat. Kebijakan yang unik pun telah beliau torehkan, yaitu mewajibkan seluruh guru dan siswa di sekolahnya agar mempunyai akun Facebook dan membuat blog. Lebih unik lagi, beliau menambahkan syarat pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus adalah minimal  telah menulis 100 postingan di blognya masing-masing !. Sungguh, saya belum pernah mendengar yang lebih praktis dan lebih tajam seputar membumikan internet sehat selain apa yang telah digagas oleh bapak Dedi Dwitagama ini. Semoga kita bisa terinspirasi untuk menorehkan langkah-langkah unik lainnya, tentunya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.”

Rupanya beliau menyimak posting-posting saya yang saya sendiri sudah lupa kapan, dan apa isi postingnya … mungkin karena posting saya yang tak sedikit itu ya? Ha ha ha ha … Jangan percaya dulu ……, posting Hatta Syamsuddin. Alumni Sudan, penulis dan dosen Mahad Abu Bakar UMS Surakarta. Trainer Motivasi Keislaman dan Keluarga Romantis tentang Dedi Dwitagama silahkan simak disana.


2 Comments

Pak Urip, Guru Kimia di Kalimantan Tengah menulis ttg Dwitagama

Pak Urip Guru Kimia (Pemenang e-learning award Depdiknas RI 2008) Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, di kompasiana dan blognya yang diberi judul Supporter Penahan “Birahi”

Pak Urip palig kiri saat penganugrahan e-learning awrd 2008

Birahi memang benar harus dikendalikan untuk bisa memberikan keuntungan lebih banyak bagi manusia pemilikinya. Tapi birahi di sini memiliki makna beda dengan arti sesungguhnya.

Baru saja saya cemas karena ada beberapa kendala saat login di indukan ngeblog yang saya pakai selama ini, wordpress.com. Saya coba memberitahu rekan nun jauh di sana soal itu yang kebetulan sama-sama pengguna wordpress.com untuk katarsis, dan onani otak. Dan ada respon darinya. Tak lama selain berkirim pesan singkat saya pun dihubunginya. Senang juga bisa ketemu rekan sejawat yang jauh lebih matang dalam segala hal.

Yang membuat saya senang dan tersadar, karena selama ini pingsan, dan karena memiliki “birahi” tinggi. Dia mengetahui kondisi saya itu hanya melalui tulisan-tulisan di blog ini. Sepertinya dia jadi”orang pintar”. Oke-lah saya mengaku soal itu, begitulah kondisi saya. Dan sayapun mengkui kalau saya memiliki softskill yang rendah. Sepertinya peringatan rekan saya itu membuat saya betul-betul terhenyak untuk bisa bangkit, dengan memanfaatkan segala kelebihan (kalau ada) dan segala kekurangan itu.

Continue reading


5 Comments

E-Learning VS Kepala Sekolah berambut putih

Saat sarapan pagi pada kegiatan yang dihadiri oleh banyak kepala sekolah, pada sebuah meja duduk empat kepala sekolah berbagai usia, dari yang empat puluhan hingga enam puluhan, beberapa diantara mereka sudah berambut putih semua.

Topik bincang pagi itu adalah bagaimana mendorong guru-guru di sekolah agar mengelola proses belajar dengan serius; aneka cara dipaparkan oleh masing-masing orang. Inti dari adalah bahwa kehadiran guru di kelas sangat mutlak sejak awal proses belajar hingga pemberian nilai akhir harus diberikan oleh guru.

Penerapan e-learning, bisa membuat proses belajar tak selalu butuhkan tatap muka … Guru lebih berperan sebagai perencana, fasilitator, yang berusaha menarik minat dan kesungguhan peserta didik untuk bisa belajar menyelesaikan masalahnya sendiri … bahkan pada proses pengambilan nilaipun dilakukan beradasrkan sistem atau kriteria yang telah ditentukan dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk diwakili oleh alat atau teknologi yang memenuhi syarat.

Semboyan Ki Hajar Dewantoro:

Ing Ngarsa Sung Tuladha
(Di depan, seorang pendidik harus memberi tauladan)
Ing Madya Mangun Karsa
(Diantara murid, seorang pendidik bisa mendorong ide dan prakarsa)
Tut Wuri Handayani
(Dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan)

Menunjukkan bahwa guru tak selalu harus ada di depan ….

Selamat sore Guruku, masih sering bertengger di Meja kebesaran depan kelas, sementara peserta didik duduk diam sepanjang kegiatan belajar? …. yang seperti itu seharusnya ditinggalkan sejak lama.


10 Comments

Dunia Dalam Genggaman GURU BLOGGER

Bersama membina anak bangsa

“Konvergensi teknologi memang telah menjadikan berbagai perangkat elektronik melebur hingga hanya tinggal sebesar genggaman telapan tangan. Tak heran, Telkom pun mendeklarasikan bahwa saat ini dunia telah bisa berada di dalam genggaman kita (The World in Your Hand).”

Guru memfasilitasi peserta didik untuk hidup lebih baik di masa depan, kemampuan guru dalam menyikapi perkembangan teknologi akan memberi nilai tambah profesionalismenya dan lebih dihargai peserta didik dan rekan seprofesi.

Suatu saat Saya berjumpa dengan seorang guru yang sudah menyelesaikan kuliah S3 dan bergelar Doktor, setelah berbicara beberapa topik, beliau bertanya:

“Menulis di blog mendapat angka kredit untuk kenaikan pangkat?”

Wah, Saya cukup terkejut dengan pertanyaan seseorang yang berpendidikan sangat tinggi … apakah demikian sempitnya pandangan seorang guru yang hebat dan mengajar di sekolah paling hebat di Jakarta (kabarnya). Menulis dengan tujuan peroleh angka kredit untuk kenaikan pangkat …. sangat duniawi.

Atau barangkali Saya yang terlalu “gila”, menulis ratusan artikel sejak Novenber 2005 di empat blog saya Principal & Trainer, Photoblog Dedi, Trainer Kita dan blog ini tanpa pernah memikirkan apa yang akan saya dapat.

Saya hanya ingin mendokumentasikan berbagai hal yang saya lakukan dalam peran saya sebagai pendidik, membantu anak negeri untuk hidup lebih sejahtera. Saya berharap tulisan Saya bermanfaat buat orang lain yang sedang memiliki persoalan yang hampir serupa dengan pengalaman yang saya tuliskan, kalaupun tidak … dari berbagai tulisan yang saya publikasikan, orang tua peserta didik di sekolah Saya mengetahui bahwa anak-anak mereka sedang disiapkan ke arah yang kebih baik.

Blog, sebagai dokumentasi berbagai kegiatan, ide, keresahan, kegembiraan atau lainnya akan memberi manfaat untuk pemilik dan pembacanya. Sebagai pendidik, seorang guru harus terbiasa menulis dan mengabarkan apa yang sedang dan akan dilakukan agar bisa jadi bahan evaluasi diri dan menjadi lebih baik.

Saat menulis Blog, Saya juga berkelana menyimak berbagai informasi dari rekan sejawat dan lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri sehingga tak terasa informasi terserap dan berguna saat dibutuhkan.

Menulis memang bukan hal yang mudah, demikian juga ketika kesulitan ide atau topik yang akan ditulis. Pada saat seperti itu biasanya Saya menulis dalam bentuk puisi, walau hanya sebait. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Dari pada tertidur karena tak tahan melawan ngantuk, kita bisa menulis saat menghadiri pertemuan, sebelum tidur, atau kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya.

Sahabat Saya di dunia maya Riri Satria menulis di blognya begini:

“Nge-blog memungkinkan seseorang untuk mengubah tacit knowledge yang ada di dalam pikirannya, menjadi explicit knowledge, yang bisa dipelajari oleh orang lain. Dalam kerangka knowledge management, proses pengubahan tacit knowledge menjadi explicit knowledge ini sangat penting, karena dengan itulah pengetahuan akan berkembang, dan berbagai ide, wacana, atau pemikiran baru akan dibahas, diperbincangkan, bahkan diuji oleh khalayak ramai, sehingga menambah khazanah ilmu pengetahuan. Semakin banyak orang nge-blog, semakin banyak tacit knowledge yang berubah menjadi explicit knowledge, dan akhirnya akan terbentuk suatu learning society.”

Om Jay, Guru SMP Labshool Rawamangun Jakarta Timur yang sering keliling Indonesia menjadi nara sumber akibat tulisan-tulisan di blognya, beliau sahabat Saya di dunia nyata menulis begini:

“Jasad kita boleh terkubur, tetapi tulisan kita akan kekal dan terus dibaca oleh anak cucu kita. kalau sudah begitu, Yuk kita menulis sebelum tidur. Tidur kita yang panjang, tidurnya mbah Surip dan mbah Willy. S. Rendra. Di kenang karena karya tulisnya yang mencerahkan.”

Selamat Hari Guru Nasional, Saya bangga jadi Guru

Ditulis untuk menanggapi artikel “Dunia Dalam Genggaman”


9 Comments

ada revolusi di SMK 36; kata siswa di blognya

uya-koplak

uya-koplak

begini yang ditulis Uya-koplak di blognya:

“aku merasa sekarang sekolah ku sangat berubah, seakan semangat yang dulu tertidur sekarang terbangun dan membuat ku sangat semangat.

kenapa yah ??

kedatangan pa DEDI DWITAGAMA sebagai Kepala sekolah yang baru di SMKN 36 Membuat suasana tampak berubah,

aku pun merasakan perubahan yang mendasar. terutama bagi aku dan Teman-temanku II TKJ sebelumnya aku tak terlalu suka dengan bloging browsing dan berbagi informasi di dunia maya. aku biasanya bosen dan tak ada yang menarik, paling saat aku ingin download lagu saja aku browsing.

tapi sekarang berbeda,
pa DEDI mengenalkan kami tentang Facebook dan Blog, walaupun aku sih sudah pernah coba facebook dan blog. sebelumnya sudah beberapa kali aku membuat blog dan facebook tapi tetap saja aku merasa bosan. tapi sekarang aku tahu manfaat dari facebook dan dengan blog aku bisa berbagi dan belajar. terima kasih pa DEDI

tak hanya sampai disitu…
Guru-guru sekarang lebih menghargai INTERNET, karna sebelumnya mereka hanya berfikir bahwa internet hanya menghancurkan anak bangsa.

sekarang kami bisa lebih dekat dengan guru-guru dan semuanya walaupun berada di tempat yang jauh.

terus semangat…”

Selamat malam pembaca, perubahan apa yg anda lakukan saat ini?


10 Comments

Bertemu sahabat

Pagi ini
Saya antar istri
yang harus ikut pelatihan
dalam rangka sertifikasi
di wisma kinasih cimanggis

tempatnya bagus
tertata, terpelihara
banyak tumbuhan
berbagai jenis buah
daunnya sangat rimbun
saya sangat menikmati

di sekitar aula
berjumpa dengan banyak sahabat
jadi ingat saat-saat kuliah

ada yang masih tetap dengan gaya mahasiswa pendiam
ada yang tetap dengan gaya ramainya
ada juga yang terlihat makin matang
ada yang melihat dari kejauhan

di kaca pintu tertulis
“hotspot area”
langsung Saya tes
baguuus !!! cepat, asyiiik boooo

seorang sahabat lama
berlalu sambil komentar
“Pagi-pagi lihat bokep?”

Wow
kasihan sekali sahabatku itu,
kabarnya dia jadi wakil kepala sekolah
di sebuah SMA di Jakarta Barat
saat ini masih mengganggap internet hanya bokep

Kalau wakil kepala sekolahnya begitu
gimana guru-gurunya
gimana murid-muridnya

Pak Wakil Kepala Sekolah yang terhormat
internet itu seperti jarum suntik
bisa antarkan ke alam kubur
untuk para pecandu narkoba
tapi bisa juga antarkan seseorang jadi Dokter, Doktor, dll
atau peroleh relasi, pekerjaan atau uang yang tak sedikit

Selamat sore pembaca, apa yang Anda nikmati dari Internet?


3 Comments

Merespon kunjungan Bp Gatot HP, Direktur SEAMEO-SEAMOLEC

visioner

visioner

p dedi blog nya bagus dgn foto yg informatif, tolong semua guru di sekolah anda di motivasi punya blog seperti anda, klo bisa lebih baik dari anda..:) …salam buat semuanya

Demikian komentar Bp. Gatot HP Direktur SEAMEO-SEAMOLEC di blog Saya pada blogguru.net. Wah … suprise sekali, begini jawab Saya:

Siap Pak … proses ke arah sana sudah dan terus kami dilakukan … belasan guru SMK Negeri 3 Jakarta memiliki blog … memang belum semua guru punya blog … walau beberpa kali workshop telah kami lakukan, sarana berupa notebook telah difasilitasi …. rupanya budaya menulis masih jadi barang mahal … atau mungkin guru-guru tak biasa menulis … atau tak biasa munculkan kreatifitas, … memunculkan ide-ide kreatif dari diri sendiri amat jarang dilakukan karena kerja yang biasa selalu jalankan instruksi dari atasan atau birokrasi … atau guru-guru biasa seragam sehingga tak berani tampil beda, kalo sebagian besar guru tak punya blog, kenapa harus memiliki 🙂 … walau hanya sekedar beda dalam lay out, warna, apalagi perbedaan pendapat … opini tabu, argumentasi diharamkan … tetapi Saya akan terus berjuang … karena hidup adalah perjuangan, menjadi lebih baik adalah sebuah kewajiban.

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar Bp. Gatot … Indonesia sangat membutuhkan Bapak

Selamat siang pembaca, apa kreasi Anda hari ini?


6 Comments

Sharring IT di SMK Negeri 30 Jakarta

kerja cerdas bukan kerja keras

kerja cerdas bukan kerja keras

Sharring masalah IT untuk optimalisasi pendidikan di SMK Negeri 30 Jakarta, Jumat 5 Desember 2008. Diikuti oleh staf inti dan pengelola IT di Sekolah Bertaraf Internasional yang berlokasi di Jl. Pakubuwono VI Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

 

Berdasarkan pengelaman sharring topik sejenis di beberapa Sekolah, umumnya mereka mengeluhkan tentang minimnya waktu dan keterbatasan dalam menulis.

Tentang minimnya waktu, mungkin teman-teman guru kurang bisa mendelegasikan wewenang atau mengorganisir kegiatan sehingga bisa mencapai hasil yang optimal dengan energi yang minimal. Umumnya mereka mengerjakan sendiri berbagai pekerjaannya. Saya jadi terkenang dulu … saat mengajar, Saya hampir selalu memiliki asisten yang membantu pekerjaan Saya; mengelola absen, koreksi, nilai (dengan menggunakan komputer), dan lainnya. Kontroversi memang … banyak teman yang menilai itu tak benar … Saya melihat sisi positifnya (berdasarkan pengalaman masa kecil Saya, ternyata Saya sering disuruh Guru mengerjakan “ini – itu”, dampaknya membuat Saya terlatih kerja yang baik dan serius). Asisten-asisten Saya kini hidup mandiri sebagai mekanik, guru, anggota KPU (dulu dia jadi Presiden BEM UNJ).

Tentang menulis, mungkin karena teman guru terbiasa menyampaikan laporan pada Kepala Sekolah secara lisandan jarang melakukan aktifitas secara tertulis … jadi barangkali kini saatnya dibiasakan laporan atau komunikasi lainnya dilakukan secara tertulis. Saat sharring Saya membagikan kertas kecil, lalu peserta menuliskan tentang apa saja yang terlintas di fikiranya, ternyata mereka bisa …

Selamat sore pembaca, apa yang Anda tulis hari ini?


Leave a comment

menyimpan tulisan NINOK LEKSONO; Mumbai, Jurnalisme, dan Masa Depan Internet

anda blogger?

anda blogger?

“Serangan di India bisa menjadi studi kasus lain tentang bagaimana teknologi mentransformasi warga menjadi reporter potensial, menambah satu dimensi baru pada media berita.”(Brian Stelter dan Noam Cohen, “New York Times”, 29/11)

 

Internet sebagai teknologi terbukti ampuh digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari komunikasi personal hingga korporasional, mulai dari perdagangan hingga media. Khususnya untuk yang terakhir, salah satu wujudnya yang telah mapan adalah hadirnya media online seperti Kompas.com.

Dalam perkembangan berikut, muncul fenomena blog, yang aslinya lebih berupa ekspresi personal atas berbagai topik, tetapi dalam perkembangan selanjutnya melahirkan impak yang jauh di wilayah media
dan jurnalistik. Bahkan, muncul pertanyaan fundamental, “Apakah blog menjadi masa depan jurnalistik?”

Jawabannya terpulang pada keyakinan masing-masing, tetapi blog bersama tren lain yang kini juga berkembang, yakni jurnalisme warga (citizen journalism), tak diragukan lagi akan terus berkembang mewarnai perkembangan media.

Salah satu uraian tentang praktik jurnalisme warga yang aktual karena terkait dengan berita utama internasional adalah yang dilakukan Arun Shanbhag ketika terjadi aksi teror di Taj Mahal Palace dan Tower di Mumbai, Rabu (26/11) malam pekan silam. Ia melaporkan apa yang terjadi melalui internet dari teras Colaba Causeway di Mumbai selatan (Lihat Brian Stelter dan Noam Cohen di The New York Times yang dikutip di atas).

Shanbhag sendiri adalah asisten profesor di Harvard Medical School di Boston, yang hari itu kebetulan ada di Mumbai. Karena menyaksikan kejadian itu secara langsung, ia terpanggil untuk berbagi. Lalu, ia
pun mengabarkan tentang suara rentetan tembakan dari senapan melalui Twitter dan mengunggah foto-foto yang ia buat dalam blog pribadinya.

Dalam kenyataan, apa yang dilakukan Shanbhag itu hanya satu dari laporan yang ditulis jurnalis warga. Semuanya memperlihatkan bagaimana teknologi sedang mengubah warga menjadi reporter potensial.

Saat aksi teror memuncak, ada lebih dari satu pesan dalam satu detiknya dengan kata “Mumbai” di dalamnya yang dikirim ke Twitter, layanan pesan pendek yang semula dianggap keanehan, tetapi kini dalam dua tahun berhasil tumbuh menjadi satu panggung berita (news platform).

Pesan-pesan tersebut dan juga lainnya yang dikirim melalui situs web dan juga situs yang digunakan untuk berbagi foto memang terkesan kacau. Namun, itu rupanya sangat berarti untuk menghubungkan orang dari berbagi tempat di dunia.

Sebenarnya apa keunggulan yang ditawarkan media baru ini?

Melalui Twitter, seseorang mendapat umpan (feed) dari banyak orang
dalam satu waktu. Selain itu, jurnalis warga juga bisa menghindar dari
aturan birokrasi yang dihadapi organisasi media. Misalnya saja batas
waktu transmisi video langsung seperti yang dihadapi CNN, yang membuat
reporternya lalu hanya bisa mengirim laporan via telepon, padahal
stasiun TV berita, seperti CNN, amat mengandalkan gambar video.
Sementara kamera dan telepon yang dibawa warga lain, termasuk jurnalis
warga, tidak terikat dengan aturan di atas.

Informasi yang dikirim jurnalis warga ini diakui besar artinya pada
tahap awal krisis, khususnya ketika informasi resmi baik dari
pemerintah maupun media utama masih berusaha menaksir seberapa luas
skala serangan.

Informasi tersebut barangkali sedikit, tetapi informasi yang sedikit,
menurut guru besar Graduate School of Journalism Columbia University
Sreenath Sreenivasan, lebih baik daripada tidak ada informasi sama sekali.

Masa depan internet

Dari uraian di atas tampak internet memegang peranan penting dalam
munculnya dimensi baru jurnalisme.

Mereka yang akrab dengan sejarah internet mengetahui bahwa medium ini
tumbuh dan berkembang bisa dikatakan bukan sebagai produk akhir.
Internet sebagai bukan produk akhir memberi kesempatan luas bagi siapa
pun untuk berkreasi di atasnya. Pebisnis dan penemu bisa
menggunakannya sebagai papan lontar untuk inovasi selanjutnya.

Kini, ketika internet telah menjadi media utama, muncul desakan untuk
mengubahnya menjadi sistem yang sudah mereka kalahkan, yaitu dengan
jalan membuatnya tertutup. Artinya, nanti akan tidak ada lagi peluang
bagi pihak luar untuk “main-main” atau merekayasa (tinkering) sistem
jaringan ini. Kalaupun tidak sepenuhnya, peluang untuk itu hanya akan
dibuka sedikit, di bawah pengawasan ketat (Jonathan Zittrain, “The
Internet is Closing”, Newsweek, 8/12)

Alasan keamanan

Perubahan yang akan terjadi itu sebagian karena adanya kebutuhan untuk
menjawab masalah keamanan yang memang biasanya muncul pada teknologi
terbuka. Sebagian alasan lain adalah karena bisnis.

Namun, upaya untuk mengubah sistem terbuka menjadi sistem tertutup
diperkirakan akan memunculkan inovasi baru yang lazimnya muncul dari
akibat tak terduga aktivitas otak- atik, yang sejauh ini telah memberi
kita web, pesan cepat (instant messaging), jaringan langsung ke pihak
tertentu (peer- to-peer networking), Wikipedia, dan sejumlah inovasi lain.

Langkah penutupan juga akan memunculkan penjaga gawang, yang akan
membuat kita, tetapi juga mereka, tawanan bagi rencana bisnis yang
terbatas dan juga regulator yang umumnya takut pada hal-hal baru yang
mengguncangkan.

Kemungkinan di atas bisa jadi akan menimbulkan gelombang balik yang
mengguncangkan. Bisa kita bayangkan berapa harga yang harus dibayar
untuk berbagai sistem tertutup yang akan diperkenalkan, sementara
pilihan teknologi dan aplikasi mungkin juga akan lebih terbatas.

Namun, konsekuensi hilangnya kreativitas yang selama ini banyak dipicu
dengan bebas dan terbukanya internet boleh jadi yang paling mendalam.
Kita menilai bahwa internet yang kita kenal selama ini adalah salah
satu pembentuk peradaban terbuka dan demokratis yang cocok dengan
zaman dan gaya hidup abad ke-21.

Sumber: Kompas


2 Comments

MENANG di e-Learning AWARD 2008 dari DEPDIKNAS RI

e-learning award

e-learning award

Anugerah e-Learning Award 2008 terdiri atas tiga kelompok yakni, kelompok korporat, pendidikan tinggi dan komunitas, dan kelompok sekolah. Pada kelompok korporat dibagi dua kategori. Untuk kategori e-learning korporat penghargaan berturut-turut diberikan kepada PT.Telkom (www.telkom.co. id), PT Indosat Tbk. (www.indosat. com), dan Bank Internasional Indonesia (www.bii.co.id), sedangkan pada kategori pengembangan konten dan software e-learning diraih oleh PT.Bamboomedia Cipta Persada (www.bamboomedia. net), Indonesian Virtual Company (www.invir.com), dan Universitas Bina Nusantara (www.binus.ac. id).

Pada kelompok pendidikan tinggi dan komunitas dibagi dua kategori. Untuk kategori e-learning pendidikan tinggi dan komunitas juara I, II, dan III berturut-turut Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (http://fe.unibraw. ac.id), Institut Pertanian Bogor (http://web.ipb. ac.id/~tepfteta/ ikon), dan jurusan Matematika FMIPA ITS (http://mathematics. its.ac.id), sedangkan kategori Blog edukatif juara I, II, III diraih berturut-turut oleh Romi Satria Wahono (http://www.romisatr iawahono. net), Soetrisno (http://www.chem- is-try.org), dan Heribertus Heri Istiyanto (http://www.istiyant o.com).

Pada kelompok sekolah dibagi tiga kategori. Untuk kategori e-learning sekolah pemenang I, II, dan III berturut-turut SMK Wikrama Bogor, Jawa Barat (www.smkwikrama. net), SMAN 87 Jakarta (www.sman87.net), dan MAN 9 Jakarta (www.man9jkt. web.id). Pemenang kategori telekolaborasi online juara I, II, dan III berturut-turut diraih oleh SMKN 6 Jakarta (www.smkn6dki. or.id), SMAN 2 Bandar Lampung (http://atophysics. wordpress. com), dan SMAN 36 Jakarta (www.sma36.info).

Adapun kategori blog edukatif juara I, II, dan III berturut-turut diraih oleh SMAN 2 Pahandut Palangkaraya Kalimantan Tengah (http://fisikarudy.wordpress.com), SMKN 3 Jakarta (https://dedidwitagama.wordpress.com), dan MAN Pangkalan Bun Kalimantan Tengah (http://urip.wordpress.com).

Mendiknas menyampaikan, penghargaan e-Learning Award adalah salah satu bentuk sosialisasi pemanfaatan TIK untuk pedidikan. Sasaran dari kedua penghargaan ini, kata Mendiknas, adalah pengguna TIK untuk pendidikan yaitu siswa pengembang konten dan aplikasi TIK pendidikan, serta penyediaan jasa pendidikan berbasis TIK. “Saya yakin jika siswa disadarkan akan pentingnya peran TIK dalam memfasilitasi belajar maka mereka akan lebih terdorong untuk memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar di luar buku dan guru,” katanya.

Sumber: Setjen Depdiknas RI


19 Comments

Mendapat Anugrah e-Learning Award 2008

di stage

di stage

Alhamdulillah
kerja menyenangkan;
mendokumentasikan kegiatan,
menyampaikan ide,
berkeluh kesah,
mendesah,
bernyanyi,
berteriak,
ungkapkan kegembiraan,
memotret situasi dengan kata,
tebarkan semangat,
mencatat kebahagiaan,
dan berbagai keisengan menulis Saya
mendapat pengakuan negeri

Dari kenan Juara 1, 2 dan 3

Dari kanan, Juara 1, 2 dan 3

Blog ini mendapat Anugrah E-Learning Award 2008
dari Pustekkom Depdiknas RI
bersama dengan Rudi Hilkya, Guru Fisika SMA 2 Palangkaraya Kalimantan Tengah
dan Urip Helgeduelbek, Guru MAN Pangkalan Bun Kalimantan Tengah

Terima kasih untuk semua pembaca,
dan Guru serta Karyawan SMK Negeri 3 Jakarta
yang support blog ini

Selamat pagi pembaca, anugrah apa yang Anda terima hari ini


11 Comments

Bertemu BLOGGER HEBAT

beruntungny Saya jumpa mereka

beruntungny Saya jumpa mereka

Saya jumpai mereka pada penjurian finalis e-learning award 2008 Pustekkom Depdiknas RI pagi ini. Ruang posting ini tak cukup untuk tuliskan tentang mereka, silahkan klik saja link-nya.

Dari kiri; Sutrisno, khusus terbang dari Jepang untuk penjurian ini, Urip Helgeduelbek terbang dari kota Gudeg dan Rudy Hilkya terbang dari Kalimantan Selatan. Selamat berjuang sahabat, negeri ini sangat membutuhkan Anda

Selamat siang pembaca, siapa orang hebat yang Anda jumpai hari ini?


6 Comments

Dinilai Juri e-Learning Award 2008 Pustekkom Depdiknas RI

Saya diapit Juri

Saya diapit Juri

Follow up posting Saya tentang Finalis e-Learning Award 2008 Pustekom Depdiknas RI, ternyata Saya dinilai oleh Ibu Betti Alisyahbana, mantan petinggi di IBM yang kini bisnis di bidang IT, hobi menyanyi dan banyak mengurus organisasi diantara Yayasan ITB dan praktisi IT dari detik.com Bp Abdul Rahman (maaf jika salah menulis nama).

Pertanyaannya sekitar penerapan e-learning bidang pendidikan, siapa yang berkunjung ke blog ini, berapa banyak, apa fokus isi tulisan Saya dan lainnya.

Saya ingin terapkan e-learning di SMK Negeri 3 Jakarta, untuk itu Saya merasa mutlak menerapkan e-learning pada diri sendiri. Oleh sebab itu Saya lakukan berbagai usaha dalam bentuk pelatihan, sharring ide, upload informasi, instruksi, arahan dan lainnya. Saya mendorong Saya untuk terus belajar secara mandiri dan menuliskan atau mendokumentasikan untuk konsumsi seluruh penduduk bumi. Banyak Guru-guru yang termotivasi dan mulai kecanduan e-learning, karena mereka berusaha memenuhi permintaan Saya untuk melaporkan kegiatan melalui blog mereka, konsultasikan konsep melalui email dan koordinasi melalui tele konferensi.

Berdasarkan komentar, terlihat bahwa pengunjung blog ini terdiri dari Guru, siswa, kepala sekolah dan lainnya. Sambil berkelakar, banyak teman Kepala Sekolah yang ungkapkan rutin berkunjung ke blog Saya.

Fokus tulisan di blog ini adalah “untuk Generasi yang Lebih Baik”, sesuai dengan lingkup kerja Saya di SMK, maka Saya menyiapkan generasi muda/i SMK yang siap memasuki dunia kerja, dengan membekali mereka kemampuan IT melalui interaksi e-learning. Guru-guru didorong untuk mengalami dan mumpuini dalam proses e-learning agar mereka jadi mahir dan mantap memfasilitasi proses belajar demgan peserta didik.

Terima kasih yang tak hingga untuk Bp Deni Triwardana, Bp Haji Bustamam Ismail, Ibu Masnur Tampubolon, Bp Kalis Tegoyono, Arun, Omen, Bp Sarwaono, Bp suparjo, Mba Dwi dan semua teman yang support Saya selama ini, jalan masih panjang … mari terus bersemangat, kita ini Guru profesional, tunjukkan bahwa kita memang layak terima tunjangan sertifikasi.

Alhamdulillah, satu babak dalam hidup Saya sudah dilalui … optimalkan detik yang Allah beri selalu jadi landasan kerja Saya … soal hasil, Saya siap Juara 1 … wow, semua juga mau 😀

Selamat siang Pembaca, Anda ikut kompetisi apa hari ini?

Note: terima kasih atas perkenan Bp, Ibu Juri untuk berfoto dengan Sasya dan staf Pustekkom yang membantu klik EOS Saya


3 Comments

Membiasakan Laporan Elektronik di SMK Negeri 3 Jakarta

Anda sering ditugaskan atasan
untuk hadir di suatu pertemuan atau sejenisnya?

Bagaimana cara Anda
melaporkan hasil pertemuan
pada yang tugaskan Anda?
“Saya langsung setelah kegiatan via SMS”, bagus
“Saya dengan menelepon setelah kegiatan”, bagus juga
“Saya bicara langsung keesokkan harinya”, maaf itu jadul (jaman dulu)
“Saya laporkan secara tertulis”, lebih bagus dari tiga jawaban di atas
“Saya laporkan melalui email”, lebih bagus dan lebih canggih dari empat jawaban terdahulu

Lalu, “Bagaimana sebaiknya?“, perhatikan budaya yang dibangun di SMK Negeri 3 Jakarta
Klik blog Bp. Haji Bustamam Ismail, beliau Guru Agama Islam cukup senior berusia lebih dari 50 th,
Klik blog Bp. Deni Triwardana, Guru KKPI dan Matematika,
Klik blog Bp Hary, Guru Adm Perkantoran, PNS pendatang baru dari Sambas Kalimantan
Klik blog Ibu Paryaningsih, Guru Adm Perkantoran
Klik blog Ibu Lilik Musyarofah, Guru Bahasa Indonesia yang Ketua MGMP Bahas Indonesia Jkt Pusat
Klik blog Ibu Masnur Tampubolon, Guru senior Bahasa Indonsia yang sedang kuliah S2, berusia tak jauh dari Bp Bustamam
Klik blog Bp Parjono, Guru Matematika yang ganteng
Klik blog Ibu Umi Umairoh, Ketua Jurusan Akuntansi

Dan masih beberapa blogger SMK Negeri 3 Jakarta, mereka melaporkan kegiatan yang diikuti melalui blog pribadinya, selain Saya yang membaca, …  penduduk seluruh dunia bisa ikut mengambil manfaat, tulisan Anda.

Selamat sore Pembaca, sudah laporan pada atsan Anda?


1 Comment

Menjadi Finalis e-Learning Award Pustekom Depdiknas RI

pemberitahuan sbg nominator

pemberitahuan sbg nominator

Kemarin, Saya menerima email dari Panitia e-learning award Pustekom Depdiknas RI (Sign by: Hendro Gunarto) dan hari ini Mba dwi, Sekretaris Saya kabarkan ada fax undangan untuk Penjurian Babak Final, karena

Proses penjurian tahap penyisihan satu dan dua telah terlaksana dengan lancar dan telah terpilih finalis sebanyak tiga peserta setiap kategori. Tahap selanjutnya adalah penjurian untuk para finalis guna merebutkan juara 1,2 dan 3.

Pada posting pertengahan Juli yll Saya kabarkan ttg surat Pustekom yang kabarkan bahwa blog ini masuk nominator e-Learning Award Pustekom Depdiknas RI 2008.

Alhamdulillah, bangga, senang bahagia dan berbagai rasa berkecamuk, kesenangan mencatat berbagai hal tanpa tekanan deadline atau target lain berbuah manis. Support dari teman-teman di SMK Negeri 3 Jakarta tak ternilai besarnya, Bp Deni Triwardana, Arun, Bp Hary, Omen, Bp Haji Bustamam, Bp Sarwono, Mba Dwi dan semua teman yang komitmen terhadap proses e-learning di SMK Negeri 3 Jakarta. Jalan masih panjang teman-teman, mari terus berbuat layaknya Guru Profesional

Kategori peserta adalah sebagai berikut:

Peserta e-Learning Award 2008 dibagi menjadi beberapa kategori sasaran dengan rincian sub kategori sebagai berikut:

a. Korporasi

Kategori award untuk kelompok sasaran korporasi terdiri dari dua sub kategori sebagai berikut:

1. E-Learning Korporasi

Penghargaan yang diberikan kepada korporasi (perusahaan) yang telah menyelenggarakan pendidikan atau pelatihan secara online. Sub kategori ini dapat diikuti oleh perusahaan, baik swasta, BUMN atau BUMD.

2. Pengembang Konten dan Software E-Learning

Penghargaan yang diberikan kepada perusahaan pengembang e-Learning baik sistem maupun konten. Sub kategori ini dapat diikuti oleh perusahaan yang mengembangkan sistem maupun konten pembelajaran berbasis TIK.

b. Pendidikan Tinggi dan Komunitas

Kategori award untuk kelompok sasaran Pendidikan Tinggi dan Komunitas terdiri dari dua sub kategori sebagai berikut:

1. e-Learning Pendidikan Tinggi dan Komunitas

Penghargaan yang diberikan kepada lembaga pendidikan tinggi atau komunitas yang telah menyelenggarakan  pendidikan atau pelatihan secara online. Sub kategori ini dapat diikuti oleh Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri dan komunitas.

2. Blog Edukatif

Penghargaan yang diberikan kepada lembaga pendidikan tinggi atau komunitas, baik atas nama lembaga maupun individu yang telah mengembangkan blog dengan konten pendidikan. Sub kategori ini dapat diikuti oleh Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri dan komunitas atas nama lembaga, komunitas atau individu.

c. Sekolah (School)

Kategori award untuk kelompok sasaran sekolah terdiri dari tiga sub kategori sebagai berikut:

1. E-Learning Sekolah; yaitu penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang telah melakukan inovasi e-learning dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Sub aktegori ini dapat diikuti oleh semua sekolah baik negeri maupun swasta untuk semua jenjang pendidikan.

2. Telekolaborasi Online; yaitu penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang telah melaksanakan telekolaborasi antarsekolah secara online dalam bentuk berbagi informasi, sumber daya dan keahlian serta menghasilkan suatu produk inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.  Sub kategori ini dapat diikuti oleh individu atau kelompok atas nama sekolah baik negeri maupun swasta untuk semua jenjang pendidikan.

3. Blog Edukatif; yaitu penghargaan yang diberikan kepada sekolah baik atas nama sekolah maupun individu yang telah mengembangkan blog dengan konten pendidikan. Sub kategori ini dapat diikuti oleh sekolah (atas nama sekolah) maupun guru (atas nama individu).

Selamat Siang Pembaca, kabar gembira apa yang Anda terima hari ini?


Leave a comment

Sarankan setelah HOTSPOT

biasa dengan lambang itu?

biasa dengan lambang itu?

Sekolah atau lingkungan kerja Anda sudah punya Hotspot?, hebat seperti di banyak Mall, hotel-hotel dan bandara, kini eranya fasilitas itu menjadi standar, kerena kebutuhan komunikasi melalui web para pelanggan mall, tamu hotel, dan pebisnis yang traveling melalui bandara sangat memerlukan sasrana itu.

Coba tanya kepala sekolah atau direktur perusahaan Anda, untuk apa hotspot di lingkungan kerja Anda?.

“Sekarang kan zamannya hotspot, kita ga boleh ketinggalan dari sekolah lain”, Mungkin itu jawaban pimpinan Anda.

Perhatikan cara kerja pemimpin Anda, apakah selama ini selalu koordinasi melalui bicara, telepon atau terus berlanjut hingga SMS dan email … jika Anda sering diminta kirimkan pekerjaan melalui email, maka hotspot buat lembaga Anda sudah menjadi suatu kebutuhan bukan trend atau ikut-ikutan hingga tak mau kalah dari orang lain

Hotspot merupakan alat bantu, setelah itu Guru dan tenaga kependidikan harus terus didorong untuk mengoptimalkan alat bantu itu dengan memberi rangsangan melalui pembuatan bahan ajar berbasis ICT, lomba bahan ajar berbasis IT, kompetisi blog antar siswa, antar guru, antar kepala sekolah dan lain-lain.

Komunikasi dinas terkait dengan unsur dibawahnya, seperti antara Sudin dengan sekolah-sekolah harus didorong manfaatkan Hotspot tadi, saat ini kita sering harus rapat untuk sesuatu yang sesungguhnya bisa dikomunikasikan dan diselesaikan tanpa tatap muka dan arungi macet ibukota, masalah penghematan biaya dan pencemaran lingkungan jadi mengikuti. Sering staf kami harus menjemput selembar surat, sarana fax atau email tak dimanfaatkan.

Suatu kali ada undangan rapat Pk. 12.00, ternyata baru dimulai Pk. 13.30, itupun dibuka dengan makan siang lebih dulu, dan ternyata rapatnya hanya setengah jam … lebih lama waktu menunggu dibanding pembicaraannya … sementara bensin yang dihabiskan, biaya, polusi dan lainnya … mari kita manfaatkan hotspot dengan baik.

Image: tidwit.net

Selamat pagi Pembaca, sudah butuh hotspotkah Anda?


1 Comment

Kabarkan 300 hotspot di Jakarta Pusat

Walikotanya IT bgt

Walikotanya IT bgt

Pengguna jasa internet di Jakarta Pusat nampaknya bisa bernapas lega. Sebab, PT Telkom akan segera memasang 300 jaringan internet nirkabel (hotspot). Dari 300 hotspot tersebut, 56 diantaranya akan dipasang di gedung sekolah negeri mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Selebihnya, akan dipasang di areal publik seperti kantor kelurahan, kecamatan, tempat ibadah, dan ruang terbuka hijau. Layanan hotspot tersebut akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Niam Dzikri, General Manager PT Telkom Jakarta Pusat, mengatakan, pemasangan jaringan internet nirkabel tersebut akan dimulai hari ini, Rabu (15/10), dan ditargetkan akan selesai akhir Oktober. “Semuanya kami berikan secara cuma-cuma alias gratis,” katanya saat paparannya kepada walikota, di ruang serbaguna utama, Rabu (15/10).

Pemasangan jaringan nirkabel ini akan cepat terealisasi jika pemilik gedung bersedia memberikan aliran listrik sebagai sumber energi untuk mengaktifkan alat tersebut. “Selama masih ada izin penempatan alat dan listrik, kami siap memasang. Sekarang pun akan kami pasang,” katanya.

Selain menyediakan layanan internet gratis, PT Telkom juga akan memberikan pelatihan internet cuma-cuma kepada warga Jakarta Pusat. “Kalau ada pihak sekolah atau kelurahan dan kecamatan yang meminta kami untuk memberikan pelatihan internet, kami siap. Semuanya juga kami berikan secara gratis seperti pelatihan internet yang diikuti para camat dan lurah serta pejabat Pemkot Jakpus beberapa waktu lalu,” kata Niam Dzikri dengan didampingi Davik Oktavian, Wakil General Manager PT Telkom Jakarta Pusat.

Layanan internet tanpa kabel ini, menurut Niam, dipastikan tidak akan bisa disalahgunakan oleh para siswa untuk mengakses situs-situs porno. Sebab, PT Telkom akan melengkapi jaringan-jaringan nirkabel itu dengan system parental check yakni sistem pengaman jaringan yang secara otomatis memblokir situs-situs porno. Selain itu, radius penggunaannya juga akan dibatasi, sehingga kegiatan siswa tetap terpantau. “Akan kami batasi, jadi tidak bisa sembarangan menggunakannya,” katanya.

Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni mengaku sangat menyambut baik program PT Telkom yang memberikan layanan internet gratis di sekolah dan layanan publik tersebut. Dengan demikian, ungkapnya, impian untuk menjadikan warganya melek internet akan segera terwujud. “Saya sangat mendukung program ini. Ke depan, saya berharap dapat ditingkatkan,” harapnya.

Andri Kunarso, Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat mendukung program tersebut. “Program sangat luar biasa. Pemasangan internet gratis di sekolah ini sangat mendukung program Permprov DKI Jakarta untuk menjadikan pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” terangnya.

Sumber: Email Ibu Walikota Jakarta Pusat

Selamat pagi Pembaca, Sekolah atau lingkungan Anda sudah berhotspot?