Senyum Pejuang Home Learning SMKN 50 Jakarta angkatan 2020

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena dengan tersenyum otot-otot muka kamu bergerak dan membuat kamu tak cepat tua.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena cemberut cuma bikin kamu sudah, perasaan susah pada kondisi yang susah itu payah.

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena kami guru-guru pun tersenyum mendidikmu dengan cara yang tak biasa pada situasi yang luar biasa.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena senyum kamu membuat bahagia orang tuamu, itu membuat mereka lebih semangat bekerja buat sejahterakan hidup keluarga.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena kamu masih bisa mendapat sekolah, banyak sekali teman seusiamu yang tak kebagian sekolah, bahagialah dengan tersenyum.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena senyum kamu membuat kamu lebih cantik dan ganteng.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena kamu masih punya guru-guru yang hebat, siap mendidik kamu menjadi pribadi mandiri yang siap bersaing merebut sukses hidup sejahtera kelak.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena senyummu membahagiakanmu, bahagiamu menjadikan kamu sehat dan punya daya tahan terhadap penyakit.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena kamu masih bisa mengenakan seragam sekolah walau belajar dari rumah.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena senyum kamu mengundang bahagia dan membuat senang yang melihatnya.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena kamu tak terlihat lapar walau belum sarapan, supaya senyummu lebih menarik sarapan dulu sebelum belajar.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena suasana belajarmu masih tetap lebih nyaman dibanding banyak pelajar di dunia yang negerinya masih berperang.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena dengan pendidikanmu kamu bisa jadi Presiden dan kemudian kamu dukung anakmu jadi gubernur.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena pandemi ini akan berlalu dan kita bakal asik-asikan di sekolah.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena senyummu bagus buat bukti pada anak cucumu kelak bahwa bahagia itu nikmat.

Dokpri

Tersenyumlah pelajar Indonesia, karena lelaki pun harus tersenyum agar negeri ini penuh dengan penduduk yang sehat dan happy, kalo kamu?

Foto-foto di atas adalah sebagian dari hampir 200 foto anak didik saya yang hebat, semangat mengerjakan tugas-tugas home learning yang saya berikan, walau tak saya minta mereka mengirim foto terbaik atau foto dengan senyum lebar, tapi mereka mengirim wajah gembira dengan hasil kerjanya, love u guys, see u soon.

 

Soal-soal Latihan Matematika: Bilangan Berpangkat, Bentuk Akar dan Logaritma

Setelah menyimak beberapa video di youtube tentang Bilangan Berpangkat, Bentuk Akar dan Logaritma, silahkan kerjakan soal-soal latihan di bawah ini selama dua minggu. Jika ada pertanyaan silahkan DM saya via instagram, terima kasih.

Agar proses belajar bisa lebih lancar kamu harus memiliki Buku Paket Matematika terbitan Erlangga yang terbaru Karangan Kasmina dan Toali. Silahkan cari di toko buku langganan kamu, semoga bisa segera kau dapatkan, love u all.

Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Membiasakan Baca Petunjuk

Saya berusaha memberikan petunjuk dengan jelas dan menggunakan huruf kapital pula, tapi selalu ada saja yang masih tak melakukan dengan benar, padahal kamsud dari petunjuk itu adalah supaya namanya terbaca jelas karena yang mengajar umurnya sudah banyak melewati angka sekolahnya, kalo huruf kecil ga jelas gitu jadinya …. kalo para pelaku punya alasan yang bermutu saya bisa maklum dan maafkan, tapi kalo cuma kerana teledor … apakah saya perlu kurangi score atau nilainya sepuluh point … jadi ngga KKM dong … para pelaku silahkan ungkap argumentasimu di kolom komentar, ini sebagian dari mereka.

Best Writter Home Learning Challenge SMKN 50 Jakarta

Allow guys, smg kamu semua dalam sehat, sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, sudah bantu menyenangkan orang tua, sebagai tindak lanjut tantangan terakhir saya sebelum Lebaran, saya umumkan nama-nama yang telah menyelesaikan tantangan saya adalah sebagai berikut:

  1. Nurul Anita
  2. Rachela Putri
  3. Saras Lintang Panjerino
  4. Amalia Kairani Mardiana
  5. Fadila Armani
  6. Khaniva Hirzani
  7. Ghifari Aprillianto
Blognya Amalia Kairani Mardiana

Dua orang dengan nilai terbaik diraih oleh Amalia Kairani Mardiana dengan point 254 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah dan Nurul Anita dengan point 231 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah, kepada dua pemenang silahkan hubungi saya melalui pesan di instagram untuk membicarakan cara penyerahan hadiah.

Selamat buat kamu yang sudah menulis banyak artikel di kompasiana, mengabarkan apa saja yang positif di sekitar kamu agar fikiran terbiasa positif sehingga meningkatkan kekuatan imunitas kita dan tercegah dari segala penyakit, sambil mempromosikan SMKN 50 Jakarta.

Masih ada lagi dua pemenang yang bakal diumumkan setelah pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun), stay safe ya guys, love u all.



			
					

Good Job Saras: Tantangan Home Learning

Screen Shot 2020-05-06 at 11.19.02 AM

Alooow Gaess

Terima kasih, sudah banyak anak-anak saya yang hebat posting artikel di Kompasiana, diantaranya Saras Lintang Penjerino Kelas XI MM yang mendapat apresiasi ARTIKEL PILIHAN dari Redaktur Kompasiana, artinya artikel Saras dinilai punya kualitas yang bagus dan menjadi pilihan buat dibaca. Mau lihat posting Saras, silahkan klik disini.

Saras juga sudah melengkapi identitasnya, sehingga terlihat jelas profil nya sebagai Pelajar SMKN 50 Jakarta. Saya memberi tantangan menulis ini sambil mendorong kamu mengikuti kompetisi yang diadakan Kompasiana Jika berhasil masuk 30 besar konten terbaik selama 3 bulan berturut-turut, ia akan berkesempatan mendapatkan 1 voucher gratis menginap selama semalam di jaringan Hotel Cordela se-Indonesia.

Artinya, kalau kamu hebat maka akan mendapat hadiah dari Saya dan Kompasiana, info lengkapnya bisa didimak disini.

Math Home Learning Update 29 – 30 April 2020

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah
Model Gocap

Dear My Good Students

Assalamualaikum, semoga saat saat baca posting ini kamu dalam keadaan sehat lahir bathin, sudah mandi, sudah sholat, beresin kamar, menolong keluarga, melakukan kebaikan, dan sudah mengerjakan tugas” home learning.

Melanjutkan proses belajar matematika, untuk semua murid Kelas X dan XI yang belajar Mtk dengan saya silahkan siapkan penampilan diri kamu yang keren untuk foto bersama pekerjaan latihan soal” seperti contoh foto temanmu di posting ini,  laporkan pekerjaan latihan soal” matematika kamu dengan klik link disini.

Pelaporan berlangsung dua hari, 29 dan 30 April 2020, tentang tokennya bakal dishare di group-group kelas.

Pertemuan berikutnya akan dilakukan menggunakan ZOOM, buat mengobati rasa kangen lama ngga ketemu kamu semua. Tolong kabarkan semua teman” kamu supaya pelajari ZOOM dan stay tune on schedule.

Kelas XI, Rabu 29 April 2020:
XI BDP 1 Pk. 07.30 – 08.00,
XI BDP 2 Pk 08.00 – 08.30,
XI MM Pk 08.30 – 09.00.

Kelas X, 12 Mei 2020:
X BDP 1, X BDP 2, X MM Pk 08.30 – 09.00, kita seseruan bareng tiga kelas guys.

Tolong kamu capture kehadiran kamu di kelas ZOOM, yang akan jadi bukti kehadiran atau bakal disetor capturan itu saat kita merekap nilai akhir semester.

Informasi token dan password meeting bakal saya share lewat Zefanya Nicole Kls XI MM, miss u much guys.

Bercermin Pada Instagram, Trik Home Learning

Tangkapan layar Kompasiana

Mengamati instagram beberapa hari terakhir ada berbagai challenge atan tantangan seperti “until tomorrow challenge”, “bingo challenge” dan berbagai tantangan sebelumnya. Hebatnya, banyak sekali pengguna instagram yang secara sukarela mengikuti tantangan itu dan mengunggah foto sesuai tema tantangan yang diberikan. Pada tantangan untul tomorrow, pengguna instagram yang memberikan lika atau suka bersimbol hati, akan mendapatkan pesen melalui direct message bahwa yang bersangkutan harus memposting foto dengan tema itu dan menghapusnya setelah 24 jam.

Saya tak tahu tentang itu, tetapi saya berusaha membalas teman yang memberi hati kepada foto saya dengan memberi hati kepada foto-foto mereka, termasuk memberi like foto bertema tantangan itu, anehnya tak ada yang memberi pesan kepada sya untuk ikut memposting foto dengan tantangan yang sama, dan hingga kini saya tak pernah ikuti tantangan itu, bisa dicek di instagram saya.

Berdasarkan pengamatan tren di instagram, saya mencoba menerapkan konsep tantangan dalam rangka proses belajar di rumah saat libur yang tak biasa saat ini, murid-murid saya sudah mengerjakan soal-soal latihan, menyetorkan fotonya melalui google drive, selanjutnya mengerjakan soal post tes melalui google drive, selanjutnya saya memberi kesempatan beristirahat dengan memberi tantangan yang diharapkan bisa memberi efek self healing buat masing-masing ditengah gempuran berita-berita darurat, hoax tentang mahluk yang tak terlihat, ratusan kematian hingga ribuan kematian sedunia, yang bisa berdampak negatif terhadap kondisi psikologi murid.

Sebelum saya memberi tugas materi yang baru, saya memberikan  “Self Healing Challenge” kepada enam kelas murid saya sekitar 300 orang untuk mencari kebaikan dan mengabaarkan kebaikan di sekitarnya, detail tantangannya bisa disimak disini.

Tantangan yang saya berikan berbuah nilai yang bakal menjadi pengisi raport sekolah mereka, hal ini membuat mereka semangat belajar mandiri, saling tenya denan temannya, bahkan ada yang tak sampai 24 jam sudah posting tulisan di kompasiana, karena ternyata murid itu sudah punya akun di kompasiana sejak setahun yang lalu, foto di atas itu adalah satu posting menjawab “Self Healing Challenge”, posting lainnya bisa anda simak disini. 

Harapan saya saat mereka dewasa santi sudah punya skill menulis laporan bekerja, menulis skripsi jika kuliah, atau bisa jadi diantara mereka ada yang menjadi jurnalis, doa yang terbaik buat kalian semua. Good job guys, love u much.

“Mengembangkan E-learning di Sekolah” – Artikel tahun 2008 Hits lagi tahun 2020

Screen Shot 2020-03-24 at 6.38.30 PM

Flashback ke tahun 2008, saat itu saya menemani guru-guru SMKN 3 Jakarta memanfaatkan ICT untuk pembelajaran, istilah sederhananya mah saya mendorong guru untuk lebih canggih, tak ketinggalan zaman di era teknologi.

Zaman itu belum ada istilah industri 4.0, instagram belum hits (kayanya belum dilaunching deh), waktu itu blog mulai hits di Indonesia, kami bergairah posting kegiatan pembelajaran di masing-masing blog guru.

Ternyata saya pernah memposting proposal hasil karya teman-teman ketika merancang beberapa kegiatan mengembangkan e-learning, saya posting tahun 2008 di blog ini.

Mengejutkan sekali, ternyata setelah 12 tahun banyak sekli diminati pembaca blog saya, ini statistiknya.

Screen Shot 2020-03-24 at 6.37.43 PM

Tahun 2019 telah dibaca hampir 900 kali, mungkin banyak sekolah di negeri ini sedang mengembangkan pembelajaran e-learning di sekolah, dan tahun ini barangkali gegara pandemi covid-19 guru-guru harus memberikan pembelajaran dari rumah, banyak yang searching dan menemukan posting saya.

Alhamdulillah, terima kasih buat anda yang berkenan menyimak posting saya … semoga bermanfaat, jika ada topik yang anda perlukan dan perlu saya bahas di blog ini, silahkan tuliskan di komentar (gaya youtuber memancing konten yang diminati subscribernya … hahaha), semoga anda keluarga dalam sehat selalu.

Bonus Photografi

Kemarin 220120 saat macet berkendara di fly over Tebet saya memotret awan hitam yang menyelimuti Jakarta siang itu, sekitar pk 14.30 WIB, ada bonus di foto saya seperti awan yang menggumpal, foto kedua adalah foto yang telah diedit secara minimalis, cuma kontrasnya aja, foto pertama adalah foto asli tanpa editing, penampakan apakah itu?

PMI DEA MALELA Membawa Saya ke Sumbawa

dwitagama dea malela 3.jpg
Dokpri

Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela letaknya sekitar 10 kilometer arah selatan dari kota Sumbawa Besar. Kampus di lahan yang tersedia seluas 60 hektar sudah mulai dibangun oleh Yayasan DEA MAS di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu tersebut berada di tengah – tengah persawahan di dekat Gunung Utuk (Olat Utuk) dalam Bahasa Sumbawa.

Pondok pesantren yang digagas oleh Prof. Dr. Dien Syamsudin tersebut berada di kaki gunung saat ini telah berdiri Masjid Saidah, bangunan Rumah Kiyai Bait Kalla, lapangan basket dan Wisma Ustadzah serta perumahan guru putra dan putri. Sedang dalam proses pembangunan Auditorium sumbangan Presiden Joko Widodo, stadion mini sepakbola, arena bermain futsal, dan perpustakaan. Ada niat dan geliat membangun peradaban dunia yang digagas oleh Prof. DR. Din Syamsuddin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela. Menurutnya, ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.

Nama Dea Malela diambil dari nama seorang tokoh penyebar Islam asal Goa – Makassar yang menyebarkan Islam di Sumbawa, Batavia dan Simon’s Town, Afrika Selatan. BErsama ayahnya Abdulkadir Jailani,Dea Malela dalam usia 18 tahun (1746) berlayar ke Sumbawa.

Pembacaan selintas sumber-sumber Afrika Selatan tentang Dea Malela dan ayahnya Dea Koasa mengungkapkan, keduanya adalah bagian penting dari sejumlah ulama dan pejuang Islam yang diasingkan kolonial Belanda ke wilayah Cape Town Sejak dijajah Belanda (1652). – Prof Dr Azyumardi Azra MA, –

Perjalanan Jakarta – Lombok selama dua jam, dilanjutkan dengan setengah jam perjalanan pesawat Lombok – Sumbawa serta satu setengah jam melalui darat melewati area hutan yang masih banyak dihuni monyet-monyet ramah menyapa pengendara yang lewat jalan berbelok. Tiba di pondok pesantren serasa berada di rumah yang semua penghuninya semangat belajar dan beribadah, setiap masuk waktu sholat semua santri telah berada di masjid, ada santri yang bertugas adzan, membaca shalawat, iqomah, menyampaikan informasi berbagai kegiatan di pondok dilakukan oleh santri, ada praktek public speaking yang langsung dilakukan pada setiap waktu sholat berjamaah.

Pengelola dan pendidiknya terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor, perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri berupaya mewujudkan misi modern dan internasional dengan memberi penguatan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahsa lainnya serta menggunakan metodologi dan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Saya mendapatkan kehormatan untuk memandu workshop dan diskusi bagaimana menerapkan sosial media untuk pembelajaran dengan pendidik PMI Dea Malela dan Bagaimana berlaku Bijak dalam menggunakan media sosial untuk para santri PMI Dea Malela. Info lengkap sessi workshop Saya bisa disimak disana.

Belajar jadi Reporter di SMKN 50 Jakarta


Namanya Tiara, dia kelas X jurusan Multimedia saat membuat video ini dan ditayangkan di channelnya di youtube, goood job Tiara … ga sia-sia neng kamu skolahnya jauh dari rumah, sudah bisa menghasilkan karya yang kereeen, ayo terus berkarya, kalo kamu?

Membangun Ekosistem TIK di Sekolah akan Membentuk Karakter Siswa

Screen Shot 2018-12-03 at 4.29.04 PM

Selamat sore sahabat, saat saya menulis ini Jakarta sedang diguyur hujan lebat sejak siang tadi, bagaimana di sekitar anda? semoga tak ada banjir yang terlalu besar hingga menyulitkan penduduk yang hidupnya sudah sulit.

Baru saja saya menerima link aktifitas saya minggu yang lalu bersama PUSTEKKOM KEMENDIKBU RI menjumpai teman-yeman guru dari daerah 3T, yang bertajuk MEMBANGUN EKOSITEM TIK DI SEKOLAH AKAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA, begini liputannya:

Membangun ekosistem TIK di sekolah merupakan sebuah hal yang diwajibkan dalam era industri 4.0 saat ini. Hal ini dikarenakan para peserta didik yang merupakan kaum milenial sangat dekat dengan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Bapak Dedi Dwitagama yang dikenal sebagai pakar dan motivator pendidikan dari PB. PGRI menyampaikan materi Pengembangan Ekosistem TIK di Sekolah dalam kegiatan Peningkatan Kemampuan TIK bagi Sekolah Garis Depan (3T) di Jakarta 27-30 Nopember 2018 yang lalu.

Menurutnya materi yang ia berikan berdasarkan pengalaman yang ia lakukan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran digital di sekolah. Untuk itu, ia menginatkan kepada 26 peserta kegiatan ini  akan pentingnya membangun lingkungan pembelajaran digital di sekolah dengan memanfaatkan internet agar dapat menciptakan konten positif tentang pendidikan di Indonesia khususnya bagi sekolah. Hal ini akan mempengaruhi guru dan siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.     

Oleh karenanya, para guru dan pihak sekolah hendaknya mulai mengikuti kebiasaan para siswa dalam menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran bagi siswa di sekolah. Berikut beberapa tips membangun ekositem TIK di sekolah yang dirangkum oleh penulis :

Pertama, Membuat Akun Resmi

Dedi mengajak peserta membuat website dan akun email resmi yang dikelola oleh pihak sekolah. Menurtnya website sekolah merupakan hal yang diperlukan sekolah pada saat ini. Website akan menjadi sarana bagi sekolah untuk memberikan informasi seputar kegiatan pendidikan yang berlangsung di sekolah kepada masyarakat secara efektif dan efisien.

Kedua, Terhubung dengan Media Sosial

Media sosial juga memiliki peran yang signifikan dalam menyampaikan gagasan dan informasi saat ini. Maka setiap sekolah harus aktif pada semua akun media sosial mulai dari blog,  facebook, twitter, instagram, youtube dan sebagainya agar lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga sekolah perlu  menugaskan seorang admin khusus yang mengelolah medsos dan  juga membentuk tim kreatif guru.

Ketiga, Memotivasi Siswa

Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam membangun ekositem TIK di sekolah merupakan hal yang mudah. Karena hampir setiap siswa menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa akan dengan senang hati jika diminta ikut terlibat dalam membuat konten positif bagi sekolah. Hal ini diperlukan sebagai dokumentasi kebaikan bagi sekolah dan membangun citra positif sekolah di internet. Jika siswa ikut terlibat secara tidak langsung sekolah juga mendidik karakter bagi siswa sehingga timbul rasa memiliki sekolah dan termotivasi untuk terus menjaga citra positif sekolah.

“Jika kita tidak mulai membangun konten positif di sekolah maka ketika ada hal yang negatif yang terjadi di sekolah. Maka hanya konten negatif itulah yang akan muncul di internet. Kan sayang, padahal setiap hari banyak konten positif di sekolah kita yang dapat kita sebar di media sosial,” kata Pak Dedi.

Ia sangat berharap jika para peserta kegiatan ini dapat mengoptimalkan bantuan internet USO untuk membuat konten-konten positif di beragam media sosial mulai dari website, blog, facebook, instagram dan youtube yang berisi apa saja yang positif di sekolah kita.

Salah satu peserta kegiatan ini Bapak Taufik Purwana Putra yang berasal dari SMK Negeri 1 Mesuji Sumatera Selatang mengatakan kegiatan ini diharapkan agar peserta kegiatan ini dapat membangun ekosistem TIK di sekolah dengan memanfaatkan internet dengan konten positif untuk mengubah paradigma sebagian orang tua dan pendidik jika gawai (gadget) merupakan hal yang negatif.

Sumber: Sekolah Jardiknas KEMENDIKBUD RI

 

6 Juta Berita setahun: Gerakan MENGABARKAN SEKOLAH di Jakarta

Screen Shot 2017-10-03 at 4.19.45 PM
Sumber: http://datadikdki.jakarta.go.id/index.php?mn=rangkuman&data=sekolah

Ada kesadaran baru yang tumbuh dari pengelola Lembaga Pendidikan di Jakarta, mereka secara kompak bersama-sama mengabarkan kegiatan di masing-masing sekolahnya satu posting setiap hari lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb. Kepala Sekolah, Guru-guru dan Pegawai Tata Usaha sudah faham bahwa di era digital sekarang ini pekerjaan mengupload kabar sekolah lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb sangat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam atau notebook.

Saat ini jumlah sekolah TK hingga SLTA di Jakarta hampir 7.000 unit sekolah. Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 30.000 kabar dari sekolah setiap hari yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 150.000 kabar dari sekolah setiap satu minggu (lima hari kerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 600.000 kabar dari sekolah setiap bulan yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 6.000.000 kabar dari sekolah setiap tahun (dengan asumsi 10 bulan aktif bekerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Dalam waktu lima tahun, terdapat 30.000.000 kabar dari sekolah Jakarta bakal memadati jagat digital dan terlacak oleh Google. Apalagi jika sekolah-sekolah itu juga mengupload kabar berbentuk video di Youtube, maka jumlah 50 juta bukan hal yang tak mungkin bisa menyesaki jagat maya dan terhubung dengan Google.

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid yang baru masuk di SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri di ibukota negara ini bisa dinikmati oleh banyak orang lewat telepon genggam?. 

 
Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?

Identitas Digital

Awal tahun 2000-an punya identitas dilengkapi no telepon dan fax sudah cukup untuk dibilang keren atau modern, di tahun 2017 identitas seseorang atau lembaga dilengkapi dengan beragam akun seperti email, WhatsApp, line, instagram, website, facebook, path, website, blog, dsb.

Zaman dulu telepon dan fax anda hanya pasif menunggu orang lain yang menghubungi anda atau lembaga anda, kini akun-akun anda secara aktif mengabarkan apa saja yang sedang berlangsung di rumah anda atau lembaga anda.

Pada foto di atas adalah identitas dari sebuah resto yang dicetak di lunch box dan identitas sebuah majalah terkenal negeri ini.

Sekolah masa kini yang canggih punya jejak di berbagai akun yang dikelola secara serius sehingga murid, orang tua, guru dan semua stakeholder mengetahui kegiatan-kegiatan dan kabar terkini dari sekolah.

Bagaimana dengan dirimu, sekolahmu atau lembaga dimana kamu berada?

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 

Presiden Kreatif, tapi maaf Pak @jokowi … banyak Guru yang sudah melaksanakan sejak 7 tahun lalu

Saya salut dan sangat respek pada Presiden RI yang mendorong rakyatnya lebih kreatif lagi lewat produksi vlog (seperti yang ditulis Kompas di bawah ini) semoga saja Pak Pesiden sudah tahu bahwa banyak guru sejak lama sudah melakukan apa yang beliau himbau, lihat jejak dua video di bawah ini yang diupload ke youtube sejak tahun 2010.

Kalau beberapa youtubers yang artis sudah diundang makan siang di istana bersama Presiden, mungkin tak berlebihan jika Presiden juga mengundang Guru-guru yang sudah mendorong murid-muridnya memproduksi vlog untuk meningkatkan kreatifitas anak negeri, ditunggu undangannya ya Pak Presiden. Semoga hal ini bisa mendorong guru-guru yang lain di Indonesia agar mengajar lebih kreatif menggunakan teknologi terkini.

Di bawah ini video yang dibuat murid SMKN 50 Jakarta

 

Inilah beritanya;

Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menambah jurusan-jurusan baru yang mengasah skill di sektor teknologi dan digital. Jika tidak, sumber daya manusia lokal akan terus-menerus tertinggal dan tak mampu berkompetisi di ranah global.

Salah satu jurusan yang dianjurkan Jokowi adalah pengembangan skill membuat video blog atau kerap disebut vlog. Menurut dia, SMK jangan melulu terpaku pada jurusan mesin, bangunan, listrik, dan jurusan lain yang sudah eksis sejak dulu.

“Dunia berubah cepat sekali. Mestinya ada jurusan mengenai jaringan IT, membuat video blog, aplikasi, animasi, yang sedang in,” kata Jokowi dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Kamis (2/2/2017), di JCC, Senayan.

Dengan penambahan jurusan-jurusan baru yang relevan dengan tren saat ini, lulusan SMK diharapkan tak lagi cuma jadi buruh di negeri orang. Saat ini, menurut data yang diumbar Jokowi, sebanyak 82 persen TKI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di luar negeri merupakan lulusan SMK.

Bikin vlog makin mudah

Kemunculan vlog di internet sebenarnya sudah dimulai sejak lima hingga enam tahun lalu. Namun tren vlog sendiri menjadi masif pada akhir 2015 dan terus berlanjut sepanjang 2016 hingga kini.

Hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang mendukung terciptanya ekosistem video mobile. Pertama, infrastruktur jaringan internet semakin baik sehingga netizen lebih mudah mengeksplor tayangan video via smartphone di mana pun dan kapan pun.

Kedua, para vendor smartphone berbondong-bondong melahirkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan untuk membuat vlog. Mereka menawarkan kamera depan dengan sensor bermegapiksel besar dan teknologi stabilizer untuk mencegah guncangan ketika merekam video.

Sebut saja beberapa perangkat yang bisa dibilang “vlog ready” seperti Oppo F1s, Vivo V5, LG G5, Samsung Galaxy S7, iPhone 6 ke atas, dan flagship lainnya yang berseliweran di pasaran.

Netizen tak perlu mengeluarkan modal mahal untuk membeli kamera demi menjadi vlogger. Cukup menggunakan smartphone, netizen bisa mengabadikan momen apa saja untuk dikaryakan dan dimonetisasi lewat platform berbagi video YouTube.

Vlogger kini tak ubahnya pekerjaan profesional dengan pendapatan relatif tinggi, sesuai dengan banyaknya subscribers dan views. Para pengiklan kerap mengajak vlogger tenar untuk bekerja sama melakukan kampanye pemasaran produk.

Lama-kelamaan, peran vlogger bisa dibilang serupa dengan artis di layar kaca. Bedanya, vlogger tak perlu didistribusikan lewat manajemen artis karena mekanisme kerjanya individualis dan mandiri.

Selain jurusan vlog, aplikasi, dan animasi, Jokowi juga berharap SMK bisa menyediakan jurusan retail untuk toko online (e-commerce). Lagi-lagi, hal ini merujuk pada tren global.

“Kalau ada jurusan online store kita bisa mendidik anak-anak kita untuk membangun sebuah platform. Bagaimana Alibaba bisa membangun sebuah logistic platform dan retail platform yg sangat besar sekali dengan ratusan juta pengunjung seperti itu,” ia menjelaskan.

 

Masih banyak video murid SMKN 36 Jakarta, SMKN 29 Jakarta dan SMKN 50 Jakarta di Youtube, sementara video Saya di Youtube cuma lebih dari 1.000, silahkan kunjungi channel youtube Saya, kamu sudah memproduksi berapa video di youtube?

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?

Guru yang sekedar

Guru yang sekedar tahu
tahu jadwal masuk ke kelas
tahu membuat Rencana mengajar
tahun menyelesaikan kurikulum

Guru yang sekedar tahu
hari ini harus pakai seragam apa
besok pakai seragam apa
total tunjangannya berapa

Guru yang sekedar tahu
jumlah muridnya di kelas ada berapa
selanjutnya murid kuliah atau kerja
dia tak mau tahu

Guru yang sekedar tahu
jadwal masuk sekolah jam berapa
lima menit sebelum waktu pulang
sudah siap dekat mesin absen

Guru sekedar tahu
kurikulum berganti selalu
cara ngajarnya tak berubah
yang berubah cuma penampakannya, semakin tua

Guru sekedar tahu
bahwa teknologi berkembang selalu
tapi dia merasa tak terlalu perlu
tugas murid dicetak melulu

Guru sekedar tahu
bahwa google jadi yang paling tahu
tapi dia tak tahu
bahwa dirinya tak terdaftar di google

Gairah Mengabarkan Kebaikan di Sekolah menggelorakan Semangat Berbuat Baik, bikin gampang cari Presiden dan Gubernur, tak perlu impor

Di Negeri Paman Besut, ada orang yang gemar menggunakan media sosial untuk mengabarkan kegiatan, fikiran, ide dan berbagai hal yang berhubungan dengan dirinya sehingga setiap hari wajahnya selalu muncul di media sosial dan mass media mainstream, seolah mendapat angin segar promosi dirinya, dia terus menggeliat, mempublikasikan dan mengoptimalkan media sosial dan mass media mainstream hingga dirinya menjadi walikota, gubernur hingga presiden.di negerinya.
Ada orang yang meniru kelakuan orang di atas, mengabarkan semua kegiatannya di mass media dan mengoptimalkan media sosial, sehingga setiap hari wajah dan pemberitaan tentang dirinya selalu muncul di mass media mainstream dan media sosial, hingga orang itu menjadi gubernur dan berniat jadi gubernur lagi hingga ingin jadi presiden (desas desus kabar yang beredar).

Dikabarkan, mereka berdua mengelola tim pemberitaan yang terdiri dari media mainstream dan media sosial, bahkan pada satuasi tertentu tim mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk koordinasi dan melakukan tugas pemberitaan.

Kepala Dinas pendidikan salah satu kota di negeri itu menduplikasi semangat memberitakan dengan menugaskan semua kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA di kotanya untuk membuat berita setiap hari minimal satu berita di berbagai platform seperti website, blog, facebook, twitter, inatagram, youtube, steller, dsb.

Maka setiap hari bertebaran ribuan berita baik dari ribuan SD, ribuan SLTP, dan ribuan SLTA negeri dan swasta di kota itu. Berita-berita baik dari sekolah di kota itu menghujani media sosial dan masuk radar media mainstream hingga televisi, radio, koran dan majalah datang berkunjung ke sekolah mengkonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.

Ada sekolah yang secara kreatif fan terkonsep melibatkan semua guru, karyawan dan murid. Jika semua warga sekolah posting satu berita di satu media yang dia suka maka betapa banyak berita baik sekolah itu beredar secara gratis tanpa mengeluarkan biaya, apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini proses itu dapat dikerjakan hanya menggunakan telepon genggam (seperti tulisan yang anda baca ini saya tulis denga telepon genggam).

Jika semua warga sekolah sudah terbiasa memberitakan kebaikan maka secara langsung mereka audah melakukan kegiatan promosi sekokahnya, kota dan penduduknya. Jika dua orang di atas bisa jadi presiden dan gubernur karena kedadaran memberitakan kebaikan, maka kegiatan memberitakan sekolah akan melahirkan kepala sekolah yang sadar dan memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, guru-guru yang terampil menulis dan memberitakan, murid-murid yang krearif bercitarasa seni dan memanfaatkan gadget untuk kebaikan.

Andai 300 murid dan 20 guru di sekolah memberitakan satu kebaikan setiap hari, maka seminggu ada 1.600 berita, sebulan ada 4.800 berita baik sekolah anda. Jika 600 murid sekolah andan dan 40 gurunya, maka 3.200 berita kebaikan setiap minggu dan 9.600 berita baik tentang sekolah anda setiap bulannya.

Jika ribuan sekolah memberitakan ribuan kabar baik, maka dunia maya akan penuh dengan kebaikan dan pasti akan berdampak pada dunia nyata yang bakal dipenuhi kabar baik sehingga jika ada berita guru yang dilaporkan atau murid mati tawuran tak lagi jadi trending berita karena tertutup oleh jutaan berita baik yang diproduksi oleh warga sekolah.

Beritakan kebaikan yuuuuuk.

Menyikapi Era Digital di Negeri Paman Besut (2)

ilustrasi
ilustrasi

ada kampus sekolah tinggi di Negeri Paman Besut
yang pendidikannya berasrama
pola atau metodenya mirip militer
rambut botak, atribut seperti tentara

mungkin di kampus itu terbiasa dengan kekerasan
senior bisa bertindak berlebihan kepada yuniornya
kadang hingga nyawa menghilang
hingga jadi heboh mengisi berita mass media

mahasiswa yang kuliah di kampus itu dilarang membawa smartphone
mereka hanya diijinkan membawa handphone tanpa kamera
barangkali, pengelola kampus khawatir
kegiatan yang tak bagus terekspos di media
bersumber dokumentasi smartphone mahasiswanya

mungkin tak relevan bertanya apakah dikampus itu ada wifi?
menerapkan e-learning, atau hal-hal inovatif berbau digital
bisa dibayangkan
bagaimana rasanya anak-anak muda era digital
berada dalam suasana zaman dulu, sekian puluh tahun lalu

Dua menit yang bikin sehat, praktekin yuuuu

20130421-140451.jpg

Mengucapkan terima kasih yang cuma sebentar, apalahi jika sehari anda bisa ucapkan itu dalam dua menit akan membuat anda kadi sehat.

Tertawa juga bisa bikin tubuh jadi sehat, oeh sebab itu kalau ada yang lucu ketawa aja, ga usah ditahan, ga usah malu … termasuk jika ada kesempatan bilang terima kasih, segeralah bilang … orang lain senang liat kita ketawa atau ucapkan terima kasih, kita juga jadi lebih sehat.

Terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya (sambil tertawa), selengkapnya baca disini.

X FACTOR INDONESIA, Youtube & SEKOLAH KITA, tanpa biaya alias sonder mbayar or gretoong booo

X Factor Indonesia, suatu acara pencarian bakat yang menyeleksi ribuan penyanyi hingga tinggal tigabelas, lokasi berlangsung di Jakarta, Bali dan kota lain di Indonesia, melibatkan artis ternama seperti Achmad Dani, Rosa, Bebi Romeo, Anggun C Sasmi, Maya, Ari Lasso, dan lainnya.

Megahnya tayangan dan sumberdaya yang terlibat bisa diperkirakan betapa besar biaya yang digunakan untuk memproduksi acara itu … dokumentasi tayangannya bisa kita lihat di Youtube, yang bisa dinikmati fasilitasnya secara gratis, seperti alunan suara Yohana, penyanyi yang punya masalah di matanya bawakan lagu Cakra Khan dan mendapat pujian dari para juri. (Video pertama)

Kita yang tak sempat nonton tayangan di televisi bisa lihat tayangan ulang di Youtube tanpa diselingi iklan. Silahkan anda nikmati dua video di bawah ini:

Video ketiga adalah dokumentasi pendidikan karakter di SMKN 29 Penerbangan Jakarta, dimana murid didorong untuk percaya diri tampil di muka umum menyampaikan ide, pemikiran, perasaan, atau apa saja yang mau dia sampaikan di hadapan hampir seribu teman dan guru-gurunya. Video keempat adalah peragaan busana SMKN 37 Jakarta di acara Penutupan Lomba Keterampilan Siswa LKS tingkat Provinsi DKI Jakarta di SMKN 26 Jakarta beberapa hari yang lalu.

Kedua video (video ketiga dan keempat) diatas diunggah ke Youtube sebagai kenangan buat mereka yang terlibat di proses itu, untuk ucapkan terima kasih atas kerja yang dilakukan, sebagai laporan buat orang tua, masyarakat, Dinas Pendidikan, masyarakat atau siapa saja yang berkepentingan dengan kegiatan pendidikan di sekolah.

Agar orang di luar sekolah tahu apa yang dikerjakan sekolah dalam mendidik anak negeri … Setelah belasan tahun mendatang, buat anak-anak atau guru-guru yang terlibat atau terlihat di video itu memberi perasaan bangga dan kenangan yang berkesan ada dalam dokumentasi yang bisa dilihat orang sedunia secara bebas tanpa biaya.

Bahkan kan seorang Pelajar SMA yang mengganti kemeja putih sekolahnya dengan kaos lengan panjang bergatis bisa berduet dengan Penyanyi level Dunia, Bruno Mars, dan penyanyi hebat dunia itu tak keberatan meletakkan video duetnya di website resmi Bruno Mars … Ini tak akan terjadi jika rekaman siaran X Factor tak ditayangkan di Youtube. (Video kedua)

Banyak sekali kegiatan di sekolah yang bisa di dokumentasikan dalam bentuk video dan dititipkan di Youtube sehingga bisa dinikmati bertahun-tahun dari berbagai tempat hanya dengan koneksi internet. Saya titip hampir 500 video Youtube untuk kenangan bahwa saya pernah ada dan menikmati detik-detik indah bersama orang-orang disekitar saya, silahkan dikmati disana.

Soal bikin video gimana? Gunakan kamera telepon seluler, kamera digital, kamera SLR, atau kamera apa saja … Cara uploadnya gimana? Tanya pada murid anda, banyak murid kita yang bisa, atau cari di google deh … Beri kesempatan anak didik atau guru-guru di sekolah untuk berkreasi dan hasilkan sesuatu yang bermanfaat, supaya setelah lulus sekolah anak didik kita punya kemampuan membuat film dokumenter …. Kemampuan ini bermanfaat di dunia kerja atau di masyarakat …. Supaya tak cuma lulus sekolah tanpa skill sedikitpun …

Ada berapa banyak video pribadi anda atau video sekolah anda di Youtube?

mengajar gunakan TEKNOLOGI INFORMASI bikin makin sedikit pohon ditebang buat bikin kertas, jadi guru canggih yuuu

20121228-060114.jpg

Sudah berapa banyak kertas yang anda gunakan sepanjang hidup anda? Sudah berapa batang pohon yang anda tanam sebagai pengganti pohon yang telah anda gunakan untuk pembuatan kertas?

Ini proses pembuatan kertas dari pohon, Secara garis besar ada 2 tahapan proses pembuatan kertas, yaitu;

Proses Pulping

Proses pulping atau pembuatan bubur kertas dapat diuraikan menjadi 9 bagian atau tahapan, sebagai berikut;

1· Woodyard – Dimana sebuah lapangan luas umumnya terbuka tempat menerima dan menyimpan kayu gelondongan yang selanjutnya proses pengkulitan, pemotongan kecil-kecil & penyaringan potongan kayu.

2· Barker – dalam proses penghilangan kulit kayu ini grlondongan kayu dimasukkan dalam “debarking drums”, gelondongan silinder berputar mengakibatkan gelondongan kayu ikut berputar dan bergesekan satu dengan yang lain melucuti kulit kayunya.

3· Chipper – mesin pemotong gelondongan kayu menjadi ukuran kecil yaitu kurang dari 2 cm dan setipis 1/2 cm.

4· Screen – diperlukan filter penyaring untuk memisahkan potongan kayu yang lebih besar dari target ukuran diatas, dan menghilangkan debu mesin potong yang tidak perlu.

5· Digester – prinsipnya seperti panci masak didapur tempat ibu atau istri anda masak. Potongan kayu yang disebut chips dimasak dengan suhu dan tekanan yang tinggi dalam suatu larutan kimia penghancur. Larutan dan proses masak ini akan melembutkan dan akhirnya memisahkan serat kayu yang diinginkan dari “lignin” yaitu unsur kayu semacam lem yang menahan serat kayu bersatu.

6· Chemical Recovery and Regeneration – proses sampingan kimia inorganik yang diolah ulang dari proses “memasak” sebelumnya, untuk memasak kembali. Bahan kimia buangan dari proses memasak sebelumnya masih dapat diproses ulang, tidak dibuang begitu saja.

7· Blow Tank – ibaratnya setelah selesai dimasak maka makanan disimpan dalam panci penyimpan untuk disajikan kemudian sesuai selera masing-masing individu, apa mau sedikit asin, manis, indah didekorasi dan lain sebagainya. Disini serat kayu sudah terpisah satu sama lain, secara resmi mereka sudah disebut pulp atau bubur kertas.

8· Washing – “mesin cuci” ini akan membersihkan sisa-sisa larutan kimia dan ligin yang masih tertinggal, yang dikirim keproses nomor 6 yaitu chemical recovery process. Ibaratnya saat anda masak nasi, maka beberapa kali anda mentiriskan air beras yang anda cuci sebelum dimasak supaya kotoran hilang. Harap diingat disini anda bukan bertujuan membuatnya menjadi putih bersih! Pada tahap ini bubur kertas secara alami berwarna coklat dan umunya digunakan untuk membuat kertas kantong dan corrugated box yang coklat.

9· Bleaching – proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach, yang tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya. Jadi proses pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat.

Pulping Proses Dalam Skema Pembuatan Kertas

1. Proses membuat pulp atau bubur kertas; dari skema diatas dimulai dari “woodyard” sampai dengan proses pemutihan atau “bleaching”,

2. Proses membuat lembaran kertas; dimulai saat bubur kertas atau pulp mulai masuk ke mesin kertas atau paper mesin sampai dengan lembaran kertas tergulung rapi dalam gelondongan atau roll.

Pada prakteknya kedua proses besar diatas tidaklah perlu menjadi satu kesatuan proses dalam suatu pabrik kertas atau terintegrasi. Bukannya tidak umum suatu pabrik kertas harus membeli bubur kertas dari perusahaan pulp. Pabrik kertas tersebut hanya memiliki mesin kertas saja. Demikian pula suatu pabrik bubur kertas atas pertimbangan strategi bisnisnya, hanya mempunyai mesin “pulping” bubur kertas saja. Walaupun proses pembuatan pulp dan kertas adalah dua proses yang berbeda, namun mereka terkait erat satu sama lain dan saling mempengaruhi dalam proses dan produksi lembaran kertas. Seperti air sungai dimana air di hilir dipengaruhi oleh sumber di hulu.

20121228-060242.jpg

Ternyata mengajar gunakan TEKNOLOGI INFORMASI bikin makin sedikit pohon ditebang buat bikin kertas, jadi guru canggih yuuu

Bisa nulis tapi tak punya tulisan, saatnya mulai ngeblog

20121118-120701.jpg
Umur berapa anak anda sudah mulai bisa menulis?
Anda masih ingat kapan anda mulai bisa menulis?
Sampai usia puluhan saat ini, pa bukti anda pernah menulis?
Karangan, hasil pekerjaan tugas dari guru saat sekolah,
Skripsi, tesis atau disertasi saat kuliah,
Masih adakah bersama anda saat ini?
Kalau ada yang mau lihat hasil tulisan anda, bisakah langsung anda berikan?

Menyedihkan …
Anda hampir tak punya bukti bahwa anda bisa menulis
Yang anda baca ini adalah bukti bahwa Dedi Dwitagama bisa menulis
Tulisan saya bisa anda akses kapan saja di internet jika anda mau
Anda bisa baca tulisan saya di komputer, laptop atau handphone anda
Asal ada akses internet anda bisa baca ribuan tulisan saya

20121118-121340.jpg

Jika dulu tulisan dibuat di kertas yang mudah terselip, hilang entah kemana
Dan hilanglah juga hasil karya, olah fikir dan kreatifitas kiya
Sekarang dengan menggunakan handphone, kita bisa menulis
Mendokumentasikan di internet
Dan bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia

Jadi, tunggu apalagi
Gunakan HP anda untuk menulis tentang apa saja yang anda mau
Kabarkan pada teman, sahabat dan kerabat
Pengalaman anda pasti bermanfaat buat orang lain

Kabarkan kebaikan di sekitar kita, walau satu kata, happy deh

seperti flashback ke sekian tahun yang lalu … Alhamdulillah, semoga blog ini bermanfaat buat banyak orang

20121027-062044.jpg

20121027-062053.jpg

20121027-062104.jpg
Dulu tahun 70-an saya sering juara, terakhir th 2008 jadi juara Kepala Sekolah Berprestasi … Waktu bulan lalu jadi juara GURARU – Guru Era Baru Award yg diadakan Acer seperti flashback ke sekian tahun yang lalu … Alhamdulillah, semoga blog ini bermanfaat buat banyak orang … Trm ksh Acer, terima kasih buat para juri, dan semua pembaca blog ini.

@dwitagama peroleh GURARU AWARD 2012 lewat blog yang anda baca ini

20121014-195547.jpg

20121014-195554.jpg

20121014-195620.jpg
jadi guru yang selalu belajar, update seauatu sehingga selalu jadi guru baru dan menebar cahaya lewat ruang kelas, sekolah, teknologi informasi dan media sosial untuk beri cahaya pada generasi muda …. GUru eRA baRU – GURARU AWARD 2012 memberi apresiasi buat guru-guru yang sudah tinggalkan jejak lewat blog dan media sosial.

Pergaulam saya dengan guru hebat Agus Sampurno @gurukreatif dan omjay @wijayalabs antarkan saya peroleh GURARU AWARD 2012 lewat blog yang anda baca ini, thx brada … trm kasih juga yang telah menominasikan blog saya, smg bermanfaat.

pengumuman dan pemberian hadiah dilakukan sore ini 141012 pada penutupan Socmed Fest 2012 di Stadion Renang Senayan Jakarta.

Buat Acer, lets rock the world …. I am comiiing, thx for appreciate.

beberapa alternatif lakukan e-learning

Anda guru?
Pernah kasih tugas peserta didik berbasis teknologi informasi?
Apa hasil kerja peserta didik yang anda nilai?

Jika peserta didik masih mengumpulkan hasil cetakan projeknya dan anda menilai setelah membaca print out projek peserta didik … Sementara anda tahu, bahwa peserta didik bisa cuma copy paste pekerjaan temannya dan mengganti judul lalu memberi namanya.

Sudah ada unsur teknologi informasinya? Ya … Sudah, tapi masih rendah levelnya. Bagaimana cara pembelajaran berbasis IT atau biasa disebut e-learning.

Berikut ini beberapa alternatif lakukan e-learning:

– Usahakan tak gunakan kertas, karena kertas makin mahal dan merusak alam (kertas dibuat dari pohon atau tumbuhan)
– Usahakan judul projek antar kelompok atau antar peserta didik berbeda, sesuai Kompetensi yang sedang dipelajari … Mengantisipasi kemungkinan terjadi copy paste
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa paparan di posting di BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa SLIDE, diupload di SLIDESHARE.NET dan di posting di FACEBOOK, BLOG peserta didik, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Laporan atau hasil tugas laporan berupa VIDEO, diupload di YOUTUBE, FACEBOOK, di posting di BLOG, link nya diinfokan kepada guru melalui FACEBOOK, TWITTER, EMAIL, dll.
– Kegiatan belajar di kelas dimanfaatkan untuk mempresentasikan hasil kerja atau projek di hadapan teman-teman dan gurunya.

Anda punya alternatif lain? Kita manfaatkan teknologi buat kebaikan yuuu, happy deh…….

PRAKERIN berhadiah naik pesawat terbang dan nginap di hotel bintang empat

Di bawah ini adalah komunikasi saya dengan peserta didik SMKN 36 Jakarta melalui facebook, kabarkan kegiatan Prakterk Kerja Industri – PRAKERIN mereka yang berbuah naik pesawat terbang, tidur dihotel bintang empat dan makan di resto mewah.

  • Safa'at Adha

    • asslamualaikum..
      selamat pagi pak…
      semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT…

      puji syukur kehadirat Allah SWT,yg telah memberikan nikmat selama ini…
      sebelumnya saya mohon maaf pak,,
      ternyata saya selesai PKL tanggal 30 juni ini..
      jadi saya belum bisa membantu adik2 kelas saya untuk dokumentasi PSB..
      tanggal 1 juli saya baru bisa pak..

      eehhmm,,
      selepas dari itu,,
      saya mw cerita sedikit pengalaman saya tentang yg ke solo kemarin pak..
      banyak sekali pelajaran yg saya ambil kemarin,dari mengurus dokumen untuk penerbangan,tata cara naik pesawat,sampai tata cara di hotel,dan di restoran..

      alhamdulillah nya,,bos-bos kita tidak lelah memberikan pengarahan dan menjelaskan semua sama saya pak…

      ini semua pengalaman pertama saya pak,,
      pengalaman saya pertama naik pesawat,,
      pengalaman saya pertama menginap di hotel bintang 4,,,
      dan pengalaman saya pertama makan dan minum di restoran seafood yg mewah…

      dan alhamdulillah nya,, semua ini kita peroleh tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun..

      saya berharap,,ini bukan saja yg pertama dan terakhir..
      saya berharap da yg kedua,ketiga,keempat,dan seterusnya..

      terima kasih Pak dedi..
      “I’m very Happy”

      Wasalamualaikum…

  • Dedi D Dwitagama

    • wass
    • safa’at yg saya cintai
    • sy brtrm ksh kamu dah kabari saya … hebat bengets atas apa yg sudah terjadi pada dirimu … jadikan itu untuk lebih serius belajar dan bekerja agar sejahtera hidupmu
    • semoga ini bisa jadi pembelajaran semua anak SMK agar bekerja dan bersikap baik dimana aja, love u syafaat
  • Safa'at Adha

    • dan yang bagus nya gy pak,,
      selama liburan ini,,
      perusahaan selalu welcome dengan saya dan fahmy setelah lepas kontrak PSG kita pak..
      hehehe
      liburan yg menghasilkan..
  • Dedi D Dwitagama

    • hebaaat bro … itu semua karena kamu dan fahmi kinerjanya bagus di perusahaan … salam buat fahmi dan smua teman kerjamu, juga atasanmu … smg sejahtera hidupmu kelak

Pencerahan Sosial Networking buat Pendidikan dari orang Luxembourg diSMKN 36 Jakarta

NYANYIKAN MARS SMKN 36 JAKARTA

KAMI SIAP JADI ORANG SUKSES DENGAN ANGKAT KEDUA TANGAN

ULLAN PRESENTASI PROFIL SMKN 36 JAKARTA

KAMI TERTAWA SESAAT ULLAN MELUCU

MR. IAN SPEAKING

BU ISMA (KIRI) BERTANYA, BU EKA JADI MC IN ENGLISH, PADAHAL BELIAU GURU BHS JEPANG

DI AULA AWALNYA

Tindak lanjut kegiatan Plan Indonesia yang diikuti Ullan Asri peserta didik SMKN 36 Jakarta adalah perjalanan perwakilan sepakbola wanita ke Jerman, saya kira tamu bule yang akan datang ke sekolah kami adalah orang Jerman, rupanya beliau orang Luxembourg yang bernama Mr. Ian Mc Clendell … btw, ga papa … teman-teman guru dan karyawan serta peserta didik smua sudah siap sesuai tugas masing-masing.

Mr. Ian presentasi bagaimana pengaruh media sosial networking untuk suatu proses pendidikan … suasananya hangat, spt yang Mr. Ian bilang dan tanya jawabnya berlangsung rame … dilanjutkan dengan keliling ke bengkel dan sarana SMK 36 lainnya, termasuk liat tim sepakbola putri kami latihan.

Terima kasih buat semua teman dan peserta didik yang dah berkenan membantu kegiatan pagi ini … love u all.

Wat nak SMK 36 Jkt: kabarkan alamat blogmu di facebook saya

Saya sedang menikmati tulisan peserta didik yang hebat, mereka belajar menulis, belajar berani muncul di muka umum lewat dunia maya, belajr bertanggung jawab terhadap tulisan yg diposting, belajar membaca (sebelum nulis, pastimereka baca tulisan atau blog orang lain), ini juga melatih mereka jadi produsen tulisan, tak hanya konsumsi hasil karya orang terus … Ini juga melatih mereka bekerja sama, yg belum bisa bertanya …. Dst.

Lihat dan klik aja linknya di sebelah kanan blog saya; BLOG CALON ORANG SUKSES SMKN 36 JAKARTA …… Selamat pagi pembaca

NATO; Not Action Talking Only … OMDO alias OMong DOang kata anak-anak sekarang

Anda guru di Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau masih Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI)?  Mulai tahun berapa sekolah anda berlabel itu? Jika anda sudah bersertifikat professional dan menerima tunjangan profesi guru sebesar gaji pokok perbulan dan mengajar di SBI atau RSBI, maka anda adalah termasuk guru pilihan yang hebat, bahkan super hebat … karena Negara telah memberi penghargaan dalam banyak aspek yang hitungannya tak sedikit … apaplagi jika anda adalah guru di Jakarta, maka anda saat ini sangat makmur, berpenghasilan  besar dengan beraneka sumber penghasilan … Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang anda terima dari Pemda DKI Jakarta berkali lipat dari gaji pokok anda.

Sejak anda dan sekolah anda berubah status, seberapakah perubahan terjadi pada diri anda? .. di RSBI guru wajib memberikan materi berbahasa asing, begaimana penguasaan bahasa asing anda? Adakah peningkatan skor kemampuan atau skill berbahasa asing anda? Jangan-jangan anda sering menghindar jika ada tes TOEIC, TOEFL atau lainnya …. Apakah skor anda meningkat dari tahun ke tahun sebagai cermin hasil belajar dan meningkatkan kemampuan anda.

Kalau strata pendidikan anda berubah, kini jadi S2, S3 atau sertifikat keahlian ini-itu …. Yang tunjukkan ada skill baru pada diri anda. Skor TOEIC, TOEFL atau lainnya meningkat … maka anda pantas berada di Sekolah SBI atau RSBI.

Wah … kepala sekolah saya tak pernah komplain tentang kualitas saya makanya saya santai aja … soal dapat tunjangan ini itu kan sudah jadi hak saya …. Soal saya tak bisa lakukan kewajiban saya itu salahnya kepala sekolah , dinas pendidikan dan Kemdiknas.

Kepala Sekolah SBI dan RSBI sibuk membuat proposal, program, menjalankan, membuat laporan dan rapat koordinasi dimana-mana, di dalam hingga ke luar daerah bahkan ke luar negeri …. Para wakil kepala sekolah sibuk memback up tugas-tugas administrasi sekolah.

Jadilah para peserta didik , diri anda sendiri  dan Allah, Tuhan yang mencipta anda yang tahu betapa diri anda tak pernah berubah jadi lebih baik … cara mengajar, materi, buku pegangan, alat bantu mengajar yang cenderung terus sama dan tak berubah … anda jarang mengupdate info-info terkini … lebih suka menerima dan meminta apa saja tapi jarang memberi, tak peduli pada kegiatan peserta didik di sekolah.

Jika cara mengajar, materi, buku pegangan, alat bantu mengajar anda perbaiki setiap tahun sehingga selalu berubah … anda selalu mengupdate info-info terkini lewat mass media, berlangganan internet, ikut pelatihan ini itu walau dengan biaya sendiri … lebih suka memberi ilmu kepada peserta didik maupun teman guru, peduli pada kegiatan peserta didik di sekolah. Lewat membimbing mereka pada salah satu kegiatan ekskul di sekolah … penggunaan bahasa asing sangat enteng karena anda terbiasa berhubungan dengan teman guru di luar negeri walau sekedar lewat email, twitter dan facebook serta blog.

Saya jadi ingat peribahasa yang saya pelajari tahun 70-an, “Tong kosong nyaring bunyinya” …. Makanya nuliiiiiis, kan ga berisik kalo nulis …. Kebanyakan ngomong jadi NATO; Not Action Talking Only … OMDO alias OMong DOang kata anak-anak sekarang.

Ibu Bapak Guru kami pandai TIK

BAGAIMANA JAKARTA?

Beberapa hari lalu saya baca info peresmian e-learning di Sekolah Dasar dan SMP di Jogjakarta pada media massa yang terbit di seluruh Indonesia.

Dikeseharian pada SLTA di Jakarta saya amati masih amat sangat jauh penerapan e-learning, apalagi di SD & SMP di Ibukota Negara, kota Megapolitan, jadi malu deh saya sebagai guru di Jakarta. Boro-boro e-learning … gunakan office saja masih gaptek.

Rupanya kerisauan Saya di atas nampaknya terbukti, dari jumpa saya siang ini dengan kakak kelas di kampus yang puluhan tahun mengajar SMP Negeri di Jakarta.

Beliau mengeluhkan beberapa kepala sekolahnya yang enggan kembangkan Teknologi Informasi di sekolah yg dipimpinnya.

Saya menyadari betapa rendah penguasaan skill TIK guru SD & SMP dan mencoba membantu dengan memberi training cuma-cuma buat mereka, agar guru Jakarta bisa bangga diri dan layak dibilang profesional. Sementara ini saya ditemani tim TI SMKN 36 Jakarta baru menggapai SD dan SMP sekitar Cilincing Jakarta Utara, silahkan simak reportasenya disana pada blog saya lainnya http://trainerkita.wordpress.com.

TRAINING DI SDN KALIBARU 03 CILINCING JKT UTARA

DI SDN KALIBARU 05 - 08 CILINCING JKT UTARA

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.

Ibu guru kami pandai bernyanyi … pandai pake IT, cantik sekali …

197186_165533170167570_4980112_n200357_165535113500709_7764958_n199491_165535550167332_1622550_n205538_165536263500594_8236664_n196403_165536293500591_7668361_n196252_165536390167248_5372198_n

“Ibu guru kami
pandai bernyanyi
pandai bercerita
asik sekali

kami dibimbingnya
dengan spenuh hati
jadi orang berguna
di kemudian hari”

Itu lagu “Ibu Guru Kami” yang dulu biasa dinyanyikan di Sekolah Dasar (SD) tahun tujuh puluhan … sekarang lagu makin jarang terdengar, karena selain menguasai bernyanyi dan bercerita, guru SD kini harus menguasai Teknologi Infomasi (TI/IT).

Saya menemani Guru-guru SDN Kalibaru 05, 06, 07, 08 Cilincing Jakarta Utara berubah, belajar menyusun bahan ajar gunakan IT, Jumat 1 April 2011 didampingi fabulous Tim dari SMKN 36 Jakarta yang dipimpin Ullan … umumnya guru-guru disana sadar bahwa, perubahan adalah sesuatu yang tak terelakkan, agar Guru Jakarta tak kalah skillnya dari guru yang dipelosok negeri.

Dokumentasi training-training saya lainnya bisa anda simak disana.

Cerdas dalam Memasyarakatkan Internet Sehat

DIAMATI

Begitu yang ditulis tentang Dedi Dwitagama oleh seseorang yang tak dikenalnya sama sekali…., berjarak ratusan kilometer … tak pernah jumpa dan bercakap sekalipun, beliau menuliskan begini:

“Salah satu contoh yang menginspirasi saya, sekaligus menguatkan bahwa kampanye internet sehat bisa dimulai dari diri dan lingkungan kita, adalah apa yang telah dicapai oleh Bapak Dedi Dwitagama. Beliau adalah seorang kepala sekolah di SMK Negeri 36 Cilincing Jakarta, juga seorang blogger dan trainer yang berpengalaman. Lebih dari itu, beliau adalah seorang yang cerdas dalam memasyarakatkan internet sehat. Kebijakan yang unik pun telah beliau torehkan, yaitu mewajibkan seluruh guru dan siswa di sekolahnya agar mempunyai akun Facebook dan membuat blog. Lebih unik lagi, beliau menambahkan syarat pengambilan ijazah bagi siswa yang telah lulus adalah minimal  telah menulis 100 postingan di blognya masing-masing !. Sungguh, saya belum pernah mendengar yang lebih praktis dan lebih tajam seputar membumikan internet sehat selain apa yang telah digagas oleh bapak Dedi Dwitagama ini. Semoga kita bisa terinspirasi untuk menorehkan langkah-langkah unik lainnya, tentunya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.”

Rupanya beliau menyimak posting-posting saya yang saya sendiri sudah lupa kapan, dan apa isi postingnya … mungkin karena posting saya yang tak sedikit itu ya? Ha ha ha ha … Jangan percaya dulu ……, posting Hatta Syamsuddin. Alumni Sudan, penulis dan dosen Mahad Abu Bakar UMS Surakarta. Trainer Motivasi Keislaman dan Keluarga Romantis tentang Dedi Dwitagama silahkan simak disana.

Pak Urip, Guru Kimia di Kalimantan Tengah menulis ttg Dwitagama

Pak Urip Guru Kimia (Pemenang e-learning award Depdiknas RI 2008) Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, di kompasiana dan blognya yang diberi judul Supporter Penahan “Birahi”

Pak Urip palig kiri saat penganugrahan e-learning awrd 2008

Birahi memang benar harus dikendalikan untuk bisa memberikan keuntungan lebih banyak bagi manusia pemilikinya. Tapi birahi di sini memiliki makna beda dengan arti sesungguhnya.

Baru saja saya cemas karena ada beberapa kendala saat login di indukan ngeblog yang saya pakai selama ini, wordpress.com. Saya coba memberitahu rekan nun jauh di sana soal itu yang kebetulan sama-sama pengguna wordpress.com untuk katarsis, dan onani otak. Dan ada respon darinya. Tak lama selain berkirim pesan singkat saya pun dihubunginya. Senang juga bisa ketemu rekan sejawat yang jauh lebih matang dalam segala hal.

Yang membuat saya senang dan tersadar, karena selama ini pingsan, dan karena memiliki “birahi” tinggi. Dia mengetahui kondisi saya itu hanya melalui tulisan-tulisan di blog ini. Sepertinya dia jadi”orang pintar”. Oke-lah saya mengaku soal itu, begitulah kondisi saya. Dan sayapun mengkui kalau saya memiliki softskill yang rendah. Sepertinya peringatan rekan saya itu membuat saya betul-betul terhenyak untuk bisa bangkit, dengan memanfaatkan segala kelebihan (kalau ada) dan segala kekurangan itu.

Continue reading “Pak Urip, Guru Kimia di Kalimantan Tengah menulis ttg Dwitagama”

E-Learning VS Kepala Sekolah berambut putih

http://www.interactiveclassroomsolutions.ie

Saat sarapan pagi pada kegiatan yang dihadiri oleh banyak kepala sekolah, pada sebuah meja duduk empat kepala sekolah berbagai usia, dari yang empat puluhan hingga enam puluhan, beberapa diantara mereka sudah berambut putih semua.

Topik bincang pagi itu adalah bagaimana mendorong guru-guru di sekolah agar mengelola proses belajar dengan serius; aneka cara dipaparkan oleh masing-masing orang. Inti dari adalah bahwa kehadiran guru di kelas sangat mutlak sejak awal proses belajar hingga pemberian nilai akhir harus diberikan oleh guru.

Penerapan e-learning, bisa membuat proses belajar tak selalu butuhkan tatap muka … Guru lebih berperan sebagai perencana, fasilitator, yang berusaha menarik minat dan kesungguhan peserta didik untuk bisa belajar menyelesaikan masalahnya sendiri … bahkan pada proses pengambilan nilaipun dilakukan beradasrkan sistem atau kriteria yang telah ditentukan dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk diwakili oleh alat atau teknologi yang memenuhi syarat.

Semboyan Ki Hajar Dewantoro:

Ing Ngarsa Sung Tuladha
(Di depan, seorang pendidik harus memberi tauladan)
Ing Madya Mangun Karsa
(Diantara murid, seorang pendidik bisa mendorong ide dan prakarsa)
Tut Wuri Handayani
(Dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan)

Menunjukkan bahwa guru tak selalu harus ada di depan ….

Selamat sore Guruku, masih sering bertengger di Meja kebesaran depan kelas, sementara peserta didik duduk diam sepanjang kegiatan belajar? …. yang seperti itu seharusnya ditinggalkan sejak lama.

Dunia Dalam Genggaman GURU BLOGGER

Bersama membina anak bangsa

“Konvergensi teknologi memang telah menjadikan berbagai perangkat elektronik melebur hingga hanya tinggal sebesar genggaman telapan tangan. Tak heran, Telkom pun mendeklarasikan bahwa saat ini dunia telah bisa berada di dalam genggaman kita (The World in Your Hand).”

Guru memfasilitasi peserta didik untuk hidup lebih baik di masa depan, kemampuan guru dalam menyikapi perkembangan teknologi akan memberi nilai tambah profesionalismenya dan lebih dihargai peserta didik dan rekan seprofesi.

Suatu saat Saya berjumpa dengan seorang guru yang sudah menyelesaikan kuliah S3 dan bergelar Doktor, setelah berbicara beberapa topik, beliau bertanya:

“Menulis di blog mendapat angka kredit untuk kenaikan pangkat?”

Wah, Saya cukup terkejut dengan pertanyaan seseorang yang berpendidikan sangat tinggi … apakah demikian sempitnya pandangan seorang guru yang hebat dan mengajar di sekolah paling hebat di Jakarta (kabarnya). Menulis dengan tujuan peroleh angka kredit untuk kenaikan pangkat …. sangat duniawi.

Atau barangkali Saya yang terlalu “gila”, menulis ratusan artikel sejak Novenber 2005 di empat blog saya Principal & Trainer, Photoblog Dedi, Trainer Kita dan blog ini tanpa pernah memikirkan apa yang akan saya dapat.

Saya hanya ingin mendokumentasikan berbagai hal yang saya lakukan dalam peran saya sebagai pendidik, membantu anak negeri untuk hidup lebih sejahtera. Saya berharap tulisan Saya bermanfaat buat orang lain yang sedang memiliki persoalan yang hampir serupa dengan pengalaman yang saya tuliskan, kalaupun tidak … dari berbagai tulisan yang saya publikasikan, orang tua peserta didik di sekolah Saya mengetahui bahwa anak-anak mereka sedang disiapkan ke arah yang kebih baik.

Blog, sebagai dokumentasi berbagai kegiatan, ide, keresahan, kegembiraan atau lainnya akan memberi manfaat untuk pemilik dan pembacanya. Sebagai pendidik, seorang guru harus terbiasa menulis dan mengabarkan apa yang sedang dan akan dilakukan agar bisa jadi bahan evaluasi diri dan menjadi lebih baik.

Saat menulis Blog, Saya juga berkelana menyimak berbagai informasi dari rekan sejawat dan lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri sehingga tak terasa informasi terserap dan berguna saat dibutuhkan.

Menulis memang bukan hal yang mudah, demikian juga ketika kesulitan ide atau topik yang akan ditulis. Pada saat seperti itu biasanya Saya menulis dalam bentuk puisi, walau hanya sebait. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Dari pada tertidur karena tak tahan melawan ngantuk, kita bisa menulis saat menghadiri pertemuan, sebelum tidur, atau kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya.

Sahabat Saya di dunia maya Riri Satria menulis di blognya begini:

“Nge-blog memungkinkan seseorang untuk mengubah tacit knowledge yang ada di dalam pikirannya, menjadi explicit knowledge, yang bisa dipelajari oleh orang lain. Dalam kerangka knowledge management, proses pengubahan tacit knowledge menjadi explicit knowledge ini sangat penting, karena dengan itulah pengetahuan akan berkembang, dan berbagai ide, wacana, atau pemikiran baru akan dibahas, diperbincangkan, bahkan diuji oleh khalayak ramai, sehingga menambah khazanah ilmu pengetahuan. Semakin banyak orang nge-blog, semakin banyak tacit knowledge yang berubah menjadi explicit knowledge, dan akhirnya akan terbentuk suatu learning society.”

Om Jay, Guru SMP Labshool Rawamangun Jakarta Timur yang sering keliling Indonesia menjadi nara sumber akibat tulisan-tulisan di blognya, beliau sahabat Saya di dunia nyata menulis begini:

“Jasad kita boleh terkubur, tetapi tulisan kita akan kekal dan terus dibaca oleh anak cucu kita. kalau sudah begitu, Yuk kita menulis sebelum tidur. Tidur kita yang panjang, tidurnya mbah Surip dan mbah Willy. S. Rendra. Di kenang karena karya tulisnya yang mencerahkan.”

Selamat Hari Guru Nasional, Saya bangga jadi Guru

Ditulis untuk menanggapi artikel “Dunia Dalam Genggaman”