Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Kangen Sigale-gale

Berkunjung ke Danau Toba selalu menyenangkan buat saya, sekian jam perjalanan mampir di Brastagi yang sejuk, manukmati buah-buahan di pasar Brastagi sambil blusukan di pasar yang menyegarkan mata, hati dan tenggorokan dengan membeli dan makan buah-buahan yang sangat segar di pasar Brastagi.

Saat menyeberangi Danau Toba menuju Pulau Samosir saya sangat menikmati suara pengamen cilik di atas kapal feri, menyanyinya serius, jika tampil group, pecah suaranya bagus sekali dan membuat saya ikut bernyanyi dan bergoyang.

Di Tomok Pulau Samosir saya selalu ingin manortor dan memainkan boneka sigale-gale … horaaaas!!!


2 Comments

Tips Mengelola Piala dan Medali di Sekolah

piala

Ada berapa jumlah piala di sekolah anda?
puluhan, ratusan atau ribuan?
dimanakah disimpan?
di dalam rak di teras sekolah?
di ruang guru dan ruang kepala sekolah?
di berbagai sudut karena jumlahnya sangat banyak

Piala itu pasti diperoleh dengan perjuangan yang susah payah, apalagi prestasi tingkat Nasional atau Internasional, pasti perjuangannya sangat luar biasa, energi yang dihabiskan untuk berlatih, biaya yang dikeluarkan, tenaga yang dikerahkan luar biasa, apalagi jika kompetisi atau pertandingan berlangsung di luar kota atau hingga ke luar negeri.

Setelah piala atau medali itu tiba di sekolah kemudian berubah jadi benda bisu yang seolah tak punya arti, yang bisa merasakan nilai, arti atau bangganya melihat benda itu hanyalah mereka yang terlibat langsung merebut prestasi, sementara warga sekolah yang lainnya tak merasakan arti benda itu. Ketika murid-murid yang berprestasi telah lulus atau guru yang terlibat sudah pensiun dan pindah ke lain sekolah maka piala dan medali seperti kumpulan sampah, yang suatu ketika karena berbagai sebab jatuh, patah, hancur, dsb, benda tersebut akan menjadi penghuni tempat sampah … hilang tak berbekas.

Bagaimana mengelola piala dan medali di sekolah agar tetap hidup dan bisa dikenang dalam waktu yang lama? Silahkan lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Dokumentsikan suasana latihan kelompok ekskul yang akan mengikuti lomba atau kompetisi dalam bentuk foto-foto dan video, upload di blog sekolah dan youtube.

2. Dokumentsikan suasana pelaksanaan lomba kelompok ekskul langsung di lokasi lomba atau kompetisi dalam bentuk foto-foto dan video, upload di blog sekolah dan youtube.

3. Dokumentsikan suasana penyerahan piala atau medali dari kelompok ekskul yang telah mengikuti lomba atau kompetisi kepada sekolah saat upacara di hadapan semua warga sekolah dalam bentuk foto-foto dan video, upload di blog sekolah dan youtube, jangan lupa sertakan nama-nama yang memberi andil meraih prestasi, foto dan wajah mereka pun harus terlihat di blog dan youtube.

Di bawah ini contoh video yang mendokumentasikan piala di SMKN 50 Jakarta.

Contoh reportase atau cerita prestasi yang menyertai piala dan medali juga bisa di simak disini.

Suatu saat, murid-murid yang ad dalam foto dan video di atas akan menjumpai wajahnya dan melihat piala yang diraihnya, murid-murid adik kelasnya yang bersekolah saat ini pun dapat melihat piala dan seniornya yang berprestasi mengharumkan nama sekolah, propinsi atau bangsa dan negara, bagaimana di sekolah kamu?


Leave a comment

Mendokumentasikan wajah sendiri

Foto-foto di atas merupakan rekam jejak beberapa presentasi Saya di tahun 2016, reportase lengkapnya bisa dinikmati disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.