Blog Pendidik


Leave a comment

Seragam Guru Jakarta, bikin makin gagah & cantik gurunya dan membuat bangga muridnya

Hotel-101

Satpam Hotel

Pada suatu kegiatan di Kementrian Pendidikan Nasional yang dihadiri oleh utusan guru-guru dari seluruh Indonesia, mereka datang dengan pakaian resmi sesuai daerahnya masing-masing.

Guru A: “Bapak dari Jakarta?”
Guru B: “Iya Bu, Koq tahu?”
Guru A: “Dari dasi Bapak ada ciri Jakarta terlihat, yaitu ondel-ondel dengan aksen merah dan kemeriahan ondel-ondel sangat serasi dengan kemeja putih dan jas hitam yang bapak kenakan”

Guru-guru Jakarta memiliki beberapa jenis seragam, yaitu:
Seragam Resmi: Jas dan bawahan warna hitam, dengan dasi nuansa merah berornamen ondel-ondel.
Seragam harian: Kemeja Abu-abu pastel lengan panjang, bawahan abu-abu tua.
Seragam batik: Berornamen batik betawi.
Seragam Olahraga: Kaos Polo putih dan training orange.

Semua seragam yang dikenakan guru Jakarta adalah hasil disain perancang terkenal yang hasil karyanya dikenakan banyak pesohor dan penikmat mode se dunia, jadi bisa dibayangkan betapa gagah dan cantik guru-guru Jakarta mengenakan seragam kerja setiap harinya, termasuk ketika ada acara-acara skala nasional yang mempertemukan guru-guru se negara.

Ketika ada acara olahraga yang mengumpulkan guru-guru se Jakarta, seperti yang biasa dilangsungkan di Monas, misalnya saat hari guru, ulang tahun Jakarta, dsb semua guru bisa mengenakan seragam kaos polo putih dan training orange, sebagai pembeda sekola atau jenjang SD, SLTP, SLTA bisa dikenakan Topi hasil disain sekolah, wilayah atau unit lainnya.

Jika ada acara resmi di Gubernur atau ke istana negara, guru-guru Jakarta bisa mengenakan seragam resmi jas hitam. Kebiasaan membeli seragam baru saat ada kegiatan jadi bisa dikurangi bahkan dihentikan. Coba deh perhatikan isi lemari anda, berapa banyak seragam yang hanya anda kenakan hanya sekali pada saat kegiatan tertentu, apalagi yang ada tulisan atau sablon nama kegiatan dengan tanggal atau tahun, biasanya pakaian itu tak lagi anda kenakan, apalagi saat tahunnya telah berganti, karena pakaian itu jadi terasa “basi” atau kadaluarsa.

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Hotel Safari Garden Puncak”
Owh, maaf … ternyata saya tertidur di perjalanan Jakarta-Puncak, dan ketika turun dari mobil, saya disapa petugas satpam hotel yang memakai seragam berwarna gelap biru-biru dengan lencana dan name tag di dada dan memegang Handi Talki, berucap:

“Selamat datang di Hotel Safari Garden Pak, ada yang bisa kami bantu?”

Advertisements


6 Comments

Sekolah susah cari guru berprestasi

Prestasi adalah suatu pencapaian dari hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sukacita, bahagia walau banyak yang menilainya “aneh”  dan tak biasa

il_340x270.899242844_duzrPada suatu ketika, ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten berisi permintaan pengiriman nama peserta seleksi guru berprestasi tingkat Kabupaten, selanjutnya Kepala Sekolah memanggil beberapa guru yang dinominasikan untuk menjadi utusan sekolah dengan batas waktu pengiriman nama dua hari ke depan, inilah jawaban mereka;

Guru A: Mohon maaf Pak, Saya sudah terlalu sepuh untuk ikut kompetisi itu.
Guru B: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah ikut beberapa tahun yang lalu.
Guru C: Mohon maaf Pak, mendadak sekali, Saya tidak siap.
Guru D: Mohon maaf Pak, Saya masih golongan III A, yang senior masih banyak.
Guru E: Mohon maaf Pak, Saya merasa belum berprestasi.
Guru F: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah juara tingkat propinsi, yang lain saja.
Guru G: Mohon maaf Pak, terlalu banyak berkas harus disiapkan, Saya tak siap.
Guru H: Mohon maaf Pak, Saya fokus jadi panitia PPDB.
Guru I: Mohon maaf Pak, Saya sibuk kegiatan semesteran.
Guru J: Mohon maaf Pak, kalau hadiahnya umroh saya mau.
Guru K: Mohon maaf Pak, Saya cuma guru honor.
Guru L: Mohon maaf Pak, nilai kinerja saya rendah, yang tertinggi saja lebih baik.
Guru M: Mohon maaf Pak, Saya sering Bapak omelin, itu artinya Saya belum pantas.
Guru N: Mohon maaf Pak, Saya lelah karena baru selesai penataran selama seminggu.
Guru O: Mohon maaf Pak, Saya enggan melakukan perjalanan 6 jam ke kabupaten untuk ikut kegiatannya.

Maka, sekolah itu tak mengirim perwakilan untuk ikut seleksi guru berprestasi (gupres) tingkat kotamadya, seandainya;

– Sekolah mengadakan pemilihan guru berprestasi yang dinilai oleh guru, tata usaha, murid, perwakilan orang tua dan pengawas sekolah setiap tahun dengan hadiah yang pantas seperti umroh, wisata ke luar negeri, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, maka yang terpilih secara otomatis mewakili sekolah untuk pemilihan gupres tingkat kotamadya. Sekolah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Pemerintah memberi penghargaan yang pantas kepada juara gupres tingkat kecamatan, kotamadya, propinsi, hingga tingkat nasional, berupa rumah, pergi haji, umroh, wisata ke luar negeri, mobil, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, dsb. Pemerintah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Persyaratan peserta cukup dengan bukti file digital, tak perlu dicetak hingga membutuhkan biaya yang banyak, untuk konfirmasi keaslian dokumen bisa dilakukan saat wawancara.

– Standar penilaian gupres harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu menghasilkan juara guru berprestasi yang memang benar-benar berprestasi, jangan hanya menjadi program rutin setiap tahun, jika prestasinya belum pantas diapresiasi tak perlu dipaksakan ada juara gupres, hal ini bisa jadi bahan instrospeksi tentang pembinaan guru yang sudah dilakukan dan rencana pembinaan guru ke depan agar dihasilkan buru-guru yang bermutu.

– Pemerintah perlu mencari cara dan mengubah citra agar guru terpacu mengikuti kompetisi gupres, seperti atlit olimpiade yang rela latihan bertahun-tahun untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia, negara rela membiayai latihan atlitnya untuk bisa berprestasi di tingkat dunia … bagaimana caranya agar seleksi gupres itu menjadi ajang terhormat bagi guru, sehingga sekolah rela membina gurunya untuk bisa membawa nama baik sekolah dan guru yang dipilih pun dengan suka cita dan bangga menerima tugas itu, dinas pendidikan hingga kementrian pasti memiliki tenaga ahli yang bisa merubah pencitraan kompetisi gupres jadi kegiatan terhormat dan diminati guru negeri ini.

Apakah anda sudah pernah ikut seleksi gupres? apa pendapat anda tentang kegiatan itu?


3 Comments

Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

Screen Shot 2017-05-18 at 10.15.39 AM

Teman dan sahabat,
Coba ingat pengalaman kita belajar di sekolah dan perguruan tinggi, berapa banyak kegiatan selama anda jadi murid dan mahasiswa yang membuat anda jadi merasa lebih berbudaya?

Jika budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berapa banyak kegiatan zaman dulu yang dilakukan bersama kelompok di kelas kita yang menghasilkan suatu karya atau suatu cara hidup untuk berkembang? Tugas-tugas kelompok ketika sekolah biasanya berujung dengan laporan yang dicetak dan dipresentasikan di depan kelas dan kemudian mendapat nilai dari guru.

Jika sebagai guru, hari-hari ini anda masih memberi tugas murid untuk mencetak laporan murid artinya anda masih sama dengan guru-guru empat puluh tahun yang lalu, apalagi tugas-tugas anda buat murid hanya sekedar merespon mata pelajarn yang anda ajarkan di kelas dan sangat tak terasa hubungannya dengan kehidupan nyata yang berkembang di sekitar kita sat ini.

Bagaimana seharusnya?

Tugas-tugas pelajaran di sekolah seharusnya dihubungkan dengan berbagai situasi yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari dan menimbulkan strategi dari murid untuk mampu menyikapi stuasi dengan cara-cara yang berbudaya yang dalam jangka panjang menumbuhkan karakter yang baik dari murid sekolah.

Resume atau laporan didokumentasikan dalam bentuk narasi yang tak perlu lagi dicetak, tetapi diunggah dalam bentuk blog, video, foto yang akan meninggalkan jejak transaksi budaya di sekolah yang dilakukan guru dengan murid di sekolah itu.

Guru menilai proses kerjasama dan hasil dari dokumenasi digital yang bisa dilihat oleh orang sedunia di blog, youtube dan bisa dicari di google himgga puluhan tahu ke depan.

Video di atas adalah salah satu contoh bentuk pembelajaran yang mendorong murid bersama kelompoknya belajar menyusun rencana, bermufakat, menentukan skenario, merekam gambar, melakukan editing hingga mengunggah video ke youtube. Proses pembelajaran yang hasilnya bisa dinikmati hingga puluhan tahun, sementara jika hanya dicetak tugas kelompoknya langsung hilang tak berbekas, hanya nilai di raport yang bisu tak bersuara dan tanpa gambar.

Bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Meneliti diri sendiri setelah pengumuman ujian sekolah

20150910140158-sekolah-di-palembang-diliburkan-gara-gara-asap-makin-berbahaya-001-nfi-2

Teman dan sahabat,

Perhatikan setelah pengumuman kelulusan, berapa persen murid anda yang datang ucapkan terima kasih? setelah usaha membimbing dan mengasuhnya bertahun-tahun dengan penuh cinta yang tulus?

Hampir semua murid anda mengucapkan terima kasih setelah pengumuman!! Anda pasti guru yang hebat dan murid-murid anda adalah anak-anak yang hebat, luar biasa atau sebagai guru anda telah berhasil mendidik mereka menjadi pribadi yang tahu berterima kasih.

Hampir tak ada murid anda yang mengucapkan terima kasih setelah pengumuman? Mungkin murid-murid anda sedang bingung semua merencanakan mau kemama setelah lulus ujian? atau murid anda tak merasa bahwa anda peduli terhadapnya.

Ada yang tak peduli, apakah murid mengucapkan terima kasih atau tidak setelah pengumuman kelulusan, mereka ikhlas saja mendidik dengan baik untuk mengantarkan murid ke kehidupan yang sejahtera.

Ada yang mengamati bahwa ternyata sangat sedikit sekali murid yang berterima kasih padanya setelah lulus, oleh sebab itu dia tak terlalu serius mendidik muridnya, tetapi dia  tak bekerja asal-asalan, tetap berusaha memberikan yang terbaik, tetapi secara serius menyisihkan waktu dan perhatiaannya untuk mengembangkan diri sendiri sebagai pribadi sehingga guru itu produktif menghasilkan karya berupa buku, lukisan, musik, teater, lagu, novel, blog, dsb atau bisnis dan usaha yang bikin hidup lebih sejahtera.

Bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Antara pelupa dan tak peduli

oplosan

Anak-anak muda mati setelah berpesta minuman keras (miras) oplosan, pengguna narkoba mati over dosis setelah pesta narkoba, pengedar narkoba mati ditembak aparat saat penangkapan, pengedar yang dipenjara memenuli penjara, penduduk yang mati karena merokok, sejak saya sekolah di SMP tahun 1977 tawuran pelajar sudah sering terjadi dan menyebabkan kematian banyak anak berseragam, dsb. Anak-anak sekolah yang jadi korban kecelakaan lalu lintas karena ketiadaan angkutan umum sehingga mereka ke sekolah membawa kendaraan bermotor.

Beritanya berkelebat di media cetak dan televisi, tapi kemudian sepertinya semua lupa, hingga terjadi lagi, ada yang mati karena sesuatu yang tak seharusnya (atau memang sudah takdir?).  Kecelakaan sepeda motor, tawuran, miras, kembali menelan korban, anak-anak muda mati sia-sia. sejenak kita  terhenyak, kemudian seperti lupa atau tak peduli terhadap masalah tawuran, miras, ketiadaan angkutan umum.

Kenapa tak dicari cara yang bisa membuat pelajar enggan melakukan tawuran, apakah mau dengan pendekatan agama, olah raga, militer, hukum, psikologi atau apapun … silahkan deh, yang penting semua sadar bahwa tawuran ga boleh ada lagi, jika ternyata ada yang tmembawa senjata, melakukan tawuran hingga menyebabkan kematian harus dihukum, pasalnya banyak di KUHP, atau jika mereka masih anak-anak tetapi suka berkelahi, kenapa tidak dilokalisir di sebuah pulau dengan diberi kegiatan belajar bela diri, menggunakan senjata tajam, kompetisi, berburu atu apa saja yang membuat hobbynya tersalurkan. Apakah orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan baik sehingga menyebabkan kematian anak orang lain bisa dihukum dan dipenjara?

Bukankah semua gur berpendidikan sarjana, kenapa pula tak mampu atau kalah oleh pelajar yang umurnya belasan? Karena takut atau tak peduli? Mungkin ada yang mau galak tapi takut dipolisikan, melanggar HAM dan beraneka alasan yang endingnya jadi tak peduli. Begitu pandaikan anak sekolah menyembunyikan clurit sehingga orang tua, guru, polisi atau semua orang dewasa bisa dikibuli oleh pelajar?

Tentang miras, apakah pembuat miras oplosan tidak bisa dihukum berat karena perbuatannya telah menimbulkan banyak kematian? Penjual miras oplosan harusnya dipenjara supaya bisa jadi pelajaran buat penjual yang lain.  Lucunya, kenapa pula anak-anak muda itu terlalu bodoh mau meminum sesuatu yang tidak jelas terbuat dari apa, padahal negeri ini berlimpah air, teh, kopi, juss, atau apa saja yang menyehatkan.

Jika ada anak sekolah yang mati karena kecelakaan sepeda motor diperjalanan pergi ataupulang ke sekolah, siapa yang bertanggung jawab? orang tua yang memberikan motor kepada anaknya? Kepala Sekolah atau guru yang membiarkan murid membawa motor? atau Kepala Daerah yang tidak bisa menyediakan angkutan umum  buat warganya?

Kalau kejadian di atas terluang lagi, sesungguhnya kita itu pelupa atau tak peduli? hingga anggota keluarga kita mengelami kejadian itu? menurut kamu?


2 Comments

Bahagia itu sederhana: Tulisan saya jadi headline di Kompasiana

Screen Shot 2017-03-28 at 10.26.05 AM

Buat anda yang punya blog, pernah menulis buku pasti tahu bagaimana rasanya mempertahankan semangat untuk terus menulis, dan bahagianya luar biasa mengetahui tulisannya dibaca orang. Itu yang saya rasakan saat mengetahui tulisan saya tentang teror angkutan umum bisa jadi headline di Kompasiana, sebuah blog komunitas yang jadi tempat kumpul penulis jempolan negeri ini, mereka yang berkarir di jurnalistik atau beragam profesi yang punya passion menulis, termasuk saya yang berprofesi sebagai pendidik yang gemar menulis blog sejak 2005.

Terima kasih kepada admin dan manajemen kompasiana yang berkenan menerbitkan tulisan saya, semoga bermanfaat.


Leave a comment

Anak bandel, orang tua dihukum

motor

sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?


Leave a comment

Pengelompokkan Sekolah di Negeri Paman Besut

Di ibukota Negeri Paman Besut, ada sekolah lanjutan yang baru didirikan letaknya ditepi jalan utama pinggir kota yang berbatasan dengan kota lain propinsi tetangga, di daerah itu banyak tumbuh perumahan di pinggir ibukota maupun di areal propinsi tetangga yang dihuni oleh warga ibukota atau penduduk yang bekerja di ibukota, walau itu sekolah baru langsung menjadi sekolah ngetop alias unggulan di wilayahnya karena orang tua berlomba mendaftarkan anaknya di sekolah itu karena jalur jalannya yang bisa dilalui sambil berangkat kerja berbarengan mengantar sekolah anaknya. Maka nilai anak yang masuk ke sekolah itu harus tinggi untuk bisa lolos seleksi dan diterima di sekolah baru itu, nomor sekolah itu ratusan. Jika itu sekolah swasta, biasanya adalah sekolah yang berbentuk yayasan ternama yang sudah memiliki sekolah di beberapa tempat seantero negeri. Apakah sekolah itu benar-benar bagus atau bermutu?

Pengelompokkan sekolah dinegeri paman besut bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Sekolah top bagus, umumnya sekolah negeri yang didirikan pemerintah sejak negeri ini merdeka, berada di tepi jalan utama kota, di lingkungan elit atau daerah yang pernah jadi pusat kegiatan penduduk kota. Jika sekolah negeri, umumnya bernomor kecil, atau bernomor besar hingga ratusan tetapi letaknya di lokasi yang sangat strategis di tepi jalan utama atau banyak dilalui angkutan umum.

  Selain karena letak sekolah di tepi jalan utama atau di sekitar komplek di daerah elit, sekolah bagus bisa metamorfosa dari sekolah standar yang berhasil meningkatkan kualitas sekolah melalui kerjasama orang tua murid dan manajemen sekolah, sehingga sekolah yang dulunya  standar menjadi top, bagus dan dimimati masyarakat dengan indikasi nilai murid yang masuk ke sekolah itu harus tinggi.

Sekolah swasta yang dimiliki oleh yayasan-yayasan besar dan terletak di tepi jalan utama atau di sekitar komplek perumahan diminati oleh masyarakat kelas atas yang mensyaratkan fasilitas dan sarana yang bagus untuk sekolah putra-putrinya, umumnya sekolah swasta melakukan tes atau seleksi penyaringan untuk calon murid baru, bahkan ada yang sejak setahun sebelum tahun ajaran baru sudah melakukan seleksi penerimaan murid baru. Masyarakat secara sukarela bersedia membayar mahal untuk proses pendidikan anaknya.

2. Sekolah top jelek. Merupakan sekolah yang terkenal jelek atau tak bagus di masyarakat, dengan penyebab yang beraneka seperti; suka tawuran, tidak disiplin, lulusannya tak bermutu, letaknya jauh di pelosok, tak ada angkutan umum yang melewati sekolah itu, atau perubahan kondisi sosial, budaya dan ekonomi lingkungan sekolah, seperti di dekat pasar yang kumuh, jauh dari perumahan, dsb.

Ada sekolah negeri yang ngetop yang karena kebijakan pemerintah pada periode tertentu harus berbagi tempat dengan sekolah swasta untuk menumpang yang dikoordinir organisasi guru, sehingga sekolah berlangsung dua shift. Murid-murid sekolah swasta sering melakukan tindakan yang kurang bagus seperti tawuran, nongkrong di tempat umum, masyarakat jadi menilai jelek untuk sekolah itu, termasuk untuk sekolah negeri yang masuk pagi, kadang anak sekolah  yang menumpang menyatakan bahwa mereka berasal dari sekolah negeri yang ditunmpanginya, dan memang masyarakat melihat murid-murid masuk dan keluar dari sekolah negeri itu, jadilah sekolah negeri itu terkenal atau ngeto kejelekkannya.

Sekolah negeri kelompok ini beragam, yang nomornya kecil hingga ratusan, umumnya guru-guru atau manajemen sekolah pasrah dengan label yang diberikan masyarakat dan kurang melakukan berbagai upaya yang bisa merubah citra sekolah. Pendaftar sekolah ini tak terlalu banyak, biasanya murid yang bernilai kecil bisa diterima di sekolah kelompok ini, dan keluarga yang menyekolahkan anaknya disini sepertinya terpaksa agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri yang gratis tanpa harus dibebani uang iuran atau bayaran sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini umumnya terletak di lingkungan kumuh, terselip di lingkungan yang kurang nyaman, didirikan oleh lembaga atau perorangan dengan trak record yang kurang jelas, menerima murid sesuai kapasitas jumlah ruang atau pendaftarnya sangat sedikit dan mengandalkan hidup dari iuran atau bayaran murid di sekolahnya.

Guru-guru dan manajemen sekolah kelompok ini sepertinya terbelenggu oleh citra, image atau label yang diberikan oleh masyarakat, seolah tak berdaya untuk melakukan terobosan atau upaya merubah citra, image atau label menjadi lebih baik.

3. Sekolah standard. Umumnya terletak di daerah yang biasa-biasa saja, jika di pinggir jalan itu hanya jalan perkampungan yang macet dan tak nyaman untuk dilalui mobil pribadi, atau sekolah yang letaknya tak jauh dari sekolah yang kualitasnya lebih baik, sehingga masyarakat lebih memilih sekolah tetangga dan yang tak diterima di sekolah bagus terdekat kemudian memilih sekolah standar agar anaknya tetap bisa bersekolah di sekolah negeri. Kondisi bangunan sekolah standar umumnya kurang bagus sehingga masyarakat yang mampu enggan menyekolahkan anaknya disana, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah yang menyekolahkan anaknya di sekolah kelompok ini. Sekolah standar masih banyak diminati masyarakat karena jumlah penduduk usia sekolah masih banyak dan jumlah sekolah menengah tak cukup menampung anak usia sekolah.

Ada sekolah negeri yang bernomor kecil atau dahulu pernah menjadi sekolah favorit bahkan memperoleh sebutan sekolah teladan kini jadi sekolah standar karena pergerakan pemukiman yang bergeser ke pinggir kota, di sekitar sekolah itu dulu banyak perumahan, kini tak lagi karena peruntukkan daerahnya berubah menjadi daerah perkantoran atau bisnis. Selain karena pergeseran pemukiman penduduk, juga karena berbagai peristiwa kekerasan di sekolah itu, ketakberdayaan guru dan manajemen sekolah mendisiplinkan murid dan pelayanan sekolah yang tak bagus, maka sekolah top kini jadi sekolah standard.

Ada sekolah swasta yang dulunya ngetop atau favorit karena terletak di lokasi yang bagus tetapi masyarakat banyak yang bergeser ke pemukiman di pinggir kota maka peminat sekolah itu makin berkurang atau karena ada peristiwa luar biasa yang menghebohkan seperti kekerasan senior terhadap yunior di sekolah, adda juga yang disebabkan oleh keterlambatan pemerintah merehab sekolah yang sarananya sudah banyak yang rusak dan sekolahnya tak melakukan renovasi yang lebih memberi kenyamanan.

Sekolah swasta kelompok ini, umumnya dikelola oleh organisasi yang peduli terhadap kesejhteraan masyarakat tetapi tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyediakan sarana yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

4. Sekolah jelek tak ngetop. Sekolah yang letaknya berdekatan dengan beberapa sekolah atau terletak jauh dari pemukiman penduduk, ada yang terletak di tengah kuburan atau menggunakan bangunan sekolah dasar yang tak dipergunakan lagi tetapi karena berbagai sebab seperti, kondisi bangunan sekolah, disiplin, manajemen sekolah, dsb sehingga masyarakat memberi label sekolah jelek yang tak ngetop, tetapi muridnya tetap ada karena mereka yang tak diterima di sekolah sekitarnya terpaksa memilih sekolah itu dan tak bisa menolak, targetnya hanya memanfaatkan fasilitas sekolah gratis.

Guru-guru dan manajemen sekolah merasa sulit menerapkan displin di sekolah, mereka menyatakan bahwa murid-murid mereka merupakan anak-anak yang sangat tak mampu hingga ketika mereka melanggar tata tertib pun sekolah tak melakukan tindakan apalagi mengeluarkan anak dari sekolah. Guru dana manajemen sekolah menyatakan harapannya semoga ijazah yang diperoleh bermanfaat buat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari kerja, daripada mereka dikenakan sangsi pelanggran tata tertib hingga dikeluarkan dari sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini biasanya muridnya sedikit, mereka berasal dari anak-anak yang tak diterima di sekolah negeri tetapi bertempat tingga di sekitar sekolah itu. Murid bersekolah sekedar untuk mendapatkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

5. Sekolah sekarat. Sekolah yang jumlah muridnya terus menurun dari tahun ke tahun, walau sekolah negeri sekalipun, jumlah muridnya makin berkurang, penyebabnya beragam; jumlah anak usia sekolah di lingkungan itu makin sedikit dan sudah terserap di sekolah lainnya, atau karena pelayanan guru dan manajemen sekolah yang kurang baik sehingga masyarakat emoh menyekolahkan anaknya ke sekolah itu.

Sekolah negeri kelompok ini kemudian dimerger atau digabung dengan sekolah lain yang terdekat, sementara jika sekolah swasta akan tutup dan menjadi kenangan yang mungkin masih bisa dicari di google atau media sosial.

Kartun Beny

Kartun Beny

Saya nulis ini intinya cuma ingin katakan bahwa suatu sekolah punya image top, bagus, standar atau jelek bukan semata-mata hanya karena guru dan manajemen sekolah, letak sekolah bisa jadi penentu yang masuk ke sekolah itu adalah anak-anak bagus atau bibit unggul, jika inputya sudah bagus maka walau dalam proses hanya diperlakukan minim treatmen atau tanpa inovasi, outputnya menjadi bagus.

Jika anda berada di sekolah standar atau jelek tak perlu pesimis, tetaplah melakukan kerja yang terbaik, inovasi dan produktif dalam mendidik murid, andai sekolah anda kemudian menjadi berubah level karena anda itu bagus, andai tak berpengaruh kepada sekolah, anda akan menjadi guru yang punya nilai lebih karena banyak karya dan bisa menjadi rujukan banyaak teman pendidik, anda bisa jadi penerang dunia.

Mau tahu seberapa level diri anda dalam pekerjaan saat ini? search deh nama anda di google, lihat ada berapa banyak  informasi yang orang sedunia bisa baca tentang diri anda, jika anda menjadi bagian sekolah top yang bagus tapi kualitas diri anda biasa-biasa saja atau buruk itu seperti semut yang berada di kandang gajah, tinggal tunggu kapan anda mati terinjak gajah atau tersemprot air dari belalai gajah.

Walau anda berada di sekolah standar atau sekolah jelek sekalipun tetapi cahaya anda bisa menerangi diri anda, keluarga, sekolah anda dan sekolah lain se dunia, maka anda menjadi gajah di kandang semut, mana yang anda pilih?


Leave a comment

Mari tambahkan doa buat anak sekolah yang bersepeda motor, sebelum dia mati

smp-motor

Selamat pagi pembaca setia blog saya, semoga saat ini anda dalam sehat selalu dan bisa melakukan yang terbaik buat sesama. Kegalauan saya tantang pelajar berspeda motor yang sering saya ungkap di blog ini rupanya berkelanjutan, perhatikan foto di atas.

Peristiwa kecelakaan dahsyat yang terjadi di Jalan Kaliurang Jogja ternyata menjadi viral disosmed. Dari gambar yang terlihat itu menunjukan motor ninjanya hingga terbelah dua, seolah itu menunjukan betapa kencangnya motor itu dipacu hingga akhirnya terjadi peristiwa kecelakaan. Korban yang tertabrak meninggal ditempat dan yang menabrak meninggal beberapa hari setelah kejadian (yakni tanggal 19/1/17). Peristiwa itu terjadi tanggal 15 Januari 2017 di depan SPBU Pedak Jakal Km 12 pukul 7.30 wib.

Dan yang ramai dibicarakan dari kasus kecelakaan tersebut adalah soal pengendara motor Ninja 250 fi itu ternyata masih anak SMP! Ceritanya si anak SMP ini ultah terus mau ngadain pesta dengan teman-teman smp-nya.

Apakah keluarga anda yang masih sekolah pagi ini berkendara sepeda motor, doakan aja semoga selamat tiba di rumah pulang sore ini.

 


Leave a comment

Sekolah sukses mendidik karakter penduduk negeri; jadi pelanggar hukum dan berani membunuh diri sendiri

sd-motor

Murid Sekolah Dasar mengendarai sepeda motor ke sekolah,  ayah bilang mereka harus bekerja, tak ada angkutan umum dari rumah ke sekolah, atau harus berganti beberpa kali angkutan umum plus berjalan kaki hingga membutuhkan waktu yang lama untuk pergi dan pulang dari sekolah dan ibunya bilang mereka harus mengurus rumah tangga, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mengurus anak balitanya, siapkan makan siang buat keluarga, membantu suami di sawah, ladang atau kebun, agar anaknya bisa cepat sampai di sekolah dan kembali di rumah maka dibiarkanlah anaknya membawa motor ke sekolah yang ternyata juga dilakukan oleh banyak teman-temannya di sekolah.

anak-sekolah-merokok

Saat di sekolah lanjutan anak-anak mulai bersosialisasi dan mengamati tingkah laku orang dewasa, terdorong ingin mencoba hal-hal baru, gempuran iklan produsen motor dan rokok serta tekanan sosial kelompok atau peer group membuat mereka berkumpul dengan teman seusianya sebelum atau sesudah pulang sekolah, saling bertukar kabar, cerita, sambil menikmati makanan, minuman dan berbagai merek rokok dan mereka kecaanduan rokok, menghisapnya setiap hari, saat berangkat ke sekolah, mengendarai sepeda motor sambil menjepit benda putih di jari dan menghisap rokok diantara deru asap knalpot yang juga dihisapnya.

Guru-guru di sekolah tak mengetahui hal itu? Sesungguhnya guru-guru tahu bahwa muridnya ke sekolah menggunakan sepeda motor atau menghisap rokok, karena kadang mereka parkir motornya di sekolah atau di sekitar sekolah, dan ketika berbicara dengan guru pagi hari, aroma rokok dari mulut murid bisa dihirup oleh guru.

Mungkin guru-guru merasa itu bukan urusan mereka, urusan mereka cuma mengajar mata pelajaran di kelas, tak perlu pedulikan kelakuan murid di jalan, mungkin karena anak guru itu yang seusia dengan muridnya juga melakukan hal yang sama, berangkat ke seklah berkendara motor sambil merokok sehingga itu jadi hal yang biasa, atau kalaupun guru mau menegur muridnya, menerapkan tata tertib atau memberikan sangsi yang bisa berujung pada penambahan jumlah poin atau pelanggaran hingga harus dikeluarkan dari sekolah pun akhirnya membuat guru kecewa, karena kepala sekolah tak berkenan mengeluarkan murid yang berkali-kali melanggar tata tertib dan kembali menugaskan guru-guru untuk membina lagi, hingga waktu terus berjalan dan murid itu lulus, bahkan kadang guru menjemput muridnya ke rumah agar ikut ujian di sekolah. Atau guru-guru takut dilaporkan polisi ketika memberi sangsi kepada muridnya?

Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua, sekolah, pemerintah dan masyarakat.

1. Andai orang tua sadar bahwa syarat seseorang boleh mengendarai motor adalah sudah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, jika tak ada angkutan umum dari rumah ke sekolah orang tua bisa mendorong anaknya menggunakan sepeda untuk ke sekolah yang bisa sekaligus berolah raga dan mengurangi polusi serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

2. Sekolah harus melakukan berbagai hal yang mendorong murid menggunakan sepeda ke sekolah dengan berbagai kegiatan, seperti menyiapkan tempat parkir sepeda yang representatif, mengundang polisi lalu lintas untuk memberi penyuluhan tentang peraturan lalu lintas, mengundang polisi untuk melakukan razia pagi hari di lokasi dimana murid menitipkan motornya, memberi sangsi kepada murid yang membawa kendaraan dan belum memiliki SIM.

3. Pemerintah harus menyediakan angkutan umum yang bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk menuju ke sekolah dari rumah mereka. Puluhan tahun negeri merdeka, kenapa angkutan umum masih saja tak nyaman dan belum menjangkau pemukiman warga di kota maupun desa. berapa rezim pemerintah sudah berganti, tetapi tetap saja angkutan umum negeri ini tak baik sehingga rakyat berusaha menyelesaikan masalah sendiri dengan memaksakan membeli sepeda motor atau kredit dengan bunga yang tak kecil karena merasa sangat butuh kendaraan untuk aktifitasnya.

Polisi harus menerapkan Undang-undang Lalu Lintas yang melarang anak berusia dibawah 17 tahun dan tak memiliki SIM mengendari kendaraan bermotor, polisi harus menindak, menilang pelajar yang melanggar aturan lalu lintas. Pembuatan SIM harus dilakukan secara baik, tak bisa “nembak” atau menyogok dengan membayar sejumlah uang untuk memperoleh SIM tanpa proses test yang benar. Masyarakat yang menyogok polisi atau mengajak berdamai dengan membayar sejumlah uang bisa dikenakan hukuman penyuapan, polisi yang disgok pun harus mendapat sangsi yang sesuai dengan peraturan.

4. Masyarakat harus secara keras menuntut kepala daerah yang selalu berjanji saat kampanye sebelum dipilih yang akan mensejahterakan rakyatnya, tetapi kenapa angkutan umum tak kunjung baik pelayanannya hingga kini dan membuat penduduk mengambil jalan pintas membeli motor untuk bisa berpindah lokasi melakukan aktifitas, termasuk ketika menuju ke sekolah.

sma-perokok

Merokok adalah pembiasaan yang faktor pencetusnya beragam, bermusik juga pembiasaan lewat proses latihan berkali-kali, keduanya sama-sama memunculkan karakter rasa percaya melakukan sesuatu hingga tak peduli apa kata orang di sekitarnya. Hal itu ada dalam fikiran para perokok, juga ada ada fikiran grup musik senyawa yang berkali-kali latihan hingga percaya diri tampil dengan pilihan musiknya hingga mendapatkan undangan pentas keliling dunia. 

Pembiaran muris sekolah membawa motor dan merokok membuat penduduk negeri terbiasa melanggar hukum dan membunuh diri sendiri (seperti yang tertulis di bungkus rokok). 

Menurut kamu?


2 Comments

Telolet, Bruno Mars dan Guru

Mengejutkan banyak orang, telolet jadi trending topik twitter se dunia dan saya jadi terkenang video Bruno Mars yang hits di youtube dan sudah ditonton 2,058,822,478 saat posting ini ditulis, ada kesamaan antara telolet dengan lagu dan video Bruno Mars, apakah itu.

Variatif, aneka bunyi dan warna, suara telolet itu berbeda dengan klakson konvensional yang bunyinya hanya satu suara, telolet memiliki suara beragam yang bisa dinikmati telinga dan memberi kepuasan kepada pendengarnya, sehingga pendengarnya selalu ingin mendengar telolet lagi, seperti kecanduan.

Demikian halnya dengan video Bruno Mars, kostumnya warna warni, suaranya variatif, musiknya menghentak walau kadang agak lembut, koreografi nya variatif dan membuat orang ingin menikmatinya lagi, seperti yang saya lakukan, saya secara sengaja atau kebetulan berkali-kali menikmati penampilan Mark Ronson – Uptown Funk ft. Bruno Mars.

Fenomena telolet dan Mark Ronson – Uptown Funk ft. Bruno Mars ini jika ditarik ke dunia pendidikan, khususnya bagi guru, jika seorang pendidik ingin disukai oleh peserta didik, beliau harus mengelola kelas secara variatif, penuh warna dan menyenangkan sehingga dirindukan oleh murid.

Bahwa telolet bisa mendunia adalah karena para penggemarnya mepublikasikan hasil kerjanya lewat media sosial dan menikati itu sambil terus menambah posting aneka bunyi telolet hingga makin banyak diketahui penduduk bumi. Guru harus terus mempublikasikan berbagai kegiatan yang dilakukan bersama murid dengan suka ria dan mendorong murid untuk ikut mempublikasikan interaksi belajar bersama dirinya di sekolah … soal cara? terserah anda.


5 Comments

Menjadi Guru Inspiratif melalui Budaya Literasi dan Teknologi Informasi

william-arthur-lawebdelestudiante-2

“Guru yang biasa-biasa, berbicara. Guru yang bagus, menerangkan. Guru yang hebat, mendemonstrasikan. Guru yang agung, memberi inspirasi”.– William Arthur Ward –

 

Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen. Sedangkan rata-rata indeks tingkat membaca di negara-negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan, hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Negara maju memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Manusia-manusia di dalamnya sangat gemar membaca buku. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-harinya. Di masyarakat negara maju membaca sudah menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pada Forum Pendidikan Dunia di Korea Selatan tahun 2015 dilaporkan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bahwa diantara negera-negara di Asia, Indonesia menempati urutan 10 terbawah. Laporan BBC menyatakan bahwa anak-anak Singapura berusia 15 tahun memimpin dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan, diikuti Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan.

Guru memiliki peran penting memegang peranan yang sangat penting dalam merangsang murid untuk belajar, Guru harus menggunakan berbagai pendekatan yang mendorong murid terbiasa membaca buku-buku tyang berkualitas, menuliskan ide, pendapatnya tentang sesuatu dan memanfaatkan teknologi informasi. Continue reading


3 Comments

Guru Desa eksis mendunia, Guru Kota takut dipenjara

Seorang Guru honor di sebuah sekolah dasar di kaki gunung yang berjarak hampir seribu kilometer dari ibukota negeri, menulis cerita tentang sekolahnya, tentang kegiatannya, tentang anak murid-muridnya, tentang lingkungan tempat tinggalnya, beliau juga mendokumentasikan pelajaran, soal-soal ulangan, ujian dan foto-foto serta video yang ingin dikenangnya di blog pribadinya.

Dia tak mengeluh saat akses internet sedang berhenti, disimpannya bahan tulisan untuk posting blognya, dan saat mendapat akses internet yang bagus guru itu memposting tulisannya sehingga guru di pinggir gunung itu dikenal oleh banyak orang seantero negeri.

Melalui mesin pencari google, guru-guru seluruh negeri bahkan yang berada di luar negeri mencari materi belajar, soal-soal, dan hal-hal lain untuk proses belajar di Sekolah Dasar. Guru pemilik blog yang tak berbayar jadi sering diundang ke berbagai forum di daerah lain hingga ke ibukota negeri dan kerap mendapat kiriman tiket pesawat dan fasilitas akomodasi di hotel berbintang, sebuah anugerah luar biasa untuk seorang guru honor di daerah terpencil. Dia menjadi narasumber pada berbagai kegiatan seminar dan pelatihan di berbagai kota di negerinya. Guru itu juga mendorong murid-murid SD nya untuk memanfaatkan teknologi informasi memberitakan kegiatan di sekolahnya.

sd-jambekumbu

Murid SDN Jambekumbu 01

Seorang guru di ibukota negeri berpenghasilan belasan juta rupiah sebulan, tak memiliki blog, tak berani menuliskan sesuatu karena takut dipenjara, dia senang berselancar membaca berbagai informasi, dia seperti berkubang di lobang yang sama puluhan tahun dan semakin tenggelam, dilupakan murid-muridnya, tak dikenal teman guru sekecamatan, apalagi dicari oleh guru di kota lain, keikutsertaannya dalam seminar-seminar atau pelatihan sebagai peserta atas undangan dinas pendidikan di kota dan profinsinya.

Betapa sia-sia fasilitas di sekolah guru yang terletak di ibukota negeri dan akses internet yang berlimpah … bahkan nama guru ibukota itu tak terlacak di mesin pencari google, nama sekolahnya pun hanya sedikit jejaknya di google.

Bagaimana dengan anda dan guru-guru di sekolah anda?


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


4 Comments

Rekonstruksi Sekolah; MENGAJARKAN KEGAGALAN

how-to-turn-a-failure-into-a-wild-success

Perhatikan di sekolah anda, ketika diadakan suatu kompetisi tentang apa saja … berapa persen murid yang ikut serta berkompetisi? Mengapa begitu sedikit murid yang berani berkompetisi, alasannya bisa beragam; tidak siap, belum latihan, tidak bisa, tidak menguasai, dan masih banyak lagi … apakah hanya itu? Kadang sekolah menerapkan sedikit unsur paksaan dimana setiap kelas harus ada perwakilan dan jika tak ikut mendapat sangsi tertentu … kompetisi yang berubah jadi kegiatan formalitas, hal ini jadi sulit berharap mendapat kader yang baik dari bidang yang dikompetisikan tersebut.

Berapa puluh tahun anda sekolah? apa yang anda kenang selama belajar di sekolah? di sekolah seolah menanamkan keberhasilan, kesuksesan, kebaikan, keindahan … berbagai hal positif yang selalu ditanamkan. Setiap tahun diakhiri dengan sukses berupa naik kelas, rangking, hadiah, liburan dan hal-hal menyenangkan. Perhatikan orang-orang disekitar anda, berpendidikan sarjana tetapi tak memiliki pekerjaan yang baik, berpenghasilan tak jelas dan seperti tak punya gairah untuk hidup, apalagi mereka yang berpendidikan lebih rendah, mengapa? Padahal dalam kehidupan yang sebenarnya bertebaran berjuta kegagalan.

Ketika suatu saat merasakan kegagalan, seseorang sangat terkejut, sangat terpukul dan down atau seolah jatuh tak bisa bangun lagi karena begitu sedih dengan kegagalan yang dialami, karena dia tak biasa gagal, hampir tak pernah gagal, karena saat disekolah ada remedial, hingga selalu naik kelas dan lulus pada setiap jenjang pendidikan.

Orang-orang yang sukses dan berhasil dalam berbagai bidang adalah mereka yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan tetapi selalu bangkit lagi untuk melakukan kerjanya sehingga kegagalan yang terjadi menjadi bahan pembelajaran menemukan strategi yang tepat untuk mencapai sukses.

Sekolah seharusnya memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk melakukan berbagai hal yang tidak berorientasi pada hasil tetapi murid diberi pengalaman merasakan kegagalan, dan mencoba lagi memperbaiki kegagalan hingga menghasilkan sesuatu, sebuah pencapaian sukses yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat setelah lulus sekolah.

Kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus bisa memberi pelajaran kepada murid bahwa kegagalan ada jalan menuju keberhasilan atau sukses, sehingga saat dia gagal tidak langsung terpukul dan segera bangkit memulai kerja lagi, menggunakan kegagalannya untuk merubah strategi dan kerjanya hingga mencapai sukses.

Pada pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, murid dapat didorong untuk membuat skenario drama yang diposting di blog mereka, lalu dramanya dipentaskan dan direkam dalam bentuk foto untuk diunggah ke instagram dan video yang diunggah ke youtube, antar kelompok di kelas atau satu sekolah saling membandingkan atau dibuat kompetisi foto siapa dan video siapa yang mendapat jumlah kunjungan atau “like” terbanyak.

Penugasan itu dilakukan beberpa kali dalam satu semester sehingga ada yang gagal pada produk yang pertama, bisa saja mendapat sukses pada penugasan yang kedua, atau yang pernah juara pada tugas pertama bisa saja terpuruk pada tugas kedua. Budaya berkompetisi dan bersaing sehat menjadi hal yang biasa tanpa harus terpuruk jika kalah atau jadi sombong jika menang.

Pelajaran Olahraga bisa mendorong murid sesuai hobbynya untuk berlatih secara serius dan secara rutin mengikuti kompetisi yang diadakan di lingkungan internal sekolah maupun luar sekolah, sehingga terbiasa menerapkan karakter orientasi masa depan, kerjasama, kepemimpinan, berprestasi, dsb. Kekalahan yang diderita jadi bahan evaluasi dan merubah strategi latihan, dsb hingga pada saatnya akan memperoleh kemenangan. suasana latihan dan kompetisi serta kemenangan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video kemudian diunggah ke instagram dan youtube.

Orientasi sekolah seharusnya tak hanya mendorong murid untuk berhasil, tetapi memberikan pengalaman gagal dalam hidup, kepada murid ditanamkan bahwa untuk mencapai sesuatu harus bersiap mengalami kegagalan, mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang membuat gagal, berulang-ulang hingga berhasil dan sukses. Sekolah mengajarkan kegagalan lewat kegiatan produktif yang didokumentasikan sehingga bisa dinikmati oleh murid-murid yang terlibat pada kegiatan tersebut dan generasi dibawahnya sebagai bahan pembanding untuk melakukan kerja atau pembelajaran yang lebih baik. Menurut anda?


4 Comments

Punya kontak Murid?

29

Melihat foto di atas, Saya ingat kenangan indah 4 atau 5 tahun lalu dengan anak KAPAL SMKN 29 Penerbangan Jakarta, saat itu weekend … saya sedang menikmati libur beresama keluarga … tiba-tiba tim kreatif sebuah stasiun TV menelpon Saya untuk sebuah wawancara live atau secara langsung di studio mereka pada esok hari, hari Minggu … saya selalu berusaha tak mengganggu teman-teman guru untuk bekerja saat weekend … beruntung saya punya no kontak beberapa murid di KAPAL dan mengenal beberapa dari mereka yang bisa diandalkan untuk tampil bersama saya wawancara live di stasiun TV swasta nasional.

Alhamduluillah, saya berhasil mengumpulkan beberapa murid hebat yang jadi nara sumber dan mendokumentasikan wawancara itu sehingga saya bisa menikmati foto di atas saat ini … makasih Guys … semoga kalian sudah sukses saat ini, never forget that moment deh.

Anda punya berapa kontak murid?


Leave a comment

7 Jenis Guru di Sekolah

  

Sejak di Play Group hingga SLTA siapa Guru kamu yang paling berkesan dan tak akan kamu lupakan? Jika ada banyak Guru yang masih kamu kenang hingga sekarang setelah berpuluh tahun menjadi alumni dari sekolahmu dulu … artinya kamu sangat beruntung karena pernah berada di sekolah yang hebat yang punya guru-guru hebat hingga sulit dilupakan hingga waktu berjarak puluhan tahun.

Ada beberapa jenis guru yang bisa kamu jumpai di sekolah, diantaranya:

1. Guru yang mengajar pakai hati.
Guru yang tak hanya mengajarkan mata pelajaran yang diampu, guru jenis ini bisa jadi sahabat yang menyenangkan buat banyak muridnya, sering menanamkan nilai-nilai moral agar muridnya bisa jadi orang yang berkarakter baik dan sukses di masa dapan. Guru ini biasanya dikenang muridnya hingga jangka waktu yang panjang. Guru jenis ini hafal banyak nama muridnya, sering jadi rebutan bersalaman saat jumpa, sering diminta berfoto bareng dan diunggah di media sosial.

2. Guru yang lucu.
Guru yang selalu berusaha bisa tertawa bersama di kelas atau dimanapun saat bersama dirinya, belajar dibawa santai dalam riang gembira. Murid yang kurang baik disindir dengan cara bergurau dengan lucu-lucuan dengan maksud mengingatkan agar berubah jadi baik, umumnya guru jenis ini tak pelit dalam menilai, karena dia selalu berharap muridnya senym atau tertawa saat berjumpa dengan dirinya.

3. Guru yang jaim (jaga image) selalu.
Guru yang menerapkan banyak aturan dalam kegiatan belajar dengannya, meminta murid untuk selalu siap belajar dengan dia, tak boleh ketinggalan membawa buku, harus selalu mengerjakan pekerjaan rumah, sering marah jika muridnya ngobrol di kelas saat beliau menerangkan pelajaran, tugas-tugas dan pekerjaan rumah bertubi darinya, guru ini hanya berbicara tentang pelajaran di kelas, jarang tersenyum apalagi tertawa. Guru jenis ini kurang suka memberi nilai baik, kecuali buat murid yang menjadi idola atau mengidolakan dirinya.

4. Guru yang cepat berlalu.
Guru yang hanya berbicara dengan murid saat berlangsung pelajaran di kelas, berusaha masuk tepat waktu dan keluar sesuai bel pelajaran, Guru jenis ini sering mati gaya di kelas, diam seperti kehabisan stok bicara, di luar kelas dia hampir tak pernah bicara dengan murid. Saat memberi nilai, sering disama ratakan nilai murid sekelas, hampir semua murid di kelas mendapat nilai yang sama. Guru jenis ini selalu pulang tepat waktu, dia selalu terlihat sibuk dan tak punya waktu.

5. Guru yang melempar buku.
Guru yang sering ke kelas, menugaskan mencatat buku di papan tulis, kemudian guru tersebut meninggalkan kelas dengan berbagai alasan, beberapa waktu kemudian buku catatan murid dikumpulkan untuk diberi nilai atau paraf guru itu serta dimasukan ke dalam buku nilai guru pelempar buku, saat memberi nilai guru jenis ini biasanya murah memberi angka bagus, apalagi untuk pengurus kelasa atau murid yang bertugas mencatat di papan tulis.

6. Guru yang bercerita selalu.
Guru yang bergemar bercerita sepanjang proses belajar di kelas walau sering tak berhubungan dengan mata pelajaran yang diampu, terlihat seperti hanya menghabiskan waktu belajar di kelas, murid biasanya diberi tugas untuk membuat paper dan browsing tentang materi pelajaran di internet, soal nilai tergantung ketebalan paper yang dibuat muridnya.

7. Guru yang serba tak tahu.
Guru yang tersesat di sekolah, guru jenis ini sering berganti-ganti mata pelajaran, saat mengajar seperti menyalin buku paket di papan tulis sambil menerangkan, sambil menghadap ke papan tulis, jika ada murid yang bertanya guru macam ini sering mangalihkan atau melemparkan kepada murid lain untuk memberi jawaban denga memberi bonus nilai buat yang berhasil menjawab. Guru jenis ini murah dlam memberi nilai dan sering memberi nilai yang sama buat banyak murid di kelas.

Adakah jenis guru yang lain?


Leave a comment

Guru yang sekedar

Guru yang sekedar tahu
tahu jadwal masuk ke kelas
tahu membuat Rencana mengajar
tahun menyelesaikan kurikulum

Guru yang sekedar tahu
hari ini harus pakai seragam apa
besok pakai seragam apa
total tunjangannya berapa

Guru yang sekedar tahu
jumlah muridnya di kelas ada berapa
selanjutnya murid kuliah atau kerja
dia tak mau tahu

Guru yang sekedar tahu
jadwal masuk sekolah jam berapa
lima menit sebelum waktu pulang
sudah siap dekat mesin absen

Guru sekedar tahu
kurikulum berganti selalu
cara ngajarnya tak berubah
yang berubah cuma penampakannya, semakin tua

Guru sekedar tahu
bahwa teknologi berkembang selalu
tapi dia merasa tak terlalu perlu
tugas murid dicetak melulu

Guru sekedar tahu
bahwa google jadi yang paling tahu
tapi dia tak tahu
bahwa dirinya tak terdaftar di google


Leave a comment

Mendokumentasikan tiga wajah

Di UIN Jakarta saat menyimak pembicara, saya sentuh kamera di gawai saya, ternyata saya menemukan dua wajah yang sama, kamu kenal dia? Yang depan atau yang belakang?

Ketika mau pulang dari kampus UIN Ciputat saya menemukan wajah ketiga, liat deh.

Kabar-kabar lainnya bisa disimak disini.


Leave a comment

Kepala Sekolah era Digital

Seorang Guru sangat terinspirasi oleh Kepala Sekolah saat dia bersekolah di SMP Negeri di kotanya, karisma kepala sekolah dia begitu hebat, kemampuan bicara saat upacara di lapangan sekolah amat mempesona, kegiatan belajar terasa bergairah saat itu, kegiatan ekskul sangat giat, banyak sekali prestasi, sekolah sering diundang untuk kompetisi atau demonstrasi serta pentas-pentas di tingkat kabupaten, propinsi hingga nasional, guru-guru sangat respek pada beliau, murid sangat akrab dan selalu berebut jabat tangannya ketika berjumpa beliau.

Akhir-akhir ini, murid SMP yang telah jadi guru itu kangen sosok kepala sekolahnya, saat ada kesempatan dia berkunjung ke SMP almamaternya dan bertanya tentang kepala sekolahnya dulu kepada guru dan karyawan yang dia jumpai di sekolahnya, tapi sayang sekali … tak ada yang tahu dimana kini kepala sekolah hebat yang pernah memimpin sekolahnya.

Dengan telepon genggam dia browsing di google nama kepala sekolahnya, berharap ada jejak informasi, foto dan video kepala sekolah yang hebat itu … tapi ternyata guru itu tak menjumpai info, foto atau video orang yang menginapirasinya, kemanakah beliau?

Ketika ada kesempatan mengikuti seleksi calon kepala sekolah, Guru itu  mendaftarkan diri dan ternyata lulus, hingga dilantik menjadi kepala SMP Negeri di daerahnya.

Bercermin pada kehilangan dirinya tak bisa menemukan jejak kepala sekolahnya yang hebat dahulu, sejak awal menjadi kepala sekolah dia menugaskan guru dan karyawan untuk memberitakan kebaikan yang terjadi di sekolah, anak dan guru yang berprestasi, kegiatan ekatra dan intra kurikuler, profil guru, murid, karyawan dan segala sesuatu tentang SMP yang dia pimpin.

Berita di posting di website sekolah, blog sekolah, blog pribadi, blog guru, foto-foto diunggah di instagram, video diunggah di youtube. Pada hari-hari tertentu semua murid dipersilahkan membawa telepon genggam dan secara bersama-sama mengunggah foto, cerita, video di berbagai platform media sosial.

Ada murid yang membuat tulisan hasil wawancara dengan temannya, guru karyawan hingga kepala sekolah dan pedagang kantin, kemudian diunggah di website, blog, instagram, youtube, dsb. Tak sampai satu tahun dia memimpin sekolah, namanya sudah bisa dicari di google.

Sebagai Kepala sekolah beliau menugaskan kepada semua guru agar memberi tugas KBM kepada muridnya dan diunggah ke dunia maya, lewat blog. Instagram, facebook, twitter, youtube, dsb.

Jika murid di sekolahnya berjumlah 500 orang, dan setiap guru memberi satu tugas pada setiap semester yang diunggah ke dunia maya, andai 10 guru di setiap kelas melakukan hal itu, maka dalam setahun ada 500 x 2 x 10 = 10.000 informasi yang diproduksi oleh murid di sekolahnya. Jika terus berulang, silahkan hitung sendiri.

Dia berharap, kelak saat muridnya dewasa dan ingin berjumpa atau sekedar menyapa, dirinya bisa diketemukan di mesin pencari.

Pernah search nama anda di google? Bagaimana hasilnya? 


2 Comments

Guru paling istimewa di Sekolah

Di Negeri Paman Besut, pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Tingkat Atas murid diberi banyak mata pelajaran, begini profile Guru-guru di Negeri itu.

GURU PALING BAIK.

Sadar dan faham benar bahwa Allah melihat setiap perbuatan manusia dan akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan walau sebesar pasir, maka Guru Pendidikan Agama menjadi guru yang terbaik di Sekolah, karena selalu memberi contoh perbuatan baik, mengajarkan murid berbuat baik, tak pernah menghitung balas jasa atau upah, tak marah jika tunjangan sertifikasi atau haji terlambat turun bahkan tak diberi upah sekalipun guru pendidikan agama tetap mengajar secara serius, dilihat maupun tak dilihat oleh rekan guru atau Kepala Sekolah, karena guru agama selalu merasa yakin bahwa Tuhan ada di dekatnya, dan Tuhan sudah mengatur rejeki yang bakal diterima olehnya di dunia. 

Bahasa menjadi pengantar mempelajari budaya suatu Bangsa dan nilai-nilai budaya setiap Bangsa pasti menuntun warga  negara menuju kebaikan dan kehidupan yang lebih baik, Bahasa Negeri Paman Besut memiliki banyak sekali peribahasa atau syair-syair yang menuntun pembacanya menjadi manusia terpuji, misalnya; peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang ketepian, gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, dsb. Guru Bahasa yang menguasai dan yakin pada ilmunya akan bekerja keras memberi pelayanan yang terbaik untuk sekolah dan murid-muridnya, Dia akan menjadi guru terbaik di sekolah karena yakin bahwa perbuatannya akan dikenang saat dia sudah berpulang menghadap Sang Pencipta.

Guru Pendidikan Agama dan Bahasa juga sangat baik dalam memberi nilai kepada muridnya karena yakin bahwa kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan dan dikenang hingga akhir zaman. 

GURU PALING SEHAT.

Mempelajari anatomi tubuh, perawatan kesehatan, mengoptimalkan fungsi tubuh saat kuliah, Guru Olah Raga atau PENJASKES jadi guru yang paling sehat di Sekolah, Dia selalu segar, sehat, tak pernah sakit, sering menolong rekan Guru atau murid yang sakit di sekolah, Dia juga senang membantu sekolah mengelola lingkungan agar nyaman dihuni dan mendorong pencapaian sehat yang paripurna.

GURU PALING RAPIH.

Guru yang saat kuliah belajar tata busana, dia pandai memadukan busana sesuai kegiatan di sekolah, sehingga guru itu selalu rapih dan enak dilihat setiap saat.

GURU PALING CANTIK. 

Guru yang pernah kuliah di jurusan tata rias, sehingga dia mampu merias dirinya sehingga terlihat cantik setiap saat, termasuk ketika di sekolah. Guru itu juga mampu dan terbiasa memunculkan inner beauty atau kecantikan dari dalam dirinya hingga jadi pribadi yang menyenangkan bagi rekan guru dan muridnya di sekolah.

GURU PALING UPDATE & EKSIS DI GOOGLE.

Guru pengajar komputer, coding, KKPI adalah guru yang paling update karena terbiasa ngoprek teknologi, mengunduh dan memanfaatkan aplikasi android, termasuk memanfaatkan media sosial, sehingga guru itu selalu menjadi tempat bertanya teman-teman guru dan muridnya mengenai teknologi dan media sosial. Ketika nama sekolah di search di Google, nama guru itu banyak muncul, termasuk ketika nama guru itu di search di Google. 

GURU PALING HAPPY.

Guru Seni Budaya adalah guru paling happy di sekolah karena saat susah atau ada masalah selalu bisa menghibur dirinya dengan musik, menyanyi, film, melukis, dsb. Guru seni budaya selalu happy dimanapun berada.

GURU PALING ISTIMEWA.

Guru paling istimewa bisa mengajar apa saja, tetapai setiap hari dia baik, sehat, rapih, cantik atau ganteng, selalu update,  eksis di google dan selalu happy. Jika anda murid, silahkan tulis guru istimewa yang pernah kamu kenal pada box komentar, jika anda guru, bagaimanakah image anda?


Leave a comment

3 Juta Guru di Indonesia, ada berapa yang hebat? Jika anda mau tahu seberapa level kehebatan anda, search nama anda di GOOGLE

dua-kali-rahmiati-guru-sman-i-paringin-telah-dua-kali-menerima-penghargaan-sebagai-guru-teladan-tingkat-kabupaten-balangan-tahun-2007-rahmiati-dinobatkan-menjadi-guru-teladan-ii-t-1

Jika anda mencari informasi tentang sesuatu, cari dimana: GOOGLE.
Jika anda mencari alamat atau lokasi suatu tempat, cari dimana: GOOGLE.
Jika anda mencari route jalan terpendek, cari dimana: GOOGLE.
Jika anda mencari teman guru yang pernah kuliah di kampus yang sama, cari dimana: GOOGLE.
Jika anda mencari guru yang hebat, cari dimana: GOOGLE.
Jika anda sebagai guru, mau tahu seberapa canggih anda, cari dimana: GOOGLE.
Jika ada guru teman anda yang mengaku hebat, coba cari di GOOGLE.

Jika seorang guru sering memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar, maka jejak, dokumentasi dan rekam jejaknya bakal bisa dicari melalui GOOGLE.
Jika anda mau tahu seberapa level kehebatan anda, search nama anda di GOOGLE.


Leave a comment

Pak Profesor, tolong hentikan tawuran yang sudah berlangsung puluhan tahun

tawuran11

Tawuran, masih saja terjadi di Negeri ini. Berapa puluh tahun tawuran terjadi terus dan seperti tak ad yang bisa menghentikannya. Peristiwanya terjadi tanggal 17 agustus, saat peringatan Kemerdekaan Negeri.

Satu.
Tawuran itu jelas tak benar, melanggar banyak nilai-nilai kehidupan seperti; kasih sayang, persatuan, jiwa sosial, bela negara, dan masih banyak lagi.

Dua.
Tanggal tujuh belas seharusnya digunakan buat memperingati kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik buat negeri, bergembira dengan semua warga, termasuk rekan sebaya.

Tiga.
Bersama teman sekolah, harusnya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan menuju manusia yang baik, bukan malah mencederai kemanusiaan.

Empat.
Petugas dinas perhubungan mestinya waspada, jika melihat anak membawa senjata tajam, jangan lagi mendekat atau melerai, laporkan saja ke Polisi karena Polisi punya cara dan alat untuk mengatasi pelaku kriminal bersenjata, mereka sudah dilatih untuk itu.

Lima.
Polisi kita itu hebat, teroris yang gerakannya licin seperti belut, bersembni dalam senyap, bisa ditangkap … harusnya pelajar pelaku tawuran yang senang bergerombol di jalan atau teriak di sosial media dengan mudah ditangkap dan diproses supaya dia bisa berada di sekolah yang lebih tepat, tak lagi di sekolah umum dan terus membawa senjata tajam, mungkin di sekolah khusus dia bisa jadi lebih baik dan tak bisa bawa senjata lagi.

Enam.
Orang tua murid juga aneh, kenapa anaknya yang belum 17 tahun dan belum memiliki SIM diijinkan membawa sepeda motor ke sekolah, mungkin alasannya supaya lebih capat bisa tiba di sekolah atau kembali ke rumah … kenyataanya sepeda motor digunakan bersama-sama temannya melakukan tawuran hingga memakan korban.

Tujuh.
Sekolah itu isinya Guru-guru yang berpendidikan SARJANA, bahkan tak sedikit yang alumni PASCA SARJANA hingga DOKTOR, harusnya bisa mengelola sekolah sehingga muridnya tak lagi tawuran, caranya silahkan berkreasi sendiri-sendiri, dengan cara biasa-biasa saja atau ekstra ordinary, apa iya murid yang umurnya belasan tahun belum tamat Sekolah Lanjutan itu bisa terus-terusan mengalahkan puluhan Guru di Sekolah atau Ribuan Guru di Negeri ini … menjadikan tawuran seolah pesta atau hak murid yang boleh dilakukan kapan saja.

Delapan.
Profesor lawan Anak Bawang. Menteri Pendidikan, Kepala Dinas, Gubernur atau Presiden, pendidikannya tinggi, berlapis, dengan pengalaman hidup segunung, kenapa juga tak mampu hentikan tawuran yang telah berlangsung puluhan tahun. Sepertinya anak-anak bawang itu mengalahkan orang-orang hebat berumur banyak.

Sembilan.
Ayo dong Pak Profesor, hentikan segera tawuran pelajar.


Leave a comment

Andai Full Day School diterapkan, siapkan biaya instruktur kegiatan & kompetisi

Membaca keterangan Mendikbud tentang Full Day School (FDS) di detik.com, tampaknya Pak Menteri berharap Negeri ini bisa menjadikan Sekolah sebagai rumah kedua, dimana setelah belajar anak-anak didorong untuk membentuk karakter dengan berbagai kegiatan seperti beladiri, olahraga, seni, dsb.

Mengamati fakta di banyak sekolah negeri di Jakarta, kegiatan di luar pembelajaran seringkali hanya menjadi formalitas tanpa format yang jelas, dan sulit diharapkan bisa membentuk karakter anak didik. Bahkan tak sedikit sekolah yang mendorong semua muridnya untuk segera meninggalkan sekolah setelah jam pelajaran usai, sehingga menyulitkan anak yang ingin menyalurkan hobby atau kegiatan ko kurikuler hingga ekstra kurikuler.

290125_ekstrakurikuler-akrobat-di-sekolah_663_382

Siswa SD Ngadirgo 1 berlatih mengendarai sepeda roda satu (unicycle) di Mijen, Semarang, Jateng, Rabu (14/1). Olah raga tersebut menjadi kegiatan tambahan siswa (ekstrakurikuler) sejak 1980-an dan menjadi andalan sekolah tersebut di lingkup Semarang maupun nasional. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Agar keinginan Pak Menteri bisa terwujud, beberapa hal di bawah ini perlu mendapat perhatian:

  1. Komitmen Kepala Sekolah.
    Jika kegiatan ko kurikuler atau ekstra kurikuler masih berjalan di suatu sekolah negeri biasanya karena kepedulian kepala sekolah yang mungkin dahulu menjadi aktifis ketika bersekolah atau kuliah di perguruan tinggi.
  2. Budaya Sekolah.
    Sekolah yang memilki sejarah berprestasi pada bidang tertentu biasanya punya strategi untuk melakukan kaderasisasi merekrut murid baru untuk aktif di kegiatan di luar pelajaran sekolah, termasuk dalam hal supporting pembiayaannya, orang tua murid yang anak-anaknya memiliki hobby sejenis bisasanya dengan senang hati meberi dukungan ketika organisasi ekskul anaknya memerlukan biaya untuk latihan, festival, atau kompetisi.
  3. Biaya Operasional Kegiatan. Sekolah Negeri sering mengalami kesulitan dalam hal anggaran untuk kegiatan diluar pembelajaran, sehingga enggan mengaktifkan kegiatan ekskul, apalagi sekolah yang punya karakter gemar tawuran. Adanya resiko saat melakukan kegiatan membuat sekolah hanya fokus pada kegiatan belajar di kelas, indikasi sekolah jenis ini adalah minimnya prestasi atau juara-juara kegiatan diluar pembelajaran di kelas.
  4. Memilih Instruktur yang hebat. Jika di Sekolah Negeri ada Guru yang memiliki prestasi tingkat nasional atau internasional, bahkan telah berhasil memperoleh sertifikat pelatih untuk bidang kegiatan yang ditekuni dan bersedia melatih murid di sekolahnya. Sesuai peraturan, seskolah tidak boleh memberi honor, transport atau gaji di luar dari berbagai tunjangan yang sudah dia terima sebagai guru, walaupun Guru itu melatih murid-muridnya di luar jam belajar sekolah. Memilih instruktur yang tepat akan membuat murid bersemangat mengikuti kegiatan ekstra sesuai hobbynyda dan mempermudah pencapain prestasi, biaya mendatangkan instruktur atau pelatih dari luar butuh biaya yang tidak murah.
  5. Ikut serta Kompetisi atau Festival. Ukuran keberhasilan kegiatan di luar jam belajar adalah keikutsertaan dalam kompetisi atau festival yang diselenggarakan di masyarakat. Saat mengikuti kompetisi atau festival itu banyak karakter yang ditumbuhkan pada pribadi murid, dari mulai merencanakan kegiatan, orientasi pada proses menuju hasil yang ditargetkan, kerjasama, leadership, percaya diri, menghormati orang lain yang akhirnya membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Prestasi, jadi salah satu indikator pendidikan karakter di sekolah, sementara negeri ini belum terbiasa mengelola kegiatan yang fokusnya prestasi, kegiatan Olimpiade yang sudah berlangsung ratusan tahun lalu, seperti tak dilihat ada atau diperlukan untuk pembinaan kegiatan olahraga di negeri ini, walau faktanya atlit kita telah berhasil memperoleh medali di beberapa cabang olahraga, tapi pembinaan olahraga selalu saja terseok-seok dan minim biaya.

Mungkin Pak Menteri sedang membantu negara yang masih gagap mengelola prestasi dengan mendorong sekolah untuk mendidik karakter anak negeri lewat FDS.

Bagaimana di sekolah Anda?


2 Comments

Profesi baru di Indonesia; pelatih anjing, direktur sosial media, penjaga binatang, dan banyak lagi

cita cita

Coba tanya anak kecil sekitar anda,
apa cita-cita mereka?
dokter, insinyur, ABRI, Polisi?
adakah diantara mereka
yang bercita-cita jadi Menteri? Jadi Presiden?

Banyak profesi di dunia kerja telah hilang,
dan makin banyak lagi yang bakal menghilang,
kerana fungsinya diambil alih oleh teknologi,
Penjaga Pintu tol,bakal menghilang dari pandangan
karena pengguna jalan tol melakukan transaksi sendiri denga e-toll card

Kasir di tempat belanja juga akan menghilang,
karena konsumen melakukan pembayaran sendiri dengan kartu pintar
Resepsionis pun bakal menghilang karena tamu bisa mengakses informasi
lewat komputer layar sentuh yang diletakkan di lobby gedung

Penjual tiket kereta dan pesawat bakal menghilang
karena penumpang bisa membeli langsung secara online
Petugas pajak juga bakal tak diperlukan
karena penduduk membayar pajak secara online

Banyak profesi atau pekerjaan menghilang
tak sedikit profesi baru dibutuhkan dunia
pelatih anjing, penjaga binatang,
pengelola media sosial perusahaan,
Even organizer untuk pemakaman hingga pernikahan

Guru PAUD, TK atau pengajar skill-skill tertentu masih dibutuhkan
Pedagang tak lagi perlu toko, pembeli memilih barang dan membeli secara online
Guru-guru memberi tugas kepada murid secara online
Murid-murid menyerahkan tugas kepada guru secara online

Disainer di berbagai bidang masih akan dibutuhkan di masa depan
Disainer interior, eksterior, busana, pesta, dan lainnya
Penulis juga masih bisa jadi profesi dengan media yang beda
tak lagi buku atau majalah, tetapi online

Semua profesi yang bakal hit ke depan berhubungan dengan teknologi informasi
oleh sebab itu, anak negeri harus dibiasakan memanfaatkan teknologi
untuk mendorong kreatifitas produktif menghasilkan sesuatu
yang bermanfaat untuk sesama manusia
dan lebih mensejahterakan hidup dirinya sendiri dan orang lain


Leave a comment

Training of Trainer Public Speaking buat Instruktur Nasional & Guru yang mau Maju

Poster Iklan Public Speaking For Teacher

Selamat kepada Bapak, Ibu Guru yang terpilih jadi Instruktur Nasional dan harus menjadi pembicara untuk teman Guru lainnya, apakah kemampuan membuat slide dan paparan Anda sudah cukup baik?

Ikuti training kami yang akan membuat anda menjadi Instruktur Nasional yang bakal dikenang oleh audience dan mendapat undangan lanjutan sebagai pembicara berbobot di berbagai forum, selamat mengikuti.


6 Comments

Respon anak kapal soal kasus dicubit guru lapor polisi

Ribut di dunia maya dan dunia nyata tentang Guru yang diadili karena laporan ke polisi dari prang tua murid yang anaknya dicubit, direspon di instagram dengan gaya anak sekolah yang alumninya jadi pilot, teknisi pesawat, polisi, tentara, dsb.

Anak kapal lainnya merespon begini.

Menurut kamu?


Leave a comment

Coba Search atau cari di Google nama Guru Anda atau sahabat Guru yang HEBAT

Sebuah catatan kecil dari salah satu Training Saya: 

 Coba Search atau cari di Google nama Guru Anda atau sahabat Guru yang menurut Anda termasuk punya prestasi luar biasa atau masuk kategori Guru Hebat, teman-teman Guru peserta pelatihan menyebut banyak nama, beberapa langsung dicari dan ditayangkan di layar, dengan hasil yang minim.

SEARCH 1

“Jarang sekali infonya di Google, mungkin mereka Guru-guru Tua.”
“Mungkin mereka tak pernah diberitakan mass media.”
“Mereka tak terbiasa dengan Teknologi Informasi.”
….
Berbagai alasan mereka ungkapkan merespon fakta hasil pencarian di Google.

Saya persilahkan mereka search “IBU EEN”

SEARCH 2

Banyak sekali info dan foto-foto yang mengekspose Ibu Een, Guru yang mengabdikan dirinya walau dalam keadaan lumpuh, Beliau Guru Hebat, yang aktifitasnya diberitakan oleh banyak fihak sehingga bertebaran infonya saat kita search di Google.

Saya persilahkan peserta search “DEDI DWITAGAMA” dan ini hasilnya:

SEARCH 3

Kenapa bisa begitu?
Di era smartphone, dimana teknologi informasi digital dalam genggaman setiap orang lewat aplikasi android, semua orang bisa memberitakan apa saja yang dia lakukan untuk bisa diketahui dan dimanfaatkan orang lain, atau sekedar jadi dokumentasi perjalanan hidup atau karier seseorang, medianya bisa Website, Blog, Twitter, Facebook, Instagram, dan sebagainya, coba deh.


Leave a comment

Endang Sukamti dan Sekolah Kita, LEBIH NGETOP MANA?

we-are-kamtis-and-support-endank-soekamti-1.jpg

Kenal Endang Sukamti?
Search deh di Google,
apa yang kita temukan?
walau kita mengetik nama yang salah
banyak sekali info tentang Band itu
yang didirikan orang-orang kreatif dari Jogjakarta
Group band itu berdiri tahun 2001

Berapa tahun kamu bersekolah?
search deh sekolahmu di Google,
apa yang kamu temukan?
berapa banyak tulisan, foto, video sekolahmu?
tahukah kamu tahun berapa sekolahmu didirikan?
sudah berapa alumni yang lulus dari sekolahmu?
sudah menghasilkan apa saja sekolahmu?
ada apa saja di sekolahmu?

mungkin tak ada yang menuliskan sejarah sekolahmu,
mungkin tak ada yang mendokumentasikan dalam bentuk website
mungkin foto-foto dokumentasi sekolahmu ada di album foto
yang disimpan kepala sekolah di lemarinya
mungkin arsip video-video kegiatan sekolahmu ada di harddisk
tersimpan di komputer sekolah

Kenapa sekolahmu yang lebih tua dari sukamti tak terkenal?
Apakah kamu,
guru-gurumu,
keryawan sekolahmu,
kepala sekolahmu,
alumni sekolahmu,
dan pemerintah daerahmu
tak mensupport sekolahmu?

Padahal,
mendokumentasikan sejarah,
foto,
video,
di blog,
instagram,
dan youtube
semuanya gratis.


2 Comments

Dahsyatnya dokumentasi di era digital

  

Ketika Saya mengamati statistik blog ini, Saya menjumpai tagline  MOTIVATOR PENDIDIKAN, dan ketika Saya search di Google bertemu dengan dokumentasi REPUBLIKA ONLINE yang mewawancarai Saya beberapa tahun lalu, ternyata dokumentasi itu masih terus bisa dinikmati hingga kini, berapa banyak dokumentasi diri Anda, Sekolah atau Institusi tempat Anda bekerja yang bisa dinikmati hingga kini bahkan oleh orang-orang sedunia, di Youtube Saya menitipkan ratusan kenangan aktifitas Saya, silahkan dinikmati.


Leave a comment

Tips Mengelola Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

kegiatan-ekstrakurikuler-300x221Ada berapa jenis kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di Sekolah Anda? Berikut ini adalah nama-nama ekskul yang umumnya ada di institusi pendidikan formal, yakni :

A. Ekstrakurikuler / Ekskul Olahraga :
– Sepak Bola
– Bola Basket
– Bola Voli
– Futsal
– Tenis Meja
– Bulutangkis
– Renang
– Billyard
– Bridge
– Fitnes

B. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Beladiri :
– Karate
– Silat
– Tae Kwon Do
– Gulat
– Tarung Drajat
– Kempo
– Wushu
– Capoeira
– Tinju
– Merpati Putih

C. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Musik
– Band
– Paduan Suara
– Orkestra
– Drumband / Marchingband
– Akapela
– Angklung
– Nasyid
– Qosidah
– Karawitan

D. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Tari Dan Peran
– Cheerleader
– Modern Dance / Tari Modern
– Tarian Tradisional
– Teater

E. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Media
– Jurnalistik
– Majalah Dinding / Mading
– Redio Komunikasi
– Fotografi
– Sinematrografi

F. Ekstrakurikuler / Ekskul Lainnya
– Komputer
– Otomotif / Bengkel
– Palang Merah Remaja / PMR
– Pramuka
– Karya Ilmiah Remaja / KIR
– Pecinta Alam
– Bahasa
– Paskibra / Pasukan Pengibar Bendera
– Kerohanian (Rohis, Rohkris, dll)
– Klub Bikers
– Wirausaha
– Koperasi Siswa / Kopsis
– Video Game, dll.

Coba perhatikan prestasi beberapa tahun terakhir di Sekolah Anda, misalnya sekolah Anda menjadi juara pada cabang olahraga Basket selama empat tahun berturut-turut di berbagai kejuaraan dan level atau jenjang kejuaraan, artinya ekskul Basket di seklah Anda sudah berlangsung dan dikelola dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola dengan baik dan diikut sertakan dalam berbagai kegiatan kompetisi pasti pernah meraih  prestasi atau menjadi juara.

Jika Sekolah Anda menjadi juara pada bidang tertentu hanya pada tahun tertentu selama dua atau tiga tahun, itu artinya yang berprestasi adalah murid yang memiliki hobby pada bidang tertentu dan secara kebetulan menjadi murid di sekolah Anda, dan ketika murid itu lulus, Sekolah Anda tak berprestasi lagi pada bidang tertentu.

Bagaimana Mengelola Ekstrakurikuler di Sekolah? Berikut ini ada beberapa alternatif membina kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

  1. Pendataan prestasi & hobby Murid Baru, Sekolah selalu mendata murid baru di awal tahun ajaran mencakup berbagai hal, tambahkan data hobby dan prestasi semua murid, lalu dikelompokkan murid-murid yang memiliki hobby dan prestasi sejenis untuk ditindaklanjuti sebagai asset sekolah.
  2. Kumpulkan murid yang punya prestasi &  hobby yang sejenis, ajak senior-senior di kelas yang lebih tinggi yang memiliki prestasi dan hobby sejenis untuk saling cerita dan berbagi pengalaman tentang latihan dan prestasi yang selama ini dudah mereka peroleh.
  3. Biarkan murid punya hobby sejenis menentukan pimpinan organisasi ekstrakurukulernya & menentukan jadwal latihan, sekolah sebaiknya memfasilitasi berbagai hal agar latihan mereka bisa berlangsung dengan baik dan segera meraih prestasi.
  4. Tugaskan Guru menjadi pendamping unit kegiatan ekstrakurikuler, biasanya menjembatani kebutuhan anak-anak ekskul dengan sekolah dan mencari penyelesaian jika terdapat masalah atau kendala untuk berprestasi.
  5. Ikut sertakan pada Lomba atau Kompetisi sesering mungkin, hal ini akan membuat suasana latihan jadi lebih serius karena adanya target tampil atau kompetisi yang terjadwal, hingga prestasi bukan lagi jadi hal yang jauh di dapat tapi akan jadi bonus dari keseriusan latihan.
  6. Adakan kompetisi di sekolah antar murid sendiri atau undang sekolah lain, kompetisi internal akan menjaring murid lain yang punya potensi dalam bidang tertentu. Kompetisi yang mengundang sekolah lain bisa menjadi ukuran level prestasi ekstrakurikuler di sekolah Anda. Mungkin bisa dicoba mengadakan kompetisi untuk jenjang pendidikan dibawah sekolah anda, misalnya ekskul di SMK Anda mengadakan kompetisi untuk murid SMP atau SLTP di Kota atau Propinsi yang bisa jadi ajang promosi ekskul SMK Anda dan menjaring murid SMP yang berprestasi untuk memilih sekolah Anda saat lulus SLTP, sehingga SMK Anda akan mendapat murid baru yang berprestasi pada bidang ekskul.
  7. Apresiasi, beri penghargaan Murid yang menjadi Juara di upacara sekolah, umumkan kepada semua warga sekolah, beri penghargaan berupa bingkisan, beasiswa atau apapun yang bisa mendorong murid yang juara untuk terus berprestasi dan murid-murid lain untuk mengikuti kegiatan ekskul dan meraih juara.
  8. Beri kesempatan muncul jenis ektrakurikuler yang baru seauai perkembangan zaman, misalnya BEATBOX, BODY BUILDING, DRONE FOR FOTOGRAFI, PEMBUATAN GAMES & APLIKASI ANDROID, dll.
  9. Bubarkan kegiatan ekstrakurikuler yang selama dua tahun tak pernah jadi juara, buat apa ada jadwal latihan ekskul tapi berlangsung tak serius dan tak menghasilkan, hal itu hanya buang-buang waktu percuma, lebih baik sarananya digunakan untuk keperluan yang lain, karena ekskul yang serius latihan selama setahun dan rajin ikut kompetisi pasti pernah menjadi juara.
  10. Adakan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah lain, ekskul yang mainstream hampir selalu ada di setiap sekolah diantaranya Paskib, Basket, Volley, Futsal, Rohis, dll. Akan sulit untuk meraih prestasi jika Anda memulai ekskul baru yang sudah mainstream, melalui pendataan hobby dan prestasi murid-murid yang sudah anda lakukan, dorong pembentukan ekskul baru, latihan secara serius, ikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada atau tampil pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan jenis ekskul baru Anda, lihat deh efeknya.
  11. Penuhi undangan tampil dan kejuaraan, yang akan meningkatkan prestasi ekskul sekolah Anda.
  12. Dorong Guru-guru, Karyawan di Sekolah memberi atensi dan dispensasi, Kepala Sekolah sebaiknya memberi pengertian kepada semua Guru, Karyawan (termasuk SATPAM) bahwa prestasi di bidang ekskul murid-murid akan meningkatkan mutu sekolah, membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya, bermanfaat buat murid-murid setelah dewasa dan di masyarakat nanti. Oleh sebab itu Guru harus memberi dispensasi untuk murid-murid yang akan mengikuti kejuaraan untuk meninggalkan kelas, atau SATPAM ikut serta mengawasi anak-anak ekskul latihan di luar waktu belajar sekolah, tak mengusir aktifis ekskul untuk meninggalkan sekolah segera, kecuali ada indikasi melakukan hal-hal yang tak baik.
  13. Dokumentasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll publish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, para Guru Pembina ekskul harus selalu mengingatkan anak-anak aktifis ekskul agar mendokumantasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll dengan menggunakan SMARTPHONE lalu dipublish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, hal ini akan jadi iklan atau pemberitahuan kepada dunia bahwa di Sekolah Anda murid dibekali keterampilan intelektual dan non intelektual lewat ekskul untuk menjadi manusia dewasa yang berprestasi.
  14. Lakukan inovasi untuk meraih prestasi, ukuran kesuksesan kegiatan ekskul adalah prestasi atau penampilan di dalam atau di luar sekolah. Untuk mencapai kesuksesan itu perlu inovasi dari semua warga sekolah terutama aktifis ekskul sendiri agar lelah dan letihnya latihan terbayar dengan prestasi atau apresiasi dan ri berbagai fihak.
  15. Berdoa sebelum ikut kompetisi, ajak semua murid saat upacara untuk bersama berdoa agar tim ekskul yang akan tampil atau berkompetisi bisa mencapai hasil yang baik, hal ini juga bisa jadi promosi aau pemberitahuan buat semua murid di sekolah itu bahwa sekolah Anda punya gairah berprestasi lewat kegiatan ekskul.
  16. Biaya, anak-anak yang memiliki hobby pada bidang tertentu sudah tahu akan konsekwensi atau resiko dari biaya yang haru dikeluarkan untuk mengekspresikan hobbynya, jika mereka sudah merasakan manfaat kegiatan ekskul, bertekad bulat untuk meraih prestasi bersama, dan motivasi lainnya, maka mereka tak akan segan-segan untuk ikut serta menanggung biaya kegiatan ekskul, jika perlu mengundang orang tua untuk menyampaikan rencana kegiatan anak-anaknya, mungkin diantara mereka ada yang bersedia menjadi sponsor atau mencarikan sponsor yang akan membantu pembiayaan kegiatan atau kompetisi, cara-cara keatif melalui “DANUS” (dana usaha) bisa jadi alternatif, misalnya menjual bunga, snack, asesoris, dsb yang keuntungannya digunakan untuk membiayai kegiatan dan kompetisi, mengundang atau mendatangi alumni yang sudah sukses juga bisa jadi alternatif mengatasi pembiayaan kegiatan, semoga bermanfaat.

Apa prestasi yang terakhir dari sekolah Anda?

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


2 Comments

Menikmati DUA DEDI bicarakan Pendidikan

ht pth

Nikmati videonya, klik link di bawah ini:

http://mytrans.detik.com/embed/20L

Hitam Putih episopde 8 Januari 2013, Ananda Omes menceritakan seputar kisah memalukannya di masa lalu, ia pernah menangis di bioskop. Omes juga akan berbagi seputar masa SMAnya. Tanpa diketahui oleh Omes, tim Hitam Putih mengundang salah satu sahabat dekat Omes semasa SMA. Siapa kah dia? Dan apa saja cerita memalukan dari Omes semasa SMA? Lalu apa alasan Omes menangis di bioskop tersebut? Selain itu, ada presenter cantik dari Korea berdarah Indonesia, Oktiya Haniarti yang akan bercerita tentang pengalamannya menjadi presenter di Korea, serta cerita tentang Guru Era Baru oleh pakarnya, Bapak Dedi Dwitagama mulai menit ke-32.


Leave a comment

Masalah pendidikan berkaitan dengan Guru

image

Bicarakan ttg pendidikan, apa masalah utama berhubungan dg guru?

Jawabnya adalah, kita masih kekurangan banyak sekali guru. Perhatikan sekolah di kota besar hingga daerah terpencil, apakah mereka punya guru yang cukup?

Untuk memenuhi kebutuhan guru, sekolah memperkerjakan guru-guru honor bertahun-tahun hinga puluhan tahun agar pelayanan pendidikan kepada anak negeri terpenuhi. Sayang sekali pemerintah seolah lupa dengan Jasa mereka dan membiarkan mereka dalam status honor, janji-janji pengangkatan guru berlalu seiring waktu. Bahkan Guru yang sangat berjass, seorang Pengarang Lagu Hymne Guru tak kunjung diangkat jadi PNS padahal lagunya digunakan seantero negeri, menjelang akhir hayatnya beliau masih sering ungkap mimpinya ingin jadi Guru PNS, skarang beliau sudah berpulang dengan status guru honor.

Mungkin untuk meningkatkan mutu pendidikan bukan dengan UKG (Uji Kemampuan Gituh) yang habiskan biaya banyak sekali, kenapa tak merekrut guru untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan, menurut Anda?

image

Kamu kenal guru yg keren? Kabadeh.n pada dunia spy smua tahu btapa bruntungnya kamu punya guru keren, krn guru” yg keren bikin hidup kamu jd lbih baik, happy deh


Leave a comment

Selamat Hari Guru Indonesia, mari bekerja dengan senang hati menyenangkan Negeri

Selamat pagi teman-teman Guru,  selamat Hari Guru 25 Nopember 2015, mari bekerja dengan hati senang, menebar kesenangan pada murid, Sekolah, Orang Tua, Negeri agar Republik ini makin banyak yang berbahagia tak saling ribut, tawuran bahkan saling bunuh.

Tiba-tiba Saya ingat empat sessi diskusi yang dahsyat di Villa Tridy Puncak dengan Guru-guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, MTs, MA, Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan Perguruan Muhammadiyah Tebet Timur Jakarta, selama empat kali weekend Saya jadi lebih bahagia bahwa masih banyak guru-guru yang punya gairah hebatkan anak negeri, selamat berjuang buat semua Guru, yang belum diangkat jadi PNS bersabarlah, kebutuhan guru masih sangat banyak di negeri ini, tunggu aja saatnya ada rekruitmen lagi dan upayakan Anda lulus tes dengan cara-cara yang baik agar segera jadi guru yang baik, bekerja dengan senang hati, menebar kesenangan pada murid, Sekolah, Orang Tua, dan Negeri agar Republik ini makin banyak yang berbahagia, love U all.

 


2 Comments

Silent Reader ngaku, artinya dia sudah bisa bicara, happy deh

blogging-cat

Saya merasa sangat bahagia sekali ketika ada yang menyatakan bahwa dia sering membaca blog saya, walau tak pernah berkomentar atau biasa disebut Silent Reader (SR), beliau menyatakan bahwa sering membaca tulisan Saya di blog, dan sudah merasa kenal akrab lewat celoteh dan foto-foto saya di blog ini.

SR adalah seseorang yang sesekali atau sering berkunjung, membaca tulisan atau menikmati karya seseorang di blog atau website, tetapi tidak pernah memberi komentar di posting yang dibacanya, sehingga pemilik blog tak mengetahui bahwa seseorang itu biasa mengunjungi blognya. Ini seperti pengagum rahasia.

Saya pun sering menjadi SR di blog-blog celeb seperti milik Om Enda Nasution, Pak Budi Rahardjo, Wijaya Kusumah, Agus Sampurno, dsb, kadang saya kasih komentar, reblog, tetapi lebih sering cuma diam alias jadi SR.

Saya berterima kasih kepada semua pengunjung blog saya, soal apakah anda kasih koment atau jadi SR saya sangat senang, semoga interaksi kita bermanfaat buat kehidupan umat manusia di masa kini dan masa depan, semoga Anda dalam sukses dan sehat selalu.

Bagaimana dengan Anda? masih jadi SR? atau sudah mulai ngaku dan kasih komment?


Leave a comment

makasih mas bro @adiyatmamonto bahagia banget saya membaca mention foto instagram kamu

 

Diundang SMKN 32 Jakarta,
kasih motivasi
tentang gimana raih sukses
menyelipkan topik tentang rokok
bahwa bisa lebih mudah raih sukses dan sehat
kalo ga ngerokok

disampaikan sambil ngocol
ngikutin stand up komedi di tipi
saya senang liat peserta ketawa
plus berdoa agar ada yang terinspirasi
buat tak merokok atau berhenti merokok

ternyata, lewat instagram ada peserta yang bilang trima kasih
bahwa gara-gara hadir di seminar saya, dia berhenti merokok
saya doakan agar anak muda itu terus hidup sehat
dan raih sukses bisa hidup bahagia

makasih mas bro @adiyatmamonto
bahagia banget saya membaca mention foto instagram kamu
salam buat ayah ibumu, mereka harus bangga punya anak yang hebat
bisa berubah untuk jadi lebih baik
mereka boleh menunggu saatnya nikmati sukses anak yg dilahirkan
semangat terus berjuangnya ya mas bro, love u


Leave a comment

Tips Mendisiplinkan Murid di Sekolah

“Sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Saya melihat sedikit sekali Guru yang mau ikut serta mendisilinkan murid di sekolah. Bagaimana caranya mendorong atau memotivasi Guru-guru di Sekolah agar turut serta membina disiplin murid.”

Demikian pertanyaan seorang peserta training Saya, jawaban saya begini:

Dalam posisi Bapak sebagai Wakil Kepala Sekolah saat ini, atau setelah nanti Bapak jadi Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan hingga Menteri Pendidikan jangan pernah berharap semua guru peduli terhadap disiplin murid di Sekolah, itu cuma bikin lelah hingga frustasi, lebih baik kerja aja bersama tim kesiswaan di sekolah Bapak untuk menegakkan disiplin murid, jika ada guru yang membantu segera beri apresiasi atau ucapkan terima kasih sehingga mendorong giri itu untuk terus membantu sekolah mendisiplinkan murid, sementara yang tidak peduli tak perlu dilihat atau diambil hati, biarkan saja mereka berada di alam ketidakpeduliannya, karena mungkin mereka sedang mengalami masalah yang berat seperti soal keluarga, utang piutang, kesehatan, dsb. Atau mungkin mereka merasa dirinya belum berdisiplin baik sehingga tak percaya diri mendisiplinkan murid di sekolah. Mungkin juga mereka tak memiliki jiwa mendidik karena jadi guru hanya sebagai pelarian tak ada pekerjaan lain.

Ketika Tim Kesiswaan di sekolah berhasil mendisiplinkan murid di sekolah, sehingga suasana belajar berlangsung kondusif atau nama baik sekolah terangkat hingga mendapat predikat baik di masyarakat, semua guru di sekolah itu pasti senang, termasuk yang tidak berpartisipasi mendisiplinkan murid, kadang diantara mereka memberi apresiasi atau mengucapkan terima kasih kepada Tim Kesiswaan atas prestasi yang dicapai, sebagian dari mereka mungkin diam karena beranggapan bahwa itu sudah jadi tugas dan tanggung jawab tim kesiswaan.

Sesungguhnya, ada tiga atau lima orang guru yang bekerja sama mendisiplinkan anak di satu sekolah itu sudah cukup untuk membuat disiplin sekolah jadi baik, sementara guru-guru yang lain cukup mendisiplinkan kelas dimana dia mengajar pada jam tertentu, maka sekolah anda akan menjadi baik.

Jadi, mari kita kerja yang terbaik yang kita bisa, tak perlu berharap semua orang peduli atau membantu kerja kita, kita isi waktu kita dengan kebaikan, happy deh.