Category Archives: guru

Instagram Pak Dedi 11.3 Followernya

Tentang perjumpaan masa kini, tempatnya bisa dimana aja, makanannya bisa apa aja, waktunya bisa kapan aja, yang penting ada fotonya dan uplot di ig, sebagai bentuk apresiasi udah follow saya dan hari ini mencapai 11.3 K, udah sebelas ribu tiga ratus lebiiiih …. wadidaaaaw, makasih yang udah follow saya, kalo mau difollback silahkan DM …….. warbyasa beeet, kalo kamu?

Mau follow ig saya, silahkan klik disini.

Top, ini Sekolah Paling Banyak Hastagnya di Instagram, Kereeen bet

Kamu pernah search hastag sekolahmu di instagram? ada berapa banyak kah posting di instagram yang berisi kontent sekolah kamu?

Saya search #smkn50jakarta di instagram hari ini 290722 pk 09.58 WIB dan terkejut banget saya ketika lihat angka 102.102 posting foto-foto dan video SMKN 50 Jakarta terpampang di instagram … 102 K lebih gaes. Bagaimana bisa kek gitu?

Ternyata anak-anak SMKN 50 Jakarta rajin mengunggah kontent di instagram, mendokumentasikan kegiatan di sekolah lalu upload di instagram dengan menyertakan hastag #smkn50jakarta, guru-guru SMKN 50 Jakarta juga rajin memposting foto” dan video” dengan hastag nama sekolah, kalo kamu?

Jika anda mau lihat seberapa ngetopnya #smkn50jakarta di instagram, silahkan cek disini?

Nolep? Gpp … buktikan bahwa fokus kamu kejar cita” berbuah bahagia kelak

Bapak dan Ibu Guru tuh bahagianya warbyasa kalo liat muridnya bahagia berkarir ..
Tak minta balasan malah menambah bonus doa agar muridnya sukses terus

Saat sekolah, biarkan semua temanmu ngomong apa tentangmu, mau dibililang kuper, cupu, lola, pelor, mager, nolep, TBL, insecure, jamet, kang sambat, SJW, BM, dsb … terus aja fokus dengan target dan cita-citamu sambil seseruan ngerjain hobby serta aktif di ekskul.

Buktikan saat dewasa kamu bisa jadi sesuatu, kek anak” alumni kapal @smkn29jkt yang berfoto barengan saya, proud of you guys, love u, and miss u much.

Foto di atas adalah bonus kehadiran saya di SMKN 29 Jakarta kasih materi penyuluhan narkoba buat anak baru di MPLS, jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat  di sini . Dokumentasi kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati  di instagram , ratusan foto-foto ada di  fanpage facebook  dan dari video ada di  channel youtube saya , adakah wajah yang anda kenal atau ada wajah anda sendiri disana?

Memori di Wisma UNJ

Kejadian sebelum negara api menyerang bumi, saya menemani komunitas sejuta guru ngeblog bincang” bareng guru” hebat yang mengisi hari liburnya dengan kegiatan yang bermanfaat, bahkan beberapa ada yang datang dari luar kota.

Semoga negara api segera hengkang agar kami bisa seseruan lagi, bersama kamu …. iya sama kamu.

Negara Api masihkah Menyerang Bumi?

Tetiba saya menemukan foto” saat beraksi offline keliling negeri yang indahnya tiada tara.

Waktu itu negara api belum menyerang bumi hingga kita bisa terbang kesana kemari menjumpai banyak teman dan saudara.

Ini memori di Katingan, sebuah kota atau kabupaten di Kalimantan Barat, saat itu saya menemani Kementrian Pendidikan RI berbagi semangat kepada guru” disana sambil nonton film karya seniman besar Dedi Mizwar.

Ini foto dialog dengan anak” hebat sebuah SMP Negeri di dekat Kompleks DPR Kalibata Jaksel.

Apakah kamu hadir di kegiatan itu?.

Kalo mau lihat” jejak berbagi saya lainnya sulahkan klik disini.

Sessi Tanya Jawab itu Mendebarkan buat Pembicara

Sebagai public speaker saya sedih jika saat jadi pembicara atau setelah menyajikan materi tak ada peserta yang bertanya. Saya merasa peserta kurang berkenan dengan kehadiran saya dan ingin segera pulang.

Saya juga merasa paparan saya kurang menarik sehingga peserta merasa tak memerlukan info lainnya dari materi saya.

Kadang saya merasa senang bahwa artinya materi saya sudah sangat dimengerti sehingga tak perlu ada yang ditanyakan lagi.

Apakah saya salah, jika menduga peserta tak mengerti semua materi saya sehingga tak harus menanyakan apa?

Ketika saya hadir di suatu forum sebagai audience atau peserta, di akhir sessi seorang pembicara jika tak ada bertanya saya selalu angkat tangan meminta kesempatan bicara untuk bertanya atau menyampaikan sesuatu.

Pertama-tama saya bilang terima kasih atas presentasi yang bagus, walau slidenya copy paste, atau humornya kebanyakan sehingga materinya sedikit.

Setelah itu saya mengomentari materi beliau atau bertanya apa saja yang saya rasa perlu.

Soalnya kasihan dia dicuwekin kalo ga ada yang bertanya di sessi tanya jawab, kalo kamu?

Dwitagama Tayang di Majalah Gema Widyakarya PGRI DKI Jakarta

Alhamdulillah, tulisan saya tayang lagi di Majalah Gema Widyakarya edisi No. 05/Th XXVII/2022 yang diterbitkan PGRI DKI Jakarta.

Majalah itu diedarkan ke sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, SMK se DKI Jakarta. Pada penerbitan kali ini saya menulis tentang tawuran pelajar karena ternyata walau saat pendemi yang lalu, belajar dari rumah secara online tetapi tawuran pelajar masih saja terjadi.

Ada gejala pelaku tawuran makin muda, bahkan anak Sekolah Dasar (SD) melakukan tawuran hingga memcederai pelajar SD lainnya.

Jika anda seorang Guru atau pengelola lembaga pendidikan coba lihat tata tertib atau peraturan di sekolah anda, apakah sudah mengantisipasi peristiwa tawuran disertai sangsinya.

Jika sudah ada, silahkan amati apakah peraturan itu dilaksanakan dengan baik atau hanya sekedar menjadi macan kertas?

Terima kasih kepada Bapak Dr. H. Adi Dasmin, MM sebagai Ketua PGRI DKI Jakarta dan Penanggung Jawab majalah Gema, Bapak H. Ujang Arifin, MM pemimpin umum majalah Gema, dan Bapak H. Damas, SPd, MM sebagai Pemimpin Redaksi majalah Gema Widyakarya, atas bimbingan dan supportnya sehingga tulisan saya bisa tayang di majalah Gema.

Di perpustakaan sekolah kamu ada majalah itu? Kalo mau baca, saya bisa kirim meentahannya, silahkan kontak saya via instagram.

Mimpi Borobudur Rp. 750.000,-

Foto: Republika.co.id

Menikmati Kota Yogyakarta diawali dengan sarapan pagi menikmati soto daging sapi yang disajikan menggunakan bathok atau tempurung kelapa. Sambil makan, saya menikmati hamparan persawahan yang menenangkan. Warung Soto Bathok Mbah Katro buka pukul 06.00-16.00 WIB ada di sekitar Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.

Siang hari saya bersilaturahmi ke kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono, menikmati jejak-jejak peninggalan Belanda berkeliling kraton hingga taman sari dan berakhir dengan santap siang di Bale Raos yang mulai eksis sejak 2004 yang menyajikan aneka kekayaan kuliner Kraton Yogyakarta. Saya memilih menu bakmi jawa dan songgo buwono sebagai sajian utama makan siang saya.

Setelah sholat lohor di masjid kompleks keraton saya diantar oleh Abang Becak saya ke Galeri Batik Elok milik Lek Iwon, sapaan akrab Iwan Setiawan, di Kampung Tamansari, Kecamatan Kraton, Yogyakarta untuk belajar membatik di kaos yang hasilnya saya beli untuk saya kenakan sendiri, tak lupa meminang beberapa produk batik untuk saya, istri saya dan anak-anak saya.

Sholat ashar saya memilih tempat di Masjid Jogokariyan yang terkenal ke seantero negeri karena selalu menghabiskan kas masjid untuk program-program takmir masjid, mensejahterakan warga di sekitar masjid, menjalankan berbagai kegiatan dakwah dan pelberdayaan ummat, serta menjadi tujuan studi banding banyak sekolah dan pengrus masjid seluruh Indonesia.

Setelah sholat magrib di masjid Jogokariyan saya melipir ke Warung Bu Ageng, restoran milik seniman Butet Kartaredjasa, putra seniman Bagong Kusudiardjo yang menu andalan dilabeli nama-nama yang nyeleneh khas Butet. Misalnya, Lele Njingkrung, Bubur Duren Mlekoh, dan Bacem Kambing dengan Sambal Kutai. Jika Mark Zukenberg dari Amrik sengaja datang ke resto itu, saya juga dong.

Selesai makan malam saya ditawari kusir delman untuk menikmati angin malam Yogyakarta menuju ke kawasan malioboro dan turun di lokasi kopi joss sekitar stasiun Tugu, saya ingin menikmati sensasi kopi dengan bonus arang yang menyala berwarna merah berasap dimasukkan ke dalam gelas berisi kopi yang menimbulkan suara joss. Bonus aneka sate dan gorengan mengisi rongga lambung saya ditemani musik dan lagu dari para pengamen legedaris Yogyakarta, menutup malam saya di kota Yogya.

Pagi hari setelah sarapan gudeg depan gang tak jauh dari tempat kami menginap saya mempersiapkan diri untuk susur kali atau river tubing di sekitar Magelang, berbasah-basah bersantai di atas ban besar warna hitam mengenakan pelampung merasakan derasnya arus sungai di Magelang sebelum chek inn di Borobudur yang sudah kami booking.

Siangnya kami chek inn di Hotel dekat Borobudur disambut wedang uwuh, dan sangat mengejutkan ternyata ada makan siang cuma-cuma yang bisa kami nikmati di hotel itu. Selesai makan kami mencari masjid di sekitar Borobudur untuk sholat lohor dan kembali ke hotel untuk beristirahat, karena lelah setelah menyusuri kali dan kenyang makan siang di hotel.

Sore hari setelah ashar kami mempersiapkan kamera dan lensa-lensa untuk mengabadikan suasana sun set di Borobudur dengan membawa perlengkapan sholat dengan tujuan melaksanakan sholat magrib di komplek candi karena setelah magrib pun pemandangan candi dan senja sangat ciamik untuk diabadikan.

Makan malam di restoran hotel dengan pentas tarian tradisional di panggung kecil sudut restoran hotel sambil berbincang dengan karyawan hotel guna mencari lokasi bagus pemotretan saat sunset setelah sholat subuh besok pagi, setelah mengisi daya batere kamera dan gawai lainnya kami tidur nyenyak di hotel dengan rate Rp. 750.000,-

Setelah sholat subuh kami naik ke pelataran atas candi borobudur untuk mengabadikan suasana sunset hingga sekitar pukul delapan pagi, setelah merapikan peralatan foto dan membawanya ke hotel kami melanjutkan olahraga pagi berjoging di lokasi candi borobudur, di lapangan rumput sekitar candi, naik ke pelataran candi hingga ke stupa tertinggi yang membuat badan kami basah berkeringat.

Kembali ke hotel kami mandi setelah berenang menikmati kolam di dekat borobudur dengan view bangunan warisan dunia yang terkenal sejagat dan berkemas hendak bersiap menuju ke bandara untuk memenuhi jadwal penerbangan menuju Jakarta. Saat boarding di bandara kami menikmati hasil foto-foto kami selama di Yogya, terutama selama di Borobudur, banyak sekali foto yang melebihi ekspektasi siap melengkapi feeds instagram kami dan blog foto saya. Pesawat siap berangkat, kami naik dan menempati kursi sesuai yang tercetak di boarding pass.

Tiba-tiba saya dikejutkan oleh bisikan istri saya yang membangunkan saya dan bilang bahwa pesawat sudah mendarat dengan selamat di Jakarta. Rupanya saya tertidur sepanjang perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta, ternyata saya bermimpi sepanjang jalan tentang suasana wisata di candi borobudur yang tiketnya seharga Rp. 750.000,- dengan fasilitas wellcome drink, makan tiga kali sehari menikmati kolam renang dengan view candi, memotret suasana sunset, makan malam ditemani pementasan tari tradisional, jogging di areal candi berlanjut sarapan diiringi kicau burung dan pemandangan pagi candi borobudur.

Ternyata itu mimpi saya, kalo kamu?

.

Tulisan ini telah dimuat sebelumnya di http://Menikmati Staycation di Borobudur seharga Rp. 750.000,- – https://retizen.republika.co.id/posts/151489/menikmati-staycation-di-borobudur-seharga-rp-750-000

Statistik Blog Saya BOOMING

Dua hari yang lalu (270522) saya dapat notif dari wordpress begini.

Wah, alhamdulillah bangeeets … blog saya yang satu lagi dapat kunjungan yang luar biasa, begini statistiknya.

Seneng banget dooong, terjadi peningkatan 500 persen lebih, luar biasa beudh.

Ternyata sebagian besar kunjungan ke blog saya direfer oleh instagram, begini datanya.

84 kunjungan dari total 98 kunjungan ke blog saya trainer kita masuk melalui instagram, alhamdulillah.

Makasih banget buat kamu, netizen yang sudah berkenan mengunjungi blog saya, makasih juga buat instagram yang menyediakan fasilitas infoin & link ke blog, dan tentu makasih banget buat wordpress yang memyediakan platform weblog secara gratis yang saya nikmati sejak 2007, kalo kamu?

Perjumpaan berlanjut Perjumpaan

Bertemu kerana kesamaan visi untuk membahas sesuatu rupanya terekam oleh audience, dan ketika beliau ada kegiatan saya di kontaknya, apakah bakal terwujud perjumpaan untuk seseruan lagi, kalo kamu?

Perjumpaan-perjumpaan saya terekam disini, adakah wajah kamu atau orang yang kamu kenal?.

SMKN 50 Jakarta, Sekolah yang Asri, Pohonnya Banyak Burungnya Banyak

Alhamdulillah saya ditempatkan di SMKN 50 Jakarta, sekolahnya nyaman jauh dari kebisingan lalu lintas, tak pernah banjir, pohonnya banyak, burungnya banyak, jadi udaranya segar dan seperti diiringi musik asik saat mengajar lewat suara banyak burung yang bermain di pohon-pohon di dalam sekolah.

Dengerin deh suara backsound dari dua video pada posting ini, kamu suka?

Pipis Boleh Bayar, Sekolah Maunya Gratis

Saat ini orang tua di Indonesia temani anak-anaknya ujian, selanjutnya mereka akan memasukkan buah hatinya ke sekolah yang lebih tinggi. Kebanyakan penduduk negeri mencari sekolah negeri yang gratis alias tanpa biaya.

Masyarakat terbius oleh janji-janji sekolah gratis dan bermutu para politikus dan calon kepala daerah saat kampanye dan diliput media.

Tapi coba perhatikan seantero negeri, sekolah-sekolah tua sejak era penjajah dan tetap eksis hingga kini hampir semua berbiaya. Biaya yang harus dibayar pun mahal.

Pemerintah berusaha penuhi biaya, tapi itu tak pernah cukup, sistem anggaran dan idealisme butuh dana yang tak sedikit agar muncul penduduk berkualitas.

Jangan” tuntutan sekolah negeri gratis adalah cara penduduk kebanyakan melabel sekolah negeri di negeri ini tak bagus atau jelek, sehingga tak perlu membayar untuk menjadi murid di sekolah negeri.

Sementara sekolah swasta yang bagus gedungnya dan bagus disiplin belajarnya, termasuk pondok pesantren bagus dianggap wajar menerima pembayaran atau donasi dari orang tua murid yang mau menyekolahkan anaknya disana.

Pipis aja bayar di Jakarta … Aneh jika penduduk Jakarta pingin sekolah gratis, apakah pipis lebih penting dari sekolah?

Kalo kamu.

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.

400 Hari Posting Blog Tanpa Henti

Beberapa hari lalu saya dapat notif dari wordpress seperti screenshoot di atas, 400 hari posting tanpa henti, koq bisa?

Ya bisa ….. itu faktanya, bagaimana caranya?

Saya menulis apa saja yang ingin saya tulis dengan bahasa yang saya suka, tak perlu gunakan ejaan sempurna, karena saya sedang tak menulis karya ilmiah.

Jika idenya berawal dari fikiran hasil mengamati situasi atau efek bacaan di mass media dan blogwalking … saya tuliskan aja dan melengkapi dengan foto or video yang sesuai dengan posting.

Jika saya memiliki foto atau gambar, saya membuat tulisan menceritakan foto atau gambar itu. Seperti tulisan ini, berawal dari screenshoot notifikasi dari wordpress di atas menjadi satu posting yang sedang anda nikmati ini.

Saat ada waktu, misalnya ketika saya menunggu istri belanja atau saat menjemput anak di sekolahnya saya menulis beberapa artikel yang dipublish dalam beberapa hari ke depan, setiap hari saya menerbitkan satu artikel.

Tulisan yang anda baca ini sudah saya tulis beberapa hari yang lalu tetapi saya publish untuk tanggal 7 Mei 2022. WordPress menyediakan fasilitas penjadwalan posting anda akan diterbitkan kapan saja.

Terima kasih anda telah berkunjung memberi tanda bintang atau menyukai posting saya dan berkomentar, saya akan berkunjung ke blog anda dan melakukan hal yang sama.

Stay safe.

Ngeblog di Retizen Republika

Saya punya mainan baru, ngeblog di Retizen Republika, sebuah platform blog jamaah yang dikelola oleh republika, penerbit koran muslim langganan saya.

Saya sangat terkejut plus bahagia, kalo kata anak zaman now SUKAAAAA BED ketika tulisan saya tentang DEMO BEM SI, ADE ARMANDO & HATTRICK JOKOWI dibabaca lebih dari seribu kali dalam waktu kurang dari tiga hari posting tentang buka puasa sudah dibaca lebih dari 500 kali.

Ngeblog di Retizan Repubika sukaaaaa bed, kalo kamu?

Nemu File Poster KEMINFO RI

Saat bersih-bersih file di handphone, saya menemukan poster kegiatan yang diselenggarakan oleh KEMINFO RI dan PB PGRI, Oktober 2021.

Terima Kasih buat Murid yang Taat Prokes

Saya senang liat anak” yg slalu pake masker dan jaga jarak di skolah agar penyebaran popcorn tak makin menggila, jan ampe disuru pjj lagi deh, ga enak tauuu … nikmati keseruan ptm sambil selalu jalankan prokes, agar sehat selalu smua, kalo kamu?

Achievement, 15 tahun Ngeblog di WordPress

Rabu 18/1 saya mendapat notif dari wordpress.com bahwa saya sudah 15 tahun ngeblog di wordpress, alhamdulillah.

Sebuah pencapaian yang jadi terasa ringan karena selalu banyak pengunjung yang singgah di blog ini, yang sekarang mencapai lebih dari dua juta kunjungan.

Terima kasih kepada wordpress.com yang telah memberi pelayanan dengan baik, terima kasih juga kepada anda, pengunjung blog saya, semoga bermanfaat.

Mendokumentasikan Kebersamaan dengan PB PGRI

Ada nama yang kamu kenal?

207 Hari Menulis Blog tanpa Henti

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, terima kasih anda kembali berkunjung ke blog yang dikelola oleh seorang pendidik di SMKN 50 Jakarta sejak 2005.

Hari ini saya menerima notifikasi dari wordpress.com bahwa saya telah posting artikel di blog ini 207 hari tanpa henti.

Salah satu yang membuat saya makin semangat menulis di blog ini adalah pengunjung yang terus bertambah hingga jutaan. Statistik blog yang sedang anda nikmati ini hampir mencapai angka 2.000.000, alhamdulillah … terima kasih anda telah berkenan mampir ke blog ini, ditunggu kunjungan anda lagi dan komentar dari anda, agar saya bisa berkunjung dan komentar di blog anda.

Bagaimana tips konsisten menulis blog? Silahkam simak disini.

Alat Tempur Guru Masa Kini

Lap top, head set, microphone, web camera menemani guru saat bertugas di zaman pagebluk, kalo kamu?

Melatih Public Speaking Anak Negeri

Saya amati, anak-anak muda negeri ini sangat kurang percaya diri, bahkan untuk sekedar bertanya, apalagi menyampaikan pendapat atau berargumentasi … Oleh sebab itu saya berusaha mendorong anak-anak muda negeri untuk berani berbicara, salah satu caranya adalah dengan mengajak mereka berbincang mengenang saat-saat belajar selama tiga tahun di SMKN 50 Jakarta … nikmati dokumentasi lainnya disini.

Ngamen Era Pagebluk: Public Speaking for Teacher

 *WEBINAR APKS PGRI* 

✅ *Belajar Berbicara yang Efektif di Depan Publik* ✅

 Silakan catat tanggalnya:

️ Hari/ Tanggal : *Selasa, 17 Agustus 2021*

 Pukul : *19.00 WIB*

*Narasumber*
‍ *Dedi Dwitagama*
– Praktisi Pendidikan

️ *Join Zoom Meeting*
https://zoom.us/j/91394755981?pwd=MHhibnVFeXpObWR4bFFpSlhwR2d3Zz09

Meeting ID: 913 9475 5981
Passcode: PGRI

 *Live Streaming on Youtube* 
https://youtu.be/yfVexup-wlE

Sepatu Kesayangan

Alooow Guys, semoga dirimu dalam sehat jasmani dan rohani saat baca posting ini. Saya pernah sekolah seperti kamu dan ada pengalaman yang selalu saya ingat setiap minggu. Ada ritual sabtu siang (tahun 70 dan 80 an hari sabtu masih masuk sekolah), sepulang sekolah saya selalu mencuci sepatu dan menjemurnya di atas genteng agar pada hari senin sepatu itu bisa dipake lagi ke sekolah.

Minggu malam saya menyiapkan sepatu yang sudah kering setelah dicuci dan dijemur, saya pasang talinya, siapkan kaos kaki. Dan senin pagi saat dipakai sepatu itu terasa lebih kaku karena kering setelah direndam air. Dulu tak ada aturan seragam sepatu hitam … saya terkenang sepatu favorit saya adidas kanvas putih yang saya beli dari uang tabungan saya, nilai seratus lima puluh ribu tahun 80 itu mungkin senilai satu juta setengah zaman sekarang, bahagia banget punya sepatu idaman.

Foto” di bawah ini adalah kolase sepatu anak” tahun covid (2021), yang terakhir itu sepatu kesayangan saya masa kini (karena yang dulu ga sempat dibikin fotonya).

Kegiatan belajar mtk hari ini masih mengerjakan soal latihan ulangan untuk yang belum mendapat nilai bagus diatas kkm, link soal latihan ulangannya ada disini.

Kalo sudah mengerjakan soal latihan ulangan, tolong isi daftar kehadiran kamu di kegiatan belajar hari ini dengan lampiran foto kamu menggunakan masker sambil memperlihatkan sepatu sekolah yang akan kamu kenakan saat sekolah off line (seperti foto teman” kamu di atas), berbagai persiapan sudah dilakukan untuk memulai sekolah new normal, link daftar hadir nya bisa dibuka disini.

Saya akan menelpon beberapa dari kamu, tolong dijawab yaaa … kalo kamu mau nanya” bisa japri, telpon saya atau DM di instagram.

Love u all.

Bete … Males Sekolah?

Woi kamu anak sekolah yang merasa bete, males sekolah, males belajar, suntuk mo muntah ngerjain tugas-tugas sekolah yang segabrek, teman-teman yang jaim, pada mo enaknya sendiri, guru-guru killer, jutek, disiplin sekolah yang ketat bet.

Cari cara buat cabut dari sekolah, ngerjain tugas last minit, nyontek sana-sini, enek terus bawaannya … ga betah di sekolah, bete di sekolah, males belajar, asikan nongkrong di pangkalan bareng temen” sejiwa, sampe di rumah saat hari udah gelap.

Iseng-iseng tanya deh ama senior kamu yang udah lulus sekolah beberapa tahun lalu, tanyakan ke mereka gimana perasaan mereka setelah lulus sekolah.

Ternyata kebanyakan bilang, masa yang paling indah, paling asik, paling seru, paling segalanya deh … itu adalah masa sekolah.

Kalo kamu sekarang masih sekolah, nikmati aja masa sekolahmu, kerjain semua tugas” sekolah sebisamu, usaha mencapai hasil yang terbaik boleh dilakukan, tetapi biasakan menikmati hasil yang dicapai dan bersyukur bikin hidup lebih indah.

Perbanyak ngobrol sama orang-orang yang sukses dan orang-orang yang hidupnya susah, supaya kamu lebih mudah menentukan pilihan strategi berjuang mengisi hidup yang nikmat, selamat berjuang guys.

Merayakan Hari Kartini

Saya menulis tentang bagaimana sebaiknya merayakan Hari Kartinipada 2017, karena saya merasa Kartini seolah identik dengan pakaian adat, setiap perayaan Hari Kartini para wanita dan anak-anak memakai kebaya, padahal Kartini itu jadi terkenal karena kegemarannya menulis surat berisi pemikiran beliau tentang wanita dsb, yang dikemas dalam bentuk surat dikirim untuk sahabatnya di Belanda.

Kartini berfikir maju pada zamannya dan menuliskan pemikirannya, bukam mendisain kebaya, atau pakaian tradisional bukan juga memasak.

Tulisan itu saya tulis 2017 dan diakses 18.000 kali pada 2018 dan 2019, mungkin banyak netizen yang sedang mencari ide merayakan peringatan Hari Kartini.

Mau lihat artikel lengkapnya? Silahkan googling CARA KREATIF MERAYAKAN HARI KARTINI DI SEKOLAH atau klik disini.

Podcast Pak Dedi Terbaru

Here’s an episode for you… SEKOLAH SEOLAH LUPA TUJUAN PENDIDIKAN episode of Negeri Paman Besut, ready on spotify and anchor https://open.spotify.com/episode/5fYcTFkHZgRsIwol7Ge88G?si=q2qtr4G2Q3K4whuviFLt6g&utm_source=native-share-menu

Colab untuk Kontent Youtube DR. Djaja Achmad Sarjana

Beliau pernah mengundang saya untuk hadir di Seminar yang diadakan oleh ITB di Aula yang didirikan oleh Belanda dan sering digunakan oleh Ir. Soekarno, Proklamator negeri ini saat kuliah disana.

Begini chat DR. Djaja kepada Saya:

Podcast dadakan namun inspiratif dengan Bapak Dedi Dwitagama. Beliau menceritakan kisah hidupnya mulai dari saat sekolah, menjadi seorang kakak dan anak yang bertanggung bagi keluarganya kemudian menjadi guru, blogger dan trainer inspiratif seperti sekarang ini.

Demikian chat Bapak DR. Djaja saat memberi link video colab kami di channel youtubnya, nuhuuuun Pak Doktor, semoga bermanfaat.

Persiapan Menuju KIHAJAR TIK TALKS KEMENDIKBUD RI, 25 Nop 2020

Sahabat Edukasi

Tabea..

Katong tunggu bapak ibu dong pung partisipasi/kehadirannya di KIHAJAR TIK TALKS yang hadir kembali, kali ini di Provinsi Maluku dengan tema:
“Konsep A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) Dalam Mengharmonikan Mutu Pendidikan di Indonesia Khususnya di Provinsi Maluku” pada:

🗓️ Rabu, 25 November 2020
⏰ 08.00 WIB / 10.00 WIT

Menghadirkan narasumber:

1. Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si. | plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku
“Konsep ABCD (Anak Bangsa Cinta Digital) Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Provinsi Maluku”

2. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si. | plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud

3. Drs. Semuel E. Huwae, M.H. | Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku
“Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan TIK”

4. Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd. | Guru Besar Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
“Kepemimpinan, Monitoring, Dan Evaluasi Pembelajaran Di Era New Normal”

5. Dr. Fahmi Sallatalohy, M.Hum. | Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
“Pengelolaan Pembelajaran Di Era New Normal”

6. Dedi Dwitagama | Pendidik, Trainer, Motivator bidang Pendidikan

7. Meilita Salamony, S.Pd. | Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahun 2017
“Praktik baik Pemanfaatan Fitur Kelas Maya Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi”

Moderator:
Kajuliven Wattimena, S.Pd.
Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku tahun 2019

👉 Daftar sebagai peserta melalui:
https://s.id/daftartiktalksmaluku

(e- sertifikat tersedia bagi pendaftar)

Bapak / ibu guru dong samua, mari katong rame-rame daftar KIHAJAR TIK TALKS di Provinsi Maluku.Mari katong sukseskan KIHAJAR TIK Talks Provinsi Maluku
Kalo bukan katong sapa lai.

#TIKTalksMaluku#kihajarTIKTalks#kihajar2020#tvedukasi#rumahbelajar#suaraedukasi#belajardarirumah#merdekabelajar#kemdikbudRI 

Term of Refference

Kihajar TIK Talks Maluku

Rabu,  25 November 2020

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Perkembangan dunia digital dan akses terhadap informasi dalam bentuk digital menghadirkan tantangan dan tantangan secara bersamaan. Perkembangan dunia digital memberikan peluang untuk melahirkan lapangan kerja baru berbasis media digital, meningkatkan pemasaran barang dan jasa secara global tanpa batas teritorial. Di sisi lain, dengan meningkatnya akses internet, masyarakat dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keingintahuan. Hal ini dapat memberikan dampak negatif, jika masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi digital yang cukup untuk memilah berita atau informasi yang hoax, perilaku intoleran, dan ujaran kebencian yang kerap dihadapi di lini masa digital. Untuk itu, keterampilan dalam literasi digital menjadi hal yang mesti dimiliki oleh masyarakat untuk dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi efektif serta kesadaran untuk berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat perkembangan teknologi yang cepat.

Deskripsi Kegiatan

KIHAJAR TIK Talks merupakan wujud apresiasi terhadap daerah yang berpartisipasi terbanyak dalam KIHAJAR STEM, sekaligus dalam optimalisasi penggunaan Rumah Belajar, TV Edukasi, dan Suara Edukasi. Kegiatan ini membahas isu – isu strategis permasalahan pendidikan daerah, yang akan dibahas dalam bentuk seminar secara daring, dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari praktisi pendidikan, ahli pembelajaran, dan juga Pengembang Teknologi Pembelajaran

Tema

Tema pada KiHajar TIK Talks Provinsi Maluku adalah Konsep A, B. C. D (Anak Bangsa Cinta Digital) Dalam Megharmonikan Mutu Pendidikan Di Indonesia Khususnya Di Provinsi Maluku

Tujuan

Tujuan Kihajar TIK Talks adalah:

  1. Meningkatkan kemampuan literasi digital untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran;
  2. Menumbuhkan kemandirian dalam memanfaatkan dan mengembangan TIK untuk pendidikan.
  3. Mengoptimalkan sumberdaya yang ada dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi

Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Kihajar TIK Talks meliputi:

  1. Pemaparan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan TIK
  2. Pemaparan Konsep ABCD (Anak Bangsa Cinta Digital) untuk peningkatan mutu Pendidikan di Provinsi Maluku
  3.  Pemaparan Pengelolaan pembelajaran di era New Normal
  4. Pemaparan Kepemimpinan, Monitoring, dan Evaluasi pembelajaran di era New Normal
  5. best practice pemanfaatan fitur Kelas Maya dalam pembelajaran di  masa pandemi

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kihajar TIK Talks dilaksanakan pada:

waktu              : Rabu, 25 November  2020

pukul               : 08.00 s.d 11.00 WIB / 10.00 – 13.00 WIT

tempat            : Melalui aplikasi Virtual Cloud Meeting yang akan disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Televisi Edukasi

Metode Pelaksanaan

Kihajar TIK Talks dilaksanakan di 10 provinsi dengan presentasi keikutsertaan peserta tertinggi. Para narasumber akan diberikan waktu untuk paparan, dilanjutkan dengan kesempatan tanya jawab yang dipandu oleh moderator.  Diskusi ini akan disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Televisi Edukasi.

Agenda Kegiatan

Link Pendaftaran:

Pendaftaran peserta KiHajar TIK Talks menggunakan aplikasi simpatik yang dapat diakses pada alamat http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id

Data Narasumber:

  1. Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si , Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Maluku
  2. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si, plt Kepala Pusat Data dan teknologi Informasi Kemendikbud
  3. Drs. Semuel E. Huwae, MH, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Maluku
  4. Dr. Fahmi Sallatalohy, M.Hum, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
  1. Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar M. Pd., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
  2. Meilita Salamony, S.Pd , Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku
  3. Dedi Dwitagama, Pendidik, Trainer, Narasumber dan Motivator Bidang Pendidikan (Dalam konfirmasi)

Bersama Host:

Kajuliven Wattimena, S.Pd

Menuju HARMONI CINTA GURU: BEM UNJ, Nop 2020

Ga Mau Sekolah? Gpp

Saya pernah menjumpai anak yang bapaknya buruh bangunan, ibunya buruh cuci di rumah tetangga, anak itu diterima di sekolah negeri dekat rumahnya, sekolahnya gratis, keluarganya hanya perlu menyiapkan seragam, perlengkapan sekolah dan buku-buku pelajaran.

Semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tuanya, tetapi anaknya tak mau sekolah dan memutuskan keluar dari sekolah, alasannya beragam.

Apakah anak itu mengira dia bakal bisa minta diberi makan selamanya oleh kedua orang tuanya, minta dibelikan pakaian, bahkan menuntut dibelikan sepeda motor untuk bermain bersama teman-temannya. Bapak dan ibunya pasti bakal meninggal dunia. Setelah itu dia harus hidup sendiri dan membiayai hidupnya sendiri, apalagi jika anak itu kemudian berkeluarga.

Tanpa sekolah anak itu bisa hidup hingga dewasa, setelah menikah, berkeluarga, punya anak, dia bisa membiaya keluarganya. Baguuuus … hebat anak itu.

Kalo kamu yakin bisa hidup dengan tidak sekolah … silahkan ajaaa … tapi coba tanya pada siapa aja di sekitar kamu apa syaratnya kalo mau bekerja?

Dengerin deh, disini.

Soal Latihan Persamaan Liniear Dua Variabel

Silahkan kamu beli buku paket Mtk dimanapun kamu bisa dapatkan buku itu, hal ini sangat bermanfaat untuk mempermudah kamu memahami materi Mtk yang kita pelajari.

Setelah mengerjakan latihan tolong isi daftar hadir. Link daftar hadir belajar kita bisa kamu klik di http://gg.gg/daftarhadirmtk50, tokennya saya berikan melalui WA group kelas kamu. Jika ada pertanyaan silahkan japri atau melalui DM di instagram.

Kalo nanti kita sudah tatap muka di kelas, buku latihan mtk kamu harus dikumpulkan untuk direkap dan diberi nilai usaha belajar dirimu selama pandemi.

Mari kita sama” berdoa ya agar pagebluk ini segera berlalu, love u much. 

Bincangkan Kemerdekaan

Setelah uapacara kemerdekaan, pada perjumpaan di jam pelajaran matematika saya selalu ajak murid membicangkan kemerdekaan, yang ujungnya ingin membuat kami lebih mencintai negeri ini.

Saat pagebluk ini, saya tak bisa menjumpai anak-anak hebat saya, kami berkomunikasi secara online. Saya ingin tahu bagaimana perasaan mereka tentang cara menikmati kemerdekaan dari sisi mereka sebagai anak muda, cara mereka mengisi kemerdekaan, rencana mereka menghebatkan diri mereka agar bangsa ini makin hebat, atau apa saja yang berhubungan dengan merdeka-merdeka.

Saya sudah menulis perasaan saya disini, liat deh … lalu tolong bikin tulisan yang temanya dicetak miring, tebal pada pragraf di atas, sebagai pengganti bincang-bincang kita di kelas, artikelnya kamu capture sebagai pengganti buku latihan kamu.

Semoga pagebluk ini cepat selesai agar kita bisa seseruan di sekolah, kamu juga bisa latihan basket, volley, futsal, tari, teater, atau apa aja deh yang bisa bikin kamu makin hebat, love you guys.

Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Coret-coret Aja Semuanya

Meja belajar sekolah siapa? 2020
Di sebuah under pass Jakarta 2018

Apa komentar kamu melihat meja belajar di sekolah banyak coretan dan tembok jalan yang kamu lewati banyak coretan seperti dua foto di atas?

– Bagus … itu suatu kreatifitas, bisa jadi pelakunya nanti jadi seniman besar, atau jadi pejabat.

– Jelek … sebaiknya jangan coret” di meja sekolah atau dinding kota, nanti kotor dan lingkungan kita jadi kumuh.

– Terserah deh … yang penting jangan coret” di rumah saya karena baru di renovasi, mahal guys.

Kalo kamu?

Membiasakan Baca Petunjuk

Saya berusaha memberikan petunjuk dengan jelas dan menggunakan huruf kapital pula, tapi selalu ada saja yang masih tak melakukan dengan benar, padahal kamsud dari petunjuk itu adalah supaya namanya terbaca jelas karena yang mengajar umurnya sudah banyak melewati angka sekolahnya, kalo huruf kecil ga jelas gitu jadinya …. kalo para pelaku punya alasan yang bermutu saya bisa maklum dan maafkan, tapi kalo cuma kerana teledor … apakah saya perlu kurangi score atau nilainya sepuluh point … jadi ngga KKM dong … para pelaku silahkan ungkap argumentasimu di kolom komentar, ini sebagian dari mereka.

Best Writter Home Learning Challenge SMKN 50 Jakarta

Allow guys, smg kamu semua dalam sehat, sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, sudah bantu menyenangkan orang tua, sebagai tindak lanjut tantangan terakhir saya sebelum Lebaran, saya umumkan nama-nama yang telah menyelesaikan tantangan saya adalah sebagai berikut:

  1. Nurul Anita
  2. Rachela Putri
  3. Saras Lintang Panjerino
  4. Amalia Kairani Mardiana
  5. Fadila Armani
  6. Khaniva Hirzani
  7. Ghifari Aprillianto
Blognya Amalia Kairani Mardiana

Dua orang dengan nilai terbaik diraih oleh Amalia Kairani Mardiana dengan point 254 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah dan Nurul Anita dengan point 231 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah, kepada dua pemenang silahkan hubungi saya melalui pesan di instagram untuk membicarakan cara penyerahan hadiah.

Selamat buat kamu yang sudah menulis banyak artikel di kompasiana, mengabarkan apa saja yang positif di sekitar kamu agar fikiran terbiasa positif sehingga meningkatkan kekuatan imunitas kita dan tercegah dari segala penyakit, sambil mempromosikan SMKN 50 Jakarta.

Masih ada lagi dua pemenang yang bakal diumumkan setelah pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun), stay safe ya guys, love u all.


					

Home Learning Challenge “Tugas di Kompasiana”

Aloow Gaess, kalo kamu udah menyelesaikan tantangan posting minimal 10 tulisan di kompasiana silahkan komment di bawah posting ini dengan memberi link posting yang paling banyak pengunjungnya, deadline sampai 07 Juni 2020.

Tentu kamu masih ingat broadcast saya di bawah ini:

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu pada kotak komentar di bawah posting ini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 JakartaIsi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Podcast Pak Dedi New Edition

Listen to “TAWURAN PELAJAR 1” from podcast pak dedi on Anchor: https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-PELAJAR-1-edvtf6/TAWURAN-PELAJAR-1-a2694k2

Podcast Pak Dedi

Jika anda suka mendengar poscast, silahkan mampir ke channel podcast saya https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-1-edvtf6

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.