Ga Mau Sekolah? Gpp

Saya pernah menjumpai anak yang bapaknya buruh bangunan, ibunya buruh cuci di rumah tetangga, anak itu diterima di sekolah negeri dekat rumahnya, sekolahnya gratis, keluarganya hanya perlu menyiapkan seragam, perlengkapan sekolah dan buku-buku pelajaran.

Semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tuanya, tetapi anaknya tak mau sekolah dan memutuskan keluar dari sekolah, alasannya beragam.

Apakah anak itu mengira dia bakal bisa minta diberi makan selamanya oleh kedua orang tuanya, minta dibelikan pakaian, bahkan menuntut dibelikan sepeda motor untuk bermain bersama teman-temannya. Bapak dan ibunya pasti bakal meninggal dunia. Setelah itu dia harus hidup sendiri dan membiayai hidupnya sendiri, apalagi jika anak itu kemudian berkeluarga.

Tanpa sekolah anak itu bisa hidup hingga dewasa, setelah menikah, berkeluarga, punya anak, dia bisa membiaya keluarganya. Baguuuus … hebat anak itu.

Kalo kamu yakin bisa hidup dengan tidak sekolah … silahkan ajaaa … tapi coba tanya pada siapa aja di sekitar kamu apa syaratnya kalo mau bekerja?

Dengerin deh, disini.

Soal Latihan Persamaan Liniear Dua Variabel

Silahkan kamu beli buku paket Mtk dimanapun kamu bisa dapatkan buku itu, hal ini sangat bermanfaat untuk mempermudah kamu memahami materi Mtk yang kita pelajari.

Setelah mengerjakan latihan tolong isi daftar hadir. Link daftar hadir belajar kita bisa kamu klik di http://gg.gg/daftarhadirmtk50, tokennya saya berikan melalui WA group kelas kamu. Jika ada pertanyaan silahkan japri atau melalui DM di instagram.

Kalo nanti kita sudah tatap muka di kelas, buku latihan mtk kamu harus dikumpulkan untuk direkap dan diberi nilai usaha belajar dirimu selama pandemi.

Mari kita sama” berdoa ya agar pagebluk ini segera berlalu, love u much. 

Bincangkan Kemerdekaan

Setelah uapacara kemerdekaan, pada perjumpaan di jam pelajaran matematika saya selalu ajak murid membicangkan kemerdekaan, yang ujungnya ingin membuat kami lebih mencintai negeri ini.

Saat pagebluk ini, saya tak bisa menjumpai anak-anak hebat saya, kami berkomunikasi secara online. Saya ingin tahu bagaimana perasaan mereka tentang cara menikmati kemerdekaan dari sisi mereka sebagai anak muda, cara mereka mengisi kemerdekaan, rencana mereka menghebatkan diri mereka agar bangsa ini makin hebat, atau apa saja yang berhubungan dengan merdeka-merdeka.

Saya sudah menulis perasaan saya disini, liat deh … lalu tolong bikin tulisan yang temanya dicetak miring, tebal pada pragraf di atas, sebagai pengganti bincang-bincang kita di kelas, artikelnya kamu capture sebagai pengganti buku latihan kamu.

Semoga pagebluk ini cepat selesai agar kita bisa seseruan di sekolah, kamu juga bisa latihan basket, volley, futsal, tari, teater, atau apa aja deh yang bisa bikin kamu makin hebat, love you guys.

Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Coret-coret Aja Semuanya

Meja belajar sekolah siapa? 2020
Di sebuah under pass Jakarta 2018

Apa komentar kamu melihat meja belajar di sekolah banyak coretan dan tembok jalan yang kamu lewati banyak coretan seperti dua foto di atas?

– Bagus … itu suatu kreatifitas, bisa jadi pelakunya nanti jadi seniman besar, atau jadi pejabat.

– Jelek … sebaiknya jangan coret” di meja sekolah atau dinding kota, nanti kotor dan lingkungan kita jadi kumuh.

– Terserah deh … yang penting jangan coret” di rumah saya karena baru di renovasi, mahal guys.

Kalo kamu?

Membiasakan Baca Petunjuk

Saya berusaha memberikan petunjuk dengan jelas dan menggunakan huruf kapital pula, tapi selalu ada saja yang masih tak melakukan dengan benar, padahal kamsud dari petunjuk itu adalah supaya namanya terbaca jelas karena yang mengajar umurnya sudah banyak melewati angka sekolahnya, kalo huruf kecil ga jelas gitu jadinya …. kalo para pelaku punya alasan yang bermutu saya bisa maklum dan maafkan, tapi kalo cuma kerana teledor … apakah saya perlu kurangi score atau nilainya sepuluh point … jadi ngga KKM dong … para pelaku silahkan ungkap argumentasimu di kolom komentar, ini sebagian dari mereka.

Best Writter Home Learning Challenge SMKN 50 Jakarta

Allow guys, smg kamu semua dalam sehat, sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, sudah bantu menyenangkan orang tua, sebagai tindak lanjut tantangan terakhir saya sebelum Lebaran, saya umumkan nama-nama yang telah menyelesaikan tantangan saya adalah sebagai berikut:

  1. Nurul Anita
  2. Rachela Putri
  3. Saras Lintang Panjerino
  4. Amalia Kairani Mardiana
  5. Fadila Armani
  6. Khaniva Hirzani
  7. Ghifari Aprillianto
Blognya Amalia Kairani Mardiana

Dua orang dengan nilai terbaik diraih oleh Amalia Kairani Mardiana dengan point 254 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah dan Nurul Anita dengan point 231 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah, kepada dua pemenang silahkan hubungi saya melalui pesan di instagram untuk membicarakan cara penyerahan hadiah.

Selamat buat kamu yang sudah menulis banyak artikel di kompasiana, mengabarkan apa saja yang positif di sekitar kamu agar fikiran terbiasa positif sehingga meningkatkan kekuatan imunitas kita dan tercegah dari segala penyakit, sambil mempromosikan SMKN 50 Jakarta.

Masih ada lagi dua pemenang yang bakal diumumkan setelah pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun), stay safe ya guys, love u all.



			
					

Home Learning Challenge “Tugas di Kompasiana”

Aloow Gaess, kalo kamu udah menyelesaikan tantangan posting minimal 10 tulisan di kompasiana silahkan komment di bawah posting ini dengan memberi link posting yang paling banyak pengunjungnya, deadline sampai 07 Juni 2020.

Tentu kamu masih ingat broadcast saya di bawah ini:

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu pada kotak komentar di bawah posting ini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 JakartaIsi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.

 

Pejuang Gece Math Home Learning, Good Job Guys

Tak lama setelah saya memberi guidance lewat blog ini, anak-anak hebat yang gece (gerak cepat) langsung merespon tugas mtk, mereka adalah: Anissa Khusnul Khotimah, Achmad Zikri, Syakira Rohadatul Aisy, Fadia Ananda Putri, Aprilia Tri Lestari, good job guys … inilah wajah-wajah mereka.

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah

IMG_20200428_170902 - Ahmad Dzikri

IMG_20200428_170517 - Syakira Rohadatul Aisy

IMG_20200428_171428_212 - Fadia ananda putri

IMG20200428172522 - aprilia lestari

Math Home Learning Update 29 – 30 April 2020

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah
Model Gocap

Dear My Good Students

Assalamualaikum, semoga saat saat baca posting ini kamu dalam keadaan sehat lahir bathin, sudah mandi, sudah sholat, beresin kamar, menolong keluarga, melakukan kebaikan, dan sudah mengerjakan tugas” home learning.

Melanjutkan proses belajar matematika, untuk semua murid Kelas X dan XI yang belajar Mtk dengan saya silahkan siapkan penampilan diri kamu yang keren untuk foto bersama pekerjaan latihan soal” seperti contoh foto temanmu di posting ini,  laporkan pekerjaan latihan soal” matematika kamu dengan klik link disini.

Pelaporan berlangsung dua hari, 29 dan 30 April 2020, tentang tokennya bakal dishare di group-group kelas.

Pertemuan berikutnya akan dilakukan menggunakan ZOOM, buat mengobati rasa kangen lama ngga ketemu kamu semua. Tolong kabarkan semua teman” kamu supaya pelajari ZOOM dan stay tune on schedule.

Kelas XI, Rabu 29 April 2020:
XI BDP 1 Pk. 07.30 – 08.00,
XI BDP 2 Pk 08.00 – 08.30,
XI MM Pk 08.30 – 09.00.

Kelas X, 12 Mei 2020:
X BDP 1, X BDP 2, X MM Pk 08.30 – 09.00, kita seseruan bareng tiga kelas guys.

Tolong kamu capture kehadiran kamu di kelas ZOOM, yang akan jadi bukti kehadiran atau bakal disetor capturan itu saat kita merekap nilai akhir semester.

Informasi token dan password meeting bakal saya share lewat Zefanya Nicole Kls XI MM, miss u much guys.

Math Home Learning Guidance, April 20, 2020

Snapchat-1241114240 - Sasy kirana
Sasy

Dear anak-anakku yang bat-hebat.

Assalamualaikum, semoga kamu semua dalam keadaan sehat walfiat, saat membaca posting ini kamu sudah mandi, sudah makan makanan untuk membuat dirimu selalu sehat, sudah beribadah dan membantu orang tua beberes kamar, beberes rumah, bebenah, nyuci baju, ngegosok, serta melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Saya seneng bat karena kamu telah mengerjakan berbagai tugas home learning yang saya berikan, bahkan sempat jadi trend di kompasiana.com (klik aja kalo mo liat) – saya usahakan memberi rating dan komentar di posting kamu, liat deh, kalo yang masih belum beres tolong usahakan dituntaskan sebelum masuk sekolah agar saat rekap nilai nanti nilaimu tak ada yang kosong, sehingga ga perlu remed.

Tugas home learning kamu yang minggu kemarin akan saya rekap dua hari ini (sekarang dan besok 21/04), silahkan klik disini, dan tokennya akan saya broadcast lewat Zefanya Nicole Kls XI MM ke group-group kelas kamu. Tolong isi kuisioner home learning yang saya buat dan pada bagian akhir isian google form kamu harus uplot foto dirimu dengan halaman terakhir pekerjaan latihan soal” mtk, dengan ukuran file max 10 MB. Seperti foto temanmu di atas.

Semua pertanyaan harus diisi ya guys, kalo ada yang terlewat kamu ngga bisa submit, terima kasih atas kerja sama yang baik dari kamu semua, stay safe … kangen becanda bareng kamu, miss u much and love u all.

Wajah-wajah Kardus, Wajah Kita?

Foto: Thinkstock

Kardus adalah kotak yang terbuat dari kertas, umumnya berwarna coklat, memiliki ketebalan tertentu, ada yang dibuat berlapis, bisa dilipat sehingga mudah dibentuk sesuai keperluan dan bisa ditempel atau dicetak logo dan pesan-pesan tertentu sehingga mudah disusun, dan bagus dipandang.

Wajah-wajah kardus adalah wajah-wajah yang sering kita lihat di televisi atau media cetak, mereka selalu berusaha bagus dilihat dengan berpenampilan yang mentereng, sering dengan busana mahal, berusaha tersenyum agar muncul bagus di media. Penampilan itu membungkus kelakuannya korupsi, selingkuh, mengedarkan narkoba, mencuri, dsb.

Wajah-wajah kardus itu seolah tak merasa bersalah dengan perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan walau di pengadilan mreka telah dijatuhi hukuman dan mengantat mereka ke penjara.

Wajah-wajah kardus juga sering terlihat di jalan raya, melanggar rambu lalu lintas seperti hal yang biasa, perhatikan wajah-wajah pengendara yang melawan arah, penerobos lampu merah, parkir di tempat terlarang, naik motor tanpa helm, Wajah-wajah mereka biasa-biasa saja, tak merasa bersalah, kadang mereka lebih galak kepada orang lain yang mengingatkan atau polisi yang menilang. Wajah-wajah kardus 

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?

Mendoakan Murid

Ketika belajar di kelas dia sangat pendiam, duduknya selalu tetap dengan orang yang sama, bicaranya sedikit, kalo tertawa pun tak banyak, tapi kalo bicarakan kepop matanya nyala berbinar.

Sekarang dia sedang nelanjutkan gaya pendiam tapi doyan nyanyi dan ngedance kepop di negeri purwokerto, slamat berjuang vin … buat cum laude mah gampang wat kamu, ditunggu kabar wisuda dan lanjut kuliah S2 di korea yaaaa

Menemukan Jejak Digital Dedi Dwitagama di Website Kantor Berita Antara

Screen Shot 2019-12-17 at 10.09.59 AM

Screen Shot 2019-12-17 at 10.10.35 AM

Saya sedang menyiapkan Kaleidoskop tahun 2019 tetiba menemukan jejak digital kehadiran saya di IPB University Bogor Nopember 2019, alhamdulillah … sesuatu bangets rasanya … terima kasih buat BEM IPB University yang kembali bersinergi dengan saya mengulang perjumpaan tahung 2013 dengan materi yang berbeda, detailnya ada disini.

Nikmati reportase training-training saya di blog Trainer Kita, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

REUNI AKBAR LINTAS ANGKATAN SD MEKARSARI 2019

Berlokasi di Kampung main Cipulir Jakarta Selatan 8 Desember telah dilangsungkan reuni akbar lintas angkatan SD MEKARSARI yang dihadiri sekitar 300 orang alumni dari berbagai angkatan.Saya angkatan lulus th 1976 hadir bersama Sumiyati dan Sri Yuliana, guru-guru yang hadir adakah Bapak H. Mulyana, Bapak H. Emin Muhaemin, Ibu Sri Sunarni, Ibu Maemunah.Berbagai kegiatan berlangsung dalam suasana riang gembira, saling melepas rindu, berbagi kenangan, berfoto ria, dan sebagainya.Terima kasih buat semua anggota panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini, semua semua dalam sehat dan sukses selalu.

reuni akbar sd mekarsari 2reuni akbar sd mekarsari 1

Jika anda alumni SD Mekarsari yang dulu sekolahnya ada di Jl. Sinabung II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, silahkan bergabung di Group Facebook Alumni disini.

PMI DEA MALELA Membawa Saya ke Sumbawa

dwitagama dea malela 3.jpg
Dokpri

Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela letaknya sekitar 10 kilometer arah selatan dari kota Sumbawa Besar. Kampus di lahan yang tersedia seluas 60 hektar sudah mulai dibangun oleh Yayasan DEA MAS di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu tersebut berada di tengah – tengah persawahan di dekat Gunung Utuk (Olat Utuk) dalam Bahasa Sumbawa.

Pondok pesantren yang digagas oleh Prof. Dr. Dien Syamsudin tersebut berada di kaki gunung saat ini telah berdiri Masjid Saidah, bangunan Rumah Kiyai Bait Kalla, lapangan basket dan Wisma Ustadzah serta perumahan guru putra dan putri. Sedang dalam proses pembangunan Auditorium sumbangan Presiden Joko Widodo, stadion mini sepakbola, arena bermain futsal, dan perpustakaan. Ada niat dan geliat membangun peradaban dunia yang digagas oleh Prof. DR. Din Syamsuddin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela. Menurutnya, ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.

Nama Dea Malela diambil dari nama seorang tokoh penyebar Islam asal Goa – Makassar yang menyebarkan Islam di Sumbawa, Batavia dan Simon’s Town, Afrika Selatan. BErsama ayahnya Abdulkadir Jailani,Dea Malela dalam usia 18 tahun (1746) berlayar ke Sumbawa.

Pembacaan selintas sumber-sumber Afrika Selatan tentang Dea Malela dan ayahnya Dea Koasa mengungkapkan, keduanya adalah bagian penting dari sejumlah ulama dan pejuang Islam yang diasingkan kolonial Belanda ke wilayah Cape Town Sejak dijajah Belanda (1652). – Prof Dr Azyumardi Azra MA, –

Perjalanan Jakarta – Lombok selama dua jam, dilanjutkan dengan setengah jam perjalanan pesawat Lombok – Sumbawa serta satu setengah jam melalui darat melewati area hutan yang masih banyak dihuni monyet-monyet ramah menyapa pengendara yang lewat jalan berbelok. Tiba di pondok pesantren serasa berada di rumah yang semua penghuninya semangat belajar dan beribadah, setiap masuk waktu sholat semua santri telah berada di masjid, ada santri yang bertugas adzan, membaca shalawat, iqomah, menyampaikan informasi berbagai kegiatan di pondok dilakukan oleh santri, ada praktek public speaking yang langsung dilakukan pada setiap waktu sholat berjamaah.

Pengelola dan pendidiknya terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor, perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri berupaya mewujudkan misi modern dan internasional dengan memberi penguatan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahsa lainnya serta menggunakan metodologi dan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Saya mendapatkan kehormatan untuk memandu workshop dan diskusi bagaimana menerapkan sosial media untuk pembelajaran dengan pendidik PMI Dea Malela dan Bagaimana berlaku Bijak dalam menggunakan media sosial untuk para santri PMI Dea Malela. Info lengkap sessi workshop Saya bisa disimak disana.

Belajar jadi Reporter di SMKN 50 Jakarta


Namanya Tiara, dia kelas X jurusan Multimedia saat membuat video ini dan ditayangkan di channelnya di youtube, goood job Tiara … ga sia-sia neng kamu skolahnya jauh dari rumah, sudah bisa menghasilkan karya yang kereeen, ayo terus berkarya, kalo kamu?

Nyontek itu Cermin Rendahnya Rasa Percaya Diri?

Guru: “Bagaimana rasanya jika orang lain yang kamu beri contekan nilainya lebih tinggi dari kamu?”.

Murid 1: “Sakiiiit, karena Saya belajar mati-matian, eh dia yang cuma nanya dapat nilai bagus”.

Murid 2: “Tak apa-apa”.

Murid 3: “Biasa aja, karena semua nyontek”.

Guru itu terkejut, ternyata menyontek sudah menjadi kebiasaan anak sekolah, apakah itu cermin dari rendahnya rasa percaya diri anak sekolah?

Menjaga Nama Baik Sekolah? Siapa yang Bisa?

 

Screen Shot 2018-12-11 at 11.15.22 AM

Hampir semua yang pernah sekolah pasti pernah mendengar Guru dan Kepala Sekolah bilang:

“Jaga nama baik sekolah kita …” Saat upacara di lapangan sekolah atau pengarahan di kelas.

Jika masih ada guru atau kepala sekolah yang masih bicara seperti itu, artinya mereka terganggu daya nalarnya, karena di era zaman now menjaga nama baik sekolah itu luar biasa sangat berat atau hampir bisa dibilang tak mungkin kenapa? Karena luas area sekolah saat ini bisa sangat luas hingga ribuan meter persegi dengan jumlah murid ratusan hingga ribuan orang, ditambah guru dan karyawan yang jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan. Adakah yang bisa menjaga nama baik sekolah?.

Guru yang masih honor bilang, “Ah, Saya mah santai aja, cukup kerja sebaik mungkin karena belum tentu diangkat sebagai aparur sipil negara dan andai diangkat bisa jadi saya ditempatkan di sekolah lain.”

Guru yang sudah ASN bilang, “Yang penting datang dan pulang tepat waktu, masuk ke kelas sesuai jadwal mengajar, tak perlu kerja keras karena setia saat bisa saja saya dirotasi atau dipindahkan ke lain sekolah.”

Kepala Sekolah bilang, “Saya cuma harus memastikan bahwa sekolah ini bisa memberikan pelayanan terbaik buat guru, murid dan masyarakat, menjaga nama baik apalagi merubah image sekolah menjadi lebih baik sangat sulit dan butuh waktu yang lama karena masa kerja saya terbatas dan kapan saja saya bisa dipindahkan ke lain sekolah.”

Murid yang tertangkap Polisi ketika melakukan tawuran, dinilai merusak nama baik sekolah oleh guru-gurunya, dia bilang begini:

“Kami sedang di bis tiba-tiba diprofokasi oleh sekelompok pelajar di bis lain dan dilempari batu, kami hanya melawan dan mempertahankan diri, kami justru sedang mempertahankan nama baik sekolah.”

Buat anak-anak zaman now tak usah lagi diminta mereka menjaga nama baik sekolah, lebih baik minta mereka untuk menjaga nama baik diri sendiri
dan akan menjaddi lebih baik jika bisa meraih prestasi lewat perjuangan diri sendiri atau bersama teman, maka nama baik yang diperoleh oleh seorang murid kemudian akan menjadi kebanggan dirinya. Keluarga bakal bangga juga, semua teman di sekolah termasuk sekolahnya jadi dapat nama baik, bahkan kota dimana tempat tinggal dan negeri dimana dia berada ikut merasa bangga, jadilah kebanggan seorang murid menyebar menjadi kebanggan negara

Bagaimana anda menjaga nama baik diri sendiri? Berapa kali anda berprestasi yang membanggakan diri, membuat nama anda semakin baik dan mengharumkan sekolah anda? Kalau anda belum pernah mengharumkan nama sekolah anda, apakah anda belum menjaga nama baik sekolah anda

Jaga nama baik diri sendiri aja yuu, happy deh

GURU MAGER

MAGER

Ani dan Lela kuliah seangkatan di jurusan yang sama di Universitas Negeri Jakarta, UNJ yang pada zaman dulu tahun delapan puluhan masih bernama IKIP Jakarta, sempat bertugas sebagai ASN di sekolah yang berbeda, kini mereka berdua bertugas di tempat yang sama.

“Mengawas ujian dimana Bu Ani?”. Tanya Bu Lela pada hari pertama ujian akhir semester di sekolahnya.

“Saya senang sekali, selama seminggu selalu mengawas di lantai satu, tak perlu naik hingga ke lantai tiga, mungkin panitianya tahu beberapa waktu yang lalu Saya sakit.” Jawab Bu Ani dengan ekspresi gembira.

Bu Lela merespon begini:

“Kalau Saya mah tersinggung dan tak mau dijadwalkan mengawas di lantai satu terus, karena dianggap sudah jompo dan penyakitan. Saya lebih suka mendapat kelas di lantai tiga agar bisa sekaligus olah raga yang menyehatkan badan.”

Bu Ani berlalu dengan ekspresi kecu, sambi berkata:

“Maaf, Saya mau ke toilet.”

Apakah anda termasuk anggota group “Mager” (malas gerak)?

Melejitkan Prestasi Murid di Sekolah

Prestasi murid di sekolah bisa dikelompokkan jadi dua kelompok yaitu PRESTASI ORGANIK dan PRESTASI IMITASI.

Prestasi organik murid adalah prestasi yang diperoleh melalui proses pembinaan di sekolah. Misalnya murid di sekolah kamu sering juara basket melalui latihan yang rutin ekskul basket kamu, murid dilatih secara khusus bahkan porsinya ditambah ketika akan mengikuti kompetisi yang hasilnya tim basket kamu sering juara pada berbagai kompetisi dan hasilkan banyak piala dipajang berjejer di beranda sekolah.

Prestasi imitasi itu diraih oleh murid di sekolah kamu yang sudah aktif di bidang yang ditekuni dan sudah sering menjadi juara semenjak belum menjadi murid di sekolahmu, andai dia jadi juara membawa nama sekolah mu itu tetap prestasi imitasi karena dia dilatih di luar sekolahmu.

Prestasi imitasi juga bisa diperoleh pada saat sekolah kamu ditunjuk mewakili wilayah kamu untuk ikut kompetisi di jenjang yang lebih tinggi pada kegiatan-kegiatan yang diadakan mendadak.

Untuk bisa memperoleh prestasi yang manapun perlu kerjasama dari berbagai fihak di sekolah, yaitu;

Kepala Sekolah harus punya semangat mendorong muridnya berprestasi pada berbagai bidang kehidupan, bidang akademik dan non akademik harus mendapat perlakuan dan dukungan yang sama.

Guru-guru yang mengajar di sekolah harus mendukung murid berlatih dan ikut kompetisi dengan memberi izin meninggalkan jam pelajaran di kelas untuk berlatih dan ikut kompetisi.

Karyawan dan Satpam sekolah harus ikut serta mendukung murid berprestasi dengan mengijinkan murid berlatih di luar jam sekolah dan pada hari libur sekolah.

Orang tua murid biasanya sangat mendukung anaknya yang ingin berprestasi, sekolah harus mengkomunikasikan kegiatan kompetisi kepada orang tua, sesekali mereka bisa diundang untuk membicarakan keikutsertaan di kompetisi, dsb.

Pemilihan cabang olah raga, kesenian atau bidang yang ingin dimasuki untuk berprestasi perlu pertimbangan, misalnya untuk cabang olah raga renang peluang merebut prestasi perlu sarana yang mahal dan latihan rutin yang keras lebih dari lima tahun, sementara berapa tahun kah murid anda bersekolah di sekolah anda?

Cabang pencak silat adalah salah satu yang bisa diraih prestasi lewat latihan rutin selama setahun dan jumlah kompetisi yang cukup banyak di negeri ini memungkinkan murid jadi juara tak lama.

Musik atau band adalah salah satu bidang seni yang butuh waktu lama untuk bisa berprestasi, butuh waktu belasan tahun hingga puluhan tahun hingga sebuah grup band bisa sukses berprestasi.

Lakukan riset tentang cabang oleh raga atau bidang seni apa yang jarang sekali ditekuni murid-murid sekolah di daerah atau di negeri anda. Indonesia punya segudang kegiatan olah raga dan seni yang bisa dipilih untuk jadi media pendidikan karakter, tekuni secara serius, buat dokumentasinya dan diunggah ke youtube, maka jangan terkejut kalau sekolah anda dihubungi event organizer hingga prestasi jadi biasa.

Selamat berprestasi.

Nangkring di Artikel Utama Kompasiana

Screen Shot 2018-02-12 at 6.28.24 AM
Mampir yuuuuk

Salah satu cara merawat semangat ngeblog adalah dengan mengunjungi blog orang lain (blog walking). Kompasiana memberi tempat kepada banyak sekali penulis bagus di negeri ini untuk mengungkapkan kreatifitasnya, saya banyak belajar membaca plus menulis, disamping menulis di blog yang sedang anda kunjungi ini, sejak tahun 2007, terima kasih telah berkunjung dan berkomentar.

MANFAAT GURU BLOGGING

Teacher-Blogging-Teacher-Blog--e1470915618361
Ilustrasi, https://logicroots.com/

 

Perkembangan teknologi saat ini mempermudah semua orang dalam berbagai bidang, termasuk Guru dalam hal mengelola proses interaksi belajar mendidik muridnya. Dengan menggunakan telepon genggam, seorang guru dapat mengelola blog yang memberi manfaat sebagai berikut:

1. Menjalin komunikasi lebih intens dengan murid.

Keterbatasan waktu pertemuan di kelas sering membuat masalah dalam penyampaian materi pelajaran yang harus dituntaskan pada waktu tertentu, memalui blog guru dapat menyampaikan materi pelajaran, pesan-pesan dan berbagai hal yang bermanfaat buat pencapaian tujuan pembelajaran.

2. Menunjukkan model hasil kerja murid yang baik.

Hasil kerja murid yang baik, memenuhi syarat minimal atau bermutu bagus dapat di display guru di blognya berupa teks, foto, atau video sehingga bisa dijadikan contoh murid yang lein mengerjakan tugas-tugas sekolah. Hal itu bermanfaat untuk teman-teman di kelasnya, satu sekolah, bahkan bisa jadi contoh untuk semua orang yang memerlukannya dari seluruh dunia.

3. Membuat guru selalu update, menambah pengetahuan.

Memiliki blog, seorang guru akan sering berkunjung ke blog-blog orang lain dan menjadi selalu update, menambah pengetahun, hal ini akan menambah perbekalan guru saat berinteraksi dengan murid di kelas dan tak menjadi guru “jadul” atau menyampaikan informasi yang “basi”.

4.  Meningkatkan kemampuan menulis, kreatif dan berfikir kritis.

Menulis blog, sesedikit apapun kalimat yang ditulis untuk diposting, jika dilakukan berulang-ulang akan meningkatkan kemampuan menulis. Saat mencari ide topik apa yang mau ditulis akan membuat guru semakin kreatif mencari topik-topik untuk ditulis yang dirasa bisa bermanfaat buat pembaca blognya dan menjadikan dirinya terbiasa berfikir kritis.

5. Mengabarkan kegiatan di kelas dan sekolah kepada orang tua murid dan masyarakat.

Hal yang paling mudah untuk ditulis dan diposting di blog guru adalah kegiatan sehari-hari di kelas dan sekolah. Hal ini menjadi penghubung antara seolah dengan orang tua dan stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb.

6. Melihat perkembangan model-model belajar melalui blog guru yang lain.

Blog walking, mengunjungi blog-blog teman adalah kebiasaan pemilik blog yang akan membuat seorang guru akan menambah referensi berbagai hal untuk perbaikan kinerja menghasilkan kinerja yang terbaik membentuk generasi muda berkualitas.

7. Menunjukan hasil karya, prestasi, hobby atau minat guru.

Guru bidang studi apapun, blog bisa jadi alat untuk menambah porto folio yang mendisplay hasil karya sesuai mata diklat yang diampu di kelas, hal ini bisa dilihat oleg semua orang di dunia, yang terhubung melalui mesin pencari google, dsb. Jika seorang guru memiliki hobby atau perestasi pada bidang lain yang berbeda dengan mata diklat yang diajarkan, blog bisa jadi tempat untuk mempromosikan karya guru, misalnya seorang guru matematika yang gemar melukis bisa memajang karya lukisnya di blog pribadi yang mempromosikannya ke seantero dunia dan mengantarkan pembeli yang berminat untuk berinteraksi dan membeli hasil karyanya.

Seorang guru fisika yang hobby menanam pohon secara hidroponik bisa mendisplay hasil karyanya, menuliskan metode-metode perawatan tanaman hidroponik yang membuat pemilik blog diundang menjadi pembicara atau narasumber pada bidang tanaman hidroponik.

8. Mempromosikan sekolah.

Ide tulisan yang paling banyak buat seorang guru adalah kegiatan di sekolahnya, saat dokumentasi tulisan, foto dan video kegiatan sekolah diunggah di blog guru, itu akan menjadi promosi sekolah yang dapat dinikmati oleh murid, orang tua, stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb. Jika di satu sekolah banyak guru yang memiliki blog, maka makin banyak promosi sekolah memenuhi jagat maya yang terhubung oleh mesin pencari.

9. Terhubung dengan masyarakat luas diluar sekolah.

Memiliki blog, seorang guru bisa dikenal masyarakat luas seantero negeri hingga ke seluruh dunia. Walau guru hanya beraktifitas di sekolah, tulisan yang diposting di blognya bisa dinikmati oleh semua orang se dunia. Teman guru akan bertambah lewat interaksi di blog, teman pembaca yang berprofesi beda pun akan bertambah, bahkan terbuka kesampatan yang sangat luas untuk melakukan perjalanan di dalam atau luar negeri menghadiri undangan kegiatan-kegiatan tertentu yang diawali lewat perjumpaan di blog.

Dimana anda bisa membuat blog? Banyak yang menyediakan fasilitas pembuatan blog, misalnya: blogger, wordpress, kompasiana, dsb. Tentang cara membuat blog, silahkan googling, semoga bermanfaat.

 

 

Seragam Guru Jakarta, bikin makin gagah & cantik gurunya dan membuat bangga muridnya

Hotel-101
Satpam Hotel

Pada suatu kegiatan di Kementrian Pendidikan Nasional yang dihadiri oleh utusan guru-guru dari seluruh Indonesia, mereka datang dengan pakaian resmi sesuai daerahnya masing-masing.

Guru A: “Bapak dari Jakarta?”
Guru B: “Iya Bu, Koq tahu?”
Guru A: “Dari dasi Bapak ada ciri Jakarta terlihat, yaitu ondel-ondel dengan aksen merah dan kemeriahan ondel-ondel sangat serasi dengan kemeja putih dan jas hitam yang bapak kenakan”

Guru-guru Jakarta memiliki beberapa jenis seragam, yaitu:
Seragam Resmi: Jas dan bawahan warna hitam, dengan dasi nuansa merah berornamen ondel-ondel.
Seragam harian: Kemeja Abu-abu pastel lengan panjang, bawahan abu-abu tua.
Seragam batik: Berornamen batik betawi.
Seragam Olahraga: Kaos Polo putih dan training orange.

Semua seragam yang dikenakan guru Jakarta adalah hasil disain perancang terkenal yang hasil karyanya dikenakan banyak pesohor dan penikmat mode se dunia, jadi bisa dibayangkan betapa gagah dan cantik guru-guru Jakarta mengenakan seragam kerja setiap harinya, termasuk ketika ada acara-acara skala nasional yang mempertemukan guru-guru se negara.

Ketika ada acara olahraga yang mengumpulkan guru-guru se Jakarta, seperti yang biasa dilangsungkan di Monas, misalnya saat hari guru, ulang tahun Jakarta, dsb semua guru bisa mengenakan seragam kaos polo putih dan training orange, sebagai pembeda sekola atau jenjang SD, SLTP, SLTA bisa dikenakan Topi hasil disain sekolah, wilayah atau unit lainnya.

Jika ada acara resmi di Gubernur atau ke istana negara, guru-guru Jakarta bisa mengenakan seragam resmi jas hitam. Kebiasaan membeli seragam baru saat ada kegiatan jadi bisa dikurangi bahkan dihentikan. Coba deh perhatikan isi lemari anda, berapa banyak seragam yang hanya anda kenakan hanya sekali pada saat kegiatan tertentu, apalagi yang ada tulisan atau sablon nama kegiatan dengan tanggal atau tahun, biasanya pakaian itu tak lagi anda kenakan, apalagi saat tahunnya telah berganti, karena pakaian itu jadi terasa “basi” atau kadaluarsa.

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Hotel Safari Garden Puncak”
Owh, maaf … ternyata saya tertidur di perjalanan Jakarta-Puncak, dan ketika turun dari mobil, saya disapa petugas satpam hotel yang memakai seragam berwarna gelap biru-biru dengan lencana dan name tag di dada dan memegang Handi Talki, berucap:

“Selamat datang di Hotel Safari Garden Pak, ada yang bisa kami bantu?”

Sekolah susah cari guru berprestasi

Prestasi adalah suatu pencapaian dari hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sukacita, bahagia walau banyak yang menilainya “aneh”  dan tak biasa

il_340x270.899242844_duzrPada suatu ketika, ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten berisi permintaan pengiriman nama peserta seleksi guru berprestasi tingkat Kabupaten, selanjutnya Kepala Sekolah memanggil beberapa guru yang dinominasikan untuk menjadi utusan sekolah dengan batas waktu pengiriman nama dua hari ke depan, inilah jawaban mereka;

Guru A: Mohon maaf Pak, Saya sudah terlalu sepuh untuk ikut kompetisi itu.
Guru B: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah ikut beberapa tahun yang lalu.
Guru C: Mohon maaf Pak, mendadak sekali, Saya tidak siap.
Guru D: Mohon maaf Pak, Saya masih golongan III A, yang senior masih banyak.
Guru E: Mohon maaf Pak, Saya merasa belum berprestasi.
Guru F: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah juara tingkat propinsi, yang lain saja.
Guru G: Mohon maaf Pak, terlalu banyak berkas harus disiapkan, Saya tak siap.
Guru H: Mohon maaf Pak, Saya fokus jadi panitia PPDB.
Guru I: Mohon maaf Pak, Saya sibuk kegiatan semesteran.
Guru J: Mohon maaf Pak, kalau hadiahnya umroh saya mau.
Guru K: Mohon maaf Pak, Saya cuma guru honor.
Guru L: Mohon maaf Pak, nilai kinerja saya rendah, yang tertinggi saja lebih baik.
Guru M: Mohon maaf Pak, Saya sering Bapak omelin, itu artinya Saya belum pantas.
Guru N: Mohon maaf Pak, Saya lelah karena baru selesai penataran selama seminggu.
Guru O: Mohon maaf Pak, Saya enggan melakukan perjalanan 6 jam ke kabupaten untuk ikut kegiatannya.

Maka, sekolah itu tak mengirim perwakilan untuk ikut seleksi guru berprestasi (gupres) tingkat kotamadya, seandainya;

– Sekolah mengadakan pemilihan guru berprestasi yang dinilai oleh guru, tata usaha, murid, perwakilan orang tua dan pengawas sekolah setiap tahun dengan hadiah yang pantas seperti umroh, wisata ke luar negeri, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, maka yang terpilih secara otomatis mewakili sekolah untuk pemilihan gupres tingkat kotamadya. Sekolah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Pemerintah memberi penghargaan yang pantas kepada juara gupres tingkat kecamatan, kotamadya, propinsi, hingga tingkat nasional, berupa rumah, pergi haji, umroh, wisata ke luar negeri, mobil, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, dsb. Pemerintah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Persyaratan peserta cukup dengan bukti file digital, tak perlu dicetak hingga membutuhkan biaya yang banyak, untuk konfirmasi keaslian dokumen bisa dilakukan saat wawancara.

– Standar penilaian gupres harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu menghasilkan juara guru berprestasi yang memang benar-benar berprestasi, jangan hanya menjadi program rutin setiap tahun, jika prestasinya belum pantas diapresiasi tak perlu dipaksakan ada juara gupres, hal ini bisa jadi bahan instrospeksi tentang pembinaan guru yang sudah dilakukan dan rencana pembinaan guru ke depan agar dihasilkan buru-guru yang bermutu.

– Pemerintah perlu mencari cara dan mengubah citra agar guru terpacu mengikuti kompetisi gupres, seperti atlit olimpiade yang rela latihan bertahun-tahun untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia, negara rela membiayai latihan atlitnya untuk bisa berprestasi di tingkat dunia … bagaimana caranya agar seleksi gupres itu menjadi ajang terhormat bagi guru, sehingga sekolah rela membina gurunya untuk bisa membawa nama baik sekolah dan guru yang dipilih pun dengan suka cita dan bangga menerima tugas itu, dinas pendidikan hingga kementrian pasti memiliki tenaga ahli yang bisa merubah pencitraan kompetisi gupres jadi kegiatan terhormat dan diminati guru negeri ini.

Apakah anda sudah pernah ikut seleksi gupres? apa pendapat anda tentang kegiatan itu?

Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

Screen Shot 2017-05-18 at 10.15.39 AM

Teman dan sahabat,
Coba ingat pengalaman kita belajar di sekolah dan perguruan tinggi, berapa banyak kegiatan selama anda jadi murid dan mahasiswa yang membuat anda jadi merasa lebih berbudaya?

Jika budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berapa banyak kegiatan zaman dulu yang dilakukan bersama kelompok di kelas kita yang menghasilkan suatu karya atau suatu cara hidup untuk berkembang? Tugas-tugas kelompok ketika sekolah biasanya berujung dengan laporan yang dicetak dan dipresentasikan di depan kelas dan kemudian mendapat nilai dari guru.

Jika sebagai guru, hari-hari ini anda masih memberi tugas murid untuk mencetak laporan murid artinya anda masih sama dengan guru-guru empat puluh tahun yang lalu, apalagi tugas-tugas anda buat murid hanya sekedar merespon mata pelajarn yang anda ajarkan di kelas dan sangat tak terasa hubungannya dengan kehidupan nyata yang berkembang di sekitar kita sat ini.

Bagaimana seharusnya?

Tugas-tugas pelajaran di sekolah seharusnya dihubungkan dengan berbagai situasi yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari dan menimbulkan strategi dari murid untuk mampu menyikapi stuasi dengan cara-cara yang berbudaya yang dalam jangka panjang menumbuhkan karakter yang baik dari murid sekolah.

Resume atau laporan didokumentasikan dalam bentuk narasi yang tak perlu lagi dicetak, tetapi diunggah dalam bentuk blog, video, foto yang akan meninggalkan jejak transaksi budaya di sekolah yang dilakukan guru dengan murid di sekolah itu.

Guru menilai proses kerjasama dan hasil dari dokumenasi digital yang bisa dilihat oleh orang sedunia di blog, youtube dan bisa dicari di google himgga puluhan tahu ke depan.

Video di atas adalah salah satu contoh bentuk pembelajaran yang mendorong murid bersama kelompoknya belajar menyusun rencana, bermufakat, menentukan skenario, merekam gambar, melakukan editing hingga mengunggah video ke youtube. Proses pembelajaran yang hasilnya bisa dinikmati hingga puluhan tahun, sementara jika hanya dicetak tugas kelompoknya langsung hilang tak berbekas, hanya nilai di raport yang bisu tak bersuara dan tanpa gambar.

Bagaimana dengan anda?

Meneliti diri sendiri setelah pengumuman ujian sekolah

20150910140158-sekolah-di-palembang-diliburkan-gara-gara-asap-makin-berbahaya-001-nfi-2

Teman dan sahabat,

Perhatikan setelah pengumuman kelulusan, berapa persen murid anda yang datang ucapkan terima kasih? setelah usaha membimbing dan mengasuhnya bertahun-tahun dengan penuh cinta yang tulus?

Hampir semua murid anda mengucapkan terima kasih setelah pengumuman!! Anda pasti guru yang hebat dan murid-murid anda adalah anak-anak yang hebat, luar biasa atau sebagai guru anda telah berhasil mendidik mereka menjadi pribadi yang tahu berterima kasih.

Hampir tak ada murid anda yang mengucapkan terima kasih setelah pengumuman? Mungkin murid-murid anda sedang bingung semua merencanakan mau kemama setelah lulus ujian? atau murid anda tak merasa bahwa anda peduli terhadapnya.

Ada yang tak peduli, apakah murid mengucapkan terima kasih atau tidak setelah pengumuman kelulusan, mereka ikhlas saja mendidik dengan baik untuk mengantarkan murid ke kehidupan yang sejahtera.

Ada yang mengamati bahwa ternyata sangat sedikit sekali murid yang berterima kasih padanya setelah lulus, oleh sebab itu dia tak terlalu serius mendidik muridnya, tetapi dia  tak bekerja asal-asalan, tetap berusaha memberikan yang terbaik, tetapi secara serius menyisihkan waktu dan perhatiaannya untuk mengembangkan diri sendiri sebagai pribadi sehingga guru itu produktif menghasilkan karya berupa buku, lukisan, musik, teater, lagu, novel, blog, dsb atau bisnis dan usaha yang bikin hidup lebih sejahtera.

Bagaimana dengan anda?

Antara pelupa dan tak peduli

oplosan

Anak-anak muda mati setelah berpesta minuman keras (miras) oplosan, pengguna narkoba mati over dosis setelah pesta narkoba, pengedar narkoba mati ditembak aparat saat penangkapan, pengedar yang dipenjara memenuli penjara, penduduk yang mati karena merokok, sejak saya sekolah di SMP tahun 1977 tawuran pelajar sudah sering terjadi dan menyebabkan kematian banyak anak berseragam, dsb. Anak-anak sekolah yang jadi korban kecelakaan lalu lintas karena ketiadaan angkutan umum sehingga mereka ke sekolah membawa kendaraan bermotor.

Beritanya berkelebat di media cetak dan televisi, tapi kemudian sepertinya semua lupa, hingga terjadi lagi, ada yang mati karena sesuatu yang tak seharusnya (atau memang sudah takdir?).  Kecelakaan sepeda motor, tawuran, miras, kembali menelan korban, anak-anak muda mati sia-sia. sejenak kita  terhenyak, kemudian seperti lupa atau tak peduli terhadap masalah tawuran, miras, ketiadaan angkutan umum.

Kenapa tak dicari cara yang bisa membuat pelajar enggan melakukan tawuran, apakah mau dengan pendekatan agama, olah raga, militer, hukum, psikologi atau apapun … silahkan deh, yang penting semua sadar bahwa tawuran ga boleh ada lagi, jika ternyata ada yang tmembawa senjata, melakukan tawuran hingga menyebabkan kematian harus dihukum, pasalnya banyak di KUHP, atau jika mereka masih anak-anak tetapi suka berkelahi, kenapa tidak dilokalisir di sebuah pulau dengan diberi kegiatan belajar bela diri, menggunakan senjata tajam, kompetisi, berburu atu apa saja yang membuat hobbynya tersalurkan. Apakah orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan baik sehingga menyebabkan kematian anak orang lain bisa dihukum dan dipenjara?

Bukankah semua gur berpendidikan sarjana, kenapa pula tak mampu atau kalah oleh pelajar yang umurnya belasan? Karena takut atau tak peduli? Mungkin ada yang mau galak tapi takut dipolisikan, melanggar HAM dan beraneka alasan yang endingnya jadi tak peduli. Begitu pandaikan anak sekolah menyembunyikan clurit sehingga orang tua, guru, polisi atau semua orang dewasa bisa dikibuli oleh pelajar?

Tentang miras, apakah pembuat miras oplosan tidak bisa dihukum berat karena perbuatannya telah menimbulkan banyak kematian? Penjual miras oplosan harusnya dipenjara supaya bisa jadi pelajaran buat penjual yang lain.  Lucunya, kenapa pula anak-anak muda itu terlalu bodoh mau meminum sesuatu yang tidak jelas terbuat dari apa, padahal negeri ini berlimpah air, teh, kopi, juss, atau apa saja yang menyehatkan.

Jika ada anak sekolah yang mati karena kecelakaan sepeda motor diperjalanan pergi ataupulang ke sekolah, siapa yang bertanggung jawab? orang tua yang memberikan motor kepada anaknya? Kepala Sekolah atau guru yang membiarkan murid membawa motor? atau Kepala Daerah yang tidak bisa menyediakan angkutan umum  buat warganya?

Kalau kejadian di atas terluang lagi, sesungguhnya kita itu pelupa atau tak peduli? hingga anggota keluarga kita mengelami kejadian itu? menurut kamu?

Bahagia itu sederhana: Tulisan saya jadi headline di Kompasiana

Screen Shot 2017-03-28 at 10.26.05 AM

Buat anda yang punya blog, pernah menulis buku pasti tahu bagaimana rasanya mempertahankan semangat untuk terus menulis, dan bahagianya luar biasa mengetahui tulisannya dibaca orang. Itu yang saya rasakan saat mengetahui tulisan saya tentang teror angkutan umum bisa jadi headline di Kompasiana, sebuah blog komunitas yang jadi tempat kumpul penulis jempolan negeri ini, mereka yang berkarir di jurnalistik atau beragam profesi yang punya passion menulis, termasuk saya yang berprofesi sebagai pendidik yang gemar menulis blog sejak 2005.

Terima kasih kepada admin dan manajemen kompasiana yang berkenan menerbitkan tulisan saya, semoga bermanfaat.

Anak bandel, orang tua dihukum

motor
sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?

Pengelompokkan Sekolah di Negeri Paman Besut

Di ibukota Negeri Paman Besut, ada sekolah lanjutan yang baru didirikan letaknya ditepi jalan utama pinggir kota yang berbatasan dengan kota lain propinsi tetangga, di daerah itu banyak tumbuh perumahan di pinggir ibukota maupun di areal propinsi tetangga yang dihuni oleh warga ibukota atau penduduk yang bekerja di ibukota, walau itu sekolah baru langsung menjadi sekolah ngetop alias unggulan di wilayahnya karena orang tua berlomba mendaftarkan anaknya di sekolah itu karena jalur jalannya yang bisa dilalui sambil berangkat kerja berbarengan mengantar sekolah anaknya. Maka nilai anak yang masuk ke sekolah itu harus tinggi untuk bisa lolos seleksi dan diterima di sekolah baru itu, nomor sekolah itu ratusan. Jika itu sekolah swasta, biasanya adalah sekolah yang berbentuk yayasan ternama yang sudah memiliki sekolah di beberapa tempat seantero negeri. Apakah sekolah itu benar-benar bagus atau bermutu?

Pengelompokkan sekolah dinegeri paman besut bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Sekolah top bagus, umumnya sekolah negeri yang didirikan pemerintah sejak negeri ini merdeka, berada di tepi jalan utama kota, di lingkungan elit atau daerah yang pernah jadi pusat kegiatan penduduk kota. Jika sekolah negeri, umumnya bernomor kecil, atau bernomor besar hingga ratusan tetapi letaknya di lokasi yang sangat strategis di tepi jalan utama atau banyak dilalui angkutan umum.

  Selain karena letak sekolah di tepi jalan utama atau di sekitar komplek di daerah elit, sekolah bagus bisa metamorfosa dari sekolah standar yang berhasil meningkatkan kualitas sekolah melalui kerjasama orang tua murid dan manajemen sekolah, sehingga sekolah yang dulunya  standar menjadi top, bagus dan dimimati masyarakat dengan indikasi nilai murid yang masuk ke sekolah itu harus tinggi.

Sekolah swasta yang dimiliki oleh yayasan-yayasan besar dan terletak di tepi jalan utama atau di sekitar komplek perumahan diminati oleh masyarakat kelas atas yang mensyaratkan fasilitas dan sarana yang bagus untuk sekolah putra-putrinya, umumnya sekolah swasta melakukan tes atau seleksi penyaringan untuk calon murid baru, bahkan ada yang sejak setahun sebelum tahun ajaran baru sudah melakukan seleksi penerimaan murid baru. Masyarakat secara sukarela bersedia membayar mahal untuk proses pendidikan anaknya.

2. Sekolah top jelek. Merupakan sekolah yang terkenal jelek atau tak bagus di masyarakat, dengan penyebab yang beraneka seperti; suka tawuran, tidak disiplin, lulusannya tak bermutu, letaknya jauh di pelosok, tak ada angkutan umum yang melewati sekolah itu, atau perubahan kondisi sosial, budaya dan ekonomi lingkungan sekolah, seperti di dekat pasar yang kumuh, jauh dari perumahan, dsb.

Ada sekolah negeri yang ngetop yang karena kebijakan pemerintah pada periode tertentu harus berbagi tempat dengan sekolah swasta untuk menumpang yang dikoordinir organisasi guru, sehingga sekolah berlangsung dua shift. Murid-murid sekolah swasta sering melakukan tindakan yang kurang bagus seperti tawuran, nongkrong di tempat umum, masyarakat jadi menilai jelek untuk sekolah itu, termasuk untuk sekolah negeri yang masuk pagi, kadang anak sekolah  yang menumpang menyatakan bahwa mereka berasal dari sekolah negeri yang ditunmpanginya, dan memang masyarakat melihat murid-murid masuk dan keluar dari sekolah negeri itu, jadilah sekolah negeri itu terkenal atau ngeto kejelekkannya.

Sekolah negeri kelompok ini beragam, yang nomornya kecil hingga ratusan, umumnya guru-guru atau manajemen sekolah pasrah dengan label yang diberikan masyarakat dan kurang melakukan berbagai upaya yang bisa merubah citra sekolah. Pendaftar sekolah ini tak terlalu banyak, biasanya murid yang bernilai kecil bisa diterima di sekolah kelompok ini, dan keluarga yang menyekolahkan anaknya disini sepertinya terpaksa agar anaknya bisa bersekolah di sekolah negeri yang gratis tanpa harus dibebani uang iuran atau bayaran sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini umumnya terletak di lingkungan kumuh, terselip di lingkungan yang kurang nyaman, didirikan oleh lembaga atau perorangan dengan trak record yang kurang jelas, menerima murid sesuai kapasitas jumlah ruang atau pendaftarnya sangat sedikit dan mengandalkan hidup dari iuran atau bayaran murid di sekolahnya.

Guru-guru dan manajemen sekolah kelompok ini sepertinya terbelenggu oleh citra, image atau label yang diberikan oleh masyarakat, seolah tak berdaya untuk melakukan terobosan atau upaya merubah citra, image atau label menjadi lebih baik.

3. Sekolah standard. Umumnya terletak di daerah yang biasa-biasa saja, jika di pinggir jalan itu hanya jalan perkampungan yang macet dan tak nyaman untuk dilalui mobil pribadi, atau sekolah yang letaknya tak jauh dari sekolah yang kualitasnya lebih baik, sehingga masyarakat lebih memilih sekolah tetangga dan yang tak diterima di sekolah bagus terdekat kemudian memilih sekolah standar agar anaknya tetap bisa bersekolah di sekolah negeri. Kondisi bangunan sekolah standar umumnya kurang bagus sehingga masyarakat yang mampu enggan menyekolahkan anaknya disana, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah yang menyekolahkan anaknya di sekolah kelompok ini. Sekolah standar masih banyak diminati masyarakat karena jumlah penduduk usia sekolah masih banyak dan jumlah sekolah menengah tak cukup menampung anak usia sekolah.

Ada sekolah negeri yang bernomor kecil atau dahulu pernah menjadi sekolah favorit bahkan memperoleh sebutan sekolah teladan kini jadi sekolah standar karena pergerakan pemukiman yang bergeser ke pinggir kota, di sekitar sekolah itu dulu banyak perumahan, kini tak lagi karena peruntukkan daerahnya berubah menjadi daerah perkantoran atau bisnis. Selain karena pergeseran pemukiman penduduk, juga karena berbagai peristiwa kekerasan di sekolah itu, ketakberdayaan guru dan manajemen sekolah mendisiplinkan murid dan pelayanan sekolah yang tak bagus, maka sekolah top kini jadi sekolah standard.

Ada sekolah swasta yang dulunya ngetop atau favorit karena terletak di lokasi yang bagus tetapi masyarakat banyak yang bergeser ke pemukiman di pinggir kota maka peminat sekolah itu makin berkurang atau karena ada peristiwa luar biasa yang menghebohkan seperti kekerasan senior terhadap yunior di sekolah, adda juga yang disebabkan oleh keterlambatan pemerintah merehab sekolah yang sarananya sudah banyak yang rusak dan sekolahnya tak melakukan renovasi yang lebih memberi kenyamanan.

Sekolah swasta kelompok ini, umumnya dikelola oleh organisasi yang peduli terhadap kesejhteraan masyarakat tetapi tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyediakan sarana yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

4. Sekolah jelek tak ngetop. Sekolah yang letaknya berdekatan dengan beberapa sekolah atau terletak jauh dari pemukiman penduduk, ada yang terletak di tengah kuburan atau menggunakan bangunan sekolah dasar yang tak dipergunakan lagi tetapi karena berbagai sebab seperti, kondisi bangunan sekolah, disiplin, manajemen sekolah, dsb sehingga masyarakat memberi label sekolah jelek yang tak ngetop, tetapi muridnya tetap ada karena mereka yang tak diterima di sekolah sekitarnya terpaksa memilih sekolah itu dan tak bisa menolak, targetnya hanya memanfaatkan fasilitas sekolah gratis.

Guru-guru dan manajemen sekolah merasa sulit menerapkan displin di sekolah, mereka menyatakan bahwa murid-murid mereka merupakan anak-anak yang sangat tak mampu hingga ketika mereka melanggar tata tertib pun sekolah tak melakukan tindakan apalagi mengeluarkan anak dari sekolah. Guru dana manajemen sekolah menyatakan harapannya semoga ijazah yang diperoleh bermanfaat buat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mencari kerja, daripada mereka dikenakan sangsi pelanggran tata tertib hingga dikeluarkan dari sekolah.

Sekolah swasta kelompok ini biasanya muridnya sedikit, mereka berasal dari anak-anak yang tak diterima di sekolah negeri tetapi bertempat tingga di sekitar sekolah itu. Murid bersekolah sekedar untuk mendapatkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

5. Sekolah sekarat. Sekolah yang jumlah muridnya terus menurun dari tahun ke tahun, walau sekolah negeri sekalipun, jumlah muridnya makin berkurang, penyebabnya beragam; jumlah anak usia sekolah di lingkungan itu makin sedikit dan sudah terserap di sekolah lainnya, atau karena pelayanan guru dan manajemen sekolah yang kurang baik sehingga masyarakat emoh menyekolahkan anaknya ke sekolah itu.

Sekolah negeri kelompok ini kemudian dimerger atau digabung dengan sekolah lain yang terdekat, sementara jika sekolah swasta akan tutup dan menjadi kenangan yang mungkin masih bisa dicari di google atau media sosial.

Kartun Beny
Kartun Beny

Saya nulis ini intinya cuma ingin katakan bahwa suatu sekolah punya image top, bagus, standar atau jelek bukan semata-mata hanya karena guru dan manajemen sekolah, letak sekolah bisa jadi penentu yang masuk ke sekolah itu adalah anak-anak bagus atau bibit unggul, jika inputya sudah bagus maka walau dalam proses hanya diperlakukan minim treatmen atau tanpa inovasi, outputnya menjadi bagus.

Jika anda berada di sekolah standar atau jelek tak perlu pesimis, tetaplah melakukan kerja yang terbaik, inovasi dan produktif dalam mendidik murid, andai sekolah anda kemudian menjadi berubah level karena anda itu bagus, andai tak berpengaruh kepada sekolah, anda akan menjadi guru yang punya nilai lebih karena banyak karya dan bisa menjadi rujukan banyaak teman pendidik, anda bisa jadi penerang dunia.

Mau tahu seberapa level diri anda dalam pekerjaan saat ini? search deh nama anda di google, lihat ada berapa banyak  informasi yang orang sedunia bisa baca tentang diri anda, jika anda menjadi bagian sekolah top yang bagus tapi kualitas diri anda biasa-biasa saja atau buruk itu seperti semut yang berada di kandang gajah, tinggal tunggu kapan anda mati terinjak gajah atau tersemprot air dari belalai gajah.

Walau anda berada di sekolah standar atau sekolah jelek sekalipun tetapi cahaya anda bisa menerangi diri anda, keluarga, sekolah anda dan sekolah lain se dunia, maka anda menjadi gajah di kandang semut, mana yang anda pilih?

Mari tambahkan doa buat anak sekolah yang bersepeda motor, sebelum dia mati

smp-motor

Selamat pagi pembaca setia blog saya, semoga saat ini anda dalam sehat selalu dan bisa melakukan yang terbaik buat sesama. Kegalauan saya tantang pelajar berspeda motor yang sering saya ungkap di blog ini rupanya berkelanjutan, perhatikan foto di atas.

Peristiwa kecelakaan dahsyat yang terjadi di Jalan Kaliurang Jogja ternyata menjadi viral disosmed. Dari gambar yang terlihat itu menunjukan motor ninjanya hingga terbelah dua, seolah itu menunjukan betapa kencangnya motor itu dipacu hingga akhirnya terjadi peristiwa kecelakaan. Korban yang tertabrak meninggal ditempat dan yang menabrak meninggal beberapa hari setelah kejadian (yakni tanggal 19/1/17). Peristiwa itu terjadi tanggal 15 Januari 2017 di depan SPBU Pedak Jakal Km 12 pukul 7.30 wib.

Dan yang ramai dibicarakan dari kasus kecelakaan tersebut adalah soal pengendara motor Ninja 250 fi itu ternyata masih anak SMP! Ceritanya si anak SMP ini ultah terus mau ngadain pesta dengan teman-teman smp-nya.

Apakah keluarga anda yang masih sekolah pagi ini berkendara sepeda motor, doakan aja semoga selamat tiba di rumah pulang sore ini.

 

Sekolah sukses mendidik karakter penduduk negeri; jadi pelanggar hukum dan berani membunuh diri sendiri

sd-motor

Murid Sekolah Dasar mengendarai sepeda motor ke sekolah,  ayah bilang mereka harus bekerja, tak ada angkutan umum dari rumah ke sekolah, atau harus berganti beberpa kali angkutan umum plus berjalan kaki hingga membutuhkan waktu yang lama untuk pergi dan pulang dari sekolah dan ibunya bilang mereka harus mengurus rumah tangga, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, mengurus anak balitanya, siapkan makan siang buat keluarga, membantu suami di sawah, ladang atau kebun, agar anaknya bisa cepat sampai di sekolah dan kembali di rumah maka dibiarkanlah anaknya membawa motor ke sekolah yang ternyata juga dilakukan oleh banyak teman-temannya di sekolah.

anak-sekolah-merokok

Saat di sekolah lanjutan anak-anak mulai bersosialisasi dan mengamati tingkah laku orang dewasa, terdorong ingin mencoba hal-hal baru, gempuran iklan produsen motor dan rokok serta tekanan sosial kelompok atau peer group membuat mereka berkumpul dengan teman seusianya sebelum atau sesudah pulang sekolah, saling bertukar kabar, cerita, sambil menikmati makanan, minuman dan berbagai merek rokok dan mereka kecaanduan rokok, menghisapnya setiap hari, saat berangkat ke sekolah, mengendarai sepeda motor sambil menjepit benda putih di jari dan menghisap rokok diantara deru asap knalpot yang juga dihisapnya.

Guru-guru di sekolah tak mengetahui hal itu? Sesungguhnya guru-guru tahu bahwa muridnya ke sekolah menggunakan sepeda motor atau menghisap rokok, karena kadang mereka parkir motornya di sekolah atau di sekitar sekolah, dan ketika berbicara dengan guru pagi hari, aroma rokok dari mulut murid bisa dihirup oleh guru.

Mungkin guru-guru merasa itu bukan urusan mereka, urusan mereka cuma mengajar mata pelajaran di kelas, tak perlu pedulikan kelakuan murid di jalan, mungkin karena anak guru itu yang seusia dengan muridnya juga melakukan hal yang sama, berangkat ke seklah berkendara motor sambil merokok sehingga itu jadi hal yang biasa, atau kalaupun guru mau menegur muridnya, menerapkan tata tertib atau memberikan sangsi yang bisa berujung pada penambahan jumlah poin atau pelanggaran hingga harus dikeluarkan dari sekolah pun akhirnya membuat guru kecewa, karena kepala sekolah tak berkenan mengeluarkan murid yang berkali-kali melanggar tata tertib dan kembali menugaskan guru-guru untuk membina lagi, hingga waktu terus berjalan dan murid itu lulus, bahkan kadang guru menjemput muridnya ke rumah agar ikut ujian di sekolah. Atau guru-guru takut dilaporkan polisi ketika memberi sangsi kepada muridnya?

Pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua, sekolah, pemerintah dan masyarakat.

1. Andai orang tua sadar bahwa syarat seseorang boleh mengendarai motor adalah sudah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, jika tak ada angkutan umum dari rumah ke sekolah orang tua bisa mendorong anaknya menggunakan sepeda untuk ke sekolah yang bisa sekaligus berolah raga dan mengurangi polusi serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

2. Sekolah harus melakukan berbagai hal yang mendorong murid menggunakan sepeda ke sekolah dengan berbagai kegiatan, seperti menyiapkan tempat parkir sepeda yang representatif, mengundang polisi lalu lintas untuk memberi penyuluhan tentang peraturan lalu lintas, mengundang polisi untuk melakukan razia pagi hari di lokasi dimana murid menitipkan motornya, memberi sangsi kepada murid yang membawa kendaraan dan belum memiliki SIM.

3. Pemerintah harus menyediakan angkutan umum yang bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk menuju ke sekolah dari rumah mereka. Puluhan tahun negeri merdeka, kenapa angkutan umum masih saja tak nyaman dan belum menjangkau pemukiman warga di kota maupun desa. berapa rezim pemerintah sudah berganti, tetapi tetap saja angkutan umum negeri ini tak baik sehingga rakyat berusaha menyelesaikan masalah sendiri dengan memaksakan membeli sepeda motor atau kredit dengan bunga yang tak kecil karena merasa sangat butuh kendaraan untuk aktifitasnya.

Polisi harus menerapkan Undang-undang Lalu Lintas yang melarang anak berusia dibawah 17 tahun dan tak memiliki SIM mengendari kendaraan bermotor, polisi harus menindak, menilang pelajar yang melanggar aturan lalu lintas. Pembuatan SIM harus dilakukan secara baik, tak bisa “nembak” atau menyogok dengan membayar sejumlah uang untuk memperoleh SIM tanpa proses test yang benar. Masyarakat yang menyogok polisi atau mengajak berdamai dengan membayar sejumlah uang bisa dikenakan hukuman penyuapan, polisi yang disgok pun harus mendapat sangsi yang sesuai dengan peraturan.

4. Masyarakat harus secara keras menuntut kepala daerah yang selalu berjanji saat kampanye sebelum dipilih yang akan mensejahterakan rakyatnya, tetapi kenapa angkutan umum tak kunjung baik pelayanannya hingga kini dan membuat penduduk mengambil jalan pintas membeli motor untuk bisa berpindah lokasi melakukan aktifitas, termasuk ketika menuju ke sekolah.

sma-perokok

Merokok adalah pembiasaan yang faktor pencetusnya beragam, bermusik juga pembiasaan lewat proses latihan berkali-kali, keduanya sama-sama memunculkan karakter rasa percaya melakukan sesuatu hingga tak peduli apa kata orang di sekitarnya. Hal itu ada dalam fikiran para perokok, juga ada ada fikiran grup musik senyawa yang berkali-kali latihan hingga percaya diri tampil dengan pilihan musiknya hingga mendapatkan undangan pentas keliling dunia. 

Pembiaran muris sekolah membawa motor dan merokok membuat penduduk negeri terbiasa melanggar hukum dan membunuh diri sendiri (seperti yang tertulis di bungkus rokok). 

Menurut kamu?