Alat Tempur Guru Masa Kini

Lap top, head set, microphone, web camera menemani guru saat bertugas di zaman pagebluk, kalo kamu?

Melatih Public Speaking Anak Negeri

Saya amati, anak-anak muda negeri ini sangat kurang percaya diri, bahkan untuk sekedar bertanya, apalagi menyampaikan pendapat atau berargumentasi … Oleh sebab itu saya berusaha mendorong anak-anak muda negeri untuk berani berbicara, salah satu caranya adalah dengan mengajak mereka berbincang mengenang saat-saat belajar selama tiga tahun di SMKN 50 Jakarta … nikmati dokumentasi lainnya disini.

Ngamen Era Pagebluk: Public Speaking for Teacher

 *WEBINAR APKS PGRI* 

✅ *Belajar Berbicara yang Efektif di Depan Publik* ✅

 Silakan catat tanggalnya:

️ Hari/ Tanggal : *Selasa, 17 Agustus 2021*

 Pukul : *19.00 WIB*

*Narasumber*
‍ *Dedi Dwitagama*
– Praktisi Pendidikan

️ *Join Zoom Meeting*
https://zoom.us/j/91394755981?pwd=MHhibnVFeXpObWR4bFFpSlhwR2d3Zz09

Meeting ID: 913 9475 5981
Passcode: PGRI

 *Live Streaming on Youtube* 
https://youtu.be/yfVexup-wlE

Sepatu Kesayangan

Alooow Guys, semoga dirimu dalam sehat jasmani dan rohani saat baca posting ini. Saya pernah sekolah seperti kamu dan ada pengalaman yang selalu saya ingat setiap minggu. Ada ritual sabtu siang (tahun 70 dan 80 an hari sabtu masih masuk sekolah), sepulang sekolah saya selalu mencuci sepatu dan menjemurnya di atas genteng agar pada hari senin sepatu itu bisa dipake lagi ke sekolah.

Minggu malam saya menyiapkan sepatu yang sudah kering setelah dicuci dan dijemur, saya pasang talinya, siapkan kaos kaki. Dan senin pagi saat dipakai sepatu itu terasa lebih kaku karena kering setelah direndam air. Dulu tak ada aturan seragam sepatu hitam … saya terkenang sepatu favorit saya adidas kanvas putih yang saya beli dari uang tabungan saya, nilai seratus lima puluh ribu tahun 80 itu mungkin senilai satu juta setengah zaman sekarang, bahagia banget punya sepatu idaman.

Foto” di bawah ini adalah kolase sepatu anak” tahun covid (2021), yang terakhir itu sepatu kesayangan saya masa kini (karena yang dulu ga sempat dibikin fotonya).

Kegiatan belajar mtk hari ini masih mengerjakan soal latihan ulangan untuk yang belum mendapat nilai bagus diatas kkm, link soal latihan ulangannya ada disini.

Kalo sudah mengerjakan soal latihan ulangan, tolong isi daftar kehadiran kamu di kegiatan belajar hari ini dengan lampiran foto kamu menggunakan masker sambil memperlihatkan sepatu sekolah yang akan kamu kenakan saat sekolah off line (seperti foto teman” kamu di atas), berbagai persiapan sudah dilakukan untuk memulai sekolah new normal, link daftar hadir nya bisa dibuka disini.

Saya akan menelpon beberapa dari kamu, tolong dijawab yaaa … kalo kamu mau nanya” bisa japri, telpon saya atau DM di instagram.

Love u all.

Bete … Males Sekolah?

Woi kamu anak sekolah yang merasa bete, males sekolah, males belajar, suntuk mo muntah ngerjain tugas-tugas sekolah yang segabrek, teman-teman yang jaim, pada mo enaknya sendiri, guru-guru killer, jutek, disiplin sekolah yang ketat bet.

Cari cara buat cabut dari sekolah, ngerjain tugas last minit, nyontek sana-sini, enek terus bawaannya … ga betah di sekolah, bete di sekolah, males belajar, asikan nongkrong di pangkalan bareng temen” sejiwa, sampe di rumah saat hari udah gelap.

Iseng-iseng tanya deh ama senior kamu yang udah lulus sekolah beberapa tahun lalu, tanyakan ke mereka gimana perasaan mereka setelah lulus sekolah.

Ternyata kebanyakan bilang, masa yang paling indah, paling asik, paling seru, paling segalanya deh … itu adalah masa sekolah.

Kalo kamu sekarang masih sekolah, nikmati aja masa sekolahmu, kerjain semua tugas” sekolah sebisamu, usaha mencapai hasil yang terbaik boleh dilakukan, tetapi biasakan menikmati hasil yang dicapai dan bersyukur bikin hidup lebih indah.

Perbanyak ngobrol sama orang-orang yang sukses dan orang-orang yang hidupnya susah, supaya kamu lebih mudah menentukan pilihan strategi berjuang mengisi hidup yang nikmat, selamat berjuang guys.

Merayakan Hari Kartini

Saya menulis tentang bagaimana sebaiknya merayakan Hari Kartinipada 2017, karena saya merasa Kartini seolah identik dengan pakaian adat, setiap perayaan Hari Kartini para wanita dan anak-anak memakai kebaya, padahal Kartini itu jadi terkenal karena kegemarannya menulis surat berisi pemikiran beliau tentang wanita dsb, yang dikemas dalam bentuk surat dikirim untuk sahabatnya di Belanda.

Kartini berfikir maju pada zamannya dan menuliskan pemikirannya, bukam mendisain kebaya, atau pakaian tradisional bukan juga memasak.

Tulisan itu saya tulis 2017 dan diakses 18.000 kali pada 2018 dan 2019, mungkin banyak netizen yang sedang mencari ide merayakan peringatan Hari Kartini.

Mau lihat artikel lengkapnya? Silahkan googling CARA KREATIF MERAYAKAN HARI KARTINI DI SEKOLAH atau klik disini.

Podcast Pak Dedi Terbaru

Here’s an episode for you… SEKOLAH SEOLAH LUPA TUJUAN PENDIDIKAN episode of Negeri Paman Besut, ready on spotify and anchor https://open.spotify.com/episode/5fYcTFkHZgRsIwol7Ge88G?si=q2qtr4G2Q3K4whuviFLt6g&utm_source=native-share-menu

Colab untuk Kontent Youtube DR. Djaja Achmad Sarjana

Beliau pernah mengundang saya untuk hadir di Seminar yang diadakan oleh ITB di Aula yang didirikan oleh Belanda dan sering digunakan oleh Ir. Soekarno, Proklamator negeri ini saat kuliah disana.

Begini chat DR. Djaja kepada Saya:

Podcast dadakan namun inspiratif dengan Bapak Dedi Dwitagama. Beliau menceritakan kisah hidupnya mulai dari saat sekolah, menjadi seorang kakak dan anak yang bertanggung bagi keluarganya kemudian menjadi guru, blogger dan trainer inspiratif seperti sekarang ini.

Demikian chat Bapak DR. Djaja saat memberi link video colab kami di channel youtubnya, nuhuuuun Pak Doktor, semoga bermanfaat.

Persiapan Menuju KIHAJAR TIK TALKS KEMENDIKBUD RI, 25 Nop 2020

Sahabat Edukasi

Tabea..

Katong tunggu bapak ibu dong pung partisipasi/kehadirannya di KIHAJAR TIK TALKS yang hadir kembali, kali ini di Provinsi Maluku dengan tema:
“Konsep A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) Dalam Mengharmonikan Mutu Pendidikan di Indonesia Khususnya di Provinsi Maluku” pada:

🗓️ Rabu, 25 November 2020
⏰ 08.00 WIB / 10.00 WIT

Menghadirkan narasumber:

1. Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si. | plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku
“Konsep ABCD (Anak Bangsa Cinta Digital) Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Provinsi Maluku”

2. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si. | plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud

3. Drs. Semuel E. Huwae, M.H. | Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku
“Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan TIK”

4. Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd. | Guru Besar Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
“Kepemimpinan, Monitoring, Dan Evaluasi Pembelajaran Di Era New Normal”

5. Dr. Fahmi Sallatalohy, M.Hum. | Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
“Pengelolaan Pembelajaran Di Era New Normal”

6. Dedi Dwitagama | Pendidik, Trainer, Motivator bidang Pendidikan

7. Meilita Salamony, S.Pd. | Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahun 2017
“Praktik baik Pemanfaatan Fitur Kelas Maya Dalam Pembelajaran di Masa Pandemi”

Moderator:
Kajuliven Wattimena, S.Pd.
Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku tahun 2019

👉 Daftar sebagai peserta melalui:
https://s.id/daftartiktalksmaluku

(e- sertifikat tersedia bagi pendaftar)

Bapak / ibu guru dong samua, mari katong rame-rame daftar KIHAJAR TIK TALKS di Provinsi Maluku.Mari katong sukseskan KIHAJAR TIK Talks Provinsi Maluku
Kalo bukan katong sapa lai.

#TIKTalksMaluku#kihajarTIKTalks#kihajar2020#tvedukasi#rumahbelajar#suaraedukasi#belajardarirumah#merdekabelajar#kemdikbudRI 

Term of Refference

Kihajar TIK Talks Maluku

Rabu,  25 November 2020

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Perkembangan dunia digital dan akses terhadap informasi dalam bentuk digital menghadirkan tantangan dan tantangan secara bersamaan. Perkembangan dunia digital memberikan peluang untuk melahirkan lapangan kerja baru berbasis media digital, meningkatkan pemasaran barang dan jasa secara global tanpa batas teritorial. Di sisi lain, dengan meningkatnya akses internet, masyarakat dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keingintahuan. Hal ini dapat memberikan dampak negatif, jika masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi digital yang cukup untuk memilah berita atau informasi yang hoax, perilaku intoleran, dan ujaran kebencian yang kerap dihadapi di lini masa digital. Untuk itu, keterampilan dalam literasi digital menjadi hal yang mesti dimiliki oleh masyarakat untuk dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi efektif serta kesadaran untuk berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat perkembangan teknologi yang cepat.

Deskripsi Kegiatan

KIHAJAR TIK Talks merupakan wujud apresiasi terhadap daerah yang berpartisipasi terbanyak dalam KIHAJAR STEM, sekaligus dalam optimalisasi penggunaan Rumah Belajar, TV Edukasi, dan Suara Edukasi. Kegiatan ini membahas isu – isu strategis permasalahan pendidikan daerah, yang akan dibahas dalam bentuk seminar secara daring, dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari praktisi pendidikan, ahli pembelajaran, dan juga Pengembang Teknologi Pembelajaran

Tema

Tema pada KiHajar TIK Talks Provinsi Maluku adalah Konsep A, B. C. D (Anak Bangsa Cinta Digital) Dalam Megharmonikan Mutu Pendidikan Di Indonesia Khususnya Di Provinsi Maluku

Tujuan

Tujuan Kihajar TIK Talks adalah:

  1. Meningkatkan kemampuan literasi digital untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran;
  2. Menumbuhkan kemandirian dalam memanfaatkan dan mengembangan TIK untuk pendidikan.
  3. Mengoptimalkan sumberdaya yang ada dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi

Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Kihajar TIK Talks meliputi:

  1. Pemaparan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan TIK
  2. Pemaparan Konsep ABCD (Anak Bangsa Cinta Digital) untuk peningkatan mutu Pendidikan di Provinsi Maluku
  3.  Pemaparan Pengelolaan pembelajaran di era New Normal
  4. Pemaparan Kepemimpinan, Monitoring, dan Evaluasi pembelajaran di era New Normal
  5. best practice pemanfaatan fitur Kelas Maya dalam pembelajaran di  masa pandemi

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kihajar TIK Talks dilaksanakan pada:

waktu              : Rabu, 25 November  2020

pukul               : 08.00 s.d 11.00 WIB / 10.00 – 13.00 WIT

tempat            : Melalui aplikasi Virtual Cloud Meeting yang akan disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Televisi Edukasi

Metode Pelaksanaan

Kihajar TIK Talks dilaksanakan di 10 provinsi dengan presentasi keikutsertaan peserta tertinggi. Para narasumber akan diberikan waktu untuk paparan, dilanjutkan dengan kesempatan tanya jawab yang dipandu oleh moderator.  Diskusi ini akan disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Televisi Edukasi.

Agenda Kegiatan

Link Pendaftaran:

Pendaftaran peserta KiHajar TIK Talks menggunakan aplikasi simpatik yang dapat diakses pada alamat http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id

Data Narasumber:

  1. Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si , Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Maluku
  2. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si, plt Kepala Pusat Data dan teknologi Informasi Kemendikbud
  3. Drs. Semuel E. Huwae, MH, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Maluku
  4. Dr. Fahmi Sallatalohy, M.Hum, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
  1. Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar M. Pd., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
  2. Meilita Salamony, S.Pd , Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku
  3. Dedi Dwitagama, Pendidik, Trainer, Narasumber dan Motivator Bidang Pendidikan (Dalam konfirmasi)

Bersama Host:

Kajuliven Wattimena, S.Pd

Menuju HARMONI CINTA GURU: BEM UNJ, Nop 2020

Ga Mau Sekolah? Gpp

Saya pernah menjumpai anak yang bapaknya buruh bangunan, ibunya buruh cuci di rumah tetangga, anak itu diterima di sekolah negeri dekat rumahnya, sekolahnya gratis, keluarganya hanya perlu menyiapkan seragam, perlengkapan sekolah dan buku-buku pelajaran.

Semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tuanya, tetapi anaknya tak mau sekolah dan memutuskan keluar dari sekolah, alasannya beragam.

Apakah anak itu mengira dia bakal bisa minta diberi makan selamanya oleh kedua orang tuanya, minta dibelikan pakaian, bahkan menuntut dibelikan sepeda motor untuk bermain bersama teman-temannya. Bapak dan ibunya pasti bakal meninggal dunia. Setelah itu dia harus hidup sendiri dan membiayai hidupnya sendiri, apalagi jika anak itu kemudian berkeluarga.

Tanpa sekolah anak itu bisa hidup hingga dewasa, setelah menikah, berkeluarga, punya anak, dia bisa membiaya keluarganya. Baguuuus … hebat anak itu.

Kalo kamu yakin bisa hidup dengan tidak sekolah … silahkan ajaaa … tapi coba tanya pada siapa aja di sekitar kamu apa syaratnya kalo mau bekerja?

Dengerin deh, disini.

Soal Latihan Persamaan Liniear Dua Variabel

Silahkan kamu beli buku paket Mtk dimanapun kamu bisa dapatkan buku itu, hal ini sangat bermanfaat untuk mempermudah kamu memahami materi Mtk yang kita pelajari.

Setelah mengerjakan latihan tolong isi daftar hadir. Link daftar hadir belajar kita bisa kamu klik di http://gg.gg/daftarhadirmtk50, tokennya saya berikan melalui WA group kelas kamu. Jika ada pertanyaan silahkan japri atau melalui DM di instagram.

Kalo nanti kita sudah tatap muka di kelas, buku latihan mtk kamu harus dikumpulkan untuk direkap dan diberi nilai usaha belajar dirimu selama pandemi.

Mari kita sama” berdoa ya agar pagebluk ini segera berlalu, love u much. 

Bincangkan Kemerdekaan

Setelah uapacara kemerdekaan, pada perjumpaan di jam pelajaran matematika saya selalu ajak murid membicangkan kemerdekaan, yang ujungnya ingin membuat kami lebih mencintai negeri ini.

Saat pagebluk ini, saya tak bisa menjumpai anak-anak hebat saya, kami berkomunikasi secara online. Saya ingin tahu bagaimana perasaan mereka tentang cara menikmati kemerdekaan dari sisi mereka sebagai anak muda, cara mereka mengisi kemerdekaan, rencana mereka menghebatkan diri mereka agar bangsa ini makin hebat, atau apa saja yang berhubungan dengan merdeka-merdeka.

Saya sudah menulis perasaan saya disini, liat deh … lalu tolong bikin tulisan yang temanya dicetak miring, tebal pada pragraf di atas, sebagai pengganti bincang-bincang kita di kelas, artikelnya kamu capture sebagai pengganti buku latihan kamu.

Semoga pagebluk ini cepat selesai agar kita bisa seseruan di sekolah, kamu juga bisa latihan basket, volley, futsal, tari, teater, atau apa aja deh yang bisa bikin kamu makin hebat, love you guys.

Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Coret-coret Aja Semuanya

Meja belajar sekolah siapa? 2020
Di sebuah under pass Jakarta 2018

Apa komentar kamu melihat meja belajar di sekolah banyak coretan dan tembok jalan yang kamu lewati banyak coretan seperti dua foto di atas?

– Bagus … itu suatu kreatifitas, bisa jadi pelakunya nanti jadi seniman besar, atau jadi pejabat.

– Jelek … sebaiknya jangan coret” di meja sekolah atau dinding kota, nanti kotor dan lingkungan kita jadi kumuh.

– Terserah deh … yang penting jangan coret” di rumah saya karena baru di renovasi, mahal guys.

Kalo kamu?

Membiasakan Baca Petunjuk

Saya berusaha memberikan petunjuk dengan jelas dan menggunakan huruf kapital pula, tapi selalu ada saja yang masih tak melakukan dengan benar, padahal kamsud dari petunjuk itu adalah supaya namanya terbaca jelas karena yang mengajar umurnya sudah banyak melewati angka sekolahnya, kalo huruf kecil ga jelas gitu jadinya …. kalo para pelaku punya alasan yang bermutu saya bisa maklum dan maafkan, tapi kalo cuma kerana teledor … apakah saya perlu kurangi score atau nilainya sepuluh point … jadi ngga KKM dong … para pelaku silahkan ungkap argumentasimu di kolom komentar, ini sebagian dari mereka.

Best Writter Home Learning Challenge SMKN 50 Jakarta

Allow guys, smg kamu semua dalam sehat, sudah mandi, sudah sholat, sudah makan, sudah bantu menyenangkan orang tua, sebagai tindak lanjut tantangan terakhir saya sebelum Lebaran, saya umumkan nama-nama yang telah menyelesaikan tantangan saya adalah sebagai berikut:

  1. Nurul Anita
  2. Rachela Putri
  3. Saras Lintang Panjerino
  4. Amalia Kairani Mardiana
  5. Fadila Armani
  6. Khaniva Hirzani
  7. Ghifari Aprillianto
Blognya Amalia Kairani Mardiana

Dua orang dengan nilai terbaik diraih oleh Amalia Kairani Mardiana dengan point 254 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah dan Nurul Anita dengan point 231 memperoleh hadiah THR two hundred tousand rupiah, kepada dua pemenang silahkan hubungi saya melalui pesan di instagram untuk membicarakan cara penyerahan hadiah.

Selamat buat kamu yang sudah menulis banyak artikel di kompasiana, mengabarkan apa saja yang positif di sekitar kamu agar fikiran terbiasa positif sehingga meningkatkan kekuatan imunitas kita dan tercegah dari segala penyakit, sambil mempromosikan SMKN 50 Jakarta.

Masih ada lagi dua pemenang yang bakal diumumkan setelah pelaksanaan PAT (Penilaian Akhir Tahun), stay safe ya guys, love u all.



			
					

Home Learning Challenge “Tugas di Kompasiana”

Aloow Gaess, kalo kamu udah menyelesaikan tantangan posting minimal 10 tulisan di kompasiana silahkan komment di bawah posting ini dengan memberi link posting yang paling banyak pengunjungnya, deadline sampai 07 Juni 2020.

Tentu kamu masih ingat broadcast saya di bawah ini:

Assalamualaikum.

Aloo Gaess, saat baca ini semoga kamu sudah mandi, sudah berbuat baik buat orang tua dan dalam keadaan sehat serta bahagia, hari Jumat 8 Mei 2020 kamu bakal post test Matriks buat kelas X dan Peluang buat kelas XI, setelah belajar sebelum post test atau setelah post test, untuk mengisi kagabutan dirimu saya mengadakan challenge berhadiah THR masing-masing dua pasang sepatu sekolah untuk dua pemenang (tapi silahkan beli sendiri di BKT) saya kasih mentahnya aja yaaa.

Tema dan bentuk tulisan harus mengabarkan kebaikan seperti: Promosi SMKN 50 Jakarta, Manfaat Libur Sekolah akibat Pandemi Covid-19, Seseruan Home Learning ala SMKN 50 Jakarta, Pengamatan Kamu terhadap keluarga dan lingkungan kamu merespon PSBB, Cerita kerinduan kamu belajar, berkegiatan ekskul, atau kerinduan pada sahabat di SMKN 50 Jakarta, Rasa Rindu tergadap Guru, atau apa aja deh … sabeb gaess.

Kamu sudah punya pengalaman posting 15 tulisan yang berbuah manis satu nilai raport, tantangan kali ini cuma 10 tulisan aja gaess dan bakal diganjar satu nilai lagi plus THR (Tunjangan Hari Raya), akan saya berikan kepada dua orang yang tulisannya paling banyak (selain yang 15 kemarin), dan tulisan yang paling banyak dibaca orang. Jika kamu kamu sudah selesai atau merasa pantas jadi juara silahkan kasih link posting atau profil kamu pada kotak komentar di bawah posting ini. Tolong kasih tahu ada berapa tulisan atau berapa orang yang membaca.

Caranya:

Kamu wajib melengkapi data diri di bagian “Pengaturan” Kompasiana dan mengisi bio pada profil dengan format (Pelajar/Mahasiswa)_(Jurusan)_(Nama institusi). Misal: Rajab Andriko Pelajar Kls X Multi Media SMKN 50 JakartaIsi semua kolom, jika kamu belum punya KTP boleh gunakan Kartu Pelajar, jika tak ada pakai Foto Kartu Keluarga, lengkapi juga foto dirimu ya gaess. Setelah mengisi, klik “Simpan” pada bagian bawah halaman pengaturan. Akun kamu akan mendapat chek list hijau beberapa hari setelah kamu melengkapi data diri kamu dengan benar, seperti akun Amalia Kairani Mardiana Kelas XI MM.

Podcast Pak Dedi New Edition

Listen to “TAWURAN PELAJAR 1” from podcast pak dedi on Anchor: https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-PELAJAR-1-edvtf6/TAWURAN-PELAJAR-1-a2694k2

Podcast Pak Dedi

Jika anda suka mendengar poscast, silahkan mampir ke channel podcast saya https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-1-edvtf6

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.

 

Pejuang Gece Math Home Learning, Good Job Guys

Tak lama setelah saya memberi guidance lewat blog ini, anak-anak hebat yang gece (gerak cepat) langsung merespon tugas mtk, mereka adalah: Anissa Khusnul Khotimah, Achmad Zikri, Syakira Rohadatul Aisy, Fadia Ananda Putri, Aprilia Tri Lestari, good job guys … inilah wajah-wajah mereka.

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah

IMG_20200428_170902 - Ahmad Dzikri

IMG_20200428_170517 - Syakira Rohadatul Aisy

IMG_20200428_171428_212 - Fadia ananda putri

IMG20200428172522 - aprilia lestari

Math Home Learning Update 29 – 30 April 2020

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah
Model Gocap

Dear My Good Students

Assalamualaikum, semoga saat saat baca posting ini kamu dalam keadaan sehat lahir bathin, sudah mandi, sudah sholat, beresin kamar, menolong keluarga, melakukan kebaikan, dan sudah mengerjakan tugas” home learning.

Melanjutkan proses belajar matematika, untuk semua murid Kelas X dan XI yang belajar Mtk dengan saya silahkan siapkan penampilan diri kamu yang keren untuk foto bersama pekerjaan latihan soal” seperti contoh foto temanmu di posting ini,  laporkan pekerjaan latihan soal” matematika kamu dengan klik link disini.

Pelaporan berlangsung dua hari, 29 dan 30 April 2020, tentang tokennya bakal dishare di group-group kelas.

Pertemuan berikutnya akan dilakukan menggunakan ZOOM, buat mengobati rasa kangen lama ngga ketemu kamu semua. Tolong kabarkan semua teman” kamu supaya pelajari ZOOM dan stay tune on schedule.

Kelas XI, Rabu 29 April 2020:
XI BDP 1 Pk. 07.30 – 08.00,
XI BDP 2 Pk 08.00 – 08.30,
XI MM Pk 08.30 – 09.00.

Kelas X, 12 Mei 2020:
X BDP 1, X BDP 2, X MM Pk 08.30 – 09.00, kita seseruan bareng tiga kelas guys.

Tolong kamu capture kehadiran kamu di kelas ZOOM, yang akan jadi bukti kehadiran atau bakal disetor capturan itu saat kita merekap nilai akhir semester.

Informasi token dan password meeting bakal saya share lewat Zefanya Nicole Kls XI MM, miss u much guys.

Math Home Learning Guidance, April 20, 2020

Snapchat-1241114240 - Sasy kirana
Sasy

Dear anak-anakku yang bat-hebat.

Assalamualaikum, semoga kamu semua dalam keadaan sehat walfiat, saat membaca posting ini kamu sudah mandi, sudah makan makanan untuk membuat dirimu selalu sehat, sudah beribadah dan membantu orang tua beberes kamar, beberes rumah, bebenah, nyuci baju, ngegosok, serta melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Saya seneng bat karena kamu telah mengerjakan berbagai tugas home learning yang saya berikan, bahkan sempat jadi trend di kompasiana.com (klik aja kalo mo liat) – saya usahakan memberi rating dan komentar di posting kamu, liat deh, kalo yang masih belum beres tolong usahakan dituntaskan sebelum masuk sekolah agar saat rekap nilai nanti nilaimu tak ada yang kosong, sehingga ga perlu remed.

Tugas home learning kamu yang minggu kemarin akan saya rekap dua hari ini (sekarang dan besok 21/04), silahkan klik disini, dan tokennya akan saya broadcast lewat Zefanya Nicole Kls XI MM ke group-group kelas kamu. Tolong isi kuisioner home learning yang saya buat dan pada bagian akhir isian google form kamu harus uplot foto dirimu dengan halaman terakhir pekerjaan latihan soal” mtk, dengan ukuran file max 10 MB. Seperti foto temanmu di atas.

Semua pertanyaan harus diisi ya guys, kalo ada yang terlewat kamu ngga bisa submit, terima kasih atas kerja sama yang baik dari kamu semua, stay safe … kangen becanda bareng kamu, miss u much and love u all.

Wajah-wajah Kardus, Wajah Kita?

Foto: Thinkstock

Kardus adalah kotak yang terbuat dari kertas, umumnya berwarna coklat, memiliki ketebalan tertentu, ada yang dibuat berlapis, bisa dilipat sehingga mudah dibentuk sesuai keperluan dan bisa ditempel atau dicetak logo dan pesan-pesan tertentu sehingga mudah disusun, dan bagus dipandang.

Wajah-wajah kardus adalah wajah-wajah yang sering kita lihat di televisi atau media cetak, mereka selalu berusaha bagus dilihat dengan berpenampilan yang mentereng, sering dengan busana mahal, berusaha tersenyum agar muncul bagus di media. Penampilan itu membungkus kelakuannya korupsi, selingkuh, mengedarkan narkoba, mencuri, dsb.

Wajah-wajah kardus itu seolah tak merasa bersalah dengan perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan walau di pengadilan mreka telah dijatuhi hukuman dan mengantat mereka ke penjara.

Wajah-wajah kardus juga sering terlihat di jalan raya, melanggar rambu lalu lintas seperti hal yang biasa, perhatikan wajah-wajah pengendara yang melawan arah, penerobos lampu merah, parkir di tempat terlarang, naik motor tanpa helm, Wajah-wajah mereka biasa-biasa saja, tak merasa bersalah, kadang mereka lebih galak kepada orang lain yang mengingatkan atau polisi yang menilang. Wajah-wajah kardus 

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?

Mendoakan Murid

Ketika belajar di kelas dia sangat pendiam, duduknya selalu tetap dengan orang yang sama, bicaranya sedikit, kalo tertawa pun tak banyak, tapi kalo bicarakan kepop matanya nyala berbinar.

Sekarang dia sedang nelanjutkan gaya pendiam tapi doyan nyanyi dan ngedance kepop di negeri purwokerto, slamat berjuang vin … buat cum laude mah gampang wat kamu, ditunggu kabar wisuda dan lanjut kuliah S2 di korea yaaaa

Menemukan Jejak Digital Dedi Dwitagama di Website Kantor Berita Antara

Screen Shot 2019-12-17 at 10.09.59 AM

Screen Shot 2019-12-17 at 10.10.35 AM

Saya sedang menyiapkan Kaleidoskop tahun 2019 tetiba menemukan jejak digital kehadiran saya di IPB University Bogor Nopember 2019, alhamdulillah … sesuatu bangets rasanya … terima kasih buat BEM IPB University yang kembali bersinergi dengan saya mengulang perjumpaan tahung 2013 dengan materi yang berbeda, detailnya ada disini.

Nikmati reportase training-training saya di blog Trainer Kita, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

REUNI AKBAR LINTAS ANGKATAN SD MEKARSARI 2019

Berlokasi di Kampung main Cipulir Jakarta Selatan 8 Desember telah dilangsungkan reuni akbar lintas angkatan SD MEKARSARI yang dihadiri sekitar 300 orang alumni dari berbagai angkatan.Saya angkatan lulus th 1976 hadir bersama Sumiyati dan Sri Yuliana, guru-guru yang hadir adakah Bapak H. Mulyana, Bapak H. Emin Muhaemin, Ibu Sri Sunarni, Ibu Maemunah.Berbagai kegiatan berlangsung dalam suasana riang gembira, saling melepas rindu, berbagi kenangan, berfoto ria, dan sebagainya.Terima kasih buat semua anggota panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini, semua semua dalam sehat dan sukses selalu.

reuni akbar sd mekarsari 2reuni akbar sd mekarsari 1

Jika anda alumni SD Mekarsari yang dulu sekolahnya ada di Jl. Sinabung II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, silahkan bergabung di Group Facebook Alumni disini.

Mendokumentasikan dan Menemukan

Saya mendokumantasikan foto di bawah ini untuk saya pindah dari harddisk laptop saya ke eksternal harddisk agar speed laptop saya bisa terus diandalkan.

DWITAGAMA UNSIL TASIK 17

Tiba-tiba saya menemukan file surat ini,

Screen Shot 2019-09-15 at 5.58.38 PM

Cerita lebih lengkap tentang dua file di atas bisa dinikmati disini.

PMI DEA MALELA Membawa Saya ke Sumbawa

dwitagama dea malela 3.jpg
Dokpri

Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela letaknya sekitar 10 kilometer arah selatan dari kota Sumbawa Besar. Kampus di lahan yang tersedia seluas 60 hektar sudah mulai dibangun oleh Yayasan DEA MAS di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu tersebut berada di tengah – tengah persawahan di dekat Gunung Utuk (Olat Utuk) dalam Bahasa Sumbawa.

Pondok pesantren yang digagas oleh Prof. Dr. Dien Syamsudin tersebut berada di kaki gunung saat ini telah berdiri Masjid Saidah, bangunan Rumah Kiyai Bait Kalla, lapangan basket dan Wisma Ustadzah serta perumahan guru putra dan putri. Sedang dalam proses pembangunan Auditorium sumbangan Presiden Joko Widodo, stadion mini sepakbola, arena bermain futsal, dan perpustakaan. Ada niat dan geliat membangun peradaban dunia yang digagas oleh Prof. DR. Din Syamsuddin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela. Menurutnya, ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.

Nama Dea Malela diambil dari nama seorang tokoh penyebar Islam asal Goa – Makassar yang menyebarkan Islam di Sumbawa, Batavia dan Simon’s Town, Afrika Selatan. BErsama ayahnya Abdulkadir Jailani,Dea Malela dalam usia 18 tahun (1746) berlayar ke Sumbawa.

Pembacaan selintas sumber-sumber Afrika Selatan tentang Dea Malela dan ayahnya Dea Koasa mengungkapkan, keduanya adalah bagian penting dari sejumlah ulama dan pejuang Islam yang diasingkan kolonial Belanda ke wilayah Cape Town Sejak dijajah Belanda (1652). – Prof Dr Azyumardi Azra MA, –

Perjalanan Jakarta – Lombok selama dua jam, dilanjutkan dengan setengah jam perjalanan pesawat Lombok – Sumbawa serta satu setengah jam melalui darat melewati area hutan yang masih banyak dihuni monyet-monyet ramah menyapa pengendara yang lewat jalan berbelok. Tiba di pondok pesantren serasa berada di rumah yang semua penghuninya semangat belajar dan beribadah, setiap masuk waktu sholat semua santri telah berada di masjid, ada santri yang bertugas adzan, membaca shalawat, iqomah, menyampaikan informasi berbagai kegiatan di pondok dilakukan oleh santri, ada praktek public speaking yang langsung dilakukan pada setiap waktu sholat berjamaah.

Pengelola dan pendidiknya terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor, perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri berupaya mewujudkan misi modern dan internasional dengan memberi penguatan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahsa lainnya serta menggunakan metodologi dan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Saya mendapatkan kehormatan untuk memandu workshop dan diskusi bagaimana menerapkan sosial media untuk pembelajaran dengan pendidik PMI Dea Malela dan Bagaimana berlaku Bijak dalam menggunakan media sosial untuk para santri PMI Dea Malela. Info lengkap sessi workshop Saya bisa disimak disana.

Jumpa Sahabat lama

Dua Sahabat 

Namanya Pak Kurniawan, kami dulu kuliah bareng di IKIP Jakarta jurusan Pendidikan Matematika pada tahun 1990, ternyata beliau kini menjadi penulis buku matematika SMP dan nara sumber Matematika ternama di negeri ini, beliau punya blog bagus, silahkan berkunjung kesini.

Belajar jadi Reporter di SMKN 50 Jakarta


Namanya Tiara, dia kelas X jurusan Multimedia saat membuat video ini dan ditayangkan di channelnya di youtube, goood job Tiara … ga sia-sia neng kamu skolahnya jauh dari rumah, sudah bisa menghasilkan karya yang kereeen, ayo terus berkarya, kalo kamu?

Nyontek itu Cermin Rendahnya Rasa Percaya Diri?

Guru: “Bagaimana rasanya jika orang lain yang kamu beri contekan nilainya lebih tinggi dari kamu?”.

Murid 1: “Sakiiiit, karena Saya belajar mati-matian, eh dia yang cuma nanya dapat nilai bagus”.

Murid 2: “Tak apa-apa”.

Murid 3: “Biasa aja, karena semua nyontek”.

Guru itu terkejut, ternyata menyontek sudah menjadi kebiasaan anak sekolah, apakah itu cermin dari rendahnya rasa percaya diri anak sekolah?

Menjaga Nama Baik Sekolah? Siapa yang Bisa?

 

Screen Shot 2018-12-11 at 11.15.22 AM

Hampir semua yang pernah sekolah pasti pernah mendengar Guru dan Kepala Sekolah bilang:

“Jaga nama baik sekolah kita …” Saat upacara di lapangan sekolah atau pengarahan di kelas.

Jika masih ada guru atau kepala sekolah yang masih bicara seperti itu, artinya mereka terganggu daya nalarnya, karena di era zaman now menjaga nama baik sekolah itu luar biasa sangat berat atau hampir bisa dibilang tak mungkin kenapa? Karena luas area sekolah saat ini bisa sangat luas hingga ribuan meter persegi dengan jumlah murid ratusan hingga ribuan orang, ditambah guru dan karyawan yang jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan. Adakah yang bisa menjaga nama baik sekolah?.

Guru yang masih honor bilang, “Ah, Saya mah santai aja, cukup kerja sebaik mungkin karena belum tentu diangkat sebagai aparur sipil negara dan andai diangkat bisa jadi saya ditempatkan di sekolah lain.”

Guru yang sudah ASN bilang, “Yang penting datang dan pulang tepat waktu, masuk ke kelas sesuai jadwal mengajar, tak perlu kerja keras karena setia saat bisa saja saya dirotasi atau dipindahkan ke lain sekolah.”

Kepala Sekolah bilang, “Saya cuma harus memastikan bahwa sekolah ini bisa memberikan pelayanan terbaik buat guru, murid dan masyarakat, menjaga nama baik apalagi merubah image sekolah menjadi lebih baik sangat sulit dan butuh waktu yang lama karena masa kerja saya terbatas dan kapan saja saya bisa dipindahkan ke lain sekolah.”

Murid yang tertangkap Polisi ketika melakukan tawuran, dinilai merusak nama baik sekolah oleh guru-gurunya, dia bilang begini:

“Kami sedang di bis tiba-tiba diprofokasi oleh sekelompok pelajar di bis lain dan dilempari batu, kami hanya melawan dan mempertahankan diri, kami justru sedang mempertahankan nama baik sekolah.”

Buat anak-anak zaman now tak usah lagi diminta mereka menjaga nama baik sekolah, lebih baik minta mereka untuk menjaga nama baik diri sendiri
dan akan menjaddi lebih baik jika bisa meraih prestasi lewat perjuangan diri sendiri atau bersama teman, maka nama baik yang diperoleh oleh seorang murid kemudian akan menjadi kebanggan dirinya. Keluarga bakal bangga juga, semua teman di sekolah termasuk sekolahnya jadi dapat nama baik, bahkan kota dimana tempat tinggal dan negeri dimana dia berada ikut merasa bangga, jadilah kebanggan seorang murid menyebar menjadi kebanggan negara

Bagaimana anda menjaga nama baik diri sendiri? Berapa kali anda berprestasi yang membanggakan diri, membuat nama anda semakin baik dan mengharumkan sekolah anda? Kalau anda belum pernah mengharumkan nama sekolah anda, apakah anda belum menjaga nama baik sekolah anda

Jaga nama baik diri sendiri aja yuu, happy deh

GURU MAGER

MAGER

Ani dan Lela kuliah seangkatan di jurusan yang sama di Universitas Negeri Jakarta, UNJ yang pada zaman dulu tahun delapan puluhan masih bernama IKIP Jakarta, sempat bertugas sebagai ASN di sekolah yang berbeda, kini mereka berdua bertugas di tempat yang sama.

“Mengawas ujian dimana Bu Ani?”. Tanya Bu Lela pada hari pertama ujian akhir semester di sekolahnya.

“Saya senang sekali, selama seminggu selalu mengawas di lantai satu, tak perlu naik hingga ke lantai tiga, mungkin panitianya tahu beberapa waktu yang lalu Saya sakit.” Jawab Bu Ani dengan ekspresi gembira.

Bu Lela merespon begini:

“Kalau Saya mah tersinggung dan tak mau dijadwalkan mengawas di lantai satu terus, karena dianggap sudah jompo dan penyakitan. Saya lebih suka mendapat kelas di lantai tiga agar bisa sekaligus olah raga yang menyehatkan badan.”

Bu Ani berlalu dengan ekspresi kecu, sambi berkata:

“Maaf, Saya mau ke toilet.”

Apakah anda termasuk anggota group “Mager” (malas gerak)?

Mempersiapkan Diri

Jadwalkan di agenda anda, mengisi liburan akhir tahun sambil menambah amunisi buat jadi lebih baik di tahun depan, silahkan hubungi Om Jay … saatnya kita meet up.

Melejitkan Prestasi Murid di Sekolah

Prestasi murid di sekolah bisa dikelompokkan jadi dua kelompok yaitu PRESTASI ORGANIK dan PRESTASI IMITASI.

Prestasi organik murid adalah prestasi yang diperoleh melalui proses pembinaan di sekolah. Misalnya murid di sekolah kamu sering juara basket melalui latihan yang rutin ekskul basket kamu, murid dilatih secara khusus bahkan porsinya ditambah ketika akan mengikuti kompetisi yang hasilnya tim basket kamu sering juara pada berbagai kompetisi dan hasilkan banyak piala dipajang berjejer di beranda sekolah.

Prestasi imitasi itu diraih oleh murid di sekolah kamu yang sudah aktif di bidang yang ditekuni dan sudah sering menjadi juara semenjak belum menjadi murid di sekolahmu, andai dia jadi juara membawa nama sekolah mu itu tetap prestasi imitasi karena dia dilatih di luar sekolahmu.

Prestasi imitasi juga bisa diperoleh pada saat sekolah kamu ditunjuk mewakili wilayah kamu untuk ikut kompetisi di jenjang yang lebih tinggi pada kegiatan-kegiatan yang diadakan mendadak.

Untuk bisa memperoleh prestasi yang manapun perlu kerjasama dari berbagai fihak di sekolah, yaitu;

Kepala Sekolah harus punya semangat mendorong muridnya berprestasi pada berbagai bidang kehidupan, bidang akademik dan non akademik harus mendapat perlakuan dan dukungan yang sama.

Guru-guru yang mengajar di sekolah harus mendukung murid berlatih dan ikut kompetisi dengan memberi izin meninggalkan jam pelajaran di kelas untuk berlatih dan ikut kompetisi.

Karyawan dan Satpam sekolah harus ikut serta mendukung murid berprestasi dengan mengijinkan murid berlatih di luar jam sekolah dan pada hari libur sekolah.

Orang tua murid biasanya sangat mendukung anaknya yang ingin berprestasi, sekolah harus mengkomunikasikan kegiatan kompetisi kepada orang tua, sesekali mereka bisa diundang untuk membicarakan keikutsertaan di kompetisi, dsb.

Pemilihan cabang olah raga, kesenian atau bidang yang ingin dimasuki untuk berprestasi perlu pertimbangan, misalnya untuk cabang olah raga renang peluang merebut prestasi perlu sarana yang mahal dan latihan rutin yang keras lebih dari lima tahun, sementara berapa tahun kah murid anda bersekolah di sekolah anda?

Cabang pencak silat adalah salah satu yang bisa diraih prestasi lewat latihan rutin selama setahun dan jumlah kompetisi yang cukup banyak di negeri ini memungkinkan murid jadi juara tak lama.

Musik atau band adalah salah satu bidang seni yang butuh waktu lama untuk bisa berprestasi, butuh waktu belasan tahun hingga puluhan tahun hingga sebuah grup band bisa sukses berprestasi.

Lakukan riset tentang cabang oleh raga atau bidang seni apa yang jarang sekali ditekuni murid-murid sekolah di daerah atau di negeri anda. Indonesia punya segudang kegiatan olah raga dan seni yang bisa dipilih untuk jadi media pendidikan karakter, tekuni secara serius, buat dokumentasinya dan diunggah ke youtube, maka jangan terkejut kalau sekolah anda dihubungi event organizer hingga prestasi jadi biasa.

Selamat berprestasi.

Nangkring di Artikel Utama Kompasiana

Screen Shot 2018-02-12 at 6.28.24 AM
Mampir yuuuuk

Salah satu cara merawat semangat ngeblog adalah dengan mengunjungi blog orang lain (blog walking). Kompasiana memberi tempat kepada banyak sekali penulis bagus di negeri ini untuk mengungkapkan kreatifitasnya, saya banyak belajar membaca plus menulis, disamping menulis di blog yang sedang anda kunjungi ini, sejak tahun 2007, terima kasih telah berkunjung dan berkomentar.

MANFAAT GURU BLOGGING

Teacher-Blogging-Teacher-Blog--e1470915618361
Ilustrasi, https://logicroots.com/

 

Perkembangan teknologi saat ini mempermudah semua orang dalam berbagai bidang, termasuk Guru dalam hal mengelola proses interaksi belajar mendidik muridnya. Dengan menggunakan telepon genggam, seorang guru dapat mengelola blog yang memberi manfaat sebagai berikut:

1. Menjalin komunikasi lebih intens dengan murid.

Keterbatasan waktu pertemuan di kelas sering membuat masalah dalam penyampaian materi pelajaran yang harus dituntaskan pada waktu tertentu, memalui blog guru dapat menyampaikan materi pelajaran, pesan-pesan dan berbagai hal yang bermanfaat buat pencapaian tujuan pembelajaran.

2. Menunjukkan model hasil kerja murid yang baik.

Hasil kerja murid yang baik, memenuhi syarat minimal atau bermutu bagus dapat di display guru di blognya berupa teks, foto, atau video sehingga bisa dijadikan contoh murid yang lein mengerjakan tugas-tugas sekolah. Hal itu bermanfaat untuk teman-teman di kelasnya, satu sekolah, bahkan bisa jadi contoh untuk semua orang yang memerlukannya dari seluruh dunia.

3. Membuat guru selalu update, menambah pengetahuan.

Memiliki blog, seorang guru akan sering berkunjung ke blog-blog orang lain dan menjadi selalu update, menambah pengetahun, hal ini akan menambah perbekalan guru saat berinteraksi dengan murid di kelas dan tak menjadi guru “jadul” atau menyampaikan informasi yang “basi”.

4.  Meningkatkan kemampuan menulis, kreatif dan berfikir kritis.

Menulis blog, sesedikit apapun kalimat yang ditulis untuk diposting, jika dilakukan berulang-ulang akan meningkatkan kemampuan menulis. Saat mencari ide topik apa yang mau ditulis akan membuat guru semakin kreatif mencari topik-topik untuk ditulis yang dirasa bisa bermanfaat buat pembaca blognya dan menjadikan dirinya terbiasa berfikir kritis.

5. Mengabarkan kegiatan di kelas dan sekolah kepada orang tua murid dan masyarakat.

Hal yang paling mudah untuk ditulis dan diposting di blog guru adalah kegiatan sehari-hari di kelas dan sekolah. Hal ini menjadi penghubung antara seolah dengan orang tua dan stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb.

6. Melihat perkembangan model-model belajar melalui blog guru yang lain.

Blog walking, mengunjungi blog-blog teman adalah kebiasaan pemilik blog yang akan membuat seorang guru akan menambah referensi berbagai hal untuk perbaikan kinerja menghasilkan kinerja yang terbaik membentuk generasi muda berkualitas.

7. Menunjukan hasil karya, prestasi, hobby atau minat guru.

Guru bidang studi apapun, blog bisa jadi alat untuk menambah porto folio yang mendisplay hasil karya sesuai mata diklat yang diampu di kelas, hal ini bisa dilihat oleg semua orang di dunia, yang terhubung melalui mesin pencari google, dsb. Jika seorang guru memiliki hobby atau perestasi pada bidang lain yang berbeda dengan mata diklat yang diajarkan, blog bisa jadi tempat untuk mempromosikan karya guru, misalnya seorang guru matematika yang gemar melukis bisa memajang karya lukisnya di blog pribadi yang mempromosikannya ke seantero dunia dan mengantarkan pembeli yang berminat untuk berinteraksi dan membeli hasil karyanya.

Seorang guru fisika yang hobby menanam pohon secara hidroponik bisa mendisplay hasil karyanya, menuliskan metode-metode perawatan tanaman hidroponik yang membuat pemilik blog diundang menjadi pembicara atau narasumber pada bidang tanaman hidroponik.

8. Mempromosikan sekolah.

Ide tulisan yang paling banyak buat seorang guru adalah kegiatan di sekolahnya, saat dokumentasi tulisan, foto dan video kegiatan sekolah diunggah di blog guru, itu akan menjadi promosi sekolah yang dapat dinikmati oleh murid, orang tua, stakeholder pendidikan lainnya seperti dinas pendidikan, alumni, perusahaan, pemerintah daerah, kementerian pendidikan, dsb. Jika di satu sekolah banyak guru yang memiliki blog, maka makin banyak promosi sekolah memenuhi jagat maya yang terhubung oleh mesin pencari.

9. Terhubung dengan masyarakat luas diluar sekolah.

Memiliki blog, seorang guru bisa dikenal masyarakat luas seantero negeri hingga ke seluruh dunia. Walau guru hanya beraktifitas di sekolah, tulisan yang diposting di blognya bisa dinikmati oleh semua orang se dunia. Teman guru akan bertambah lewat interaksi di blog, teman pembaca yang berprofesi beda pun akan bertambah, bahkan terbuka kesampatan yang sangat luas untuk melakukan perjalanan di dalam atau luar negeri menghadiri undangan kegiatan-kegiatan tertentu yang diawali lewat perjumpaan di blog.

Dimana anda bisa membuat blog? Banyak yang menyediakan fasilitas pembuatan blog, misalnya: blogger, wordpress, kompasiana, dsb. Tentang cara membuat blog, silahkan googling, semoga bermanfaat.