Blog Pendidik


2 Comments

Ramalan jitu seorang guru tentang gubernur baru

Screen Shot 2017-04-19 at 4.14.20 PM

Seorang guru yang mengajar matematika di SMKN 50 Jakarta menulis di blognya yang diposting pada tanggal 2 April 2017 telah meramalkan hasil pilkada yang berlangsung di ibukota sebuah negeri, remalan itu bisa disimak disini. Kamu pernah meramal apa? dan ditulis dimana?

Advertisements


1 Comment

Meramal hasil pilkada di ibukota negeri paman besut

1443141108-pilkada-se

Teman-teman dan sahabat,

To the point aja, saya meramalkan petahana bakal kalah, walau prosentase suaranya selisih sedikit, kenapa?

Argumentasi saya sederhana, karena hampir tak ada lagi reportase hasil survey lembaga-lembaga riset yang biasanya sangat aktif mengekspos hasil jajak pendapat mereka yang diklaim mewawancara sekian ribu sampel pemilih di ibukota negeri paman besut.

Mungkin survey dilakukan, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan sehingga tidak diekspos di mass media, atau mungkin juga khawatir jika hasilnya diekspose akan makin terlihat tren penurunan warga yang memilih, yang dkhawatirkan bakal menurunkan image dan mengurangi animo masyarakat buat memililih yang bersangkutan.

Demikian ramalan saya yang bersandar pada sepinya ekspos hasil survey, bagaimana ramalan anda?


Leave a comment

Teror angkutan umum di Negeri Paman Besut

Di negeri yang maju, teror yang dihadapi penduduknya berbentuk perang saudara, perang antar etnik, suku bangsa, agama, ekonomi dan bencana alam seperti badai, gempa bumi, salju, dsb.

Di negeri paman besut teror sehari-hari yang dihadapi penduduknya adalah tentang angkutan umum, untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya penduduk harus berjalan kaki yang jauh, berjam-jam hingga berhari-hari, jalan pintas kadang melalui sungai dengan perahu atau udara menggunakan pesawat yang berbiaya mahal. Tak sedikit penduduk yang terisolasi di pedalaman, tak bisa bepergian ke tempat lain karena ketiadaan angkutan umum, hingga penduduk tak tahu perkembangan di sekitarnya. Jika ada penduduk yang berani pergi dari kampungnya untuk mencari penghidupan yang lebih baik, biasanya mereka tak pulang kembali ke kampungnya atau sekedar menengok kampung halaman karena mahal biaya akibat ketiadaan angkutan umum.

Di daerah yang penduduknya mampu setiap penduduk berusaha mencari cara sendiri mengatasi ketiadaan angkutan umum dengan berjalan kaki, membeli sepeda, membeli sepeda motor hingga mobil. Bahkan di suatu daerah anak sekolah dasar pergi dan pulang sekolah mengendarai sepeda motor.

SD motorrr
Foto: Jawa Pos

Di daerah kota dan perbatasannya, penduduk berusaha memiliki sepeda motor untuk mengatasi masalah ketiadaan angkutan umum, sehingga setiap keluarga memiliki sepeda motor, yang kadang berjumlah lebih dari satu unit dimiliki setiap keluarga agar transportasi mereka tak terkendala, akibatnya kemacetan lalu lintas menjadi biasa karena keterbatasan jalan menampung kendaraan bermotor. Jadi seperti suatu keharusan setiap rumah tangga, bahkan setiap penduduk memiliki sepeda motor, walau untuk memperolehnya harus memakssakan diri dengan membeli secara kredit dengan angsuran yang panjang dan tak sedikit jumlahnya. Saat pemiliknya tak bekerja, sepeda motor bisa jadi sarana bekerja memperoleh penghasilan dengan menjadi ojek.

Pemudik Sepeda Motor
Sumber foto: Kompas.com

Tingginya kebutuhan angkutan umum dan keterbatasan angkutan umum membuka peluang penganggur yang memiliki motor untuk menjadi tukang ojek, pengusaha taksi dan rental tumbuh menjamur hingga ribuan armada mobil yang disiapkan melayani kebutuhan angkutan umum rakyat di kota-kota besar. Kemajuan teknologi dimanfaatkan oleh pengusaha menangkap peluang kebutuhan angkutan umum dengan membuat aplikasi online yang bisa diakses oleh setiap penduduk yang memiliki pesawat telepon android.

Hanya dengan menyentuh layar telepon, penduduk sudah bisa memesan kendaraan motor atau mobil yang akan mengantarkannya ke tempat tujuan dimana penumpang merasa lebih nyaman karena pengemudi motor atau mobil akan menjemputnya di tempat yang disepakati, seperti rumah, kantor, sekolah, dsb. Harga untuk pelayanan angkutan online pun ternyata jauh lebih murah dari tarif angkutan konfensional, bisa separuh harga, bahkan dengan dalih promosi penumpang tak harus membayar ongkos perjalanan alias gratis.

Karena respon yang bagus dari masyarakat, ribuan penduduk negeri mendaftar menjadi mitra angkutan umum berbasis online memanfaatkan sepeda motor dan mobil yang dimiliki, atau sengaja membeli motor atau mobil untuk didaftarkan menjadi mitra angkutan umum online.

Permintaan yang tinggi terhadap angkutan umum berbasis online mengalihkan penumpang angkutan konfensional seperti ojek pangkalan dan taksi yang seragam warnanya. Penurunan penghasilan angkutan umum konfensional menimbulkan ekses demonstrasi hingga bentrokan dengan mitra angkutan umum online. Demontrasi dan bentrokan angkutan berbeda mode terus terjadi di beberapa kota seantero negeri, hingga menimbulkan korban di kedua belah fihak.

Kini, penduduk negeri merasakan teror saat bepergian menggunakan alat transportasi online karena angkutan umum tak melayani hingga ke lokasi yang dituju, penduduk takut menjadi sasaran amuk pengemudi angkutan umum konfensional, demikian juga angkutan umum konfensional mulai merassa takut jika bertemu pengemdi angkutan umum berbasis online, khawatir terjadi balas dendam.

Kalau biasanya ada teror berupa ketakutan di jalan saat mudik lebaran karena ketiadaan angkutan umum sehingga memaksa rakyat menggunakan kendaraan roda dua menempuh ratusan kilometer atau lebih untuk mudik. Kini teror angkutan umum bertambah dengan makin seringnya bentrok di jalan.

mudik-motor

Dikabarkan pemerintah sudah membuat aturan untuk angkutan umum berbasis online dengan membuat batas bawah dan batas atas, artinya tarif angkutan online bakal lebih mahal, apakah ini teror baru, atau bakal ada teror yang lain?


Leave a comment

Menikmati Pilkada Negeri Paman Besut: ada peningkatan konsumsi rokok?

Calon pertama

Di Negeri Paman Besut, seorang yang berniat mencalonkan diri jadi kepala daerah berusaha menjadi bahan berita setiap hari, kabar tentang apa yang dikerjakan setiap hari harus selalu jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Karena dia berambisi untuk ikut pemilihan kepala daerah maka berbagai cara dilakukan agar namanya jadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb setiap hari, jika forum rapat terbatas, orang itu akan meminta stafnya atau orang lain untuk mendokumentasikan dan diedarkan menjadi bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb, untuk media sosial seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dsb bisa dilakukan siapa saja, dimana saja asal memiliki akses internet tanpa biaya alias gratis.

Setiap hari, apapun yang dilakukan orang itu selalu menghiasi berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang jika dijumlahkan dalam setahun, jutaan kabar berita tentang orang itu berkelebat di berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Upaya menggalang dukungan berupa fotokopi KTP dan pengisian formulir dukungan  dilakukan sejak jauh-jauh hari hingga memperoleh jutaan dukungan yang membuat banyak partai politik jatuh hati dan memberi dukungan walau sang calon awalnya menyatakan enggan mencari dukungan partai untuk maju sebagai calon kepala daerah dan mengandalkan dukungan teman-temannya melalui jalur independen.

Calon-calon yang tenggelam

Ada beberapa tokoh partai politik yang secara malu-malu atau terang-terangan menyatakan keinginan untuk maju mencalonkan diri jadi kepala daerah, tetapi akhirnya mereka harus menunggu keputusan partai politik yang punya hak untuk mengajukan calon kepala daerah. Para ketua partai pun yang awalnya berminat mencalonkan diri akhirnya harus tau diri dan menerima apapun keputusan ketua umum partainya. Mereka sangat faham benar sistem kenegaraan di negeri paman besut sehingga mereka merasa tak perlu mempromosikan dirinya melalui berita-berita di koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb karena kabarnya perlu biaya yang sangat mahal.

Calon kedua

Seorang pengusaha yang gemar berpetualang dan punya fisik yang prima karena suka berolah raga dan punya kekayaan yang selevel dengan dana APBD sebuah propinsi entah merasa terpanggil atau didorong oleh fihak lain secara serius ddan konsisten menyatakan niatnya maju sebagai calon kepala daerah dan melakukan pendekatan kepada berbagai partai politik di negerinya, rupanya nilai jual pengusaha ini tak terlalu moncer sehingga lama sekali tak memperoleh dukungan secara penuh dari partai politik hingga mendekati deadline pencalonan atau mungkin partai politik menilai kemungkinan terpilihnya pengusaha ini sangat kecil sehingga sulit memenangkan pertarungan. Dia sudah berusaha memanfaatkan koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb untuk mengekspose visi-misinya sebagai calon kepala daerah, tetapi tetap saja dukungan belum fix berfihak padanya, anda tahu kenapa?.

Pilkada di negeri paman besut merupakan ajang perebutan kekuasaan partai-partai politik yang telah membuat peta dan analisis tentang profil-profil orang yang bisa didukung untuk menjadi calon kepala daerah dan punya peluang yang besar untuk memenangkan pemilihan kepala daerah.

Calon-calon dipaksa

Hingga hari terakhir pencalonan yang harus diajukan beberapa partai masih belum memutuskan calon yang akan diusung, hingga detik-detik terakhir batas waktu beberapa partai bergabung mengusung calon yang tak diprediksi sama sekali untuk maju, kecuali calon kedua yang disandingkan dengan calon lain sebagai wakil.

Partai-partai seperti tak punya kader yang punya nilai jual sehingga mendukung orang-orang yang sama sekali tak terduga, bahkan ada lawan politik yang pernah bersebrangan dengan partai itu saat pemilihan calon presiden didukung maju sebagai calon dari partai.

Pemenang pilkada

Jika calon pertama memenangkan pilkada dengan satu atau dua putaran bisa jadi sebagai buah kerja keras plus membentuk citra lewat berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb sehingga penduduk terpesona oleh dirinya. Sementara jika kalah, betapa energi dan sumber daya yang luar biasa banyak telah dikerahkan tak cukup menarik hati dan minat pemilih untuk menusuk fotonya di dalam bilik suara. Walau memang ada peristiwa yang berawal dari bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb yang menjungkirkan citra dirinya dan menurunkan elektabilitas berdasarkan riset banyak lembaga survey di negeri paman besut.

Jika calon kedua dan calon dipaksa berhasil menang mungkin jadi potret penduduk negeri yang mudah digiring oleh gempuran berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb. Seperti calon pertama yang mempesona karena bombing berita di media kemudian jatuh oleh bombing berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb.

Tentang calon dipaksa yang masih muda itu saya kira masih belum punya nilai jual tinggi  untuk dipilih apalagi pendampingnya juga terkena bombing bahan berita koran, TV, majalah, TV, Radio, Twitter, Facebook, Youtube, instagram, google, dsb berhubungan dengan kasus korupsi di masa lalunya.

Jika calon dipaksa yang masih muda itu menang, mungkin beliau akan repot karena jam terbang sebagai birokrasi masih harus diuji sementara senior yang akan diandalkan harus menguatkan daya tahan hadapi gempuran aparat penumpas korupsi.

perokok

Saya menikmati pilkada melihat rakyat yang datang ke lokasi pemungutan suara sambil merokok, termasuk panitia pemilihan yang merokok, karena biasanya ada sponsor yang menyediakan konsumsi termasuk rokok untuk menemani kerja petugas, rakyat libur sehingga bisa merokok lebih banyak, lebih bebas (karena di kantor atau tempat kerja dilarang), kalau ada yang riset mungkin pada hari itu ada peningkatan konsumsi rokok?

Selamat berpesta saudaraku … tetaplah damai dalam beda yang banyak.


Leave a comment

Gairah Mengabarkan Kebaikan di Sekolah menggelorakan Semangat Berbuat Baik, bikin gampang cari Presiden dan Gubernur, tak perlu impor

Di Negeri Paman Besut, ada orang yang gemar menggunakan media sosial untuk mengabarkan kegiatan, fikiran, ide dan berbagai hal yang berhubungan dengan dirinya sehingga setiap hari wajahnya selalu muncul di media sosial dan mass media mainstream, seolah mendapat angin segar promosi dirinya, dia terus menggeliat, mempublikasikan dan mengoptimalkan media sosial dan mass media mainstream hingga dirinya menjadi walikota, gubernur hingga presiden.di negerinya.
Ada orang yang meniru kelakuan orang di atas, mengabarkan semua kegiatannya di mass media dan mengoptimalkan media sosial, sehingga setiap hari wajah dan pemberitaan tentang dirinya selalu muncul di mass media mainstream dan media sosial, hingga orang itu menjadi gubernur dan berniat jadi gubernur lagi hingga ingin jadi presiden (desas desus kabar yang beredar).

Dikabarkan, mereka berdua mengelola tim pemberitaan yang terdiri dari media mainstream dan media sosial, bahkan pada satuasi tertentu tim mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk koordinasi dan melakukan tugas pemberitaan.

Kepala Dinas pendidikan salah satu kota di negeri itu menduplikasi semangat memberitakan dengan menugaskan semua kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA di kotanya untuk membuat berita setiap hari minimal satu berita di berbagai platform seperti website, blog, facebook, twitter, inatagram, youtube, steller, dsb.

Maka setiap hari bertebaran ribuan berita baik dari ribuan SD, ribuan SLTP, dan ribuan SLTA negeri dan swasta di kota itu. Berita-berita baik dari sekolah di kota itu menghujani media sosial dan masuk radar media mainstream hingga televisi, radio, koran dan majalah datang berkunjung ke sekolah mengkonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.

Ada sekolah yang secara kreatif fan terkonsep melibatkan semua guru, karyawan dan murid. Jika semua warga sekolah posting satu berita di satu media yang dia suka maka betapa banyak berita baik sekolah itu beredar secara gratis tanpa mengeluarkan biaya, apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini proses itu dapat dikerjakan hanya menggunakan telepon genggam (seperti tulisan yang anda baca ini saya tulis denga telepon genggam).

Jika semua warga sekolah sudah terbiasa memberitakan kebaikan maka secara langsung mereka audah melakukan kegiatan promosi sekokahnya, kota dan penduduknya. Jika dua orang di atas bisa jadi presiden dan gubernur karena kedadaran memberitakan kebaikan, maka kegiatan memberitakan sekolah akan melahirkan kepala sekolah yang sadar dan memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, guru-guru yang terampil menulis dan memberitakan, murid-murid yang krearif bercitarasa seni dan memanfaatkan gadget untuk kebaikan.

Andai 300 murid dan 20 guru di sekolah memberitakan satu kebaikan setiap hari, maka seminggu ada 1.600 berita, sebulan ada 4.800 berita baik sekolah anda. Jika 600 murid sekolah andan dan 40 gurunya, maka 3.200 berita kebaikan setiap minggu dan 9.600 berita baik tentang sekolah anda setiap bulannya.

Jika ribuan sekolah memberitakan ribuan kabar baik, maka dunia maya akan penuh dengan kebaikan dan pasti akan berdampak pada dunia nyata yang bakal dipenuhi kabar baik sehingga jika ada berita guru yang dilaporkan atau murid mati tawuran tak lagi jadi trending berita karena tertutup oleh jutaan berita baik yang diproduksi oleh warga sekolah.

Beritakan kebaikan yuuuuuk.


8 Comments

Seragam sekolah buat Murid yang hamil, siapa yang mau membuat disainnya?

image

Di sebuah sekolah di Negeri Paman Besut, seorang murid perempuan beberapa hari tak masuk sekolah, walikelasnya memanggil orang tua murid untuk mencari tahu kenapa murid itu tak masuk sekolah.

Orang tua murid datang memenuhi panggilan, diterima oleh wali kelas dan guru BK, orang tua murid menceritakan sambil menangis bahwa anak gadisnya yang berusia 16 tahun tak lagi mau bersekolah karena sudah hamil, menikah dan tinggal bersama suaminya di luar kota. Orang tua itu terlihat sangat terpukul oleh kejadian yang menimpa anak perempuannya, bliau marah hingga tak mau menghadiri acara pernikahan anaknya, kemudian orang tua murid itu membuat surat pernyataan bahwa putrinya keluar atau berhenti dari sekolah.

Masalahnya seperti selesai dengan keluarnya murid perempuan itu, ada peristiwa lain dimana murid yang hamil saat menjelang ujian, dan murid itu berkeras untuk mengikuti ujian dengan perut buncitnya yang tak bisa disembunyikan lagi
karena orang tua murid itu juga meminta agar anaknya bisa menyelesaikan ujian di sekolahnya.

Remaja umur belasan tahun, masih sekolah, hamil di luar nikah …
Sispa yang salah?
Orang tua?
Teman lelakinya?
Tetangga?
Sekolah?
Guru?
Teman sekolahnya?
Sosial media?
Televisi?

Jika murid kelas sepuluh hamil, dan dia berkeras hati tetap ingin sekolah, menurut Anda, apakah murid itu dibiarkan sekolah dengan perut buncit?, bagaimana ketika jadwal pelajaran olah raga?, apakah perlu ada disain khusus baju seragam untuk pelajar putri yang hamil?, setelah melahirkan bolehkah murid itu cuti melahirkan seperti karyawati di perusahaan?, artinya perlu dibuat peraturan baru tentang hak pelajar wanita yang hamil?.

Bagaimana dengan lelaki yang menghamili?
Jika dia bertanggung jawab, masihkan boleh bersekolah?
Jika dia tak mau bertanggung jawab, sementara si wanita yakin bahwa dia pelakunya?
Jika dinikahkan, lalu mereka berumah tangga, masih boleh sekolah?

Kenapa saya menulis ini? Kabarnya penduduk negeri Paman Besut itu sedang gemar mengagungkan hak azasi manusia, ketika ada guru yang mencukur anak muridnya untuk merapihkan dan mendisiplinkan, guru itu dilaporkan oleh orang tua murid ke polisi hingga divonis bersalah, walaupun vonis itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung negeri itu beberapa tahun kemudian.

Ada peristiwa murid membawa senjata tajam, melakukan tawuran, saat dikeluarkan oleh sekolah, orangtuanya menggugat mengunakan pengacara, berlandaskan hukum bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan, melaporkan ke Polisi, membuat warga sekolah bertambah pekerjaan menghadapi kasus hukum, diliput media, dipanggil oleh Dinas Pendidikan atau Pemda, dalam rentang waktu yang panjang itu sangat melelahkan menguras energi dan biaya, sehingga membiarkan murid pembawa clurit, pelaku tawuran yang sudah dikeluarkan itu kembali bersekolah.

Bagaiamana sekolah di negeri kamu?


2 Comments

Pak Guru, Bu Guru: Silahkan cukur rambut muridmu

rambut

ilustrasi

Di Negeri Paman Besut Guru-guru semakin takut untuk menegakkan disiplin kepada murid-muridnya disebabkan perubahan paradigma pandangan orang tua terhadap kekerasan dan Hak Azasi Manusia (HAM). Seolah kini Guru-guru tak peduli terhadap disiplin anak dalam hal kehadiran di sekolah, anak yang sering tak masuk sekolah pun Kepala Sekolah tak berani memberikan sangsi dikeluarkan dari sekolah karena takut berhadapan dengan orang tua murid, pengacara, atau tekanan pejabat PEMDA yang punya hubungan dengan murid yang tak disiplin masuk sekolahnya, bahkan ada sekolah yang menugaskan Gurunya untuk menjemput murid yang sering tak masuk sekolah untuk mengikikuti Ujian Akhir Sekolah.

Kalau dahulu sering ada kerja bakti membersihkan sekolah yang melibatkan guru, karyawan dan semua murid, sekarang banyak Guru yang tak percaya diri meminta bantuan murid untuk ikut serta membersihkan sekolah, takut ada anak yang bilang pada orang tuanya bahwa dia disuruh mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dilakukan di rumah, sehingga orang tua protes hingga ke Dinas Pendidikan atau PEMDA yang berbuntut panjang dan melelahkan.

Lihat juga penampilan rambut murid-murid Lelaki yang sering panjang dan tak dipedulikan Guru-gurunya karena takut diperkarakan ke polisi hingga ke pengadilan seperti yang terjadi di Negeri tetangga.

Peradilan sesat di Negeri tetangga telah menjatuhkan hukuman kepada Guru yang mencukur rambut muridnya pada tahun 2012, yang dilaporkan oleh orang tua murid ke Polisi, tetapi Hakim yang tak sesat di Mahkamah Agung membebaskan Guru itu pada tahun 2015. Hakim-hakim yang bermutu kemudian menghukum Orang Tua Murid yang melaporkan Guru di atas dan membalas mencukur rambut Guru itu, sehingga orang tua yang terlalu sayang dengan anaknya itu harus dipenjara.

Di sekolah-sekolah gratis guru makin takut terapkan disiplin kepada muridnya, yang dalam jangka panjang membuat sekolahnya tak diminati masyarakat, kecuali mereka yang terpaksa tak punya nilai yang bagus atau tinggal tak jauh dari sekolah itu.

Sementara ada sekolah yang muridnya membayar puluhan juta kepeng untuk masuk serta iuran bulanan jutaan kepeng, menerapkan disiplin super ketat, murid yang menyontek saat ulangan harian di kelas jadi pelanggaran disiplin sangat serius dan diberi sangsi dikeluarkan dari sekolah yang didirikan hampir seratus tahun yang lalu.

Bagaimana di sekolah Anda?

 

 


Leave a comment

Sekolah  pasrah generasi bubrah di Negeri Paman Besut

image

Seorang alumni sekolah menengah yang sudah sarjana dan sudah bekerja datang berkunjung ke sekolah menengah almamaternya, saat berbincang dengan gurunya di teras sekolah di bertanya:

“Maaf ya Pak, Saya merasa motivasi belajar anak-anak sekarang kelihatan berkurang dibanding generasi Saya dulu?”

Saya cuma bilang bahwa penyebab ya kompleks, karena waktu kami tak lama, dia punya banyak keperluan yang harus dilakukan hari itu.

Di sekolah dasar negeri paman besut, penerimaan murid berlangsung bulan Juni sangat transparan, murid diterima berdasarkan kategori umur, murid yang tertua punya potensi lebih besar untuk diterima di sekolah negeri, sekolah tidak bisa menolak siapapun yang mendaftar ke sekolahnya jika usia pendaftar telah memenuhi syarat dan daya tampung di sekolah itu mencukupi. Pendaftaran dan biaya sekolah di negeri itu gratis. Kepala Sekolah atau Guru sekolah negeri yang melakukan pungutan kepada orang tua diberi sangsi oleh Dinas Pendidikan, diantaranya dengan pemberhentian tugasnya sebagai kepala sekolah atau dipindah tempat tugasnya.

Di sekolah dasar swasta negeri itu proses penerimaan sudah berlangsung sejak bulan Januari, calon murid harus melewati beberapa tahapan tes dan wawancara, termasuk wawancara dengan calon orang tua murid. Tahapan seleksi dan jenis seleksi sangat beragam tergantung kreatifitas dan kebutuhan sekolah. Biaya tes dan biaya masuk sekolah swasta beragam, dari ratusan ribu kepeng hingga puluhan juta kepeng. Sekolah dasar swasta hanya menerima murid yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan sekolah.

Bisa dibayangkan suasana kelas pertama di sekolah dasar negeri yang kemampuan dasar muridnya amat beragam atau heterogen dan di sekolah swasta yang muridnya sudah terkondisi pada level yang sama. Guru-guru di sekolah negeri harus bekerja keras untuk membuat muridnya punya dasar kemampuan yang sama dan bergerak menggapai target pembelajaran di kelas hingga lulus sekolah dasar.

Sementara di sekolah dasar swasta, murid sudah dipetakan pada level yang hampir sama, sekolah dasar swasta bisa menentukan karakteristik anak, type orang tua, kemampuan ekonomi, atau apapun yang diinginkan sekolah.

Sekolah negeri pasrah, sekolah swasta terserah.

Bagaimana di sekolah menengah? tunggu posting blog saya berikutnya.


Leave a comment

Pejabat & Politikus somasi & laporkan artis seksi AA, Mucikari, Media & Pembaca berita

 

Saya croping pada alinea pejabat dan politikus.  

 

 Di negeri Paman Besut Persatuan Pejabat dan Politikus melakukan somasi dan melanjutkan dengan melaporkan ke Polisi atas perbuatan tak menyenangkan atau pencemaran nama baik karena tuduhan transaksi seksual artis di atas. Mereka yang dilaporkan ke Polisi adalah artis, mucikari, pimpinan redaksi kantor berita online, jurnalis dan pembaca berita di atas.

Anda membaca artikel ini dan berita online di atas?


Leave a comment

Dia berharap dibantu Google buat jadi Presiden, kalo kamu?

 
Gubernur negeri paman besut hampir setiap hari membuat pernyataan yang memancing kontroversi di mass media; soal anggaran, pecat pejabat, minuman keras, pelacur, korupsi, banjir, dsb.

Mungkin dia sedang meniru seniornya yang sukses terpilih jadi presiden lewat mengelola mass media & google untuk tingkatkan popularitas dan elektabilitas dirinya, tampaknya gubernur berminat maju jadi calon presiden yang akan datang.

Presiden negeri paman besut meniru keberhasilan presiden negeri paman doblang yang warna kulitnya ungu berhasil terpilih dua kali kerana berteman akrab dengan google lewat pencitraan di mass media.

Coba ukur popularitas pimpinan anda, googling namanya, cari gambar dirinya, googling juga nama anda, seberapa populerkah anda di jagat nyata dan jagat maya?

Anda guru? jika masih banyak murid di sekolah anda yang tak mengenal anda apalagi google?

Jika itu terjadi, mungkin anda harus introspeksi diri tentang komitmen anda dalam bekerja. Supaya hari ini kita lebih baik dari kemarin.


Leave a comment

Seragam di Negeri Paman Besut bikin hilang rasa percaya diri

  

Di negeri paman besut orang senang dan cenderung fanatik berseragam, hingga ada yang hilang rasa percaya dirinya ketika tak kenakan seragam yang sama dengan yang lainnya. 

Hal itu terjadi karena sejak dilahirkan, belasan tahun sekolah, saat beli baju baru buat hari raya, kuliah, kerja, dsb … rakyat negeri dibiasakan seragam, hingga pakaian seragam atau kaos kesebelasan se dunia laku keras di negeri paman besut, bahkan tak sedikit yang mengeluarkan uang jutaan kepeng untuk membeli kaos idaman, hingga ke stadion markas kesebelasan favoritnya di negeri yang empat musim itu.

Wajah-wajah pada foto di atas mungkin tak peduli pada warna atau corak seragam hingga tulisan di kaosnya, mereka memakai kostum tergantung kesebelasan dimana mereka bekerja, bermain bola.

Mereka, berlatih, berkompetisi, berprestasi, dsb … soal seragam yang dikenakan itu ga penting. Sementara di negeri paman besut, mati-matian mengupayakan punya & mengenakan seragam tanpa bekerja, latihan, kompetisi & prestasi.

Pake kaosnya aja udah bangga banget, main bola tak bisa, berprestasi ga pernah, seolah mementingkan kulit dibanding isinya. Sementara di negeri lain mereka berprestasi dan berganti sergam sekian waktu sekali karena kontrak kerja & prestasi, punya berapa jersey?


1 Comment

Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah

 

 

Ilustrasi

Di negeri paman besut Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah seperti berulang puluhan tahun sudah tapi tak kunjung bisa diatasi, guru seolah kalah, sekolah tak berdaya, dinas pendidikan di banyak daerah seperti tak mampu mencari solusi hilangkan Soal UN yang bocor & corat coret baju seragam sekolah, polisi seperti menunggu masalah menjadi besar baru mengambil tindakan, departemen pemdidikan seolah terlalu banyak yang diurus hingga Soal UN bocor & corat coret baju seragam sekolah terjadi lagi & terjadi lagi.

Tak sedikit sekolah yang berhasil memberi pengertian kepada murid-muridnya untuk tidak mencorat-coret seragam, mengumpulkan seragam mereka untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan, menyiapka kain putih untuk ditulis kesan selama sekolah & ditandatangani semua murid yang lulus untuk memorabilia dipajang di sekolah. Ada yang memeriksa barang bawaan murid di hari pengumuman dan menyita spidol, pilox atau benda lain yang bisa digunakan untuk corat-coret baju sekolah, bagaimana di sekolah anda?

Tentang soal Ujian Nasional yang dikabarkan bocor setiap tahun termasuk tahun ini, mungkin karena ketakutan yang berlebihan terhadap ketidaklulusan, target lulus seratus persen, phobia rangking sekolah, rangking daerah, dsb. Tindakan atau sangsi hukum untuk pelaku pembocor soal UN tak memberikan rasa takut atau jera, sehingga terulang lagi dan lagi. Para wakil rakyat mungkin perlu merubah undang-undang dan memberi sangsi yang lebih berat bagi pelaku pembocor rahasia negara.

Membeli bocoran soal UN, corat-coret baju, berkendara tanpa helm & SIM jadi pendidikan warga negara yang membuat mereka semakin rusak, mungkin ini salah satu penyebab korupsi, dan pelanggaran hukum lainnya susah dibasmi di negeri paman besut karena sejak sekolah mereka sudah terbiasa dengan pelanggaran hukum, bagaimana di sekolah anda?


Leave a comment

guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan 

  


Foto: ilustrasi

Di negeri paman besut anak sekolah berani melakukan perbuatan kriminal seperti tawuran, pengeroyokan, mencuri, dsb.

Mereka tahu bahwa guru & kepala sekolah takut memberikan sangsi, skorsing, apalagi hingga mengeluarkan dari sekolah terhadap kelakuan yang tak bagus itu karena bisa dipolisikan & dipenjara karena melanggar hukum membuat anak tak mendapat hak pendidikan.

Seaundaunya korban melaporkan ke polisi & pelajar yang jadi pelaku dihukum penjara, anak-anak tenang saja karena mereka tahu bahwa di dalam tahanan mereka bisa ikut ujian sekolah.

Tentang lulus sekolah? anak-anak tahu bahwa guru-guru & kepala sekolah selalu berusaha meluluskan murid di sekolah memelihara rekor pencapaian 100 % yang seolah menjadi harga mati tiap akhir tahun, bagaimana di sekolah anda?


2 Comments

Berobat gratis, ambulan gratis, pemakaman gratis, cuma pipis & boker yang bayar

Fara fembunuh

Fara fembunuh

Penduduk negeri paman besut bangga perlihatkan foto alat komunikasi, kopi, rokok & korek, plus komentar bahwa dia tak tidur menjaga keamanan, seolah dia bangga telah melakukan tindakan mulia …

Dia tak tahu, fara fetugas keamanan yang dilatih, dibayar untuk mengamankan negeri sedang tidur lelap setelah konvoi dengan motor besar, bersepakat target baru kriminalisasi, strategi ferlindungan terhadap koruftor, dsb.

Sesungguhnya rakyat itu sedang membunuh dirinya sendiri dengan tidak tidur, isap racun, dsb …. mreka tak khawatir sakit karena berobat gratis, ambulan gratis, pemakaman gratis, fendidikan gratis, tunjangan hidup gratis, … pipis & boker aja yang bayar.


Leave a comment

Menikmati korupsi, menikmati kain perca KPK

Di mass media indera saya dipaksa memasukan info para pelaku korupsi beraksi, bertransaksi, rakyat yang seperti tak punya kekuatan bereaksi hanya sibuk berfikir bagaimana makan besok disaat harga-harga naik tak terkendali.

Pembodohan bersumber dari pemimpin yang bilang minuman beralkohol itu tak masalah, pendidikan gratis tapi pipis bayar, jika bikin toilet saya belum bisa bagimana bisa menyediakan sekolah yang baik?

Saya menikmati video bagus dari halaman masjid bagus di Bandung, memasukan info bagus, lagu bagus, gambar bagus ke indera saya agar jadi lebih indah dan berwarna bagus, tak hanya melulu yang buruk … bagaimana dengan anda?


2 Comments

mereka sukses membuat pelajar tewas

  
di negri paman besut pjabat tawuran, anggota partai tawuran, fulisi tawuran ama tengtara, fulisi ama kafeka, gubernur ama depeerde, anak skolah tawuran di jalan dibritakan di media, skolah mana berikutnya?

Pelajar cuma meniru pemimpinnya, apalagi mereka tahu tak perlu belajar serius bisa lulus, tak ikut ulangan tetap dapat nilai, sekolah tak berani untuk tidak meluluskan murid.

Murid nakal diberi sangsi bisa melaporkan guru & kepala sekolahnya ke polisi, dan dibela oleh banyak fihak … tawuran tak henti, yang mati jadi berkali, bagaimana di sekolah anda?


Leave a comment

sekolah bikin angkot negeri jadi rusak & jelek

 

Di negeri paman besut banyak sekolah yang mengijinkan atau membiarkan muridnya membawa sepeda motor ke sekolah, alasannya beragam; tak tersedia angkutan umum, jarak rumah terlalu dekat atau jauh, ongkos angkot mahal, dsb.

Bahkan beberapa guru dan murid yang mengusulkan pengadaan bus sekolah untuk antar jemput murid. Sepertinya sekolah menjadi lembaga yang hebat bisa mengatasi berbagai masalah rakyat yang menjadi murid di sekolahnya.

Niat baik membantu murid menjadi bencana masa depan, murid terlatih melanggar hukum sejak kecil, undang-undang lalulintas yang mengharuskan pengendara harus memiliki surat izin mengemudi, menyuap polisi saat razia atau tertangkap polisi jadi terbiasa sejak kecil. Fungsi sekolah sebagai tempat mendidik karakter murid agar jadi manusia taat hukum jadi pendorong murid untuk melanggar hukum sejak kecil,

Pemerintah negeri paman besut seolah merasa rakyat sudah mampu menatasi masalah transportasi dan lalai menyediakan angkutan kota atau angkot untuk mengantar penduduk berpergian. Pemerintah merasa sudah menyediakan angkot dan tak menyediakan angkot yang baik, kalaupun ada pengusaha yang berbisnis angkutan, pemerintah membiarkan angkot tak mencukupi, rusak, bau, tak aman, tak nyaman, tak tepat waktu, dsb.

Sekolah seolah sudah mengatasi masalah transportasi muridnya tetapi mendorong pemerintah makin tak peduli terhadap sistem transportasi publik, angkot semakin jelek, makin jarang, makin mahal, tak nyaman, dst.

Bagaimana di sekolah anda?


1 Comment

Rakyat Negeri Paman Besut: pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang … itu biasa

20150104-083514.jpg

Di Negeri Paman Besut merdeka sudah lebih 60 tahun
Presidennya berganti setiap lima tahun
Gubernurnya berganti setiap lima tahun
Bupati berganti juga setiap lima tahun
Walikota berubah setiap lima tahun

Meteri berganti kadang berkali-kali satu periode
Pegawai Negerinya berjumlah jutaan
Anggarannya Kepeng dengan jumlah NOL nya dua belas bahkan lima belas
Nama program pembangunannya ganti selalu
Semua bertujuan mensejahterakan rakyat
Semua bertujuan mencerdaskan rakyat

Rakyat negeri tatusan juta jumlahnya
Punya kebiasaaan menjenguk desa setahun sekali
Negara menyediakan bus-bus gratis yang di beritakan di media
Agar ada kesan negara mengurus warganya pulang ke desa
Sesungguhnya biaya berasal dari keuntungan pengusaha yang berasal dari rakyat
Saat kembali ke kota rakyat harus membayar mahal angkutan balik ke kota
Jika tak mau, rakyat gunakan mobil pribadi dan sepeda motor meregang nyawa

Mungkin karena tak terbiasa berfikir kritis
Atau terbiasa dibungkam tak di dengar atau tak dipedulikan
Rakyat seolah tak faham bahwa angkutan umum harus disiapkan pemerintah
Bahawa angkutan umum adalah bagain dari kesejahteraan rakyat
Angkutan umum kecil dan besar yang disediakan seolah untuk rakyat
Sesungguhnya adalah model sebagian rakyat yang gemar uang banyak
Yang tak mempedulikan pelayanan, fokus pada untuk berlipat

Rakyat negeri paman besut merasa angkutan umum terlalu mahal
Tapi tak memberi pelayanan yang baik
Akhirnya rakyat memilih jalannya sendiri dengan memaksa diri membeli speda motor & mobil
Tak ada uang cukup rakyat membeli secara kredit dengan harga selangit
Rakyat merasa senang jadi mudah dan nyaman bepergian kemanapun
Bahkan merasa hidupnya jadi lebih makmur punya motor dan mobil
Jarak ribuan kilometer ditempuh di atas jok mengadu nyawa dirasa rekreasi
Rakyat lupa atau enggan bicara bahwa pemerintah seharusnya siapkan angkutan umum

Mobil-mobil angkutan umum kecil dan besar diemohi rakyat
Rusak tak terawat jadi besi tua kadang jadi pencabut nyawa
Yang berpunya berebut tiket pesawat dengan harga tiket melompat
Yang miskin semotor berempat tempuh ribuan kilo tetap merasa hebat
Jalan tersumbat ratusan kilometer seolah tak ada yang lihat

Para presiden, menteri, gubernur, walikota dan pegawai nikmati kerja
Bepergian menggunakan pesawat khusus, pengawal khusus, kendaraan khusus
Tak merasa pengap di kendaraan yang penuh sesak
Yak tahu jalan macet seperti cicak yang merayap

Rakyat lupa bahwa saat kampanye pemilihan umum
Para calon wakil rakyat, juga calon bupati, gubernur, dan presiden
Berjanji tingkatkan sejahtera rakyat, pintarkan rakyat
Tapi setelah menjabat mereka seperti lupa atau asik sendiri hingga masa jabatan berakhir
Rakyat tetap sengsara, biasa menyelesaikan masalah sendiri
Cukup dihibur dengan bus-bus gratisan saat mau pulang kampung
Sambil dihibur penyanyi dangdut kelas kampung
Rakyat tak faham bahwa setelah itu mereka diperas, dirampok penghasilannya yg sedikit
Dengan ongkos angkutan yang harganya selangit
Seolah bergembira berpetualang di atas roda dua dengan anak istri bersama teman satu desa
Istirahat setiap dua jam sambil menikmati minuman berkafein & makanan bermecin
Bergeletak di pinggir jalan, di pom bensin, di masjid & musholla
Tak sedikit yang sakit hingga meregang nyawa di jalan yang berlubang
Itu terjadi puluhan tahun di negeri yang sering merasa tak ada yang mengurus
Mungkin karena berulang puluhan tahun seolah jadi benar, jadi biasa
Penederitaan jutaan penduduk seolah jadi pesta, tradisi yang biasa

Ketika saat pemilihan umum datang lagi
Para calon kampanye, berteriak ingin sejahterakan & pintarkan penduduk
Tak lupa paket hiburan dangdut gratis menyenangkan rakyat
Setelah terpilih mereka asik sendiri, bahkan sering ribut sendiri
Lupa janji kampanye yang diteriakkan
Rakyat dibiarkan bodoh terus
Punya kendaraan merasa jadi sejahtera padahal makan tak ada
Bepergian mudah kemana saja padahal bikin nyawa tak ada

Mungkin karena miskin & tak bisa berbahasa asing
Rakyat negeri paman besut tak bisa lihat rakyat negeri sebelah
Yang pemerintahnya siapkan angkutan umum yang baik buat rakyatnya
Hingga rakyat tak perlu punya motor atau mobil
Tapi mereka bisa pergi kemana saja dengan biaya lebih murah tak macet
Angkutan umum datang setiap sekian menit sekali di negeri itu
Sementara di negeri paman besut, angkutan umum ditunggu berjam-jam tak ada

Mungkin karena terlalu bodoh
Rakyat negeri paman besut tak faham apa tugas pemerintah apa hak rakyat
Rakyat yang bodoh itu seolah puas dengan panggung hiburan gratis di pinggir jalan saat tahun baru
Atau sekolah gratis dan berobat gratis
Karena bepergian hanya jarak dekat, sepeda motor seolah cukup
Kalaupun jauh dipaksa ditempuh walau pantat panas, pinggang meradang, mata berkunang
Rakyat negeri paman besut terlalu bodoh
Karena sekolah tak jelas kurikulumnya


2 Comments

Anak sekolah bersepeda motor adalah bukti ketidakpedulian banyak fihak, terutama orang tua

20141223-072025.jpg

Di negri paman besut,
banyak anak skolah membawa kendaraan bermotor tanpa SIM
kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

kata satpam sekolah itu urusan guru
Kata guru itu urusan guru pembina
Kata guru pembina itu urusan wakil kesiswaan
Kata wakil kesiswaan itu urusan kepala sekolah

Kata kepala sekolah itu urusan kepala dinas
Kata kepala dinas itu urusan gubernur
Kata gubernur itu urusan presiden
Kata presiden itu urusan polisi
Kata polisi itu urusan satpam sekolah

Semua menunggu perintah
Sementara korban-korban kecelakaan
Luka, cacat, hingga mati seperti tak dipedulikan
Biaya berobat gratis jadi penghibur
Plus panggung-panggung hiburan gratisan di pinggir jalan

Membuat rakyat terlena dan lupa
Bahwa pemerintah negri wajib siapkan angkutan umum yang nyaman
Agar semua penduduk bisa bepergian dengan cepat dan aman
Tak perlu kredit sepeda motor atau mobil
Yang harganya selangit Hingga miskin menjepit

Kata orang tua kalau sekolah melarang murid yang belum punya SIM bawa kendaraan
mereka akan melarang anaknya bawa kendaraan bermotor


Leave a comment

Anak anda bawa sepeda motor ke sekolah? Itu artinya anda sedang bersiap segera antar anak anda ke pemakaman, maaf

20141222-090719.jpg
Karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh dan tak tersedianya angkutan umum dari rumah ke sekolah banyak orang tua di Negeri Paman Besut yang membiafkan anak-anaknya mengendarai sepeda motor untuk pergi dan pulang dari sekolah, tak sedikit otang tua yang bangga anaknya sudah bisa mengendarai sepeda motor sejak di sekolah dasar.

Mungkin orang tua belum tahu atau lupa bahwa negara memiliki atauran hukum yang mengizinkan warganya mengendarai kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM – Surat Izin Mengemudi. Guru, Kepala Sekolah, Satpam, Dinas Pendidikan mestinya mengambil peran untuk mencegah murid sekolahmembawakendaraan bermotor. Kepolisian negara harus mengambil sikap melakukan pencegahan dan penindakan peraturan negara. Kepala Daerah harus menyediakan alat angkutan umum yang bisa melayani rakyatnya dengan baik dan menegakkan aturan lalu lintas.

Di ibukota negeri sepeda motor dilarang melewati jalan protokol dengan alasan tingkat kecelakaan yang tinggi, sementara kecelakaan anak sekolah yang berkendara pasti tidak sedikit, kenapa anak sekolah dibiarkan berkendara?

Rakyat seharusnya berani menuntut pemerintah, kepala daerahnya untuk menyediakan angkutan umum di wilayah yang dikelolanya, sayang rakyat negeri paman besut terlalu takut atau bodoh sehingga tak berani menuntut pemerintahnya untuk menyediakan angkutan umum penduduknya, atau karena sudah puluhan tahun merasa tak dipedulikan atau tak diurus pemerintah daerahnya, maka rakyat terbiasa mengurus dirinya sendiri dengan memaksakan diri membeli sepeda motor dengan cara kredit yang harganya jauh lebih tinggi dibanding membeli kontan, perasaan jadi lebih kaya atau sejahtera punya kendaraan membuat mereka lupa ada kewajiban pemerintah daerahnya.

Jika di ibukota negeri paman besut angkutan umumnya tak dikelola dengan baik, bagaimana di daerah pedalaman yang jauh dari istana presiden atau kantor gubernur? tapi rakyat sepertinya tak berdaya atau terlalu bodoh dan diam saja tak diurus oleh orang-orang yang berteriak-teriak kampanye saat pemilihan umum atau pilkada.

Yang jadi korban adalah anak sekolah, dididik terbiasa melanggar aturan atau hukum, hingga kondisi lalu lintas jalan raya seperti hutan belantara yang isinya binatang-binatang tak paham aturan dan mau menang sendiri, macet, tak tertib, saling tabrak jadi peristiwa yang biasa, asuransi jadi jalan keluar, rakyat harus mengeluarkan biaya lagi.

Mau sampai kapan angkutan umum negeri bisa dinikmati sehingga anak-anak sekolah bisa bergembira di perjalanan menuju tempat belajar, sambil dididik mentaati hukum negeri. Anak anda bawa sepeda motor ke sekolah? Itu artinya anda sedang bersiap segera antar anak anda ke pemakaman, maaf.


Leave a comment

Penduduk Negeri Paman Besut terlalu bodoh shg mudah ditipu

Lautan motor

Lautan motor di negeri Paman Besut

Negeri Paman Besut bersekolah di sekolah yang kurikulumnya tak jelas
hasilnya mereka punya kecerdasan yang tak jelas
ukurannya cuma nilai ujian yang pas
sekolah belasan tahun kelakuan tak terimbas

Diberi pendidikan gratis
tapi tak latih bersikap kritis
kurikulum tak bisa bikin rakyat berfikir taktis
jadilah mereka orang-orang dewasa yang apatis

Aturan kredit kendaraan dipermudah
seolah harga mobil dan motor murah
untuk berpergian mereka kredit kendaraan hingga berdarah
seharusnya angkutan umum tersedia meriah

Rakyat tak menuntut Presiden, Gubernur atau bupati
buat tepati teriakan kampanye berisi banyak janji
jalan macet, angkutan tak layak tak peduli
punya mobil dan motor seolah sudah hidup berarti

Dimanjakan dengan hiburan beberapa kali di secara gratis
rakyat jadi merasa para aparat sudah bekerja taktis
padahal korupsi semakin kritis
permufakatan hebat untungkan aparat dan pebisnis

aturan dibuat banyak tapi seolah menguap
merokok dilarang di semua tempat, faktanya tetap pengap
aturan tetap tapi tak mendekap
bertahun sudah dibuat, penerapannya gagap

harga barang pertanian di pasar murah
rakyat tak tahu bahwa itu impor yang tumpah
petani menjerit enggan menanam di tanah yang merah
karena harga beli hasil tani kalah murah dari impor negeri sebelah

Tampil berbaju putih seolah suci
janji-janji kampanye seolah dikunci
rakyat tetap diam tak bisa menagih
karena mass media sudah diarahkan secara canggih

Rakyat bodoh terbiasa atas masalahnya sendiri
pemerintah ada tapi seolah tak berarti
yang kuat menindas yang lemah karena tak mandiri
pelajar biasa membunuh teman sambil berlari

aparat yang harusnya jaga keamanan
malah bikin tak tenang diperjalanan
mereka sibuk berkelahi dengan teman
saling tembak dengan yang beda seragam tega nian


Leave a comment

ga dapat jatah menteri, beberapa suku protes

ilustrasi: google.com

ilustrasi: google.com


Di Negeri Paman Besut
beberapa suku protes
karena tak ada nama bermarga sukunya
ada dalam susunan nama menteri yang diumumkan Presiden baru
suku itu merasa banyak warganya yang mampu jadi menteri
suku itu juga merasa sudah bekerja keras mendukung pencalonan,
kampanye hingga pemilihan presiden

kenapa setelah terpilih Presiden lupa?
di media masa suku itu banyak yang kampanye sebelum pemilihan
ikut mendampingi kesana kemari,
berada di dekat calon presiden ketika kampanye
dan kabarnya Presiden sudah berjanji saat kampanye

saat pemilihan
apakah semua warga suku memilih calon yang sama?
dalam bilik suara ada yang tahu siapa yang dipilih?
tanya sama Tuhan yuuuu?

Kamu dari suku apa?
adakah yang jadi menteri?
terus kamu marah gituh?
dan bawa spanduk sambil teriak & guling-gulingan


Leave a comment

Sekolah tak persiapkan muridnya jadi anggota DPR

Sumber foto: http://www.republika.co.id/

Ilustrasi, Sumber foto: http://www.republika.co.id/

di negeri paman besut
anak skolah targetnya cuma lulus ujian nasional
tak dilatih rapat yang baik
mengelola perbedaan pendapat
bertingkah sopan di forum

murid tak pernah dipersiapkan jadi anggota DPR
dilatih berpenampilan rapih
dilatih menulis pendapat
dibiasakan menyampaikan pendapat secara sopan
dibiasakan berlaku sopan di forum rapat

saat jadi anggota DPR
kelakuanya jadi memalukan
katanya gudung itu gedung dewan yang terhormat
kenapa kelakuan penghuninya tak pantas dihormati

wahai bapak ibu guru dan kepala sekolah
mari latih murid-murid kita mempersiapkan rapat,
mengonsep tema repat
mengonsep pendapat
menyampaikan pendapat secara baik
mengambil keputusan secara bijak
menerima keputusan sesuai hasil rapat
menjalankan keputusan rapat

kapan terakhir anda melatih anak muda
melakukan rapat yang bermartabat
atau kita bakal terus lihat rapat yang keparat
di negeri yang katanya berkarakter, berkemanusiaan dan berketuhanan
preeeeeeet!!!!


2 Comments

Mundurnya Menteri Pendidikan Negeri Paman Besut; IBARAT GURU

Ibarat guru
Mengajar di sekolah dasar itu ringan
Anak diajak main-main, bernyanyi, makan-makan
Bandel sedikit diancam dikit takut
Yang kreatif sering diberi tantangan
Beres deh, nikmat jadi guru SD

Mengajar di SMP itu perlu sedikit kerja keras
Anak-anak mulai puber
Enggan belajar maunya main
Beri kesibukkan sesuai minat
Arahkan buat persiapan masuk SLTA
Komunikatif dengan orang tua
Lancar deh

Mengajar SMA mah gampang
Anak-anak kebanyakan sadar mau kuliah kemana
Yang suka main-main hobby disalurkan aja
Mereka sibuk belajar, bimbel & ekskul
Kreatifitas murid mengalir ke hobby
Energi habis buat UN & nembus PTN
Guru cuma mengontrol waktu & irama belajar
Anak murid mencari jalannya sendiri
Guru cuma harus siap saat murid nanya soal tes masuk PTN

Mengajar STM yang anak-anaknya bloon mah gampang
Kasih kesibukkan praktek, jobsheet, benda kerja
Perbanyak target-target memproduksi sesuatu di bengkel
Tenaga murid dan waktunya habis hingga skill dikuasai

Mengajar STM yang anak-anaknya pinter & bandel itu susah
Tugas-tugas praktek diselesaikan dengan cepat
Bandel itu sebenarnya wujud kreatifitas yang sering muncul di otaknya
Anak STM macam ini sering jail sama temannya
Gemar menggoda perasaan guru
Suka tantangan yang membahayakan buat eksis
Murid susah diatur, tapi murid tahu cara buat lulus
Seolah tak perlu guru, dia asik semaunya sendiri

Anak STM yang terakhir
Tak cukup dikasih tugas sebanyak apapun, dia bakal tuntaskan
Tak bisa diancam karena dia tak takut sama guru
Tak bisa dibentak,diancam, apalagi “dikerasin”
Mereka harus dijadikan teman
Diajak kerjakan sesuatu diluar target belajar
Yang bisa bikin dia eksis atau hasilkan sesuatu
Dia bakal segan dan hormat sekali pada guru yang “cees” sama dia

Kalau anda berada di STM yang anak-anaknya pintar & bandel
Jadikan anak-anak sebagai teman mengejar target kurikulum
Untuk hidup akrab, saling sayang & hormat
Atau anda harus pindah ke sekolah lain sesuai karakter diri anda
Bagaimana?


Leave a comment

Di Negeri Paman Besut: Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Di Negeri Paman Besut
Penduduknya gemar sekolah buat jadi Pegawai Negeri yang dibayar Anggaran Negara
Elit politik bersaing jadi bupati, gubernur, presiden buat boroskan Anggaran Negara
Rakyat jelata barter suara minta pendidikan & kesehatan gratis dibiayai Anggaran Negara
Pegawai pemerintah dimanja terima tunjangan ini itu dari Anggaran Negara
Pengusaha rela membayar upeti mahal untuk dapat proyek dari Anggaran Negara

Mau pulang kampung lebaran minta gratisan dari Anggaran Negara
Melahirkan dan sakit penduduk negeri minta gratis atas biaya Anggaran Negara
Sekolah gratis tak bayaran tiap bulan, biaya sekolah dari Anggaran Negara
Murid yang sekolah dengan surat bohong dari kelurahan dapat beasiswa dari Anggaran Negara

Mahasiswa tak mau membayar, menuntut gratis kuliah atas biaya Anggaran Negara
Mereka masih menuntut biaya beli buku, transport dari pemerintah atas biaya Anggaran Negara
Lucunya, saat mereka mau jadi pegawai atau anggota militer dan polisi rela menyogok banyak walau tau negara membiayai dari Anggaran Negara

Ada pembelajaran yang nyaring bahwa hidup ini gratis, semua ditanggung Anggaran Negara
Tak perlu berjuang untuk memperoleh apapun karena ada Anggaran Negara
Cukup rakyat beri dukungan pada politikus untuk jadi apa yg dia mau, maka politikus itu akan gratiskan smuanya dari Anggaran Negara
Saat bekerja, pegawai tak perlu serius karena pasti dibayar dari Anggaran Negara
Mental rakus timbuhkan korupsi luar biasa manfaatkan habiskan Anggaran Negara dan apapun yang bisa dikorupsi

Si Anggaran Negara merasa lelah dan terlalu berat menanggung beban
Si Anggaran Negara merasa tak ditambah dalam jumlah yang cukup
Si Anggaran Negara merasa harus menanggung semua beban penduduk negeri atas perintah politikus
Si Anggaran Negara tahu bahwa para politikus berpesta menghisapnya tanpa memberi kesempatan tumbuh

Saat si Anggaran Negara menghilang
Sementara rakyat sudah terbiasa gratis
Pegawai pemerintah apatis tak kreatif
Apakah Negeri Paman Besut jadi bangkrut?
Apa yang terjadi di sana?


Leave a comment

tak sulit negeri itu mencari pemimpin yang bermutu dengan rekam jejak yang jelas, happy deh

di negeri paman besut sedikit sekali orang yang pantas jadi pemimpin, sehingga menjadi biasa bupati, walikota, gubernur suatu daerah adalah seseorang yg bukan penduduk daerah itu atau sudah lama tidak tinggal di daerah itu, impor pemimpin, pindah-pindah calon legislatif jadi tak masalah.

Masalah sesungguhnya ada di lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi, sekolah atau lainnya yang lupa misi utamanya.

Coba amati visi, misi lembaga-lembaga pendidikan itu, pasti salah satunya membentuk manusia berkualitas. Mereka yang berkualitas biasanya punya kemampuan leadership yang baik dan bisa berperan sebagai rakyat yang baik pemimpin yang baik pula.

Proses melatih kepemimpinan murid di sekolah nelalui berbagai organisasi seperti OSIS, ROHIS, ROKRIS, basket, volly, paskib, PMR, marching band, fotografi, musik, teater, dsb.

Pada setiap unit kegiatan ada struktur organisasi seperti ketua, wakil, sekretaris, dsb. Mereka mengelola unit-unit untuk operasional kegiatan dan berkoordinasi dengan unit lainnya serta manajemen sekolah untuk mewujudkan target-target dalam bentuk latihan, pentas, kompetisi, pencapaian prestasi atau lainnya.

Hal di atas adalah miniatur sebuah negara dengan seorang Presiden, yang di sekolah ada Ketua OSIS, ada menteri-menteri yang di sekolah adalah ketua unit kegiatan, pembiasaan ketika di SD, SMP, SMA & Perguruan Tinggi akan memetangkan kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan.

jika jutaan sekolah di negeri yg hampir seperempat milyar penduduknya biasa melatih mental kepemimpinan anak maka tak sulit negeri itu mencari pemimpin yang bermutu dengan rekam jejak yang jelas, happy deh.


Leave a comment

Mengelola Sekolah itu gampang

di negeri paman besut
ada berita di koran
anak SMP bikin video tak sopan gunakan HP
sekolah melarang murid bawa HP ke sekolah
anak pencinta alam mati ketika kegiatan di luar
sekolah melarang ekskul pencinta alam
anak tawuran dijalan
sekolah dilarang menerima murid baru
kecelakaan rombongan bus pariwisata studi banding sekolah
sekolah melarang murid adakan studi banding ke luar kota

ada murid meninggal karena ospek
sekolah melarang murid adakan kegiatan ospek
ada kejadian …
sekolah melarang …
ada kejadian …
sekolah melarang …

mengelola sekolah ternyata gampang
ada kejadian …
bikin larangan …
mungkin nanti
murid ke sekolah cuma belajar
tak ada kegiatan ekatra kurikuler
karena semua habis dilarang

Negara jadi sangat sulit cari anak-anak muda berprestasi
semua anak muda cuma sekolah buat lulus UN
kuliah terus kerja, jadi kuli perusahaan besar
atau wirausaha sendiri terseok-seok
cari pemimpin, gubernur, presiden makin sulit
karena murid di sekolah tak dilatih organisasi
kasih sambutan tak bisa dinikmati beralasan seperlunya
kamu pernah jadi pemimpin organisasi apa?


Leave a comment

Setelah kampanye usai, tak ada lagi hiburan dan kemanjaan Kecuali ada shooting program TV atau launching produk Rakyat kembali ke rumah kumuh, sibuk kerja penuhi kebutuhan hidup

20140315-073941.jpg
Musim kampanye sudah dimulai,
Saat-saat seperti ini saya selalu ingat pesan ayah saya,
Beliau seorang Polisi yang mengidolakan Pak Hugeng,
Kapolri yang gemar bermusik dan lurus berjalan,

Menjauhlah dari keramaian, lakukan keperluan di luar rumah segera, setelah itu pulanglah
Saat masih di SMA ketika pulang usai belajar bersama
Saya berjumpa dengan konvoi orang-orang usai kampanye
Menggunakan truk terbuka berisi banyak orang di bak belakang

Ketika berbelok, bagian samping dinding bak truk tak mampu menahan beban
Mungkin kecepatan truk agak lumayan, sehingga beban truk bertumpu di samping
Bak truk sebelah kiri jebol, penumpang nya tumpah saling tindih
Bisa dibayangkan bagaimana yang berada paling bawah
Kepentok aspal, tertindih puluhan orang berakibat darah tercecer
Saya ingat pedan ayah, segera berlalu mencari angkutan umum, pulang

Grup Dangdut dan Penyanyi sudah dikontrak,
Panggung sudah dirancang, kaos sudah dicetak, bis & truk dicarter,
Koordinator massa sudah dikoordinasi,
Pemandu sorak sudah dilatih, isu kampanye sudah disosialisasikan,
Konsumsi sudah disiapkan, honor atau uang lelah sudah dihitung

Coba amati suasana kampanye
Berapa lama waktu buat orasi sampaikan program,
Berapa lama waktu buat hiburan atau gotang dangdut?
Mungkin perlu sedikit saja orasi, segera berikan hiburan buat warga
Mereka gembira disiapkan transportasi, konsumsi, uang lelah, seragam, berjoget dangdut

Pulang dengan rasa letih, bahagia karena sudah gembira, berteriak & berjoget
Yang biasanya mereka sulit gembira, tak bisa teriak karena tinggal di tempat padat penduduknya,
Tak sempat berjoget karena sibuk mencari nafkah hidupi keluarga
Orang-orang mungkin lupa dengan isi orasi juru calon atau jurkam
Karena memorinya sudah diisi orasi jurkam partai lain dihari-hari kemarin

Orang-orang harus segera tidur, karena sang koordinator lapangan sudah kabarkan
Besok mereka akan dihibur partai lain di tempat berbeda dengan kaos seragam berbeda
Mereka siap dimanjakan lagi dengan naik bisa wisata gratis, kaos, konsumsi, uang lelah,
Yang penting ada di lokasi, soal mendengar jurkam atau tidak tak masalah
Karena sound system disiapkan buat dangdutan, jadi omongan jurkam sering tak jelas

Mereka miskin, jarang membeli baju, dapat kaos warna-warni gratis, diantar berwisata, diberi musik gratis,
Merasa seperti dimanjakan dan jadi orang terhormat
Kemewahan yang mungkin ada lima tahun sekali
Puas dapat penghargaan dan hiburan, terlalu banyak dengar orasi dari banyak partai
Mereka lupa tentang apa yang dijanjikan buat mereka

Usai pemilu, para pemenang asik sendiri
Lupa janji, hanya memperkaya diri, kelompok, korupsi, jarang hadir di sidang
Rakyat tak menuntut, mereka lupa janji-janji saat kampanye karena dibius hiburan
Menarik suara yang diberikan juga tak bisa
Walau sudah terbukti orang yang dipilih dipenjara

Setelah kampanye usai, tak ada lagi hiburan dan kemanjaan
Kecuali ada shooting program TV atau launching produk
Rakyat kembali ke rumah kumuh, sibuk kerja penuhi kebutuhan hidup
Tak bisa teriak, tak sempat berjoget, cuma bisa liat saling hujat di TV,
Berita pengadilan, korupsi, penjara, narkoba, asap, kecelakaan mobil, kereta, pesawat


Leave a comment

Apakah selama lima tahun partai tak sempat menanamkan ideologi partai kepada anggota dan keluarganya? Apa saja kerja partai sebelum masa kampanye?

20140317-104055.jpg
Kampanye di Negeri Paman Besut sudah dimulai, aturannya anak kecil tak boleh ikut kampanye, pada hari pertama kampanye beberapa partai melanggar aturan itu, terlihat jelas banyak anak kecil yangikut kampanye. Saat dikonfirmasi, seorang pengurus partai yang berteman dengan sapi menyatakan bahwa anak-anak kecil itu memang sengaja diajak, karena perlu penanaman ideologi partai kepada anggotanya sejak masih kecil, tak heran jika balita terlihat banyak ikut serta.

Apakah selama lima tahun partai tak sempat menanamkan ideologi partai kepada anggota dan keluarganya? Apa saja kerja partai sebelum masa kampanye? Yaaah, namanya juga politikus … harus pandai bicara, panitia pemilu harusnya memberikan sangsi buat partai yang melanggar atau menunggu korban jiwa dulu? sebaiknya tidak … anak-anak kecil itu tak perlu meninggal karena pemilu yang seharusnya mensejahterakan dia.

Belum jadi wakil rakyat aja udah melanggar aturan, pantas aja pada masuk penjara setelah terpilih jadi wakil rakyat, happy kah?


1 Comment

nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga, semoga sekolah tak seolah-olah

???????????????????????????????

Di Negeri Paman Besut
Guru-guru bergairah berseragam
murid-murid tak mau kalah sama berseragam
tiba di sekolah sibuknya beragam

Mencari sarapan buat ganjel perut
guru dan murid sarapan di sekolah berbeda ruang
lanjut belajar di kelas kejar target Ujian Nasional
perubahan kurikulum belasan kali tak merubah pola di kelas
karena ukuran sukses tak berubah, prosentase kelulusan ujian nasional

murid tak tertib berseragam guru tak peduli
murid tak sopan berbicara guru seperti tak mendengar
murid berkegiatan pulang sekolah tak boleh
murid harus langsung pulang ke rumah
murid dicurigai bakal bikin video mesum di sekolah

kegiatan ekstra kurikuler seolah ada
jadwalnya terpampang di spanduk dan mading
tapi prestasi tak bersanding karena latihan cuma seadanya
organisasi murid cuma terpasang di kantong
tapi tak berjalan walau berganti pengurus selalu

target lulus 100 % mudah dicapai
tapi murid bingung mau kerja dimana
tak pasti mau kuliah dimana
karena tampil rapih dan bicara bersih pun murid belum mampu

tahun ajaran baru guru sibuk keals baru
para alumni berjalan tak pasti lewati hari
guru seolah lupa pada mereka seperti alumni yang juga lupa gurunya
nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga
semoga sekolah tak seolah-olah


Leave a comment

Angkutan umum seolah-olah

1339049846401058683-2
di Negeri Paman Besut
orang berebut jadi wakil rakyat
berlomba jadi kepala desa, bupati, walikota, gubernur, presiden
saat kampanye berjanji bakal urus rakyat dan bikin sejahtera

hampir seratus tahun merdeka
coba lihat angkutan umum di desa, di kota & di negara itu
penduduk sulit berpergian kemana-mana
mereka memaksakan memiliki sepeda motor walau dengan cara kredit
yang tak mampu harus naik ojek yang mahal bayarnya

yang lebih berpunya memaksakan diri memiliki mobil
hanya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya
saat hari libur atau hari raya
penduduk kesulitan transportasi ke kampung halaman

pesawat mahal dan sangat terbatas
kereta api lebih murah tapi sedikit daya angkutnya
bis menaikkan harga tiket sesukanya
seperti dia berhenti dimanapun sesukanya

penduduk berusaha sendiri naik mobil bahkan sepeda motor
jarak ratusan hingga ribuan kilometer dirayapi jutaan motor & mobil
bahkan ada yg gunakan bajaj walau bikin telinga menganga
pak polisi kehabisan cara untuk atasi kemacetan
tak sedikit mayat bergeletakan

Di Ibukota Negeri rakyat berebut sebidang jalan
buat berburu waktu menuju ke tujuan
jalur khusus tak lagi khusus
bukan lagi macet tapi seperti terkunci

Untungnya
penduduk negeri paman besut amat baik
mereka tak pernah marah, tak banyak menuntut dan mudah lupa
tak menagih janji para pengumbar saat kampanye
tak meminta tarun penguasa walau tak bisa
tak marah liat aparat mainkan kekuasaan, berpundi raksasa
bermobil ceper, bergaung sirine, berbelanja tak hingga
sementara rakyatnya menikmati transportasi seolah-olah


2 Comments

Negeri seolah-olah

Di Negeri Paman Besut
Pemerintahnya sering melakukan kerja seolah-olah
Seolah-olah mengurus pendidikan tapi anak didik dibiarkan
Rakyat mendirikan sendiri sekolah-sekolah yang bagus
Anak memilih sekolah sesuai dengan seleranya

Kepala Sekolah dan Guru seolah mendidik murid
Tapi mereka serba takut melakukan tindakan pendidikan
Yang tak disukai anak dan orang tuanya
Kesalahan kecil saja jadi konsumsi besar di media
Tekanan para pemilik mulut besar memojokkan pendidik

Daripada menhadapi masalah dan beraneka tekanan
Para pendidik memilih mendidik bergaya seolah-olah
Seolah anak sekolah karena tiap hari berseragam
Belajar tiap hari mengejar target lulus Ujian Nasional
Anak didik masih harus berkeringat di ruang-ruang bimbingan belajar

Saat pelajaran usai, anak sekolah diminta segera tinggalkan sekolah
Karena dikhawatirkan membuat video yang memalukan
Maka seolah sekolah menjadi tempat anak menunggu diberi ijazah
Bukan untuk memunculkan potensi anak negeri yang beraneka


Leave a comment

mungkin anak-anak sekolah cuma meniru para pembesar yang tawuran di media cetak & elektronik setiap hari happy kah kamuh?

20131211-145018.jpg

seorang murid di negeri paman besut meninggal ditusuk sesama murid berseragam hingga meninggal dunia
pelakunya tertangkap dan diadili
hingga divonis tujuh tahun
terdakwa didampingi pembela atau penasehat hukum

kenapa cuma tujuh tahun?
apakah hakim tahu, brapa tahun hidupnya murid yang mati itu jika tidak ditusuk?
bisa saja si korban hidup hingga berumur 40 tahun
atau bisa saja dia hidup hingga berumur 60 tahun
andai saat mati si korban berumur 18 tahun
minimal sisa hidupnya minimal masih 22 tahun

knapa hukumannya bukan hukuman mati atau penjara 22 tahun?
jika pelaku didampingi pembela atau penasehat hukum
bagaimana dengan si korban yang mati itu?
adakah pendekar hukum, pembela, advokat atau siapapun yang membela si mati?

mungkin si korban mau protes, tapi dia sudah membujur di kubur
mungkin karena pelaku tawuran dihukum ringan & sering tak dihukum
terbukti tawuran pelajar masih saja terjadi
tak bisakah kita hentikan masalah yang sudah puluhan tahun terjadi
begitu hebatkah anak-anak pelaku tawuran hingga kalahkan guru, pejabat dinas pendidikan, polisi, dll
padahal gurunya sarjana, juga yang berwenang lainnya

jika tawuran tak pernah bisa kita selesaikan
bagaimana kita bereskan masalah pendidikan lain yang lebih berat
atau bikin rakyat negeri lebih sejahtera
tapi mungkin anak-anak sekolah cuma meniru para pembesar
yang tawuran di media cetak & elektronik setiap hari
happy kah kamuh?


2 Comments

SEKOLAH GRATIS BIKIN PENDUDUK ASLI TERSINGKIR & MAKIN MISKIN

miskin

miskin

Di Ibukota Negeri Paman Besut penduduk asli gembira luar biasa
karena sekolah di SD hingga SLTA semua gratis
masih ditambah pemberian beasiswa ini itu
sehingga orang tua hampir tak mengeluarkan biaya buat sekolah anaknya

Para orang tua penduduk asli Ibukota Negeri
jadi enggan berusaha, mereka bekerja serabutan,
menjadi tukang ojek, buruh bangunan, parkir liar, dagang rokok, koran, dll
para orang tua merasa tak perlu cari penghasilan yang cukup,
menabung juga dipandang tak perlu
karena anaknya masuk SD negeri gratis, SMP negeri gratis, hingga SLTA

Sekolah-sekolah terengah-engah mengatur biaya operasional
Dana Pemerintah turun hampir selalu terlambat
sementara kebutuhan operasional sekolah tak pernah henti
masyarakat kini enggan peduli dan tak mau support sekolah
Guru mengajar seperti sambil lalu karena banyak yang belum PNS
dan tak ada biaya untuk membayar honor mereka
jadilah sekolah seperti tak mengolah anak didiknya
anak-anak asik bermain bersama teman, membuat video takseronok di kelas,
menjadikan tawuran seperti pesta rutin bertaruh nyawa
lulus ujian nasional tak sulit karena di sekolah ada tim sukses yang ulet

Setelah lulus SLTA anak-anak penduduk asli tak bisa lanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi
karena jadi mahasiswa perlu biaya mahal
orang tua tak memiliki tabungan
penghasilan yang sedikit selalu habis untuk makan, kontrak rumah, merokok & beli pulsa
Mereka kemudian bekerja di sektor informal yang berpenghasilan minim

Para pendatang dari luar Ibukota Negeri
berusaha sekuat tenaga sekolahkan anaknya di sekolah yang bagus
walau tak gratis, ada biaya yang harus dibayarkan
tapi kualitas pendidikan disana bisa dipercaya
untuk membayar biaya sekolah anaknya para pendatang kerja keras
perbanyak tabungan buat kuliahkan anaknya
hingga anak-anak mereka lulus perguruan tinggi negeri
mereka kemudian bekerja di sektor yang memberi penghasilan besar

Generasi penduduk asli hidupnya makin sulit
para pendatang menempati posisi yang makin elit
anak-anak penduduk asli cuma jadi pekerja di pabrik
anak-anak para pendatang jadi manajer dan pimpinan
anak-anak penduduk asli yang tak kerja cuma jadi penarik ojek atau kerja serabutan
anak-anak para pendatang peroleh jabatan tinggi karena pendidikan tinggi


Leave a comment

Sekolah tak mendidik warga negara jadi Pemimpin

Siapa calon Presiden Negeri Paman Besut?
Pemilihan Presiden secara langsung tahun depan
Penduduk bingung cari calon Presidennya
Beberapa nama muncul, orang-orang lama

Banyak Partai Politik di Negeri Paman Besut
Seperti tak punya kader yang bersinar
Yang diajukan orang-orang yang sudah teruji
Kurang layak memimpin dan tak bertaji

Seorang Guru di Negeri Paman Besut bertanya,
Kenapa susah sekali mencari calon pemimpin negeri
Dia lupa bahwa di sekolahnya anak murid tak dididik jadi pemimpin
Mereka cuma dibebankan target lulus Ujian Nasional

Setelah pulang sekolah murid digiring pergi tinggalkan sekolah
Kegiatan ekstra kurikuler diadakan seadanya
Kadang anak yang aktif berorganisasi dicurigai
Kreatifitas anak didik dihambat jika tak berhubungan dengan Ujian Nasional

Dambaan sekolah kelulusan seratus persen
Tak peduli anak didik tak punya prestasi
Tak peduli anak tak bisa memimpin
Tak sadar bahwa ketiadaanpemimpin berawal dari sekolah

Alumni sekolah negeri Paman Besut
Bingung akan melanjutkan sekolah ke Jurusan apa
Tak tahu harus bekerja di bidang apa
Karena mereka merasa tak memiliki bekal cukup
Untuk jadi penduduk yang punya arti

Dan dia nikmati hari-harinya
Dengan menghisap asap yang hampa
Seperti asa yang hinggap entah dimana
Belasan tahun bersekolah seperti tak bermakna


2 Comments

Mau tau cara menghentikan tikus pemalak yang bisa ngomong sambil membuat ekskul baru di sekolah? gampang woooi

20130913-133333.jpg

Seorang Kepala Sekolah di Negeri Paman Besut sedang mencari cara menghentikan kebiasaan sekelompok orang yang sering datang ke sekolah meminta uang dengan imbalan pemuatan berita tentang kegiatan Sekolah di Koran yang tak jelas berapa banyak dicetak setiap kali terbit dan tak bisa dibeli di toko buku,  tukang koran yang mangkal di banyak tempat ataupun yang berkeliling gunakan sepeda atau sepeda motor , lucunya koran abal-abal itu ada di Dinas Pendidikan & dikliping oleh Dinas Pendidikan, berita miring tentang sekolah di koran itu kadang ditindaklanjuti atau jadi perhatian dinas pendidikan … mungkin ini jadi bikin repot dan keluar lebih banyak uang, makanya banyak Kepala Sekolah yang berlutut dan takut kepada wartawan yang berganti nama sebagai anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Mau tau cara menghentikan tikus pemalak yang bisa ngomong sambil membuat ekskul baru di sekolah? gampang woooi.

Sebagai Kepala Sekolah anda bisa memanggil Guru Bahasa Indonesia, Guru Komputer, Pembina OSIS & Ketua OSIS Sekolah anda, tugaskan mereka untuk membuat penerbitan majalah mini atau tabloid mini yang isinya berbagai kegiatan sekolah, profil murid yang hebat, cantik, lucu, hasil karya guru, murid, tak lupa profil pejabat Dinas Pendidikan Kecamatan, Kotamadya, Provinsi, hingga Kementerian atau tokoh Lurah, Camat, Walikota, Gubernur, sekolah terdeka anda, objek wisata yang dekat sekolah atau apapun yang menurut anda pantas diberitakan. Usahakan banyak tampilkan foto atau gambar, itu menarik minat pembacanya.

Edarkan edisi pertama ke Kantor Dinas Pendidikan, di ruang guru, perpustakaan, mading dan kirimkan kepada setiap orang yang nama dan fotonya ada di terbitan yang anda buat, soal jumlah jadi sangat relatif, jangan lupa sisakan yang banyak di ruang kerja anda. Tugaskan kepada guru komputer dibantu murid untuk upload berita diterbitan itu pada website atau blog sekolah.

Jika datang tikus pemalak yang bersuara, katakan dengan nada lembut permohonan maaf anda tak bisa lagi memberi uang seperti biasa karena uangnya sudah dialokasikan untuk mencetak penerbitan sendiri, pasti tikus itu mengerti dan faham kenapa kini anda pelit padanya.

Silahkan bersiap mendapat apresiasi dari banyak hak, karena berita tentang sekolah anda selalu dikliping di Dinas Pendidikan dan dibaca oleh para pejabat disana, guru-guru dan anak-anak senang bisa membuat berita dan memberitakan kegiatannya buat promosi kepad banyak fihak …. selanjutya …. terserah anda.


4 Comments

Kecelakaan lalu lintas direspon jam malam: Negeri yg masih kurang mampu bernalar

“Di Tokyo, Singapura, Seoul, masyarakat enggan berpergian gunakan speda motor atau mobil, mereka lebih suka gunakan kereta bawah tanah yang murah, cepat dan aman, ribuan hingga jutaan orang bergerak di bawah tanah untuk berpindah tempat … pemerintah mereka melengkapi dengan pertokoan, restoran dan fasilitas publik lainnya.”

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Di Negeri Paman Besut ada kejadian baru, kecelakaan di jalan tol yang melibatkan anak kecil menimbulkan korban banyak nyawa itu adalah karena ada budaya-budaya sebagai berikut:

1. Pola didik orang tua yang salah, orang tua mengajarkan anak mengendarai kendaraan bermotor saat masih kecil dan membiarkan anak-anak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)

2. Pemerintah belum mampu menyediakan layanan transportasi yang menjangkau banyak lokasi dan fasilitas yang murah, aman, nyaman tepat waktu.

3. Polisi belum mampu bersikap tegas dan konsisten dalam penegakkan hukum dan undang-undang yang berlaku dengan membiarkan banyak pelanggaran hukum yang kadang berlangsung di depan matanya … sepertinya polisi keberatan beban atau kekurangan personil sehingga kinerjanya belum bisa dibanggakan.

Saat hendak bekerja atau pergi ke sekolah pagi hari, karena transportasi yang langka dan kondisi kendaraannya tak layak, penduduk negeri harus berdesakkan, pengap, berkeringat, panas, dikemacetan lalu lintas yang parah, ditambah kriminalitas pencopet, rampok, penodong, … mereka harus membayar biaya yang mahal dan berganti alat transportasi lainnya untuk menuju ke suatu lokasi.

Masyarakat butuh sarana untuk bepergian, berpindah tempat dalam waktu yang sesingkat mungkin dan kondisi yang nyaman serta murah biayanya, pilihan mereka adalah sepeda motor buat yang ekonominya kurang baik dan mobil buat mereka yang berkecukupan, … Masyarakat menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya.

Demi pertimbangan waktu, biaya, kenyamanan dan keamanan, orang tua membiarkan anak-anak berkendara ke sekolah, atau bepergian kemana saja karena lebih murah, lebih nyaman, lebih efisien dalam hal waktu dan aspek-aspek lainnya.

Kejadian kecelakaan di jalan tol seharusnya disikapi dengan:

1. Memberikan edukasi kepada orang tua untuk tidak mengajarkan anak mengendarai kendaraan bermotor saat masih kecil dan melarang anak-anak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), jika perlu ada undang-undang yang memberikan hukuman bagi orang tua yang lalai, membiarkan anaknya melanggar peraturan lalu lintas, apalagi hingga mengorbankan nyawa orang lain.

2. Pemerintah harus segera menyediakan layanan transportasi yang menjangkau banyak lokasi dan fasilitas yang murah, aman, nyaman tepat waktu.

3. Polisi harus bersikap tegas dan konsisten dalam penegakkan hukum dan undang-undang yang berlaku dengan tidak membiarkan banyak pelanggaran hukum, tak hanya melalui operasi-operasi secara temporer, tapi berlangsung secara kontinyu dan berkelanjutan.

Saya sedang berfikir keras apa kaitannya antara jam malam dengan kecelakaan lalu lintas; tampaknya seperti pada situasi negeri yang rusuh karena demontrasi anak muda yang berlangsung lama dan memakan korban banyak hingga melumpuhkan aktifitas umum negeri, biasanya pada kondisi itu diberlakukan aturan jam malam … agar penduduk negeri bisa beristirahat malam hari tak terganggu demonstrasi atau kerusuhan … apakah di Ibukota Negeri Paman Besut sedang berlangsung keadaan darurat sehingga penduduk dilarang keluar malam? yaoloh!!! 😦


2 Comments

Darurat pemimpin Waktu sekolah janjinya jadi warga negara yang baik kaya Ipin Darurat senjata api Mudah didapat buat nembak siapa saja hingga mati

20130911-073558.jpg

Negeri Paman Besut
Darurat garam
Darurat beras
Darurat sapi
Darurat kedelai
Darurat pakaian
Darurat pete
Darurat jengkol
Sehingga harus impor
Harganya sesuka pengimpor

Darurat pesawat tempur
Sering jatuh ke lumpur
Darurat kapal laut buat perang cerdas
Belinya kapal perang bekas
Darurat listrik
Harus padam bergiliran dipandu jangkrik
Darurat kecelakaan
Banyak anak kecil berkendara sambil besukaan
Darurat polisi
Pada takut ditembak & mati pucat pasi
Darurat pemimpin
Waktu sekolah janjinya jadi warga negara yang baik hingga tak trampil mimpin
Darurat senjata api
Mudah didapat buat nembak siapa saja hingga mati

Di sekolah Negeri Paman Besut
Semua persoalan di atas sekedar dibincangkan hingga kusut
Dan berlalu hingga muncul darurat baru yang lewat media dibesut
Tapi tak dicari cara membentuk anak negeri yang tak berotak kusut
Berteriak, berdemo saat kuliah tapi korupsi setelah menjabat tak kecut
Dipenjara mereka tetap bisa rapat, dan nyanyi lagu dangdut
Sambil pesta narkoba dan nikmati tari perut
Bahkan nonton pertunjukan di luar negeri bermakeup kisut


2 Comments

makin banyak penduduk yang merasa tak perlu sekolah datang ke ibukota mengais rejeki dan dilayani pulang kampung gratisan, happy deh

20130701-153552.jpg
Penduduk Negeri Paman Besut berbondong-bondong ke ibu kota negeri, ketika di ibukota bekerja apa saja, tinggal di pinggir jalan berbekal gerobak yang digunakan untuk mengais barang bekas & istirahat, … Malam hari mereka mengambil posisi di di lokasi yang mudah terlihat pengendara kendaraan bermotor, selalu saja ada yang memberi uang atau sesuatu berupa makanan dan lainnya.

Saat bulan Ramadhan makin banyak yang memberi sesuatu, saat sahur dan buka banyak watga yang datang memberi sesuatu … Tak perlu bekerja … semuanya datang sendiri, hanya perlu daya tahan terhadap angin, hujan dan debu Ibukota.

Saat Lebaran tiba, banyak sekali yang memberi kesempatan mudik gratis dengan Bis yang dingin dan pengawalaan polisi serta diupacatakan dihadiri pejabat atau petinggi negeri … betapa bahagia penduduk negeri paman besut itu, tak perlu keterampilan apa-apa, bekerja apa saja, menunggu di inggir jalan, kembali ke kampung halaman berlebaran tanpa biaya, uang hasil kerja di ibukota bisa untuk keperluan apasaja di kampung halaman.

Lalu mereka berfikir, buat apa sekolah, buat apa punya keterampilan ini itu … lha cuma mengadahkan tangan saja banyak yang bisa di dapat … dan makin banyak penduduk yang merasa tak perlu sekolah datang ke ibukota mengais rejeki dan dilayani pulang kampung gratisan, happy deh