Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Pemerintah sangat kompak berkoordinasi siapkan Lebaran sehingga penduduknya nyaman mudik ke kampung halaman

Penduduk negeri yang berjumlah lebih dari seperempat milyar ini mayoritas muslim punya trasisi mudik, pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara setelah setahun mencari nafkah di kota lain atau mereka yang telah merantau puluhan tahun ingin kembali mengenang kehidupan masa kecilnya bersama keluarga di kampung halaman, ada juga keturunan yang dilahirkan di kota dari orang tua yang berasal dari daerah ingin menikmati tempat dimana kakek atau neneknya dilahirkan.

Pemerintah negeri kompak berkoordinasi antar para menteri dan jajarannya, Departemen Agama makin cerdas memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahun dan mendorong berbagai organisasi keagamaan sehingga tanggal mulai puasa dan lebaran sudah fix ditetapkan sejak setahun yang lalu.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MENPAN) sejak setahun sebelumnya sudah menentukan tanggal cuti sebelum dan sesudah lebaran, bahkan memberi keleluasaan kepada rakyat untuk mengambil cuti sebelum atau setelah lebaran, ada tenggang waktu yang bisa dimanfaatkan pegawai seminggu sebelum masa cuti bersama atau penghentian pelayanan aparatur negara dan seminggu setelah masa mulai pelayanan, sehingga rakyat bisa memilih tanggal yang tepat untuk memesan tiket perjalanan yang tepat hingga tidak terjadi penumpukan tanggal pemesanan tiket yang mendorong kenaikan harga sesuai hukum ekonomi.

Menteri Pekerjaan Umum sejak selesai lebaran tahun sebelumnya telah memperbaiki kerusakan jalan utama antar propinsi dan membangun jalan tol baru menambah akses menuju ke daerah tujuan mudik sehingga menjelang lebaran jalan utama sudah siap dilalui dengan nyaman.

Menteri Perhubungan sudah menyiapkan tambahan kereta, bis antar kota, kapal laut dan pesawat udara setelah mengevaluasi angkutan lebaran tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini, tiket keberangkatan sudah bisa dipesan sejak setahun yang lalu, yang mendidik penduduk negeri untuk hidup terencana.

Kepolisian menggunakan pengalaman tahun-tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini untuk menerapkan strategi dan menggelar anggota untuk mencegah terjadi kejahatan dan kemacetan sehingga rakyat bisa merayakan lebaran denga nyaman, aman dan tenteram.

Menteri perdagangan dan pertanian bekerja sistematis mengamati evaluasi lebaran tahun lalu, kondisi alam, dsb, hingga menerapkan strategi yang tepat menyediakan berbagai kebutuhan rakyat untuk lebaran dan membuat harga-harga barang tak naik tinggi dan masih terjangkau oleh daya beli rakyat.

Istri: “Maaf Pa, sudah agak sore … tolong belikan plastik untuk menyimpan sesuatu di kulkas”.

Oh, maaf rupanya saya bermimpi setelah membaca broadcast di group-group sosial media tentang tanggal cuti lebaran yang berubah-ubah hingga dua minggu sebelum lebaran, ancaman tindakan hukuman buat aparat yang tak menepati jadwal cuti lebaran, keterbatasan ketersedian bis antar kota, kereta, angkutan laut dan pesawat sehingga tiket cepat habis dan mahal harganya, bahkan ada kabar yang menyatakan semua aparatur negara masih harus bekerja hingga tanggal 23 Juni 2017, sementara lebaran diperkirakan tanggal 25 Juni 2017, bukankah ini artinya pemerintah secara sengaja menciptakan kepadatan arus mudik dan arus balik lebaran yang mendorong terjadinya kecelakaan, kemacetan, korban jiwa, kriminalitas dan berbagai masalah lainnya.

Menurut Anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 


6 Comments

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh


Leave a comment

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?


5 Comments

Menikmati kerja dan pempek

Screen Shot 2017-03-30 at 10.57.33 AM

Alhamdulillah tiba di Palembang 28 Maret 2017 sekitar pk 15 dengan penerbangan Batik Air, perjalanan ke S-One Hotel lancar jaya, mungkin karena hari libur … saya beristirahat setelah kuiliner pempek naik becak muterin lingkungan hotel.

dwitagama BNN Sumsel

Selesai training, sekitar pk 15.30 langsung menuju bandara nguber penerbangan pk 18.00, ternyata macet bangeeeet … mampet seperti Jakarta, alhamdulillah ketemu porter yang sigap dan ramah, anjurkan cara check inn cepat, di counter tujuan lain kota karena counter Jakarta sangat panjang antriannya, saya deg-degan takut ditolak petugas counter, ternyata diterima dengan baik mungkin karena petugas counternya sudah kenal dengan porter itu, jadilah saya dapet boarding pass dan langsung ke ruang tunggu, tak sempat duduk langsung terdengar panggilan masuk ke pesawat City Link yang sudah stand by menunggu penumpang.

Pilot kabarkan tentang penundaan keberangkatan karena bandara Halim ditutup sementara yang kemudian saya tahu penyebabnya adalah kedatangan dua pesawat bongsor membawa kepala negara besar eropa, alhamdulillah home again dijemput Bang Nurdin, makasih bang, makasih City Link, Batik Air, teman-teman BNN Sumatera Selatan yang support kehadiran saya di kota pempek, berita lengkapnya ada disini. Semoga bermanfaat.


Leave a comment

Anak bandel, orang tua dihukum

motor

sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?


2 Comments

Jumlah remaja perokok adalah cermin kegagalan pendidikan

Saya terkenang, sekitar tahun 70-an, ayah saya masih merokok dan rokok di atas adalah salah satu merk rokok yang sering saya lihat di rumah dan banyak dijual di warung-warung  penjual rokok.

Sekarang rokok macam itu tak ada lagi, sudah sangat sulit didapat, hukum dagang yang umum, jika sebuah produk banyak permintaan maka produsen akan terus memproduksi karena pasti laku terjual dan menghasilkan untung, jika tak ada peminat lagi maka perusahaan akan menghentikan produksinya … seperti yang terjadi di negeri paman sam merek rokok dengan simbol koboi tak laku lagi terjual karena harga jual terlalu mahal atau karena kesadaran penduduk negeri itu tentang bahaya yang diakibatkan oleh rokok atau karena penyebab lainnya, dan pabrik rokok koboi itu berhenti berproduksi di negeri sendiri.

Seberapa banyak penjual rokok dekat tempat tinggal kita jika kita tak membelinya maka penjual rokok akan beralih menjual produk lain yang mudah laku terjual. Bagaimana membuat seseorang punya pemahaman yang benar tentang rokok dihubungkan dengan kesehatan, dsb menjadi tantangan pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jika di keluarga seorang anak dididik dengan benar dan diberi contoh yang baik oleh keluarga, orang tua tak merokok maka anaknya sejak dini sudah memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Andai di sekolah anak itu mendapatkan pendidikan yang baik termasuk masalah kesehatan dikaitkan dengan rokok maka anak itu akan menjadi remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Walau di masyarakat remaja itu terpapar oleh iklan rokok dan tekanan teman sebaya untuk mencoba rokok, dia mampu bertahan tetap tidak merokok karena memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Jika pembeli rokok tak ada maka pabrik rokok akan tutup, pindah ke negara lain yang masih banyak perokoknya, seperti merk rokok di atas yang kini tak ada lagi, maka semua merek rokok pun akan menghilang dari peredaran.

Jika pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat berhasil baik, maka jumlah perokok remaja di negeri ini tak makin banyak. Bisa jadi salah satu potret keberhasilan pendidikan suatu negeri bisa dilihat dari jumlah perokok di negeri itu.

Mungkin sama halnya dengan narkoba, jika semua orang sadar akan bahaya narkoba maka walaupun diberi secara gratis dia tak akan menyalahgunakan narkoba, menurut kamu?