Pencitraan Negatif Sekolah

Siapa yang bertugas mengabarkan kabar-kabar baik di sekolah Anda kepada orang tua, Dinas Pendidikan, Pemda, mitra atau masyarakat luas. Medianya bisa leaflet, brosur, poster, koran, majalah, … itu semua jaduuul.

Era digital sekarang mah kabar-kabar baik sekolah harus tiap hari di upload melalui website sekolah, blog, facebook, twitter, instagram, LinkedIn, path, pinteres, steller, youtube, podcast, dsb.

Susaaah? Kalo anak Sekolah Dasar bisa mengoperasikan semuanya hanya dengan menggunakan Hand Phone, maka orang-orang dewasa di sekolah harusnya bisa melakukan itu semua.

Jika pencitraan tak dikelola dengan baik, tinggal tunggu saatnya tiba sekolah anda viral dikabarkan buruk oleh fihak luar, atau akibat unggahan murid, guru dan karyawan yang tak pantas karena tak faham teknik mengelola informasi memanfaatkan media digital. Jika setiap hari selalu mengabarkan kebaikan sekolah dan saat tertentu murid bisa ditugaskan mengunggah tugas pembelajaran di internet menggunakan judul mengandung nama sekolah, maka selamat menikmati jutaaan info kebaikan sekolah anda seperti laut samudra.

Andai ada pemberitaan buruk, itu akan tenggelam diantara jutaan berita postif yang diunggah sebelumnya, seperti jarum satu yang tenggelam di samudra, bagaimana cara mengelola pencitraan sekolah? Ini perlu pelatihan, praktek dan pembiasaan … nanti deh jika pageblak covid ini berlalu saya akan datang ke sekolah anda.

Sekarang nikmati dulu salah satu podcast saya, disini.

Coret-coret Aja Semuanya

Meja belajar sekolah siapa? 2020
Di sebuah under pass Jakarta 2018

Apa komentar kamu melihat meja belajar di sekolah banyak coretan dan tembok jalan yang kamu lewati banyak coretan seperti dua foto di atas?

– Bagus … itu suatu kreatifitas, bisa jadi pelakunya nanti jadi seniman besar, atau jadi pejabat.

– Jelek … sebaiknya jangan coret” di meja sekolah atau dinding kota, nanti kotor dan lingkungan kita jadi kumuh.

– Terserah deh … yang penting jangan coret” di rumah saya karena baru di renovasi, mahal guys.

Kalo kamu?

Late Post: Edisi Kangen Ketemu Kamu … Iya, Kamu

Saat gabut, saya bongkar-bongkar file digital dan menemukan keseruan berinteraksi dengan orang-orang pilihan sejak belasan tahun lalu, miss u much … semoga semua yang ada di foto ini dan semua yang pernah ketemu saya, atau anda yang sedang menikmati blog saya ini dalam keadaan sehat walafiat, stay safe ya guys.

Jejak-jejak sessi saya bisa dinikmati di http://trainerkita.wordpress.com.

Tujuan Pendidikan Nasional yang Pertama: Mengembangkan Potensi Peserta Didik

“Sulit sekali kami mendapat dukungan untuk berprestasi, dispensasi untuk ikut lomba, kompetisi atau festival diperoleh dengan susah payah, ketika berhasil memperoleh prestasi, tak ada penghargaan sedikitpun dari sekolah, padahal kami membawa nama baik sekolah.”

Sering sekali murid-murid aktifis kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang saya jumpai di berbagai forum dan kesempatan mengeluhkan minimnya dukungan sekolah terhadap kegiatan mereka untuk berprestasi. Jika sekolah anda saat ini masih tak peduli terhadap prestasi murid-muridnya, itu artinya sekolah anda belum berubah masih sama dengan sekolah di negeri ini tahun 1983. Dimana sekelompok murid sebuah sekolah di Jakarta harus membolos dengan cara melompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang kemudian melambungkan nama sekolah itu tiga puluh tahun lebih, karena nama sekolah menempel menjadi nama group vocal pria pertama negeri ini, Trio Libels.

Perhatikan dokumentasi video di atas pada menit ke 17.17, ada memori kejadian lompat pagar sekolah untuk mengikuti festival vocal group yang membuat mereka diberi sangsi hukuman disiplin, padahal mereka membawa nama baik sekolah. Mungkin sejak dulu hingga kini guru-guru dan pengelola sekolah lupa, bahwa kalimat pertama tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah sepertinya terpaksa melejitkan prestasi murid-muridnya, ada berbagai kegiatan kejuaraan yang didukung atau diinisiasi oleh dinas pendidikan atau pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, umumnya pengelola sekolah mencari murid yang terlihat punya potensi pada bidang tertentu kemudian didaftarkan megikuti lomba, tak ada proses pembinaan, latihan-latihan yang rutin dan terstruktur, masalahnya beragam diantaranya kesulitan menemukan murid yang punya potensi, waktu belajar atau materi pelajaran yang padat, target prestasi akademik, biaya ikut serta yang mahal, dsb.

Masih ada guru yang melarang muridnya izin meninggalkan pelajaran untuk latihan menjelang kompetisi atau mengikuti kompetisi pada hari sekolah. Alasannya pelajaran lebih penting daripada kegiatan ekstra kurikuler dan kompetisi yang diikuti murid-muridnya.

Kegiatan ekstra kurikuler selalu ada di sekolah, tetapi hal itu seperti melanjutkan kebiasaaan atau budaya sekolah turun temurun atau ajang refreshing setelah kegiatan belajar tuntas memanfaatkan sarana yang tersedia di sekolah. Prestasi bukan tahapan selanjutnya dari aktifitas ekstra kurikuler di sekolah, alasannya beragam; belum pernah memenangkan kompetisi walalu sudah sering ikut kejuaraan, biaya pendaftarannya mahal, biaya pengadaan kostum tak murah, lokasi lomba yang jauh memerlukan biaya, sementara sekolah hanya bisa mendukung biaya tak seberapa atau kadang tak ada biaya yang bisa disupport sekolah, murid-murid harus mengeluarkan biaya sendiri.

Apakah sekolah miskin prestasi?, tidak. Selalu ada yang meraih juara pada berbagai kegiatan lomba atau kompetisi karena murid itu telah rutib berlatih kegiatan tertentu seperti pencak silat, karate, tae kwon do, mudik, menyanyi, berenang, dsb sejak kecil di luar sekolah atas dukungan luar biasa orang tuanya. Tak sedikit dari mereka tak mengikuti latihan atau kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tetapi secara rutin latihan bersama komunitasnya di luar sekolah.

Sejak tahun ini sudah tak ada lagi ujian nasional, yang sejak zaman dulu selalu menjadi target pencapaian sekolah dan orang tua agar anaknya memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi untuk keperluan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walau ujian nasional sudah tak mempengaruhi kelulusan murid sejak beberapa tahun terakhir, tetapi pemerintah pusat dan daerah masih membuat rangking prestasi sekolah berdasarkan pencapaian nilai ujian nasional.

Harus ada terobosan pembuatan rangking sekolah berdasarkan prestasi di luar nilai akademik, tetapi prestasi yang hakikinya menyalurkan potensi murid di sekolah, anda punya prestasi apa?

Selamat Hari Pendidikan Nasional, terima kasih buat semua Bapak Ibu Guru yang serius melejitkan prestasi murid-muridnya.

 

Penghuni Baru Trainer Kita

Saat pandemi, kerja-kerja pemberdayaan umat (empowering people) tetap jalan, terima kasih kepada PB PGRI melalui IGTIK (Ikatan Guru Teknoligi Informasi dan Komunikasi), lewat Om Jay yang berkenan bersinergi.

Screen Shot 2020-05-01 at 1.38.03 PM

WhatsApp Image 2020-05-01 at 13.33.03

Cerita lengkap tentang kegiatannya silahkan nikmati disini.

Trainer Pemula dan Michael Jackson: Dulu dan Kini

Tetiba saya ingin menyanyikan lagu Heal The World, lagunya Michael Jackson yang dulu sering saya pakai di akhir sessi sharing saya yang topiknya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Masih menggunakan kaset, belum era youtube seperti saat ini, jadi kalau seminar saya rempong, bawa kaset video, kaset lagu, laptop, dan harus lincah merangkap jadi operator, kadang ada asisten yang membantu memutar video dan kaset untuk tayangan film dan lagu … ah, jadul gitu deh.

Tetapi suasananya beda benget, sekarang keadaan negeri ini sangat mencekam, pandemi covid-19 sedang melanda, rakyat dianjurkan di rumah saja, tetapi nampaknya banyak yang tak mengikuti anjuran itu karena berbagai alasan, dan orang yang terinfeksi virus itu makin banyak, yang meninggal pun tak sedikit … sedih, cepatlah pulih Indonesiaku.

Dokumentasi training-training saya bisa disimak disini.

Trainer Kita


Pertengahan tahun sembilanpuluhan Saya sering menggunakan lagu Michael Jackson yang berjudul“Heal The World” .. beberapa teman trainer diantaranya Trisye “Nunun”, Betty Kemal Taruc dan dr. Kusman Suria Kusumah mungkin ingat lagu itu biasa saya gunakan untuk menutup presentasi saya.

Kepergian penyanyi lagu itu membuat saya kembali teringat dan ingin berterima kasih kepada almarhum yang telah nyanika lagu itu begitu indah juga kepada pencipta lagu … tentunya juga untuk Maha Pencipta yang atur semua … mari kita buat dunia yang nyaman untuk anak cucu kita … bebas dari narkoba

There’s a place, in your heart, and I know that it is love And this place, could be much brighter than tomorrow And if you, really try, you’ll find there’s no need to cry In this place, you’ll feel there’s no hurt or sorrow

There are, ways to get there
If you care enough for the living
Make a little…

View original post 339 more words

Kaleideskop Blog Pendidik 2019: Dikunjungi 1,858,184 kali, ada 4.051 Posting dan 9.200 Komentar

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, selamat memasuki tahun baru 2020, semoga saat ini dan sepanjang tahun ke depan kita semua berada dalam kondisi sehat selalu, sukses dalam kerja dan cinta.

Screen Shot 2019-12-26 at 8.19.51 PM
Penampakan Blog Pertama Saya

Saya mulai menulis di blog  sejak Januari tahun 2005 di platform blogspot dan mulai memanfaatkan wordpress sejak tahun 2007, saat kaleideskop ini ditulis, blog ini sudah dikunjungi 1,858,184 kali, terima kasih buat anda yang telah berkunjung, berkomentar. Buat anda yang sudah terbiasa berkunjung ke blog ini pasti tahu bahwa blog ini dikelola oleh seorang guru matematika SMK yang sangat peduli terhadap pendidikan karakter anak negeri. Walau di kelas mengajar matematika saya berusaha menggerakkan murid untuk memiliki karakter yang baik dan mampu mengelola serta memanfaatkan teknologi informasi untuk turut serta memberi warna indah pada kehidupan semesta.

Alhamdulillah, pengunjung blog saya kembai meningkat setelah tren menurun sejak tahun 2010 hingga tahun 2017, pengunjung bulan Januari dan April melonjak sangat tajam hingga mencapai sekitar 20.000 viewer, bulan Juni biasanya pengunjung mengalami penurunan, gejala ini nampaknya karena pada bulan Juni biasanya saya sibuk mengelola nilai semester murid hingga intensitas posting menurun yang dampaknya jumlah pengunjung pun menurun.

Follower blog pendidik berjumlah 1.539, jika anda belum follow silahkan klik ikon follow agar anda mendapat notifikasi melalui email ketika saya posting. Jumlah posting saya di blog ini saat penulisan kaleidoskop ada 4.051 posting. Komentar di blog saya total berjumlah 9.200, jika anda mau menambahkan silahkan isi kolom komentar pada bagian bawah posting saya.

Pengunjung rupanya menyimak twitter dan facebook saya, yang saya kaitkan dengan posting blog saya, terlihat ketika saya upload posting baru mendapt perhatian pengunjung dan terihat di statistik blog saya.

Screen Shot 2019-12-26 at 7.16.33 AM
Statistik Blog Pendidik sejak 2010

Screen Shot 2019-12-26 at 7.18.16 AM
Statistik Rekapitulasi Pengunjung Blog Saya setiap Bulan sejak 2007

Selain menulis di blog ini saya juga mendokumentasikan kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Dedi dan kegemaran mendokumentasikan suasana lingkungan sekitar di channel youtube saya.

Posting saya berjudul Cara Kreatif Merayakan Hari Kartini di Sekolah yang saya posting Mei 2017 menjadi posting yang paling banyak dibaca oleh pengunjung blog saya hingga hampir mencapai 20.000 sepanjang tahun 2019. Berdasarkan statistik posting yang dikunjungi, tampaknya pengunjung blog saya banyak mencari tips-tips kegiatan sekolah, bagaimana dengan anda?

Screen Shot 2019-12-26 at 7.12.38 AM
Posting Favorit Pengunjung Blog Saya, Kalo Kamu? 

Nikmati dokumentasi kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Deditulisan-tulisan ssaya di Kompasiana.com, ribuan foto-foto training saya di fanpage facebook saya, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video-video saya hampir 1.700 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share. Terima Kasih.

 

Menemukan Jejak Digital Dedi Dwitagama di Website Kantor Berita Antara

Screen Shot 2019-12-17 at 10.09.59 AM

Screen Shot 2019-12-17 at 10.10.35 AM

Saya sedang menyiapkan Kaleidoskop tahun 2019 tetiba menemukan jejak digital kehadiran saya di IPB University Bogor Nopember 2019, alhamdulillah … sesuatu bangets rasanya … terima kasih buat BEM IPB University yang kembali bersinergi dengan saya mengulang perjumpaan tahung 2013 dengan materi yang berbeda, detailnya ada disini.

Nikmati reportase training-training saya di blog Trainer Kita, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Bahagia Menjumpai Generasi Hebat

 

Saya tuh sukanya pake banget, mendapatkan kehormatan berjumpa dengan generasi hebat di berbagai tempat, video di atas merupakan dokumentasi perjumpaan saya dengan calon pengurus OSIS SMAN 24 Jakarta, membicarakan Narkoba dan Leadership minggu yang lalu.

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.30 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.52 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.23.25 AM

Saat ini saya sedang menyiapkan materi untuk berjumpa dengan ramaja-remaja hebat yang menerima beasiswa dari ASTRA beberapa hari ke depan, kalo berjumpa dengan kamu kapan?

Sebelum kita jumpa nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Menemani Kemendikbud RI mengantar Anak-anak SMK Hebat Indonesia Magang di Thailand

DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 9DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 3DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 1

Cerita lengkapnya ada disini. Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Screen Shot 2019-09-30 at 9.15.52 PMScreen Shot 2019-09-30 at 9.15.06 PM

Bersama BNNK Jakarta Utara, Berdialog dengan Guru-guru Penggiat Anti Narkoba

DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 1DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 12DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 15

Masalah murid yang terlihat di sekolah biasanya berhubungan erat dengan masalah yang sedang dialami murid di rumah dan lingkungan bergaulnya, murid yang menyalahgunakan narkoba umumnya mengalami hambatan mengikuti proses belajar di sekolah, sering terlambat, sering tidak masuk sekolah, sering meninggalkan kelas, sulit menyelesaikan tugas-tugas belajar dari gurunya, dsb.

Demikian beberapa inti dari sharing dan diskusi saya dengan guru-guru sekolah menengah di Jakarta Utara, pada kegiatan yang diadakan oleh BNNK Jakarta Utara di Hotel All Sedayu Kelapa Gading Jakarta Utara selama dua hari di bulan Agustus 2019.

Terima kasih kepada Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari yang berkenan kembali bersinergi dengan saya dan semua tim BNNK Jakarta Utara yang support sessi saya, semoga bermanfaat, terima kasih buat om @faturrohman3011 yg mendokumentasikan.

Nikmati dokumentasi training-training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Mendokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA SMKN 23 JKT
Ngobras di SMKN 23 Jakarta

Foto di atas merupakan salah satu hasil jepretan panitia MPLS SMKN 23 Jakarta yang mendokumentasikan kehadiran saya ngobrol asik (ngobras) bareng anak-anak baru disana Juli 2019, foto di bawah dijepret oleh fotografer profesional @danisetiawan8 saat saya ngobral sama anak-anak SMA se Jakarta Utara Juli 2019, saya berterima kasih sekali boleh meminta spft copy foto=foto yang bagus sehingga bisa saya dokumentasikan di instagram, facebook, blog, dan youtube.

DWITAGAMA SMA JKT UTARA
Foto by: @danisetiawan8

Silahkan nikmati dokumentasi saya:
Foto-foto di Fanpage Facebook,
Foto-foto dan video saya di instagram,
video saya lebih dari 1.500 jumlahnya di channel youtube,
Slide-slide saya di slideshare.

Terpapar Kartini

Screen Shot 2019-04-18 at 11.09.58 AM
Statistik Blog Dedi Dwitagama

Ada fakta menarik pengunjung blog saya seminggu terakhir, posting CARA KREATIF MERAYAKAN HARI KARTINI DI SEKOLAH dikunjungi ribuan pembaca seminggu, terima kasih sekali buat anda yang sudah berkunjung dan menyimak ide kecil saya yang muncul karena keprihatinan panjang, kenapa hari kartini selalu diperingati dengan kebaya, sementara negeri ini banyak sekali suku bangsanya.

Perjumpaan dengan Guru-guru BK Propinsi Banten dan Penggiat anti narkoba,  anggota LSM anti narkoba Banten membawa saya berkunjung ke Serang Timur berdiskusi seru dengan mereka, terima kasih kepada Kepala SBNNP Banten atas kepercayaan dan kerjasama yang baik selama ini, terima kasih kepada staf BNNP Banten yang support sessi saya dan peserta training yang bersemangat mengajukan banyak pertanyaan, semoga bermanfaat.

dwitagama SMAN 42 JAKARTA
di SMAN 42 Jakarta

Foto di atas adalah dokumentasi suasana seru berjumpa dengan guru-guru hebat di SMAN 42 Jakarta membahas Performance dan Etos Kerja Guru, yang bisa disimak lebih lengkap disana.

Anda terpapar apakah? terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga anda dalam sehat dan sukes slalu.

 

Mencegah Narkoba di Sekolah

smoking-2529858_1280
http://pixabay.com

Masalah penyalahgunaan narkoba seperti tak berhenti dan tampak semakin mengkhawatirkan, berita penangkapan politikus papan atas di sebuah hotel di Jakarta Barat dengan peralatan menghisap shabu, dan kandungan methamphetamin positif terdapat dalam urin yang bersangkutan setelah diperiksa di laboratorium.

Seseorang yang menyalahgunakan narkoba umumnya dimulai dengan mencoba menghisap rokok, yang didorong oleh pergaulan sesama remaja dan budaya masyarakat negeri ini, dimana orang-orang dewasa merasakan kenikmatan asap rokok dan membiarkan keluarganya yang masih anak-anak menghisap rokok.

Telah lama lingkungan sekolah dinyatakan steril dan harus tidak ada asap rokok dan warganya yang merokok, tetapi sering dijumpai guru-guru atau karyawan yang mencari kesempatan menghisap rokok di lingkungan sekolah, aroma bau asap di ruang-ruang tertentu di sekolah sering tercium jelas, pertanda ada jejak asap rokok disana.

Kalau ditanya apakah ada program pencegahan penyalahgunaan narkoba atau sosialisasi masalah rokok di sekolah anda? Jawabannya pasti ada dan sudah dilakukan.

Coba diteliti kembali, kapan hal itu dilaksanakan? tahun lalu? Sekian tahun lalu? Perhatikan atau ingat-ingat deh, siapa yang jadi target kegiatan itu? Berapa murid yang ikut kegiatan itu? apakah mereka masih sekolah saat ini atau sudah lulus?

Sekolah sering lupa, merasa sudah melakukan kegiatan di atas, padahal kegiatan itu dilakukan sekian tahun yang lalu dimana murid-murid yang ikut kegiatan itu sudah lulus, sementara ratusan murid yang masih bersekolah saat ini belum mendapatkan pembekalan atau tambahan pengetahuan tentang rokok dan narkoba.

Upaya pencegahan bahaya rokok dan narkoba sebaiknya menjadi budaya atau bagian kegiatan-kegiatan yang selalu dikerjakan di sekolah, beberapa strategi yang bisa dilakukan sekolah diantaranya sebagai berikut:

1. Sosialisasi bahaya rokok dan narkoba untuk murid baru, ini bisa dilakukan saat Masa Orientasi Siswa – MOS, atau penyuluhan oleh senior pengurus OSIS saat upacara atau apal pagi di sekolah.

2. Penerapan aturan TATA TERTIB SEKOLAH berhubungan dengan rokok & narkoba disosialisasikan kepada murid dan orang tua atau wali murid, dan penandatangan dokumen surat pernyataan yang ditulis tangan bahwa murid dan orang tua sudah membaca tata tertib, menyetujui isinya dan siap menerima sangsi terhadap pelanggaran tata tertib.

3. Perkembangan zaman, situasi dan pemahaman warga sekolah mengharuskan REVISI TATA TERTIB SEKOLAH SETIAP TAHUN, upaya itu harus melibatkan semua warga sekolah, guru, karyawan, orang tua, murid, alumni, Komite Sekolah, industri, dinas pendidikan (pemerintah daerah), perguruan tinggi atau siapa saja yang menjadi mitra sekolah selama ini. Proses revisi harus dilakukan, walaupun kemudian isi tata tertib yang sudah ada masih bagus dan bisa digunakan tanpa penambahan atau pengurangan lagi itu sekaligus menjadi forum sosialisasi program dan tata tertib sekolah.

4. UPAYA PENCEGAHAN ROKOK & NARKOBA BERKELANJUTAN, berbagai kegiatan bisa dilakukan misalnya: razia isi tas murid secara acak di lobby sekolah pada hari-hati tertentu, atau razia ke kelas, di toilet, dsb. Pada sekolah lanjutan murid kelas 8 atau 11 harus diberikan lagi kegiatan yang sesuai dengan minat mereka berhubungan dengan rokok dan narkoba, demikian juga untuk murid yang di kelas 9 atau 12 harus diberi pembekalan dalam bentuk yang berbeda dengan sebelumnya.

Alternatif kegiatan untuk kelas 8 & 9 atau 11 & 12 adalah:
– Lomba Poster
– Lomba film atau video pendek
– Lomba pidato
– Lomba karya tulis
– Stand up Comedy, dsb
– Yayasan Kanker
– Rumah Sakit Paru
– LSM HIV/AIDS
– Komnas Pengendalian Tembakau
– Polisi
– Masih banyak lagi

4. KONSISTENSI TERAPKAN ATURAN LEWAT REWARD DAN PUNISHMENT sangat perlu, murid-murid zaman now itu pintar, apalagi orang tuanya … sekali saja sekolah tak konsekwen menerapkan tata tertibnya sendiri maka ketika ada murid yang melanggar aturan akan menuntut hal yang sama, oleh sebab itu jalankan tata tertib secara konsisten atau rubah tata tertib jika dirasa tak sesuai lagi. Termasuk peraturan untuk guru dan karyawan sekolah.

Jika murid dan orang tua sudah disosialisasikan, menandatangani surat pernyataan bermaterai, melanggar peraturan, diingatkan, dilakukan konseling (didukung dengan bukti-bukti tertulis dan foto), melakukan pelanggaran berkali-kali, maka murid itu pantas menerima sangsi sesuai tata tertib hingga dikeluarkan, atau secara sukarela orang tua memindahkan anaknya ke sekolah lain … andai keluarga murid yang kena sangsi memperkarakan dengan bantuan pengacara, maka sekolah akan memenangkan kasusnya.

5. SALURKAN ENERGI DAN KREATIFITAS MURID, tumbuhkan berbagai kegiatan ekskul yang disukai murid, tampilkan pada berbagai kesempatan di sekolah, seperti MOS, peringatan hari besar, ketika menerima kunjungan tamu, di upacara atau apel pagi, ulang tahun sekolah, class meeting, pensi dan berbagai kesempatan lainnya.

Anda punya tambahan lainnya?

Group Whats App, Bermanfaatkah?

WA

Pagi hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Siang hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Malam hari, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Menjelang tidur hari itu, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Saat bangun tidur hari itu, dia memijat layar handphone sambil menatap layar, membuka mulut, melongo, mengerutkan dahi, tertawa, mengeluh, kesal, gembira, dsb. Ada puluhan group whats app di handphone, berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama sering muncul di banyak group. Ketika dia melihat di salah satu group belum muncul info berita berbentuk tulisan, gambar, video yang sama, maka dia akan memforward atau melanjutkan kiriman kontent dari satu group ke group yang lainnya.

Dia tak lagi membaca koran, majalah atau menyimak berita di televisi karena merasa sudah banyak informasi yang diserap dari puluhan group whats app handphone nya. Dia makin konsumtif melahap berbagai kontent yang belum tentu benar dan bermanfaat. Sepertinya makin sulit mencari orang yang produktif.

Ada berapa group whats app di handphone anda?

 

Piala = Sampah

bike-old-2409984_960_720
http://pixabay.com

Ada berapa banyak piala di sekolah anda? Puluhan, ratusan atau lebih dari seribu piala menghiasi dinding atau disimpan di dalam lemari? Apakah arti piala untuk penghuni gedung sekolah anda? Mungkin ada piala diletakan di atas meja yang baru diperoleh beberapa hari yang lalu, dan belum sempat disimpan dalam rak atau lemari, tiba-tiba tersenggol oleh seseorang yang lewat atau terdesak ketika seseorang meletakkan buku atau benda lain, sehingga piala itu jatuh dan pecah berkeping-keping, akan dikemanakan piala yang hancur itu?

Jika ada tahun perolehan piala yang tercantum pada piala di sekolah anda, silahkan perhatikan piala yang paling lama diperoleh atau piala apa yang pertama diperoleh sekolah anda itu? Apakah arti piala itu untuk diri anda, adakah arti piala itu untuk warga sekolah saat ini?

Piala bisa diperoleh dengan berbagai cara, misalnya sekolah mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka hari-hari tertentu, seperti ulang tahun sekolah, hari kemerdekaan, hari pahlawan, sumpah pemuda, hari guru, hari pendidikan, dsb. Ada perlombaan yang diikuti oleh kelas, yang ketika menjadi juara, pialanya disimpan di kelas, dan saat kelas itu lulus, pialanya dikeluarkan dari kelas dan menjadi inventaris sekolah.

Sekolah sering mengikuti berbagai kompetisi antar sekolah yang diadakan di luar sekolah oleh dinas pendidikan maupun instansi lain seperti organisasi cabang olah raga pencak silat, karate, renang, atletik, catur, basket, futsal, atau bidang kesenian seperti menari, menyanyi, paduan suara, band, film, dsb. Ketika meraih juara, sekolah memperoleh piala yang menjadi inventaris sekolah menghuni lemari atau rak di sekolah yang jika dikelola dengan baik menjadi asesoris penghias interior sekolah.

Suatu ketika sekolah anda mendapat kehormatan atau berprestasi hingga menjadi utusan atau wakil negara untuk mengikuti kompetisi pada bidang tertentu di luar negeri yang harus ditempuh dengan perjalanan belasan jam menggunakan pesawat terbang. Latihan dilakukan sejak setahun sebelum pelaksanaan lomba dengan melibatkan banyak murid, guru, disertai dengan uji coba atau latih tanding di berbagai kota di dalam negeri, biaya untuk persiapan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah termasuk untuk pembuatan kostum atau pakaian yang digunakan saat kompetisi.

Untuk tiket perjalanan ke negeri yang jauh dan pulang kembali semua anggota group yang tak sedikit menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah, maka total biaya yang digunakan untuk mengikuti kegiatan di luar negeri itu menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Bangga dan bahagia ketika pada kompetisi itu meraih prestasi menjadi juara dan membawa piala menambah koleksi piala di sekolah.

Untuk murid, guru, orang tua atau kepala sekolah dan siapa saja yang terlibat dengan persiapan hingga meraih prestasi kompetisi, melihat piala yang dihasilkan akan memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi lagi.

Untuk warga sekolah yang tak terlibat pada proses persiapan dan pelaksanaan kompetisi, melihat piala di sekolah hanya mendapat informasi bahwa sekolahnya pernah berprestasi pada bidang tertentu, tetapi tak memberikan getaran perasaan atau memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi terus menerus.

Piala itu seperti sampah, benda yang sudah tak terpakai. Seperti sepeda yang pernah anda gunakan saat kecil, yang telah berjasa mengajarkan anda menjaga keseimbangan dan meluncur di jalan raya hingga saat ini anda menjadi juara balap motor internasional, sepeda pertama di masa kecil anda mungkin sudah hilang entah kemana, atau jika pun masih ada, barangkali hanya menjadi seonggok sampah di gudang atau halaman belakang rumah, yang hanya diri anda sendiri dan orang tua anda yang tahu bahwa sepeda itu telah berjasa mengantarkan anda menjadi juara di kompetisi balap motor internasional.

Bagaimana agar piala tak menjadi sampah di sekolah?

Pada era digital saat ini, sekolah bisa memberi nilai tambah agar koleksi piala bisa memberi arti lebih pada semua warga sekolah, dengan cara sebegai berikut:

Dokumentasikan dan kabarkan proses latihan dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa latihan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

 Dokumentasikan dan kabarkan proses uji coba tanding dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa uji coba itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses perjalanan menuju lokasi lomba dan aksi murid saat berloma atau komperisi dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa perjalanan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses penyerahan piala dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan pada kompetisi apa penyerahan piala itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan foto murid beserta piala yang diperolehnya dalam bentuk foto dan video, disertai dengan wawancara mengungkap apa saja disekitar pencapaian prestasi yang membanggakan itu dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan kompetisi apa dan dimana diadakan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Ketika piala-piala itu menghuni tempat sampah, kenangannya masih bisa dinikmati puluhan tahun di instagram dan youtube. Karena banyak karakter bagus yang bisa ditumbuhkan dari proses meraih piala, dan itu sangat bermanfaat buat membentuk manusia yang unggul.

Anda pernah juara apa?

Juli Beraksi Memotivasi

Alhamdulillah, bulan Juli tahun ini Allah kembali memberi kesempatan kepada saya untuk berbagi di SMKN 50 Jakarta (foto paling bawah), SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan (foto kedua) dan Sudin Dikmen Jakarta Utara (foto pertama), semoga bermanfaat.

Nikmati dokumentasi sessi-sessi daya disini, ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Bahagia Perlu Biaya: Mudik pake Sepeda Motor tak Baik

h4-pemudik-bermotor-memadati-jalan-soekarno-hatta-bandung_20160714_123804
Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/06/12/mudik-boleh-naik-motor-kalau-sama-pacar-ya-pacarnya-saja-tidak-boleh-sama-istri

“Mudik lebaran menggunakan sepeda motor itu sensasinya banyak, bisa beristirahat dimanapun kita mau, ekonomis sekali karena biaya bensin irit, dan saat dikampung halaman bisa pergi kemana saja mengunjungi keluarga dan rekreasi tidak tergantung angkutan umum, yang semakin jarang di kampung.”

Mungkin karena berbagai sensasi di atas, lebih dari enam juta sepeda motor berseliweran jarak jauh saat mudik lebaran. Data mudik tahun lalu ada 3.168 kecelakaan yang melibatkan 5.860 kendaraan pada pelaksanaan mudik 2017. Dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, 4.346 di antaranya adalah sepeda motor.

Data Kementerian Perhubungan, jumlah sepeda motor pada arus mudik 2017 ini mencapai 6.391.784 unit. Angka itu tumbuh 33,5 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi 74 persen dari total kecelakaan itu dialami oleh pengendara sepeda motor, kecelakaan tersebut tercatat menewaskan 742 orang.

Usaha pemerintah menyediakan layanan transportasi umum yang layak untuk semua rakyatnya amat sangat tertinggal, sementara strategi bisnis produsen kendaraan bermotor sangat progresif merespon ketiadaan angkutan umum penduduk negeri dengan memberi fasilitas kredit yang ringan dan membuat banyak rakyat tergiur memanfaat fasilitas kredit kendaraan bermotor walau jumlah akumulasi biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kendaraan bermotor sangat besar selisihnya jika diberi secara tunai. Kemacetan lalulintas membuat sepeda motor jadi pilihan utama untuk berkendara karena bisa menyelinap di rimba kendaraan yang menumpuk di jalan.

Setelah bertahun-tahun berkendara, seseorang merasa telah mengusasai sepeda motornya dengan baik dan menggunakannya untuk perjalanan jauh mudik lebaran dengan membawa serta istri, anak dan barang yang tak sedikit, hal itu akan sangat membahayakan bagi pengendara motor, terutama untuk penumpak yang duduk paling belakang. Kondisi panas matahari saat siang atau dinginnya udara malam, jarak pandang yang terbatas dalam gelap dan terpaan angin membuat semua pengendara motor cepat lelah, serta kondisi jalan yang tak selalu baik yang beresiko terhadap keselamatan pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya. Tidak hanya kerugian materi, nyawa juga bisa melayang, maksud hati menghemat waktu dan biaya tak bisa diraih, kehilangan orang yang dicintai pada hari yang direncanakan untuk berbahagia. Sangat tidak aman.

Pada Undang-undang Lalulintas sudah diatur, bahwa pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang dikenakan denda maksimal Rp. 250.000. Hal ini bisa dijadikan acuan bagi Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas sejak awal arus mudik mulai mengalir ke daerah, di setiap wilayah Polres yang dilalui arus mudik harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal, dan di wilayah Polres yang dilalui berikutnya harus dilakukan razia dan  dipersiapkan tim khusus tilang di tempat agar setiap pengendara motor yang melanggar langsung ditilang denda maksimal,begitu selanjutnya agar pengendara sepeda motor jera atau kapok karena untuk perjalanan ke jawa Tengah hingga Jawa Timur dia akan terkena sekian kali razia dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan rencana berhemat berkendara motor malah jadi boros.

Pemerintah harus mengabarkan sejak jauh-jauh hari tentang kebijakan melindungi keselamatan penduduk negerinya agar bisa lebaran dengan bahagia di kampung halaman dengan tak sekedar menghimbau rakyat agar tak menggunakan sepeda motor, tetapi mempersiapkan tindakan sangsi yang tegas jika kedapatan pengendara motor yang membawa penumpang lebih dari satu orang, apalagi membawa bayi atau balita berkendara dengan sepeda motor. Karena denda maksimal yang berkali-kali pasti jumlahnya lebih banyak dibanding anak dan istrinya melakukan perjalanan dengan bis atau kereta api beberapa hari lebih cepat dari suaminya yang mungkin mendapatkan jatah waktu libur yang terbatas, sehingga dia melakukan perjalanan mudik dengan motor seorang diri.

Usaha pencegahan agar tidak terjadi ribuan korban akibat kelelahan dan faktor jalan raya serta karakteristik sepeda motor yang diciptakan untuk perjalanan jarak dekat dengan menegakkan aturan lalu lintas yang sudah berlaku sejak dahulu. Sayangnya pemerintah selama ini seperti abai atau memberi pengampunan bagi rakyat negeri untuk melanggar aturan hukum yang berlaku, barangkali hal ini dilakukan sebagai  bentuk permintaan maaf karena hingga saat ini pemrintah belum mampu menyelenggarakan sistem angkutan umum yang baik untuk seluruh daerah.

Ada banyak penduduk negeri yang realistis karena keterbatasan waktu dan kondisi ekonomi, mereka tidak pulang kampung saat lebaran karena biaya transportasi menjadi lebih mahal dan biaya kebutuhan lain juga selalu meningkat, mereka pulang kampung untuk bersilaturahmi pada saat-saat bukan libur lebaran, ada yang sebelum puasa, ada pula yang setelah lebaran, ada yang berbarengan dengan waktu penyelenggaraan hajatan keluarga. MEreka memberikan pengertian kepada keluarga di kampung bahwa saat lebaran nanti mereka tak pulang kampung karena berbagai hal, dan biasanya keluarga di kampung mengerti.

Tak sedikit perantau di ibukota yang pulang memanfaatkan fasilitas mudik bersama dari berbagai instansi atau perusahaan, ada pula yang mencarter travel milik tetangganya di kampung sejak jauh-jauh hari, ada yang menanggung biaya mencarter mobil yang diisi beberapa keluarga untuk pergi dan pulang ke kampung halaman, bahkan ada yang menggunakan mobil bak yang diberi tutup terpal dan penumpangnya duduk lesehan hingga ke kampung halaman.

Mudik lebaran yang bahagia harus direncanakan dengan baik dan pasti memerlukan biaya yang banyak, rencana bahagia bersama keluarga di kampung halaman bisa dirasakan lewat perjuangan yang panjang dan kemauan menggunakan moda transportasi yang aman. Jika belum mampu, pulang kampung bisa diganti dengan video call untuk bermaaf-maafan. Mudik dengan sepeda motor sangat rentan terhadap kecelakaan yang bisa berujung kematian. Bahagia tak dapat diraih, hemat tak bisa didapat, nyawa melayang, biaya pun tekor karena harus membayar biaya rumah sakit, ambulan dan pemakaman, belum lagi untuk kendurian atau selamatan setelah pemakaman.

Selamat pulang kampung dengan selamat dan raih bahagia dan jangan sampai tekor.

Menikmati Depan dan Belakang Mereka

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA A

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA F

DWITAGAMA SMKN 7 JAKARTA AJ

Di SMKN 7 Jakarta 280318 saya bergembira jumpa sahabat lama Mr. Fauzi teman se asrama di PPPGT Bandung tahun 1996, dan ketemu anak-anak muda hebat yang bersiap menggapai sukses, miss u much guys.

Nikmati reportase training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Berani bertanya itu bagus

28782870_10155028950871582_2151837897977215501_n28471633_10155028947071582_5353884037848474402_n28471527_10155028945646582_5376548218913439980_n

Saya selalu sangat senang menerima pertanyaan dari anak-anak muda, karena berani bertanya itu bagus, bisa menumbuhkan berbagai karakter bagus seperti, percaya diri, berfikir sistematis, mendengar, menyimak, dsb. Foto-foto di atas adalah dokumentasi perjumpaan saya dengan anak-anak hebat di SMKN 27 Jakarta 020318. Reportase lainnya bisa disimak disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya ada lebih dari 1.230 bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Ide Posting: Dokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA DINAS P& K BANTEN 1

Sabtu, Minggu bulan lalu saya ketemuan dengan banyak teman baru di beberapa even, foto di atas saya mendokumentasikan perjumpaan dengan guru-guru SMK se Provinsi Banten memotivasi menulis di sebuah hotel di Cipondoh Tangerang, Banten.

wp-image-1367513895

Foto di atas, Minggu 30 April 2017 saya bergembira bareng mahasiswa STEI Indonesia di Rawamangun Jakarta Timur, bicarakan tentang nikmatnya jadi aktifis. Jadilah weekend saya lebih berwarna, berbusana kasual, celana jeans plus kemeja santai saya “manggung” untuk membuat kehidupan lebih baik. Terima kasih buat semua fihak yang sudah berkenan bersinergi dengan saya, berita lengkapnya bisa disimak disini.

Posting ini saya buat ketika kehabisan ide mau nulis apa, liat aja foto di harddisk kemudian diunggah ditambah dengan kalimat tiga alinea, terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga bermanfaat.

 

Guru dan Dosen adalah Pahlawan yang membuat Seseorang jadi Pahlawan

 

Kapan anda terakhir berkunjung ke Makam Pahlawan? kenapa di nisan makam harus ada topi tentara? 

Apakah yang dimakamkan disana seorang tentara?

Apakah yang jadi pahlawan harus tentara? 

Apakah cuma tentara yang bisa jadi pahlawan? 

Apa dokter tak bisa jadi pahlawan dan dimakamkan di taman makam pahlawan? Bagaimana para insinyur yang membangun infrastruktur negeri ini?  Bagaimana dengan para petani yang telah menanam padi untuk makanan pokok penduduk negeri ini? Bagaimana dengan para pedagang yang telah mendistribusikan berbagai kebutuhan rakyat senegara? Bagaimana juga para ulama yang berdakwah keliling negeri menebarkan pesan Allah buat umatnya?  

Guru cuma pahlawan tanpa tanda jasa? Itu cuma cara sebuah rezim untuk menyatakan bahwa guru punya peran penting dalam kehidupan bernegara tetapi enggan memberi penghargaan atau menghargai jasa guru, kalau tak diberi tanda jasa tak perlulah diberi label pahlawan. Orang-orang yang jadi dokter, insinyur, petani, pedagang, tentara atau berbagai profesional lainnya bisa menjadi sesuatu harus melalui pendidikan yang dilayani oleh guru dan dosen.

Mereka yang sudah menghuni taman makam pahlawan mungkin lupa bahwa mereka bisa jadi pahlawan karena guru dan dosen, oleh sebab itu pengelola negara yang masih hidup harus memberi penghargaan pahlawan untuk guru dan dosen, mungkin simbol topi baja di makam pahlawan harus dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan, kecuali untuk mereka yang saat hidupnya mengabdi sebagai tentara, kenapa tidak diciptakan simbol pahlawan yang disesuaikan dengan profesi orang itu saat masih hidup. Banyak penduduk yang kreatif di negeri ini yang mampu mendisain lambang yang representasi  di makam pahlawan, karena pahlawan negeri ini tak hanya militer, dan pahlawan yang sesungguhnya adalah guru.

Terima kasih buat para pahlawan yang telah mengabdikan dirinya untuk membaguskan negeri. Selamat hari pahlawan.

Tips Mempromosikan Sekolah di Era Digital

Ingin sekolah anda terkenal? Zaman digital sekarang ini, promosi menggunakan brosur atau poster mungkin sudah tak zamannya lagi, bagaimana cara mempromosikan sekolah di era digital?

Media

  • Facebook
  • Twitter
  • Path
  • Instagram
  • Website
  • Blog
  • Youtube
  • LikedIn
  • Google Map
  • Dsb

Ada cara efektif dan efisien, misalnya dengan menggunakan situs https://hootsuite.com atau lainnya, anda bisa memposting satu artikel untuk beberapa platform seperti Facebook, twitter, likedin, dsb. Menggunakan hootsuite anda bisa menjadwalkan kapan posting anda akan ditayangkan, sehingga jika anda punya 30 materi promosi cukup dikerjakan beberapa menit dan akan tayang sepanjang 30 hari ke depan.

Dengan instagram, anda bisa memposting satu foto atau video yang secara otomatia akan muncul di instagram, facebook dan twitter, sekaligus.  Menggunakan Gramblr, anda bisa menjadwalkan puluhan posting foto atau video yang akan terbit sesuai waktu yang anda jadwalkan, bisa dilakukan dengan menggunakan notebook.

Tagar – Hastag (#)

Pilih tagar atau hastag yang kemungkinan banyak dicari pengguna internet yang akan terhubung dengan media promosi sekolah anda, missalnya: #SMKN 50 JAKARTA, #SEKOLAH UNGGULAN, #SEKOLAH RAMAH ANAK, #SEKOLAH BERKARAKTER, dsb.

Keroyokan – Gotong Royong

Siapa yang melakukan tugas promosi sekolah? Kepala Sekolah bisa menugaskan satu orang karyawan atau guru untuk memposting berbagai kegiatan di sekolah di berbagai platform media sosial. Guru memberikan tugas kepada murid dengan berbagai tema atau kompetensi sesuai pelajaran yang diampu dan harus diunggah di blog murid, intsgram, atau youtube masing-masing murid dengan menggunakan tagar atau hastag yang disepakati.

Pada hari-hari tertentu, saat sekolah mengadakan kegiatan tertentu, semua warga bisa didorong untuk memposting artikel, foto dan video lewat berbagai platform media sosial dengan menyertakan tagar atau hastag di judul atau caption postingnya.

Kompetisi

Adakan kompetisi ekskul, misalnya kejuaraan basket yang mengundang sekolah yang jenjangnya setingkat dibawah sekolah anda, misalnya jika anda SMK, adakan kejuaraan basket antar SLTP yang mengundang SMP atau MTS di sekitar sekolah anda, atau se Kabupaten atau Propinsi, perhatikan bahwa sekolah anda akan dikunjungi banyak pelajar SMP yang sebagian dari mereka nanti akan masuk ke sekolah anda.

Google Map

Coba cari sekolah anda di google map, apakah sekolah anda eksis? lokasinya tepat pada posisi yang seharusnya atau tidak ada sama sekali? Jika sudah tepat, anda beruntung tetapi jika tidak tepat, anda bisa mengkomunikasikan kepada google agar merubah ke posisi yang seharusnya, lakukan beberapa kali jika belum direspon, saatnya nanti google akan merubah posisi sekolah anda ke yang seharusnya.

Saat ini masyarakat banyak menggunakan aplikasi peta google map, waze, dsb untuk memesan angkutan online atau saat berkendara mencari sekolah anda.

Materi Promosi Sekolah

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri ini bisa dinikmati warga dunia lewat telepon genggam?.

Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.

Menikmati Wajah Sendiri

21994287_10154650687701582_8080326450953173058_o-2

Bertemu dengan Relawan Anti Narkoba yang difasilitasi BNNK Cianjur, plus bonus foto-foto bagus dari staf BNNK Cianjur bernama Om Sunardi yang membuat saya bisa menikmati wajah sendiri dan mengenang interaksi yang seru dengan peserta, mau liat foto-foto yang lain? Silahkan kesini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari 1.100 bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini..

Manfaat Instagram buat yang disayang

Saya posting foto pertama di atas, komentarnya banyak berisi tag yang ditujukan kepada orang lain dengan kalimat sayang dan dijawab dengan kalimat sayang juga.

Barangkali mengingatkan secara lisan sudah tak cukup, instagram bisa jadi tambahan bahan amunisi ungkapkan sayang agar yang disayang tak sakit atau cepat mati kerana merokok, kalo kamu?

6 Juta Berita setahun: Gerakan MENGABARKAN SEKOLAH di Jakarta

Screen Shot 2017-10-03 at 4.19.45 PM
Sumber: http://datadikdki.jakarta.go.id/index.php?mn=rangkuman&data=sekolah

Ada kesadaran baru yang tumbuh dari pengelola Lembaga Pendidikan di Jakarta, mereka secara kompak bersama-sama mengabarkan kegiatan di masing-masing sekolahnya satu posting setiap hari lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb. Kepala Sekolah, Guru-guru dan Pegawai Tata Usaha sudah faham bahwa di era digital sekarang ini pekerjaan mengupload kabar sekolah lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb sangat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam atau notebook.

Saat ini jumlah sekolah TK hingga SLTA di Jakarta hampir 7.000 unit sekolah. Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 30.000 kabar dari sekolah setiap hari yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 150.000 kabar dari sekolah setiap satu minggu (lima hari kerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 600.000 kabar dari sekolah setiap bulan yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 6.000.000 kabar dari sekolah setiap tahun (dengan asumsi 10 bulan aktif bekerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Dalam waktu lima tahun, terdapat 30.000.000 kabar dari sekolah Jakarta bakal memadati jagat digital dan terlacak oleh Google. Apalagi jika sekolah-sekolah itu juga mengupload kabar berbentuk video di Youtube, maka jumlah 50 juta bukan hal yang tak mungkin bisa menyesaki jagat maya dan terhubung dengan Google.

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid yang baru masuk di SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri di ibukota negara ini bisa dinikmati oleh banyak orang lewat telepon genggam?. 

 
Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?

Wajah di Poster itu

#Repost @mayangsalsabila 
🚀 Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta, Dengan Bangga Mempersembahkan 🚀

Seminar Pendidikan, dengan tema:
🎊 *_Be a Creativepreneur By Optimizing Your Social Media_* 🎊

Seminar dan Talkshow bersama:
🗣 *Dedi Dwitagama, M.Si* (Pendidik, Trainer, dan Motivator)
🗣 *Devina Stefani S.* (Founder Yellow Truck Coffee)
🗣 *@Hariayo* (Founder Hprojects)

Catat tempat, tanggal, dan waktunya pada:
🗓 *Sabtu, 30 September 2017*
⏰ *08.00 – selesai*
🏢 *Lantai 9 Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta*

HTM:
💴 *Pre-Sale 1 (15 September – 21 September) : Rp. 35.000*
💴 *Pre-Sale 2 (22 September – 29 September) : Rp. 37.000*
💴 *OTS (30 September) : Rp. 40.000*

Kamu akan mendapatkan:
📄 *Sertifikat*
💡 *Ilmu yang Bermanfaat*
🍿 *Snack*
🎁 *Seminar Kit*
💎 *Motivasi dan Inspirasi*

Mekanisme Pembayaran, transfer ke:
💳 *BNI 029-525-5633 a.n Dhamayanti*
💳 *Mandiri 006-001-005-8729 a.n Aprilianti Haryono*

Lalu Kirim Bukti Transfer pada CP dengan format:
📑 *Nama Lengkap_Nomor HP_Instansi_Email_Transfer ke_BNI/Mandiri*

CP:
📞 *0857-5202-8986* (WhatsApp / SMS)

SSSTTTT!! Dan juga akan ada booth dari @yellowtruckcoffee dan @hprojects lohhh!👐 ❣ Yukkk mulai mendaftar! Terkhusus untuk teman-teman semua yang ingin mengembangkan sosmednya agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat🤗
#NFEF2017
#YoungNoLimitOpenMinded
#KitaKeluarga ➖➖➖➖➖➖➖➖
🐣 Twitter : @himapplsunj
👥 Facebook : Himappls Unj
📷 Instagram : @himapplsunj
📩 Email : himap.plsunj@gmail.com
🆔 Line@ : @lgg6371f
🔍 Blog: himapplsunj.blogspot.co.id © HPD NFEF 2017

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?

Menikmati kerja dan pempek

Screen Shot 2017-03-30 at 10.57.33 AM

Alhamdulillah tiba di Palembang 28 Maret 2017 sekitar pk 15 dengan penerbangan Batik Air, perjalanan ke S-One Hotel lancar jaya, mungkin karena hari libur … saya beristirahat setelah kuiliner pempek naik becak muterin lingkungan hotel.

dwitagama BNN Sumsel

Selesai training, sekitar pk 15.30 langsung menuju bandara nguber penerbangan pk 18.00, ternyata macet bangeeeet … mampet seperti Jakarta, alhamdulillah ketemu porter yang sigap dan ramah, anjurkan cara check inn cepat, di counter tujuan lain kota karena counter Jakarta sangat panjang antriannya, saya deg-degan takut ditolak petugas counter, ternyata diterima dengan baik mungkin karena petugas counternya sudah kenal dengan porter itu, jadilah saya dapet boarding pass dan langsung ke ruang tunggu, tak sempat duduk langsung terdengar panggilan masuk ke pesawat City Link yang sudah stand by menunggu penumpang.

Pilot kabarkan tentang penundaan keberangkatan karena bandara Halim ditutup sementara yang kemudian saya tahu penyebabnya adalah kedatangan dua pesawat bongsor membawa kepala negara besar eropa, alhamdulillah home again dijemput Bang Nurdin, makasih bang, makasih City Link, Batik Air, teman-teman BNN Sumatera Selatan yang support kehadiran saya di kota pempek, berita lengkapnya ada disini. Semoga bermanfaat.

Anak bandel, orang tua dihukum

motor
sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?

Jumlah remaja perokok adalah cermin kegagalan pendidikan

Saya terkenang, sekitar tahun 70-an, ayah saya masih merokok dan rokok di atas adalah salah satu merk rokok yang sering saya lihat di rumah dan banyak dijual di warung-warung  penjual rokok.

Sekarang rokok macam itu tak ada lagi, sudah sangat sulit didapat, hukum dagang yang umum, jika sebuah produk banyak permintaan maka produsen akan terus memproduksi karena pasti laku terjual dan menghasilkan untung, jika tak ada peminat lagi maka perusahaan akan menghentikan produksinya … seperti yang terjadi di negeri paman sam merek rokok dengan simbol koboi tak laku lagi terjual karena harga jual terlalu mahal atau karena kesadaran penduduk negeri itu tentang bahaya yang diakibatkan oleh rokok atau karena penyebab lainnya, dan pabrik rokok koboi itu berhenti berproduksi di negeri sendiri.

Seberapa banyak penjual rokok dekat tempat tinggal kita jika kita tak membelinya maka penjual rokok akan beralih menjual produk lain yang mudah laku terjual. Bagaimana membuat seseorang punya pemahaman yang benar tentang rokok dihubungkan dengan kesehatan, dsb menjadi tantangan pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jika di keluarga seorang anak dididik dengan benar dan diberi contoh yang baik oleh keluarga, orang tua tak merokok maka anaknya sejak dini sudah memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Andai di sekolah anak itu mendapatkan pendidikan yang baik termasuk masalah kesehatan dikaitkan dengan rokok maka anak itu akan menjadi remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Walau di masyarakat remaja itu terpapar oleh iklan rokok dan tekanan teman sebaya untuk mencoba rokok, dia mampu bertahan tetap tidak merokok karena memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Jika pembeli rokok tak ada maka pabrik rokok akan tutup, pindah ke negara lain yang masih banyak perokoknya, seperti merk rokok di atas yang kini tak ada lagi, maka semua merek rokok pun akan menghilang dari peredaran.

Jika pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat berhasil baik, maka jumlah perokok remaja di negeri ini tak makin banyak. Bisa jadi salah satu potret keberhasilan pendidikan suatu negeri bisa dilihat dari jumlah perokok di negeri itu.

Mungkin sama halnya dengan narkoba, jika semua orang sadar akan bahaya narkoba maka walaupun diberi secara gratis dia tak akan menyalahgunakan narkoba, menurut kamu?