Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Wajah di Poster itu

#Repost @mayangsalsabila 
🚀 Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta, Dengan Bangga Mempersembahkan 🚀

Seminar Pendidikan, dengan tema:
🎊 *_Be a Creativepreneur By Optimizing Your Social Media_* 🎊

Seminar dan Talkshow bersama:
🗣 *Dedi Dwitagama, M.Si* (Pendidik, Trainer, dan Motivator)
🗣 *Devina Stefani S.* (Founder Yellow Truck Coffee)
🗣 *@Hariayo* (Founder Hprojects)

Catat tempat, tanggal, dan waktunya pada:
🗓 *Sabtu, 30 September 2017*
⏰ *08.00 – selesai*
🏢 *Lantai 9 Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta*

HTM:
💴 *Pre-Sale 1 (15 September – 21 September) : Rp. 35.000*
💴 *Pre-Sale 2 (22 September – 29 September) : Rp. 37.000*
💴 *OTS (30 September) : Rp. 40.000*

Kamu akan mendapatkan:
📄 *Sertifikat*
💡 *Ilmu yang Bermanfaat*
🍿 *Snack*
🎁 *Seminar Kit*
💎 *Motivasi dan Inspirasi*

Mekanisme Pembayaran, transfer ke:
💳 *BNI 029-525-5633 a.n Dhamayanti*
💳 *Mandiri 006-001-005-8729 a.n Aprilianti Haryono*

Lalu Kirim Bukti Transfer pada CP dengan format:
📑 *Nama Lengkap_Nomor HP_Instansi_Email_Transfer ke_BNI/Mandiri*

CP:
📞 *0857-5202-8986* (WhatsApp / SMS)

SSSTTTT!! Dan juga akan ada booth dari @yellowtruckcoffee dan @hprojects lohhh!👐 ❣ Yukkk mulai mendaftar! Terkhusus untuk teman-teman semua yang ingin mengembangkan sosmednya agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat🤗
#NFEF2017
#YoungNoLimitOpenMinded
#KitaKeluarga ➖➖➖➖➖➖➖➖
🐣 Twitter : @himapplsunj
👥 Facebook : Himappls Unj
📷 Instagram : @himapplsunj
📩 Email : himap.plsunj@gmail.com
🆔 Line@ : @lgg6371f
🔍 Blog: himapplsunj.blogspot.co.id © HPD NFEF 2017

Advertisements


Leave a comment

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 


6 Comments

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh


Leave a comment

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?


5 Comments

Menikmati kerja dan pempek

Screen Shot 2017-03-30 at 10.57.33 AM

Alhamdulillah tiba di Palembang 28 Maret 2017 sekitar pk 15 dengan penerbangan Batik Air, perjalanan ke S-One Hotel lancar jaya, mungkin karena hari libur … saya beristirahat setelah kuiliner pempek naik becak muterin lingkungan hotel.

dwitagama BNN Sumsel

Selesai training, sekitar pk 15.30 langsung menuju bandara nguber penerbangan pk 18.00, ternyata macet bangeeeet … mampet seperti Jakarta, alhamdulillah ketemu porter yang sigap dan ramah, anjurkan cara check inn cepat, di counter tujuan lain kota karena counter Jakarta sangat panjang antriannya, saya deg-degan takut ditolak petugas counter, ternyata diterima dengan baik mungkin karena petugas counternya sudah kenal dengan porter itu, jadilah saya dapet boarding pass dan langsung ke ruang tunggu, tak sempat duduk langsung terdengar panggilan masuk ke pesawat City Link yang sudah stand by menunggu penumpang.

Pilot kabarkan tentang penundaan keberangkatan karena bandara Halim ditutup sementara yang kemudian saya tahu penyebabnya adalah kedatangan dua pesawat bongsor membawa kepala negara besar eropa, alhamdulillah home again dijemput Bang Nurdin, makasih bang, makasih City Link, Batik Air, teman-teman BNN Sumatera Selatan yang support kehadiran saya di kota pempek, berita lengkapnya ada disini. Semoga bermanfaat.


Leave a comment

Anak bandel, orang tua dihukum

motor

sumber:

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjbAFdC8bFnOUcf1dciaVdZJl-BVEHEJ6qiqQUqodB8fJoSL2m

Masalah pelanggaran lalu lintas dimana pelajar yang belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor dan tawuran antar pelajar mungkin masih lama hilang di negeri ini karena tak ada efek jera bagi para pelakunya. Pelajar yang terkena razia atau tertangkap polisi di jalan mengendari kendaraan bermotor tanpa SIM berakhir damai atau paling berat ditilang, setelah denda dibayar maka surat-surat atau kendaraan dikembalikan kepad pemiliknya dan pelajar kembali membawa kendaraan walau belum memiliki SIM.

Para pelaku tawuran yang tertangkap biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, dan jika merek tertangkap lagi biasanya dibina di kantor polisi, dipanggil guru dan orang tua, menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi lalu dipulangkan, tak ada efek jera. Walaupun peristiwa tawuran telah mengakibatkan kerusakan pada angkutan umum atau memakan korban, dengan alasan masih anak-anak … pelakunya tidak dihukum, kecuali jika peristiwanya menjadi sorotan mass media.

Di negara lain, anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun dan melakukan pelanggaran hukum maka yang akan dijatuhkan hukuman adalah orang tua dari anak itu (liat disini deh). Jika anak-anak yang bandel, membawa kendaraan bermotor belum memiliki SIM atau melakukan tawuran maka orang tua mereka akan dijatuhkan hukuman denda atau penjara, mungkin akan lebih mendorong orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi warga negara yang baik, menyayangi diri sendiri, dan saling sayang dengan orang lain. Anak-anak mungkin tak akan melakukan pelanggran karena tak mau orang tuanya dipenjara atau didenda karena kelakuannya. Guru-guru dan satpam sekolah tak perlu mengawal muridnya saat pulang sekolah agar tidak melakukan tawuran. Menurut kamu?


2 Comments

Jumlah remaja perokok adalah cermin kegagalan pendidikan

Saya terkenang, sekitar tahun 70-an, ayah saya masih merokok dan rokok di atas adalah salah satu merk rokok yang sering saya lihat di rumah dan banyak dijual di warung-warung  penjual rokok.

Sekarang rokok macam itu tak ada lagi, sudah sangat sulit didapat, hukum dagang yang umum, jika sebuah produk banyak permintaan maka produsen akan terus memproduksi karena pasti laku terjual dan menghasilkan untung, jika tak ada peminat lagi maka perusahaan akan menghentikan produksinya … seperti yang terjadi di negeri paman sam merek rokok dengan simbol koboi tak laku lagi terjual karena harga jual terlalu mahal atau karena kesadaran penduduk negeri itu tentang bahaya yang diakibatkan oleh rokok atau karena penyebab lainnya, dan pabrik rokok koboi itu berhenti berproduksi di negeri sendiri.

Seberapa banyak penjual rokok dekat tempat tinggal kita jika kita tak membelinya maka penjual rokok akan beralih menjual produk lain yang mudah laku terjual. Bagaimana membuat seseorang punya pemahaman yang benar tentang rokok dihubungkan dengan kesehatan, dsb menjadi tantangan pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jika di keluarga seorang anak dididik dengan benar dan diberi contoh yang baik oleh keluarga, orang tua tak merokok maka anaknya sejak dini sudah memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Andai di sekolah anak itu mendapatkan pendidikan yang baik termasuk masalah kesehatan dikaitkan dengan rokok maka anak itu akan menjadi remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Walau di masyarakat remaja itu terpapar oleh iklan rokok dan tekanan teman sebaya untuk mencoba rokok, dia mampu bertahan tetap tidak merokok karena memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Jika pembeli rokok tak ada maka pabrik rokok akan tutup, pindah ke negara lain yang masih banyak perokoknya, seperti merk rokok di atas yang kini tak ada lagi, maka semua merek rokok pun akan menghilang dari peredaran.

Jika pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat berhasil baik, maka jumlah perokok remaja di negeri ini tak makin banyak. Bisa jadi salah satu potret keberhasilan pendidikan suatu negeri bisa dilihat dari jumlah perokok di negeri itu.

Mungkin sama halnya dengan narkoba, jika semua orang sadar akan bahaya narkoba maka walaupun diberi secara gratis dia tak akan menyalahgunakan narkoba, menurut kamu?


Leave a comment

Public speaking itu penting

Buat minta duit sama ortu, nembak pacar, diskusi di sekolah dan kampus, diskusi di tempat kerja, nasehatin anak, dan masih banyak lagi.

Saya sangat senang jika ada anak muda yang berani bicara di depan teman-temannya, foto di atas adalah dokumemtasi training leadership di MAN 8 Jakarta 11 Maret 2017, lebih lengkapnya silahkan kesini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada lebih dari seribu bisa dinikmati disiniperlu download slide-slide Saya silahkan klik disini.


Leave a comment

MAN 4 Jakarta kembali memanggil

Setelah enam tahun berlalu, 26 Januari 2017 Saya kembali berada di Aula MAN 4 Jakarta Pondok Pinang, kali ini diskusikan tentang Campuss dan Passion dengan murid kelas 12 yang fokus, dan bersemangat siapkan sukses dirinya … Good job guys … Semoga kamu semua sukses nembus PTN dan bermanfaat buat alam semesta beserta isinya, lebih lengkap reportasenya bisa disimak disini.


Leave a comment

Mendokumentasikan 62 perjalanan berbagi tahun 2016 di https://trainerkita.wordpress.com/

dwitagama-smkn-56-hdwitagama-smkn-50-jkt
Foto pertama adalah memori bersama aktifis OSIS SMKN 56 Jakarta, 16 Januari 2016 menumbuhkan kemampuan Leadership mereka, foto yang dibawahnya adalah perjalanan yang ke-62 sepanjang tahun 2016 di SMKN 50 Jakarta menumbuhkan semangat belajar bekerja di perusahaan kepada murid SMKN 50 Jakarta yang akan melaksanakan PRAKERIN di dunia kerja atau industri, 19 Desember 2016. Agenda perjalanan Saya yang pertama tahun 2017 insyaallah pada minggu ketiga di MAN 4 Jakarta

Terima kasih kepada semua fihak yang telah bersinergi dengan Saya, semoga kehadiran saya bisa memberi manfaat buat tambahkan kebaikan dalam hidup kita, sekitar seribu perjalanan yang lain saya dokumentasikan disini. Mungkin ada wajah Anda atau orang-orang yang Anda kenal disana, mampir yuuuuuuu.


5 Comments

Menjadi Guru Inspiratif melalui Budaya Literasi dan Teknologi Informasi

william-arthur-lawebdelestudiante-2

“Guru yang biasa-biasa, berbicara. Guru yang bagus, menerangkan. Guru yang hebat, mendemonstrasikan. Guru yang agung, memberi inspirasi”.– William Arthur Ward –

 

Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen. Sedangkan rata-rata indeks tingkat membaca di negara-negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan, hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Negara maju memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Manusia-manusia di dalamnya sangat gemar membaca buku. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-harinya. Di masyarakat negara maju membaca sudah menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pada Forum Pendidikan Dunia di Korea Selatan tahun 2015 dilaporkan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bahwa diantara negera-negara di Asia, Indonesia menempati urutan 10 terbawah. Laporan BBC menyatakan bahwa anak-anak Singapura berusia 15 tahun memimpin dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan, diikuti Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan.

Guru memiliki peran penting memegang peranan yang sangat penting dalam merangsang murid untuk belajar, Guru harus menggunakan berbagai pendekatan yang mendorong murid terbiasa membaca buku-buku tyang berkualitas, menuliskan ide, pendapatnya tentang sesuatu dan memanfaatkan teknologi informasi. Continue reading


Leave a comment

Memasarkan Sekolah melibatkan murid menggunakan sosial media

Saya terkejut melihat statistik blog Saya kemarin ternyata tulisan MENJUAL SEKOLAH SEHINGGA MAKIN DIMINATI MASYARAKAT, dikunjungi oleh banyak pembaca, padahal saya menulis itu tahun 2013, kenapa? … Saat saya mencoba menduga kenapa pembaca blog saya tertarik membaca posting lama saya … teringat dialog-dialog pada Seminar atau Training-training Saya, bahwa Guru dan sekolah mungkin terlalu asik dan sibuk bekerja jadi tak ingat mengabarkan kegiatan sekolahnya, apalagi melakukan promosi.

Sesungguhnya, ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, pada waktu yang bersamaan, guru dapat melakukan promosi atau memasarkan sekolah bekerja sama dengan murid-murid yang diajarnya. anak-anak Sekolah Dasar kelas tiga sudah mampu menggunakan telepon genggam berbasis android, dengan telepon genggam itu dan akses internet, murid bisa ikut serta memasarkan sekolah, bagaimana caranya?

Pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya ada pelajaran pemahaman puisi, jika semua murid diminta memperagakan membaca puisi di depan kelas, maka waktu yang dibutuhkan akan sangat lama, dan hasilnya hanya sekedar nilai untuk kompetensi itu saja. Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan saat murid membaca puisi dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di kelas, halaman sekolah, rumah, atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS PUISI NOVIANTO SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: UCAHYO, M.Pd.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal uenggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Ucahyo sebagai guru Bahasa Indonesia memberikan tugas puisi, gaya bahasa, prosa, pantun, drama, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Ucahyo mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Ucahyo mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Ucahyo memberi tugas menulis cerpen, puisi, prosa, resensi dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Ucahyo, M.Pd akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Ucahyo dan Sekolahnya.

Pelajaran Olahraga, biasanya ada materi basket, volley, sepakbola, renang, dsb.  Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan cara mendribel bola basket, cara sevis volly, cara berenang gaya dada dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di lapangan sekolah, halaman sekolah, rumah, kolam renang atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS OLAHRAGA NURSELIA SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: HARIADI, MM.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal unggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Hariadi sebagai guru Olahraga memberikan tugas basket, volley, sepakbola, renang, softbol, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Hariadi mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Hariadi mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Hariadi memberi tugas menulis tentang peraturan permainan basket, sejarah pencak silat di Indonesia, olahraga tradisional  dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Hariadi, MM akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Hariadi dan Sekolahnya.

Ada penanaman dan penerapan beberapa karakter sekaligus dari tugas-tugas di atas, yaitu: karakter orientasi masa depan atau perencanaan, kerjasama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb. karena tugas-tugas diatas harus dikerjakan bersama-sama dengan teman atau orang lain yang perlu perencanaan, kerja sama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb.

Salah satu contoh video tugas murid sekolah yang tayang di youtube. Hampir semua mata pelajaran di kelas-kelas atas Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA hingga perguruan tinggi bisa menerapkan cara ini.

Jika dari tugas dua guru diatas sebagai contoh, bisa menghasilkan 4.000 tayangan di chanel youtube murid dan ribuan lainnya di blog murid, maka andai semua guru di sekolah anda yang berjumlah 40 orang melakukan hal itu, paling tidak ada 80.000 entri di dunia maya yang bisa dilacak dengan mesin pencari google berisi promosi kegiatan belajar di sekolah Anda, selanjutnya … terserah anda.


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


Leave a comment

Guru yang sekedar

Guru yang sekedar tahu
tahu jadwal masuk ke kelas
tahu membuat Rencana mengajar
tahun menyelesaikan kurikulum

Guru yang sekedar tahu
hari ini harus pakai seragam apa
besok pakai seragam apa
total tunjangannya berapa

Guru yang sekedar tahu
jumlah muridnya di kelas ada berapa
selanjutnya murid kuliah atau kerja
dia tak mau tahu

Guru yang sekedar tahu
jadwal masuk sekolah jam berapa
lima menit sebelum waktu pulang
sudah siap dekat mesin absen

Guru sekedar tahu
kurikulum berganti selalu
cara ngajarnya tak berubah
yang berubah cuma penampakannya, semakin tua

Guru sekedar tahu
bahwa teknologi berkembang selalu
tapi dia merasa tak terlalu perlu
tugas murid dicetak melulu

Guru sekedar tahu
bahwa google jadi yang paling tahu
tapi dia tak tahu
bahwa dirinya tak terdaftar di google


Leave a comment

Mendokumentasikan tiga wajah

Di UIN Jakarta saat menyimak pembicara, saya sentuh kamera di gawai saya, ternyata saya menemukan dua wajah yang sama, kamu kenal dia? Yang depan atau yang belakang?

Ketika mau pulang dari kampus UIN Ciputat saya menemukan wajah ketiga, liat deh.

Kabar-kabar lainnya bisa disimak disini.


Leave a comment

Yang akan datang dan berlalu

Gambar pertama adalah rencana kehadiran saya di training publik speaking, gambar kedua kenangan dari DPF, DJALALLUDIN PANE FOUNDATION setelah ToT Public Speaking dan pendidikan karakter di Cisarua Bogor 3 Oktober 2016, yang bawah itu setelah ketemu FORUM MAHASISWA BIDIK MISI UNJ di Rawamangun 1 Oktober 2016, dokumentasi lainnya ada disini.


Leave a comment

Kepala Sekolah era Digital

Seorang Guru sangat terinspirasi oleh Kepala Sekolah saat dia bersekolah di SMP Negeri di kotanya, karisma kepala sekolah dia begitu hebat, kemampuan bicara saat upacara di lapangan sekolah amat mempesona, kegiatan belajar terasa bergairah saat itu, kegiatan ekskul sangat giat, banyak sekali prestasi, sekolah sering diundang untuk kompetisi atau demonstrasi serta pentas-pentas di tingkat kabupaten, propinsi hingga nasional, guru-guru sangat respek pada beliau, murid sangat akrab dan selalu berebut jabat tangannya ketika berjumpa beliau.

Akhir-akhir ini, murid SMP yang telah jadi guru itu kangen sosok kepala sekolahnya, saat ada kesempatan dia berkunjung ke SMP almamaternya dan bertanya tentang kepala sekolahnya dulu kepada guru dan karyawan yang dia jumpai di sekolahnya, tapi sayang sekali … tak ada yang tahu dimana kini kepala sekolah hebat yang pernah memimpin sekolahnya.

Dengan telepon genggam dia browsing di google nama kepala sekolahnya, berharap ada jejak informasi, foto dan video kepala sekolah yang hebat itu … tapi ternyata guru itu tak menjumpai info, foto atau video orang yang menginapirasinya, kemanakah beliau?

Ketika ada kesempatan mengikuti seleksi calon kepala sekolah, Guru itu  mendaftarkan diri dan ternyata lulus, hingga dilantik menjadi kepala SMP Negeri di daerahnya.

Bercermin pada kehilangan dirinya tak bisa menemukan jejak kepala sekolahnya yang hebat dahulu, sejak awal menjadi kepala sekolah dia menugaskan guru dan karyawan untuk memberitakan kebaikan yang terjadi di sekolah, anak dan guru yang berprestasi, kegiatan ekatra dan intra kurikuler, profil guru, murid, karyawan dan segala sesuatu tentang SMP yang dia pimpin.

Berita di posting di website sekolah, blog sekolah, blog pribadi, blog guru, foto-foto diunggah di instagram, video diunggah di youtube. Pada hari-hari tertentu semua murid dipersilahkan membawa telepon genggam dan secara bersama-sama mengunggah foto, cerita, video di berbagai platform media sosial.

Ada murid yang membuat tulisan hasil wawancara dengan temannya, guru karyawan hingga kepala sekolah dan pedagang kantin, kemudian diunggah di website, blog, instagram, youtube, dsb. Tak sampai satu tahun dia memimpin sekolah, namanya sudah bisa dicari di google.

Sebagai Kepala sekolah beliau menugaskan kepada semua guru agar memberi tugas KBM kepada muridnya dan diunggah ke dunia maya, lewat blog. Instagram, facebook, twitter, youtube, dsb.

Jika murid di sekolahnya berjumlah 500 orang, dan setiap guru memberi satu tugas pada setiap semester yang diunggah ke dunia maya, andai 10 guru di setiap kelas melakukan hal itu, maka dalam setahun ada 500 x 2 x 10 = 10.000 informasi yang diproduksi oleh murid di sekolahnya. Jika terus berulang, silahkan hitung sendiri.

Dia berharap, kelak saat muridnya dewasa dan ingin berjumpa atau sekedar menyapa, dirinya bisa diketemukan di mesin pencari.

Pernah search nama anda di google? Bagaimana hasilnya? 


Leave a comment

Sosmed gubernur dan mahasiswa

Pagi hari ini dan pagi hari kemarin setelah kabar pencalonan dua calon gubernur saya memantau trending topik di twitter, sebelah kiri itu pencalonan pertama, kanan yang kedua, apakah artinya?

Saya juga beekomunikasi dengan mahasiswa UNJ mempersiapkan acara oktober nanti, begini promo di medsos mereka:

#Repost @achmadmirzaid with @repostapp

・・・

“Idola merupakan seseorang yang memiliki nilai lebih bagi penggemarnya, baik dari segi penampilan, prestasi dan lain sebagainya. Itulah alasan mengapa seorang idola dapat menjadi inspirator dalam segala hal, bahkan dijadikan motivasi untuk menuju kesuksesan. Lalu, seperti apasih tipe idola yang tepat untuk dijadikan motivator? dan bagaimana dengan motivasi sukses yang lainnya?” 🔥Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta Dengan Bangga Mempersembahkan!!!🔥 📢 *SEMINAR PENDIDIKAN* dengan tema *PROGRESS (Pressing of Generation Success) 2016* 📢 👉 *SUKSES KARENA PRESTASI BUKAN SENSASI* 👈 📣 Bincang Inspirasi dan Berbagi Motivasi Bersama :

👨 *Dedi Dwitagama, M.Si* (Pendidik, Trainer, Motivator)

👧 *Bella Almira* (Juara 1 Hijab Hunt 2015, Pendidikan Matematika UNJ 2015) 📆 Sabtu, 8 Oktober 2016

🏠 Gd. Sertifikasi Guru Lt.8, kampus A UNJ

⏰ 08.00 WIB s.d. Selesai
Pendaftaran

Ketik: Daftar NFEF_Nama_No Hp_Pekerjaan

Kirim ke CP: 081219821768
Ex: Daftar NFEF_Fulan_081234455689_Mahasiswa UNJ

Lalu kirim ke 081219821768
Kamu akan mendapatkan📢

📜 Sertifikat

📖 Ilmu yang bermanfaat

🍱 Snack

🎁 Seminar kit

✨ Motivasi dan Inspirasi 💰HTM:

✔ OTS : 30k

✔ Pre-Sale : 25k
Pembayaran bisa langsung ke:

🏤 Sekretariat HIMAP PLS @Gd. Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan Lt. 3, Universitas Negeri Jakarta 💸 Atau transfer ke

127-00-0721705-0 a/n. Mayang Salsabila Lubis (Rek. Mandiri)
Dan kirim *bukti* pembayaran ke CP 081219821768 (via whatsapp)
Yuk buruan daftar, mulai tanggal *23 SEPTEMBER 2016 – 6 OKTOBER 2016* loh, kuota terbatas!💃🏻 📞More Information :
Facebook Page: https://m.facebook.com/HMJ-PLS-UNJ-143242312418850/

Facebook People: Himappls Unj

🐤 @himapplsunj

📷 @himapplsunj

🆔 line :  @lgg6371f | http://line.me/ti/p/%40lgg6371f

AskFm: @HIMAPPLSUNJ

📱: 081219821768 (WhatsApp/SMS)
Datang kuuuy


2 Comments

Mengenang Papua 2005

Seorang sahabat menghubungi Saya membicarakan rencana kerja bareng beberapa hari ke depan, berbuntut membongkar file foto-foto kenangan di Papua 2007, dimana kami pernah kerja bareng.

Foto paling atas di Pantai Hamada Jayapura, di bawahnya view di bukit Mac Arthur dan paling bawah bareng trainer dan Panitia BNN RI dan BNNP Papua pada kegiatan Indonesia Australia Spesialized Training Program, Nopember 2007.

Saya sangat terkesan hingga selalu ingin menyanyikan lagu Tanah Papua karena musik.dan syairnya yang luar biasa, vokalnya jugaaaaa, miss u all.


Leave a comment

Gairah Mengabarkan Kebaikan di Sekolah menggelorakan Semangat Berbuat Baik, bikin gampang cari Presiden dan Gubernur, tak perlu impor

Di Negeri Paman Besut, ada orang yang gemar menggunakan media sosial untuk mengabarkan kegiatan, fikiran, ide dan berbagai hal yang berhubungan dengan dirinya sehingga setiap hari wajahnya selalu muncul di media sosial dan mass media mainstream, seolah mendapat angin segar promosi dirinya, dia terus menggeliat, mempublikasikan dan mengoptimalkan media sosial dan mass media mainstream hingga dirinya menjadi walikota, gubernur hingga presiden.di negerinya.
Ada orang yang meniru kelakuan orang di atas, mengabarkan semua kegiatannya di mass media dan mengoptimalkan media sosial, sehingga setiap hari wajah dan pemberitaan tentang dirinya selalu muncul di mass media mainstream dan media sosial, hingga orang itu menjadi gubernur dan berniat jadi gubernur lagi hingga ingin jadi presiden (desas desus kabar yang beredar).

Dikabarkan, mereka berdua mengelola tim pemberitaan yang terdiri dari media mainstream dan media sosial, bahkan pada satuasi tertentu tim mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk koordinasi dan melakukan tugas pemberitaan.

Kepala Dinas pendidikan salah satu kota di negeri itu menduplikasi semangat memberitakan dengan menugaskan semua kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA di kotanya untuk membuat berita setiap hari minimal satu berita di berbagai platform seperti website, blog, facebook, twitter, inatagram, youtube, steller, dsb.

Maka setiap hari bertebaran ribuan berita baik dari ribuan SD, ribuan SLTP, dan ribuan SLTA negeri dan swasta di kota itu. Berita-berita baik dari sekolah di kota itu menghujani media sosial dan masuk radar media mainstream hingga televisi, radio, koran dan majalah datang berkunjung ke sekolah mengkonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.

Ada sekolah yang secara kreatif fan terkonsep melibatkan semua guru, karyawan dan murid. Jika semua warga sekolah posting satu berita di satu media yang dia suka maka betapa banyak berita baik sekolah itu beredar secara gratis tanpa mengeluarkan biaya, apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini proses itu dapat dikerjakan hanya menggunakan telepon genggam (seperti tulisan yang anda baca ini saya tulis denga telepon genggam).

Jika semua warga sekolah sudah terbiasa memberitakan kebaikan maka secara langsung mereka audah melakukan kegiatan promosi sekokahnya, kota dan penduduknya. Jika dua orang di atas bisa jadi presiden dan gubernur karena kedadaran memberitakan kebaikan, maka kegiatan memberitakan sekolah akan melahirkan kepala sekolah yang sadar dan memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, guru-guru yang terampil menulis dan memberitakan, murid-murid yang krearif bercitarasa seni dan memanfaatkan gadget untuk kebaikan.

Andai 300 murid dan 20 guru di sekolah memberitakan satu kebaikan setiap hari, maka seminggu ada 1.600 berita, sebulan ada 4.800 berita baik sekolah anda. Jika 600 murid sekolah andan dan 40 gurunya, maka 3.200 berita kebaikan setiap minggu dan 9.600 berita baik tentang sekolah anda setiap bulannya.

Jika ribuan sekolah memberitakan ribuan kabar baik, maka dunia maya akan penuh dengan kebaikan dan pasti akan berdampak pada dunia nyata yang bakal dipenuhi kabar baik sehingga jika ada berita guru yang dilaporkan atau murid mati tawuran tak lagi jadi trending berita karena tertutup oleh jutaan berita baik yang diproduksi oleh warga sekolah.

Beritakan kebaikan yuuuuuk.


Leave a comment

Mengelola Ekstra Kurikuler di Sekolah mengisi Full Day School

Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan terprogram di sekolah yang tujuan umumnya melengkapi berbagai interaksi belajar di kelas mendorong pencapaian karakter manusia unggulan yang ideal, siap memberi kontribusi positif untuk negeri.

Tujuan khusus kegiatan ekstra kurikuler diantaranya adalah: prestasi, rekreasi, inovasi, atau lainnya yang untuk menjawab kebutuhan murid disesuaikan dengan zamannya.

Ada berapa jenis kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di Sekolah Anda? Berikut ini adalah nama-nama ekskul yang umumnya ada di institusi pendidikan formal, yakni :

A. Ekstrakurikuler / Ekskul Olahraga :
– Sepak Bola
– Bola Basket
– Bola Voli
– Futsal
– Tenis Meja
– Bulutangkis
– Renang
– Billyard
– Bridge
– Fitnes

B. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Beladiri :
– Karate
– Silat
– Tae Kwon Do
– Gulat
– Tarung Drajat
– Kempo
– Wushu
– Capoeira
– Tinju
– Merpati Putih

C. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Musik
– Band
– Paduan Suara
– Orkestra
– Drumband / Marchingband
– Perkusi
– Akapela
– Angklung
– Nasyid
– Qosidah
– Karawitan

D. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Tari Dan Peran
– Cheerleader
– Modern Dance / Tari Modern
– Tarian Tradisional
– Teater

E. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Media
– Jurnalistik
– Majalah Dinding / Mading
– Redio Komunikasi
– Fotografi
– Sinematrografi

F. Ekstrakurikuler / Ekskul Lainnya
– Komputer
– Otomotif / Bengkel
– Palang Merah Remaja / PMR
– Pramuka
– Karya Ilmiah Remaja / KIR
– Pecinta Alam
– Bahasa
– Paskibra / Pasukan Pengibar Bendera
– Kerohanian (Rohis, Rohkris, dll)
– Klub Bikers
– Wirausaha
– Koperasi Siswa / Kopsis
– Video Game, dll.

Coba perhatikan prestasi beberapa tahun terakhir di Sekolah Anda, misalnya sekolah Anda menjadi juara pada cabang olahraga Basket selama empat tahun berturut-turut di berbagai kejuaraan dan level atau jenjang kejuaraan, artinya ekskul Basket di seklah Anda sudah berlangsung dan dikelola dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola dengan baik dan diikut sertakan dalam berbagai kegiatan kompetisi pasti pernah meraih  prestasi atau menjadi juara.

Basket, volley, bulutangkis, musik, band, teater adalah beberpa contoh kegiatan yang pencapaian prestasinya butuh belasan tahun latihan secara tekun dan dengan personil yang sama untuk mendapat kesatuan perasaan, kerjasama, saling percaya, dsb yang jadi syarat utama berprestasi.

Pencak silat, melukis, menulis, photografi, cheerleaders, dan berbagai kegiatan lainnya adalah contoh kegiatan yang jika dibina serius selama setahun hingga tiga tahun bisa memperoleh prestasi hingga ke tingkat internasional, kegiatan yang bersifat perorangan lebih cepat bisa menghasilkan prestasi dibanding kegiatan yang dilakukan secara team atau group.

Jika Sekolah Anda menjadi juara pada bidang tertentu hanya pada tahun tertentu selama dua atau tiga tahun, itu artinya yang berprestasi adalah murid yang memiliki hobby pada bidang tertentu dan secara kebetulan menjadi murid di sekolah Anda, dan ketika murid itu lulus, Sekolah Anda tak berprestasi lagi pada bidang tertentu.

Prestasi pada kegiatan ekskul bisa berupa juara atau keikutsertaan pada festival atau perayaan tertentu di dalam sekolah atau di luar sekolah. Seperti video ekskul perkusi di atas dan taiko di bawah ini yang mendapat apresiasi dari event organizer untuk memeriahkan kegiatan tertentu di masyarakat, atau film pendek di akhir posting ini yang dibuat oleh murid SMK dan memperoleh juara di tingkat nasional.

Bagaimana Mengelola Ekstrakurikuler di Sekolah? Berikut ini ada beberapa alternatif membina kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

  1. Pendataan prestasi & hobby Murid Baru, Sekolah selalu mendata murid baru di awal tahun ajaran mencakup berbagai hal, tambahkan data hobby dan prestasi semua murid, lalu dikelompokkan murid-murid yang memiliki hobby dan prestasi sejenis untuk ditindaklanjuti sebagai asset sekolah.
  2. Kumpulkan murid yang punya prestasi &  hobby yang sejenis, ajak senior-senior di kelas yang lebih tinggi yang memiliki prestasi dan hobby sejenis untuk saling cerita dan berbagi pengalaman tentang latihan dan prestasi yang selama ini dudah mereka peroleh.
  3. Biarkan murid punya hobby sejenis menentukan pimpinan organisasi ekstrakurukulernya & menentukan jadwal latihan, sekolah sebaiknya memfasilitasi berbagai hal agar latihan mereka bisa berlangsung dengan baik dan segera meraih prestasi.
  4. Tugaskan Guru menjadi pendamping unit kegiatan ekstrakurikuler, biasanya menjembatani kebutuhan anak-anak ekskul dengan sekolah dan mencari penyelesaian jika terdapat masalah atau kendala untuk berprestasi.
  5. Pelatih atau instruktur adalah unsur penting yang mempengaruhi mutu kegiatan ekskul, biayanya tak murah, untuk mensiasatinya bisa dengan cara coaching atau pendampingan. Instruktur diberdayakan dalam jangka waktu dua atau tiga bulan melatih murid-murid saat akan mengikuti kompetisi atau di awal tahun ajaan baru, selanjutnya dipilih beberapa murid senior yang punya skill dan leadership bagus untuk menjadi pelatih teman-temannya disaat pendampingan sudah selesai, hal ini sangat bagus untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama diantara murid, proses pendidikan karakternya berlangsung hebat.
  6. Ikut sertakan pada Lomba atau Kompetisi sesering mungkin, hal ini akan membuat suasana latihan jadi lebih serius karena adanya target tampil atau kompetisi yang terjadwal, hingga prestasi bukan lagi jadi hal yang jauh di dapat tapi akan jadi bonus dari keseriusan latihan.
  7. Adakan kompetisi di sekolah antar murid sendiri atau undang sekolah lain, kompetisi internal akan menjaring murid lain yang punya potensi dalam bidang tertentu. Kompetisi yang mengundang sekolah lain bisa menjadi ukuran level prestasi ekstrakurikuler di sekolah Anda. Mungkin bisa dicoba mengadakan kompetisi untuk jenjang pendidikan dibawah sekolah anda, misalnya ekskul di SMK Anda mengadakan kompetisi untuk murid SMP atau SLTP di Kota atau Propinsi yang bisa jadi ajang promosi ekskul SMK Anda dan menjaring murid SMP yang berprestasi untuk memilih sekolah Anda saat lulus SLTP, sehingga SMK Anda akan mendapat murid baru yang berprestasi pada bidang ekskul.
  8. Apresiasi, beri penghargaan Murid yang menjadi Juara di upacara sekolah, umumkan kepada semua warga sekolah, beri penghargaan berupa bingkisan, beasiswa atau apapun yang bisa mendorong murid yang juara untuk terus berprestasi dan murid-murid lain untuk mengikuti kegiatan ekskul dan meraih juara.
  9. Beri kesempatan muncul jenis ektrakurikuler yang baru seauai perkembangan zaman, misalnya BEATBOX, BODY BUILDING, DRONE FOR PHOTOGRAFI, PEMBUATAN GAMES & APLIKASI ANDROID, dll.
  10. Bubarkan kegiatan ekstrakurikuler yang selama dua tahun tak pernah jadi juara, buat apa ada jadwal latihan ekskul tapi berlangsung tak serius dan tak menghasilkan, hal itu hanya buang-buang waktu percuma, lebih baik sarananya digunakan untuk keperluan yang lain, karena ekskul yang serius latihan selama setahun dan rajin ikut kompetisi pasti pernah menjadi juara.
  11. Adakan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah lain, ekskul yang mainstream hampir selalu ada di setiap sekolah diantaranya Paskib, Basket, Volley, Futsal, Rohis, dll. Akan sulit untuk meraih prestasi jika Anda memulai ekskul baru sejenis yang sudah mainstream, melalui pendataan hobby dan prestasi murid-murid yang sudah anda lakukan, dorong pembentukan ekskul baru, latihan secara serius, datangkan pelatih ahli, ikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada atau tampil pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan jenis ekskul baru Anda, lihat deh efeknya.
  12. Penuhi undangan tampil dan kejuaraan, yang akan meningkatkan prestasi ekskul sekolah Anda.
  13. Dorong Guru-guru, Karyawan di Sekolah memberi atensi dan dispensasi, Kepala Sekolah sebaiknya memberi pengertian kepada semua Guru, Karyawan (termasuk SATPAM) bahwa prestasi di bidang ekskul murid-murid akan meningkatkan mutu sekolah, membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya, bermanfaat buat murid-murid setelah dewasa dan di masyarakat nanti. Oleh sebab itu Guru harus memberi dispensasi untuk murid-murid yang akan mengikuti kejuaraan untuk meninggalkan kelas, atau SATPAM ikut serta mengawasi anak-anak ekskul latihan di luar waktu belajar sekolah, tak mengusir aktifis ekskul untuk meninggalkan sekolah segera, kecuali ada indikasi melakukan hal-hal yang tak baik.
  14. Dokumentasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll publish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, para Guru Pembina ekskul harus selalu mengingatkan anak-anak aktifis ekskul agar mendokumantasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll dengan menggunakan SMARTPHONE lalu dipublish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, hal ini akan jadi iklan atau pemberitahuan kepada dunia bahwa di Sekolah Anda murid dibekali keterampilan intelektual dan non intelektual lewat ekskul untuk menjadi manusia dewasa yang berprestasi.
  15. Lakukan inovasi untuk meraih prestasi, ukuran kesuksesan kegiatan ekskul adalah prestasi atau penampilan di dalam atau di luar sekolah. Untuk mencapai kesuksesan itu perlu inovasi dari semua warga sekolah terutama aktifis ekskul sendiri agar lelah dan letihnya latihan terbayar dengan prestasi atau apresiasi dari berbagai fihak.
  16. Berdoa sebelum ikut kompetisi, ajak semua murid saat upacara untuk bersama berdoa agar tim ekskul yang akan tampil atau berkompetisi bisa mencapai hasil yang baik, hal ini juga bisa jadi promosi aau pemberitahuan buat semua murid di sekolah itu bahwa sekolah Anda punya gairah berprestasi lewat kegiatan ekskul.
  17. Biaya, anak-anak yang memiliki hobby pada bidang tertentu sudah tahu akan konsekwensi atau resiko dari biaya yang haru dikeluarkan untuk mengekspresikan hobbynya, jika mereka sudah merasakan manfaat kegiatan ekskul, bertekad bulat untuk meraih prestasi bersama, dan motivasi lainnya, maka mereka tak akan segan-segan untuk ikut serta menanggung biaya kegiatan ekskul, jika perlu mengundang orang tua untuk menyampaikan rencana kegiatan anak-anaknya, mungkin diantara mereka ada yang bersedia menjadi sponsor atau mencarikan sponsor yang akan membantu pembiayaan kegiatan atau kompetisi, cara-cara keatif melalui “DANUS” (dana usaha) bisa jadi alternatif, misalnya menjual bunga, snack, asesoris, dsb yang keuntungannya digunakan untuk membiayai kegiatan dan kompetisi, mengundang atau mendatangi alumni yang sudah sukses juga bisa jadi alternatif mengatasi pembiayaan kegiatan, semoga bermanfaat.

Ada berapa ekskul di sekolah Anda? Ada berapa prestasinya setahun terakhir ini?


Leave a comment

Pak Profesor, tolong hentikan tawuran yang sudah berlangsung puluhan tahun

tawuran11

Tawuran, masih saja terjadi di Negeri ini. Berapa puluh tahun tawuran terjadi terus dan seperti tak ad yang bisa menghentikannya. Peristiwanya terjadi tanggal 17 agustus, saat peringatan Kemerdekaan Negeri.

Satu.
Tawuran itu jelas tak benar, melanggar banyak nilai-nilai kehidupan seperti; kasih sayang, persatuan, jiwa sosial, bela negara, dan masih banyak lagi.

Dua.
Tanggal tujuh belas seharusnya digunakan buat memperingati kemerdekaan dengan melakukan hal-hal baik buat negeri, bergembira dengan semua warga, termasuk rekan sebaya.

Tiga.
Bersama teman sekolah, harusnya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan menuju manusia yang baik, bukan malah mencederai kemanusiaan.

Empat.
Petugas dinas perhubungan mestinya waspada, jika melihat anak membawa senjata tajam, jangan lagi mendekat atau melerai, laporkan saja ke Polisi karena Polisi punya cara dan alat untuk mengatasi pelaku kriminal bersenjata, mereka sudah dilatih untuk itu.

Lima.
Polisi kita itu hebat, teroris yang gerakannya licin seperti belut, bersembni dalam senyap, bisa ditangkap … harusnya pelajar pelaku tawuran yang senang bergerombol di jalan atau teriak di sosial media dengan mudah ditangkap dan diproses supaya dia bisa berada di sekolah yang lebih tepat, tak lagi di sekolah umum dan terus membawa senjata tajam, mungkin di sekolah khusus dia bisa jadi lebih baik dan tak bisa bawa senjata lagi.

Enam.
Orang tua murid juga aneh, kenapa anaknya yang belum 17 tahun dan belum memiliki SIM diijinkan membawa sepeda motor ke sekolah, mungkin alasannya supaya lebih capat bisa tiba di sekolah atau kembali ke rumah … kenyataanya sepeda motor digunakan bersama-sama temannya melakukan tawuran hingga memakan korban.

Tujuh.
Sekolah itu isinya Guru-guru yang berpendidikan SARJANA, bahkan tak sedikit yang alumni PASCA SARJANA hingga DOKTOR, harusnya bisa mengelola sekolah sehingga muridnya tak lagi tawuran, caranya silahkan berkreasi sendiri-sendiri, dengan cara biasa-biasa saja atau ekstra ordinary, apa iya murid yang umurnya belasan tahun belum tamat Sekolah Lanjutan itu bisa terus-terusan mengalahkan puluhan Guru di Sekolah atau Ribuan Guru di Negeri ini … menjadikan tawuran seolah pesta atau hak murid yang boleh dilakukan kapan saja.

Delapan.
Profesor lawan Anak Bawang. Menteri Pendidikan, Kepala Dinas, Gubernur atau Presiden, pendidikannya tinggi, berlapis, dengan pengalaman hidup segunung, kenapa juga tak mampu hentikan tawuran yang telah berlangsung puluhan tahun. Sepertinya anak-anak bawang itu mengalahkan orang-orang hebat berumur banyak.

Sembilan.
Ayo dong Pak Profesor, hentikan segera tawuran pelajar.


Leave a comment

Anak nakal dan bodoh itu milik siapa; Sekolah Anda masuk jenis yang mana?

Sekolah negeri yang bagus, pada sekitar bulan Juni setiap tahunnya terima murid lewat tes berdasarkan nilai yang diperoleh anak pada jenjang pendidikan yang sebelumnya. Kapasitas sekolah negeri yang terbatas membuat tak semua anak lulusan jenjang pendidikan yang lebih rendah bisa diterima di tingkat yang lebih tinggi.

Sekolah swasta yang bagus menerima murid sejak Januari atau ada yang sejak November dan Desember melalui serangkaian tes dan wawancara dengan anak dan orang tua. Diawali dengan potensi akadmik atau bahasa sederhananya kepandaian anak itu di tes, yang dinilai bodoh atau agak kurang tak diterima. Proses berikutnya tes psikologi atau wawancara yang mereview kejiwaan anak murid, yang punya potensi nakal atau bermasalah tak diterima. Setelah intelektual dan psikologi lulus, orang tua diwawancara untuk mengetahui kemampuan saya dukung kepada sekolah atau kemampuan ekonominya, setelah semua tes lulus, maka anak murid diterima di sekolah swasta yang bagus.

Anak yang bodoh tak diterima di sekolah swasta yang bagus, apalagi dia miskin, karena biaya sekolah swasta tidak murah. Anak yang bodoh itu mendaftar di sekolah swasta kelas rendah yang menerima murid baru tanpa proses tes atau seleksi, alasannya beragam sehingga sekolah itu langsung menerima setiap murid yang mendaftar asal sanggup memenuhi kewajiban mambayar uang pangkal dan iuran bulanan.

Pada proses perjalanannya, ada anak yang diterima di sekolah negeri memiliki temperamen atau perilaku yang tak baik, gemar berkelahi atau tawuran dengan teman satu sekolah atau sekolah lain dengan berbagai alasan, bahkan ada yang berani melakukan kekerasan terhadap guru yang berakibat murid itu dikeluarkan sesuai peraturan sekolah. Karena kasusnya heboh dan diberitakan di mass media, maka tak ada sekolah negeri dan swasta yang bersedia menerima anak nakal itu dengan berbagai alasan.

Di Sekolah bagus berbasis agama peraturan disiplin sangat ketat dilaksanakan, anak yang nakal melanggar aturan lembaga dikembalikan kepada orang tua, menyontek saat ulangan harian pun mendapat sangsi dikembalikan kepada orang tua atau dikeluarkan dari Sekolah. Memang kemudian mereka menghasilkan alumni yang hebat dan melanjutkan ke jenjang pendidikan hebat di dalam dan luar negeri berkarya mandiri di masyarakat.

Anak bodoh dan nakal di sekolah negeri atau swasta kelas rendah tetap dengan perilaku yang bodoh dan nakal tak berubah hingga lulus, karena sekolah sangat takut memberi sangsi atau mengeluarkan anak murid dari sekolah dengan berbagai alasan misalnya; kasihan, bakal sepi peminat tahun berikutnya,

Menurut aktifis HAM, sekolah yang mengeluarkan atau tak menerima murid adalah pelanggar HAM karena anak murid adalah manusia yang harus dijamin haknya memperoleh pendidikan. Sementara Lembaga Pendidikan berusaha menjaga mutu dan image Lembaganya agar bisa tetap bertahan di era persaingan yang luar biasa. Apakah aktifis HAM atau Negara bisa memaksa Lembaga Pendidikan menerapkan budaya atau aturan tegas yang sering sudah menjadi image atau trade mark Lembaga tersebut. Bisakah Aktifis HAM atau Negara memaksa Sekolah Swasta menerima orang yang tidak mampu dalam hal intelektual maupun ekonomi diterima?

miskin

Positioning.

Anda sebagai Guru atau Manajemen di Sekolah Negeri atau Swasta, apakah bersepakat untuk memposisikan diri anda dan sekolah anda sebagai tempat belajar anak-anak murid yang pintar dan mampu secara ekonomi, pintar dan miskin, bodoh tapi kaya, bodoh dan miskin … itu adalah pilihan dan kesepakatan anda dengan Lembaga Pendidikan dimana Anda bekerja. Sebuah pilihan yang harus disertakan program dan kerja keras menju image yang ditargetkan yang akhirnya membuat masyarakat berduyun-duyun menyekolahkan anaknya di sekolah anda.

Tahukah Anda banyak Sekolah Negeri dan Swasta yang tak ada peminatnya dan mereka tutup tak beroperasi  karena masyarakat tak ingin menyekolahkan anaknya di sekolah itu dengan berbagai alasan seperti; mutu sekolah, mutu guru, kegiatan ekskul, disiplin, dsb. Tak sedikit Sekolah Negeri yang pendaftarnya sangat sedikit atau sekedar pas memenuhi kuota daya tampung yang ditetapkan dengan nilai atau kemampuan intelktual dan ekonomi yang rendah.

Sementara ada Sekolah Swasta yang biaya uang pangkalnya puluhan juta, dengan iuran bulanan jutaan rupiah selalu kelebihan peminat, tak pernah kekurangan murid dengan cabang sekolah belasan di berbagai daerah seantero negeri, misalnya Pondok Modern Gontor, Kanisius, dsb. Masih ada pula Sekolah Negeri yang disupport oleh orang tua murid karena rencana pencapaian targetnya memerlukan biaya melebihi budget yang disediakan Pemda, maka orang tua masih bersedia membayar iuran berlabel sumbangan sukarela, dsb.

Harus sekolah dimanakah anak-anak bodoh yang miskin?
Kenapa mereka miskin?
Kenapa mereka bodoh?
Apa yang harus dilakukan oleh Negara?
Menurut Anda?


Leave a comment

Selamat, buat Guru-guru berpredikat IN – Instruktur Nasional, ikuti ToT Public Speaking & Pembuatan Slide yang Bagus

Beberapa waktu terakhir, Guru-guru se Indonesia sedang disibukkan dengan pelatihan serentak IN (Instruktur Nasional) berhubungan dengan penerapan Kurikulum Baru atau tindak lanjut UKG (Uji Kompetensi Guru).

Selamat kepada Bapak, Ibu Guru yang mendapat kehormatan sebagai IN, menjadi pembicara di depan Guru atau teman se profesi lebih memerlukan banyak hal lebih dibanding berbicara di depan murid di kelas. Kemampuan penguasaaan materi saja tak cukup, ada hal penting yang harus anda kuasai untuk menjadi IN yang baik, yaitu: Public Speaking dan Pembuatan Slide Presentasi  yang baik, presentasi hanya berbicara dan mengandalkan slide yang anda kopi dari fihak lain akan membuat anda sulit tampil sebagai diri sendiri secara optimal.

Salah satu indikator keberhasilan anda sebagai IN adalah, ada tindak lanjut dari pertemuan anda dengan audience, dimana anda diundang lagi oleh penitia untuk kegiatan selanjutnya atau audience anda mengundang anda untuk menjadi pembicara pada kegiatan yang mereka slenggarakan, artinya anda telah memuskan panitia dan audience anda.

Jika tak ada lagi undangan buat anda setelah peristiwa terpilihnya anda sebagai IN, maka performace anda bisa dikatakan tak memuaskan fihak lain karena berbagai faktor. Kami ingin membantu anda menjadi IN yang mumpuni dan menaikkan level skill profesional anda sebagai guru atau pembicara handal lewat kegiatan training kami.

Inilah acara yang paling ditunggu oleh Guru di Indonesia Training Public Speaking For Teacher Batch 2 Jakarta. Acara Training Executif ini hanya dilaksankan satu tahun sekali diperuntukan bagi guru yang ingin menaikan kelasnya yaitu menjadi guru di atas rata-rata yang mampu menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang. Training ini juga dibatasi hanya untuk 30 orang peserta hal ini dilakukan agar menjaga kualitas training untuk menghasilkan lulusan training yang berkualitas.

Poster Iklan Public Speaking For Teacher

slide-3-public-speaking-for-teacher-2

Anda tertarik? silahkan klik disini.


Leave a comment

Training of Trainer Public Speaking buat Instruktur Nasional & Guru yang mau Maju

Poster Iklan Public Speaking For Teacher

Selamat kepada Bapak, Ibu Guru yang terpilih jadi Instruktur Nasional dan harus menjadi pembicara untuk teman Guru lainnya, apakah kemampuan membuat slide dan paparan Anda sudah cukup baik?

Ikuti training kami yang akan membuat anda menjadi Instruktur Nasional yang bakal dikenang oleh audience dan mendapat undangan lanjutan sebagai pembicara berbobot di berbagai forum, selamat mengikuti.


3 Comments

Orang oon ketemu orang miskin, Sekolah harus mendidik murid taat hukum

image

Motor digembok aja bisa ilang, apalagi ditinggalin di pinggir jalan, dan oon nya elo bersedia bayar 5.000, dan itu ga bikin tukang parkirnya jadi kaya, liat aja deh, mreka tetep miskin krn uangnya habis cuma buat beli rokok, orang tua yg kasih izin anaknya bawa motor sedang mendorong anaknya ke kematian, kalo kamu?


Leave a comment

Teacher Competency Development Program (TCDP) Djalaludin Pane Foundation di Labuhan Batu Utara Sumatera Utara

image

Bersiap berbagi.

#Repost @laburaku, @rizki.ardhani – 

Yuk manfaatkan momen HARI KEBANGKITAN NASIONAL dengan mengikuti acara inspiratif dari @djalaluddinpane yang dipersembahkan bagi GURU-GURU SMA/SMK/MA di Aekanopan, Labuhanbatu Utara – Sumatera Utara

Hadir pembicara luar biasa, ada Mas @dwitagama (Guru Era Baru, Jakarta), ada Mas Bambang F Wibowo @bengmedan Prioritas Medan, dipandu moderator yang luar biasa Kakanda @nasutionrizky
Info lebih lanjut:

Chairul Nasution +62 853 6116 2654

Muhammad Rizky Aulia +62 823 6567 9019

Buruan ya Bapak/Ibu Guru.
Terbatas untuk 200 GURU

#laburaku #indonesiaterdidiktik
#melektik
#djalaluddinpanefoundation
#djalaluddinpane
#TCDP #DPF #ATTIKSUMUT
#butahurufabad21
#laburalahirbathin
#labura #Regrann


Leave a comment

Mendokumentasikan wajah sendiri

Foto-foto di atas merupakan rekam jejak beberapa presentasi Saya di tahun 2016, reportase lengkapnya bisa dinikmati disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Buat Murid yang Mau Maju, Guru yang Mau Tahu juga boleh? Silahkan kontak panitianya

image

Melanjutkan info sahabat saya @dnrnoer:
Education is the MOST powerful weapon which you can use to change the world — Nelson Mandela
==================
KAPMI Jakarta Proudly Present

Education and Students Day (ESD) 2016
“Nationalist, Creative, and Smart Education”
==================
Talkshow inspiratif mengenai pendidikan untuk menumbuhkan pelajar yang nasionalis, kreatif, dan cerdas.
Punya pesan untuk pendidikan?
Kalian bisa tulis sepuasnya di acara ini! “1000 pesan pelajar untuk Indonesia”

You’ll get:
– Knowledge
– Talkshow inspiratif
– E-certificate – Photobooth – Meet up Students
– Doorprize
– Snack

Pembicara:
– Dedi Dwitagama, MM., M.Si (Guru berprestasi Se-Jakarta) – Radifan Ikramullah (Hafidz 30 Juz) – Juan Antonio (Pelajar berprestasi)
Keynote Speaker:
– Reni Rupini A. (Founder Masyarakat Pemerhati Pendidikan, CEO Edupost.id)

Special Performances:
– Tim robotik MAN 2 Jakarta (Juara 2 Robotik Internasional) – Tim Aero-modeling SMKN 29 Jakarta (Juara umum aeromodelling piala gubernur Jawa Barat tingkat nasional 3 tahun berturut2)
Hari/tanggal: Minggu, 8 Mei 2016
Waktu: 08.00 s.d 12.00 WIB
Tempat: Aula Graha Utama Kemendikbud Jakarta
Gedung A Kemdikbud Lt. 3, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Rute:
🚌Busway: Koridor 1 (blok m-kota) turun di halte bunderan senayan
🚎Kopaja: Kopaja 19 blok m-tanah abang turun di depan gedung kemendiknas ⚠PESERTA TERBATAS! HANYA 300 PELAJAR
Segera amankan kursi kamu. 📋Format Pendaftaran :
Nama_Sekolah_Jenis Kelamin_No. HP_ID Line(Jika ada) _Email | 📲Kirim ke CP Pendaftaran 📱CP Pendaftaran
Laki-laki 0896-9001-4990 (SMS/WA) // mhdrodhi (Line)
Perempuan 0857-7618-6000 (SMS/WA) // salsaryantari (Line) ⌛Pendaftaran ditutup pada Sabtu, 7 Mei 2016 jam 20.00 *Khusus pelajar

Organized by:
KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia) JAKARTA

Sponsor:
PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional)
Media Partner:
Edupost ID

Follow Us on Socmed
🌐 Facebook : KAPMI Nasional
🐦 Twitter: @kapminasional
🖼 Instagram : @kapminasional
♻Line: @xdy4361g http://line.me/ti/p/%40xdy4361g


Leave a comment

Mendokumentasikan Wajah-wajah Bergairah

Sebelum dihapus dari harddisk agar menambah ruang simpan teman kerja Saya, foto-foto di atas saya angkat untuk bisa dinikmati semua orang, termasuk Anda, kegiatan di atas adalah dokumentasi kehadiran Saya di kegiatan EDU WATCH – BEM UNJ, di Rawamangun Jakarta Timur 18 April 2015, terima kasih telah berkunjung ke blog Saya, semoga bermanfaat.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Mendokumentasikan Audience

Sebelum tampil di Universitas Trisakti Jakarta, pada kegiatan BPHMJ Akuntansi dan Perpajakan di Gelanggang Mahasiswa Universitas Trisakti 12 Maret 2016, cerita lebih lengkap ada disini, semoga bermanfaat.


Leave a comment

Menemani Gerhana Matahari Total, mendokumentasikan perjalanan belasan tahun

Jika Gerhana Matahari Total hari ini, Rabu 9 Maret 2016 membuat banyak orang sibuk mendokumentasikan wajah matahari yang terjadi ratusan tahun sekali, hingga Indonesia kedatangan banyak pakar Astronomi yang tertarik meneliti dan mendokumentasikan peristiwa langka di dunia. Saya menyibukkan diri mendokumenasikan perjalanan training dan seminar Saya sejak tahun 2005 hingga kini, alhamdulillah ternyata sudah banyak sekali saya bertemu dengan berbagai situasi dan membuat saya berkeliling Indonesia dan beberapa negara di Dunia, lebih dari seribu yang tercatat, foto-foto di atas adalah sebagian dari ribuan foto di album facebook Saya, semoga bermanfaat, ini rekap kehadiran Saya:

Dokumentasi/Jejak Training/Seminar

• 66 Training sepanjang tahun 2015 bisa disimak disini.
• 114 Training sepanjang tahun 2014 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2013 bisa disimak disini.
• 125 Training sepanjang tahun 2012 bisa disimak disini.
• 97 Training sepanjang tahun 2011 bisa disimak disini.
• 109 Training sepanjang tahun 2010 bisa disimak disini.
• 57 Training sepanjang tahun 2009 bisa disimak disini.
• 181 Training sepanjang tahun 2008 bisa disimak disini.
• 75 Training sepanjang tahun 2007 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2006 bisa disimak disini.
• Training sepanjang tahun 2005 dan sebelumnya bisa disimak disini.

Dokumentasi training, seminar, workshop Saya yang terbaru ada disini.