Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Membayangkan Sekolah Full Day tanpa Ujian Nasional

cover_ciriekskulkeren

Pagi hari, murid datang ke sekolah dalam riang gembira, kegiatan diawali dengan olahraga senam aerobik diiringi musik gembira yang dipandu oleh aktifis kegiatan ekstra kurikuler senam aerobik yang sudah dilatih oleh profesional, berlanjut dengan sarapan pagi bersama, murid dan guru membersihkan diri mengganti pakaian olahraga dengan pakaian lain untuk belajar mengajar kecuali yang jadwalnya pelajaran olahraga. Murid belajar hingga waktu sholat dhuhur.

Di Masjid Sekolah aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah, mengkaji al qur’an atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Masjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Setelah sholat murid-murid dan guru menikmati makan siang di kantin atau bekal yang mereka bawa sendiri sambil mendengar musik lembut dari audio terpusat sekolah dengan penyiar atau host seorang murid yang bertugas bergantian setiap hari. Setelah itu mereka kembali belajar hingga waktu sholat ashar.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Di Masjid Sekolah aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Masjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Selesai sudah kegiatan belajar, selesai sholat semua murid berganti pakaian sesuai pilihan kegiatan ekstra kurikuler yang diminati, ada yang berbaju pencak silat, karate, futsal, bulu tangkis, penari, peneliti, juru masak, basket, renang, pilot (aeromodeling), marching band, pencinta alam, dan berbagai kostum sesuai kegiatan yang diminati.

Kelas-kelas dan halaman sekolah meriah dengan atraksi dan interaksi kelompok-kelompok ekskul, apalagi ketika ekskul tertentu akan mengikuti kompetisi atau festival, latihan mereka jadi lebih serius untuk mengejar target yang telah disepakati.

Matahari tenggelam, murid-murid mandi di sekolah berganti pakaian untuk bersiap sholat magrib bersama di masjid sekolah. Aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Msjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa penutup kegiatan hari itu, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Murid-murid pulang dengan rasa senang, keringat di badan, sudah bersih berganti segar dan wangi setelah mandi di sekolah, tak perlu mengerjakan Pekerjaan rumah karena semua pekerjaan sudah diselesaikan di sekolah, tiba di rumah murid-murid bercengkerama denga orang tua dan adik kakak, hingga tiba saatnya beristirahat.

Sekolah harus memiliki sarana ibadah berupa masjid yang bisa menampung semua murid, kamar mandi harus cukup banyak untuk mempercepat murid membersihkan diri setelah berolahraga pagi dan melakukan kegiatan ekstra kurikuler sebelum sholat magrib.

Sekolah jadi seperti rumah kedua dari anak-anak negeri, mereka bergembira bersama teman sebaya didampingi guru-guru untuk mengotimalkan bakat dan minat yang bisa jadi andalan hidup di massa depan, yang punya prestasi luar biasa akan mewakili negera untuk kompeyisi tingkat dunia seperti olimpade atau eksebisi seni di luar negeri. Fasilitas makan siang, ketersidaan menu di kantin dan sarana lainnya harus mendukung semua kegiatan siswa sepanjang hari di sekolah.

Bayangkan, semua murid di sekolah berpartisipasi sebagai pemandu atau instruktur senam, menyiapkan dan jadi pelaksana sholat tiga kali sehari di sekolah yang jumlahnya bisa lebih dari sepuluh orang murid setiap hari, buat sekolah yang manganut agama berbeda bisa menyesuaikan dengan ritual atau cara ibadahnya masing-masing, belasan murid yang mengoperasikan radio sekolah dengan musik pilihan saat jam istirahat. Semua murid terlibat kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti murid setiap hari.

Dinas Pendidikan atau Pemerintah Daerah harus menyelenggarakan kompetisi berbagai kegiatan yang bisa menyalurkan aktifis ekskul di sekolah untuk uji kebolehan atau mengukur kemampuan hasil latihan di sekolah, hal ini bisa memunculkan anak-anak negeri yang berbakat untuk banyak cabang olahraga yang bisa dibina menjadi atlit nasional berbagai cabang olahraga hingga juara olimpiade.

Murid-murid Kelas terakhir seperte Kelas 6, 9 dan 12 diberikan treatmen khusus bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, untuk murid SD, SLTP dan SLTA yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mendapat pengayaan materi pelajaran untuk bisa menembus seleksi masuk ke sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, kegiatan pengayaan materi dilakukan seminggu empat hari, yang satu hari murid tetap melakukan kegiatan ekskul sesuai minat seperti olahraga dan seni agar tetap terjaga kesehatan jasmani dan mental mereka.

Kelulusan ditentukan oleh Rapat Dewan Guru dengan kriteria karakter atau moral yang baik dan prestasi murid sesuai pilihan atau minat ekskulnya. Bakal terjadi seorang murid yang lulus dengan produktifitas sangat memuaskan yang telah mampu menghasilkan banyak film pendek dan menjadi juara festival film tingkat internasional, tetapi memiliki nilai matematika yang kurang memuaskan, atau murid yang punya kemampuan public speaking sangat bagus karena terbiasa menjadi penceramah di Masjid Sekolah, di hadapan teman yang sama agamanya, kemudian menjadi aktifis di organisasi ekskul, OSIS, dan setelah dewasa menjadi pengurus partai dan terpilih menjadi pemimpin yang dihormatri rakyatnya. Mungkin nanti kita terbiasa menjumpai murid jago olahraga beladiri yang telah menjuarai kompetisi tingkat dunia termasuk olimpiade, tapi tak mampu mendapat nilai ujian bahasa atau matematika yang baik.

Betapa dahsyatnya, negeri yang berpenduduk lebih dari seperempat milyar ini menguasai berbagai cabang olah raga dan memiliki banyak bintang-bintang di dunia seni musik, penyanyi, pesulap, penulis, pelukis, pembuat film dan sebagainya, menurut anda?


Leave a comment

Memasarkan Sekolah melibatkan murid menggunakan sosial media

Saya terkejut melihat statistik blog Saya kemarin ternyata tulisan MENJUAL SEKOLAH SEHINGGA MAKIN DIMINATI MASYARAKAT, dikunjungi oleh banyak pembaca, padahal saya menulis itu tahun 2013, kenapa? … Saat saya mencoba menduga kenapa pembaca blog saya tertarik membaca posting lama saya … teringat dialog-dialog pada Seminar atau Training-training Saya, bahwa Guru dan sekolah mungkin terlalu asik dan sibuk bekerja jadi tak ingat mengabarkan kegiatan sekolahnya, apalagi melakukan promosi.

Sesungguhnya, ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, pada waktu yang bersamaan, guru dapat melakukan promosi atau memasarkan sekolah bekerja sama dengan murid-murid yang diajarnya. anak-anak Sekolah Dasar kelas tiga sudah mampu menggunakan telepon genggam berbasis android, dengan telepon genggam itu dan akses internet, murid bisa ikut serta memasarkan sekolah, bagaimana caranya?

Pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya ada pelajaran pemahaman puisi, jika semua murid diminta memperagakan membaca puisi di depan kelas, maka waktu yang dibutuhkan akan sangat lama, dan hasilnya hanya sekedar nilai untuk kompetensi itu saja. Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan saat murid membaca puisi dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di kelas, halaman sekolah, rumah, atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS PUISI NOVIANTO SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: UCAHYO, M.Pd.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal uenggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Ucahyo sebagai guru Bahasa Indonesia memberikan tugas puisi, gaya bahasa, prosa, pantun, drama, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Ucahyo mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Ucahyo mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Ucahyo memberi tugas menulis cerpen, puisi, prosa, resensi dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Ucahyo, M.Pd akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Ucahyo dan Sekolahnya.

Pelajaran Olahraga, biasanya ada materi basket, volley, sepakbola, renang, dsb.  Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan cara mendribel bola basket, cara sevis volly, cara berenang gaya dada dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di lapangan sekolah, halaman sekolah, rumah, kolam renang atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS OLAHRAGA NURSELIA SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: HARIADI, MM.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal unggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Hariadi sebagai guru Olahraga memberikan tugas basket, volley, sepakbola, renang, softbol, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Hariadi mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Hariadi mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Hariadi memberi tugas menulis tentang peraturan permainan basket, sejarah pencak silat di Indonesia, olahraga tradisional  dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Hariadi, MM akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Hariadi dan Sekolahnya.

Ada penanaman dan penerapan beberapa karakter sekaligus dari tugas-tugas di atas, yaitu: karakter orientasi masa depan atau perencanaan, kerjasama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb. karena tugas-tugas diatas harus dikerjakan bersama-sama dengan teman atau orang lain yang perlu perencanaan, kerja sama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb.

Salah satu contoh video tugas murid sekolah yang tayang di youtube. Hampir semua mata pelajaran di kelas-kelas atas Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA hingga perguruan tinggi bisa menerapkan cara ini.

Jika dari tugas dua guru diatas sebagai contoh, bisa menghasilkan 4.000 tayangan di chanel youtube murid dan ribuan lainnya di blog murid, maka andai semua guru di sekolah anda yang berjumlah 40 orang melakukan hal itu, paling tidak ada 80.000 entri di dunia maya yang bisa dilacak dengan mesin pencari google berisi promosi kegiatan belajar di sekolah Anda, selanjutnya … terserah anda.


3 Comments

Guru Desa eksis mendunia, Guru Kota takut dipenjara

Seorang Guru honor di sebuah sekolah dasar di kaki gunung yang berjarak hampir seribu kilometer dari ibukota negeri, menulis cerita tentang sekolahnya, tentang kegiatannya, tentang anak murid-muridnya, tentang lingkungan tempat tinggalnya, beliau juga mendokumentasikan pelajaran, soal-soal ulangan, ujian dan foto-foto serta video yang ingin dikenangnya di blog pribadinya.

Dia tak mengeluh saat akses internet sedang berhenti, disimpannya bahan tulisan untuk posting blognya, dan saat mendapat akses internet yang bagus guru itu memposting tulisannya sehingga guru di pinggir gunung itu dikenal oleh banyak orang seantero negeri.

Melalui mesin pencari google, guru-guru seluruh negeri bahkan yang berada di luar negeri mencari materi belajar, soal-soal, dan hal-hal lain untuk proses belajar di Sekolah Dasar. Guru pemilik blog yang tak berbayar jadi sering diundang ke berbagai forum di daerah lain hingga ke ibukota negeri dan kerap mendapat kiriman tiket pesawat dan fasilitas akomodasi di hotel berbintang, sebuah anugerah luar biasa untuk seorang guru honor di daerah terpencil. Dia menjadi narasumber pada berbagai kegiatan seminar dan pelatihan di berbagai kota di negerinya. Guru itu juga mendorong murid-murid SD nya untuk memanfaatkan teknologi informasi memberitakan kegiatan di sekolahnya.

sd-jambekumbu

Murid SDN Jambekumbu 01

Seorang guru di ibukota negeri berpenghasilan belasan juta rupiah sebulan, tak memiliki blog, tak berani menuliskan sesuatu karena takut dipenjara, dia senang berselancar membaca berbagai informasi, dia seperti berkubang di lobang yang sama puluhan tahun dan semakin tenggelam, dilupakan murid-muridnya, tak dikenal teman guru sekecamatan, apalagi dicari oleh guru di kota lain, keikutsertaannya dalam seminar-seminar atau pelatihan sebagai peserta atas undangan dinas pendidikan di kota dan profinsinya.

Betapa sia-sia fasilitas di sekolah guru yang terletak di ibukota negeri dan akses internet yang berlimpah … bahkan nama guru ibukota itu tak terlacak di mesin pencari google, nama sekolahnya pun hanya sedikit jejaknya di google.

Bagaimana dengan anda dan guru-guru di sekolah anda?


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


4 Comments

Rekonstruksi Sekolah; MENGAJARKAN KEGAGALAN

how-to-turn-a-failure-into-a-wild-success

Perhatikan di sekolah anda, ketika diadakan suatu kompetisi tentang apa saja … berapa persen murid yang ikut serta berkompetisi? Mengapa begitu sedikit murid yang berani berkompetisi, alasannya bisa beragam; tidak siap, belum latihan, tidak bisa, tidak menguasai, dan masih banyak lagi … apakah hanya itu? Kadang sekolah menerapkan sedikit unsur paksaan dimana setiap kelas harus ada perwakilan dan jika tak ikut mendapat sangsi tertentu … kompetisi yang berubah jadi kegiatan formalitas, hal ini jadi sulit berharap mendapat kader yang baik dari bidang yang dikompetisikan tersebut.

Berapa puluh tahun anda sekolah? apa yang anda kenang selama belajar di sekolah? di sekolah seolah menanamkan keberhasilan, kesuksesan, kebaikan, keindahan … berbagai hal positif yang selalu ditanamkan. Setiap tahun diakhiri dengan sukses berupa naik kelas, rangking, hadiah, liburan dan hal-hal menyenangkan. Perhatikan orang-orang disekitar anda, berpendidikan sarjana tetapi tak memiliki pekerjaan yang baik, berpenghasilan tak jelas dan seperti tak punya gairah untuk hidup, apalagi mereka yang berpendidikan lebih rendah, mengapa? Padahal dalam kehidupan yang sebenarnya bertebaran berjuta kegagalan.

Ketika suatu saat merasakan kegagalan, seseorang sangat terkejut, sangat terpukul dan down atau seolah jatuh tak bisa bangun lagi karena begitu sedih dengan kegagalan yang dialami, karena dia tak biasa gagal, hampir tak pernah gagal, karena saat disekolah ada remedial, hingga selalu naik kelas dan lulus pada setiap jenjang pendidikan.

Orang-orang yang sukses dan berhasil dalam berbagai bidang adalah mereka yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan tetapi selalu bangkit lagi untuk melakukan kerjanya sehingga kegagalan yang terjadi menjadi bahan pembelajaran menemukan strategi yang tepat untuk mencapai sukses.

Sekolah seharusnya memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk melakukan berbagai hal yang tidak berorientasi pada hasil tetapi murid diberi pengalaman merasakan kegagalan, dan mencoba lagi memperbaiki kegagalan hingga menghasilkan sesuatu, sebuah pencapaian sukses yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat setelah lulus sekolah.

Kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus bisa memberi pelajaran kepada murid bahwa kegagalan ada jalan menuju keberhasilan atau sukses, sehingga saat dia gagal tidak langsung terpukul dan segera bangkit memulai kerja lagi, menggunakan kegagalannya untuk merubah strategi dan kerjanya hingga mencapai sukses.

Pada pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, murid dapat didorong untuk membuat skenario drama yang diposting di blog mereka, lalu dramanya dipentaskan dan direkam dalam bentuk foto untuk diunggah ke instagram dan video yang diunggah ke youtube, antar kelompok di kelas atau satu sekolah saling membandingkan atau dibuat kompetisi foto siapa dan video siapa yang mendapat jumlah kunjungan atau “like” terbanyak.

Penugasan itu dilakukan beberpa kali dalam satu semester sehingga ada yang gagal pada produk yang pertama, bisa saja mendapat sukses pada penugasan yang kedua, atau yang pernah juara pada tugas pertama bisa saja terpuruk pada tugas kedua. Budaya berkompetisi dan bersaing sehat menjadi hal yang biasa tanpa harus terpuruk jika kalah atau jadi sombong jika menang.

Pelajaran Olahraga bisa mendorong murid sesuai hobbynya untuk berlatih secara serius dan secara rutin mengikuti kompetisi yang diadakan di lingkungan internal sekolah maupun luar sekolah, sehingga terbiasa menerapkan karakter orientasi masa depan, kerjasama, kepemimpinan, berprestasi, dsb. Kekalahan yang diderita jadi bahan evaluasi dan merubah strategi latihan, dsb hingga pada saatnya akan memperoleh kemenangan. suasana latihan dan kompetisi serta kemenangan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video kemudian diunggah ke instagram dan youtube.

Orientasi sekolah seharusnya tak hanya mendorong murid untuk berhasil, tetapi memberikan pengalaman gagal dalam hidup, kepada murid ditanamkan bahwa untuk mencapai sesuatu harus bersiap mengalami kegagalan, mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang membuat gagal, berulang-ulang hingga berhasil dan sukses. Sekolah mengajarkan kegagalan lewat kegiatan produktif yang didokumentasikan sehingga bisa dinikmati oleh murid-murid yang terlibat pada kegiatan tersebut dan generasi dibawahnya sebagai bahan pembanding untuk melakukan kerja atau pembelajaran yang lebih baik. Menurut anda?


4 Comments

Punya kontak Murid?

29

Melihat foto di atas, Saya ingat kenangan indah 4 atau 5 tahun lalu dengan anak KAPAL SMKN 29 Penerbangan Jakarta, saat itu weekend … saya sedang menikmati libur beresama keluarga … tiba-tiba tim kreatif sebuah stasiun TV menelpon Saya untuk sebuah wawancara live atau secara langsung di studio mereka pada esok hari, hari Minggu … saya selalu berusaha tak mengganggu teman-teman guru untuk bekerja saat weekend … beruntung saya punya no kontak beberapa murid di KAPAL dan mengenal beberapa dari mereka yang bisa diandalkan untuk tampil bersama saya wawancara live di stasiun TV swasta nasional.

Alhamduluillah, saya berhasil mengumpulkan beberapa murid hebat yang jadi nara sumber dan mendokumentasikan wawancara itu sehingga saya bisa menikmati foto di atas saat ini … makasih Guys … semoga kalian sudah sukses saat ini, never forget that moment deh.

Anda punya berapa kontak murid?


Leave a comment

Manfaat Publikasi Sekolah

20111214172426pamerantopeng

Seorang Guru dengan bangga mengatakan tentang lingkungan sekolahnya yang nyaman, toilet yang bersih dan karya siswa di display di banyak tempat, beliau melanjutkan begini:

“Kami tak memerlukan publikasi, tanpa publikasi siswa banyak sekali yang mendaftar ke sekolah ini.”

Saya merespon seperti ini:

“Beruntung sekali Anda memiliki teman-teman dan Pemimpin yang peduli pada lingkungan sekolah sehingga bisa bekerjasama wujudkan lingkungan yang nyaman, bagaimana jika keadaan berubah, dimana situasi sekolah tidak kondusif lagi, kerjasama sulit dilakukan, pemimpin anda punya leadersip yang kurang baik dan berakibat lingkungan sekolah menjadi tak terurus, toilet kotor dan bau … sementara karya siswa sudah rusak, lapuk termakan usia dan jadi penghuni tempat sampah?”.

Keadaaan bagaimanapun di Sekolah anda saat ini harus dipubikasikan sebagai cara mendokumentasikan dan mensyukuri apapun nikmat yang ada, jika saat ini situasi anda dalam keadaaan yang kurang baik atau sangat buruk, jika ada publikasi masa lalu dimana keadaan sekolah sangat bagus dan menyenangkan (lebih hebat lagi jika ada publikasi video di Youtube) sehingga semua warga sekolah bisa instrospeksi diri untuk melakukan upaya-upaya perbaikan kinerja agar bisa menjadi baik seperti dulu atau lebih baik lagi dari yang sekarang dan masa lalu.

Jika keadaan sekolah anda sekarang dalam keadaan yang sangat bagus, publikasi yang dibuat akan membuat semua warga sekolah senang dan bahagia bahwa situasi buruk masa lalu kini berganti jadi baik sehingga terdorong untuk terus bekerjasama memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berbagai karya siswa yang di display di lingkungan sekolah akan laput termakan usia dan akan dibuang atau diganti dengan yang lain, jika karya siswa dipublikasikan melalui media online seperti facebook, twitter, path, website, blog, instagram, steller, dsb, sehingga pada suatu saat siswa yang membuat karya itu menemukan foto, video atau cerita di media online akan membuatnya senang dan bahagia luar biasa, bahkan bisa menjadi contoh atau cerita kepada teman, anak, cucu, keluarga dan yang lainnya bahwa dirinya pernah berkarya di sekolah dan didokumentasikan serta dipublish sekolah hingga masih terlacak walau berjarak puluhan tahun yang lalu.

karya-siswa

Bagaimana perasaan anda jika foto anda atau karya anda terlihat pada dua foto dokumentasi di atas atau video di bawah ini yang terlacak melalui google?

Publikasi itu penting untuk dokumentasi dan membuat kualitas hidup umat manusia lebih baik setiap hari, salurannya bisa facebook, twitter, path, website, blog, instagram, steller, dsb, menurut anda?