Blog Pendidik


Leave a comment

Semoga pendidikan di Jakarta punya ciri khas dan lebih baik dari semua daerah di Indonesia

Sumber: http://kumparan.com

Tanggal 16 Oktober 2017 warga Jakarta punya Gubernur dan Wakil Guernur baru, selamat buat Pak Anis dan Pak Sandi, perjalanan menulis sejarah di negeri berpenduduk seperempat milyar lebih, sebagai pendidik saya melihat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di sektor pendidikan, diantaranya:

1. Pelajar bersepeda Motor

Dinas Pendidikan telah melarang pelajar Jakarta mengendarai sepeda motor ke sekolah sejak tahun 2015, dan sebagian bear sekolah sudah menerapkan peraturan melarang murid membawa sepeda motor dan memarkirnya di dalam lingkungan sekolah, tetapi kenyataanya para pelajar masih membawa sepeda motor dan memarkir di tempat-tempat tertentu di sekitar sekolah, sehingga muncul kantong-kantong parkir sepeda motor yang dikelola masyarakat atau pemilik lahan di sekitar sekolah. Bahkan ada kantong parkir yang berjarak hanya beberap meter dari gerbang sekolah dan terlihat oleh Guru dan Kepala Sekolah, sepertinya hal itu dibiarkan, barangkali dengan pemikiran bahwa sepeda motor diparkir bukan di dalam lingkungan sekolah, padahal larangan dari Kepala Dinas Pendidikan itu isinya melarang murid membawa kendaraan bermotor ke sekolah, bukan parkir di lingkungan sekolah. Kepolisian pasti tahu tentang keberadaan kantong-kantong parkir di sekitar sekolah, entah kenapa seolah itu dibiarkan.

Bis-bis sekolah sudah terlihat beroperasi pagi dan sore hari, mungkin karena route jalurnya tidak bisa melewati lokasi tempat tinggal semua murid sekolah, sehingga seolah tak berfungsi optimal. Pelayanan Ojek Online saat jam masuk dan pulang sekolah terlihat sangat membantu pelajar yang datang dan pulang sekolah. Pelayanan transportasi umum Jakarta harus terus diperbaiki agar pelajar tak berkendara dan bisa mengurangi korban kecelakaan lalu lintas atau membiasaan pendidikan karakter yang mematuhi peraturan lalu lintas, dimana penduduk yang belum berumur 17 tahun dan memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dilarang membawa kendaraan bermotor.

2. Pelajar Merokok

Saat pagi hari ketika berangkat ke sekolah dan sore hari saat pulang sekolah tak sedikit pelajar yang berjalan atau berkendara sambil merokok, mungkin ada guru yang mencium aroma bau rokok dari mulut atau badan murid hingga menemukan rokok atau korek api di pakaian atau tas muridnya tak berani memberi sangsi karena murid dan orang tua sangat sensitif terhadap hukuman di sekolah dihubungkan dengan isu-isu hak azasi manusia, maka banyak pelajar yang sudah kecanduan rokok sejak di Sekolah Dasar atau Sekolah Lanjutan tingkat Pertama. Bisa saja Pak Gubernur menugaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar memberi sangsi yang berat kepada murid yang diketahui merokok, membawa rokok, misalnya dikeluarkan dari sekolah atau dicabut KJP, atau apapun sangsinya yang bisa membuat penghentian kebiasaan buruk merokok sejak kecil.

Pemerintah daerah harus memastikan bahwa tak ada penjual rokok dan iklan rokok pada jarak tertentu dari sekolah, termasuk tak mengijinkan iklan atau promosi produk rokok, agar murid tak memiliki pandangan keliru tentang rokok.

3. Ketersediaan dan Kesejahteraan Guru

Banyak sekolah di Jakarta memiliki kekurangan Guru, usaha pemerintah mengangkat guru baru dari PTT dan guru bantu dilakukan dengan kurang optimal dimana banyak guru yang ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Sementara kesejahteraan guru di Jakarta kurang mendapat perhatian dimana guru honor yang dibayar oleh pemerintah daerah sekitar 3,4 juta sama dengan tenaga tata usaha, tetapi sangat jauh dari tenaga tata usaha yang sudah menjadi PNS.

Penghasilan Guru dan Kepala Sekolah PNS jauh lebih kecil dari Kepala Subag Tata Usaha di sekolah, hal ini tak seharusnya terjadi karena pekerjaan mendidik murid lebih berat dibanding mengelola arsip sekolah, sebagai mantan menteri pendidikan pasti Pak Anies tentu faham.

Selamat bekerja, semoga pendidikan di Jakarta punya ciri khas dan lebih baik dari semua daerah di Indonesia, kami siap membantu … salam OKE OCE.

Advertisements


Leave a comment

Terima Kasih FCTC Indonesia


#Repost @fctcindonesia (@get_repost)
・・・
Kata Tokoh.

Bahaya rokok merupakan suatu hal yang nyata dan tidak dapat dibantahkan lagi. Harga rokok yang terjangkau menjadikan bahaya ini semakin dekat dengan orang banyak.

Ayo Buk @smindrawati naikkan harga rokok, untuk selamatkan bangsa dari bahayanya.

Kata tokoh hari ini berasal dari seseorang yang sangat inspiratif, Bapak @dwitagama

#fctcuntukindonesia #katatokoh #hargarokoknaik #rokokharusmahal


Leave a comment

Manfaat Instagram buat yang disayang

Saya posting foto pertama di atas, komentarnya banyak berisi tag yang ditujukan kepada orang lain dengan kalimat sayang dan dijawab dengan kalimat sayang juga.

Barangkali mengingatkan secara lisan sudah tak cukup, instagram bisa jadi tambahan bahan amunisi ungkapkan sayang agar yang disayang tak sakit atau cepat mati kerana merokok, kalo kamu?


Leave a comment

6 Juta Berita setahun: Gerakan MENGABARKAN SEKOLAH di Jakarta

Screen Shot 2017-10-03 at 4.19.45 PM
Sumber: http://datadikdki.jakarta.go.id/index.php?mn=rangkuman&data=sekolah

Ada kesadaran baru yang tumbuh dari pengelola Lembaga Pendidikan di Jakarta, mereka secara kompak bersama-sama mengabarkan kegiatan di masing-masing sekolahnya satu posting setiap hari lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb. Kepala Sekolah, Guru-guru dan Pegawai Tata Usaha sudah faham bahwa di era digital sekarang ini pekerjaan mengupload kabar sekolah lewat media website, blog, instagram, facebook, twitter, dsb sangat mudah dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam atau notebook.

Saat ini jumlah sekolah TK hingga SLTA di Jakarta hampir 7.000 unit sekolah. Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 30.000 kabar dari sekolah setiap hari yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 150.000 kabar dari sekolah setiap satu minggu (lima hari kerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 600.000 kabar dari sekolah setiap bulan yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Jika 6.000 sekolah TK hingga SLTA mengupload satu posting di media website, blog, instagram, facebook, twitter, (lima platform sosial media), maka akan tersebar 6.000.000 kabar dari sekolah setiap tahun (dengan asumsi 10 bulan aktif bekerja) yang akan terpampang di jagat digital dan terlacak oleh Google.

Dalam waktu lima tahun, terdapat 30.000.000 kabar dari sekolah Jakarta bakal memadati jagat digital dan terlacak oleh Google. Apalagi jika sekolah-sekolah itu juga mengupload kabar berbentuk video di Youtube, maka jumlah 50 juta bukan hal yang tak mungkin bisa menyesaki jagat maya dan terhubung dengan Google.

Apa saja yang bisa menjadi sumber berita di sekolah? Banyak sekali yang bisa jadi topik kabar yang bisa diketahui oleh masyarakat, termasuk orang tua murid dimana anak-anaknya bersekolah, diantaranya:

  • Upacara di Sekolah
  • Profil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha hingga murid berprestasi, atau murid yang cantik, unik, ganteng, dsb
  • Taman sekolah
  • Kantin sekolah
  • Toilet sekolah
  • Gerbang sekolah
  • Lobby sekolah
  • Profil alumni
  • Reportase pertandingan
  • Reportase tamu
  • Profil Guru dan Karyawan yang sudah pensiun
  • Profil orang tua murid
  • Profil Guru paling senior, paling muda, paling-paling apa aja deh
  • Dsb

Setiap poin di atas bisa menjadi banyak sekali tulisan atau posting yang membuat 365 hari dalam setahun tak cukup untuk mengabarkan kegiatan di sekolah anda. (Jika sekolah anda mengalami kesulitan dan mau memulai mengabarkan berbagai kegiatan sambil mendokumentasikan kegiatan sekolah, silahkan hubungi Saya di 08128534836).

Di bawah ini salah satu contoh kabar dari sekolah yang diproduksi dan diposting di youtube oleh murid yang baru masuk di SMKN 50 Jakarta.

Jika ratusan murid di sekolah anda ikut serta mengabarkan sekolahnya, betapa banyak kabar tentang proses pendidikan anak negeri di ibukota negara ini bisa dinikmati oleh banyak orang lewat telepon genggam?. 

 
Seberapa banyakkah kabar sekolah anda di Google?


2 Comments

Ketika merokok sudah jadi biasa, menghisap asap lain seperti ganja jadi bukan sesuatu yang tabu

medicine_190605

Saya kira, pendidikan yang makin baik di negara maju membuat rakyatnya melek masalah kesehatan dan tak menyalahgunakan narkoba, dengan demikian usaha mendidik anak bangsa akan bisa membuat penduduk negeri mampu mengendalikan diri dari penyalahgunaan narkoba. Ternyata pendidikan saja tak cukup membuat seseorang menjadi bijak berbuat yang baik untuk dirinya, termasuk tidak mengkonsumsi sesuatu yang membahayakan dirinya.

Pengalaman hidup di keluarga, kebiasaan melihat contoh kedua orang tua hidup sehat membuat anak lebih sadar terhadap masalah kesehatan, pendampingan orang tua dimasa remaja, berinteraksi dengan teman pergaulan sesama remaja, di sekolah dan di kampus bisa membuat seseorang mampu mengambil keputusan yang tepat, misalnya dalam hal merokok dan penyalahgunaan narkoba.

Kemampuan berfikir “lurus” menjaga kesehatan, tak mengkonsumsi sesuatu yang mebahayakan kesehatan jadi sesuatu yang “aneh” karena banyak kebiasaan di masyarakat yang sesungguhnya buruk tetapi karena sudah menjadi kebiasaan itu seolah jadi baik dan tak masalah. Merokok misalnya, karena orang-orang di sekitarnya yang ditemui menghisap asap, termasuk kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, saudara dan kerabatnya, maka seorang anak merasa tak masalah menghisap rokok.

Ketika merokok sudah jadi biasa, menghisap asap lain seperti ganja jadi bukan sesuatu yang tabu, dilanjutkan dengan mengkonsumsi zat-zat lain yang berdampak mempengaruhi fungsi dan kerja otak jadi hal biasa. Setelah ganja, oplosan, heroin, shabu, PCC, bakal ada narkoba apa lagi yang bakal bikin heboh dan makan korban di negeri ini?


1 Comment

Identitas Digital

Awal tahun 2000-an punya identitas dilengkapi no telepon dan fax sudah cukup untuk dibilang keren atau modern, di tahun 2017 identitas seseorang atau lembaga dilengkapi dengan beragam akun seperti email, WhatsApp, line, instagram, website, facebook, path, website, blog, dsb.

Zaman dulu telepon dan fax anda hanya pasif menunggu orang lain yang menghubungi anda atau lembaga anda, kini akun-akun anda secara aktif mengabarkan apa saja yang sedang berlangsung di rumah anda atau lembaga anda.

Pada foto di atas adalah identitas dari sebuah resto yang dicetak di lunch box dan identitas sebuah majalah terkenal negeri ini.

Sekolah masa kini yang canggih punya jejak di berbagai akun yang dikelola secara serius sehingga murid, orang tua, guru dan semua stakeholder mengetahui kegiatan-kegiatan dan kabar terkini dari sekolah.

Bagaimana dengan dirimu, sekolahmu atau lembaga dimana kamu berada?


Leave a comment

Wajah di Poster itu

#Repost @mayangsalsabila 
🚀 Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta, Dengan Bangga Mempersembahkan 🚀

Seminar Pendidikan, dengan tema:
🎊 *_Be a Creativepreneur By Optimizing Your Social Media_* 🎊

Seminar dan Talkshow bersama:
🗣 *Dedi Dwitagama, M.Si* (Pendidik, Trainer, dan Motivator)
🗣 *Devina Stefani S.* (Founder Yellow Truck Coffee)
🗣 *@Hariayo* (Founder Hprojects)

Catat tempat, tanggal, dan waktunya pada:
🗓 *Sabtu, 30 September 2017*
⏰ *08.00 – selesai*
🏢 *Lantai 9 Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta*

HTM:
💴 *Pre-Sale 1 (15 September – 21 September) : Rp. 35.000*
💴 *Pre-Sale 2 (22 September – 29 September) : Rp. 37.000*
💴 *OTS (30 September) : Rp. 40.000*

Kamu akan mendapatkan:
📄 *Sertifikat*
💡 *Ilmu yang Bermanfaat*
🍿 *Snack*
🎁 *Seminar Kit*
💎 *Motivasi dan Inspirasi*

Mekanisme Pembayaran, transfer ke:
💳 *BNI 029-525-5633 a.n Dhamayanti*
💳 *Mandiri 006-001-005-8729 a.n Aprilianti Haryono*

Lalu Kirim Bukti Transfer pada CP dengan format:
📑 *Nama Lengkap_Nomor HP_Instansi_Email_Transfer ke_BNI/Mandiri*

CP:
📞 *0857-5202-8986* (WhatsApp / SMS)

SSSTTTT!! Dan juga akan ada booth dari @yellowtruckcoffee dan @hprojects lohhh!👐 ❣ Yukkk mulai mendaftar! Terkhusus untuk teman-teman semua yang ingin mengembangkan sosmednya agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat🤗
#NFEF2017
#YoungNoLimitOpenMinded
#KitaKeluarga ➖➖➖➖➖➖➖➖
🐣 Twitter : @himapplsunj
👥 Facebook : Himappls Unj
📷 Instagram : @himapplsunj
📩 Email : himap.plsunj@gmail.com
🆔 Line@ : @lgg6371f
🔍 Blog: himapplsunj.blogspot.co.id © HPD NFEF 2017


Leave a comment

Kalo Bapak Meninggal, Siapa yang Urus Tiga Anaknya?

Seorang lelaki muda berdiri bersandar di pintu sebuah warung makan, terbatuk-batuk hingga tubuh kurus – kulit membalut tulang yang menonjol – berguncang keras. Dihembuskan asap rokoknya kemudian dihisap lagi diselingi batuknya, Dia habiskan rokok hingga api merah rokok mendekat ke filternya, lalu dia buang puntung rokok tanpa mematikan apinya.

“Sedang sakit Mas? Masih boleh merokok kata dokternya?”, tanya saya kepada dia.

“Saya ngga ke dokter Pak”. Jawab dia.

“Badanmu kurus banget, harus makan banyak supaya kuat dan tak gampang sakit”. Sambung saya sambil mengusap punggungnya yang tak berdaging.

“Saya kurus karena fikiran Pak, mengurus anak tiga sendirian, istri saya sudah meninggal”. Wajahnya mengekspresikan sedih.

“Kalo kamu sakit, merokok terus, kemudian meninggal, siapa yang akan mengurus ketiga anakmu?” Tanya saya.

“Iya pak”. Sambil pergi berlalu membawa lauk yang dibeli tanpa nasi.

Pandangan saya terfokus ke kaki kurus bersandal jepit yang mengayuh sepeda hingga tak terlihat dari pandangan sambil mendoakan semoga bapak muda itu sehat terus, bisa merawat ketiga anaknya dan berhenti merokok.


2 Comments

Terima Kasih buat Atlit Indonesia yang Sudah Berjuang

atlit

Foto: kompas.com

Dear Warga Negara yang Hebat.

Melalui blog ini Saya ingin berterima kasih atas apa yang telah kalian lakukan untuk membela nama Negara di ajang kejuaraan internasional, walau saya tahu bahwa keringat darah dan airmata telah kau curahkan untuk meraih prestasi.

Kurus badanmu, hitam kulitmu, cekung dimatamu yang menumpuk lelah tak kau pedulikan, peralatan latihan kurang atau tak ada kadang harus kau beli sendiri, makan dan beli susu terganjal birokrasi atau tak ada sudah biasa. Tapi kau tetap semangat berlatih karena cintamu pada olahraga.

Terima kasih tak hingga buat yang menjadi juara, buat yang belum jadi juara saya juga ingin berterima kasih atas perjuangan yang sudah anda lakukan. Semoga bonus hadiah bisa diberikan untuk para juara, termasuk jaminan hidup masa tua, misalnya dengan mengangkat mereka yang berprestasi sebagai pegawai di Kemenpora, Pemda, BUMN atau instansi lainnya, agar tak ada lagi mantan atlit yang meraih juara dunia kini jadi satpam dan tertangkap polisi dengan dugaan mengedarkan narkoba.

Kabarnya, ada negara yang mempersiapkan atlitnya sejak delapan tahun sebelum kegiatan kompetisi diadakan, dikumpulkan di suatu tempat untuk latihan setiap hari, asupan makan dan gizi diperhitungkan, kesehatan badan dan jiwa dipelihara, ujicoba tanding dilakukan hingga ke luar negeri.

Sementara di negara ini, setahun sebelum kompetisi baru direkrut atlitnya untuk kejuaraan, pelaksnaan pemusatan latihan terkendala anggaran yang berimbas pada peralatan, konsumsi, dsb.  Ketika akan berangkat berlaga Pemimpin Negara menargetkan menjadi juara umum … apakah dia sedang bermimpi? menurut anda?


Leave a comment

Menikmati Kemerdekaan

Lomba balap karung

Menikmati kemerdekaan itu
bisa lihat bendera warna-warni di bulan Agustus
Menikmati kemerdekaan itu
bisa liat upacara kemerdekaan di istana lewat televisi

Menikmati kemerdekaan itu
bisa menjual rokok kepada siapa saja
Menikmati kemerdekaan itu
bisa membeli rokok dimana saja

Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok di tempat umum
Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok terus kalau sakit gratis berobatnya

Menikmati kemerdekaan itu
bisa sekolah gratis di sekolah negeri
Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok di kelas walau ada guru yang takut dipolisikan jika galak

Menikmati kemerdekaan itu
bisa jadi tersangka korupsi tapi tak ditahan & tetap jadi yang terhormat
Menikmati kemerdekaan itu
bisa dapat tunjangan KJP dan KIP walau punya kontrakan

Menikmati kemerdekaan itu
bisa dapat tunjangan KJP atau KIP walau bisa umrah & naik haji
Menikmati kemerdekaan itu
bisa kendalikan penyelundupan narkoba dari penjara

Menikmati kemerdekaan itu
bisa liat berita polisi gagalkan penyelundupan satu ton narkoba
Menikmati kemerdekaan itu
bisa lihat berita banyak artis ditangkap karena pakai narkoba

Menikmati kemerdekaan itu
bisa ikut lomba balap karung, tarik tambang & makan krupuk tanpa nasi
Menikmati kemerdekaan itu
bisa naik motor melawan arus tanpa kenakan helm

Menikmati kemerdekaan itu
bisa deg-degan takut kena bom teroris
yang dalam beberapa hari ketahuan rumahnya dimana
Menikmati kemerdekaan itu
bisa kredit motor & berasa kaya walau angkutan umum tak tersedia

Menikmati kemerdekaan itu
bisa memilih kepala daerah setelah dikasih beras & sembako
Menikmati kemerdekaan itu
bisa nyanyi dan joget dangdut sebelum nyoblos saat pemilu

Menikmati kemerdekaan itu
saya bisa nulis ini dan dibaca kamu, iya kamu …
Menikmati kemerdekaan itu
bisa apa kamu?


4 Comments

Mendidik Murid tak Merokok di Sekolah

siswa-sma-yang-dihujat-netizen-karena-merokok-di-dalam-kelas-20170726-145031-1705609f0d2d549ccd0d6bb311ed220c

Pelajar yang merokok makin menghebat jumlahnya, berseragam putih biru (SMP), putih merah (SD) sudah terbiasa merokok, bagaimana agar murid tidak terbiasa merokok di sekolah?

1. Nyatakan sekolah anda sebagai kawasan dilarang merokok, dilengkapi dengan peraturan dan sangsi yang tegas, untuk semua warga sekolah: Kepala Sekolah, guru, tata usaha, murid dan masyarakat yang datang ke sekolah.

2. Kepala Sekolah yang merokok di sekolah harus dipecat atau izin sekolah dicabut, untuk mengetahui apakah kepala sekolah merokok atau tidak itu mudah saja, jika ruang kerja beliau bau rokok, pasti merokok. Jika kepala sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit dia mengelola semua warga sekolah untuk tak merokok.

3. Guru dan karyawan tata usaha, termasuk satpam sekolah yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak diberi jam mengajar. Jika guru dan karyawan sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit sekolah dapat mengelola semua warganya untuk tak merokok.

4. Murid yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak boleh mengikuti pelajaran selama satu semester yang akan berdampak tidak naik kelas.

5. Masyarakat yang masuk kedalam lingkungan sekolah dan merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipersilahkan segera keluar dari lingkungan sekolah atau segera mematikan rokoknya.

Wah sadis banget? bukankah sekolah merupakan hak azasi setiap orang? kalau cuma gara-gara merokok dia jadi tak bisa bersekolah berarti sekolah telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Merokok juga hak azasi setiap orang, kenapa guru dan kepala sekolah melarang muridnya merokok?, sementara orangtuanya membolehkan anak-anaknya merokok mengikuti kebiasaan orang tuanya.

Apakah karena HAM,
bakal makin banyak perokok di negeri pemuja HAM?
bakal makin banyak rakyat penyakitan?
bakal makin banyak rakyat bau asap?
bakal makin banyak pedagang rokok di sekitar rumah anda?
bakal makin banyak orang terkaya dunia dari negeri ini?
bakal makin banyak pabrik rokok?
bakal makin banyak tenaga kerja terserap di industri rokok?

Menurut kamu?


Leave a comment

Tawuran Pelajar di Jakarta: TAK ADA LAGI

Screen Shot 2017-08-04 at 10.34.33 AM.png

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke daerah perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah sepeda
motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sepeda motor

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … wah saya lagi ngelamun, hehe”, sambil bangun dan mematikan notebook.


Leave a comment

Membuat Kota jadi Bersih: Tanggung Jawab Siapa?


Jalan layang Tendean Ciledug yang dibangun dengan biaya mahal dan waktu yang lama untuk tujuan mengurangi kemacetan lalulintas Jakarta.

Foto di atas saya ambil di halte depan Trans TV Jl. Kapten Tendean 5 juli 2017, belum diresmikan sudah dicoret-coret, miris.

Siapa yang harus menjaga kebersihan kota? Jika ada yang melakukan hal ini, tak adakah aturan hukum yang bisa digunakan untuk menangkap dan menghukum pelaku?

Polisi?
Satpol PP?
Lurah?
Camat?
Walikota?
Gubernur?

Saya yakin pasti ada peraturan yang bisa digunakan untuk menghukum pelaku atau harus dilakukan berbagai upaya pencegahan sehingga tak terjadi lagi pencoretan di sarana umum.

Menurut kamu?


Leave a comment

Motivasi yang terealisasi

Screen Shot 2017-07-26 at 11.26.39 AM

Saya biasa memanggilnya Om Hadis, saat sekolah di SMK lebih lima tahun yang lalu dia ngefans sama saya lewat fesbuk, sering minta oleh-oleh kalau saya terbang ke luar kota, berkali-kali saya bilang sama dia,

“Sabaaaar Om, belajar yang serius, hidup yang serius … kita akan ketemu di terminal keberangkatan Bandara Internasional”

Beberapa hari yang lalu dia mengajak janjian terbang bareng ke luar negeri, sayang banget beda arah … Saya ke Medan dia ke Singapura … mantaaaap Om Hadis, proud of You … jaga kesehatan ga pake narkoba yaaa …


Leave a comment

Guru Vlogger: Mendokumentasikan Keasyikan Membaguskan Anak Negeri

Video di atas adalah video pertama di channel youtube saya yang saya upload 31 Oktober 2007, mendokumentasikan kegiatan training saya bersama BNN RI di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang pesertanya perwakilan mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

Rupanya sya mulai kacanduan ngevlog sejak saat itu, saya tak tahu apa namanya, yang penting saya cuma ingin mendokumentasikan berbagai kegiatan saya dan membagikan di youtube agar mereka yang ikut serta kegiatan saya bisa menikmati kenangan saat berjumpa dengan saya, waktu itu smartphone belum secanggih sekarang, dimana banyak aplikasi yang memudahkan semua orang mengedit video dan menggunggah di sosial media, instagaram pun belum ada saat itu.

Di bawah ini adalah video terakhir saya yang saya unggah kemarin 22 Juli 2017, merupakan video saya ke 1.129 yang tayang di channel saya.

Hampir semua video saya tak mengalami editing, saya rekam dan langsung saya unggah, apakah ini masuk kategori vlogging? apakah saya sudah termasuk vlogger? saya mah B ajaaaa (istilah anak sekarang) … yang penting saya mendokumentasikan aktifitas saya buat laporan kepada keluarga, sahabat dan kolega tentang apa yang sedang atau sudah saya kerjakan, termasuk mengucapkan terima kasih atas perkenan bekerjasama melakukan kebaikan untuk lebih membaguskan kehidupan, ada berapa video kamu di youtube?


Leave a comment

Rokok, Ganja dan Sabu: Sekolah seperti percuma berlalu

Screen Shot 2017-07-13 at 2.13.24 PM

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, setelah habis lebaran negeri ini dihebohkan oleh penusukan ahli IT ITB di jalan tol dan keberhsilan Polisi menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer.

Selamat buat Kepolisian RI yang berhasil mengagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer Banten, hal ini merupakan rekor baru setelah hasil tangkapan 800 kg sabu beberapa tahun lalu. Melihat jumlah yang sedemikian luar biasa, bisa diartikan bahwa permintaan pasar di Indonesia sangat besar, kebutuhan pengguna sabu sangat banyak sehingga bandar narkoba yakin satu ton stok yang diimpor dari Cina melalui laut pasti akan habis dibeli oleh para pengedar berakhir di para pengguna. Sabu yang dalam bahasa kimianya disebut metamfetamin memiliki dampak begini:

EFEK-EFEK JANGKA PENDEK

  • Kehilangan nafsu makan
  • Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh
  • Pupil mata yang membesar
  • Pola tidur yang terganggu
  • Rasa mual
  • Bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam
  • Halusinasi, gembira yang berlebihan, sifat lekas marah
  • Panik dan psikosis
  • Dosis yang berlebihan dapat berakibat kejang-kejang dan kematian

EFEK-EFEK JANGKA PANJANG

  • Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
  • Kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru
  • Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup
  • Masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok
  • Penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan
  • Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
  • Kerusakan gigi yang parah
  • Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
  • Ketergantungan psikologis yang besar
  • Psikosis
  • Depresi
  • Kerusakan otak mirip penyakit Alzheimer3, stroke dan epilepsi

1.paranoia: kecurigaan, ketidakpercayaan atau ketakutan kepada orang lain.
2.kardiovaskular: berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.
3.penyakit Alzheimer: penyakit yang mempengaruhi orang-orang berusia lanjut yang diikuti dengan kehilangan ingatan. (Sumber: http://id.drugfreeworld.org/drugfacts/crystalmeth/the-deadly-effects-of-meth.html)

screen-shot-2017-07-13-at-2-21-08-pm.pngSaya jadi bertanya-tanya, seberapa banyak kah pengguna sabu di Indonesia?

Apakah cuma karena ingin dibilang hebat, mengikuti trend sehingga seseorang mau menggunakan sabu yang membuatnya kecanduan dan menimbulkan dampak buruk buat dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Apakah orang tua tak memiliki kemampuan melindungi anaknya dari penyalahgunaan narkoba, atau karena para orang tua juga terbiasa merokok atau menyalahgunakan narkoba sehingga anak-anaknya dengan mudah meniru kelakuan orang tuanya?

Apakah sekolah telah gagal total mendidik muridnya sehingga tak memiliki daya tahan terhadap gempuran penyalahgunaan narkoba, apakah sekolah sedemikian tak peduli dengan kebiasaan muridnya yang merokok hingga menyalahgunakan narkoba?

Apakah pendidikan negeri ini tak mampu melahirkan para orang tua yang sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga membiasakan hidup sehat termasuk mendorong pembiasaan hidup sehat kepada anak-anaknya saat mereka berkeluarga.

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan kemampuan berfikir yang tak terbiasa positif, sadar akan bahaya dan peduli masa depan adalah pasar yang sangat potensial sehingga bandar narkoba mengimpor satu ton sabu untuk dipasarkan disini, karena yakin jutaan rakyat yang bodoh merasa jadi lebih hebat dan bermartabat jika menghisap sabu.

Saya jadi miris sering melihat anak berseragam sekolah putih biru (usia SMP) dengan wajah bangga menyulut rokok di depan warung pada pagi hari, pedagang warung rokok seolah tak peduli melihat anak kecil melakukan hal yang salah, orang tua anak itu apakah tak pernah tahu bahwa anaknya perokok, guru-guru di sekolah apakah tak mampu mendeteksi bahwa muridnya telah kecanduan rokok?

Pemerintah seolah tak peduli terhadap banyaknya perokok muda, apa karena menangkap penjual rokok atau menangkap pembeli rokok anak-anak adalah pelanggaran HAM? Apakah Pemerintah takut diprotes pejuang HAM yang akan membela pedagang rokok atau anak dibawah umur yang ditangkap? atau menjual rokok kepada anak-anak dan anak kecil membeli rokok dan merokok bukan pelanggaran hukum?

Jika mebghisap asap rokok sudah jadi biasa, menghisap ganja adalah kemajuan kecil yang sangat mudah dijalani pecandu, dan kalau sidah jadi pecandu ganja maka menghisap sabu jadi sangat mudah, mungkin karena itu pecandu sabu sangat banyak di negeri ini dan bandar yakin mengimpor satu ton sabu bakal segera laku, habis terjual dengan untung yang sangat bombastis?

Menurut anda?


3 Comments

Lebarannya penerima KJP

Jagaseteru adalah ibukota negeri paman besut yang waktu kampanye calon gubernurnya berjanji akan menggratiskan biaya sekolah dan memberi bantuan biaya pendidikan lewat program KARTU JAGASETERU PINTAR (KJP), dibawah ini ada percakapan murid dengan petugas tata usaha di satu SMK Negeri;

Murid (M): “Pak, kenapa dana KJP saya tidak turun sampai sekarang?”

Petugas tata usaha (P): “Apakah nama kamu ada dalam daftar penerima KJP?”

M: “Ada Pak, kan waktu SMP saya dapat, jadi berlanjut di SMK dapat lagi”

P: “Rencana kamu uangnya buat apa?”

M: “Lumayan Pak, buat nambahin jajan saat pulang kampung nanti”

P: “Kemana kaamu puulang kampungnyaa? Naik apa?”

M: “Ke kota Pandang di Sumitra, carter mobil”

P: “Wah, hebat kamu orang berpunya?”

M: “Di Pandang orang tua saya punya kos-kosan, karena rumah orang tua saya dekat kampus perguruan tinggi”

P: “Ternyaata kamu orang mampu,  kenapa mau terima KJP?

M: “Kan dikaasih Pak, lumayan laaah. Sudah ya Pak, gojek saya sudah datang”

 


Kamu dapat KJP, buat apa kamu gunakan uangnya?


2 Comments

Antara berita dan yang nyata

Beritanya utang kita makin banyak, yang nyata pemerintah makin sering menggratiskan aneka rupa seperti;
– mudik gratis
– melahirkan gratis
– berobat gratis
– sekolah gratis
– pajak gratis
– tol gratis

Semua yang gratis itu ada biayanya, apakah utang negara digunakan untuk menggratiskan banyak hal? Membangun banyak jalan? kapan lunasnya?


Leave a comment

Pendidikan yang mendorong berprestasi di Jakarta

“SLTA di Jakarta mencari murid SLTP yang berbakat dan punya prestasi dalam berbagai bidang, ditawarkan masuk ke sekolahnya dengan fasilitas seleksi khusus, beasiswa dan sponsor ikut kompetisi di dalam maupun luar negeri. Murid-murid baru didata prestasi dan hobinya, kemudian dikumpulkan dalam satu kegiatan ekskul yang dilatih dua kali seminggu lalu disertakan dalam berbagai kompetisi di dalam maupun di luar negeri

Pada peringatan hari-hari besar tertentu, misalnya ulang tahun sekolah, hari olah raga nasional, dsb diadakan kompetisi berbagai cabang olahraga, seni, dsb yang diikuti oleh murid-murid SLTP bertujuan untuk mencati bakat-bakat baru calon murid di SLTA itu.

Setiap selesai belajar hari senin hingga jumat sekolah ramai dengan kegiatan latihan berbagai unit kegiatan, bahkan pada hari sabtu dan minggu pun anak-anak serius berlatih terutama ketika menghadapi kompetisi atau pementasan. Menginap di sekolah jadi hal yang biasa, karena sekolah menyediakan mess dan fasilitas kamar mandi yang layak.

Dalam empat hingga lima tahun ke depan muncul atlit-atlit nasional dari sekolah-sekolah negeri dan jago lukis, nari, musik, hiphop, stand up komedi, fotografer, dsb, yang masih berseragam putih biru atau abu-abu. Ulang tahun SLTA jadi ajang pementasan semua kegiatan ekskul di sekolah dan lomba-lomba mengundang aktifis ekskul adik-adiknya yang belajar di SLTP untuk diajak masuk ke sekolahnya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Anak-anak yang tak punya hobi olahraga atau seni didorong untuk aktif di berbagai kegiatan seperti Karya ilmiah remaja, ROHIS (mereka diikutkan lomba MTQ & MHQ hingga ke tingkat dunia), main layangan, main yoyo dan diikutkan kompetisi hingga tingkat dunia atau pelajari soal ujian nasional untuk dapat nilai terbaik se Indonesia, murid yang hobi masak dipersiapkan ikut kontes master chef di dalam dan luar negeri, yang hobi bikin vlog didorong untuk produktif upload vlog di channel youtubenya dan ikut kompetisi di dalam dan luar negeri, murid yang hobi nonton mendapat pelatihan dari ELI SUGIGI untuk belajar jadi koordinator penonton dan jadi profesional di bidangnya.

JADI PROFESIONAL DI BIDANG YANG DISUKAI adalah kata kunci konsep pendidikan di Jakarta, karena semua yang dibutuhkan untuk jadi profesional dalam bidang apapun tersedia di Jakarta, dan anak-anak muda Jakarta jadi kreatif dan punya peran sebagai subjek kehidupan Jakarta, produktif berkarya tak hanya jadi penonton atau pengangguran.”

 

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Bandara.”

Oh, maaf pembaca, rupanya saya tertidur dan bermimpi di perjalanan menuju bandara setelah membaca berita di koran tentang tawuran pelajar di saat ulang tahun sekolahnya yang menimbulkan korban jiwa.


3 Comments

Met Lebaran

Ketupat 

Puluhan tahun dicari umat 

Menambah hikmat hari keramat 

Sempat tak sempat harus dibuat 
Kenyang didapat 

Bahagia jadi lengkap dalam taat 

Maaf dari sahabat & saudara yang kami dapat 

Terima kasih yang sudah ngelike, kommentar dan tak menghujat 

Karena kita lekat bersahabat


Leave a comment

Seragam Guru Jakarta, bikin makin gagah & cantik gurunya dan membuat bangga muridnya

Hotel-101

Satpam Hotel

Pada suatu kegiatan di Kementrian Pendidikan Nasional yang dihadiri oleh utusan guru-guru dari seluruh Indonesia, mereka datang dengan pakaian resmi sesuai daerahnya masing-masing.

Guru A: “Bapak dari Jakarta?”
Guru B: “Iya Bu, Koq tahu?”
Guru A: “Dari dasi Bapak ada ciri Jakarta terlihat, yaitu ondel-ondel dengan aksen merah dan kemeriahan ondel-ondel sangat serasi dengan kemeja putih dan jas hitam yang bapak kenakan”

Guru-guru Jakarta memiliki beberapa jenis seragam, yaitu:
Seragam Resmi: Jas dan bawahan warna hitam, dengan dasi nuansa merah berornamen ondel-ondel.
Seragam harian: Kemeja Abu-abu pastel lengan panjang, bawahan abu-abu tua.
Seragam batik: Berornamen batik betawi.
Seragam Olahraga: Kaos Polo putih dan training orange.

Semua seragam yang dikenakan guru Jakarta adalah hasil disain perancang terkenal yang hasil karyanya dikenakan banyak pesohor dan penikmat mode se dunia, jadi bisa dibayangkan betapa gagah dan cantik guru-guru Jakarta mengenakan seragam kerja setiap harinya, termasuk ketika ada acara-acara skala nasional yang mempertemukan guru-guru se negara.

Ketika ada acara olahraga yang mengumpulkan guru-guru se Jakarta, seperti yang biasa dilangsungkan di Monas, misalnya saat hari guru, ulang tahun Jakarta, dsb semua guru bisa mengenakan seragam kaos polo putih dan training orange, sebagai pembeda sekola atau jenjang SD, SLTP, SLTA bisa dikenakan Topi hasil disain sekolah, wilayah atau unit lainnya.

Jika ada acara resmi di Gubernur atau ke istana negara, guru-guru Jakarta bisa mengenakan seragam resmi jas hitam. Kebiasaan membeli seragam baru saat ada kegiatan jadi bisa dikurangi bahkan dihentikan. Coba deh perhatikan isi lemari anda, berapa banyak seragam yang hanya anda kenakan hanya sekali pada saat kegiatan tertentu, apalagi yang ada tulisan atau sablon nama kegiatan dengan tanggal atau tahun, biasanya pakaian itu tak lagi anda kenakan, apalagi saat tahunnya telah berganti, karena pakaian itu jadi terasa “basi” atau kadaluarsa.

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Hotel Safari Garden Puncak”
Owh, maaf … ternyata saya tertidur di perjalanan Jakarta-Puncak, dan ketika turun dari mobil, saya disapa petugas satpam hotel yang memakai seragam berwarna gelap biru-biru dengan lencana dan name tag di dada dan memegang Handi Talki, berucap:

“Selamat datang di Hotel Safari Garden Pak, ada yang bisa kami bantu?”


Leave a comment

Silaturahmi lewat notifikasi

    

Perjumpaan saya dengan anak” hebat di SMKN 36 Jakarta berlangsung lebih dari lima tahun yang lalu, tapi kami masih terus berjumpa lewat tag, mention dan notifikasi di media sosial … Terima kasih masih mengingat seseruan kita zaman dulu, semoga bermanfaat buat hidup kalian di zaman depan, jangan ngerokok dan pake narkoba yaaa.


Leave a comment

Alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif

anak-sekolah-2

Kamu ingin apa?

“Saya berada dalam suatu ruangan dengan perwakilan stakeholder SMK, SMA, SMP, SD dan TK se DKI Jakarta dengan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UI, UIN Jakarta, dan berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.

Kami sedang mengevaluasi pelaksanaan program “PENDIDIKAN SDM UNGGUL BERKARAKTER” yang dikasanakan sepanjang tahun yang sudah berjalan, untuk melakukan perbaikan pada rencana penerapan lanjutan tahun ini. Target dari program ini adalah menghasilkan generasi muda yang unggul dan memiliki karakter kha Jakarta.

Sederhananya, ke depan diharapkan alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Jika saat ini alumni SD, SLTP dan SLTA Jakarta sepertinya sama tau tak berbeda dengan alumni sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Alumni SLTA Jakarta yang kuliah di lain kota atau lain negeri selalu punya ciri khas; penampilannya rapih, bicaranya sopan, bahasa asingnya bagus, punya hobby seni atau olahraga. Karena waktu sekolah sejak TK hingga SLTA murid-murid di Jakarta terbiasa disiplin dalam berpakaian, didorong untuk aktif berorganisasi, terbiasa rapat “ini-itu”, terlatih sopan karena biasa bicara sopan di sekolah, menguasai seni atau salah satu cabang olahraga karena wajib ikut ekskul setelah pulang sekolah dan rajin ikut kompetisi hingga ke tingkat internasional.

Program ini berlangsung berkelanjutan yang dalam jangka panjang membentuk sekolah yang menyenangkan dan menghasilkan pribadi unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Bersiaplah untuk kemunculan pelukis ternama dari sekolah, pemusik yang masih sekolah, disainer yang produktif dari sekolah, pedagang online berseragam putih biru, pemain bola, perenang, penghafal quran, penulis novel, penari istana, penemu tau inovator yang berseragam sekolah, dsb … karena pendidikan di Jakarta sangat memperhatikan karakter dan bakat murid-muridnya dan mendorong bakat itu menjadi karakter unik membentuk manusia unggul di berbagai bidang.

Kompetisi jadi hal yang biasa, tawuran di jalan berpindah ke ruang kelas, gelanggang olah raga atau arena terbuka dalam mengekspresikan bakat, minat dan hasil latihan yang rutin dilakukan di sekolah.”

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di rumah”.

Owh, rupanya Saya tertidur di mobil dalam perjalanan dari Dinas Pendidikan.


Leave a comment

Public Speaking Training di SMKN 50 Jakarta


Sudah pernah bicara di depan lebih dari 400 orang?, Lidia murid SMKN 50 Jakarta sedang berlatih public speaking di hadapan teman-temannya di lapangan SMKN 50 Jakarta, bagaimana rasanya?

Sejak sekolah anak-anak harus dibiasakan berbicara di depan orang banyak supaya punya skill public speaking yang bagus, hal ini akan sangat bermanfaat saat mereka menjadi dewasa.


3 Comments

Sekolah Jakarta jadi model daerah lain

“Alumni SLTA Jakarta yang kuliah di lain kota atau lain negeri selalu punya ciri khas; penampilannya rapih, bicaranya sopan, bahasa asingnya bagus, punya hobby seni atau olahraga. Karena waktu sekolah sejak TK hingga SLTA murid-murid di Jakarta terbiasa disiplin dalam berpakaian, didorong untuk aktif berorganisasi, terbiasa rapat “ini-itu”, terlatih sopan karena biasa bicara sopan di sekolah, menguasai seni atau salah satu cabang olahraga karena wajib ikut ekskul setelah pulang sekolah dan rajin ikut kompetisi hingga ke tingkat internasional”

Istri: “Pa, tolong bantu siapkan gelas untuk minuman berbuka.”

Owh, rupanya saya mimpi dalam lelap sebentar sebelum berbuka puasa, kapan terakhir anda bermimpi?


Leave a comment

Eh, dapet salam dari Persekusi, apakah dia seksi?

Sejak kemarin saya sensi mendengar kata persekusi, yang menurut kkbi, begini artinya:

per·se·ku·si /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;


me·mer·se·ku·si v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis


Ini ekses dari penggunaan sosial media dan kelemahan kemampuan literasi media warga negara yang gejala awalnya ditandai dengan penyebaran berita yang tak jelas sumbernya di group-group sosial media seperti whatsup, line, telegram, lalu kemudian bergeser ke platform facebook, instagram, twitter, dsb.

Terlalu sering membaca berita yang sama berkali-kali tanpa mengkonfirmasi dari sumber-sumber berita yang bisa dipercaya membuat seseorang percaya terhadap sesuatu lalu menyimpulkan hal itu jadi kebenaran dan kemudian merespon sesuai pemahaman dan kebutuhannya sendiri.

Kemudian dia ingin mengetahui reaksi orang lain terhadap respon dirinya tentang suatu masalah dengan cara mengunggah di sosial media, yang mungkin tak diduga menimbulkan korban.

Saya mencatat banyak korban dari kalangan artia/selebritis, pejabat, penjahat dan bisa siapa saja. Ada yang membiarkan dirinya menjadi korban dengan menganggap dirinya makin terkenal karena makin banyak haters sebagai resiko kepopulerannya.

Ada selebritis yang mengerahkan “orangnya” untuk mencari pelaku yang telah menyinggung perasaan dirinya lewat unggahan foto, meme, status atau kicauan sosial media. Hasil perburuan diposting di akun sosial media sang seleb dan pelaku menyatakan permintaan maaf di akunnya. Apakah itu termasuk persekusi?

Ada peristiwa dimana pendukung seorang tokoh tak terima atau tersinggung dengan gambar atau pernyataan unggahan penduduk negeri hingga dilaporkan ke polisi dan pelaku yang mengunggahnya ditangkap polisi, kasus itu tak berlanjut karena sang tokoh memaafkan kelakuan pelaku.

Kamu sudah kenalan sama persekusi? 


6 Comments

Sekolah susah cari guru berprestasi

Prestasi adalah suatu pencapaian dari hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sukacita, bahagia walau banyak yang menilainya “aneh”  dan tak biasa

il_340x270.899242844_duzrPada suatu ketika, ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten berisi permintaan pengiriman nama peserta seleksi guru berprestasi tingkat Kabupaten, selanjutnya Kepala Sekolah memanggil beberapa guru yang dinominasikan untuk menjadi utusan sekolah dengan batas waktu pengiriman nama dua hari ke depan, inilah jawaban mereka;

Guru A: Mohon maaf Pak, Saya sudah terlalu sepuh untuk ikut kompetisi itu.
Guru B: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah ikut beberapa tahun yang lalu.
Guru C: Mohon maaf Pak, mendadak sekali, Saya tidak siap.
Guru D: Mohon maaf Pak, Saya masih golongan III A, yang senior masih banyak.
Guru E: Mohon maaf Pak, Saya merasa belum berprestasi.
Guru F: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah juara tingkat propinsi, yang lain saja.
Guru G: Mohon maaf Pak, terlalu banyak berkas harus disiapkan, Saya tak siap.
Guru H: Mohon maaf Pak, Saya fokus jadi panitia PPDB.
Guru I: Mohon maaf Pak, Saya sibuk kegiatan semesteran.
Guru J: Mohon maaf Pak, kalau hadiahnya umroh saya mau.
Guru K: Mohon maaf Pak, Saya cuma guru honor.
Guru L: Mohon maaf Pak, nilai kinerja saya rendah, yang tertinggi saja lebih baik.
Guru M: Mohon maaf Pak, Saya sering Bapak omelin, itu artinya Saya belum pantas.
Guru N: Mohon maaf Pak, Saya lelah karena baru selesai penataran selama seminggu.
Guru O: Mohon maaf Pak, Saya enggan melakukan perjalanan 6 jam ke kabupaten untuk ikut kegiatannya.

Maka, sekolah itu tak mengirim perwakilan untuk ikut seleksi guru berprestasi (gupres) tingkat kotamadya, seandainya;

– Sekolah mengadakan pemilihan guru berprestasi yang dinilai oleh guru, tata usaha, murid, perwakilan orang tua dan pengawas sekolah setiap tahun dengan hadiah yang pantas seperti umroh, wisata ke luar negeri, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, maka yang terpilih secara otomatis mewakili sekolah untuk pemilihan gupres tingkat kotamadya. Sekolah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Pemerintah memberi penghargaan yang pantas kepada juara gupres tingkat kecamatan, kotamadya, propinsi, hingga tingkat nasional, berupa rumah, pergi haji, umroh, wisata ke luar negeri, mobil, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, dsb. Pemerintah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Persyaratan peserta cukup dengan bukti file digital, tak perlu dicetak hingga membutuhkan biaya yang banyak, untuk konfirmasi keaslian dokumen bisa dilakukan saat wawancara.

– Standar penilaian gupres harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu menghasilkan juara guru berprestasi yang memang benar-benar berprestasi, jangan hanya menjadi program rutin setiap tahun, jika prestasinya belum pantas diapresiasi tak perlu dipaksakan ada juara gupres, hal ini bisa jadi bahan instrospeksi tentang pembinaan guru yang sudah dilakukan dan rencana pembinaan guru ke depan agar dihasilkan buru-guru yang bermutu.

– Pemerintah perlu mencari cara dan mengubah citra agar guru terpacu mengikuti kompetisi gupres, seperti atlit olimpiade yang rela latihan bertahun-tahun untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia, negara rela membiayai latihan atlitnya untuk bisa berprestasi di tingkat dunia … bagaimana caranya agar seleksi gupres itu menjadi ajang terhormat bagi guru, sehingga sekolah rela membina gurunya untuk bisa membawa nama baik sekolah dan guru yang dipilih pun dengan suka cita dan bangga menerima tugas itu, dinas pendidikan hingga kementrian pasti memiliki tenaga ahli yang bisa merubah pencitraan kompetisi gupres jadi kegiatan terhormat dan diminati guru negeri ini.

Apakah anda sudah pernah ikut seleksi gupres? apa pendapat anda tentang kegiatan itu?


3 Comments

Masih suka seragam?

 

Kenapa kampung warna-warni banyak yang suka dan jadi objek kunjungan wisata banyak orang di Malang? Mungkin banyak dari kita yang bosen puluhan tahun berseragam dan melihat warna yang sama; putih-merah, putih-biru, putih-abu”, jaket almet yg sama, bahkan setelah sarjana naik motor pake jaket yang sama pula. Kreasi mewarnai rumah saat ini ternyata menyenangkan dilihat … karena pernah ada masa dimana cat pagar rumah pun harus seragam, menurut kamu?


3 Comments

Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

Screen Shot 2017-05-18 at 10.15.39 AM

Teman dan sahabat,
Coba ingat pengalaman kita belajar di sekolah dan perguruan tinggi, berapa banyak kegiatan selama anda jadi murid dan mahasiswa yang membuat anda jadi merasa lebih berbudaya?

Jika budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berapa banyak kegiatan zaman dulu yang dilakukan bersama kelompok di kelas kita yang menghasilkan suatu karya atau suatu cara hidup untuk berkembang? Tugas-tugas kelompok ketika sekolah biasanya berujung dengan laporan yang dicetak dan dipresentasikan di depan kelas dan kemudian mendapat nilai dari guru.

Jika sebagai guru, hari-hari ini anda masih memberi tugas murid untuk mencetak laporan murid artinya anda masih sama dengan guru-guru empat puluh tahun yang lalu, apalagi tugas-tugas anda buat murid hanya sekedar merespon mata pelajarn yang anda ajarkan di kelas dan sangat tak terasa hubungannya dengan kehidupan nyata yang berkembang di sekitar kita sat ini.

Bagaimana seharusnya?

Tugas-tugas pelajaran di sekolah seharusnya dihubungkan dengan berbagai situasi yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari dan menimbulkan strategi dari murid untuk mampu menyikapi stuasi dengan cara-cara yang berbudaya yang dalam jangka panjang menumbuhkan karakter yang baik dari murid sekolah.

Resume atau laporan didokumentasikan dalam bentuk narasi yang tak perlu lagi dicetak, tetapi diunggah dalam bentuk blog, video, foto yang akan meninggalkan jejak transaksi budaya di sekolah yang dilakukan guru dengan murid di sekolah itu.

Guru menilai proses kerjasama dan hasil dari dokumenasi digital yang bisa dilihat oleh orang sedunia di blog, youtube dan bisa dicari di google himgga puluhan tahu ke depan.

Video di atas adalah salah satu contoh bentuk pembelajaran yang mendorong murid bersama kelompoknya belajar menyusun rencana, bermufakat, menentukan skenario, merekam gambar, melakukan editing hingga mengunggah video ke youtube. Proses pembelajaran yang hasilnya bisa dinikmati hingga puluhan tahun, sementara jika hanya dicetak tugas kelompoknya langsung hilang tak berbekas, hanya nilai di raport yang bisu tak bersuara dan tanpa gambar.

Bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 


Leave a comment

Nyanyi Monokrom bareng Tulus kuuuy

Tiba-tiba Saya suka liat video lagu ini, nyanyi bareng Tulus du yaaa …

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Wangi rumah di sore itu
Kue coklat balon warna warni
Pesta hari ulang tahunku

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam
Ku hitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buat ku lelap

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu