Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Menikmati Kemerdekaan

Lomba balap karung

Menikmati kemerdekaan itu
bisa lihat bendera warna-warni di bulan Agustus
Menikmati kemerdekaan itu
bisa liat upacara kemerdekaan di istana lewat televisi

Menikmati kemerdekaan itu
bisa menjual rokok kepada siapa saja
Menikmati kemerdekaan itu
bisa membeli rokok dimana saja

Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok di tempat umum
Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok terus kalau sakit gratis berobatnya

Menikmati kemerdekaan itu
bisa sekolah gratis di sekolah negeri
Menikmati kemerdekaan itu
bisa merokok di kelas walau ada guru yang takut dipolisikan jika galak

Menikmati kemerdekaan itu
bisa jadi tersangka korupsi tapi tak ditahan & tetap jadi yang terhormat
Menikmati kemerdekaan itu
bisa dapat tunjangan KJP dan KIP walau punya kontrakan

Menikmati kemerdekaan itu
bisa dapat tunjangan KJP atau KIP walau bisa umrah & naik haji
Menikmati kemerdekaan itu
bisa kendalikan penyelundupan narkoba dari penjara

Menikmati kemerdekaan itu
bisa liat berita polisi gagalkan penyelundupan satu ton narkoba
Menikmati kemerdekaan itu
bisa lihat berita banyak artis ditangkap karena pakai narkoba

Menikmati kemerdekaan itu
bisa ikut lomba balap karung, tarik tambang & makan krupuk tanpa nasi
Menikmati kemerdekaan itu
bisa naik motor melawan arus tanpa kenakan helm

Menikmati kemerdekaan itu
bisa deg-degan takut kena bom teroris
yang dalam beberapa hari ketahuan rumahnya dimana
Menikmati kemerdekaan itu
bisa kredit motor & berasa kaya walau angkutan umum tak tersedia

Menikmati kemerdekaan itu
bisa memilih kepala daerah setelah dikasih beras & sembako
Menikmati kemerdekaan itu
bisa nyanyi dan joget dangdut sebelum nyoblos saat pemilu

Menikmati kemerdekaan itu
saya bisa nulis ini dan dibaca kamu, iya kamu …
Menikmati kemerdekaan itu
bisa apa kamu?


4 Comments

Mendidik Murid tak Merokok di Sekolah

siswa-sma-yang-dihujat-netizen-karena-merokok-di-dalam-kelas-20170726-145031-1705609f0d2d549ccd0d6bb311ed220c

Pelajar yang merokok makin menghebat jumlahnya, berseragam putih biru (SMP), putih merah (SD) sudah terbiasa merokok, bagaimana agar murid tidak terbiasa merokok di sekolah?

1. Nyatakan sekolah anda sebagai kawasan dilarang merokok, dilengkapi dengan peraturan dan sangsi yang tegas, untuk semua warga sekolah: Kepala Sekolah, guru, tata usaha, murid dan masyarakat yang datang ke sekolah.

2. Kepala Sekolah yang merokok di sekolah harus dipecat atau izin sekolah dicabut, untuk mengetahui apakah kepala sekolah merokok atau tidak itu mudah saja, jika ruang kerja beliau bau rokok, pasti merokok. Jika kepala sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit dia mengelola semua warga sekolah untuk tak merokok.

3. Guru dan karyawan tata usaha, termasuk satpam sekolah yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak diberi jam mengajar. Jika guru dan karyawan sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit sekolah dapat mengelola semua warganya untuk tak merokok.

4. Murid yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak boleh mengikuti pelajaran selama satu semester yang akan berdampak tidak naik kelas.

5. Masyarakat yang masuk kedalam lingkungan sekolah dan merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipersilahkan segera keluar dari lingkungan sekolah atau segera mematikan rokoknya.

Wah sadis banget? bukankah sekolah merupakan hak azasi setiap orang? kalau cuma gara-gara merokok dia jadi tak bisa bersekolah berarti sekolah telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Merokok juga hak azasi setiap orang, kenapa guru dan kepala sekolah melarang muridnya merokok?, sementara orangtuanya membolehkan anak-anaknya merokok mengikuti kebiasaan orang tuanya.

Apakah karena HAM,
bakal makin banyak perokok di negeri pemuja HAM?
bakal makin banyak rakyat penyakitan?
bakal makin banyak rakyat bau asap?
bakal makin banyak pedagang rokok di sekitar rumah anda?
bakal makin banyak orang terkaya dunia dari negeri ini?
bakal makin banyak pabrik rokok?
bakal makin banyak tenaga kerja terserap di industri rokok?

Menurut kamu?


Leave a comment

Tawuran Pelajar di Jakarta: TAK ADA LAGI

Screen Shot 2017-08-04 at 10.34.33 AM.png

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke daerah perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah sepeda motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah sepeda
motor,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sepeda motor

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … wah saya lagi ngelamun, hehe”, sambil bangun dan mematikan notebook.


Leave a comment

Membuat Kota jadi Bersih: Tanggung Jawab Siapa?


Jalan layang Tendean Ciledug yang dibangun dengan biaya mahal dan waktu yang lama untuk tujuan mengurangi kemacetan lalulintas Jakarta.

Foto di atas saya ambil di halte depan Trans TV Jl. Kapten Tendean 5 juli 2017, belum diresmikan sudah dicoret-coret, miris.

Siapa yang harus menjaga kebersihan kota? Jika ada yang melakukan hal ini, tak adakah aturan hukum yang bisa digunakan untuk menangkap dan menghukum pelaku?

Polisi?
Satpol PP?
Lurah?
Camat?
Walikota?
Gubernur?

Saya yakin pasti ada peraturan yang bisa digunakan untuk menghukum pelaku atau harus dilakukan berbagai upaya pencegahan sehingga tak terjadi lagi pencoretan di sarana umum.

Menurut kamu?


Leave a comment

Motivasi yang terealisasi

Screen Shot 2017-07-26 at 11.26.39 AM

Saya biasa memanggilnya Om Hadis, saat sekolah di SMK lebih lima tahun yang lalu dia ngefans sama saya lewat fesbuk, sering minta oleh-oleh kalau saya terbang ke luar kota, berkali-kali saya bilang sama dia,

“Sabaaaar Om, belajar yang serius, hidup yang serius … kita akan ketemu di terminal keberangkatan Bandara Internasional”

Beberapa hari yang lalu dia mengajak janjian terbang bareng ke luar negeri, sayang banget beda arah … Saya ke Medan dia ke Singapura … mantaaaap Om Hadis, proud of You … jaga kesehatan ga pake narkoba yaaa …