Blog Pendidik


Leave a comment

V.A.P.E

vape

Dari asep … dan asep lagi


1 Comment

Rokok dan Vape

rokok vape

“Asap telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?”

Isinya sama, asap … kandungannya bisa beda, negara marah ketika asap muncul dari pembakaran hutan hingga rakyat kecil dan pengusaha dijerat hukum kerana membakar.

Sementara asap yang dihisap rakyatnya hingga banyak rakyat yang sakit dan mati dibiarkan terus terjadi.

Fatwa haram rokok dan vape seolah tak didengar negara, karena ada organisasi agama yang tak mengharamkan rokok dan vape, apakah karena para pemimpinnya kecanduan rokok dan vape, atau banyak warganya menanam tembakau, atau jadi pekerja di pabrik rokok dan vape, atau dapat sponsor membangun gedung atau biaya kegiatan dari industri rokok fan vape?

Saya mencoba mencari sikap yang tepat liat tetangga, sahabat, dan kerabat yang tak berpendidikan, pekerjaannya tak tentu, kadang jadi kuli bangunan, kadang jadi ojek, kadang jadi penjual kopi keliling, … pekerjaannya tak jelas, tetapi yang jelas terkihat setiap berjumpa dia selalu merokok.

Ada juga yang berangkat dan pulang kerja dengan berpakaian olah raga kaos singlet untuk memperlihatkan otot yang menonjol di badannya, celana pendek berlabel internasional dengan tas selempang berisi pakaian kerja … saat hari masih gelap beliau berangkat dan hari sudah gelap pulang ke rumah dengan menghisap asap benda putih 9 cm.

Seorang teman yang Profesor dari perguruan tinggi ternama, jadi pejabat eselon yang tak rendah di ibukota negeri, selalu mencari kesempatan menghisap asap sendiri maupun bersama rekan, seolah lupa bahwa beliau juga jadi petinggi di organisasi yang mengharamkan rokok dan vape.

Rokok dan vape memang hebat, mungkin para pembuat rokok dan vape yang harus mendapat apresiasi bahwa mereka telah berhasil menguasai dunia lewat barang yang terlihat tapi tak bisa diraba, berhasil menaklukan pengangguran, pekerja ulama, hingga para cerdik pandai, … kalo kamu?


Leave a comment

Jaga Nama Baik Diri Sendiri aja

Murid kelas XI akan berangkat praktek kerja lapangan di industri selama 3 bulan, di kelas saya pesan kepada mereka untuk selalu menjaga nama baik diri sendiri.

Jika dirimu baik maka keluargamu jadi baik,

Jika dirimu baik maka sekolahmu jadi baik,

Jika dirimu baik maka negaramu jadi baik


5 Comments

Jaga Nama Baik Sekolah? Ga Usah deh

Bayangkan, 730 nama murid dan 60 nama guru, dijejer sambung menyambung, andai pake font ukuran standar 12 times new roman, jadi berapa panjang kumpulan nama semua warga sekolah.

Pulang ke rumah yang berbeda-beda dengan jarak yang berbeda, dengan waktu yang beda juga.

Bagaimana cara menjaga nama baik sekolah? Susaaaah … panjang beuuut … terlalu berat, jangan-jangan murid ga pulang-pulang karena jaga nama yang letaknya berjauhan.

Lebih gampang dan paling gampang jaga nama baik diri sendiri aja … paling panjang 4 atau 5 kata namamu, jagain itu baik-baik, bikin bagus di mata orang yang kamu jumpai … maka dirimu jadi baik, keluarga jadi baik, sekolah jadi baik, lingkungan rumahmu jadi baik, hingga bangsa dan negaramu terjaga nama baiknya …. kuuuy


2 Comments

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Menarik Pilihan di Pemilu & Pilkada

“Zaman dulu Rakyat Negeri Paman Besut sering kesal karena wakil rakyat atau pemimpin yang dipilihnya mengingkari janji kampanye, melakukan korupsi, …  hingga negara mengalami krisis, tapi tak bisa apa-apa, kini tak lagi … “

Negeri Pamam Besut makmur sejahtera, rakyatnya semua berpendidikan, memiliki ahli di berbagai bidang, termasuk program komputer, sehingga pemilu dan pilkada bisa dilakukan secara canggih, dengan jaringan komputer dan internet yang luar biasa, suara atau hasil pilihan rakyat di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) secara online terhubung ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) serta langsung bisa dihitung secara real time, pada saat batas waktu pemilu dan pilkada berakhir, rekap hasil pemilu dan pilkada bisa diketahui orang sedunia.

Anggota parlemen dan pemimpin daerah atau presiden yang terpilih selalu bekerja dengan baik melayani rakyat karena dengan kecanggihan teknologi komputer telah dibuat sistem bahwa rakyat yang telah memilih bisa menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pelaksanaan pemilu dan pilkada jika menilai orang yang dipilihnya tidak bekerja dengan baik.

Partisipasi rakyat pada pemilu dan pilkada selalu mendekati 100 % karena rakyat dapat mengawasi dan menarik dukungan atau pilihan yang telah diberikan saat pemilu dan pilkada ketika calon yang dipilihnya dinilai melakukan hal-hal yang tak terpuji, atau tidak memperjuangkan aspirasi pemilih, atau tidak memenuhi janji saat kampanye pemilu dan pilkada.

Jika jumlah pemilih yang menarik pilihannya mencapai 50 % maka anggota parlemen, dan kepala daerah yang terpilih pada pemilu dan pilkada diberhentikan dan diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya dari partai yang sama, untuk kepala daerah dan presiden diganti oleh pemilik suara terbanyak berikutnya. Sistem pengelolaan data dikelola secara baik oleh orang-orang pintar Negeri Paman Besut, yang sulit ditembus peretas atau hacker.

Pelaksanaan sistem demokrasi yang didukung teknologi canggih ini membuat manajemen pemerintahan negeri Paman Besut menjadi sangat efektif, efisien, berfihak pada rakyat, tak ada korupsi hingga menjadikan Negeri Paman Besut sangat makmur, sejahtera, tumbuh menjadi negara super power disegani seluruh dunia.

Utusan pemerintah dan tenaga ahli dari seluruh dunia berdatangan ke negeri Paman Besut untuk belajar sistem dan manajemen data pemilu dan pilkada. Kepala Negara Paman Besut sering diminta berbagi pengalaman melaksanakan demokrasi canggih era digital di forum-forum internasional.


3 Comments

Belajar Nulis Bersama Om Jay Hari Ketiga

Masih suka baca group WA tapi tak mendapat pencerahan … ini salah satu contoh pemanfaatan WAG untuk belajar sesuatu dan memperoleh manfaat, simak deh.

Guru Greget

Lokasi: Taman Lapangan Banteng

Seminar Online day #3

Narasumber Super Seminar II kali ini adalah bapak Dedi Dwitagama. Beliau merupakan pengelola blog guru www.dedidwitagama.wordpress.com dan masih dimoderatori oleh Omjay http://www.wijayalabs.wordpress.com/

Yuuk kepoin apa aja tip dan trik yang dibedah kali ini….

Buat saya blog pribadi itu seperti rumah pribadi saya, yang harus saya bersihkan, saya isi dan hias dengan asesori sesuai minat saya. Sementara blog kroyokan itu seperti saya berada di public space dimana saya lebih bisa bertemu dengan banyak penulis dan mencari inspirasi. Demikian tulis Pak Dedi mengawali Seminar Online Belajar Menulis Bersama Omjay kali ini.

“Menulis di blog pribadi itu seperti membuat catatan pribadi yang bisa dibaca orang sedunia”.

Ketika ditanya, kok bisa ya bertahan nulis di blog dari tahun 2005 hingga saat ini? Apa resepnya? Begini tuturbeliau: Saya menikmati blog saya, seperit saya melihat album foto perjalanan hidup saya, perjumpaan dengan orang-orang dimana-mana, jejak-jejak perjalanan memberi manfaat…

View original post 656 more words


11 Comments

Nyanyi HATERS nya Kotak, kuuuy

Pagi ini (17/1) saya menulis artikel di beberapa blog saya sambil mendengarkan i-radio Jakarta yang cuma memutarkan lagu Indonesia, tiba-tiba diputar lagu Haters dari Kotak, salah satu lagu Tantri yang saya suka, menyanyilah saya …

Haters – Kotak

hei pembenciku
jangan benci aku
nanti kamu tersiksa

hei pembenciku
jangan mengintaiku
nanti kamu kecewa

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo

hei pembenciku
jangan benci aku
buang energi saja

hei pembenciku
semakin kau benci aku
semakin susah hidupmu

aku senang-senang
menikmati hidupku
kenapa kamu yang
jadinya tersiksa
terganggu karena aku

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah
susah melihat-melihat
kau aku bahagia
itu derita lo

Rap:

kenapa sih lo mau hidup lo jadi susah
selalu cari celah untuk bisa mencelah
sudahlah aduh kawan lagian buat apa
yang ada lo kecewa kalay gue sih having fun

kritik sini kritik sana semua lo gak suka
kasih makan juga gak tapi lo yang marah-marah
gue sih gak masalah tapi lo naik darah
selalu aja salah mending kita party aja

kau benci tapiku jadi termotivasi
buatku lebih baik kau malah makin keki
sudah berhenti kawan kitakan bukan lawan
bangkitkanlah hidupmu jangan kau sia-siakan

Nyanyi lagi:
ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataannya
kamu susah

susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
oooooo

ngaku-ngakunya bahagia
tapi kenyataanya
kamu susah
susah melihat-melihat
kalau aku bahagia
itu derita lo


4 Comments

“Jaga Nama Baik Bangsa & Negara” Ga Mungkin Bisa, Beraaaaaat bet

“Jaga nama baik keluarga”
“Jaga nama baik sekolah”
“Jaga nama baik bangsa dan negara”
“Jaga nama baik diri sendiri?”

Masih suka mendengar ada yang bilang “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”?. Jika nama 267 juta penduduk dirangkai menjadi satu, berapa kilometer kah panjangnya? Bagaimana menjaga nama sebanyak itu? Jika murid sekolah anda 200 muridnya, atau yang menengah jumlah muridnya 700 dengan 50 guru, berapa panjangnya jika semua nama murid dan guru disatukan? Bagaimana pula menjaga nama sepanjang itu agar selalu baik, susah dan hampir tak mungkin.

Oleh sebab itu, jika anda punya kesempatan memberi sambutan atau menjadi pembina upacara di sekolah, pertemuan karang taruna atau berbicara di muka umum, tak usah lagi mengatakan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah”, karena beban hidup anak-anak sekarang makin berat dengan tugas-tugas sekolah, kampus, aktifitas organisasi dan mengelola media sosial serta “mabar”, main games bareng bersama teman-teman.

Terlalu berat niat “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” akan membuat hari-hari anak-anak negeri habis tetapi tujuan tak pernah tercapai karena tantangan dan hambatanya luar biasa, jangan-jangan generasi muda lelah dan banyak mati muda karena sibuk melakukan kegiatan “Jaga nama baik bangsa dan negara,” atau “Jaga nama baik sekolah” tetapi tak sempat mengembangkan diri mempelajari banyak hal untuk diterapkan saat mereka dewasa dan bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain.

Suruh saja semua anak negeri “Jaga nama baik diri sendiri,” hebatkan diri sendiri, lakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri dan bermanfaat juga buat orang lain.

Karena jika dirinya baik, maka keluarganya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka sekolahnya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungan RT-nya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka lingkungannya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika dirinya baik, maka negerinya akan menjadi baik dan tak tercoreng.
Karena jika setiap orang baik, maka dunia ini akan menjadi baik dan tak tercoreng.

Setelah “syahwat” lobang belakang menghebohkan jagat raya, datang lagi “syahwat” duit menghebohkan negeri, orang yang berkoar korupsi itu tak baik buat negeri ini, tertangkap tangan melakukan korupsi, dia sedang merusak nama baik dirinya dan mencoreng nama baik negara ini, kalo kamu?


5 Comments

Mengabarkan Kerja Bakti di Sekolah

Foto di atas bagus, terlihat bahwa warga sekolah sedang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, sementara banyak foto yang mengabarkan kerja bakti berisi orang-orang berjejer berdiri, ada yang memegang alat kebersihan atau hanaya berdiri menghadap lensa kamera, itu bukan foto kerja bakti, tetapi foto orang-orang yang seddang berjejer di lingkungan sekolah tanpa melakukan apa-apa.

Bagaimana cara membuat dokumentasi kerja bakti di sekolah yang baik, berikut ini tips yang dapat anda lakukan, silahkan klik disini.


12 Comments

Kaleideskop Blog Pendidik 2019: Dikunjungi 1,858,184 kali, ada 4.051 Posting dan 9.200 Komentar

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, selamat memasuki tahun baru 2020, semoga saat ini dan sepanjang tahun ke depan kita semua berada dalam kondisi sehat selalu, sukses dalam kerja dan cinta.

Screen Shot 2019-12-26 at 8.19.51 PM

Penampakan Blog Pertama Saya

Saya mulai menulis di blog  sejak Januari tahun 2005 di platform blogspot dan mulai memanfaatkan wordpress sejak tahun 2007, saat kaleideskop ini ditulis, blog ini sudah dikunjungi 1,858,184 kali, terima kasih buat anda yang telah berkunjung, berkomentar. Buat anda yang sudah terbiasa berkunjung ke blog ini pasti tahu bahwa blog ini dikelola oleh seorang guru matematika SMK yang sangat peduli terhadap pendidikan karakter anak negeri. Walau di kelas mengajar matematika saya berusaha menggerakkan murid untuk memiliki karakter yang baik dan mampu mengelola serta memanfaatkan teknologi informasi untuk turut serta memberi warna indah pada kehidupan semesta.

Alhamdulillah, pengunjung blog saya kembai meningkat setelah tren menurun sejak tahun 2010 hingga tahun 2017, pengunjung bulan Januari dan April melonjak sangat tajam hingga mencapai sekitar 20.000 viewer, bulan Juni biasanya pengunjung mengalami penurunan, gejala ini nampaknya karena pada bulan Juni biasanya saya sibuk mengelola nilai semester murid hingga intensitas posting menurun yang dampaknya jumlah pengunjung pun menurun.

Follower blog pendidik berjumlah 1.539, jika anda belum follow silahkan klik ikon follow agar anda mendapat notifikasi melalui email ketika saya posting. Jumlah posting saya di blog ini saat penulisan kaleidoskop ada 4.051 posting. Komentar di blog saya total berjumlah 9.200, jika anda mau menambahkan silahkan isi kolom komentar pada bagian bawah posting saya.

Pengunjung rupanya menyimak twitter dan facebook saya, yang saya kaitkan dengan posting blog saya, terlihat ketika saya upload posting baru mendapt perhatian pengunjung dan terihat di statistik blog saya.

Screen Shot 2019-12-26 at 7.16.33 AM

Statistik Blog Pendidik sejak 2010

Screen Shot 2019-12-26 at 7.18.16 AM

Statistik Rekapitulasi Pengunjung Blog Saya setiap Bulan sejak 2007

Selain menulis di blog ini saya juga mendokumentasikan kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Dedi dan kegemaran mendokumentasikan suasana lingkungan sekitar di channel youtube saya.

Posting saya berjudul Cara Kreatif Merayakan Hari Kartini di Sekolah yang saya posting Mei 2017 menjadi posting yang paling banyak dibaca oleh pengunjung blog saya hingga hampir mencapai 20.000 sepanjang tahun 2019. Berdasarkan statistik posting yang dikunjungi, tampaknya pengunjung blog saya banyak mencari tips-tips kegiatan sekolah, bagaimana dengan anda?

Screen Shot 2019-12-26 at 7.12.38 AM

Posting Favorit Pengunjung Blog Saya, Kalo Kamu? 

Nikmati dokumentasi kegiatan profesional saya sebagai pembicara di blog Trainer Kita, hasil hunting foto menyalurkan hobi fotografi saya display di blog Foto Deditulisan-tulisan ssaya di Kompasiana.com, ribuan foto-foto training saya di fanpage facebook saya, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video-video saya hampir 1.700 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share. Terima Kasih.

 


Leave a comment

Mendoakan Murid

Ketika belajar di kelas dia sangat pendiam, duduknya selalu tetap dengan orang yang sama, bicaranya sedikit, kalo tertawa pun tak banyak, tapi kalo bicarakan kepop matanya nyala berbinar.

Sekarang dia sedang nelanjutkan gaya pendiam tapi doyan nyanyi dan ngedance kepop di negeri purwokerto, slamat berjuang vin … buat cum laude mah gampang wat kamu, ditunggu kabar wisuda dan lanjut kuliah S2 di korea yaaaa


7 Comments

Menemukan Jejak Digital Dedi Dwitagama di Website Kantor Berita Antara

Screen Shot 2019-12-17 at 10.09.59 AM

Screen Shot 2019-12-17 at 10.10.35 AM

Saya sedang menyiapkan Kaleidoskop tahun 2019 tetiba menemukan jejak digital kehadiran saya di IPB University Bogor Nopember 2019, alhamdulillah … sesuatu bangets rasanya … terima kasih buat BEM IPB University yang kembali bersinergi dengan saya mengulang perjumpaan tahung 2013 dengan materi yang berbeda, detailnya ada disini.

Nikmati reportase training-training saya di blog Trainer Kita, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


23 Comments

PROSES PENGAJARAN DI SMKN 50 DALAM MEMBENTUK RANGKA MEMBENTUK KARAKTER

postingan blog murid saya yg kece badai …. alvin punya bakat nulis, lanjutkan bro

Alvin Blog

PENDIDIKAN KARAKTER ITU APA SIH ?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata didik, dengan diberi awalan “pe” dan akhiran “an” yang berarti “proses pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.” Sedangkan arti mendidik itu sendiri adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Istilah pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani paedagogie yang berarti “pendidikan” dan paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedangkan orang yang tugasnya membimbing atau mendidik dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri disebut paedagogos.

FUNGSI PENDIDIKAN KARAKTER ?

Secara umum fungsi pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik.

Adapun beberapa fungsi pendidikan karakter adalah sebagai berikut;

  1. Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
  2. Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur.
  3. Untuk membangun dan…

View original post 827 more words


113 Comments

Pendidikan Karakter Kerja Keras, Kerja Sama, Berprestasi, Orientasi Masa Depan dan Mencintai Budaya di SMKN 50 Jakarta

Jam sekolah usai sudah, sebagian besar murid SMKN 50 Jakarta sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. Dari dalam ruang Bimbingan Konseling (BK) Saya mendengar percakapan beberapa anak yang sedang serius membicarakan strategi, menata gerak, mengatur posisi, dan sebagainya. Dan ketika saya keluar ruang BK tampak beberapa aktifis ekskul Tari Tradisional Aceh Ratoeh Jaroe mulai berjajar membentuk formasi untuk memulai latihan menari.

Lewat kegiatan ekskul itu, beberpa aspek pendidikan karakter sudah berlangsung, dengan atau tanpa guru dan pembimbing, yaitu:

PERENCANAAN
Murid-murid merencanakan kapan group mereka akan tampil, dimana kegiatan itu berlangsung, merencanakan waktu latihan, memilih tempat latihan, merencanakan kostum yang akan dikenankan, musik atau suara pengiring, alat-alat yang diperlukan, dan sebagainya.

BEKERJA SAMA
Mereka saling mengingatkan kapan harus latihan, berkomitmen untuk serius latihan, tak terlalu banyak ngobrol, fokus pada target, berusaha datang dan pulang tepat waktu, dan sebagainya.

KERJA KERAS
Latihan dilakukan berkali-kali, selama beberapa jam setiap latihan, hingga pulang ke rumah lebih telat dari biasanya, badan lelah, pegal, haus, lapar, dan sebagainya seolah tak terasa. Kerja keras jadi suatu keharusan untuk suatu pencapaian yang direncanakan, sukses di pentas atau juara pada kompetisi yang diikuti.

ORIENTASI MASA DEPAN
Memutuskan untuk latihan, target penampilan, memilih teman, menyiapkan kostum, hingga pentas di wantu yang ditentukan bisa berlangsung selama berminggu-minggu, beberapa bulan atau dalam jangka waktu tahunan, sebuah orientasi masa depan. Hal ini sangat diperlukan untuk menjalani hidup di masa depan setelah mereka dewasa.

MOTIVASI BERPRESTASI
Pentas pada suatu kegiatan di sekolah atau dimanapun adalah sebuah pencapaian prestasi, sama nilainya dengan ikut kompetisi atau lomba, terlepas dari menang atau kalah. Kemenangan pasti akan datang jika motivasi berprestasi untuk ikut serta lomba atau berani tampil terus dipelihara. Sebuah karakter yang sangat sulit ditanamkan, tetapi sangat diperlukan dan bermanfaat buat hidup di masyarakat kelak.

MENCINTAI BUDAYA NEGERI
Anak-anak Jakarta yang jaraknya sekitar 2.350 kilometer dari Aceh meresapi gerakan tari orang-orang Aceh, diiringi lagu berbahasa Aceh adalah praktek nyata mencintai negeri tanpa basa-basi, tapi praktek dengan menghayati secara langsung secara sukarela dalam balutan semangat dan gembira.

Kamu bisa tambahkan karakter apa lagi yang sedang dipelajari oleh anak-anak aktifis tari tradisional Aceh? Silahkan tulis di komentar.


Leave a comment

Pertempuran Seolah-olah

kekuasaan

Di negeri paman besut, Mahkamah Konstitusi memutuskan koruptor boleh mengikuti kontestasi pemilihan umum anggota legislatif atau kepala daerah setelah lima tahun bebas dari hukuman atau keluar penjara, ini merupakan jawaban terhadap permohonan uji materi beberapa organisasi masyarakat negeri paman besut.

Putusan MK atas uji materi UU Pilkada didasari pada sejumlah pertimbangan. Salah satu pertimbangannya, MK berkeinginan agar calon kepala daerah dipilih melalui persyaratan yang ketat, antara lain bersih, jujur, dan berintegritas. “Pendirian Mahkamah sangat fundamental karena adanya keinginan untuk memberlakukan syarat yang ketat bagi calon kepala daerah,” kata Hakim Suhartoyo saat membacakan pertimbangan putusan dalam sidang yang digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

“Sebab, seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain,” lanjut dia.

Pertimbangan yang sungguh sangat mulia, jika seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain, kenapa setelah lima tahun yang bersangkutan masih diperbolehkan ikut kontestasi lagi?

Agar terjadi efek jera, seharusnya seseorang yang yang sudah terbukti melakukan koruptor, tak boleh lagi mencalonkan diri pada pemilihan umum, hal ini dikabarkan melanggar hak azasi manusia, apakah rakyat yang membenci koruptor telah dikalahkan oleh rakyat yang memihak atau mendukung koruptor? Peperangan seolah-olah dimenangkan oleh para koruptor, kalo menurut kamu?


2 Comments

Guru Youtuber

 

Sejak 2011 saya menikmati kecanggihan teknologi, memanfaatkan gadget untuk mendokumentasikan apa saja yang ada di sekitar saya dalam bentuk video yang sebagian besar tanpa proses editing (karena saya tak bisa) saya unggah di channel youtube saya yang hingga pagi ini berjumlah 1.669 video dengan lebih dari 1.410 pelanggan atau suscribers, kalo kamu? 

Ini video yang paling populer di channel saya, sudah dilihat lebih dari 170.000 kali, silahkan search DWITAGAMA di youtube atau google, subscribe dan komentar juga boleh, kuuuy.


Leave a comment

Saya dari duasembilan ke BNNP Banten, kalo Kamu?

Screen Shot 2019-11-22 at 10.20.24 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 10.20.49 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.31.05 AMScreen Shot 2019-11-22 at 9.29.06 AMScreen Shot 2019-11-22 at 9.28.17 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.31.53 AM

Screen Shot 2019-11-22 at 9.32.18 AM

Alooow pengunjung setia blog saya, kali ini saya mendokumentasikan beberapa training saya di bulan Nopember 2019 sambil mempersiapkan materi beberapa training minggu depan.

Dua foto di atas adalah panggilan untuk hadir di BNN Provinsi Banten, dan foto lainnya adalah dokumentasi instagram kehadiran saya di STM Kapal, SMKN 29 Penerbangan Jakarta bermalam minggu bersama anak-anak hebat yang bersiap ikut perlombaan paskibra dan pramuka, good job guys.

Nikmati dokumentasi training-training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, sepuluh ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.600 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube sayaperlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


Leave a comment

Bahagia Menjumpai Generasi Hebat

 

Saya tuh sukanya pake banget, mendapatkan kehormatan berjumpa dengan generasi hebat di berbagai tempat, video di atas merupakan dokumentasi perjumpaan saya dengan calon pengurus OSIS SMAN 24 Jakarta, membicarakan Narkoba dan Leadership minggu yang lalu.

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.30 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.22.52 AM

Screen Shot 2019-10-23 at 10.23.25 AM

Saat ini saya sedang menyiapkan materi untuk berjumpa dengan ramaja-remaja hebat yang menerima beasiswa dari ASTRA beberapa hari ke depan, kalo berjumpa dengan kamu kapan?

Sebelum kita jumpa nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


Leave a comment

Menemani Kemendikbud RI mengantar Anak-anak SMK Hebat Indonesia Magang di Thailand

DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 9DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 3DWITAGAMA KEMENDIKBUD CASIO 1

Cerita lengkapnya ada disini. Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Screen Shot 2019-09-30 at 9.15.52 PMScreen Shot 2019-09-30 at 9.15.06 PM


Leave a comment

Polisi: Target Tawuran Anak SMK, Solidaritas untuk Kakak Mahasiswa

WhatsApp Image 2019-09-25 at 19.25.17

Gemuruh mahasiswa turun ke jalan, keluar dari kampus menuju titik kumpul di gedung DPR, DPRD di berbagai daerah menjadi berita yang mewarnai negeri beberapa hari terakhir hingga tumpah ruah ke media sosial seperti instagram, twitter dan facebook, menjadi santapan warga net, termasuk anak-anak SMK.

Rasa solidaritas anak SMK terbakar, mereka merasa kasihan melihat kakak-kakak mahasiswa berhadapan, seolah “tawuran” dengan aparat, sehingga hormon adrenalinnya terpicu untuk membela kakak mahasiswa bertempur menghadapi aparat, kebiasaan tawuran sudah memberikan skill bertempur di jalan raya, seperti lokasi demonstrasi dan bentrok pendemo mahasiswa dengan aparat, jadilah adegan berlarian anak-anak SMK menjadi pemandangan menakjubkan bagi kakak-kakak mahasiswa hingga viral di media sosial, padahal sesungguhnya itu hal yang sudah sangat biasa anak-anak SMK lakukan ketika tawuran yang sasarannya sesama anak sekolah, kini sebagai target lawannya adalah aparat bertameng, water canon dan gas air mata, menggantikan batu, kayu, gir, clurit, pedang yang biasa jadi alat tempur tawuran.

Jika mahasiswa malakukan aksi dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi internal kampus dan dengan kampus lain, terlihat dari pemakaian jaket almamater, isu-isu yang diangkat, poster-poster, spanduk yang dibentangkan, mobil komando, mobil angkutan (umumnya bis), lagu-lagu yang dinyanyikan sudah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya.

Sementara anak-anak SMK seperti terbawa arus, mungkin berawal dari keingintahuan, istilah anak sekarang “kepo”, anak-anak SMK melihat kakak-kakak mahasiswa melakukan aksi di pinggir jalan, lama kelamaan jumlah anak SMK semakin banyak dan terbawa emosi masuk ke dalam arena demonstrasi, dengan cara dan gaya yang tak direncanakan, mereka melakukan dengan gaya khas mereka saat tawuran yang berlarian di jalan, berteriak, melempar dan memukul lawan dari sekolah lain, di lokasi demonstrasi yang menjadi lawannya adalah pihak yang berhadapan dengan mahasiswa, yaitu polisi, jadilah seolah anak-anak SMK berhadapan dengan polisi.

Sebagai guru yang banyak bergaul dengan anak-anak SMK, saya menduga kemunculan anak-anak SMK dengan aksi khasnya menjadi viral di media sosial, beredar di grup-grup whatsapp mendorong anak-anak SMK yang sudah terbiasa tawuran untuk memanfaatkan suasana demosntrasi mahasiswa sebagai panggung melampiaskan “kegemaran” di jalan selama ini.

Terlihat bahwa kedatangan mereka ke sekitar gedung DPR tak terorganisir, mereka hanya memakai seragam sekolah hari itu, padahal anak-anak SMK juga memiliki seragam jaket almamater seperti kakak-kakak mahasiswa, tak ada bis yang mengangkut anak SMK, mereka ke lokasi dengan cara “membajak” truk dan kendaraan lainnya yang bisa mengantarkan mereka ke lokasi, sedikit sekali atau hampir tak ada poster dan spanduk yang anak-anak SMK bawa, jika ditanya mereka menjawab sesuai pengetahuan mereka dari mass media, tak ada issu khusus yang diangkat berhubungan dengan kehidupan sekolah atau remaja se usianya.

Yang terjadi “seolah” anak-anak SMK menemukan sasaaran atau lawan yang makin sulit mereka cari saat ini, karena banyak SMK negeri dan swasta yang telah menereapkan aturan sangat tegas untuk muridnya yang terlibat tawuran hingga langsung dikeluarkan, dihentikan tunjangan KJP, diproses kepolisian, dsb.

Peristiwa tawuran di jalan semakin jarang terjadi selain karena faktor ketegasan sekolah, masyarakat sekarang juga sudah muak dengan kelakuan anak SMK yang tawuran di lingkungannya hingga penduduk bereaksi dengan mengusir, melempar, menangkap dan menyerahkannya ke polisi.

Dari daftar sekolah yang beredar di grup-grup whatsapp guru terlihat bahwa sedikit sekali murid sekolah negeri yang tertangkap polisi, kebanyakan mereka berasal dari sekolah swasta yang disiplinnya tak begitu baik, murid nakal, jarang masuk, terlibat tawuran seolah dibiarkan.

Melihat liputan langsung dari lokasi, tampaknya anak-anak SMK lebih berani dan lebih anarkis dari kakak-kakak mahasiswa. Polisi harus bergerak cepat mendata siapa dan dari sekolah mana yang terlibat demonstrasi anarkis, mengidentifikasi peran mereka, hingga menemukan aktor intelektual yang mengerahkan mereka ke lokasi, termasuk ketika polisi menemukan orang yang bukan anak SMK bergabung dengan anak-anak SMK harus segera di identifikasi dan dijelaskan kepada masyarakat, akrena badan dan tampang mereka tampaknya lebih “boros” serta tak memakai seragam sekolah.

Anak sekolah terlibat politik itu keniscayaan, mereka harus melek politik karena mereka akan menjadi pemilih dan berhak dipilih sebagai wakil rakyat dan pemimpin negeri sehingga saat ini sekolah tak perlu lagi tabu memberi pembelajaran berpolitik kepada murid-muridnya, seperti yang dilakukan kepada mahasiswa baru saat ospek mereka dikenalkan lagu-lagu perjuangan pergerakan mahasiswa, dilatih berorasi, membuat poster dan spanduk, hingga simulasi demonstrasi di lingkungan kampus, seharusnya di SLTA murid mulai dikenalkan dengan kehidupan berpolitik.

Anak-anak SLTA dikenalkan dunia politik termasuk cara menyampaikan pendapat secara santun, bermartabat, tidak anarkis agar saat ada kesempatan turun ke jalan mereka sudah tahu adab menyampaikan aspirasinya, dan ketika menjadi mahasiswa mereka lebih menyempurnakan cara penyampaian pendapat berdasarkan pengalaman sejak di SLTA.

Semoga kejadian kemarin murni gaya anak SMK tawuran di jalan, bukan karena unsur politik berupa rekayasa pihak-pihak tertentu yang menginginkan Indonesia chaos dengan memanfaatkan anak sekolah, andai itu terjadi aparat harus bisa menemukan siapa aktor intelektualnya.

Bagaimana menurut Anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dan Menemukan

Saya mendokumantasikan foto di bawah ini untuk saya pindah dari harddisk laptop saya ke eksternal harddisk agar speed laptop saya bisa terus diandalkan.

DWITAGAMA UNSIL TASIK 17

Tiba-tiba saya menemukan file surat ini,

Screen Shot 2019-09-15 at 5.58.38 PM

Cerita lebih lengkap tentang dua file di atas bisa dinikmati disini.


Leave a comment

Bersama BNNK Jakarta Utara, Berdialog dengan Guru-guru Penggiat Anti Narkoba

DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 1DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 12DWITAGAMA BNN JAKARTA UTARA 15

Masalah murid yang terlihat di sekolah biasanya berhubungan erat dengan masalah yang sedang dialami murid di rumah dan lingkungan bergaulnya, murid yang menyalahgunakan narkoba umumnya mengalami hambatan mengikuti proses belajar di sekolah, sering terlambat, sering tidak masuk sekolah, sering meninggalkan kelas, sulit menyelesaikan tugas-tugas belajar dari gurunya, dsb.

Demikian beberapa inti dari sharing dan diskusi saya dengan guru-guru sekolah menengah di Jakarta Utara, pada kegiatan yang diadakan oleh BNNK Jakarta Utara di Hotel All Sedayu Kelapa Gading Jakarta Utara selama dua hari di bulan Agustus 2019.

Terima kasih kepada Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari yang berkenan kembali bersinergi dengan saya dan semua tim BNNK Jakarta Utara yang support sessi saya, semoga bermanfaat, terima kasih buat om @faturrohman3011 yg mendokumentasikan.

Nikmati dokumentasi training-training saya disini, ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya, perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.


6 Comments

Mendokumentasikan Kegiatan

DWITAGAMA SMKN 23 JKT

Ngobras di SMKN 23 Jakarta

Foto di atas merupakan salah satu hasil jepretan panitia MPLS SMKN 23 Jakarta yang mendokumentasikan kehadiran saya ngobrol asik (ngobras) bareng anak-anak baru disana Juli 2019, foto di bawah dijepret oleh fotografer profesional @danisetiawan8 saat saya ngobral sama anak-anak SMA se Jakarta Utara Juli 2019, saya berterima kasih sekali boleh meminta spft copy foto=foto yang bagus sehingga bisa saya dokumentasikan di instagram, facebook, blog, dan youtube.

DWITAGAMA SMA JKT UTARA

Foto by: @danisetiawan8

Silahkan nikmati dokumentasi saya:
Foto-foto di Fanpage Facebook,
Foto-foto dan video saya di instagram,
video saya lebih dari 1.500 jumlahnya di channel youtube,
Slide-slide saya di slideshare.


4 Comments

Berani Bertanya itu Hebat

dwitagama dea malela 33

PMI Dea Malela Sumbawa NTB

Saya sangat bahagia jika ada peserta yang berani maju mengajukan pertanyaan atau pendapat, karena kemampuan bertanya dan mengajukan pendapat itu sangat bermanfaat di kehidupan bekerja dan bermasyarakat.

Foto dan Video pada posting ini adalah dokumentasi workshop dan diskusi di Pondok Modern Internasional, PMI Dea Malela Sumbawa NTB, 9 Juli 2019. Kalau kamu hadir di forum saya, nanya yaaa …


5 Comments

PMI DEA MALELA Membawa Saya ke Sumbawa

dwitagama dea malela 3.jpg

Dokpri

Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela letaknya sekitar 10 kilometer arah selatan dari kota Sumbawa Besar. Kampus di lahan yang tersedia seluas 60 hektar sudah mulai dibangun oleh Yayasan DEA MAS di Desa Batu Alang Kecamatan Moyo Hulu tersebut berada di tengah – tengah persawahan di dekat Gunung Utuk (Olat Utuk) dalam Bahasa Sumbawa.

Pondok pesantren yang digagas oleh Prof. Dr. Dien Syamsudin tersebut berada di kaki gunung saat ini telah berdiri Masjid Saidah, bangunan Rumah Kiyai Bait Kalla, lapangan basket dan Wisma Ustadzah serta perumahan guru putra dan putri. Sedang dalam proses pembangunan Auditorium sumbangan Presiden Joko Widodo, stadion mini sepakbola, arena bermain futsal, dan perpustakaan. Ada niat dan geliat membangun peradaban dunia yang digagas oleh Prof. DR. Din Syamsuddin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela. Menurutnya, ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.

Nama Dea Malela diambil dari nama seorang tokoh penyebar Islam asal Goa – Makassar yang menyebarkan Islam di Sumbawa, Batavia dan Simon’s Town, Afrika Selatan. BErsama ayahnya Abdulkadir Jailani,Dea Malela dalam usia 18 tahun (1746) berlayar ke Sumbawa.

Pembacaan selintas sumber-sumber Afrika Selatan tentang Dea Malela dan ayahnya Dea Koasa mengungkapkan, keduanya adalah bagian penting dari sejumlah ulama dan pejuang Islam yang diasingkan kolonial Belanda ke wilayah Cape Town Sejak dijajah Belanda (1652). – Prof Dr Azyumardi Azra MA, –

Perjalanan Jakarta – Lombok selama dua jam, dilanjutkan dengan setengah jam perjalanan pesawat Lombok – Sumbawa serta satu setengah jam melalui darat melewati area hutan yang masih banyak dihuni monyet-monyet ramah menyapa pengendara yang lewat jalan berbelok. Tiba di pondok pesantren serasa berada di rumah yang semua penghuninya semangat belajar dan beribadah, setiap masuk waktu sholat semua santri telah berada di masjid, ada santri yang bertugas adzan, membaca shalawat, iqomah, menyampaikan informasi berbagai kegiatan di pondok dilakukan oleh santri, ada praktek public speaking yang langsung dilakukan pada setiap waktu sholat berjamaah.

Pengelola dan pendidiknya terdiri dari alumni Pondok Modern Gontor, perguruan tinggi dalam negeri dan perguruan tinggi luar negeri berupaya mewujudkan misi modern dan internasional dengan memberi penguatan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahsa lainnya serta menggunakan metodologi dan teknologi informasi dalam pembelajaran.

Saya mendapatkan kehormatan untuk memandu workshop dan diskusi bagaimana menerapkan sosial media untuk pembelajaran dengan pendidik PMI Dea Malela dan Bagaimana berlaku Bijak dalam menggunakan media sosial untuk para santri PMI Dea Malela. Info lengkap sessi workshop Saya bisa disimak disana.


Leave a comment

Sekolah Favorit Hasil Kerja Rakyat, Haruskah dihapus Pemerintah?

“Saya mohon masyarakat mulai menyadari bahwa namanya era sekolah favorit itu sudah selesai,”

Kata Muhajir di Kompleks Parlemen I, Jakarta, Senin (21/6).

Sebelum adanya wajib belajar dicanangkan, upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar didahului dengan keluarnya Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD. Tujuan penerbitan kebijakan ini adalah untuk memperluas kesempatan belajar, terutama di pedesaan dan bagi daerah perkotaan yang penduduknya berpenghasailan rendah.

Di era Pak Harto, pelaksanan tahap pertama program SD Inpers adalah pembangunan 6.000 gedung SD yang masing-masing memiliki tiga ruang kelas. Ketika itu Indonesia baru saja mendapat limpahan dana hasil penjualan minyak bumi yang harganya naik sekitar 300 persen dari sebelumnya. Uang itu kemudian digunakan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya pendidikan.

Pada tahap awal pelaksanaan program SD Impres, hampir setiap tahun, ribuan hingga puluhan ribu gedung sekolah dibangun. Pembangunan paling besar terjadi pada priode 1982/1983 ketika 22.600 gedung SD baru dibuat. Hingga priode 1993/1994 tercatat hampir 150.000 unit SD Inpres telah dibangun.

Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain-lain.

Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003

Setelah proyek SD Inpres berakhir, pemerintah tak bisa membangun banyak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, seperti SMP Negeri di banyak daerah yang berakibat tidak semua lulusan SD di suatu daerah dapat ditampung di SMP Negeri atau harus bersekolah di SMP Negeri yang letaknya jauh dari rumah.

Pertambahan SMP Negeri yang dibangun Pemerintah tak diikuti oleh pembangunan SMA atau SMK Negeri dalam jumlah yang cukup sehingga tidak semua almuni SMP di suatu daerah bisa ditampung di SMA atau SMK Negeri di wilayahnya.

Sekolah yang dibangun Pemerintah biasanya hanya terdiri dari ruang belajar berupa kelas dan ruang guru.

Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan mereka juga mempunyai kewajiban untuk mengembangkan serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan proses pendidikan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 BAB IV yang didalamnya memuat bahwasannya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga. Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, area pendidikan, teknis edukatif seperti proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, mendiskusikan pelaksanaan kurikulum, membicarakan kemajuan belajar dan lain-lain. Banyak hal yang bisa disumbangkan dan dilakukan oleh masyarakat untuk membantu terlaksananya pendidikan yang bermutu.

Kebutuhan sarana belajar seperti toilet, kantin, lapangan olahraga, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, sarana ibadah, dan sebagainya dirasakan menjadi kebutuhan yang mendesak oleh orang tua agar anaknya yang bersekolah di suatu sekolah bisa mencapai kualitas baik. Saat dilakukan pertemuan manajemen sekolah dengan orang tua murid, atau saat-saat orang tua menjemput anaknya ke sekolah, orang tua murid sering mengusulkan ide-ide penambahan sarana, bahkan tak sedikit yang bersedia menjadi donatur, sponsor atau mencarikan fihak lain yang bisa memberi bantuan untuk membangan sarana pendidikan.

Misalnya ketika suatu sekolah belum memiliki sarana ibadah seperti masjid, banyak orangtua yang bersedia menyumbang jasa arsitek, batu kali, bata, semen, keramik, kayu, genting, karpet, sound system atau menyumbang dana secara sukarela hingga masjid bisa berdiri dan dimanfaatkan sebagai sarana belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah itu.

Budaya dukungan orang tua melengkapi berbagai sarana di sekolah terus dilaksanakan sehingga sekolah-sekolah seperti itu memiliki berbagai kelebihan sarana pembelajaran yang berpengaruh kepada hasil belajar murid-muridnya, yang membuat sekolah tersebut menjadi favorit masyarakat di sekitarnya bahkan yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah itu. Murid-murid baru dan orang tua yang masuk pada tahun-tahun berikutnya terus melanjutkan budaya mendukung pemenuhan berbagai sarana dan biaya penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya.

Kepala Sekolah yang berasal dari guru di sekolah favorit biasanya pandai membaca potensi dan mampu melakukan pendekatan kepada orang tua untuk mensupport berbagai kegiatan dan kebutuhan pemenuhan sarana sekolah, sehingga orang tua murid dengan sukarela menyumbang materi dan material untuk peningkatan mutu pembelajaran.

Era pendidikan gratis mengamanatkan negara menanggung biaya pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan standard biaya yang sama setiap jenis dan jenjang pendidikan, padahal sekolah yang sudah memiliki berbagai sarana, laboratorium dan program-program unggulan (yang sebelumnya disupport oleh orang tua murid) membutuhkan dana operasional dan perawatan yang lebih besar dibanding sekolah-sekolah yang memiliki sarana level biasa-biasa saja atau tak memiliki program unggulan yang memerlukan biaya banyak.

Sekolah favorit itu hasil karya orang tua murid bekerjasama dengan guru yang berlangsung puluhan tahun, dan itu akan diakhiri oleh pemerintah, apa dampaknya menurut anda?

 


4 Comments

Tuhan Sembilan Senti (Taufiq Ismail)

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin


2 Comments

Belajar jadi Reporter di SMKN 50 Jakarta


Namanya Tiara, dia kelas X jurusan Multimedia saat membuat video ini dan ditayangkan di channelnya di youtube, goood job Tiara … ga sia-sia neng kamu skolahnya jauh dari rumah, sudah bisa menghasilkan karya yang kereeen, ayo terus berkarya, kalo kamu?


Leave a comment

Profil SMKN 50 Jakarta


Dikerjakan oleh tim Multimedia Kelas X MM dikomandoi Andriko, Aan, Zefanya, Willy dan didukung oleh semua anak kelas X MM th 2019 dan semua murid-murid terpilih, good job guys.

Shooting berlangsung tanggal 23 dan 24 April 2019.


Leave a comment

Vlog Baru Channel Youtube Saya


Videografernya @danisetiawan8, mahasiswa DKV yang produktif memotret dan produksi video, makasih bro.

Selamat menikmati, kalau mau subscribe dipersilahkan, komentar anda bakal di balas, terima kasih


Leave a comment

Terpapar Kartini

Screen Shot 2019-04-18 at 11.09.58 AM

Statistik Blog Dedi Dwitagama

Ada fakta menarik pengunjung blog saya seminggu terakhir, posting CARA KREATIF MERAYAKAN HARI KARTINI DI SEKOLAH dikunjungi ribuan pembaca seminggu, terima kasih sekali buat anda yang sudah berkunjung dan menyimak ide kecil saya yang muncul karena keprihatinan panjang, kenapa hari kartini selalu diperingati dengan kebaya, sementara negeri ini banyak sekali suku bangsanya.

Perjumpaan dengan Guru-guru BK Propinsi Banten dan Penggiat anti narkoba,  anggota LSM anti narkoba Banten membawa saya berkunjung ke Serang Timur berdiskusi seru dengan mereka, terima kasih kepada Kepala SBNNP Banten atas kepercayaan dan kerjasama yang baik selama ini, terima kasih kepada staf BNNP Banten yang support sessi saya dan peserta training yang bersemangat mengajukan banyak pertanyaan, semoga bermanfaat.

dwitagama SMAN 42 JAKARTA

di SMAN 42 Jakarta

Foto di atas adalah dokumentasi suasana seru berjumpa dengan guru-guru hebat di SMAN 42 Jakarta membahas Performance dan Etos Kerja Guru, yang bisa disimak lebih lengkap disana.

Anda terpapar apakah? terima kasih telah berkunjung dan komentar, semoga anda dalam sehat dan sukes slalu.

 


9 Comments

Pemilu Cepatlah Berlalu, Kamu Jangan

Menikmati tayangan televisi kini jadi tak nikmat lagi karena banyak sekali bertebaran kata-kata yang kurang pantas di ruang publik, saling menjatuhkan dan berita-berita saling melaporkan, reportase sidang-sidang karena perbedaan pandangan di pemilu. Berita-berita kejahatan, kekerasan, pembunuhan dan kasus-kasus penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba mengisi ruang publik dan seperti dijejalkan ke telinga memasuki relung memori dan mebuat hati perih teriris, sedemikian rusakkah negeri ini?

Apresiasi buat Trans TV yang masih rutin menayangkan program acara My Trip My Adventure (MTMA), yang mengekspose keindahan alam dan budaya negeri ini. Menyaksikan acara MTMA membuat hati jadi senang dan bahagia, bahwa ternyata ada keindahan yang luar biasa yang belum sempat saya nikmati langsung di lokasi, rasa takjub berlanjut bersyukur bahwa Allah telah memberi keelokan negeri yang luar biasa untuk rakyat Indonesia, selanjutnya saya sering berangan-angan atau menyusun rencana untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa itu, terima kasih buat Trans TV dan tim kreatif MTMA.

Situs-situs berita sebagian besar isinya saling curiga dan saling serang, yang barangkali tujuannya menjelekkan fihal lawan dan ingin mendulang simpati agar calonnya dipilih pada pemilu mendatang. Facebook, twitter, instagram, line hingga whatsapp diserbu konten kampanye berbonus saling menjatuhkan antar kelompok pendukung, dibonceng kabar-kabar hoax, membuat ratusan hingga ribuan kabar berkelebat di sosial media, tak sedikit yang isinya sama dari sumber yang sama berkelebat di platform sosial media yang berbeda.

Sangat terasa sekali bahwa rakyat negeri ini terbelah menjadi dua kubu, sementara para elit seperti wayang-wayang yang bisa menghuni kotak yang satu dan berpindah ke kotak lainnya, tak sedikit elit yang saat pemilu yang lalu berada di fihak lawan, kini bergabung dengan fihak penguasa, ada pula yang dulu bergabung dengan penguasa kini berada di fihak lawan. Rakyat seolah lupa bahwa elit itu dulu menyatakan dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan yang dikatakan dan diperbuat saat ini.

Rakyat seolah lupa atau tak tahu akan rekam jejak elit yang sering berubah-ubah tergantung dimana posisi dia berada. Bahkan rakat seolah lupa dan membiarkan para koruptor yang kembali mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini punya ingatan yang baik dan berani menghukum para koruptor yang kembali mencalonkan diri dengan tidak memilihnya. Jika ternyata para koruptor yang masih mencalonkan diri ternyata terpilih kembali dan menduduki kursi di DPRD, DPR, maupun DPD, itu berarti rakyat negeri ini terlalu mudah lupa akan rekam jejak pelaku korupsi, atau rakyat tak tahu bahwa calon itu melakukan korupsi, atau rakyat memilih calon yang koruptor karena mendapatkan imbalan atau fasilitas tertentu, atau adakah penyebab lain sehingga koruptor itu kembali merebut kursi badan legislatif.

Pemilu cepatlah berlalu, agar kita bisa lihat apakah rakyat negeri ini ingin tetap dipimpin oleh petahana atau ingin perubahan berganti pemimpin sehingga kabinet bisa segera disusun dan langsung bekerja mensejahterakan penduduk negeri. Dengan demikian kontroversi televisi dan sosial media segera berakhir, selanjutnya makin banyak dikabarkan keindahan, keelokan daerah serta budayanya agar sektor pariwisata negeri ini makin bergairah dan meningkatkan frekuensi penerbangan, transportasi darat, kuiliner, dsb.

Pemilu cepatlah berlalu … Kamu jangan, karena saya bahagia bersamamu …


3 Comments

Agar Hidup Terasa Makmur

perokok miskin

Bangun tidur
Yang dicarinya asap
dihisap agar tak lelap
agar hidup terasa makmur

Sarapan
panganan seadanya
ditutup dengan asap
agar hidup terasa makmur

Saat bekerja
di sela jari selalu terselip
benda penghasil asap
agar hidup terasa makmur

Perjalanan pulang
macet di jalan
jadi tak terasa karena asap
agar hidup terasa makmur

Sebelum tidur
asap yang dicari
dihisap memberi rasa hangat
agar hidup terasa makmur

Terlelap
di teras rumah
dalam gang sempit
karena di dalam penuh penghuni

Bangun tidur
Yang dicarinya asap
dihisap agar tak lelap
agar hidup terasa makmur


Leave a comment

Mencegah Narkoba di Sekolah

Masalah penyalahgunaan narkoba seperti tak berhenti dan tampak semakin mengkhawatirkan, berita penangkapan politikus papan atas di sebuah hotel di Jakarta Barat dengan peralatan menghisap shabu, dan kandungan methamphetamin positif terdapat dalam urin yang bersangkutan setelah diperiksa di laboratorium.

Seseorang yang menyalahgunakan narkoba umumnya dimulai dengan mencoba menghisap rokok, yang didorong oleh pergaulan sesama remaja dan budaya masyarakat negeri ini, dimana orang-orang dewasa merasakan kenikmatan asap rokok dan membiarkan keluarganya yang masih anak-anak menghisap rokok.

Telah lama lingkungan sekolah dinyatakan steril dan harus tidak ada asap rokok dan warganya yang merokok, tetapi sering dijumpai guru-guru atau karyawan yang mencari kesempatan menghisap rokok di lingkungan sekolah, aroma bau asap di ruang-ruang tertentu di sekolah sering tercium jelas, pertanda ada jejak asap rokok disana.

Kalau ditanya apakah ada program pencegahan penyalahgunaan narkoba atau sosialisasi masalah rokok di sekolah anda? Jawabannya pasti ada dan sudah dilakukan.

Coba diteliti kembali, kapan hal itu dilaksanakan? tahun lalu? Sekian tahun lalu? Perhatikan atau ingat-ingat deh, siapa yang jadi target kegiatan itu? Berapa murid yang ikut kegiatan itu? apakah mereka masih sekolah saat ini atau sudah lulus?

Sekolah sering lupa, merasa sudah melakukan kegiatan di atas, padahal kegiatan itu dilakukan sekian tahun yang lalu dimana murid-murid yang ikut kegiatan itu sudah lulus, sementara ratusan murid yang masih bersekolah saat ini belum mendapatkan pembekalan atau tambahan pengetahuan tentang rokok dan narkoba.

Upaya pencegahan bahaya rokok dan narkoba sebaiknya menjadi budaya atau bagian kegiatan-kegiatan yang selalu dikerjakan di sekolah, beberapa strategi yang bisa dilakukan sekolah diantaranya sebagai berikut:

1. Sosialisasi bahaya rokok dan narkoba untuk murid baru, ini bisa dilakukan saat Masa Orientasi Siswa – MOS, atau penyuluhan oleh senior pengurus OSIS saat upacara atau apal pagi di sekolah.

2. Penerapan aturan TATA TERTIB SEKOLAH berhubungan dengan rokok & narkoba disosialisasikan kepada murid dan orang tua atau wali murid, dan penandatangan dokumen surat pernyataan yang ditulis tangan bahwa murid dan orang tua sudah membaca tata tertib, menyetujui isinya dan siap menerima sangsi terhadap pelanggaran tata tertib.

3. Perkembangan zaman, situasi dan pemahaman warga sekolah mengharuskan REVISI TATA TERTIB SEKOLAH SETIAP TAHUN, upaya itu harus melibatkan semua warga sekolah, guru, karyawan, orang tua, murid, alumni, Komite Sekolah, industri, dinas pendidikan (pemerintah daerah), perguruan tinggi atau siapa saja yang menjadi mitra sekolah selama ini. Proses revisi harus dilakukan, walaupun kemudian isi tata tertib yang sudah ada masih bagus dan bisa digunakan tanpa penambahan atau pengurangan lagi itu sekaligus menjadi forum sosialisasi program dan tata tertib sekolah.

4. UPAYA PENCEGAHAN ROKOK & NARKOBA BERKELANJUTAN, berbagai kegiatan bisa dilakukan misalnya: razia isi tas murid secara acak di lobby sekolah pada hari-hati tertentu, atau razia ke kelas, di toilet, dsb. Pada sekolah lanjutan murid kelas 8 atau 11 harus diberikan lagi kegiatan yang sesuai dengan minat mereka berhubungan dengan rokok dan narkoba, demikian juga untuk murid yang di kelas 9 atau 12 harus diberi pembekalan dalam bentuk yang berbeda dengan sebelumnya.

Alternatif kegiatan untuk kelas 8 & 9 atau 11 & 12 adalah:
– Lomba Poster
– Lomba film atau video pendek
– Lomba pidato
– Lomba karya tulis
– Stand up Comedy, dsb
– Yayasan Kanker
– Rumah Sakit Paru
– LSM HIV/AIDS
– Komnas Pengendalian Tembakau
– Polisi
– Masih banyak lagi

4. KONSISTENSI TERAPKAN ATURAN LEWAT REWARD DAN PUNISHMENT sangat perlu, murid-murid zaman now itu pintar, apalagi orang tuanya … sekali saja sekolah tak konsekwen menerapkan tata tertibnya sendiri maka ketika ada murid yang melanggar aturan akan menuntut hal yang sama, oleh sebab itu jalankan tata tertib secara konsisten atau rubah tata tertib jika dirasa tak sesuai lagi. Termasuk peraturan untuk guru dan karyawan sekolah.

Jika murid dan orang tua sudah disosialisasikan, menandatangani surat pernyataan bermaterai, melanggar peraturan, diingatkan, dilakukan konseling (didukung dengan bukti-bukti tertulis dan foto), melakukan pelanggaran berkali-kali, maka murid itu pantas menerima sangsi sesuai tata tertib hingga dikeluarkan, atau secara sukarela orang tua memindahkan anaknya ke sekolah lain … andai keluarga murid yang kena sangsi memperkarakan dengan bantuan pengacara, maka sekolah akan memenangkan kasusnya.

5. SALURKAN ENERGI DAN KREATIFITAS MURID, tumbuhkan berbagai kegiatan ekskul yang disukai murid, tampilkan pada berbagai kesempatan di sekolah, seperti MOS, peringatan hari besar, ketika menerima kunjungan tamu, di upacara atau apel pagi, ulang tahun sekolah, class meeting, pensi dan berbagai kesempatan lainnya.

Anda punya tambahan lainnya?


5 Comments

Nyontek itu Cermin Rendahnya Rasa Percaya Diri?

Guru: “Bagaimana rasanya jika orang lain yang kamu beri contekan nilainya lebih tinggi dari kamu?”.

Murid 1: “Sakiiiit, karena Saya belajar mati-matian, eh dia yang cuma nanya dapat nilai bagus”.

Murid 2: “Tak apa-apa”.

Murid 3: “Biasa aja, karena semua nyontek”.

Guru itu terkejut, ternyata menyontek sudah menjadi kebiasaan anak sekolah, apakah itu cermin dari rendahnya rasa percaya diri anak sekolah?


Leave a comment

Alamat

Kartini pernah punya sahabat pena yang tinggal di negeri yang jauh? Komunikasi berlangsung melalui surat. Zaman dulu di Negeri ini surat diantarkan pegawai pos ke kantor desa atau kelurahan, setelah itu dibawa oleh petugas dari Desa, RW dan RT diantar ke alamat atau orang yang dituju ke rumahnya.

Tahun tujuh puluhan, pegawai pos mulai mengantarkan langsung ke nama dan alamat yang dituju dengan menggunakan sepeda dengan dua kantong terpal berisi paket pos pada boncengan sepeda petugas pos, dengan kring yang khas di stang sepeda dibunyikan ketika sampai di rumah yang dituju.

Kantor-kantor pemerintah dan swasta menggunakan kantor pos untuk banyak kegiatan, diantaranya saat menerima karyawan atau menerima kiriman dari masyarakat dengan menggunakan kotak surat yang diberi nomor, perusahaan atau kantor-kantor pemerintah dan swasta menyewa kotak pos yang berbentuk kotak dengan lubang untuk memasukkan surat pada bagian depan dimana petugas pos akan memasukkan surat yang ditujukan ke alamat kotak itu, di bagian lain dilengkapi kunci untuk membuka agar penyewa kotak pos bisa mengambil surat di dalam kotak pos itu yang tersusun di dalam kantor pos.

Tahun delapan puluhan mulai diterapkan sistem kode pos di Indonesia yang mengidentifikasi kelurahan dimana alamat tujuan surat itu berada, menuliskan kode pos saat itu serasa sudah modern mengikuti zaman, hingga semua orang berusaha menghafal nomor kode pos alamatnya, biasanya terdiri dari lima angka yang disesuaikan dengan kelurahan atau desa.

Di akhir tahun delapan puluhan orang-orang atau institusi dan sekolah mulai melengkapi alamat dengan nomor telepon dan fax, tak hanya di kantor, banyak rumah-rumah yang melengkapi diri dengan mesin fax bersatu dengan pesawat telepon rumah.

Tahun sembilan puluhan mulai era internet dan alamat kantor, perusahaan atau perorangan dilengkapi dengan alamat email yang membuat komunikasi bisa disertai foto dan dokumen lainnya dengan proses pengiriman yang sangat cepat, dalam hitungan detik.

Kini, alamat kantor, perusahaan atau perorangan dilengkapi dengan alamat email sudah tak cukup lagi, karena era sosial media seolah mengharuskan kantor, perusahaan atau perorangan melengkapi diri dengan alamat di sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook, Twitter, Instagram, dsb. Komunikasi melalui berbagai platform sosial media kini bisa dilakukan dalam bentuk teks, foto, video.

Bagaimana dengan anda? Sekolah Anda? Kantor Anda?