Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


6 Comments

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh

Advertisements


Leave a comment

baru beranjak dua digit

Seorang anak sekolah
badannya kurus, kulitnya gelap
berseragam kemeja putih, celana panjang biru
berjalan gontai, tatapan matanya kosong

jari tangan menjepit benda putih 9 cm
dihisap asap dari benda yang dijepit jarinya
segera asap dihembuskan dari mulutnya
dihisap lagi, dihembuskan asap dari mulutnya

umurnya mungkin baru beranjak dua digit
aroma tubuhnya mirip kakek bungkuk 70 tahun
cara berjalannya juga mirip
tapi dengan kecepatan yang lebih karena usia

Saya mau bertanya padanya
apa rasa asap pagi hari
apa kata ayah ibunya
apa kata guru-gurunya

sayang saya harus antar anak ke sekolah
sambil mendekap dan mendoakannya
semoga dia tak hisap asap kelak
setelah mencium sambil bisikkan bahwa saya akan menjemputnya nanti
kami berpisah


Leave a comment

Puisi Hoax Kakek 

Cucuku
di negeri paman besut
bayi diajari menghisap rokok
tak ada yang peduli

murid SD merokok di jalan
semua orang seperti tak melihat
tak ada yang peduli

pelajar putri hamil
tak ada kabar dia bersuami
ke sekolah tiap hari berjaket

ujian tinggal beberapa puluh hari lagi
buncit perut semakin tak bisa sembunyi
pelajar dan orang tuanya berkeras ikut ujian
guru-guru terbelah antara yang marah, memaafkan atau membiarkan

pelajar yang beda nomor sekolahnya
saling melempar batu hingga saling bunuh
pendukung berbeda warna kaos bola
saling caci dan lempar kayu

warga yang salah ngomong dipolisikan
warga yang salah nulis dipolisikan
warga yang naik motor tak punya SIM “didamaikan”
warga yang doyan hisap asap berobat digratiskan

Kakek-kakek ngerumpi sambil hisap asep bersama
Badan bungkuk, jalan tertatih, trampil menjepit udud
Sekolah sampai sarjana tak berguna


Leave a comment

Ada-ada ajaaah

ada

ada demonstran,
ada perampokan,
ada laporan,
ada pengadilan,
ada kebakaran,
ada apa lagi?

ada yang buruh dirinya,
ada yang benci dirinya,
ada yang berlutut memintanya,
ada pula yang kejam menyiksa dirinya
ada kau pernah dengar lagi ini?

entah kenapa saya sedang suka menulis “ada”
ada kamu,
ada saya,
ada dia,
ada mereka,
ada siapa lagi?

ada generasi masyarakat atas,
ada generasi masyarakat tengah,
ada generasi masyarakat bawah,
ada dirimu dimana?

ada orang yang bilang “saya akan selesaikan”
ada kesempatan dia tinggalkan
ada yang tanya kenapa dia tak jawab
ada yang ramai-rmai datang, dia tinggalkan
ada yang tahu siapa dia?

ah
ada
ada
ajaaaa

#stopnarkoba aja yuuuuuk


Leave a comment

IBU KOTA, KOTA IBU; Puisi Remi Sylado

Sekitar akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an Saya aktif di dunia sastra, sebagai penikmat, pembaca dan pemburu lomba baca puisi di Jabotabek, level kecamatan hingga level Nasional … entah kenapa tiba-tiba saya kangen puisi Om Remy Sylado yang dulu sering saya baca dan dibaca teman-teman yang ikut lomba, judulnya Ibu Kota, Kota Ibu … terkenang banyak teman yang selalu ketemu di arena lomba dan jadi teman akrab: Olo Tahe Sinaga (OTE) yang skarang jadi Guru di SMAN 36 Jakarta, Defri Maulana (pernah ngetop di Bandung bareng Padhyangan Group), Denny Maulana, Dian Samudra (mereka adik-kakak), ada juga Tabah Penemuan, Tahta Perlawanan (dua bersaudara yang hijrah ke sinetron), Tria, Titut, Dewi (yang jadi dubber Doraemon), Lia Yulianingsih, Fery Iskandar, dsb. Saya juga terkenang seniman yang bisa jadi juri: Abdul Hadi WM, Sutardji Colzum Bachri, Leon Agusta, Merit Hendra, WS. Rendra, Jose Rizal Manua, Sapardi Joko Damono,  Remy Sylado, Toto Sudarto Bachtiar, … dsb, semoga semua dalam sehat selalu.

remi-sylado

IBU KOTA, KOTA IBU

kalau aku makmur
kubeli jakarta, kucelup jadi putih

kau bisa bayangkan
kalau jakarta tiba – tiba putih semua
mas di puncak monas : putih
patung selamat datang : putih
pohon taman surapati : putih
lapangan sepakbola istora : putih
air ciliwung : putih

barangkali dengan putih
dosa – dosa jakarta akan tersamar
penjambretan, ponodongan, pemerkosaan
perjudian, pelacuran, pembunuhan :
putih !

putih kau tau warna kesucian
tapi putih kau pun tau, warna kekalahan
bagaimana orang bisa dipercaya bicara
jika ia berada dalam kelas yang kalah
seperti kini jakarta disesaki olehnya

kalau aku kalah
kumau kalah dengan kesucian
tapi aku tidak persis dalam kalau – ku
kunyanyikan ode ini untukmu
betapapun tak merdu, sediakanlah kupingmu

ini kota, kau tau, bukan sekedar ibu kota
tapi kota ibu
dengan sejumlah kalau

REMY SYLADO

“KETIKA KATA KETIKA WARNA”
( YAYASAN ANANDAYA JAKARTA – 1995 )

Puisi ini Saya dapat dari: https://ainulcentre999.wordpress.com/2009/03/06/puisi-remy-sylado/


Leave a comment

Merdeka ala Negeri Paman Besut

anak-merokok

Dihan Muhamad, who used to smoke up to two packs of cigarettes a day before cutting down, poses for a photo as he smokes while his mother breast feeds his younger brother at their home in the village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014.

Merdeka itu
bisa menikah muda
tak pake biaya alias gratis
merokok sejak umur satu digit

Merdeka itu
bisa melahirkan gratis
walau suaminya kerja tak tentu
merokok sejak mata terbuka pagi buta

Merdeka itu
bisa berobat gratis
imunisasi pakai vaksin palsu
merokok lebih sepuluh batang sehari

Merdeka itu
bisa punya sepeda motor
dibayar angsuran walau mahal
karena angkutan umum tak cukup
merokok seperti menghebatkan

Merdeka itu
Orang tua bisa sekolahkan anaknya gratis
bersama anak berkelahi dengan guru
merokok di rumah bersama sudah biasa

perokokMerdeka itu
bisa impor garam
bisa impor gula
bisa impor obat
bisa impor istri
bisa impor gubernur
bisa impor menteri
berapapun harga rokok dibeli

Merdeka itu
bisa sekolah bawa motor pedang, clurit, belati
sekolah seperti tak tahu
tawuran, berlari di jalan sambil merokok

Merdeka itu
Murid bisa bawa senjata tajam
tertangkap polisi bebas lagi
menghukum atau mengeluarkan murid sekolah takut
merokok di sekolah sudah biasa
karena kepala sekolah dan gurunya juga perokok

Merdeka itu
tengah malam membawa karung & gerobak
memungut plastik & barang bekas
sambil merokok tak henti

Merdeka itu
bisa naik motor di jalan macet
hisap asap kenalpot
sambil hisap rokok di jepit dua jari

Merdeka itu


Merokok

Merdeka itu
tak membuat orang bisa membaca
tulisan di bungkus rokok
puluhan juta rakyat negeri merokok

Merdeka itu



Leave a comment

Tuhan 9 cm berkepala api, puisi karya Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,

di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,

di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk

orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,

di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
*menderita* di kamar tidur

ketika melayani para suami yang _bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok_,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.

_Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS_,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,

dan *ada juga dokter-dokter merokok*,
Istirahat main tenis orang merokok,

di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,

panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,

di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
_Mereka ulama ahli hisap._

Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
_terselip berhala-berhala kecil,_
_sembilan senti panjangnya,_
_putih warnanya,_
_ke mana-mana dibawa dengan setia,_

*satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,*
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,

tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
*25 penyakit ada dalam khamr.*
*Khamr diharamkan.*
*15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).*
*Daging khinzir diharamkan.*
*4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.*
_Patutnya rokok diapakan?_

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.

_Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,_
_Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,_
_jangan,_
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,

*sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.*
Korban penyakit rokok

lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,

cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,

_berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,_
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,

*diiklankan dengan indah dan cerdasnya,*
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan *sesajen asap tuhan-tuhan ini,*

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini…

🌻Taufik Ismail 🌻


Leave a comment

Kangen Puisi

Tahun 1974, saat itu saya duduk di kelas 4 SD Mekarsari Kebayoran Baru Jakarta Selatan sering diutus Sekolah utuk ikut Lomba Deklamasi yang sekarang lebih ngetop dengan Lomba Baca Puisi, salah satu yang sering jadi puisi pilihan adalah puisi berjudul MENYESAL yang diciptakan oleh A. HASJMY
MENYESAL

Pagiku hilang, sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang sudah membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai dipagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tidak berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di pagi hari
Menuju kearah padang bakti

Prof. Ali Hasjmy (nama lahir: Muhammad Ali Hasyim) alias Al Hariry, Asmara Hakiki dan Aria Hadiningsun lahir di Idi Tunong, Aceh, 28 Maret 1914 – meninggal 18 Januari 1998 pada umur 83 tahun adalah sastrawan, ulama, dan tokoh daerah Aceh. Lebih lengkap tentang Beliau bisa disimak disini.


2 Comments

Menikmati Jakarta dan Remy Sylado

Jakarta-Panorama

Jakarta, kota dimana Saya dilahirkan, bermain, bekerja dan berkeluarga … sejuta peristiwa dan kenangan yang bakal tak terlupa … seberapapun macet dan kerasnya Saya selalu bisa menikmati Jakarta dari berbagai sisi hingga selalu bisa produktif memberi manfaat buat sesama manusia dan alam semesta.

Tiba-tiba Saya ingat Puisi tentang Jakarta yang ditulis oleh Remy Sylado yang dulu sering Saya bacakan di berbagai Lomba atau kesempatan, bahkan sering Saya baca berulang-ulang dinikmati sendiri saat sendirian.

IBU KOTA, KOTA IBU

kalau aku makmur
kubeli jakarta, kucelup jadi putih

kau bisa bayangkan
kalau jakarta tiba – tiba putih semua
mas di puncak monas : putih
patung selamat datang : putih
pohon taman surapati : putih
lapangan sepakbola istora : putih
air ciliwung : putih

barangkali dengan putih
dosa – dosa jakarta akan tersamar
penjambretan, ponodongan, pemerkosaan
perjudian, pelacuran, pembunuhan :
putih !

putih kau tau warna kesucian
tapi putih kau pun tau, warna kekalahan
bagaimana orang bisa dipercaya bicara
jika ia berada dalam kelas yang kalah
seperti kini jakarta disesaki olehnya

kalau aku kalah
kumau kalah dengan kesucian
tapi aku tidak persis dalam kalau – ku
kunyanyikan ode ini untukmu
betapapun tak merdu, sediakanlah kupingmu

ini kota, kau tau, bukan sekedar ibu kota
tapi kota ibu
dengan sejumlah kalau

REMY SYLADO

“KETIKA KATA KETIKA WARNA”
( YAYASAN ANANDAYA JAKARTA – 1995 )


6 Comments

Selamat Ulang Tahun Jakarta

 

Ratusan tahun umurmu
jutaan yang berharap padamu
tapi mereka terlalu nafsu kamu
hingga sering memaksamu
menyakitimu sambil bilang sayang kamu

Belum banyak yang asli setia sama kamu
merawatmu, membaguskanmu
memaksamu bersolek mencerahkanmu
harusnya yang ngurus kamu liat kota dekatmu

yang dibuatkan banyak jalur angkutan wargamu
taman-taman yang hijaukan kamu
aparat yang amankan dan lancarkan nadimu
perbanyak kereta bawah tanahmu
sedikitkan motor dan mobil di jalanmu

seperti ini, aku tahu kamu tak mau
tapi kamu tak bisa bicara pada yang mau
yang belum mau masih slalu memenangkanmu
sementara yang mau seolah menjauhimu

jayalah selalu jakartaku


Leave a comment

Darah habis, masuk liang kubur tak bisa dihindari

IMG_3901

Seorang Bapak pernah jadi anak STM
yang doyan tawuran di sekitar Blok M
Diantara teman-teman sekolahnya dia berani berantem
Perut sobek tertusuk pisau lawan tak membuatnya merem

Bapak itu sering bangga
Bercerita pada keluarga
Berlari di jalan menguber atau diuber seperti tak beda
Mendapat perhatian, dilihat orang, masuk koran bikin besar dada

Bapak itu kini punya anak yang skolahnya di Blok M
Stiap hari dia was-was, takut anaknya kena hantam
Berdoa selalu setiap anaknya berangkat sekolah dg tangan menggenggam
Selalu stress jika anaknya belum pulang hingga malam

Bapak itu sudah siapkan dana banyak
Jika tiba-tiba ada kabar menghentak
Puluhan juta rupiah seperti dalam kotak
Siap obati operasi akibat tawuran anak

Beruntung di sekolah anaknya banyak kegiatan ekskul
Peraturan tegas dijalankan, murid yang tawuran dikeluarkan

Ada anak keluarga miskin
Terbiasa dalam tas clurit dimasukin
Sekolahnya tak berani tegas pada muridnya
Merokok, bawa senjata tajam atau tawuran dibiarkan saja

Mayoritas anak miskin itu terbiasa bergerombol di jalan
Alasan menunggu bis yang sama solider teman
Nongkrong cari musuh bersama basis terlihat yakin
Naas, batu menghantam kepalanya hingga pecah seperti manekin

Masuk rumah sakit hendak dioperasi
Tak ada biaya karena keluarga sulit mencari
Darah habis tak terperi
Masuk liang kubur tak bisa dihindari


Leave a comment

Saatnya akan tiba Kawan terdekat memakanmu Dan kalian saling menusuk Hingga punah satu gelanggang

Hai para pejabat yang korupsi,
Hai para politikus yang rakus,
Hara para pengusaha yang ingin kaya halalkan sgala cara,
Teruskan kelakuan bejatmu yang seolah resmi tak langgar hukum

Nikmati saja persengkongkolan jahat yg kau bilang nikmat
Hingga datang laknat mendekat
Mungkin karena rakyat lebih banyak yang bodoh
Seolah tak tahu kebusukan kamu

Saatnya akan tiba
Kawan terdekat memakanmu
Dan kalian saling menusuk
Hingga punah satu gelanggang

Karena alam terbiasa kerja sendiri
Memisahkan racun dengan madu
Memilah batu dan air
Mengurai bau busuk dan wangi


Leave a comment

dokumentasikan puisi Umi Umairoh SMK Negeri 3 Jakarta

pergi dan datang

pergi dan datang

Ditulis dan dibacakan oleh Ibu Umi Umairoh, Kaprog Akuntansi SMK Negeri 3 Jakarta, saat lepas sambut Saya dan Kepala SMK Negeri 3 Jakarta yang baru, Bp. Drs. M. Bambang Eru Cakra

Ku Lepas Kau dengan Senyum, Do’a dan Kenangan Indah
Empat tahun bukan waktu yang singkat
Untuk sebuah Kenangan terukir Empat tahun terlalu singkat
untuk mewujudkan impian kita

Sahabat….
Bukan kami ingin dikenang, bukan pula ingin sanjungan
tapi…
ketika suatu saat nanti kita bertemu hanya salam rindu yang kami mau.

Sahabat…
Selama Engkau disini..
Perbedaan antara kita sering menyapa,
Namun terkikis oleh kesamaan tujuan dan cita-cita
Pertikaian tak sungkan menghampiri
Namun berlalu dengan kedamaian kalbu
Kegalauan hati tak jarang menyelimuti
Namun tersingkap oleh ketentraman jiwa
Dan penderitaan yang sesekali menyentuh raga
Namun tertutupi oleh kebahagiaan yang pernah tercipta

Ku lepas engkau dengan senyuman, bukan senyum biasa
tapi senantiasa kau ingat kami yang tak pernah menyimpan lara
Ku lepas engkau dengan do’a bukan do’a biasa
tapi senantiasa menjadikan engkau kuat dalam menjalani segala
Ku lepas engkau dengan kenangan indah, bukan kenangan biasa
tapi karena itu tidak akan kau temui di tempat yang berbeda

Selamat jalan….

KU SAMBUT ENGKAU DENGAN SEMANGAT DAN HARAPAN BARU

Dengan apakah kubandngkan pertemuan hari ini
Lama ku tunggu ingin cepat bertemu
Hatiku tenang menerima hadirmu
Kalbuku terbuka menerima kasihmu

Senyummu, senyum kami tertahan
Matamu, mata kami sinarnya pun tertahan
Ada yang bergemutuh di dada kami
Tampak terlihat, tapi tak terucap dan tak terjawab

Kau datang dari tempat yang jauh
Kau datang membawa lentera kehidupan baru
Dengan apa kami dapat membantu
Demi adanya perubahan itu

Ku sambut engkau dengan semangat, bukan semangat biasa
Tapi semangat membara untuk mencipta bahagia
Ku sambut engkau dengan harapan baru, bukan harapan biasa
Tapi harapan yang mampu terwujud, bukan janji belaka
Selamat Datang ….

By. Umi Umairoh

Sumber: Blog Bp. Haryanto, Guru SMK Negeri 3 Jakarta


6 Comments

jumpa terakhir dengan Mbah Tolib Sutrisno Utomo

trm ksh dan hormat kami

trm ksh dan hormat kami

Minggu siang
kami antar sulung ke stadion
untuk ikut try out
setelah itu kami ke Bintaro
selaturahmi dengan orang tua
sebelum menjemput buah hati sore hari

Kami bertemu
berbincang banyak hal
ayahku banyak bercerita
tentang kunjungannya ke lingkungan
rumah kami yang lama di kebayoran

Rabu malam
kami kembali bertemu
Saya harus mengambil
pengasuh anak bungsu kami
Topik utama perbincangan kami
tentang remaja dari desa
yang perlu bantuan biaya sekolah
Saya pulang saat malam makin larut

Kamis sore setelah magrib
kami kembali bertemu
anak-anak dan adik-adik ayahku
datang berkumpul untuk selamatan
dua tahun meninggalnya ibunda tercinta
sepulang sholat magrib di masjid dekat rumah
kami makan malam bersama
diselingi bincang-bincang banyak hal
diantaranya tentang suasana haji
dibandingkan saat beliau kesana
tahun 2007

Saya duduk disampingnya
lutut kami kadang bersinggungan
para ibu membawakan makanan untuk kami
kakak ipar yang baru berhaji
disamping Saya, kami membentuk formasi “L”
bincang-bincang sambil makan
berakhir ketika terdengar suara adzan
beliau dan kakak iparku berangkat ke mesjid

tak lama berselang
ada tetangga berlari tergopoh kabarkan
ayahku pingsan di masjid dan meminta obat-obatan
kami berlarian ke masjid membawa apa saja
yang dirasa dapat membantu beliau

ternyata
beliau telah tertidur
dipelukan kakak iparku

Selamat jalan Mbah Kakung
seorang polisi yang sering lepaskan seragam
saat menuju atau tinggalkan kantornya
menolak jatah komplek perumahan
demi menjaga mental anak-anaknya

Rela ditegur komandannya
karena terlambat
berangkat ke kantor
setelah mandikan dan suapi lima anaknya

Selamat jalan Mbah Kakung
terima kasih telah merawat
dan mengasihi kami
semoga Mbah diampuni dossa-dosanya
dan diberi tampat yang layak disisiNya

Tulisan terkait: Akhir yang baik dan cinta sejati

Selamat malam pembaca, sudah berbuat baikkah Anda pada orang tua? … segeralah!


7 Comments

dokumentasikan puisi Erliawati Suci siswi SMK Negeri 3 Jakarta

kesan 4 tahun

kesan 4 tahun

Tetes peluh dari dahi mu
Adalah kumpulan sungai ilmu
Ilmu yang setinggi bintang
Kan ku dapat dari tiap kata yang mengalun lembut dari bibir pahlawan mu
Sinar hamgat yang selalu payungi tiap langkah jasa mu
Kami harap tak kan pernah redup dalam hidup mu
Serangkaian nasehat selalu terucap dari mu
Nasehat tuk tutun kami agar lebih maju
Tuk jadikan sekolah kami “ TERPADU “
TERtib ,, Prestasi ,, Andalan dan majU.

Sosokmu yang begitu wibawa
Tak tau mengapa
Telah buat diri ini tak henti berucap kata “ BANGGA “
Satu Kata yang mungkin sederhana
Yang terucap dari mulut kami , manusia
Namun terselib banyak makna
Itulah kata yang luapkan segala rasa

Didikan disiplin dan keras mu
Telah jadikan pribadi penuh percaya diri..
Tegas dan bijak
Itulah sifat mu yang jadikan kami semakin menanjak
Menanjak menuju prestasi
Menanjak menjadi mandiri
Dan menanjak tuk ciptakan kebanggaan bagi sekolah kami ..

Namun kini.
Kini kau harus pergi
Bukan tuk mengasingkan diri
Melainkan mengemban amanat suci
Membina pemuda – pemudi
Tuk jadi generasi mandiri
bakal calon penerus bangsa yang berbakti untuk negeri ..

Apa ?
Apa yang bisa kami lakukan tuk membalas semua budi mu ?!
Sebelum kau berlalu .

Maaf.
Maafkan raga kami yang tak bisa memberi lebih
Yang tak bisa membalas semua budi

Karena sungguh ..
Begitu terpuji pengabdianmu
Hingga lidah ini Kaku .
Kaku tak mampu tuk ucapkan kata – kata rayu ..
Hanya bisa berucap ..
“ Terima kasih ..
Terima kasih atas semua pengabdian mu

Sungguh ..
Semua jasa mu kan selalu melekat di angan
Tak kan sirna di pikiran
Dan tak kan pernah pudar dalam sanubari ..

“ Selamat Bertugas di tempat yang baru, Pak Dedi “


Leave a comment

terbangun tahun baru

 

dari balkon

dari balkon

Buah hati
menarik tangan saya
meminta dongeng sebelum tidur
dia terlelap
juga ayahnya

 

tiba-tiba terbangun
oleh letupan langit jakarta
sahut menyahut di berbagai sudut
berwarna, menyala

memotret dari balkon
menyapa sahabat di fesbuk
menulis blog
seraya berucap

“Selamat tahun baru sahabat
semoga tahun ini tak ada ledakkan
biarkan warna-warni ada disekitar,
tapi jangan ledakkan seperti di Palestina”

Selamat pagi pembaca, masih berkubang di kemacetan tahun baru, maaf … saya kembali terlelap bersama orang-orang yang saya cintai


Leave a comment

bermimpi ditemani Bp. Bagiono

tentang SMK bertaraf internasional
diawali dengan memahami kondisi diri
membangun komitmen
merancang target th 2013

mendorong anak didik
mampu berbahasa
mencintai negeri
melatih berproduksi
menjalin jejaring
lokal dan internasional

walau para pejabat, penguasa atau siapa saja
bicara apa saja tentang SMK
dengarkan dan jangan di couter

tetapi
tetaplah siapkan anak didik
masuki dunia kerja

di akhir sharringnya beliau beri kata kunci
kita harus berubah

Disisipi program-program SEAMOLEC
yang sedang atau akan dikerjakan

terima kasih Pak Bag
ditunggu sharring berikutnya

Selamat siang pembaca, mimpi apa Anda hari ini?


10 Comments

Bertemu sahabat

Pagi ini
Saya antar istri
yang harus ikut pelatihan
dalam rangka sertifikasi
di wisma kinasih cimanggis

tempatnya bagus
tertata, terpelihara
banyak tumbuhan
berbagai jenis buah
daunnya sangat rimbun
saya sangat menikmati

di sekitar aula
berjumpa dengan banyak sahabat
jadi ingat saat-saat kuliah

ada yang masih tetap dengan gaya mahasiswa pendiam
ada yang tetap dengan gaya ramainya
ada juga yang terlihat makin matang
ada yang melihat dari kejauhan

di kaca pintu tertulis
“hotspot area”
langsung Saya tes
baguuus !!! cepat, asyiiik boooo

seorang sahabat lama
berlalu sambil komentar
“Pagi-pagi lihat bokep?”

Wow
kasihan sekali sahabatku itu,
kabarnya dia jadi wakil kepala sekolah
di sebuah SMA di Jakarta Barat
saat ini masih mengganggap internet hanya bokep

Kalau wakil kepala sekolahnya begitu
gimana guru-gurunya
gimana murid-muridnya

Pak Wakil Kepala Sekolah yang terhormat
internet itu seperti jarum suntik
bisa antarkan ke alam kubur
untuk para pecandu narkoba
tapi bisa juga antarkan seseorang jadi Dokter, Doktor, dll
atau peroleh relasi, pekerjaan atau uang yang tak sedikit

Selamat sore pembaca, apa yang Anda nikmati dari Internet?


1 Comment

disapa tengah malam

beberapa menit lagi
hari tepat tengah malam
suasana habis hujan
dingin menusuuk tulang
suasana terminal kampung melayu
tak ramai lagi

di tepi jalan
puluhan orang berdiri disamping motornya
ajukan telunjuk tawarkan jasa
pada setiap orang yang berlalu disekitarnya

Selamat pagi pembaca, dimana Anda saat itu?


2 Comments

Terkejut yang membahagiakan

suprise

suprise


Anak-anak berseragam
putih abu-abu dari kelas III Ak 1 dan X Ak1
merencanakan wirausaha
membuat bunga imitasi
membeli bahan baku
bekerja sama memproduksi
menjajakan ke banyak tempat
mengumpulkan hasil penjualan
keuntungan usaha itu
disishkan untuk membeli kue ulang tahun
buat kepala sekolahnya

 

Mereka mengetuk ruang kerja Saya
dan bernyanyi bersama
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday to you

Wow so suprise!!!!
selain kue, ada kompilasi foto-foto
berisi wajah Saya dan mereka
Terima kasih anak-anakku yang cantik
semoga kamu sukses dalam hidup

Alhamdulillah
44 tahun Allah perkenankan
jalani hidup yang membahagiakan
bersama keluarga terkasih
dan teman-teman kerja yang bersemangat

Selamat sore pembaca, kejutan apa yang Anda terima hari ini?


1 Comment

merespon survey profesi guru

Dulu
Banyak orang tua
yang melarang anak-anaknya jadi Guru
mereka mendorong buah hatinya
untuk jadi Dokter, Insinyur, Tentara dan Polisi

Hingga beberapa tahun terakhir
minat penduduk negeri untuk jadi guru
sedikit sekali
membuat banyak IKIP berganti baju
menjadi Universitas

Kini pemerintah mulai sadar
Guru kini lebih diperhatikan
Profesi Guru dihargai, dihormati
Pahlawan tanpa tanda jasa
kini berubah jadi
profesi yang tinggi tunjangannya

Jajak pendapat
yang dilakukan Kompas tgl 19 – 20 Nopember 2008,
pada 811 responden berusia 17 tahun ke atas
yang dipilih dari buku petunjuk telepon
Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Padang,
Pontianak, Banjarmasin, Makkasar, Manado dan Jayapura,
dengan tingkat kepercayaan 95 %, menunjukkan bahwa
kini para orang tua mulai menghargai profesi guru

Pertanyaannya;
“Jika Anda sudah atau nantinya akan memiliki anak,
apakah merestui jika anak Anda
ingin berprofesi sebagai Guru?”

92,1 % Merestui
7,6 % Tidak merestui
0,3 % Tidak menjawab

Jika saat ini Anda
menjadi Guru dan masih belum bangga
dengan profesi Anda,
atau masih santai,
mengajar asal-asalan
dulu alasanya;
“tak perlu serius,
karena profesi kita tanpa tanda jasa”

Bangkitlah para guru
negara kini menghargaimu
akan banyak guru muda yang berkualitas
guru yang tak kembangkan diri
akan tergerus oleh mereka

Selamat pagi pembaca, Anda serius jalani profesi?


Leave a comment

Mendahului Kongres Guru Indonesia 2008

Bp. Kenneth J. Cock dan  Ibu Wendi Armando

Bp. Kenneth J. Cock dan Ibu Wendi Armando

Mungkin Bp. Kenneth J. Cock
petinggi Teacher Institut Sampoerna Foundation
mengamati salah satu penyebab
hambatan pengembangan pendidikan
adalah guru yang enggan berubah

Saat memberi sambutan yang bersahaja pada penutupan
Kongres Guru Indonesia 2008
beliau mengungkap kata kunci
untuk dibawa pulang 1000 lebih guru
dari seluruh Indonesia
“berubah”

Saya merasakan hal yang sama
hampir empat tahun
mengelola sekolah
amat tak mudah
meniupkan iklim berubah

Beberapa hari
sebelum Kongres Guru Indonesia 2008
saya menulis
“Kita harus berubah setiap saat”
Silahkan lihat disana

Tulisan terkait:
Berubah setiap saatSelamat hari guru untuk Anda yang out of the box
Membedakan guru dan topeng monyet
Selamat tahun ajaran baru
Guru tawakal

Selamat pagi pembaca, apa perubahan pada diri anda saat ini


1 Comment

September tak ceria – Merpati

Mereka antar Saya ke Ternate dan daerah lainnya

Memasuki September
Saya teringat lagu Vina Panduwinata
“September Ceria”
Aha … katahuan usianya booo

lagu itu asyik dinikmati
bagus syairnya, lembut iramanya
Sayang, September ini
tak ceria buat Merpati dan keluarganya
menjelang puasa dan lebaran
gelombang PHK menerpa mereka
ribuan jumlahnya, belum lagi anggota keluarga mereka
semoga segera dapat pekerjaan baru

Jika Anda masih punya pekerjaan saat ini
bekerjalah dengan semangat
layani customer Anda dengan baik
karena Anda masih sangat beruntung
jangan disia-siakan
agar perusahaan atau institusi Anda
tidak terpuruk dan akhirnya ambruk
sebab sekecil apapun posisi dan kerja Anda
pasti ada kontribusinya buat perusahaan atau institusi Anda

Selamat berpuasa
Semoga Anda dan keluarga dalam sehat
dan sejahtera senantiasa


4 Comments

SERAGAM, Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir & bekerja standar

KORUPTOR berseragam
Jaksa, pembela dan hakim beseragam
Polisi berseragam

Murid TK berseragam
Murid SD berseragam
Murid SMP berseragam
Murid SMA berseragam
Murid SMK berseragam
Murid Madrasah berseragam
Pekerja pabrik berseragam
Guru berseragam
Kepala Sekolah berseragam
Pegawai Dinas Pendidikan berseragam
Pegawai Pemda berseragam

Ke sekolah berseragam
Ke tempat kerja berseragam
Ke Pengajian berseragam
Ke resepsi (panitianya) berseragam
Ke upacara kemerdekaan berseragam

Lalu, apakah kita seragam bersama mensejahterakan negeri … ?

Menurut Wiki; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS di Indonesia.

Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir dan bekerja standar, … biasa-biasa saja … enggan bekerja diluar standar atau luar biasa, … berprestasi jadi kata yang asing, … hingga pemilihan siswa, guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi miskin peserta …

Gambar: Ndoro Kakung


Leave a comment

Puisi dari Ibu Walikota

Ibu Dr. Hj. Sylviana Murni, kirimkan email berisi puisi buat Saya … tentang Ibu. Bagus sekali, Saya suka menyimaknya … maknanya dalam, terima kasih Bu Wali

Ibu…….

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun

Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa
akan ada yang lebih baik
Dari pada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan
bunga-bunga untuk mereka
Sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka.
Anak-anak memanjat
dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata
kepada anak-anaknya:
‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’
Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin
melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang,
berkata: ‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah
belajar daya tahan Menghadapi beban hidup.

Kemarin malam aku memberi mereka keberanian.
Hari ini saya Memberi mereka kekuatan.’

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada
kemuliaan abadi
Yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’

Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu?.
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu/
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.

Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita?

Teruskan juga pada para laki-laki?. Karena mereka juga punya ibu.

SM


Leave a comment

Selamat TAHUN AJARAN BARU

Dear pengunjung blog Saya
Selamat menjalani tahun ajaran baru
untuk pendidik dan tenaga kependidikan
semoga tahun baru ini kita lebih baik

Lupakan hal buruk yang pernah kita lakukan
berubahlah untuk lebih profesional
prestasi dan musibah mari kita evaluasi
agar kita bangga dengan profesi

Jika Anda orang tua murid
selamat masuki kelas atau jenjang pendidikan baru
mari kita dampingi buah hati
agar siap masuki era baru


Leave a comment

Kampanye MULAi

Menebar janji-janji palsu
melempar kaos bersablon
mengibar bendera warna-warni
menempel kertas gambar yang kotori negeri

Hiburan buat rakyat sebagian
karena mereka jarang berteriak
hampir tak pernah beratribut
karena tak biasa organisasi

Diimingi kaos
goyangan penyanyi dangdut
seronok tubuh
untaian janji diumbar
untuk kemudian dilupakan
karena asyik dengan komisi
dan wanita yang datang tanpa permisi

Hai rakyat negeri
amati calonmu
yang tak pernah berbuat
atau pindah gerbong sana-sini
apalagi yang jelas indikasi korupsi
atau peyempuan goni gini
juga yang terbiasa tidur di ruang sidang
kosongkan kursi saat pleno
merokok di ruang berpendingin

Aturan yang sederhana
tak mereka patuhi
apalagi aturan untuk mensejahterakan negeri
yang rumit tak terperi
tak mungkin mereka hampiri

Silahkan kampanye
ORANG-ORANG YANG TERHORMAT
Saya tak akan memilihmu

Image: http://www.kampanye.org


Leave a comment

PUISI Agus R. Sarjono

SAJAK PALSU

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hokum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu. Sebagian
menjadi guru, ilmuwan dan seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakat pun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu


Leave a comment

Rakyat; HARTOYO ANDANG JAYA

Rakyat

Rakyat ialah kita
jutaaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang logam dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka

Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka

Rakyat ialah kita
puisi kaya makna di wajah semesta
di darat
hari yang beringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin yang menyapu kabut
awan menyimpan topan

Rakyat ialah puisi di wajah semesta

Rakyat ialah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa


2 Comments

Kangen PUISI

Tiba-tiba Saya kangen saat-saat sering baca puisi dan melatih puisi … karya TOTO SUDARTO BACHTIAR

GADIS PEMINTA-MINTA

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dam kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara ketedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda


6 Comments

ROKOK jadi TUHAN

Puisi yang diposting dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2008

TUHAN SEMBILAN SENTI

Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,

Continue reading


1 Comment

Tua bersahaja

Selamat pagi Pak
Kembali Saya lewati
Perempatan Jl. Dewi Sartika dan Cipinang Cempedak
dari arah kampung melayu

Seperti biasa
Seorang lelaki sepuh
Badannya cukup tinggi, kurus
Memakai rompi dan topi
Mendekap erat tumpukan koran pagi
Hampiri setiap pengendara di lampu merah
Tebarkan senyum tawarkan bacaan
Dengan senyum khas nya

Saya selalu menanti
Tatapan matamu yang teduh
Untuk tukarkan selembar kertas
Dengan puluhan halaman besar
Bacaan yang tambah pengetahuan Saya

Pagi ini
Kau tampak sayu
Semoga sehat selalu
Karena Saya masing ingin lewat jalan itu


2 Comments

Korban KONTES di TV

penyanyi-gagal.jpgBeberapa posting sebelum ini Saya menulis puisi tentang acara TV yang mendorong orang untuk menjadi penyanyi dan selebritis … di Kompas pagi ini ada tulisan tentang seorang “korban” acara kontes di sebuah stasiun yang berhenti kerja dan terjerat hutang puluhan juta rupiah diantaranya untuk “ngebom” sms mendukung diri sendiri, bahkan harus menggelandang di sekitar Jakarta, malu pulang kembali ke kampung halaman … Dokter bilang makanan instant itu berbahaya buat kesehatan …. ngetop secara instant juga berbahaya buat kehidupan 😦 … silahkan simak selengkapnya …

Continue reading