Blog Pendidik


Leave a comment

Terima Kasih FCTC Indonesia


#Repost @fctcindonesia (@get_repost)
・・・
Kata Tokoh.

Bahaya rokok merupakan suatu hal yang nyata dan tidak dapat dibantahkan lagi. Harga rokok yang terjangkau menjadikan bahaya ini semakin dekat dengan orang banyak.

Ayo Buk @smindrawati naikkan harga rokok, untuk selamatkan bangsa dari bahayanya.

Kata tokoh hari ini berasal dari seseorang yang sangat inspiratif, Bapak @dwitagama

#fctcuntukindonesia #katatokoh #hargarokoknaik #rokokharusmahal

Advertisements


Leave a comment

Manfaat Instagram buat yang disayang

Saya posting foto pertama di atas, komentarnya banyak berisi tag yang ditujukan kepada orang lain dengan kalimat sayang dan dijawab dengan kalimat sayang juga.

Barangkali mengingatkan secara lisan sudah tak cukup, instagram bisa jadi tambahan bahan amunisi ungkapkan sayang agar yang disayang tak sakit atau cepat mati kerana merokok, kalo kamu?


Leave a comment

Kalo Bapak Meninggal, Siapa yang Urus Tiga Anaknya?

Seorang lelaki muda berdiri bersandar di pintu sebuah warung makan, terbatuk-batuk hingga tubuh kurus – kulit membalut tulang yang menonjol – berguncang keras. Dihembuskan asap rokoknya kemudian dihisap lagi diselingi batuknya, Dia habiskan rokok hingga api merah rokok mendekat ke filternya, lalu dia buang puntung rokok tanpa mematikan apinya.

“Sedang sakit Mas? Masih boleh merokok kata dokternya?”, tanya saya kepada dia.

“Saya ngga ke dokter Pak”. Jawab dia.

“Badanmu kurus banget, harus makan banyak supaya kuat dan tak gampang sakit”. Sambung saya sambil mengusap punggungnya yang tak berdaging.

“Saya kurus karena fikiran Pak, mengurus anak tiga sendirian, istri saya sudah meninggal”. Wajahnya mengekspresikan sedih.

“Kalo kamu sakit, merokok terus, kemudian meninggal, siapa yang akan mengurus ketiga anakmu?” Tanya saya.

“Iya pak”. Sambil pergi berlalu membawa lauk yang dibeli tanpa nasi.

Pandangan saya terfokus ke kaki kurus bersandal jepit yang mengayuh sepeda hingga tak terlihat dari pandangan sambil mendoakan semoga bapak muda itu sehat terus, bisa merawat ketiga anaknya dan berhenti merokok.


4 Comments

Mendidik Murid tak Merokok di Sekolah

siswa-sma-yang-dihujat-netizen-karena-merokok-di-dalam-kelas-20170726-145031-1705609f0d2d549ccd0d6bb311ed220c

Pelajar yang merokok makin menghebat jumlahnya, berseragam putih biru (SMP), putih merah (SD) sudah terbiasa merokok, bagaimana agar murid tidak terbiasa merokok di sekolah?

1. Nyatakan sekolah anda sebagai kawasan dilarang merokok, dilengkapi dengan peraturan dan sangsi yang tegas, untuk semua warga sekolah: Kepala Sekolah, guru, tata usaha, murid dan masyarakat yang datang ke sekolah.

2. Kepala Sekolah yang merokok di sekolah harus dipecat atau izin sekolah dicabut, untuk mengetahui apakah kepala sekolah merokok atau tidak itu mudah saja, jika ruang kerja beliau bau rokok, pasti merokok. Jika kepala sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit dia mengelola semua warga sekolah untuk tak merokok.

3. Guru dan karyawan tata usaha, termasuk satpam sekolah yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak diberi jam mengajar. Jika guru dan karyawan sekolahnya merokok di sekolah akan jadi sangat sulit sekolah dapat mengelola semua warganya untuk tak merokok.

4. Murid yang merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipecat dari sekolah atau diberi sangsi tidak boleh mengikuti pelajaran selama satu semester yang akan berdampak tidak naik kelas.

5. Masyarakat yang masuk kedalam lingkungan sekolah dan merokok di sekolah (di dalam ruang atau di halaman sekolah) harus dipersilahkan segera keluar dari lingkungan sekolah atau segera mematikan rokoknya.

Wah sadis banget? bukankah sekolah merupakan hak azasi setiap orang? kalau cuma gara-gara merokok dia jadi tak bisa bersekolah berarti sekolah telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Merokok juga hak azasi setiap orang, kenapa guru dan kepala sekolah melarang muridnya merokok?, sementara orangtuanya membolehkan anak-anaknya merokok mengikuti kebiasaan orang tuanya.

Apakah karena HAM,
bakal makin banyak perokok di negeri pemuja HAM?
bakal makin banyak rakyat penyakitan?
bakal makin banyak rakyat bau asap?
bakal makin banyak pedagang rokok di sekitar rumah anda?
bakal makin banyak orang terkaya dunia dari negeri ini?
bakal makin banyak pabrik rokok?
bakal makin banyak tenaga kerja terserap di industri rokok?

Menurut kamu?


2 Comments

Apakah Siti Aisyah tersangka pembunuh Kim Jong-Nam punya teman namanya Sotoy?

 

Teman dan Sahabat.

Andai Siti berjumpa guru SD yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SMP dan berjumpa guru SMP yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SLTA berjumpa guru SLTA yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada guru SLTA yang menanamkan karakter macam ini?.

Andai Siti melnjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, berjumpa Dosen yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada Dosen yang menanamkan karakter macam ini?.

Itu semua diluar jangkauan saya, saat ini saya sedang melakukan: Andai murid yang tamat SMP, bisa saya tumbuhkan karakter punya kemauan buat melakukan yang terbaik, tak takut dibilang banci kalau tak merokok (padahal kalau kamu main ke komunitas banci, liat deh … Apakah mereka merokok?), tetap merasa jadi orang hebat walau tak merokok.

Mungkin saya bisa menyelamatkan Siti dan Sotoy yang lain?, menurut kamu?


Leave a comment

baru beranjak dua digit

Seorang anak sekolah
badannya kurus, kulitnya gelap
berseragam kemeja putih, celana panjang biru
berjalan gontai, tatapan matanya kosong

jari tangan menjepit benda putih 9 cm
dihisap asap dari benda yang dijepit jarinya
segera asap dihembuskan dari mulutnya
dihisap lagi, dihembuskan asap dari mulutnya

umurnya mungkin baru beranjak dua digit
aroma tubuhnya mirip kakek bungkuk 70 tahun
cara berjalannya juga mirip
tapi dengan kecepatan yang lebih karena usia

Saya mau bertanya padanya
apa rasa asap pagi hari
apa kata ayah ibunya
apa kata guru-gurunya

sayang saya harus antar anak ke sekolah
sambil mendekap dan mendoakannya
semoga dia tak hisap asap kelak
setelah mencium sambil bisikkan bahwa saya akan menjemputnya nanti
kami berpisah


2 Comments

Jumlah remaja perokok adalah cermin kegagalan pendidikan

Saya terkenang, sekitar tahun 70-an, ayah saya masih merokok dan rokok di atas adalah salah satu merk rokok yang sering saya lihat di rumah dan banyak dijual di warung-warung  penjual rokok.

Sekarang rokok macam itu tak ada lagi, sudah sangat sulit didapat, hukum dagang yang umum, jika sebuah produk banyak permintaan maka produsen akan terus memproduksi karena pasti laku terjual dan menghasilkan untung, jika tak ada peminat lagi maka perusahaan akan menghentikan produksinya … seperti yang terjadi di negeri paman sam merek rokok dengan simbol koboi tak laku lagi terjual karena harga jual terlalu mahal atau karena kesadaran penduduk negeri itu tentang bahaya yang diakibatkan oleh rokok atau karena penyebab lainnya, dan pabrik rokok koboi itu berhenti berproduksi di negeri sendiri.

Seberapa banyak penjual rokok dekat tempat tinggal kita jika kita tak membelinya maka penjual rokok akan beralih menjual produk lain yang mudah laku terjual. Bagaimana membuat seseorang punya pemahaman yang benar tentang rokok dihubungkan dengan kesehatan, dsb menjadi tantangan pendidikan di keluarga, sekolah dan masyarakat.

Jika di keluarga seorang anak dididik dengan benar dan diberi contoh yang baik oleh keluarga, orang tua tak merokok maka anaknya sejak dini sudah memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Andai di sekolah anak itu mendapatkan pendidikan yang baik termasuk masalah kesehatan dikaitkan dengan rokok maka anak itu akan menjadi remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Walau di masyarakat remaja itu terpapar oleh iklan rokok dan tekanan teman sebaya untuk mencoba rokok, dia mampu bertahan tetap tidak merokok karena memiliki pemahaman yang baik tentang masalah rokok.

Jika pembeli rokok tak ada maka pabrik rokok akan tutup, pindah ke negara lain yang masih banyak perokoknya, seperti merk rokok di atas yang kini tak ada lagi, maka semua merek rokok pun akan menghilang dari peredaran.

Jika pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat berhasil baik, maka jumlah perokok remaja di negeri ini tak makin banyak. Bisa jadi salah satu potret keberhasilan pendidikan suatu negeri bisa dilihat dari jumlah perokok di negeri itu.

Mungkin sama halnya dengan narkoba, jika semua orang sadar akan bahaya narkoba maka walaupun diberi secara gratis dia tak akan menyalahgunakan narkoba, menurut kamu?


Leave a comment

Rokok selalu berjaya pada yang miskin hingga berpunya, kalo kamu?

Rambut sudah putih termakan usia,
badannya kurus, tulang hanya berbalut kulit tersisa,
mengemis jadi kerjanya sejak pagi hingga senja,
lihat apa yang ada di mulutnya

Mengharap orang lain iba,
memberi uang karena melihatnya tak tega,
uang hasil mengemis buat beli rokok itu biasa,
yang dihisap sambil terus mengharap iba

Mungkin ketika merokok dia jadi lupa,
kalau dirinya miskin tak punya apa-apa,
tak sadar jika sebentar lagi tak berdaya,
jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa

Kalau kamu yang masih muda belia,
sudah jadi perokok tak berjeda,
tak bisa pisah dari asap seperti busa,
padahal berpenghasilan pun kamu tak bisa

Mungkin ketika merokok kamu jadi lupa,
kalau kamu miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa tak lagi berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu kaya
segalanya kamu punya
tapi menghisap asap kamu merasa lebih berjaya
hingga merokok jadi gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Kalau kamu pintar sudah sarjana,
berpenghasilan tetap luar biasa,
tapi menghisap asap karena terbiasa,
hingga rokok jadi teman yang slalu ada

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

Jika kamu jago bela diri dan ternama
punya teman banyak dimana-mana
sumber uang mengalir deras dan selalu ada
merokok seolah jadi makin gaya

Mungkin ketika merokok kamu jadi tetap ingat tak lupa,
kalau dulu orang tua kamu pernah miskin tak punya apa-apa,
atau sudah merasa sebentar lagi tak berdaya,
siap jadi penghuni kubur karena nafas tak ada

Dia pengemis yang tua renta
tak ada lagi yang dia fikir dia bisa
cuma mengemis dia merasa berdaya
mungkin sekolah pun dia tak merasa
apakah kamu merasa seperti itu juga?

kalo kamu?


Leave a comment

Perokok itu hebat-hebat, mereka bersaudra

Mereka hebat-hebat,
Matahari masih belum terbit
berangkat segera ke tempat ibadah
membawa kotak dan korek api
Selesai ibadah disuutnya benda putih
setelah menghadap sang pencipta
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat,
tak punya kerja tetap
semangat bekerja apa saja yang bisa
berangkat semangat setip pagi
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
semangat kenakan seragam putih biru
berangkat ditemani kokok ayam
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
belum sempat sarapan
berangkat memanggul karung
mengais sampah yang bisa dijual
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
kenakan seragam perang
siap korbankan jiwa raga
membela negara tercinta
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
kenakan sepeda motor berseragam hijau, hitam
berangkat saat gelap menjemput penumpang
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
badan renta, pipi kempot,
gigi ompong, sering bengong, jarinya menjepit seseuatu
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
hanya takluk dengan benda 9 cm
berisi ribuan zat racun
dikemas indah dicitrakan hebat di iklan
menakukkan jutaan orang di negeri yang makmur
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
tak perlu nikmati indahnya sudut negeri
asik mojok di sudut gang, bawah pohon, ruang tangga kantor
buat orang-orang hebat itu
nikmatnyz asap tak tertandingi oleh segalanya
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
jika berjumpa sesama penghisap
mereka jadi terasa bersaudara
dalam nikmat tiada tara
menyongsong kematian bersama
Mereka menghisap sang pembunuh

Mereka hebat-hebat
mereka menghisap sang pembunuh
mereka tahu, andaipun sakit
Pemerintahnya akan menanggung biaya berobat
andai dia mati pun, pemakaman gratis
Mereka menghisap sang pembunuh


1 Comment

Miskin, bego, perokok

perokok-miskin-1

Miskin,
Bego,
Orang miskin karena bego?,
atau orang bego karena miskin?

Orang miskin disekolahin supaya pintar,
Kalau pintar orang miskin itu tak bego lagi,
Orang miskin yang sekolah sepuluh tahun harusnya jadi pintar,
Jika sudah sekolah sepuluh tahun, masih bego dan merokok,
jadilah dia orang miskin yang bego dan perokok.

  1. Saya punya cerita pendek sekali berjudul: Miskin, bego, perokok

Seorang murid tertangkap basah merokok di toilet sekolah, berikut ini cuplikan pembicaraan Guru dan murid tersebut:

“Berapa batang sehari kamu merokok?” tanya Guru.

“Empat sampai lima batang sehari Pak” jawab murid.

Sambil menyiapkan surat panggilan kepada orang tua guru itu bilang, “Besok orang tua kamu diundang ke sekolah, harus membuat pernyataan di atas materai”.

Murid itu terdiam, matanya mulai berair, dia menangis, “Orang tua saya sedang sakit, … ga punya uang Pak”.

Pak Guru terkejut, “Lho ko bisa … orang tuamu miskin, tak punya uang, bagaimana bisa kamu merokok 4 sampi 5 batang sehari?”

“Saya dikasih teman rokoknya, Pak” lanjut murid sambil menangis.

“Gini aja ya mas, mulai saat ini kalau ada temanmu yang memberi rokok, jangan kamu hisap, jika temanmu bertanya, katakan saja kamu baru merokok dan buat nanti saja dihisapnya, kemudian rokok itu kamu jual lebih murah dari harga di warung kepada temanmu yang lain, agar uangnya bisa untuk membeli materai besok”.

Guru itu melanjutkan, “Dengan cara yang sama, kamu juga bisa menabung untuk membeli sepeda motor dari rokok yang diberi teman, tidak nikin kamu sakit, ketangkap piket di toilet sekolah atau tidak penyakitan dan mati”.

Bagaimana menurut Anda?


1 Comment

Perokok itu hebat

Pada suatu siang yang terik saya menjumpai supir angkot yang merokok, setelah menghisap rokok dia hembuskan asap, hidungnya merespon seperti menolak asap, matanya juga berkedip layaknya hendak menghalau asap. Kemudian dia pejamkan mata seperti sedang menelan atau menikmati sisa asap di tenggorokannya.

Dihisapnya lagi rokoknya, dan diulangi lagi, hembuskan asap, matanya dipejamkan sambil menggelengkan kepala seperti menolak asap … Badannya kurus, kulitnya legam seperti terbiasa bermain oli.

Perokok itu hebat, berkorban menyakiti diri buat bikin kaya orang yang sudah kaya, beli sesuatu cuma buat dibakar dan tak dihisap abis, dikunyahpun tak … kalo kamu?

Saya tak membahas kelakuan merokok di siang hari saat bulan puasa, saya juga tak menghormati dia yang tak puasa, saya cuma kasihan … mungkin dia tak sekolah, kalaupun sekolah barangkali dia tak sempat naikan kualitas kemampuan berfikir otaknya hingga bersedia membayar untuk membunuh dirinya sendiri.

Kenapa sekolah tak mampu membuat penduduk negeri ini mampu berfikir baik dan melakukan yang terbaik buat dirinya sendiri, kalu dia biasa menyakiti diri sendiri, membunuh dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia sayang orang lain dan mau membela orang lain, bangsa dan negara? Menurut anda?


Leave a comment

Negara Hukum yang tak menjalankan Hukum

Apakah mereka tak sekolah?
Jika orang tua tak mampu lagi kendalikan anaknya, sekolah tak peduli lagi pada karakter muridnya, negara seolah tak melihat ada masalah, padahal sudah ada aturan atau hukum yang bisa memenjarakan penjual rokok kepada anak yang belum dewasa.

Film diatas jelas sekali lokasi dan pelakunya, sudah tayang bertahun-tahun di youtube, kenapa perokok makin banyak di negeri ini?


Leave a comment

Korban Rokok: Rakyat seolah tak berdaya

“Pemerintah harus menutup pabrik rokok”.
Demikian yang sering rakyat katakan, kalau rokok masih dijual di warung, maka rakyat masih membelinya.

Jika masih banyak penjual rokok, tetapi karena rakyat sadar terhadap perawatan kesehatan dirinya tidak membeli rokok, maka penjual rokok akan berhenti, tak berdagang rokok lagi, pabrik rokok pun akan berhenti berproduksi dan pindah ke negeri yang masih banyak perokoknya.

Dulu di negeri paman besut ada rokok bermerek VIP dan COMODORE, sekarang tak ada lagi yang menjual rokok itu, karena tak laku. Warung, tokok, pabrik itu hanya menjual dan memproduksi barang yang laku di pasaran, kalau tak laku makan barang itu tak akan diproduksi dan tak dijual lagi.

Masih merasa jadi korban dan tak berdaya?


Leave a comment

Perokok itu Hebat, Dia Pahlawan, apakah perlu dimakamkan di TMP Kalibata?

Mereka pahlawan
Karena pada 2016
Indonesia jadi peringkat satu di dunia
dengan 90 juta perokok kalahkan Rusia & Cina
yang penduduknya dua milyar.

Kehebatan berikutnya,
Perokok telah mampu mengkader 239 ribu anak dibawah 10 tahun.jadi perokok,
Padahal partai tertua di Indonesia susah sekali mencari kader yang baik.

Kehebatan berikutnya,
Perokok telah mampu membuat 1,2 juta anak Indonesia di bawah 14 tahun merokok,
Sebagian dari mereka menghabiskan 40 batang sehari.

Jasa luar biasa lainnya adalah
Keberhasilan menghimpun anak-anak & remaja 51,7 % dari 90 juta perokok,
Hasil kerja regenerasi yang luar biasa.

Setahun perokok habiskan 260 milyar batang rokok,
Kalau satu batang Rp 1.000, maka Rp 260 triliun dibelanjakan peeokok,
Diperkirakan, pada 2020 para perokok bakal belanjakan Rp 520 miliar,
Transaksi belanja yang luar biasa.

Perokok menyumbang cukai Rp 180 triliun untuk APBN,
Rokok juga terbukti mampu membuat tenang penduduk negeri
Yang tak punya pekerjaan hingga pemilik kerajaan bisnis,
Rokok selalu setia menemani penduduk setiap hari.

Perokok itu hebat
Walau dokter telah mengoperasi organ tubuhnya,
Dia tetap setia pada rokok
Memberi rejeki pada pedagang asongan rokok
Di lampu merah, di gerobak pinggir jalan
Pada supermarket besarpun perokok berbagi rejeki.

Perokok itu hebat,
Perokok itu pahlawan,
Perokok itu berani mati,
apakah perlu dimakamkan TMP Kalibata?


Leave a comment

Merdeka ala Negeri Paman Besut

anak-merokok

Dihan Muhamad, who used to smoke up to two packs of cigarettes a day before cutting down, poses for a photo as he smokes while his mother breast feeds his younger brother at their home in the village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014.

Merdeka itu
bisa menikah muda
tak pake biaya alias gratis
merokok sejak umur satu digit

Merdeka itu
bisa melahirkan gratis
walau suaminya kerja tak tentu
merokok sejak mata terbuka pagi buta

Merdeka itu
bisa berobat gratis
imunisasi pakai vaksin palsu
merokok lebih sepuluh batang sehari

Merdeka itu
bisa punya sepeda motor
dibayar angsuran walau mahal
karena angkutan umum tak cukup
merokok seperti menghebatkan

Merdeka itu
Orang tua bisa sekolahkan anaknya gratis
bersama anak berkelahi dengan guru
merokok di rumah bersama sudah biasa

perokokMerdeka itu
bisa impor garam
bisa impor gula
bisa impor obat
bisa impor istri
bisa impor gubernur
bisa impor menteri
berapapun harga rokok dibeli

Merdeka itu
bisa sekolah bawa motor pedang, clurit, belati
sekolah seperti tak tahu
tawuran, berlari di jalan sambil merokok

Merdeka itu
Murid bisa bawa senjata tajam
tertangkap polisi bebas lagi
menghukum atau mengeluarkan murid sekolah takut
merokok di sekolah sudah biasa
karena kepala sekolah dan gurunya juga perokok

Merdeka itu
tengah malam membawa karung & gerobak
memungut plastik & barang bekas
sambil merokok tak henti

Merdeka itu
bisa naik motor di jalan macet
hisap asap kenalpot
sambil hisap rokok di jepit dua jari

Merdeka itu


Merokok

Merdeka itu
tak membuat orang bisa membaca
tulisan di bungkus rokok
puluhan juta rakyat negeri merokok

Merdeka itu



1 Comment

Kerongkongan Penduduk Negeri yang Makmur Pagi ini

Berliuk seperti menari di atas roda dua,
mencari celah di lalu lintas yang padat
Wajahnya tegang takut terlambat
Di jarinya menjepit benda putih

Saat macet rokok dihisap
Saat lampu merah dihisap lagi
Kadang dibiarkan di mulut sambil berkendara
Dari mulut masuk asap rokok
Dari hidung masuk asap kenalpot

Jutaan korek api menyala pagi ini
mengantarkan asap
ke kerongkongan penduduk negeri makmur
yang katanya beriman
tapi merusak tubuh pemberian Tuhannya

Kalo kamu?


Leave a comment

Tuhan 9 cm berkepala api, puisi karya Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,

di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,

di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk

orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,

di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
*menderita* di kamar tidur

ketika melayani para suami yang _bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok_,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.

_Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS_,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,

dan *ada juga dokter-dokter merokok*,
Istirahat main tenis orang merokok,

di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,

panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,

di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup

bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
_Mereka ulama ahli hisap._

Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
_terselip berhala-berhala kecil,_
_sembilan senti panjangnya,_
_putih warnanya,_
_ke mana-mana dibawa dengan setia,_

*satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,*
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,

tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
*25 penyakit ada dalam khamr.*
*Khamr diharamkan.*
*15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).*
*Daging khinzir diharamkan.*
*4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.*
_Patutnya rokok diapakan?_

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.

_Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,_
_Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,_
_jangan,_
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,

*sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.*
Korban penyakit rokok

lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,

cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,

_berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,_
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,

*diiklankan dengan indah dan cerdasnya,*
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan *sesajen asap tuhan-tuhan ini,*

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini…

🌻Taufik Ismail 🌻


Leave a comment

Rokok itu hebat

Rokok itu hebat
Bukan cuma anak kecil yang menghisapnya
Orang tua hampir mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma pengangguran yang menghisapnya
Orang sibuk yang sukses juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang bodoh yang menghisapnya
Orang pintar yang profesor & gelarnya banyak juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak faham kesehatan menghisapnya
Orang yang memakai baju putih berkalung steteskop juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan orang yang tidak taat beragama menghisapnya
Orang tua rajin beribadah hampir mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang pengecut menghisapnya
Orang yang berani mati juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma lelaki yang menghisapnya
Perempuan hamil dan banci juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang miskin yang menghisapnya
Orang kaya juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang patah hati yang menghisapnya
Orang yang mabuk cinta juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma gelandangan yang menghisapnya
Pemilik rumah mewah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma anak murid yang menghisapnya
Guru dan Kepala Sekolah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang kampung yang menghisapnya
Orang kota juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma pejalan kaki yang menghisapnya
Pemilik jet pribadi juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak pernah berolahraga menghisapnya
Arlit juara dunia juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma rakyat jelata yang menghisapnya
Pemimpin pilihan rakyat juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma waras yang menghisapnya
Orang yang “tak waras” juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang lemah menghisapnya
Tentara yang sering perang juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma tukang parkir yang menghisapnya
Pemilik mobil mewah juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang sehat yang menghisapnya
Orang tua yang batuk-batuk tal berhenti juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma sopir yang menghisapnya
Majikannya pemilik mobil juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan tukang kembang tahu yang dipikul menghisapnya
Pemilik pabrik tahu juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma tukang ojek yang menghisapnya
Pemilik dealer motor besar juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang gelap kulit & lebar mata menghisapnya
Orang yang terang kulit & sipit mata juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma rakyat tak berbaju yang menghisapnya
Pemimpin yang banyak asesoris di baju juga menghisapnya 

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang tak pernah jalan-jalan menghisapnya
Traveler yang sudah keliling dunia juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Bukan cuma orang yang menghisapnya
Monyet juga menghisapnya

Rokok itu hebat
Kalo kamu tak merokok
Berarti kamu lebih hebat

Rokok itu hebat
Lebih 60 juta penduduk yang merokok
Jumlahnya terus bertambah
Bagaimana dengan kamu?


Leave a comment

Pendidikan tak fungsikan otak

Anak kecil itu
Melihat ayah ibunya merokok
Tetangganya merokok
Anak tetangganya merokok

Di warung ada penjual rokok
Kadang orang tuanya menyuruh beli rokok
Dia jadi biasa melihat rokok
Dia jadi biasa memegang rokok

Anak kecil itu ingin tahu apa rasa rokok
Diam-diam dia coba mengisap rokok
Ketika orang tuanya melihat mereka tak marah
Otaknya tak dipakai walau semua sekolah

Kalo kamu?


Leave a comment

Membelai anak dengan asap

image

#Repost @dutacilikantirokok

Berikut beberapa efek buruk jika orangtua sering merokok di depan anak seperti yang dilansir oleh kompas.com pada Jumat (28-08-2015) diantaranya adalah :

1. Sindrom kematian mendadak pada bayi
Merokok di dekat anak Anda bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau SDIS ( sudden death infant syndrome). SDIS biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan napas anak.

2. Menghambat pertumbuhan paru-paru
Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang harus dijaga kesehatannya. Jika Anda sering merokok di dekat anak, maka itu bisa menghambat pertumbuhan paru-parunya. Zat-zat berbahaya dari rokok akan mudah masuk ke dalam paru-paru  melalui saluran pernapasan anak.

Catatan bagi orangtua yang harus diinga-ingat!!! setelah merokok Anda harus wajib mengganti pakaian jika ingin menggendong bayi Anda. Sebab, kandungan berbahaya dari rokok melekat pada pakaian. Bahkan juga menempel di sofa jika Anda merokok dalam rumah

3. Masalah pernapasan ketika dewasa
Anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih sering batuk-batuk. Anak juga lebih berisiko terserang asma. Dampak buruknya mungkin tak selalu terlihat saat anak masih kecil. Saat dewasa nanti, anak bisa memiliki masalah pada pernapasannya jika lingkungan sekitarnya adalah perokok.

4. Infeksi telinga
Infeksi telinga tak hanya berisiko tinggi bagi para perokok, tetapi juga bagi anak Anda yang merupakan perokok pasif. Risiko infeksi telinga pada anak-anak dapat meningkat jika orangtua mengisi udara di rumah dengan asap rokok.

5. Anak jadi perokok
Yang paling terakhir dan paling menyedihkan dari efek dari merokok di depan anak adalah anak jadi ikut-ikutan merokok. Dampak negatif jika Anda selalu merokok di depan anak adalah kemungkinan besar mereka akan menjadi perokok saat mereka beranjak dewasa. Masalah kesehatan akan lebih buruk terjadi jika usia perokok semakin muda.

Untuk menghindari risiko efek yang berbahaya akibat dampak merokok di depan atau di dekat Anak tersebut, langkah terbaik yang harus Anda lakukan bukan tidak merokok di depan atau dekat Anak, melainkan berhentilah aktivitas merokok mulai dari sekarang!!!

#dutacilikantirokok


Leave a comment

Sangsi pelanggaran tata tertib di Sekolah

Setiap sekolah pasti punya tata tertib,
ketika ada murid yang melanggar,
sangsinya telah diatur,
jika murid itu mengulang dan melanggar lagi,
sangsi selanjutnya telah diatur

Misalnya, ada murid yang merokok di sekolah,
sangsi apa yang diberikan padanya?
jika murid itu sudah kecanduan
dan dia ulangi merokok lagi di sekolah hingga berkali-kali,
sangsi apalagi yang diberikan

jika orang tuanya tak sanggup mendidik anaknya,
masyarakat tak peduli terhadap kelakuan menyimpang di sekitarnya,
apakah sekolah bisa mendidik muridnya jadi baik?
jika murid itu merokok setiap hari di sekolah,
karena dia tak mampu menahan kecanduannya,
apakah sekolah boleh mengeluarkan murid itu?

Menurut kamu?


Leave a comment

Arman Maulana, Johan Cruyff dan Rokok

image

image

Apakah Armand Maulana yang penyanyi group band GIGI kenal dengan Johan Cruyff yang pemain sepakbola terkenal dunia asal Belanda?

Dua foto di atas perlihatkan mereka seolah terhubung dengan benda yang sama, yaitu ROKOK.

Arman awet muda karena tak merokok, sememtata Cruyff meninggalkan dunia karena rokok, kalo kamu?


Leave a comment

Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD

Namanya Robby Indra Wahyuda, meninggal di usia belia karena terbiasa merokok sejak SD hingga terkena kangker pita suara, dia meninggal bebera. hari yang lalu, selamat jalan anak muda, kesadaran kamu kampanyekan hidup sehat semoga hantarkan dirimu ke sorga dan peroleh ampunan Allah.


Leave a comment

Belajar bahagia itu perlu, supaya bisa bahagia tanpa rokok & narkoba

  

Bahagia itu sederhana
Mungkin kakek di atas sangat bahagia
hanya dengan merokok

Kamu mau seperti itu?
atau seperti perempuan di bawah ini
yang hingga keriput trus merokok 

  

Karena dirimu adalah penentu
apapun yang akan kamu lakukan

Apakah di sekolah guru mengajarkan muridnya
bagaimana menikmati bahagia
hingga rakyat negeri mencari bahagia
lewat rokok atau narkoba?
bagaimana dengan anda?


2 Comments

ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?

 

Masih ingat kapan pertama kali anda merokok, apa yang membuat anda merokok? 

Mungkin salah satu dorongan atau bujukan orang disekitar anda saat itu adalah: “Cuma banci yang tak merokok”.

Liat foto di atas, ternyata anda tertipu, bahwa ternyata yang merokok itu banci, kapan terakhir ketemu banci?


1 Comment

Sementara para perokok tetap miskin, hidup susah dan penyakitan, bagaimana dengan anda?

IMG_4288-0
Pada saat tertentu di negeri paman besut saya berada dalam situasi dimana hampir semua orang di tempat itu merokok. Mereka seperti sangat menikmati setiap hisapan asap benda putih 9 cm, sering tak bersuara menghisap asap, menghembuskan lewat mulut dan hidup, kadang matanya terpejam, merem melek gitu, terlihat mereka sangat menikmati asap yang dibungkusnya tertulis “membunuhmu”.

Mungkin buat mereka itu adalah suatu kenikmatan tiada tara, dengan kemampuan keuangan yang terbatas mereka membeli rokok sebatang dan menjadikan rokok itu sebagai media pengantar kenikmatan, yang tumbuhkan rasa suka, senang, bahagia, dsb.

Mereka tak berfikir buat traveling naik pesawat plus nikmati kuiliner khas daerah wisata yang dikunjungi, uang yang terbatas, pengaruh teman-teman, persepsi keliru tentang rokok, solidaritas, setia kawan, telah menjerumuskan mereka menjadi perokok yang menumpuk ribuan macam zat kimia beracun di dalam tubuh, ditambah promosi gencar politikus yang memberi fasilitas gratis berobat di rumah sakit untuk si miskin atau peserta program kesehatan tertentu.

Kadang saya tergoda untuk berbicara atau bertanya pada perokok itu, apa nikmatnya menghisap asap, sejak kapan jadi penghisap, berapa biaya yang dialokasikan untuk membeli benda yang harus dihisap, dsb.

Tahukan mereka bahwa jutaan perokok yang ada di negeri paman besut telah memberi keuntungan banyak sekali buat pemilik pabrik rokok dan kabarnya menjadikan pemilik pabrik rokok itu sebagai orang terkaya di dunia. Sementara para perokok tetap miskin, hidup susah dan penyakitan, bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Ditangkap polisi, pembegal itu berbuat jahat karena rokok, jadi biarkan anak skolah merokok agar smua jadi begal

IMG_3730

Jadi begal karena rokok, hati” jika bermobil atau bermotor dengan perokok, dia bisa membegal; menyakiti anda dan mencuri kendaraan anda buat memenuhi kebutuhan rokoknya, waspadalah.

Jika semua anak sekolah dibiarkan merokok dan mereka jadi begal semua supaya polisi punya kerjaan menangkap para begal dan tenaganya habis ga bisa brantem sama kapeka, apakah anak anda atau anda sendiri merokok? berarti harus mulai belajar jadi begal.


2 Comments

Selamat menikmati rokokmu

2015/01/img_3644-2.jpg

Katanya rokok membunuhmu, kalo ampe tua gini kamu ga mati” tak terbunuh oleh rokok, mungkin rokok itu cuma menyiksamu untuk selalu membeli, menghisap dan mengisi paru”mu, gapapa juga sih kalo kamu mau merokok sampe setua ini, tapi kalo di fikir”: hebat banget itu rokok sampe bikin jutaan orang jadi tergantung sama dia, ga bisa lepas, hingga ajal menjemput, padahal coba deh teteskan air ke rokok kamu, pasti rokok itu rusak, dia lemah tapi kuat, tahu kenapa?


1 Comment

Kamu tak merokok, berarti kamu sangat hebat

Rokok itu hebat
dia kalahkan jutaan orang
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

Seharusnya, siapapun kamu
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,

itu faham,
bahwa kesehatan harus dijaga
bahwa di rokok itu banyak zat beracun
bahwa rokok itu merusak tubuh
bahwa rokok itu membunuhmu

Kamu tak merokok
berarti kamu sangat hebat
jauh lebih hebat dari
yang tak berpendidikan hingga profesor,
yang tak berpenghasilan hingga konglomerat,
yang tak kerja hingga presiden,
yang muda maupun yang tua,
yang beragama dan tak beragama,
yang miskin hingga kaya,
yang jelek hingga cakep,
yang kurus hingga gemuk,
yang laki atau perempuan,
yang pandai bicara atau tuna wicara,
yang jantan, betina atau bencong,


Leave a comment

Kenapa kebanyakan perokok adalah orang miskin?

20150107-085102.jpg
Saya melihatnya berjalan terseok,
berpakaian menutup seluruh tubuh
bajunya berfungsi walau tak elok
memanggul karung berisi sampah hampr penuh

hari senja mungkin dia lelah
diletakkannya dedepan dirinya karung sampah
dia duduk di bibir tempat sampah
dikeluarkan benda yang bukan sampah
disulut, dihisap keluarkan asap mungkin buang lelah

buat dia rokok mungkin jadi penolong
walau miskin & sengsara tak perlu melolong
saat merokok hidupnya tak terasa bolonh-bolong
tapi penuh bahagia yg faktanya bohong


1 Comment

Puisi Tuhan Sembilan Senti, Karya: Taufik Ismail

 photo chain_smoking.jpg

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin


Leave a comment

Anak kelas 1 SD Garut ini merokok dulu sebelum berangkat ke sekolah

Kelas 1

Kelas 1

Apa komentar Anda? Dihan Muhamad has his first cigarette at 7AM at his home before he attends his first grade class in his village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014. Foto by: Michelle Siu

Read more: Marlboro Boys: Underage Smoking in Indonesia – LightBox