Blog Pendidik


Leave a comment

Antara pelupa dan tak peduli

oplosan

Anak-anak muda mati setelah berpesta minuman keras (miras) oplosan, pengguna narkoba mati over dosis setelah pesta narkoba, pengedar narkoba mati ditembak aparat saat penangkapan, pengedar yang dipenjara memenuli penjara, penduduk yang mati karena merokok, sejak saya sekolah di SMP tahun 1977 tawuran pelajar sudah sering terjadi dan menyebabkan kematian banyak anak berseragam, dsb. Anak-anak sekolah yang jadi korban kecelakaan lalu lintas karena ketiadaan angkutan umum sehingga mereka ke sekolah membawa kendaraan bermotor.

Beritanya berkelebat di media cetak dan televisi, tapi kemudian sepertinya semua lupa, hingga terjadi lagi, ada yang mati karena sesuatu yang tak seharusnya (atau memang sudah takdir?).  Kecelakaan sepeda motor, tawuran, miras, kembali menelan korban, anak-anak muda mati sia-sia. sejenak kita  terhenyak, kemudian seperti lupa atau tak peduli terhadap masalah tawuran, miras, ketiadaan angkutan umum.

Kenapa tak dicari cara yang bisa membuat pelajar enggan melakukan tawuran, apakah mau dengan pendekatan agama, olah raga, militer, hukum, psikologi atau apapun … silahkan deh, yang penting semua sadar bahwa tawuran ga boleh ada lagi, jika ternyata ada yang tmembawa senjata, melakukan tawuran hingga menyebabkan kematian harus dihukum, pasalnya banyak di KUHP, atau jika mereka masih anak-anak tetapi suka berkelahi, kenapa tidak dilokalisir di sebuah pulau dengan diberi kegiatan belajar bela diri, menggunakan senjata tajam, kompetisi, berburu atu apa saja yang membuat hobbynya tersalurkan. Apakah orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan baik sehingga menyebabkan kematian anak orang lain bisa dihukum dan dipenjara?

Bukankah semua gur berpendidikan sarjana, kenapa pula tak mampu atau kalah oleh pelajar yang umurnya belasan? Karena takut atau tak peduli? Mungkin ada yang mau galak tapi takut dipolisikan, melanggar HAM dan beraneka alasan yang endingnya jadi tak peduli. Begitu pandaikan anak sekolah menyembunyikan clurit sehingga orang tua, guru, polisi atau semua orang dewasa bisa dikibuli oleh pelajar?

Tentang miras, apakah pembuat miras oplosan tidak bisa dihukum berat karena perbuatannya telah menimbulkan banyak kematian? Penjual miras oplosan harusnya dipenjara supaya bisa jadi pelajaran buat penjual yang lain.  Lucunya, kenapa pula anak-anak muda itu terlalu bodoh mau meminum sesuatu yang tidak jelas terbuat dari apa, padahal negeri ini berlimpah air, teh, kopi, juss, atau apa saja yang menyehatkan.

Jika ada anak sekolah yang mati karena kecelakaan sepeda motor diperjalanan pergi ataupulang ke sekolah, siapa yang bertanggung jawab? orang tua yang memberikan motor kepada anaknya? Kepala Sekolah atau guru yang membiarkan murid membawa motor? atau Kepala Daerah yang tidak bisa menyediakan angkutan umum  buat warganya?

Kalau kejadian di atas terluang lagi, sesungguhnya kita itu pelupa atau tak peduli? hingga anggota keluarga kita mengelami kejadian itu? menurut kamu?

Advertisements


Leave a comment

Artinya sekolah anda dan kebanyakan warga sekolah anda memiliki level rasa pede yang baik

mau tahu level rasa percaya diri “pede” sekolah atau warga sekolah anda?

Amati pada hari senin, atau saat-saat tertentu dimana semua warga sekolah harus berkumpul di lapangan, aula atau tempat lainnya.

Jika proses kumpul berlangsung mudah, cepat, menyenangkan, gembira, sukarela, … bahasa sederhananya; gampaaaaaang gitu deh.

Artinya sekolah anda dan kebanyakan warga sekolah anda memiliki level rasa pede yang baik.

Jika proses kumpul berlangsung lambat, sulit, tak menyenangkan, …. atau tak gampaaaang gituu … maka level pedenya rendah.

Selamat pagi pembaca, cukup pedekah anda?

20120102-232006.jpg


2 Comments

kembali hadir di SMKN 36 Jakarta mendampingi peserta dan panitia lomba Nautica LKS Nasional 2011

20111122-175313.jpg
hari ini saya kembali hadir di SMKN 36 Jakarta mendampingi peserta dan panitia lomba Nautica LKS Nasional 2011 … sy berfoto bersama utusan DKI Jakarta.

Panitia terlihat sangat kompak, kepala sekolah Bapak H. Asari, M,Pd mendampingi panitia yang dikomando Pak Husaeni Laawu, Pak Bernardi Sugoro, Kaprog Nautika Kapal Penangkap Ikan SMKN 36 Jakarta, Pak Erman Zeni, banyak Guru dan Karyawan saling bantu sukseskan hajat naaional … happy deh, love u all.


2 Comments

Dokumentasikan senyum dan kehangatan jelang puasa di SMKN 36 Jakarta

SENYUM AKRAB

KEAKRABAN KAKAK & ADIK

MAAPIN YA BUUUU

MAPIIIIN YA PAK HAJI TUAN

MAAPIN KAMI BAPAK, IBU GURUUU

PANJAAANG

USAI SUDAH BERMAAFAN

Silaturahim, saling bermaafan dalam kehangatan, akrab dan ceria bersiap jalankan puasa 1432 H, 2011 M, didokumentasikan oleh Achmad Alamsyah Kls XI TKR, thx Lam … good angle. Foto-foto lainnya bisa dinikmati disana.


1 Comment

SMK Negeri 36 Jakarta mendidik etika, karakter Juara dan trampil gunakan teknologi

APRESIASI PRESTASI

Selamat pagi bapak, ibu guru dan kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA, pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri tentang hasil kerja mendidik selama ini?

“Saya berhasil antarkan peserta didik masuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dari TK masuk ke SD, dari SD masuk ke SLTP, …”

Coba lihat tentang profesi atau pekerjaan yang tersdia untuk tamatan SLTA di Indonesia disini.

Ternyata setelah sekolah selama 12 tahun lebih, alumni SLTA cuma bisa diterima sebagai Operator, Sales Promotion Girls/SPG, Pelayan toko, Pelayan Restoran, Bagian Administrasi, Resepsionis, Helper Gudang, Surveyor, Kasir, Pramugari, Pemasaran, dan lainnya.

Amati semua pekerjaan itu …. hampir semua profesi diatas sesungguhnya dapat dikerjakan oleh seseorang yang tak sekolah sama sekali … hanya perlu latihan seminggu hingga dua minggu … lalu untuk apa sekolah lama-lama?

Perbedaan mendasar dari seseorang yang bersekolah dan tidak ada pada etika dan karakter yang bisa menyesuakan diri dengan perkembangan atau perubahan zaman … sehingga seseorang punya insiatif untuk melakukan berbagai perubahan agar tuntutan perusahaan atau institusi bisa dipenuhi sehingga bisnis bisa langgeng.

Coba tanya pada teman anda yang berprofesi sebagai guru, apa tujuan pendidikan di sekolahnya? tak sedikit yang menjawab untuk mencapai target LULUS UJIAN NASIONAL 100%. Jika itu jawabnya maka semua sumber daya dan strategi diarahkan untuk mencapai kelulusan.

Lalu sekolah tak peduli atau enggan mendidik etika dan karakter anak negeri, karena tak ada penilaian terhadap hal itu …. kinerja guru dihitung dari datang dan pulang tepat waktu, kenakan seragam dan atribut lengkap … mereka patuh pada mesin absen …. datang pagi, mengajar sekedar, lalu pergi belanja atau keperluan lain, bahkan tidur dulu di rumah atau tempat lain … saat jam pulang kembali ke sekolah …. ada juga yang melakukan absensi di sekolah A pagi hari , lalu mengajar di sekolah B, sore hari datang ke sekolah A lagi untuk mencetakkan ibu jarinya …. kinerja dikontrol mesin absen 😦 😦 😦

SMK Negeri 36 Jakarta mendidik etika, karakter Juara dan trampil gunakan teknologi

Lewat kebijakkan pemberian beasiswa bagi peserta didik yang berprestasi dalam berbagai bidang, seperti olahraga, seni budaya, agama atau lainnya, yang menjadi JUARA SATU TINGKAT DKI, TIGA BESAR TINGKAT NASIONAL DAN LIMA BESAR TINGKAT INTERNASIONAL, akan memperoleh BEASISWA BEBAS SUMBANGAN RUTIN BULANAN HINGGA LULUS SEKOLAH.

Program ini kenyataannya telah mendorong peserta didik untuk berusaha merebut peluang berprestasi, merencanakan kegiatan latihan, bekerjasama, menghormati pemimpin, hargai teman, hargai prestasi, berkeringat mencapai prestasi, berani tampil, menghargai kemenangan, menerima kekalahan, menjaga prestasi-martabat-harga diri, bertanggung jawab, bekerja keras dan berbaai karakter lainnya dipraktekkan oleh guru dan peserta didik untuk mencapai prestasi.

Etika peserta didik kami bangun dengan sistem “4 pantangan” berbuntut pemecatan … dasar pemikirannya adalah, missi utama kami adalah antarkan peserta didik ke dunia kerja, berwirausaha atau kuliah … ketika bekerja dan wirausaha ataupun kuliah … mereka tak boleh BERKELAHI, MENCURI, LOMPAT PAGAR & EDARKAN NARKOBA. Oleh sebab itu peserta didik yang lakukan 4 pantangan itu dan terbukti … maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah … semoga jika selama tiga tahun belajar mereka berhasil menahan diri tak lakukan 4 hal itu, maka ketika bekerja, mereka menjadi pribadi yang beretika buat orang disekitarnya.

Kemampuan gunakan teknologi informasi kami biasakan dengan aturan peserta didik yang lulus th 2011 ini harus sudah membuat blog dengan jumlah posting minimal 150 artikel untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan dan 75 artikel untuk jurusan lainnya. Dari aturan ini, peserta didik belajar gunakan teknologi, berinternet sehat, membaca informasi, memilih info yang bagus, memasukkan dalam blognya atau menulis informasi untuk dikonsumsi masyarakat sedunia.

BLOG ASEP, http://asepwilman.blogspot.com/ FOTO DI ATAS PALING KIRI

Penyempurnaan berbagai sistem di sekolah selalu kami kembangkan agar selalu sesuai degan perkembangan zaman … karena “Tak ada yang tetap dan abadi di dunia, kecuali PERUBAHAN”. Mendidik anak negeri siap hadapi perubahan, mengharuskan guru juga harus siap berubah jadi lebih baik setiap saat.

Selamat pagi pembaca, masih tak mau berubah?


Leave a comment

Wisuda yang tak biasa di SMKN 36 Jakarta

GLADI RESIK

MENGHIBUR KAKAK KELAS

THE BEST TEN SMKN 36 JAKARTA

PAK DUR MEWAKILI GURU, MEMOTIVASI

SARAPAN BARENG TERAKHIR BERSAMA

FORMASI CINTA

CIPRATAN TERAKHIR

MELEPAS KEKANAK-KANAKAN

Kami beri penghargaan untuk 10 lulusan terbaik semua mata pelajaran, 3 terbaik setiap mata pelajaran dan pamit pada laut di dekat sekolah sambil bergembira dengan teman sekolah untuk kenangan terindah … love u all …. semoga sukses semua ….

Hampir 800 foto yang diabadikan oleh Achmad Alamsyah dan Supri Zaki bisa dinikmadi di Facebook Saya Dedi D Dwitagama.


8 Comments

Tim IT SMKN 36 Jakarta for Elementary School Teacher

ULLAN IN ACTION

“Saya salut dengan peserta didik dari SMKN 36 Jakarta Utara. Mereka mampu mandiri dan mengajari para guru SD yang belum melek internet. Mereka menyisihkan waktu belajar mereka untuk mengunjungi gurunya ketika di SD dulu. Siapa sangka kalau anak-anak remaja yang baik hati ini adalah siswa-siswa SMKN 36 Jakarta Utara. Mereka tergabung dalam Tim IT For Teaching yang dipimpin oleh seorang siswi yang bernama Ullan Wulandari Asril. Seorang siswi kelas X yang memimpin 7 orang siswa teman-temannya di sekolah.

Mereka para siswa-siswi SMK itu tanpa dibayar, dan dengan kesadaran tinggi membuat sebuah kegiatan yang bernama IT For Teaching.

IT for Teacher adalah sebuah kegiatan sosial yang digagas oleh kepala sekolah mereka yang bernama bapak Dedi Dwitagama. Melalui program sosial ini diharapkan para guru SD, terutama guru-guru SD yang letaknya berdekatan dengan SMKN 36 Jakarta Utara dapat melek ICT. Mereka diajari oleh para siswa-siswa SMKN 36  Jakarta Utara untuk bisa memanfaatkan ICT dalam pembelajaran. Sebuah kegiatan luar biasa yang perlu didukung dan sangat positif.”

Itu tulisan blogger terkenal Indonesia, guru SMP Labschool Rawamangun Jakarta di Kompasiana, selengkapnya silahkan simak disana.

FABULOUS TIM


6 Comments

Mempertanyakan Janji Siswa pada Upacara di Sekolah

Selamat pagi bapak, ibu guru dan kepala sekolah, coba cermati janji siswa yang biasa dibacakan saat upacara senin pagi … salah satu kalimatnya adalah begini;

Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa

Apakah hasil belajar peserta didik untuk bekal masa depan bangsa? Seseorang yang belajar baik dan sukses, yang pertama kali menikmati hasil jadi hidup sejahtera adalah dirinya sendiri, baru kemudian keluarga, lingkungan … bangsa dan negara, termasuk agamanya.

Saya kira itu perlu direvisi agar peserta didik tahu bahwa kalau dia serius belajar … dia yang pertama kali rasakan nikmatnya hidup sejahtera …. dan jika banyak penduduk negeri sejahtera, maka bangsa ini jadi sejahtera.

Selamat pagi pembaca … bagaimana janji siswa di tempat anda?


3 Comments

Bakti Sosial Korban Kebakaran Kalibaru Timur-Melatih empati peserta didik

tempointeraktif.com

Tak jauh dari SMKN 36 Jakarta, di sekitar Kali baru timur telah terjadi kebakaran menjelang 17 Agustus yang lalu, seperti yang diberitakan Tempo Interaktif:

Jalan sekitar menuju RW 09 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, semarak dengan bendera merah-putih untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Namun tidak halnya dengan kampung yang terlalap api, tanggal 6 lalu. Gang-gang sempit yang penuh dengan puing-puing terbakar itu bebas dari hiasan apapun.

“Tahun ini tidak ada kegiatan tujuh belasan di sini, tidak pas saja, sedang kena musibah, kok kita bikin acara rame-rame,” kata Ketua RW 09 Daroni saat ditemui di kampungnya, Selasa (17/8). Kebakaran memang telah melahap habis 105 rumah di sana. Warga yang sebelumnya sudah relatif miskin inipun kini kehilangan harta tak seberapa yang mereka punya.

“Kalau ada dana, lebih baik kan buat beli makanan, bukan buat lomba-lomba atau pasang bendera,” ujar Daroni. Menurut Daroni yang telah dua tahun menjabat sebagai Ketua RW 09, tahun-tahun sebelumnya ramai dengan berbagai perayaan HUT RI. “Dulu meriah, ada lomba panjat pinang, balap karung, makan kerupuk,” katanya. Selain karena baru tertimpa musibah, Daroni menyebutkan perayaan juga ditiadakan karena HUT RI kali ini jatuh di bulan puasa. “Kita juga menghormati bulan Ramadhan, masa sedang puasa terus panjat pinang panas-panas,” ujarnya.

Hari ini Minggu 29 Agustus 2010 OSIS SMKN 36 Jakarta mencoba berbagi meringankan beban mereka, ini dokumentasinya, yang dikirim melalui Fesbuk oleh fotografernya Muchammad Taufik Hidayat

BERSAMA KITA BISA-DI SEKOLAH

MELATIH RASA KEMANUSIAAN

BERMASYARAKAT-SEBAGAI BEKAL SUSKES

KETUA OSIS SMKN 36, BAYU DAN BP. ZAENAL HARMIYANTO (KANAN)

MY GREAT TIM - LOVE U ALL

Terima kasih Pak Zaenal, Pak Haji Tuan, Bayu Sutrisno, Mulyani dan semua yang support kegiatan ini, smg bermanfaat, …. waspadalah … waspadalah


2 Comments

Merdeka … merdeka di SMKN 36 Jakarta

Setelah upacara ditanya; "Siapa yang mau hdup sejahtera???" ... begini cara mereka menjawabnya

Anak Negeri merancang penampilan,
menyusun rencana dan jadwal,
latihan lalu gladi resik

ASEP HILMAN - KOMANDAN UPACARA

MEREKA KELAK HIDUP SEJAHTERA

HASIL MOPDB/MOS, THX FRIENDS LOVE U ALL

BPK. DIDING WAHYUDIN, PEMBINA UPACARA

Nikmat melihat mereka bernyanyi
dan menghormati negeri
selain Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Mars sekolahnya juga dinyanyikan

EMPAT PRESTASI JUMBHARA TK DKI JAKARTA

ALHAMDULILLAH, BERES DAH TUGAS SAYA .. HE HE HE

Thx for everybody who has already kontribute to our happyness …. love u all


Leave a comment

ISTRI, PEROKOK & Peserta Didik BERMOTOR

PRIA, xtraxs.webs.com

Istri & Suami Perokok

Seorang pria yang telah beristri dan mempunyai beberapa putera/puteri sakit, hingga di opname di rumah sakit beberapa kali … beberapa organ tubuhnya mengalami masalah dan salah satu larangan yang diberikan oleh dokter yang merawat bapak itu adalah MEROKOK.

Setelah berkali-kali diopname di rumah sakit, istrinya yang sangat mencintai pria tu sangat marah jika mendapatkan orang yang dicintai merokok di rumahnya. Sebuah sikap yang bagus, kemarahan yang muncul karena cinta, mencegah suaminya mengalami masalah yang lebih parah berkaitan dengan penyakit yang dideritanya.

Sayang sekali, pria yang disayang istrinya itu mengalami kesulitan hentikan kecanduan mengisap benda putih 9 cm, secara sembunyi di luar rumah, pria itu masih mengisap asap beracun dengan berbagai alasan dan berusaha agar istri dan anak-anaknya tak mengetahui kelakuannya di luar rumah. Konsistensi istrinya yang terus melarang orang yang dicintainya merokok di rumah paling tidak mengurangi resiko yang bakal datang akibat tak hiraukan larangan dokter, diharapkan mereka lebih lama merajut cinta kasih berkeluaga dalam kondisi sehat.

wirama.web.id

Sekolah Mendidik

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang harus mendidik warganya termasuk untuk taat pada hukum, dalam hal aturan berlalu lintas; pengendara sepeda motor harus sudah memiliki Surat Izin Mengemudi, SIM. Setiap kendaraan bermotor yang memasuki lingkungan sekolah harus dilengkapi dengan surat-surat yang diperlukan, sehingga peserta didik yang tak memiliki SIM dilarang untuk membawa kendaraannya ke Sekolah.

“Mereka parkir di luar sekolah, misalnya di perkantoran atau pertokoan sekitar sekolah”, demikian kata seorang guru.
“Daripada hilang di luar sekolah motor mereka, lebih baik kita amankan di Sekolah”, ujar guru yang lain.

Satpam bilang peserta didik yang bawa sepeda motor urusan Guru,
Guru bilang itu urusan Pembina OSIS,
Pembina OSIS bilang itu tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan bilang itu urusan Kepala Sekolah,
Kepala Sekolah bilang itu urusan Polisi,
Polisi bilang itu urusan Satpam.

Padatnya arus lalu lintas di Jakarta membuat banyak orang memilih sepeda motor sebagai alat transportasi andalan. Selain lebih irit juga bisa lebih mengemat waktu.

Namun, meningkatnya pengguna sepeda motor di Ibu Kota ternyata disertai peningkatan angka kecelakaan. Menurut data resmi PT Jasa Raharja pada 2005, kematian di sektor lalu lintas darat mencapai 39 ribu orang, 19 ribu orang di antaranya kecelakaan sepeda motor. Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian Daerah Metro Jaya, belum lama ini, angka kecelakaan di Jakarta setiap tahun meningkat. Jika pada 2008 ada 5.898 kasus maka di tahun 2009 meningkat menjadi 6.608 kasus.

Kecelakaan pengendara sepeda motor remaja sangat tinggi, yang cacat pun tak sedikit, sekolah harusnya melakukan sistem penanganan pengendara sepeda motor di sekolahnya, apakah kemudian ada peserta didik yang masih membangkang dengan membawa sepeda motor dan memarkirnya di luar sekolah, harus dicari jalan untuk lebih meminimalisir dan menyadarkan peserta didik agar mematuhi peraturan lalu lintas.

Sekolah seharusnya mensyaratkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap peserta didik yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, yaitu:
1. Surat izin orang tua
2. Foto kopi SIM
3. Foto kopi STNK

Denga demikian diharapkan muncul generasi muda yang taat hukum dan tak mati sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas.

Selamat malam pembaca, Anda izinkan putera/puteri anda berkendara ke Sekolah?


Leave a comment

Surat buat ANAK SMK

Anakku
pagi ini Saya jumpa kedua kali
dengan seorang kakek
usianya setengah abad lebih
dulu kerja di pabrik
kini memeluk banyak koran
berjalan jajakan pada pelanggan

kamu harus lebih sejahtera

Dia tak pernah bercita-cita
jadi penjual koran di senja usianya
tapi itu harus dijalani
untuk bertahan hidup

Kalian belajar di SMK
dipersiapkan bekerja
sesuai keahlian yang kamu pilih
belajarlah yang tekun
berlatihlah yang serius
jangan mudah lelah & menyerah
agar peroleh kerja yang pantas
bisa menabung untuk masa senja

Selamat siang Guru SMK, anda peduli mereka mau kerja dimana dan jadi apa?

Silahkan nikmati foto-foto Saya lainnya di Photoblog Saya


Leave a comment

wajah seorang anak negeri yang saya lihat pagi ini

sepatu hitam lewat mata kaki
membalut kaki dengan sedikit daging
tak berkaos kaki,

celana abu-abu ketat cingrang selimuti kaki tak berotot,
pantat tepos makin terlihat
dengan model celana group band populer
yang namanya diakhiri dengan “ters”,

baju putih ngatung menggantung
tak bisa masuk kedalam celananya ….
terselip benda putih sembilan sentimeter dijari tangannya
yang dihisapnya berkali-kali,

kenakan topi bukan warna abu-abu ….
tak membawa tas atau buku ….
berjalan gontai, lambat,
dengan tatapan mata kosong …

saya tertegun dan mendoakan
agar anak itu kelak hidup sejahtera