Blog Pendidik


1 Comment

Identitas Digital

Awal tahun 2000-an punya identitas dilengkapi no telepon dan fax sudah cukup untuk dibilang keren atau modern, di tahun 2017 identitas seseorang atau lembaga dilengkapi dengan beragam akun seperti email, WhatsApp, line, instagram, website, facebook, path, website, blog, dsb.

Zaman dulu telepon dan fax anda hanya pasif menunggu orang lain yang menghubungi anda atau lembaga anda, kini akun-akun anda secara aktif mengabarkan apa saja yang sedang berlangsung di rumah anda atau lembaga anda.

Pada foto di atas adalah identitas dari sebuah resto yang dicetak di lunch box dan identitas sebuah majalah terkenal negeri ini.

Sekolah masa kini yang canggih punya jejak di berbagai akun yang dikelola secara serius sehingga murid, orang tua, guru dan semua stakeholder mengetahui kegiatan-kegiatan dan kabar terkini dari sekolah.

Bagaimana dengan dirimu, sekolahmu atau lembaga dimana kamu berada?

Advertisements


5 Comments

Menjadi Guru Inspiratif melalui Budaya Literasi dan Teknologi Informasi

william-arthur-lawebdelestudiante-2

“Guru yang biasa-biasa, berbicara. Guru yang bagus, menerangkan. Guru yang hebat, mendemonstrasikan. Guru yang agung, memberi inspirasi”.– William Arthur Ward –

 

Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen. Sedangkan rata-rata indeks tingkat membaca di negara-negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan, hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Negara maju memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Manusia-manusia di dalamnya sangat gemar membaca buku. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-harinya. Di masyarakat negara maju membaca sudah menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pada Forum Pendidikan Dunia di Korea Selatan tahun 2015 dilaporkan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bahwa diantara negera-negara di Asia, Indonesia menempati urutan 10 terbawah. Laporan BBC menyatakan bahwa anak-anak Singapura berusia 15 tahun memimpin dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan, diikuti Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan.

Guru memiliki peran penting memegang peranan yang sangat penting dalam merangsang murid untuk belajar, Guru harus menggunakan berbagai pendekatan yang mendorong murid terbiasa membaca buku-buku tyang berkualitas, menuliskan ide, pendapatnya tentang sesuatu dan memanfaatkan teknologi informasi. Continue reading


4 Comments

Sekolah selalu berubah

Berawal dari ditutupnya satu unit sekolah negeri yang berada di gedung yang sama guru-guru di sekolah itu menjadi lebih kompak, sebelum sekolah yang satu atap itu ditutup guru-guru hampir tak pernah mengadakan rapat kecuali awal tahun ajaran dan saat kenaikan kelas, diluar itu guru-guru asik bekerja sendiri-sendiri seoilah tak perlu kerjasama atau membicarakan sesuatu … semuanya mengalir begitu saja sampai sekolah yang berada dalam satu gedung tidak ada murid baru yang mendaftar sehingga murid-murid yang masih ada digabungkan menjadi satu sekolah, guru-gurunya ada yang bergabung, beberpa dari mereka harus berpindah ke sekolah lain.

Persepsi mereka beragam; Program keluarga berencana (KB) yang sukses sehingga penduduk usia sekolah berkurang, banyak penduduk pindah ke daerah perbatasan kota, penduduk sekitar sudah makin dewasa dan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, dan berbagai analisa berkelebat merespon ditutupnya unit sekolah dalam satu gedung tersebut.

Guru-guru mulai khawatir, bisa saja peminat ke sekolahnya semakin menurun hingga tak ada lagi orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tempat mereka bertugas, seperti yang terjadi pada sekolah yang dilebur … sementara ada sekolah swasta yang tak jauh dari sekolah negeri itu peminatnya melimpah, sekolah swasta itu sudah menerima pendaftaran murid baru sejak September dengan pembayaran biaya macam-macam yang jumlahnya tak sedikit, atau bisa dibilang mahal.

Kenapa sekolah yang mahal tetap saja banyak peminatnya, sementara sekolah negeri dengan biaya yang tak ada atau gratis semakin banyak yang tak diminati hingga berujung tutup, dilikuidasi, digabung, dimerger atau berbagai istilah lainnya.

Kini guru-guru jadi sering mempertanyakan kenapa sekolah yang satu atap itu tutup, dan bagaimana agar sekolah mereka tetap eksis dan diminati masyarakat sekitarnya, guru-guru jadi sering kumpul, diawali dengan makan siang bersama, pengajian, arisan, demo masak, demo kesehatan atau kegiatan apa yang selanjutnya membahas berbagai hal untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan pelayanan peserta didik agar sekolahnya tetap diminati oleh masyarakat disekitarnya. Guru-guru jadi terbiasa rapat sebulan sekali untuk membicarakan banyak hal sesuai kondisi sekolah dan lingkungan yang terkini.

Guru-guru jadi sering studi banding ke sekolah terdekat yang dikabarkan punya keunikan atau keunggulan yang bisa diterapkan di sekolah mereka. Up grading, kegiatan penyegaran mengundang narasumber dari luar untuk penerapan konsep baru, sistem baru dan hal-hal lain yang memperbaiki proses pembelajaran di kelas.

Suasana kelas, suasana sekolah jadi lebih terasa bergairah, murid-murid memanfaatkan teknologi informasi terkini dan melakukan kegiatan-kegiatan baru yang sebelumnya tak ada dengan melibatkan orang tua murid dan organisasi lain di luar sekolah. Murid-murid yang tak masuk dengan alasan yang tak jelas segara dipanggil orang tuanya untuk dikaji penyebabnya dan dilakukan treatmen sehingga murid jadi semangat sekolah lagi.

Kegiatan ekstra kurikuler jadi lebih aktif, frekuensi ikut serta dalam berbagai kompetisi semakin tinggi, prestasi murid dan guru jadi hal yang sangat biasa di sekolah itu. dokumentasi kegiatan sekolah, proses belajar, saat menjadi juara dan lainnya berkelebat di facebook, twitter, instagram, steller dan youtube.

Orang tua murid terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika para orang tua merasa bahwa anak-anaknya perlu mendapatkan pengalaman belajar di luar sekolah, mereka bersepakat menjadwalkan liburan bersama dengan teman-teman sekelas dan mengajak guru-guru di sekolahnya, dengan agenda wisata edukasi, belajar di alam terbuka. Pembiayaan untuk hal itu dikelola oleh orangtua murid yang anaknya ikut serta dalam kegiatan wisata itu.

Berbagai perubahan dan kegiatan-kegiatan yang jadi kebiasaan baru di sekolah itu rupanya diamati oleh masyarakat sekitar sehingga peminat ke sekolah itu semakin meningkat, orangtua murid menjadi mitra yang kompak dengan guru saat menjalankan program yang meembentuk murid menjadi pribadi yang lebih baik, mampu berkompetisi di zaman yang terus berubah. Bagaimana dengan sekolah kamu?


Leave a comment

Yang akan datang dan berlalu

Gambar pertama adalah rencana kehadiran saya di training publik speaking, gambar kedua kenangan dari DPF, DJALALLUDIN PANE FOUNDATION setelah ToT Public Speaking dan pendidikan karakter di Cisarua Bogor 3 Oktober 2016, yang bawah itu setelah ketemu FORUM MAHASISWA BIDIK MISI UNJ di Rawamangun 1 Oktober 2016, dokumentasi lainnya ada disini.


Leave a comment

Fokus pada target setiap penggal waktu

Anda pernah punya rencana, bayangan anda setelah kegiatan terlaksana anda akan merasa atau menghasilkan ini-itu, faktanya hanya rasa lelah dan habis biaya kurang makna, kenapa?.

Steelah ada ide, canangkan tujuan, lalu penggal waktu pada kegiatan itu untuk mencapai tujuan. Ujicoba atau gladi kotor dan gladi resik atau simulasi perlu dilakukan agat waktu, energi, biaya dan lainnya tak terbuang percuma.

Pilih teman atau anggota yang bertanggung jawab pada setiap penggalan waktu … Bukan fokus pada seksi-seksi tetapi pada target yang akan dicapai pada setiap paruh waktu ….

Liburan akhir tahun, raker dan lainnya mungkin bisa jadi ujicoba sesuatu yg baru. Jangan pilih panitia, seksi-seksi atau anggota, tapi penggal waktu kegiatan, tentukan target yg ingin dicapai, lalu pilih orang yang bertanggung jawab …. Supaya jangan ada panitia yang banyak sekali kerjanya dan ada yang cuma tercantum tanpa kerja.

Tak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan, yuuuu saatnya kita berubah.

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


1 Comment

Belajar IT hingga Sepuh

SAMA-SAMA BAWA NOTEBOOK

 

Selamat siang Pembaca, terima kasih telah berkunjung ke blog saya, ini posting ke 1.291

Sahabat saya Ibu Yulia Soemardjo berusia 66 tahun masih terus belajar berbagai hal, kali ini beliau meminta saya membimbing cara mengelola email, menulis, baca dan membalas … kami jumpa di sebuah resto di bintaro.

Setiap langkah dan tampilan di monitor ditulis dalam buku catatan, diulang-ulang beberapa kali, hingga mampu … sambil beliau mengulang catatan di bukunya … saya posting ini.

Selamat siang pembaca, anda guru? berusia berapa? masih mau belajar? apa yang terakhir anda pelajari?


1 Comment

Cara menghindari Siaran TV yang buruk

BAHAYA SETIAP HARI

Sinetron, infotainment, lawak andalkan awak dan kekerasan, gossip, berita politik keblinger dan banyak lagi acara mblenger di TV, bagaimana cara menghidar?

1. Mulai aktifitas baru.

  • Sosisalisasi, kumpul dengan teman
  • Lakukan hobby baru, seperti mancing, foto, disain, … sesiau minat anda
  • Berolah raga, sepeda, aerobik, tenis, bulutangkis, dll
  • Kursus memulai hobby dan bisnis
  • dll

2. Singkirkan TV anda, beri kepada orang yang belum muak dengan tayangan TV saat ini.

3. Berhenti berlangganan, jika saat ini anda berlangganan TV kabel atau satelit.

4. Cabut kabel power TV ke stekker di rumah anda.

5. Kurangi jam nonton TV, alihkan ke kegiatan lain

6. Jangan nonton berita di TV, karena selanjutnya anda akan berpindah ke saluran TV gossip dengan bumbu wanita cantik dan pria tapan … simak berita lewat koran, majalah dan internet

Anda sudah mulai tak nonton TV? silahkan sharring

sumber: Lifehack


1 Comment

12 ciri guru merdeka, nyuplik Guru Kreatif

Bahkan Sukarno Hatta pun pasti pernah diajar oleh seorang guru. Seorang yang besar namanya, dulu dan kini tidak lahir begitu saja. Pasti ada guru yang kemudian membimbing dan mengasah kemampuan minat dan bakatnya.

Jadi kita semua para guru, jangan berkecil hati karena dari kitalah lahir pemimpin bangsa yang besar dan menentukan sejarah. Namun hanya guru yang merdeka yang sanggup melakukannya

Silahkan mengenali ciri guru yang merdeka dibawah ini, mudah-mudahan membantu mengenali jati diri kita sebagai guru.

Guru yang merdeka adalah guru yang;

1. Mengenal siswa minat dan bakatnya serta kelebihannya

2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk tahu siapa diri kita sebagai individual

3. Tidak mahal senyum pada siswa

4. Membuat siswa mau terlibat dalam aktivitas sekolah (diluar jam pelajaran)

5. Mau meluangkan waktu diluar jam mengajar untuk membantu dan mendengar siswa

6. Memberikan penjelasan saat memberikan penilaian pada tugas siswa

7. Mau menjelaskan alasan dari tindakan yang dilakukannya

8. Mau memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan siswa bahkan yang paling sulit sekalipun.

9. Meghubungkan pembelajaran yang dilakukannya ke dunia nyata

10. Minta maaf jika bersalah

11. Memberikan tugas yang tidak semata-mata sukar untuk dikerjakan, tapi juga yang menantang dan berguna demi masa depan siswa.

12. Bersikap enerjik, antusias dalam kesehariannya dan terlihat sekali mencintai pekerjaannya.

Demikian dicuplik dari Guru Kreatif


10 Comments

Komentar posting “GURU BODONG” di blog & febuk

Tulisan saya “Kinerja GURU BODONG NAFSU TKD”  menarik perhtian dan dikomentari pembaca di blog dan fesbuk, begini komentar mereka:

Komentar di Blog:

  • Mas gondel mengatakan:

    siapa yg nulis apa nggak ngaca….siapa yg anda sebut itu anda asal bicara atau berdasarkan fakta…?? coba dirata2 ijazah tu dengan guru tinggi mana…anda tahu tidak

  • Mas gondel mengatakan:

    mentang2 tkd anda dah disesuaikan anda bisa bicara begitu semua orang tidak sama dengan anda

  • sri wahyuni mengatakan:

    Assalamualikum
    Ya mungkin ada benarnya guru bodong, gak usah marah-marah dengan sindiran, akan tetapi positif thingking ajalah dan mari instropeksi diri.
    Jawab sindiri itu …
    aku bukan guru bodong,
    aku tidak sama dengan TU
    Aku guru yang mempunyai kompetensi …
    Paedagogik,
    kepribadian,
    sosial dan
    profesional
    Aku guru yang menyediakan sedikit waktu…
    untuk curhat anak muridku baik masalah pelajaran atau pribadi
    Aku guru yang selalu iklas dalam pekerjaanku
    n masih banyak aku ……
    Sekali lagi jangan marah tunjukan pada pak Dedi Aku bukan guru bodong yang hanya bisa berebut sedikit kesejahteraan dari uang anak negeri

    wassalam

  • Puji mengatakan:

    Guru Bodong memang ada, tapi yang nggak bodong lebih banyak. Inilah akibat pembagian TKD yang kurang adil, terjadi saling menjatuhkan teman Tu dan guru, saling dorong untuk menjatuhkan teman, yah kejadian ini adalah alamiah.
    Tapi kalau pembagian adil tentu tidak akan terjadi perselisihan. Menurut saya pembagian TKD tahun 2009 lebih baik dari pada tahun 2010, buktinya, tidak ada perselisihan, semuanya senyum memuaskan. Apalagi waktu masa Gubernur Pak Sutyoso, guru banyak yang memuji beliau, bahkan sampai sekarang masih merindukan.

    Guru sekarang merasa direndahkan karena golongannya tinggi, pendidikan tinggi, tuntutan tanggung jawab tinggi, tapi tunjangannya setara Pesuruh, sedangkan PNS yang lain tunjangan disesuaikan dengan golongannya.

    Masalah sertifikasi guru, guru hanya bisa berharap saja, sampai kapan? mungkin sampai pensiun nggak bakalan dapat. Contoh 1: Guru yang sudah berusia 59 tahun tidak bisa diusukan menjadi guru sertifikasi. Contoh 2: Ada guru yang sudah menjadi PNS selama 31 tahun gol IVa, umur 55 tahun, setelah mengumpulkan forto folio, dinyatakan tidak lulus PLPG, padahal memang tidak dipanggil PLPG.

    jadi dapat disimpulkan guru yang mendapat tunjangan sertifikasi, sampai saat ini sangat sedikit, sehingga masalah inipun bisa menimbulkan ketidak adilan, atau kecemburuan sosial. Bakrie…Bakrie… kasian amat Looo (Iwan Fals)

  • Puji mengatakan:

    Guru Umar Bakri
    Umar bakri….Umar bakri, banyak ciptakan Mentri.
    Umar bakri… profesor doktor insinyur pun jadi…
    Tapi mengapa…. gaji guru umar bakri seperti digebiri…???? (Iwan Fals)

  • Puji mengatakan:

    Saya ingin tanya pada P. Dedi, Guru Bodong itu seperti apa?
    Saya senang, P.Dedi orangnya sangat berprestasi, tapi seharusnya, dapat juga menjaga nama baik guru.
    Kalau diantara guru sudah saling menyalahkan maka hancurlah kesatuan guru ini. Marilah kita bangun kesatuan dan persatuan diantara teman guru.

  • Sebagian komentar di Fesbuk:


    Aish Basyir SPd

    Aish Basyir SPd

    haduhh mudah2n apa yg saya lakukan ikhlas tuk anak didik.tdk hanya pljaran yg kuberi,tapi juga doa yg sring teriring…
    February 12 at 5:29am

    Tedi Anu Kamari

    waduh mengerikan pak……………
    February 12 at 7:26am

    Era Maria Retno

    Era Maria Retno

    Ktika sumpah jabatan PNS guru diucapkan,mk pd saat itu sy mnjd spt 5 in 1,,pengajar,pnddik,orgtua,shbt,kluarga & smuanya dibrikan dalam porsi yg sama,yaitu msg2 100%,bukan 100% bagi 5,,smga kita guru slalu sadar bhw kita diperlukan,diharapkn & dijadikan panutan,,smga Tuhan mmbimbing guru & siswany
    February 12 at 8:37am via Facebook Mobile ·

    Virgana Natawidjaja

    Betul pak tunjukan dulu kinerja agar berbeda dengan yang lain tidak (biasa-biasa aja), tapi prediksi saya system TKD tdk akan bisa mendokkrak kinerja secara signifikan… sejauh tidak ada kompetetifness disana. TKD ada kompetitifness nya siapa rajin masuk kerja dan tepat waktu pulang dan pergi mesti dapat 100%. Apakah cukup sampai disitu? INI PERLU DIKAJI LEBIH JAUH. Serahkan pada para pembina Kepegawaian termasuk Bpak dan Saya.
    February 12 at 3:38pm

    Drs Solihin

    ketulusan, kecintaan, dan keikhlasan mutlak dimiliki oleh Guru/Pendidik dalam menjalani profesinya, karena hampir semua persoalan terkait pada 3 unsur itu…mari kita tanyakan pada diri kita sudah siapkah kita menjadi guru/pendidik ??? February 13 at 11:26am
    Terima kasih, perhatikan kata pertama dari tulisan itu.
    “Dia”, artinya menunjuk kepada seseorang, jika anda tersinggung … maka berarti anda memang GURU BODONG, lihatlah komentar yang poitif thinking …
    apapun komentar anda … saya berterima kasih … mari kita bekerja dengen profesional sesuai missi kita masing-masig; Guru SMK harus berorientasi pada keterserapan alumni di dunia kerja, sementara guru SMA berorientasi pada terserapnya alumni di perguruan tinggi … anda guru TK, SD, SMP atau pesantren … silahkan temui pimpinan anda … tanyakan apa target kinerja anda?


    Jika Kepala Sekolah anda masih menjawab: Lulus UN 100% … mari kita doakan pimpinan sekolah itu dan bisa lebih profesional dalam bekerja


    10 Comments

    siswa naik motor ke sekolah-TAK MENDIDIK

    satpam skolah bilang
    “siswa bawa speda motor” urusan guru
    guru bilang urusan pembina osis
    pembina osis bilang urusan wakil kesiswaan
    wakil bilang urusan kepala sekolah
    kepala sekolah bilang itu urusan polisi
    polisi bilang urusan satpam sekolah …

    bertebaranlah
    anak-anak berseragam naik motor,
    tak sedikit yg mati sia-sia,
    am happy di smk 36 Jakarta
    berkomitmen taat hukum

    Selamat siang pembaca, bagaimana di sekolah anda?


    Leave a comment

    Target KINERJA GURU?

    pencapaian "hasil"

    Silahkan simak jawaban 26 guru satu SMK Negeri ketika ditanya tentang target kinerja mereka:

    1. a. Menyelesaikan KBM sesuai program semester
    b. Menyelesaikan tugas tambahan (SDM)

    2. a. Menyelesaiakan KBM sesuai program
    b. Pembukuan KS tiap

    3. a. MenyelesaikanKBM Produktif
    b. Mengantarkan siswa Prakerin/Kerja

    4. a. Menyelesaikan KBM PKn semua Proram Semester
    b. Mengkoordinir kepustakaan (tujuan tambahan)

    5. Meningkatkan tata tertib dan kedisiplinan dalam proses kegiatan KBM

    6. Menyelesaikan kompetensi siswa melalui KBM Bhs. Indonesia

    7. a. Menyelesaikan KBM untuk kelas 12 sesuai dengan kompetensi dasar
    b. Menyelesaikan KBM utk kelas XII
    lulus UN 100%

    8. a. Menyelesaikan tugas KBM
    b. Menyelesaikan tugas tambahan WMM

    9. a. Melaksanakan ttugas mengajar
    b. Membuat media belajar melalui blog

    10. a. menyelesaikan tugas KBM
    b. Melaksanakan tugas tambahan sarpras

    11. a. Menyelesaiakn leger KTSP
    b. Melaksanakan KBM & Tugas tambahan

    12. a. Melaksanakan tugas mengajar secara tuntas
    b. Menjembatan kepentingan masyarakat US sekolah

    13. a. Membantu tugas wk Kesiswaan secara umum
    b. Mengaktifkan kegiatan ekstrakulikuler

    14. a. menyelesaikan KBM dan menyelesaikan tugas tambahan
    sebagai Ka.Prog TAB

    15. a. Melaksanakan tugas mengajar secara tuntas
    b. Meluluskan jur NKPI secara totl

    16. Menyelesaiakn KBM siswa dgn program

    17. a. Melaksanakan tugas mengajar secara tuntas
    b. lulus ujian siswa 100% dan membuat KTSP

    18. Melaksanakan KBM dan membantu pelaksanaan piket dan ketertiban siswa

    19. Membantu siswa menghadapai UN

    20. menyiapkan siswa untuk menghadapi UN

    21. KBM tnutas kompetensinya
    b. UN produktif lulus 100%
    c. siswa terkirim 100% di DUDI

    22. a. KBM tuntas kompetensi
    b. Uji produktif NKPI 100% penelusuran tamatan

    23. a. KBM produktif berjalan baik
    b. siswa kompeten & lulus UP & UN

    24. Menyelesaikan pembukuan penerimaan KS

    25. Menyelesaikan SPJ dan Laporan keuangan

    26. melaksanakan tugas (PM) meemcu siswa siap mengikuti UN

    Kinerja adalah

    Kinerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000 : 67) “Kinerja ( prestasi kerja ) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.

    Kemudian menurut Ambar Teguh Sulistiyani (2003 : 223) “Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya”. Maluyu S.P. Hasibuan (2001:34) mengemukakan “kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”.

    Menurut John Whitmore (1997 : 104) “Kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang,kinerja adalah suatu perbuatan, suatu prestasi, suatu pameran umum ketrampikan”.

    Menurut Barry Cushway (2002 : 1998) “Kinerja adalah menilai bagaimana seseorang telah bekerja dibandingkan dengan target yang telah ditentukan”.

    Menurut Veizal Rivai ( 2004 : 309) mengemukakan kinerja adalah : “ merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan”.

    Menurut Robert L. Mathis dan John H. Jackson Terjamahaan Jimmy Sadeli dan Bayu Prawira (2001 : 78), “menyatakan bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan”.

    John Witmore dalam Coaching for Perfomance (1997 : 104) “kinerja adalah pelaksanaan fungsi-fungsi yang dituntut dari seorang atau suatu perbuatan, suatu prestasi, suatu pameran umum keterampilan”. Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negative dari suatu kebijakan operasional.

    Mink (1993 : 76) mengemukakan pendapatnya bahwa individu yang memiliki kinerja yang tinggi memiliki beberapa karakteristik, yaitu diantaranya: (a) berorientasi pada prestasi, (b) memiliki percaya diri, (c) berperngendalian diri, (d) kompetensi.

    Sumber: Wikipedia

    Selamat malam pembaca, apa target kinerja Anda?


    3 Comments

    GURU yang TERGANTUNG ARAH ANGIN

    Apa kabar pembaca, Anda guru? apakah termasuk guru yang baik (putih), tak baik (hitam), atau ga jelas (abu-abu) … silahkan simak tulisan blogger Guru Kreatif berikut ini:

    Saya mau berubah menjadi guru yang lebih baik asal…..

    Golongan guru yang ini yang paling banyak terdapat di sekolah. Golongan yang bersikap abu-abu, hitam tidak, putih juga tidak. Artinya sekolah perlu membuat sebuah sistem yang mengatur ‘reward and consequences’ atau ‘penghargaan dan konsekuensi’ bagi guru tipe ini.

    Sekolah sebagai institusi pendidikan memang tidak bisa menghindar dari kewajiban untuk berubah. Untuk bisa bersaing dan menjadi yang terbaik bagi siswa, maka berubah adalah sebuah keniscayaan. Karena saat bersikap terhadap perubahan tidak semua guru memandangnya positip apalagi jika sekolah tidak punya sistem komunikasi yang baik dalam menjelaskan kepada guru kenapa harus dan perlu berubah. Istilah perubahan di sini bisa mengacu kepada banyak hal di sekolah. Dari perubahan mengenai kompetensi, profesionalitas sampai perilaku guru.

    Sayangnya presentasi guru yang mengucapkan hal diatas banyak sekali terdapat di sekolah. Mari kita identifikasikan jenis guru tersebut.

    Guru tipe ini ciri-cirinya adalah

    1. memandang profesinya adalah hanya sebagai ladang mencari nafkah untuk keluarga atau dirinya sendiri.
    2. Mudah berganti profesi jika ada kesempatan yang lebih baik
    3. punya  idealisme misalnya ‘demi masa depan siswa yang lebih baik’ hanya saja idealismenya tergantung arah angin artinya tidak tentu.
    4. perlu ‘diasuh’ oleh pemimpin dan pengelola sekolah yang terus menerus berusaha menghidupkan ‘api’ atau gairah guru seperti ini agar selalu mau berubah kearah yang lebih baik.
    5. Membutuhkan  penghargaan (tidak harus berupa nominal) yang jelas jika ia melakukan tindakan perubahan
    6. Membutuhkan konsekuensi yang transparan dan tegas baru mereka mau ikut arus perubahan.
    7. Mudah dipengaruhi oleh guru yang ‘keras’ dan menolak untuk berubah  dan mudah terseret untuk masuk geng guru yang seperti punya ‘Negara dalam Negara’ di sekolah.
    8. Mudah mengeluh mengenai banyaknya administrasi yang mesti dikerjakan, orang tua yang rewel, sampai siswa yang tidak sesuai harapan
    9. Sangat sensitif dan ngotot untuk masalah gaji dan pengupahan, tapi bukan kualitas kerja
    10. Menganggap kepala sekolah, yayasan dan pengelola sekolah lainnya sebagai ‘Superman’ atau orang yang sempurna dan tidak boleh salah dan mampu menyelesaikan semua masalah tanpa kerja sama dengan guru.

    Selamat pagi pembaca, mau berubah?


    Leave a comment

    tahun 2010 lebih BERANI

    saya berani papa

    Sudah berapa kali Anda rayakan malam tahun baru?
    Sudah berapa kali Anda merasa berubah setelah malam itu?
    Sudah berapa kali Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya?
    Sudah berapa kali Anda melakukan kebaikan baru?
    Sudah berapa kali Anda pelajari hal-hal baru?
    Sudah berapa kali Anda berkenalan dengan orang-orang baik?
    Sudah berapa kali Anda berprestasi sepanjang usia?

    Saya tak terlalu sibuk dan peduli malam tahun baru
    Setiap pergantian tahun berusaha rancang kegiatan baru
    Supaya menjadi lebih berkualitas dari sebelumnya
    Siapkan diri selalu berfikir positif dan berbuat baik pada sesama
    Selalu siap pelajari hal-hal baru yang bermanfaat
    Sapa, silaturahmi dengan orang-orang baik
    Support diri dan lingkungan untuk berkompetisi rebut prestasi

    Salah satu ucapan Gus Dur:

    “Negeri ini membutuhkan banyak orang-orang yang berani”

    Berani lakukan sesuatu tak menunggu instruksi
    Berani menyampaikan sesuatu yang benar
    Berani kerjakan yang orang lain tak kerjakan
    Berani mengambil resiko
    Berani berkompetisi
    Berani berprestasi
    Berani hidup
    Berani mati
    Berani …

    Selamat siang pembaca, masih mau biasa-biasa aja?


    1 Comment

    SEPEDA Umar Bakri berganti SEDAN

    ilustrasi

    Anda ingat lagu terkenal Iwan Fals tentang Guru?

    Guru Umar Bakri

    Tas hitam dari kulit buaya
    Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri
    Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali

    Tas hitam dari kulit buaya
    Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
    Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu

    Laju sepedah kumbang di jalan berlobang
    Slalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
    Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
    Banyak polisi bawa senjata berwajah garang

    Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan
    “Berkelahi Pak!” Jawab murid seperti jagoan
    Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang
    itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut (“Bakri kentut”)
    Cepat pulang
    Busyet..! standing dan terbang

    Umar Bakri, Umar Bakri
    Pegawai Negeri
    Umar Bakri, Umar Bakri
    empat puluh tahun mengabdi
    Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

    Umar Bakri, Umar Bakri
    Banyak ciptakan menteri
    Umar Bakri
    Profesor doktor insinyur pun jadi
    (Bikin otak orang seperti otak Habibi)
    Tapi Mengapa gaji guru Umar Bakri
    Seperti dikebiri

    Bakri, Bakri
    Kasihan amat loe jadi orang
    Gawat

    Dengan permohonan maaf yang tak hingga kepada Iwan Fals, Saya menggubah lagu itu.
    Tahun 2000-an lagunya berganti jadi ini

    Guru Umar Bakri Masa Kini

    Sedan hitam dari merk terkenal
    Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri
    Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali

    Sedan hitam dari merk terkenal
    Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
    Itu murid hebatmu mungkin sudah menunggu

    Laju sedan kinclong di jalan berlobang
    Tak lagi sperti dulu waktu jaman Jepang
    Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
    Banyak wartawan bawa kemera berwajah garang

    Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan
    “Berkelahi Pak!” Jawab murid seperti jagoan
    Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang
    itu sedan mulus dikebut lalu cabut kalang kabut (“Bakri kentut”)
    Cepat pulang
    Busyet..! injak gas dan pulang

    Umar Bakri, Umar Bakri
    Pegawai Negeri
    Umar Bakri, Umar Bakri
    empat puluh tahun mengabdi
    Jadi guru jujur berbakti kini senang hati

    Umar Bakri, Umar Bakri
    Banyak ciptakan menteri
    Umar Bakri
    Profesor doktor insinyur pun jadi
    (Bikin otak orang seperti otak Habibi)
    Tapi skarang gaji guru Umar Bakri
    Seperti asisten mentri

    Bakri, Bakri
    Hebat amat loe jadi orang
    Gawat

    Guru-guru yang dibayar mahal itu kini sibuk tingkatkan kualitas diri menjadi lebih baik dan profesional …. beberapa yang cuek akan tergilas zaman oleh guru-guru muda yang berkualitas.

    Selamat siang pembaca, belajar apa hari ini?


    1 Comment

    banyak guru tak seperti kakek ini

    salut kek!

    Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China. Pepatah itu kiranya terasa pas menggambarkan semangat Tarlan dalam menuntut ilmu. Bagaimana tidak? Di usianya yang sudah sangat senja, menginjak 81 tahun, kakek 19 cucu ini masih bersemangat mengikuti ujian Paket A setara SD.

     

    Meski sesekali mengerutkan dahinya, Tarlan terlihat serius mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh pengawas dalam ujian Paket A setara (SD) yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Pusat, Jumat (20/11). Sikap Tarlan patut diacungi jempol. Di usianya yang melewati ambang batas ternyata masih bersemangat untuk belajar.

    Ya, lelaki kelahiran Cirebon itu bersama rekan-rekan sebayanya mengikuti ujian Paket A yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Islam, Jalan Galur Raya 16, Johar Baru, Jakarta Pusat.

    “Cari ilmu itu enggak ada batasnya. Kan ada pepatahnya, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China,” ujar Tarlan lantang saat ditemui usai menyelesaikan soal ujian, Jumat (20/11).

    Lelaki renta itu mengaku sudah sejak setahun lalu mengikuti program pendidikan Paket A. Ini dilakukan karena dia ingin memiliki ijazah SD. Nantinya jika telah lulus, ijazahnya akan dilaporkan pada pimpinannya agar dia diangkat menjadi karyawan tetap. Selama ini, Tarlan bekerja sebagai salah seorang petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.

    “Kalau mau menjadi karyawan tetap, syaratnya harus memiliki ijazah SD. Sampai saat ini saya belum punya, makanya saya ikut belajar di sini,” ungkap warga Jalan Kalibaru Timur V, Bungur, Senen, Jakarta Pusat itu.

    Upaya gigih lelaki yang hanya mengenyam kelas 5 SR (sekolah setingkat SD zaman kolonial Belanda) mendapat dukungan penuh dari seluruh keluarganya. Tentu saja dukungan ini menjadikan dia lebih termotivasi dan semangat untuk menyelesaikan program Paket A.

    “Mudah-mudahan umur bapak sampai,” ujar Tarlan yang terpaksa putus sekolah saat itu lantaran Indonesia dalam keadaan kondisi perang melawan penjajah.

    Rupanya Tarlan tidak sendirian dalam mengikuti ujian Paket A. Beberapa kakek-kakek lainnya pun mengikuti hal yang sama. Di antaranya Mulyani (50) dan Hussein (55) yang sama-sama ingin segera memiliki ijazah setara SD agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap sebagai petugas kebersihan di Masjid Istiqlal.

    “Kalau jadi karyawan tetap, kami akan digaji sesuai UMR, katanya,” ujar Hussein.

    Kasi Dikmen Kecamatan Joharbaru, Ahmad Hilmi mengatakan, wilayah Joharbaru merupakan daerah yang banyak dihuni oleh kaum dhuafa. Karena itu, pihaknya membantu dengan menyelenggarakan program Paket A setara (SD), B setara (SMP) serta C setara (SMA) guna memperbaiki kualitas hidup dan menambah pengahasilan.

    “Kami ingin meningkatkan kualitas hidup, PKBM sudah ada, dengan demikian diharapkan lulusannya mampu mengembangkan ilmu dan meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.

    Ahmad Hilmi mencatat, peserta ujian paket A kali ini sebanyak 26 orang, paket B 72 orang, dan paket C tidak ada pesertanya. Dia berharap, pada tahun berikutnya, peserta ujian paket A, B, dan C ini dapat terlaksana kembali guna meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta Pusat dan mendukung program pemerintah dalam pembebasan buta aksara.

    Plh Kasudin Dikmen Jakarta Pusat, Delly Indirayati, menyambut baik adanya keinginan yang kuat dari orang-orang seperti Tarlan. Meski telah memasuki usia senja, namun tetap semangat mencari ilmu.

    “Saya sudah berbicara dengannya, memang ada keinginan kuat darinya untuk membuktikan kepada anak cucunya bahwa beliau tidak buta huruf. Karena itu memang sudah sewajibnya orang-orang seperti pak Tarlan kita fasilitasi,” ujar Delly.

    Ke depannya PKBM yang ada akan dibina serta dievaluasi baik untuk kurikulum, metode, dan lain sebagainya agar ada peningkatan mutu baik dari PKBM maupun dari lulusannya. “Pasti, kurikulumnya akan disempurnakan untuk peningkatan mutu,” kata Delly Indirayati.

    Sumber: Kompas

    Selamat malam pembaca, ujian apa anda hari ini?


    5 Comments

    geng motor itu ANAK SMP – dimana polisi?

    tolong hentikan ini pak polisi (1.bp.blogspot.com)

    tolong hentikan ini pak polisi (1.bp.blogspot.com)

    Masih tentang sepeda motor dan anak sekolah … saat mereka mulai belajar motor, berkendara, membentuk geng hingga perkelahian … pasti mereka terlihat di jalan raya … kenapa polisi tak bertindak, pepatah klasik mencegah lebih baik dari pada mengobati mungkin semua kita tahu … apa kabar polisi?

    Perkelahian antargeng motor kembali terjadi. Kali ini berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat. Perkelahian antara geng motor Kil dan BSC itu terekam dalam gambar video yang menyebar lewat telepon seluler. Polres Kota Tasikmalaya pun sigap bertindak.

    Setelah mendapatkan laporan korban yang bernama Hari, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya memburu pelaku. Dalam video itu terekam, Hari dipukuli anggota geng motor. Polisi mendatangi satu-persatu rumah para pelaku pemukulan. Empat pelaku langsung dibawa ke  Markas Polres Kota Tasimkmalaya untuk menjalani pemeriksaan.

    Mereka adalah Rizki, Saeful, Randi dan Axel. Semua masih pelajar SMP kelas tiga. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa telepon seluler yang dipakai untuk merekam serta jaket Brigez yang dikenakan oleh korban.

    Sumber: metronews.com


    Leave a comment

    speda motor, KETAKBERDAYAAN PENDUDUK NEGERI & tel dr Cikeas

    Posting sy sbelum ini dikomentari banyak teman di fesbuk. Murah, angkot yg susah, waktu tempuh, dan banyak lainnya.

    Hampir tak ada yang katakan pemerintah seharusnya merespon.

    Padahal, para calon anggota DPRD, DPR, DPD, bupati, gubernur & presiden slalu kampanye akan tingkatkan kesejahteraan penduduknya, knapa sekian tahun mreka berkuasa angkutan massa tak kunjung nyaman.

    Selamat siang pembaca, masih mau salahkan diri sendiri, tetangga, atau lakukan pembenaran yg salah, sementara kita tak ingatkan penguasa yang sebelum raih otoritas sudah kampanye utk sejahterakan rakyat negeri, dimana benahi moda transportasi jadi suatu keharusan.

    Saya mengingatkan mereka yang dulu pernah kampanye dan lindungi anak negeri sambil menunggu telepon dari Cikeas, wkwkkwkwkkwkk


    2 Comments

    Majalah SMK UPDATES resmi beredar

    resmi beredar 13 Oktober 2009

    resmi beredar 13 Oktober 2009

    Di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, hari ini Selasa 13 Oktober 2009 LKS SMK DKI Jakarta, Job Matching SMk dan SMK UPDATES, majalah bulanan dan online komunitas pendidikan SMK DKI Jakarta diresmikan Bp. Dr. Ing Fauzi Bowo Gubernur DKI Jakarta … thx 4 Bp Zainal Armiyanto, Bp Kholil & amazing jurnalis tim from SMK Negeri 36 Jakarta … am happy


    1 Comment

    GAPTEK ITU BUKAN BAKAT, lalu kenapa?

    belajar yuuu

    belajar yuuu

    Selesai meeting di sebuah pusat keramaian di utara jakarta, saya dihentikan seorang pria perseragam biru dengan logo perusahaan taxi bergambar burung.

    Dia setengah berlari menghampiri saya dan menyapa:

    “Pak Dedi ya? … saya murid bapak di SMK 39 tamat tahun 2006”

    Saya menghentikan langkah dan menyalaminya, kami berlebaran … lalu berbincang tentang berbagai hal… dia sudah bekerja hampir dua tahun di perusahaan itu … dan menjadi tulang punggung biayai kehidupan keluarganya.

    Saya bertanya:

    “Apa yang kamu ingat dari pelajaran dengan saya di SMK 39?”

    Dia menjawab begini:

    “Saya belajar internet dengan serius ketika bapak beri tugas, hingga pernah menyewa komputer di rental selama satu … hari sampai bisa … dan saya sangat senang ketika suatu kali ada teman saya yang minta diajari mengakses internet, saya sudah bisa”

    Tiba-tiba saya ingat tulisan di t-shirt seorang pengunjung toko buku yang begini isinya:

    GAPTEK
    ITU
    BUKAN
    BAKAT

    Barangkali betul … seseorang gagap teknologi atau gaptek bukan karena bakat, tapi karena malas .

    Ayo belajar pada teman, saudara, tetangga, kerabat, anak kita atau siapa saja yang anda bisa ajak belajar tentang teknologi, apalagi jika Anda adalah guru.

    Selamat malam pembaca, Anda masih gaptek?


    3 Comments

    contoh CHARLIE ST 12 HARGaI GURU, bangsa jadi besar

    Selebritis ulang tahun di panti asuhan, atau buka puasa atau bersama di suatu lokasi atau kantong-kantong orang tak mampu sudah biasa.

    Charly ST 12 memberikan contoh bagus dengan runi mengunjungi sekolah dasar dimanadia dulu pernah belajar …terlihat betapa dia terharu dan berterima kasih pada guru-guru yang mendidiknya ketika anak-anak.

    Cerita bagaimana dulu dia mencari pinjaman gitar kesana kemari untuk ikuti perlombaan, menyebut nama guru, mencium tangan para pendidik yang beranjak renta … terlihat wajah haru, dan ungkapan terima kasih meluncur dari mulut penyanyi terkenal negeri.

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargi guru-gurunya.

    Selamat siang pembaca, kapan andaberkunjung ke sekolah Anda?


    3 Comments

    membantu PERSIAPAN TEST ONLINE GURU “UN” SMK JAKARTA

    jarak jauh

    jarak jauh

    Bertempat di SMK Negeri 45 Jakarta Barat kami rapat  PERSIAPAN TEST ONLINE GURU “UN” SMK JAKARTA, mulai pk. 09.00 WIB.

    Direncanakan akan dilangsungkan pada tgl 23, 24 dan 25 Nopember 2009 dengan target guru-guru yang mengajar pelajaran UJIAN NASIONAL.

    Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMK Disdik SKI Jakarta Ibu. Hj. Rita Aryani memimpin rapat, dihadiri oleh koordinator pengawas SMK DKI Jakarta, Drs. H. Dachwan Setiawan, para pengawas, pengurus K3SK se DKI Jakarta dan teman-teman panitia yang membantu PERSIAPAN TEST ONLINE GURU “UN” SMK JAKARTA.

    Selamat pagi pembaca, kapan terakhir anda tes? … tentang apa?


    1 Comment

    Bayangkan KOTA BERMARTABAT

    Suatu kali sy berkunjung ke kantor pemerintah daerah di Jepang, lobinya luas, ada beberapa televisi dengan banyak tempat duduk. Saat jam kerja saya lihat banyak lelaki renta tuna wisma membawa traveler bag berisi perlengkapan diri yang selalu dibawa kemana-mana, penampilan mereka terlihat “tebal” karena membawa ini-itu, malam hari saya melihat mereka tempati sudut-sudut taman kota Tokyo.

    Pemerintah kota disana tak mengusir kaum papa dari lobi kantornya, artinya mereka dihargai sebagai penduduk kota. Bentuk penghargaan yang manis, tak hanya setahun sekali dikumpulkan, digiring antri bersalaman, lalu diberi bingkisan dan uang Rp. 40.000. Sementara sepanjang tahun kurang dipedulikan bahkan masuk ke kantor pemda pun tak perkenan.

    Mendorong sektor riil dimana rakyat jelata bisa menikmati hasil kerja lewat usaha uang mencerdaskan tak hanya tengadahkan tangan. Mengelola lembaga pendidikan yang menyenangkan, dirindukan peserta didik untuk betah di sekolah karena guru-guru dan aneka kegiatan yang mencerahkan. Sekolah tak perlu gratis, karena banyak warga jakarta yang mampu, sementara utk yang miskin diberi beasiswa.

    Adil bukan bearti memberi semua sama, tetapi meminta yang mampu membayar biaya dan membebaskan yang papa. Supaya tak ada orang mampu mangaku papa, bisa dibuat mekanisme internal, yang ketahuan membohong diberi hukuman.

    Saya membayangkan suatu saat ada suasana kaum papa bersama dengan aparat saling sapa tak dengan antrian satu-satu, tapi guyub layaaknya keluarga kota yang bermartabat, karena kita manusia yang bermartabat.

    Selamat pagi pembaca, sudah antri dimana untuk bersalaman?


    Leave a comment

    Guru berprestasi yang ingin selalu berprestasi

    img299.imageshack

    img299.imageshack

    AGUSTUS 2004

    Hasil kompetisi gupres tk nasional 2004 sudah diumumkan, masing-masing jenjang (SD, SLTP, SLTA, dll) dipilih tiga terbaik, dan diberi hadiah oleh Mendiknas RI, Prof. Bambang Soedibyo.

    Kami, peserta berkemas untuk kembali ke kampung halaman. Di sebuah kamar di Hotel Sahid Jakarta, teman sekamar saya dikunjungi tiga rekan yang berasal dari satu daerah di luar Jawa. Rupanya mereka mengatur strategi untuk membawa kabar hasil kejuaraan dari Jakarta. Awalnya mereka mau mengklaim semuanya peroleh juara harapan 1 atau juara empat, tapi setelah “dimusyawarahkan” mereka bersepakat untuk berbagi rangking atau juara yang berbeda … Tak jauh dari juara harapan 1.

    Saya sibuk mengemas kelengkapan karena harus hadir di kegiatan lain di luar Jakarta, merekam bincang mereka.

    SEPTEMBER 2009

    Saya berjumpa dengan teman guru yang pernah ikuti kompetisi yang sama. Disela bincang kami datang seseorang yang turut berbincang dan salah satu topiknya mengklarifikasi info urutan juara yang diperoleh teman pertama.

    Saya bertanya: “apakah tahun kemarin ada penobatan juara harapan?”

    Ternyata Depdiknas masih sama polanya spt th 2004, hanya memilih juara 1, 2 dan 3, sehingga tak sedikit peserta yang mengklaim dirinya sebagai juara 4.

    Mungkin para guru berprestasi terlalu besar nafsu berprestasi dan tak siap katakan, “Saya tidak meraih juara”.

    Sebaiknya panitia tingkat nasional mengeluarkan rangking hasil kejuaraan seperto yang diminta kepada panitia tingkat propinsi. Kalo nilai juara 1, 2, 3 sudah diumumkan, mengapa tak dicetak saja rangking semua peserta, di era canggih ini tentu bukan sesuati yang sulit.

    Dengan cara ini Depdiknas bisa mendidik para gupres untuk siap menerima kekalahan dan tak mendorong ratusan mahluk terhormat negara utk merancang, bersepakat dan sampaikan kebohongan tentang prestasinya di tingkat nasional.

    Selamat iedul fitri pembaca, mari kita bersihkan diri kita


    2 Comments

    Kegiatan OSIS SMK Negeri 36 Jakarta, siswa di garis depan, GURU FASILITATOR & MOTIVATOR

    Bayu, kanan

    Bayu, kanan

    Bayu Sutrisno, peserta didik SMK Negeri 36 Jakarta yang jadi Ketua OSIS menulis di blognya seperti ini:

    “Mata gue terbuka ketika mendatangi Acara buka puasa bersama di SMA 75 JAKARTA, kenapa kebuka? yah memang kan selama ini sipit ternyata di SMA sewaktu acara Buka Puasa berasama itu, hampir 70% acara di pegang sama guru.

    whow. dan setelah memastikan. acara pensi pesantren kilat dan lain lain di pegang sama guru pula. hal itu gak biasa bagi gue, setiap ada acara dan gue jadi panitianya seperti kemarin pesantren kilat TIGA hari berturut turut,
    dari mulai bikin propsal, nyari dana, minta tanda tangan kepala sekolah, nyari donatur, itu di kerjain sendiri.
    Juga sewaktu acara berlangsung. ga ada guru sama sekali yang bantu acara.
    kita masih kelas 2, itu tiga hari berturut-turut menangai 300 lebih siswa SMK yang isinya cowo semua.

    wogh. gue merasa campur campur..
    dan 2 alasan muncul:
    1. apakah sekolah gue yang gak peduli sama acara siswa kaya gini?
    2. kita memang sengaja di buat mandiri seperti ini?

    ternyata, gue ngambil alasan yang kedua.
    “SMK, GERBANG MENUJU DUNIA KERJA”
    got it?”

    Jawab Saya di blog Bayu begini:

    “pak haji tuan dan pak ujang sutiana  serta guru-guru SMK Negeri 36 Jakarta sudah faham, bahwa peserta didik harus dilatih di setiap kesempatan utk mengerjakan apapun … nanti peserta didik akan memiliki rasa percaya diri yang baik sehingga bisa menjadi tenaga kerja yang trampil dan punya insiatif krn dah sering melakukan apa aja … selamat menikmati pendidikan yang mensejahterakan.

    Selamat siang pembaca, masih tak memberi kepercayaan kepada peserta didik? … Anda akan lelah dan tak punya waktu belajar hal-hal baru sementara peserta didik tak makin bersinar


    3 Comments

    NyoNtek: Kejujuran yang Ramai-ramai Digadaikan

    venimoenif.files.wordpress.com

    venimoenif.files.wordpress.com

    Menyambung posting Saya terdahulu tentang Nyontek, Saya dikontak Bp.Otto Hartono melalui Fesbuk lalu Saya kopi tulisan sahabat dari Belanda … selamat menikmati.

    Pernah menyontek? Jujur, aku pernah. Masih tergambar jelas dalam ingatanku, ketika ibu guru matematika SMP ku menghampiri tempat dudukku.”Buka!” Ketusnya. Gemetaran, aku ambil lembar kertas paling atas di depanku. “Buka lagi!” Suaranya makin galak. Aku ikuti perintahnya sambil mengutuki degup jantungku yang bunyinya makin keras. “APA INI?!” Teriaknya. Tubuhku seketika lemas. Mati aku! SRET…SRET…! Ibu guru yang galak itu merobek-robek kertas contekanku. Uuh wajahku mendadak  bersemu merah bak kepiting rebus. Ingin rasanya aku berlari sekencang-kencangnya keluar kelas, agar terhindar dari tatapan mata teman-temanku.

    Continue reading


    4 Comments

    Pendidik & blog

    dit kredit

    dit kredit

    Malam ini Saya berjumpa dengan seorang Doktor, setelah berbicara beberapa topik, beliau bertanya:

    “Menulis di blog mendapat angka kredit untuk kenaikan pangkat?”

    Wah, Saya cukup terkejut dengan pertanyaan seseorang yang berpendidikan sangat tinggi … apakah demikian sempitnya pandangan seorang guru yang hebat dan mengajar di sekolah paling hebat di Jakarta (kabarnya). Menulis dengan tujuan peroleh angka kredit untuk kenaikan pangkat …. sangat duniawi.

    Atau barangkali Saya yang terlalu “gila”, menulis ratusan artikel sejak Novenber 2005 di tiga blog saya principal & trainer, photoblog dedi dan blog ini tanpa pernah memikirkan apa yang akan saya dapat.

    Saya hanya ingin mendokumentasikan berbagai hal yang saya lakukan dalam peran saya sebagai pendidik, membantu anak negeri untuk hidup lebih sejahtera. Saya berharap tulisan Saya bermanfaat buat orang lain yang sedang memiliki persoalan yang hampir serupa dengan pengalaman yang saya tuliskan, kalaupun tidak … dari berbagai tulisan yang saya publikasikan, orang tua peserta didik di sekolah Saya mengetahui bahwa anak-anak mereka sedang disiapkan ke arah yang kebih baik.

    Blog, sebagai dokumentasi berbagai kegiatan, ide, keresahan, kegembiraan atau lainnya akan memberi manfaat untuk pemilik dan pembacanya. Sebagai pendidik, seorang guru harus terbiasa menulis dan mengabarkan apa yang sedang dan akan dilakukan agar bisa jadi bahan evaluasi diri dan menjadi lebih baik.

    Menulis memang bukan hal yang mudah, demikian juga ketika kesulitan ide atau topik yang akan ditulis. Pada saat seperti itu biasanya Saya menulis dalam bentuk puisi, walau hanya sebait. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Dari pada tertidur karena tak tahan melawan ngantuk, kita bisa menulis saat menghadiri pertemuan, sebelum tidur, atau kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya.

    Sahabat Saya di dunia maya Riri Satria menulis di blognya begini:

    “Nge-blog memungkinkan seseorang untuk mengubah tacit knowledge yang ada di dalam pikirannya, menjadi explicit knowledge, yang bisa dipelajari oleh orang lain. Dalam kerangka knowledge management, proses pengubahan tacit knowledge menjadi explicit knowledge ini sangat penting, karena dengan itulah pengetahuan akan berkembang, dan berbagai ide, wacana, atau pemikiran baru akan dibahas, diperbincangkan, bahkan diuji oleh khalayak ramai, sehingga menambah khazanah ilmu pengetahuan. Semakin banyak orang nge-blog, semakin banyak tacit knowledge yang berubah menjadi explicit knowledge, dan akhirnya akan terbentuk suatu learning society.”

    Om Jay, Guru SMP Labshool Rawamangun Jakarta Timur yang sering keliling Indonesia menjadi nara sumber akibat tulisan-tulisan di blognya, beliau sahabat Saya di dunia nyata menulis begini:

    “Jasad kita boleh terkubur, tetapi tulisan kita akan kekal dan terus dibaca oleh anak cucu kita. kalau sudah begitu, Yuk kita menulis sebelum tidur. Tidur kita yang panjang, tidurnya mbah Surip dan mbah Willy. S Rendra. Di kenang karena karya tulisnya yang mencerahkan.”

    Selamat malam pembaca, Anda butuh kredit?


    Leave a comment

    belajar ON THE SPOT

    SMK 36 Jakarta belajar di laut & darat

    SMK 36 Jakarta belajar di laut & darat

    Sekitar tahun 1997 Saya sering mengajak Siswa SMK untuk menjadi aisten ketika Saya menjadi Trainer atau Nara Sumber di berbagai tempat di Jakarta maupun diluar kota. Tugasnya menyiapkan peralatan presentasi, mendokumentasikan.

    Kenapa Saya lakukan itu?. Berdasarkan pengamatan Saya, rasa percaya diri peserta didik, termasuk mahasiswa di Indonesia sangat rendah, sehingga diperlukan berbagai rangsangan atau tindakkan yang bisa meningkatkan PEDE mereka.

    Berada di tempat acara tertentu, apalagi di depan ruangan membutuhkan penguasaan emosi dan mental yang mumpuni. Pembiasaan bekerja di banyak event akan menaikkan rasa percaya diri. Pada akhirnya Saya berharap generasi muda negeri ini punya PEDE yang bagus.

    Hari ini, Saya mengajak tak sedikit guru dan murid untuk bekerja pada kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Dini Komunitas Pendidikan DKI Jakarta sebagai tim Sekretariat, penerima tamu, dokumentasi, IT dan Nasyid.

    Semoga bermanfaat.


    2 Comments

    membiarkan anak nyontek?

    nak-anak 36

    nak-anak 36

    ada peserta didik yang bertanya lewat febuk, begini:

    “Apakah Bapak membiarkan anak yang nyontek?”

    saya jawab:

    “Tidak”

    Hari ini Saya lakukan sesuatu dibantu tim saya yang solid … PLAN, DO, REFLECTION … jika masih berlangsung … sy sudah siapkan langkah … let makes better world


    1 Comment

    Pencitraan DIRI, guru & Sekolah, ciptakan LINGKUNGAN PEMBELAJAR

    merasa kucing?

    merasa kucing?

    Anda sebagai guru, atau kepala sekolah?. Bagaimana anda membentuk citra diri Anda?

    Sebagai guru Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan keluar kelas di setiap jam pelajaran, membuat RPP dan Silabus dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala sekolah, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

    Sebagai Kepala Sekolah Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan pulang dari sekolah, membuat Renstra dan Program Kerja dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala dinas pendidikan di daerah kami, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

    Sudah cukupkah anda membuat citra yang positif untuk diri Anda?

    Silahkan jawab pertanyaan di bawah ini:

    – Siapa teman guru atau peserta didik yang Anda sapa hari ini?
    – Apa prestasi yang Anda raih tahun ini?
    – Buku apa yang Anda baca minggu ini?
    – Langganan penerbitan apa Anda saat ini?
    – Saat ikut rapat yang terakhir, ide apa yang Anda sampaikan?
    – Apa yang Anda tulis dan publikasikan minggu ini?
    – Siapa yang Anda dorong untuk berprstasi minggu ini?
    – Kapan terakhir Anda bertanya tentang kekurangan diri Anda  kepada sahabat atau tentang Sekolah Anda kepada Sekolah tetangga?
    – Kapan terakhir Anda mengundang fihak lain ke ruang kerja atau ke sekolah Anda?
    – Apa yang Anda pelajari hari ini?
    – Masih punya kartu nama saat ini?

    Sering citra diri atau lembaga dianggap bagus berdasarkan penampilan fisik … rehab tiada henti, hingga atap sekolahpun dicat dengan tulsan nama sekolah … kalau Anda sudah sempurakan penampilan diri plus asesorisnya hingga sekolah plus aneka taman dan hiasan …. baguuuuuus, tapi itu baru ”JASAD” belum cukup.

    Pertanyaan-pertanyaan diatas lebih banyak bersifat ”ROH” bukan ”JASAD”. Citra diri Anda atau Sekolah Anda harus dibagn dalam jangka waktu yang panjang …. puluhan tahun, sangat berat menjaganya … satu kali demo peserta didik menghancurkan citra sekolah dan manajemen sekolah … pemulihannya pun butuh waktu yang tak sedikit.

    Lingkungan Pembelajar

    Agar Anda atau sekolah Anda memiliki citra yang baik, usahakan untuk jadi lingkungan pembelajar dimana semua unsur di dalamnya selalu belajar, diantaranya dengan melakukan hal-al sebagai berikut:

    – Menyapa dan berdialog dengan ikhlas tanpa hierarkhi dengan semua orang disekitar Anda
    – Mengikuti dan mendorong anggota komunitas untuk berkompetisi sesuai bidang keahliannya
    – Membeli dan membaca buku sesuai minat
    – Langganan koran, majalah dan internet
    – Menyampaikn ide yang konstruktif saat rapat
    – Mendorong orang-orang disekitar untuk berprestasi
    – Bersilaturahmi ke teman dan tetangga sambil berdialog dan mita input
    – Mengundang fihak lain ke sekolah agar sekolah selalu berbenah, siap menerima tamu
    – Belajar tentang sesuatu yang manarik perhatian dengan siapa saja, tak perlu malu bertanya pada peserta didik
    – Membuat kartu nama untuk bersosialisasi dan lebih menunjukkan profesionalisme Anda
    – Dan lain-lain

    Selamat sore pembaca, bagaimana citra diri Anda


    3 Comments

    alasan OM JAY ngeblog; INDAHNYA JADI BLOGGER

    dua saudara

    dua saudara

    Banyak teman saya seprofesi menanyakan kepada Om Jay, Guru SMP Labschool Rawamangun Jakarta Timur, kenapa beliau jadi blogger.

    Begini tulisan beliau selengkapnya:

    “Jadi blogger itu kan nggak ada duitnya”.

    Itulah omongan teman-teman guru yang membuat saya tersenyum sambil mencari jawabnya.


    Pikiran saya pun melayang ketika untuk pertama kalinya saya diperkenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama. Seorang kepala sekolah hebat, dan merupakan teman kuliah di pascasarjana UNJ.

    Saya buka kembali tulisan-tulisan saya di tahun 2007. Tepatnya bulan Agustus 2007. Itulah saat pertama kali saya memposting tulisan saya di blog, dan saya rasakan betapa bodohnya saya kala itu karena tak pandai dalam menulis. Saya pun tak pernah menyangka, kalau hasil ngeblog saya selama 2 tahun itu, dalam blog pribadi saya di sini, telah membuat saya menjadi seorang penulis harian yang konsisten. Di mana setiap bulannya, saya telah memposting beberapa tulisan yang tanpa saya sadari, tulisan-tulisan itu telah membuat saya terkenal baik di dunia maya maupun dunia nyata. Saya pun menjadi sering dipanggil sebagai pembicara memberikan motivasi kepada para guru agar rajin menulis dan membaca.

    Menjadi blogger adalah sebuah pilihan. Pilihan hati untuk saling berbagi. Berbagi informasi dengan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Bisa berbagi melalui blog sudah merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi, bila tulisan kita ternyata membawa manfaat bagi orang yang membacanya. Setidaknya, mereka menjadi tercerahkan setelah mereka membaca tulisan-tulisan kita yang dibuat dengan hati yang ikhlas. Hati yang tak mengharapkan imbalan apapun selain ridho dari Allah pemilik langit dan bumi.

    Dengan menjadi blogger, anda sebenarnya telah dilatih untuk menjadi seorang penulis handal oleh diri anda sendiri. Tak ada cara efektif untuk bisa menulis selain memulai menulis dan terus menerus menulis. Dengan menulis, ada pesan yang ingin anda sampaikan, dan anda pun tertantang untuk menyampaikan pesan itu dalam bahasa yang komunikatif. Ketika proses komunikatif terjadi, maka terjadilah apa yang disebut interaksi. Dimana penulis dan pembaca saling memberikan komentar atau tanggapan.

    Awalnya, menulis itu memang terasa sulit, tetapi karena setiap hari terus menerus menulis, kesulitan itu lama kelamaan menjadi hilang. Bahkan, bila sehari saja saya tidak menulis, maka saya akan merasakan seperti tidak makan nasi hari ini. Itulah sisi positif dari seorang blogger yang rajin menulis di blog pribadinya. Berusaha untuk komitmen dan senantiasa konsisten untuk terus menerus menulis. Melawan kemalasan diri dan rajin membaca buku dan tulisan orang lain yang sudah menjadi santapan sehari-hari. Terus terang, saya banyak belajar dari mas Hernowo sang penulis buku “mengikat makna”.

    Kini, setelah dua tahun menjadi blogger, dan terus menerus menulis, saya telah menghasilkan empat buah buku. Ya, 4 buah buku dalam dua tahun. Keempat buku itu dapat anda temui dengan mudah di toko buku Gramedia. Saya pun kini menjadi penulis tetap di Tabloid pendidikan GOCARA yang terbit setiap 2 minggu sekali dan menjadi kontributor lepas di berbagai majalah pendidikan. Saya pun kini terpilih untuk mengelola jurnal pendidikan dan website IPTPI, hanya karena rajin ngeblog.

    Menjadi blogger sekarang ini bukan hanya pekerjaan sambilan, tetapi merupakan pekerjaan tetap yang menghasilkan karya tulis berkualitas melalui blog. Bila anda seorang blogger sejati, anda akan menemukan kekuatan maha dahsyat yang membuat anda selalu tersenyum dan mengatakan “INDAHNYA MENJADI BLOGGER”. Apalagi, bila anda menuliskannya di rumah sehat kompasiana.

    Salam Blogger Kompasiana


    3 Comments

    guru dan WS RENDRA

    puisi senjatanya

    puisi senjatanya

    Orang-orang harus dibangunkan
    Aku bernyanyi menjadi saksi

    Dua baris syair yang ditulis Rendra, menunjukkan betapa beliau ingin rakyat negeri ini tak tidur karena bodoh, malas atau lainnya. Tak beda yang dilakukan Guru SMK, agar peserta didik tak bodoh, malas atau lainnya sehigga bisa menembus dunia kerja dan hidup sejahtera.

    Saya sangat beruntung beberapa kali menikmati penampilannya di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, kepiawaiannya mengolah kata, mood penonton dan tata suara, membuat panggung Graha Bhakti Budaya TIM yang didekor sangat minimalis menjadi sangat berwibawa … arena “Sang Burung Merak” yang manggung membius saya dan ratusan peminat sastra.

    Kemarin malam Burung Merak itu kembali ke “Sarang Keabadian”, meinggalkan nisbinya dunia yang tak pernah kekal, burung indah itu menuju ke kekelannya. Malam Jumat … waktu sangat bagus yang diharapkan orang-orang yang bertaqwa untuk kembali pulang kehadiratNya … Rendra mendapatkan waktu untuk VVIP, Very Very Important People menghadap Penciptanya.

    Mendengar rakyat
    Kedepankan kepentingan rakyat
    Melestarikan budaya
    Berani berfikir beda
    Menyuarakan yang berbeda
    Tak bungkam walau ditekan
    Konsisten pada pendirian
    Adalah sebagain yang akan selalu dikenang

    Selamat jalan Bung
    Semoga Allah melapangkan jalammu
    Terbanglah Burung Merakku

    Selamat pagi pembaca, masih tak peduli dengan kuaitas anak bangsa?, apa yang Anda lakukan buat mereka?


    Leave a comment

    dikunjungi Prof. Dr. Ing. Wardiman Djoyonegoro

    di LPMP DKI Jakarta

    di LPMP DKI Jakarta

    Saat mengikuti  TOT School Leadership di LPMP Jakarta 6 Agustus 200, Bp. Prof. Dr. Ing, Wardiman Djoyonegoro hendak menjumpai sahabatnya Bp. Dr. H. Sugiarto Kepala SMK Negeri 8 Jakarta (paling kanan … kami sangat beruntung, karena mendapat tambah ilmu dari begawan pendidikan negeri ini. Teman-teman yang tampak pada foto adalah Bp. Drs. Husin, MM (kedua dari kanan, Bp Wardiman, Bp. Jorlin Pakpahan, Ibu Dra. P. Marbingah, MM, dan Saya … terima kasih buat semua


    2 Comments

    Guru & Keringat

    Anda ingat kapan terakhir berkeringat?, Ada yang menjawab. “Saya beru saja makan dan keringat bercucuran di tubuh Saya”. Yang Saya maksud adalah berkeringat melalui kegiatan olah raga, Kapan terakhir Anda berolah raga?

    Setiap hari Guru di Jakarta harus berada di Sekolah sebelum pk. 06.30 WIB, karean lokasi tempat tinggal umumnya guru Jakarta di daerah perbatasan Jakarta, maka hampir tak ada waktu yang bisa dialokasikan untuk berolah raga sejak hari Senin hingga Jumat. Beruntunglah guru yang sekolahnya memiliki program olahraga bersama pada hari tertentu. Target capaian kurikulum, ujian nasional dan lainnya membuat sekolah enggan lakukan kegiatan olahraga bersama.

    Hari Sabtu dan Minggu disibukkan dengan kegiatan keluarga, sehingga adakah waktu yang Anda alokasikan untuk mengolah tubuh, menjaga kebugaran, membuang kalori yang menumpuk dalam tubuh. Ada teman yang menjawab, olahraganya adalah memancing, dilakukan setiap Sabtu dan Minggu.

    Anda suka bulu tangkis? bergabunglah dengan Gelanggang Olah Raga (GOR), yang saat ini telah ada hampir di setiap kecamatan di Jakarta. Disana pasti ada klub yang berlatih setiap hari.

    Saat ini sedang digandrungi olehraga bersepeda. silahkan berkunjung ke jalan-jalan utama di Jakarta atau ke silang Monas, Sudirman dan lainnya, tak sedikit penggemar bersepeda nikmati udara pagi Jakarta. Pada minggu terakhir setiap bulan ada CAR FREE DAY/Hari Bebas Kendaraan di Sudirman, Thamrin dan beberapa jalan protokol di setiap Kotamadya. Bersam keluarga, bersepeda jadi lebih mengasyikkan, mempererat hubungan antar anggota keluarga.

    Berenang bisa juga dijadikan pilihan habiskan akhir minggu Anda, putra-putri kita biasanya sangat suka bermain di air. Olahraga apapun yang Anda lakukan akan membuat badan jadi lebih sehat dan lebih sehat untuk membimbing peserta didik ke arah yang lebih baik. Jika guru-gurunya tak sehat, sulit dibayangkan akan terjadi proses belajar yang menyenangkan.

    Akan menjadi sesuatu yang menyenangkan jika di Sekolah dilakukan kegiatan olahraga bersama antara Guru, Karyawan dan peserta didik. Kegembiraan, senyum, keakraban akan makin sering dinikmati sehingga kerjasama antar unsur di Sekolah jadi lebih baik dan ringan dalam mencapai tujuan sekolah.

    Selamat siang pembaca, kapan terakhir Anda berkeringat?


    5 Comments

    guru & POM BENSIN PERTAMINA

    agungsedayu.com

    agungsedayu.com

    Ingatkah anda kondisi pombensin pertamina beberapa tahun yang lalu?. Aspalnya berlubang, plang atau biiboardnya compang-camping, toiletnya tak layak, bau, langka air, penghijauan hampir tak ada, penampilan karyawan tak nyaman dilihat, antrian motor dan mobil yang tak terpisah.

    Apa yang anda lakukan saat hendak mengisi bensin di pom bensin masa lalu?. Tak ada sapa selamat pagi, tak ada senyum, membuka tutup tangki sendiri, hingga memberikan uang ke tangan petugas pom dan menunggu kembalian.

    Pagi tadi Saya mengisi bensin tanpa turun dari kendaraan, hanya membuka kaca, petugas menyapa dengan senyam dan ucapan selamat pagi, menanyakan jenis bahan bakar yang saya perlukan, membuka tutup tangki bensin kendaraan saya, setelah penuh petugas yang berseragam itu menutup tangki kembali, menerima uang saya, lalu menanyakan apakah saya butuh tanda terima atau tidak, dan memberikan uang kembalian sambil ucapkan terima kasih.

    Mengapa Pertamina begitu gencar mengkampanyekan model pelayanan baru yang ramah dan mengiklankan berbagai sistem pelayan ramah yang amat mengesankan?. Penyebabnya adalah karena saat ini perusahaan BBM dari negeri kulit putih dan negeri jiran mulai masuk dan membangun pombensin serta menjual BBM di Indonesia. Kalau tak berubah banyak pombensin di Indonesia akan bangkrut

    Apa kaitannya dengan Anda sebagai Guru?. Apakah Anda akan berubah nanti setelah masuk guru-guru dari daerah lain? Atau anda akan mati tergilas perkembangan zaman?  Ayo berubah … mau3x?

    Selamat siang pembaca, anda sudah berubah?


    3 Comments

    MBAH SURIP dan keseriusan kita

    kapanlagi.com

    kapanlagi.com

    berapa tahun anda jalani kerja?
    sering merasa frustasi?
    penghasilan pas-pasan
    karir tak kembang
    relasi terbatas
    ingin beralih profesi?

    sering saya ke Taman Ismail Marzuki Jakarta
    jumpai pria setengah baya
    dengan tampilan eksentrik
    senyum pada setiap orang
    gembira di kesendiriannya
    kadang jajakan sesuatu
    sambil selalu tersenyum

    belasan tahun
    mungkin puluhan tahun beliau jalani
    serius dalam kekhasannya
    kini di jadi terkenal
    Ring Back Tone nya dikabarkan milyaran rupiah

    serius jalani karir
    jangan banyak keluh
    tak boleh cepat lelah
    buah nikmat akan anda peroleh
    karena Allah Maha Baik

    selamat pagi pembaca, sedang serius apa anda saat ini?


    Leave a comment

    sejahterakan peserta didik agar tak jadi TERORIS


    tahun ajaran
    kembali berawal
    satu tahun terakhir
    dievaluasi
    ada prestasi
    dan kekurangan
    upaya lebih baik
    banyak membaca
    sering menulis
    bicarakan hal-hal konstruktif
    langganan berbagai media

    karena umur terus bertambah
    kalau tahun ini sama dengan kemarin
    berarti saya tak berubah
    jalan menuju kematian jadi makin dekat

    masyarakat terus berkembang
    tuntutan kerja tak maskin sedikit
    perkembangan teknologi harus disikapi

    peserta didik menanti
    disiapkan masuki dunia kerja
    agar bisa masuk ke pasar kerja
    tak jadi penganggur
    hidup lebih sejahtera
    mereka punya biaya untuk kuliah
    atau belajar skill lain sehingga handal di tempat kerja

    agar tak mudah dihasut
    dan jadi teroris

    selamat siang pembaca, mari tebarkan damai di sekitar, mau3x?


    2 Comments

    KARAKTER sekolah yang BAGuS

    Pernah mendengar orang tua siswa berkata ‘anak saya bersekolah ditempat yang bagus’. Bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut guru atau siswa. Indikasinya adalah pada beberapa pelatihan yang saya fasilitasi, jarang sekali saya mendengar ada rekan guru yang mengatakan ‘Saya mengajar di sekolah yang baik’, mudah-mudahan ini terjadi karena rekan saya tersebut terlampau rendah hati. Walaupun memang kata bagus dan baik punya banyak dimensi dan standar yang berbeda-beda.

    Jadi sebenarnya seperti apa sih kriteria sekolah yang bagus dan baik itu? Silahkan melihat kriteria dibawah ini, mudah-mudahan membuat kita berpikir untuk menjadi lebih baik dari masa ke masa.

    Sekolah yang kepemimpinannya jelas dan positif

    Sang pemimpin memperlakukan semuanya dengan adil. Mendengarkan dan memperhatikan keluhan orang tua sambil meningkatkan diri dan sekolah yang dipimpinnya. Memperbaiki guru lewat pelatihan sambil mencari terus hal apa yang bisa membuat guru betah dan kerasan mengajar di sekolahnya.

    Ada di posisi paling depan ketika guru membutuhkan bantuan atau tempat untuk curhat, dan pikirannya tidak pernah berhenti untuk mencari jalan demi kebaikan sekolah yang dipimpinnya. Sabar terhadap perubahan, berbicara di depan guru dan orang tua dalam nuansa yang positif di manapun dan kapan pun.

    Sekolah yang bagus ada pemimpin formal dan informal.

    Mereka bersama-sama menghasilkan budaya yang positif. Tanpa direncanakan pun pemimpin informal akan selalu ada di setiap sekolah. Seorang yang didengarkan suara dan pendapatnya dikarenakan kadang lebih bijak dan mau mendengar. Daripada bersaing, ada baiknya pemimpin formal merangkul dan berusaha bersama-sama menciptakan perubahan yang baik di sekolah.

    Sekolah yang baik harus aman

    Banyak sekolah yang baru berbuat sesuatu setelah ada kejadian atau ketika semuanya terlambat. Untuk lebih jelasnya, sudahkan sekolah anda berlatih evakuasi bahaya kebakaran (bedakan dengan memadamkan api), apabila ada gempa atau ada serangan orang yang jahat. Bagaimanakah anda mengatur arus keluar masuk penjemput, orang tua siswa dan tamu sekolah. Jadikan satpam di sekolah tidak hanya duduk bermain catur menghabiskan waktu, gunakan semaksimal mungkin kebisaan serta potensi mereka agar tamu yang datang merasa terlindungi dan terlayani dan bukan malah dicurigai.

    Sudahkan guru-guru di kelas kita menghargai perbedaan fisik dan hal yang berkaitan dengan kenyamanan secara emosional. Lupakan sekolah yang aman, jika di kelas masih ada siswa yang dilabel dengan sebutan fisik atau cap yang negativf, hanya karena kapasitas intelektual atau kecerdasan yang berbeda.


    Sekolah yang bagus adalah sekolah bersih.

    Bersih bukan berarti mahal, intinya dibutuhkan kerja sama untuk menjaga lingkungan dan kebersihan semua tempat. Di salah satu sekolah di Jawa timur saya pernah melihat kamar mandi sekolah yang bertuliskan nama seorang guru sebagai penanggung jawab. Jadi tanpa harus menyewa perusahaan pembersih yang mahal, kebersihan tetap kita bisa jaga.

    Sekolah yang baik menghargai ‘pendatang baru’ dan mereka para ‘pendahulu’

    Banyak cara setiap sekolah dalam menghargai dan menerima pendatang baru, baik mereka adalah guru atau siswa. Yang terbaik dari semua cara adalah menerima dengan tangan terbuka dan memberikan kesempatan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Jadi lupakan MOS jika hanya membuat siswa baru trauma atau bahkan jatuh korban.

    Saya ingat, saat musim kelulusan sarjana ada sebuah universitas di Bandung yang repot beriklan hanya untuk memberi ucapan selamat bagi para mahasiswa nya yang lulus di wisuda dan uniknya saat yang sama memberikan ucapan terima kasih pada guru-guru SMA yang telah mendidik mahasiswa nya tersebut. Sebuah langkah yang memberikan perspektif lain, yaitu sebuah penghargaan tulus bagi para pendahulu.

    Sumber: blog Guru Kreatif Agus Sampurno