Blog Pendidik


Leave a comment

Motivasi yang terealisasi

Screen Shot 2017-07-26 at 11.26.39 AM

Saya biasa memanggilnya Om Hadis, saat sekolah di SMK lebih lima tahun yang lalu dia ngefans sama saya lewat fesbuk, sering minta oleh-oleh kalau saya terbang ke luar kota, berkali-kali saya bilang sama dia,

“Sabaaaar Om, belajar yang serius, hidup yang serius … kita akan ketemu di terminal keberangkatan Bandara Internasional”

Beberapa hari yang lalu dia mengajak janjian terbang bareng ke luar negeri, sayang banget beda arah … Saya ke Medan dia ke Singapura … mantaaaap Om Hadis, proud of You … jaga kesehatan ga pake narkoba yaaa …

Advertisements


Leave a comment

Guru Vlogger: Mendokumentasikan Keasyikan Membaguskan Anak Negeri

Video di atas adalah video pertama di channel youtube saya yang saya upload 31 Oktober 2007, mendokumentasikan kegiatan training saya bersama BNN RI di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang pesertanya perwakilan mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

Rupanya sya mulai kacanduan ngevlog sejak saat itu, saya tak tahu apa namanya, yang penting saya cuma ingin mendokumentasikan berbagai kegiatan saya dan membagikan di youtube agar mereka yang ikut serta kegiatan saya bisa menikmati kenangan saat berjumpa dengan saya, waktu itu smartphone belum secanggih sekarang, dimana banyak aplikasi yang memudahkan semua orang mengedit video dan menggunggah di sosial media, instagaram pun belum ada saat itu.

Di bawah ini adalah video terakhir saya yang saya unggah kemarin 22 Juli 2017, merupakan video saya ke 1.129 yang tayang di channel saya.

Hampir semua video saya tak mengalami editing, saya rekam dan langsung saya unggah, apakah ini masuk kategori vlogging? apakah saya sudah termasuk vlogger? saya mah B ajaaaa (istilah anak sekarang) … yang penting saya mendokumentasikan aktifitas saya buat laporan kepada keluarga, sahabat dan kolega tentang apa yang sedang atau sudah saya kerjakan, termasuk mengucapkan terima kasih atas perkenan bekerjasama melakukan kebaikan untuk lebih membaguskan kehidupan, ada berapa video kamu di youtube?


Leave a comment

Rokok, Ganja dan Sabu: Sekolah seperti percuma berlalu

Screen Shot 2017-07-13 at 2.13.24 PM

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, setelah habis lebaran negeri ini dihebohkan oleh penusukan ahli IT ITB di jalan tol dan keberhsilan Polisi menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer.

Selamat buat Kepolisian RI yang berhasil mengagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer Banten, hal ini merupakan rekor baru setelah hasil tangkapan 800 kg sabu beberapa tahun lalu. Melihat jumlah yang sedemikian luar biasa, bisa diartikan bahwa permintaan pasar di Indonesia sangat besar, kebutuhan pengguna sabu sangat banyak sehingga bandar narkoba yakin satu ton stok yang diimpor dari Cina melalui laut pasti akan habis dibeli oleh para pengedar berakhir di para pengguna. Sabu yang dalam bahasa kimianya disebut metamfetamin memiliki dampak begini:

EFEK-EFEK JANGKA PENDEK

  • Kehilangan nafsu makan
  • Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh
  • Pupil mata yang membesar
  • Pola tidur yang terganggu
  • Rasa mual
  • Bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam
  • Halusinasi, gembira yang berlebihan, sifat lekas marah
  • Panik dan psikosis
  • Dosis yang berlebihan dapat berakibat kejang-kejang dan kematian

EFEK-EFEK JANGKA PANJANG

  • Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
  • Kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru
  • Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup
  • Masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok
  • Penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan
  • Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
  • Kerusakan gigi yang parah
  • Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
  • Ketergantungan psikologis yang besar
  • Psikosis
  • Depresi
  • Kerusakan otak mirip penyakit Alzheimer3, stroke dan epilepsi

1.paranoia: kecurigaan, ketidakpercayaan atau ketakutan kepada orang lain.
2.kardiovaskular: berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.
3.penyakit Alzheimer: penyakit yang mempengaruhi orang-orang berusia lanjut yang diikuti dengan kehilangan ingatan. (Sumber: http://id.drugfreeworld.org/drugfacts/crystalmeth/the-deadly-effects-of-meth.html)

screen-shot-2017-07-13-at-2-21-08-pm.pngSaya jadi bertanya-tanya, seberapa banyak kah pengguna sabu di Indonesia?

Apakah cuma karena ingin dibilang hebat, mengikuti trend sehingga seseorang mau menggunakan sabu yang membuatnya kecanduan dan menimbulkan dampak buruk buat dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Apakah orang tua tak memiliki kemampuan melindungi anaknya dari penyalahgunaan narkoba, atau karena para orang tua juga terbiasa merokok atau menyalahgunakan narkoba sehingga anak-anaknya dengan mudah meniru kelakuan orang tuanya?

Apakah sekolah telah gagal total mendidik muridnya sehingga tak memiliki daya tahan terhadap gempuran penyalahgunaan narkoba, apakah sekolah sedemikian tak peduli dengan kebiasaan muridnya yang merokok hingga menyalahgunakan narkoba?

Apakah pendidikan negeri ini tak mampu melahirkan para orang tua yang sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga membiasakan hidup sehat termasuk mendorong pembiasaan hidup sehat kepada anak-anaknya saat mereka berkeluarga.

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan kemampuan berfikir yang tak terbiasa positif, sadar akan bahaya dan peduli masa depan adalah pasar yang sangat potensial sehingga bandar narkoba mengimpor satu ton sabu untuk dipasarkan disini, karena yakin jutaan rakyat yang bodoh merasa jadi lebih hebat dan bermartabat jika menghisap sabu.

Saya jadi miris sering melihat anak berseragam sekolah putih biru (usia SMP) dengan wajah bangga menyulut rokok di depan warung pada pagi hari, pedagang warung rokok seolah tak peduli melihat anak kecil melakukan hal yang salah, orang tua anak itu apakah tak pernah tahu bahwa anaknya perokok, guru-guru di sekolah apakah tak mampu mendeteksi bahwa muridnya telah kecanduan rokok?

Pemerintah seolah tak peduli terhadap banyaknya perokok muda, apa karena menangkap penjual rokok atau menangkap pembeli rokok anak-anak adalah pelanggaran HAM? Apakah Pemerintah takut diprotes pejuang HAM yang akan membela pedagang rokok atau anak dibawah umur yang ditangkap? atau menjual rokok kepada anak-anak dan anak kecil membeli rokok dan merokok bukan pelanggaran hukum?

Jika mebghisap asap rokok sudah jadi biasa, menghisap ganja adalah kemajuan kecil yang sangat mudah dijalani pecandu, dan kalau sidah jadi pecandu ganja maka menghisap sabu jadi sangat mudah, mungkin karena itu pecandu sabu sangat banyak di negeri ini dan bandar yakin mengimpor satu ton sabu bakal segera laku, habis terjual dengan untung yang sangat bombastis?

Menurut anda?


9 Comments

Mengganti nama

Kita sering mendengar seseorang memiliki nama panggilan yang tak sama dengan nama sebenarnya dihubungkan denga pekerjaan atau gelar, seperti;

Pak RT,
Bu RW,
Pak Lurah,
Bu Kades,
Pak Camat,
Bu Haji,
Pak Direktur,
bu Dirjen,
Pak Menteri,
Bu Guru,
Pak Kepsek,
Bu Kadis,
Pak Dosen,
Bu Propesor,
Pak Polisi,
Bu Tentara,
Pak Gojek,
Bu Uber,
Pak Hakim,
Bu Jaksa,
Pak Gubernur,
Bu Presiden,
Pak Pencuri,
Bu Selingkuh,
Pak Koruptor,
Bu Pemalak,
Pak Perokok,
Bu Pecandu,
Pak Penipu,
Bu Tersangka,
Pak Terpidana,
Bu Disainer,
Pak Pembalap,
Bu Petani,
Pak Peternak,
….

..
di belahan negeri lain cara memanggilnya begini; Pak Direktur Robi atau Bu Presiden Margareth, kamu pernah dipanggil apa?


3 Comments

Lebarannya penerima KJP

Jagaseteru adalah ibukota negeri paman besut yang waktu kampanye calon gubernurnya berjanji akan menggratiskan biaya sekolah dan memberi bantuan biaya pendidikan lewat program KARTU JAGASETERU PINTAR (KJP), dibawah ini ada percakapan murid dengan petugas tata usaha di satu SMK Negeri;

Murid (M): “Pak, kenapa dana KJP saya tidak turun sampai sekarang?”

Petugas tata usaha (P): “Apakah nama kamu ada dalam daftar penerima KJP?”

M: “Ada Pak, kan waktu SMP saya dapat, jadi berlanjut di SMK dapat lagi”

P: “Rencana kamu uangnya buat apa?”

M: “Lumayan Pak, buat nambahin jajan saat pulang kampung nanti”

P: “Kemana kaamu puulang kampungnyaa? Naik apa?”

M: “Ke kota Pandang di Sumitra, carter mobil”

P: “Wah, hebat kamu orang berpunya?”

M: “Di Pandang orang tua saya punya kos-kosan, karena rumah orang tua saya dekat kampus perguruan tinggi”

P: “Ternyaata kamu orang mampu,  kenapa mau terima KJP?

M: “Kan dikaasih Pak, lumayan laaah. Sudah ya Pak, gojek saya sudah datang”

 


Kamu dapat KJP, buat apa kamu gunakan uangnya?


2 Comments

Antara berita dan yang nyata

Beritanya utang kita makin banyak, yang nyata pemerintah makin sering menggratiskan aneka rupa seperti;
– mudik gratis
– melahirkan gratis
– berobat gratis
– sekolah gratis
– pajak gratis
– tol gratis

Semua yang gratis itu ada biayanya, apakah utang negara digunakan untuk menggratiskan banyak hal? Membangun banyak jalan? kapan lunasnya?


Leave a comment

Pendidikan yang mendorong berprestasi di Jakarta

“SLTA di Jakarta mencari murid SLTP yang berbakat dan punya prestasi dalam berbagai bidang, ditawarkan masuk ke sekolahnya dengan fasilitas seleksi khusus, beasiswa dan sponsor ikut kompetisi di dalam maupun luar negeri. Murid-murid baru didata prestasi dan hobinya, kemudian dikumpulkan dalam satu kegiatan ekskul yang dilatih dua kali seminggu lalu disertakan dalam berbagai kompetisi di dalam maupun di luar negeri

Pada peringatan hari-hari besar tertentu, misalnya ulang tahun sekolah, hari olah raga nasional, dsb diadakan kompetisi berbagai cabang olahraga, seni, dsb yang diikuti oleh murid-murid SLTP bertujuan untuk mencati bakat-bakat baru calon murid di SLTA itu.

Setiap selesai belajar hari senin hingga jumat sekolah ramai dengan kegiatan latihan berbagai unit kegiatan, bahkan pada hari sabtu dan minggu pun anak-anak serius berlatih terutama ketika menghadapi kompetisi atau pementasan. Menginap di sekolah jadi hal yang biasa, karena sekolah menyediakan mess dan fasilitas kamar mandi yang layak.

Dalam empat hingga lima tahun ke depan muncul atlit-atlit nasional dari sekolah-sekolah negeri dan jago lukis, nari, musik, hiphop, stand up komedi, fotografer, dsb, yang masih berseragam putih biru atau abu-abu. Ulang tahun SLTA jadi ajang pementasan semua kegiatan ekskul di sekolah dan lomba-lomba mengundang aktifis ekskul adik-adiknya yang belajar di SLTP untuk diajak masuk ke sekolahnya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Anak-anak yang tak punya hobi olahraga atau seni didorong untuk aktif di berbagai kegiatan seperti Karya ilmiah remaja, ROHIS (mereka diikutkan lomba MTQ & MHQ hingga ke tingkat dunia), main layangan, main yoyo dan diikutkan kompetisi hingga tingkat dunia atau pelajari soal ujian nasional untuk dapat nilai terbaik se Indonesia, murid yang hobi masak dipersiapkan ikut kontes master chef di dalam dan luar negeri, yang hobi bikin vlog didorong untuk produktif upload vlog di channel youtubenya dan ikut kompetisi di dalam dan luar negeri, murid yang hobi nonton mendapat pelatihan dari ELI SUGIGI untuk belajar jadi koordinator penonton dan jadi profesional di bidangnya.

JADI PROFESIONAL DI BIDANG YANG DISUKAI adalah kata kunci konsep pendidikan di Jakarta, karena semua yang dibutuhkan untuk jadi profesional dalam bidang apapun tersedia di Jakarta, dan anak-anak muda Jakarta jadi kreatif dan punya peran sebagai subjek kehidupan Jakarta, produktif berkarya tak hanya jadi penonton atau pengangguran.”

 

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Bandara.”

Oh, maaf pembaca, rupanya saya tertidur dan bermimpi di perjalanan menuju bandara setelah membaca berita di koran tentang tawuran pelajar di saat ulang tahun sekolahnya yang menimbulkan korban jiwa.


3 Comments

Met Lebaran

Ketupat 

Puluhan tahun dicari umat 

Menambah hikmat hari keramat 

Sempat tak sempat harus dibuat 
Kenyang didapat 

Bahagia jadi lengkap dalam taat 

Maaf dari sahabat & saudara yang kami dapat 

Terima kasih yang sudah ngelike, kommentar dan tak menghujat 

Karena kita lekat bersahabat


Leave a comment

Pulkam yang terekam

 

 Siapa yang punya kampung halaman?
Sudah berapa kali pulang kampung (pulkam) lebaran?
Pulkam tahun berapa yang terus terkenang hingga kini?

jika anda masih mengenang pulkam yang paling menderita karena macet yang luar biasa, hingga perjalanan yang biasa ditempuh 10 jam harus anda jalani selama 50 jam dengan berbagai asesoris penderitaan, susah cari tempat makan, antri toilet, macet di terik matahari, hingga macet di tengah malam, dan aneka penderitaan di perjalanan.

ternyata anda seorang kolektor, sayangnya anda lebih suka mengoleksi dan mengenang penderitaan, dan parahnya bisa membuat anda merasa sebagai pribadi yang banyak menderita sepanjang hidup anda.

jika anda bisa melupakan berbagai tragedi pulkam yang paling menyedihkan, atau anda juga tak ingat peristiwa mudik paling menyenangkan sepanjang anda hidup dan melakukan ritual mudik, tapi anda enjoy aja pulkam setiap tahun karena merasa harus pulkam menjumpai keluarga yang anda cintai, itu artinya anda pencinta keluarga sejati dan target oriented, tak peduli apa yang terjadi di jalan, kebahagian berjumpa keluarga di kampung halaman jadi target dan cerita yang buat dikenang sepanjang hayat.

jika anda mengingat perjalanan pulkam yang menyenangkan, suasana kebersamaan di jalan, menemukan restoran dengan menu yang unik dan lezat, bertemu sahabat di perjalanan dan keseruan serta kenikmatan dadakan yang dijumpai secara tak terduga di perjalanan pulkam. Artinya anda adalah tipe seorang kolektor hal-hal yang baik, terbiasa menikmati kebaikan dan selalu bersyukur atas nikat yang anda rasakan, anda tipe manusia yang bahagia, murah senyum dan menyenangkan, selalu happy terlihat oleh orang lain.

Pulkam bisa jadi momentum pembentukan kepribadian seseorang, jika anada jadi orang tua dan membawa anak-anak anda yang masih kecil atau remaja di perjalanan mudik, harus bisa membuat kondisi yang menyenangkan sepanjang perjalanan, lewat perencanaan yang baik; memilih jenis transportasi, memesan tiket, menyiapkan kendaraan, pemilihan waktu berangkat, pemilihan route, persiapan makanan, minuman di perjalanan, booking hotel di lokasi tujuan atau diperjalanan saat harus bermalam, dan berbagai hal lainnya, jangan ada bentakkan atau bicara keras dengan anggota keluarga yang menimbulkan gangguan emosi. Hal ini bisa menimbulkan pengalaman yang terekam sepanjang hayat.

Selamat pulkam, semoga selamat di jalan hingga kembali ke rumah masing-masing.


Leave a comment

Seragam Guru Jakarta, bikin makin gagah & cantik gurunya dan membuat bangga muridnya

Hotel-101

Satpam Hotel

Pada suatu kegiatan di Kementrian Pendidikan Nasional yang dihadiri oleh utusan guru-guru dari seluruh Indonesia, mereka datang dengan pakaian resmi sesuai daerahnya masing-masing.

Guru A: “Bapak dari Jakarta?”
Guru B: “Iya Bu, Koq tahu?”
Guru A: “Dari dasi Bapak ada ciri Jakarta terlihat, yaitu ondel-ondel dengan aksen merah dan kemeriahan ondel-ondel sangat serasi dengan kemeja putih dan jas hitam yang bapak kenakan”

Guru-guru Jakarta memiliki beberapa jenis seragam, yaitu:
Seragam Resmi: Jas dan bawahan warna hitam, dengan dasi nuansa merah berornamen ondel-ondel.
Seragam harian: Kemeja Abu-abu pastel lengan panjang, bawahan abu-abu tua.
Seragam batik: Berornamen batik betawi.
Seragam Olahraga: Kaos Polo putih dan training orange.

Semua seragam yang dikenakan guru Jakarta adalah hasil disain perancang terkenal yang hasil karyanya dikenakan banyak pesohor dan penikmat mode se dunia, jadi bisa dibayangkan betapa gagah dan cantik guru-guru Jakarta mengenakan seragam kerja setiap harinya, termasuk ketika ada acara-acara skala nasional yang mempertemukan guru-guru se negara.

Ketika ada acara olahraga yang mengumpulkan guru-guru se Jakarta, seperti yang biasa dilangsungkan di Monas, misalnya saat hari guru, ulang tahun Jakarta, dsb semua guru bisa mengenakan seragam kaos polo putih dan training orange, sebagai pembeda sekola atau jenjang SD, SLTP, SLTA bisa dikenakan Topi hasil disain sekolah, wilayah atau unit lainnya.

Jika ada acara resmi di Gubernur atau ke istana negara, guru-guru Jakarta bisa mengenakan seragam resmi jas hitam. Kebiasaan membeli seragam baru saat ada kegiatan jadi bisa dikurangi bahkan dihentikan. Coba deh perhatikan isi lemari anda, berapa banyak seragam yang hanya anda kenakan hanya sekali pada saat kegiatan tertentu, apalagi yang ada tulisan atau sablon nama kegiatan dengan tanggal atau tahun, biasanya pakaian itu tak lagi anda kenakan, apalagi saat tahunnya telah berganti, karena pakaian itu jadi terasa “basi” atau kadaluarsa.

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di Hotel Safari Garden Puncak”
Owh, maaf … ternyata saya tertidur di perjalanan Jakarta-Puncak, dan ketika turun dari mobil, saya disapa petugas satpam hotel yang memakai seragam berwarna gelap biru-biru dengan lencana dan name tag di dada dan memegang Handi Talki, berucap:

“Selamat datang di Hotel Safari Garden Pak, ada yang bisa kami bantu?”


Leave a comment

Silaturahmi lewat notifikasi

    

Perjumpaan saya dengan anak” hebat di SMKN 36 Jakarta berlangsung lebih dari lima tahun yang lalu, tapi kami masih terus berjumpa lewat tag, mention dan notifikasi di media sosial … Terima kasih masih mengingat seseruan kita zaman dulu, semoga bermanfaat buat hidup kalian di zaman depan, jangan ngerokok dan pake narkoba yaaa.


Leave a comment

Pemerintah sangat kompak berkoordinasi siapkan Lebaran sehingga penduduknya nyaman mudik ke kampung halaman

Penduduk negeri yang berjumlah lebih dari seperempat milyar ini mayoritas muslim punya trasisi mudik, pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara setelah setahun mencari nafkah di kota lain atau mereka yang telah merantau puluhan tahun ingin kembali mengenang kehidupan masa kecilnya bersama keluarga di kampung halaman, ada juga keturunan yang dilahirkan di kota dari orang tua yang berasal dari daerah ingin menikmati tempat dimana kakek atau neneknya dilahirkan.

Pemerintah negeri kompak berkoordinasi antar para menteri dan jajarannya, Departemen Agama makin cerdas memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahun dan mendorong berbagai organisasi keagamaan sehingga tanggal mulai puasa dan lebaran sudah fix ditetapkan sejak setahun yang lalu.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MENPAN) sejak setahun sebelumnya sudah menentukan tanggal cuti sebelum dan sesudah lebaran, bahkan memberi keleluasaan kepada rakyat untuk mengambil cuti sebelum atau setelah lebaran, ada tenggang waktu yang bisa dimanfaatkan pegawai seminggu sebelum masa cuti bersama atau penghentian pelayanan aparatur negara dan seminggu setelah masa mulai pelayanan, sehingga rakyat bisa memilih tanggal yang tepat untuk memesan tiket perjalanan yang tepat hingga tidak terjadi penumpukan tanggal pemesanan tiket yang mendorong kenaikan harga sesuai hukum ekonomi.

Menteri Pekerjaan Umum sejak selesai lebaran tahun sebelumnya telah memperbaiki kerusakan jalan utama antar propinsi dan membangun jalan tol baru menambah akses menuju ke daerah tujuan mudik sehingga menjelang lebaran jalan utama sudah siap dilalui dengan nyaman.

Menteri Perhubungan sudah menyiapkan tambahan kereta, bis antar kota, kapal laut dan pesawat udara setelah mengevaluasi angkutan lebaran tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini, tiket keberangkatan sudah bisa dipesan sejak setahun yang lalu, yang mendidik penduduk negeri untuk hidup terencana.

Kepolisian menggunakan pengalaman tahun-tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini untuk menerapkan strategi dan menggelar anggota untuk mencegah terjadi kejahatan dan kemacetan sehingga rakyat bisa merayakan lebaran denga nyaman, aman dan tenteram.

Menteri perdagangan dan pertanian bekerja sistematis mengamati evaluasi lebaran tahun lalu, kondisi alam, dsb, hingga menerapkan strategi yang tepat menyediakan berbagai kebutuhan rakyat untuk lebaran dan membuat harga-harga barang tak naik tinggi dan masih terjangkau oleh daya beli rakyat.

Istri: “Maaf Pa, sudah agak sore … tolong belikan plastik untuk menyimpan sesuatu di kulkas”.

Oh, maaf rupanya saya bermimpi setelah membaca broadcast di group-group sosial media tentang tanggal cuti lebaran yang berubah-ubah hingga dua minggu sebelum lebaran, ancaman tindakan hukuman buat aparat yang tak menepati jadwal cuti lebaran, keterbatasan ketersedian bis antar kota, kereta, angkutan laut dan pesawat sehingga tiket cepat habis dan mahal harganya, bahkan ada kabar yang menyatakan semua aparatur negara masih harus bekerja hingga tanggal 23 Juni 2017, sementara lebaran diperkirakan tanggal 25 Juni 2017, bukankah ini artinya pemerintah secara sengaja menciptakan kepadatan arus mudik dan arus balik lebaran yang mendorong terjadinya kecelakaan, kemacetan, korban jiwa, kriminalitas dan berbagai masalah lainnya.

Menurut Anda?


Leave a comment

Alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif

anak-sekolah-2

Kamu ingin apa?

“Saya berada dalam suatu ruangan dengan perwakilan stakeholder SMK, SMA, SMP, SD dan TK se DKI Jakarta dengan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UI, UIN Jakarta, dan berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.

Kami sedang mengevaluasi pelaksanaan program “PENDIDIKAN SDM UNGGUL BERKARAKTER” yang dikasanakan sepanjang tahun yang sudah berjalan, untuk melakukan perbaikan pada rencana penerapan lanjutan tahun ini. Target dari program ini adalah menghasilkan generasi muda yang unggul dan memiliki karakter kha Jakarta.

Sederhananya, ke depan diharapkan alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Jika saat ini alumni SD, SLTP dan SLTA Jakarta sepertinya sama tau tak berbeda dengan alumni sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Alumni SLTA Jakarta yang kuliah di lain kota atau lain negeri selalu punya ciri khas; penampilannya rapih, bicaranya sopan, bahasa asingnya bagus, punya hobby seni atau olahraga. Karena waktu sekolah sejak TK hingga SLTA murid-murid di Jakarta terbiasa disiplin dalam berpakaian, didorong untuk aktif berorganisasi, terbiasa rapat “ini-itu”, terlatih sopan karena biasa bicara sopan di sekolah, menguasai seni atau salah satu cabang olahraga karena wajib ikut ekskul setelah pulang sekolah dan rajin ikut kompetisi hingga ke tingkat internasional.

Program ini berlangsung berkelanjutan yang dalam jangka panjang membentuk sekolah yang menyenangkan dan menghasilkan pribadi unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Bersiaplah untuk kemunculan pelukis ternama dari sekolah, pemusik yang masih sekolah, disainer yang produktif dari sekolah, pedagang online berseragam putih biru, pemain bola, perenang, penghafal quran, penulis novel, penari istana, penemu tau inovator yang berseragam sekolah, dsb … karena pendidikan di Jakarta sangat memperhatikan karakter dan bakat murid-muridnya dan mendorong bakat itu menjadi karakter unik membentuk manusia unggul di berbagai bidang.

Kompetisi jadi hal yang biasa, tawuran di jalan berpindah ke ruang kelas, gelanggang olah raga atau arena terbuka dalam mengekspresikan bakat, minat dan hasil latihan yang rutin dilakukan di sekolah.”

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di rumah”.

Owh, rupanya Saya tertidur di mobil dalam perjalanan dari Dinas Pendidikan.


Leave a comment

Public Speaking Training di SMKN 50 Jakarta


Sudah pernah bicara di depan lebih dari 400 orang?, Lidia murid SMKN 50 Jakarta sedang berlatih public speaking di hadapan teman-temannya di lapangan SMKN 50 Jakarta, bagaimana rasanya?

Sejak sekolah anak-anak harus dibiasakan berbicara di depan orang banyak supaya punya skill public speaking yang bagus, hal ini akan sangat bermanfaat saat mereka menjadi dewasa.


3 Comments

Sekolah Jakarta jadi model daerah lain

“Alumni SLTA Jakarta yang kuliah di lain kota atau lain negeri selalu punya ciri khas; penampilannya rapih, bicaranya sopan, bahasa asingnya bagus, punya hobby seni atau olahraga. Karena waktu sekolah sejak TK hingga SLTA murid-murid di Jakarta terbiasa disiplin dalam berpakaian, didorong untuk aktif berorganisasi, terbiasa rapat “ini-itu”, terlatih sopan karena biasa bicara sopan di sekolah, menguasai seni atau salah satu cabang olahraga karena wajib ikut ekskul setelah pulang sekolah dan rajin ikut kompetisi hingga ke tingkat internasional”

Istri: “Pa, tolong bantu siapkan gelas untuk minuman berbuka.”

Owh, rupanya saya mimpi dalam lelap sebentar sebelum berbuka puasa, kapan terakhir anda bermimpi?


Leave a comment

Eh, dapet salam dari Persekusi, apakah dia seksi?

Sejak kemarin saya sensi mendengar kata persekusi, yang menurut kkbi, begini artinya:

per·se·ku·si /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;


me·mer·se·ku·si v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis


Ini ekses dari penggunaan sosial media dan kelemahan kemampuan literasi media warga negara yang gejala awalnya ditandai dengan penyebaran berita yang tak jelas sumbernya di group-group sosial media seperti whatsup, line, telegram, lalu kemudian bergeser ke platform facebook, instagram, twitter, dsb.

Terlalu sering membaca berita yang sama berkali-kali tanpa mengkonfirmasi dari sumber-sumber berita yang bisa dipercaya membuat seseorang percaya terhadap sesuatu lalu menyimpulkan hal itu jadi kebenaran dan kemudian merespon sesuai pemahaman dan kebutuhannya sendiri.

Kemudian dia ingin mengetahui reaksi orang lain terhadap respon dirinya tentang suatu masalah dengan cara mengunggah di sosial media, yang mungkin tak diduga menimbulkan korban.

Saya mencatat banyak korban dari kalangan artia/selebritis, pejabat, penjahat dan bisa siapa saja. Ada yang membiarkan dirinya menjadi korban dengan menganggap dirinya makin terkenal karena makin banyak haters sebagai resiko kepopulerannya.

Ada selebritis yang mengerahkan “orangnya” untuk mencari pelaku yang telah menyinggung perasaan dirinya lewat unggahan foto, meme, status atau kicauan sosial media. Hasil perburuan diposting di akun sosial media sang seleb dan pelaku menyatakan permintaan maaf di akunnya. Apakah itu termasuk persekusi?

Ada peristiwa dimana pendukung seorang tokoh tak terima atau tersinggung dengan gambar atau pernyataan unggahan penduduk negeri hingga dilaporkan ke polisi dan pelaku yang mengunggahnya ditangkap polisi, kasus itu tak berlanjut karena sang tokoh memaafkan kelakuan pelaku.

Kamu sudah kenalan sama persekusi? 


6 Comments

Sekolah susah cari guru berprestasi

Prestasi adalah suatu pencapaian dari hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sukacita, bahagia walau banyak yang menilainya “aneh”  dan tak biasa

il_340x270.899242844_duzrPada suatu ketika, ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten berisi permintaan pengiriman nama peserta seleksi guru berprestasi tingkat Kabupaten, selanjutnya Kepala Sekolah memanggil beberapa guru yang dinominasikan untuk menjadi utusan sekolah dengan batas waktu pengiriman nama dua hari ke depan, inilah jawaban mereka;

Guru A: Mohon maaf Pak, Saya sudah terlalu sepuh untuk ikut kompetisi itu.
Guru B: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah ikut beberapa tahun yang lalu.
Guru C: Mohon maaf Pak, mendadak sekali, Saya tidak siap.
Guru D: Mohon maaf Pak, Saya masih golongan III A, yang senior masih banyak.
Guru E: Mohon maaf Pak, Saya merasa belum berprestasi.
Guru F: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah juara tingkat propinsi, yang lain saja.
Guru G: Mohon maaf Pak, terlalu banyak berkas harus disiapkan, Saya tak siap.
Guru H: Mohon maaf Pak, Saya fokus jadi panitia PPDB.
Guru I: Mohon maaf Pak, Saya sibuk kegiatan semesteran.
Guru J: Mohon maaf Pak, kalau hadiahnya umroh saya mau.
Guru K: Mohon maaf Pak, Saya cuma guru honor.
Guru L: Mohon maaf Pak, nilai kinerja saya rendah, yang tertinggi saja lebih baik.
Guru M: Mohon maaf Pak, Saya sering Bapak omelin, itu artinya Saya belum pantas.
Guru N: Mohon maaf Pak, Saya lelah karena baru selesai penataran selama seminggu.
Guru O: Mohon maaf Pak, Saya enggan melakukan perjalanan 6 jam ke kabupaten untuk ikut kegiatannya.

Maka, sekolah itu tak mengirim perwakilan untuk ikut seleksi guru berprestasi (gupres) tingkat kotamadya, seandainya;

– Sekolah mengadakan pemilihan guru berprestasi yang dinilai oleh guru, tata usaha, murid, perwakilan orang tua dan pengawas sekolah setiap tahun dengan hadiah yang pantas seperti umroh, wisata ke luar negeri, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, maka yang terpilih secara otomatis mewakili sekolah untuk pemilihan gupres tingkat kotamadya. Sekolah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Pemerintah memberi penghargaan yang pantas kepada juara gupres tingkat kecamatan, kotamadya, propinsi, hingga tingkat nasional, berupa rumah, pergi haji, umroh, wisata ke luar negeri, mobil, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, dsb. Pemerintah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Persyaratan peserta cukup dengan bukti file digital, tak perlu dicetak hingga membutuhkan biaya yang banyak, untuk konfirmasi keaslian dokumen bisa dilakukan saat wawancara.

– Standar penilaian gupres harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu menghasilkan juara guru berprestasi yang memang benar-benar berprestasi, jangan hanya menjadi program rutin setiap tahun, jika prestasinya belum pantas diapresiasi tak perlu dipaksakan ada juara gupres, hal ini bisa jadi bahan instrospeksi tentang pembinaan guru yang sudah dilakukan dan rencana pembinaan guru ke depan agar dihasilkan buru-guru yang bermutu.

– Pemerintah perlu mencari cara dan mengubah citra agar guru terpacu mengikuti kompetisi gupres, seperti atlit olimpiade yang rela latihan bertahun-tahun untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia, negara rela membiayai latihan atlitnya untuk bisa berprestasi di tingkat dunia … bagaimana caranya agar seleksi gupres itu menjadi ajang terhormat bagi guru, sehingga sekolah rela membina gurunya untuk bisa membawa nama baik sekolah dan guru yang dipilih pun dengan suka cita dan bangga menerima tugas itu, dinas pendidikan hingga kementrian pasti memiliki tenaga ahli yang bisa merubah pencitraan kompetisi gupres jadi kegiatan terhormat dan diminati guru negeri ini.

Apakah anda sudah pernah ikut seleksi gupres? apa pendapat anda tentang kegiatan itu?


3 Comments

Masih suka seragam?

 

Kenapa kampung warna-warni banyak yang suka dan jadi objek kunjungan wisata banyak orang di Malang? Mungkin banyak dari kita yang bosen puluhan tahun berseragam dan melihat warna yang sama; putih-merah, putih-biru, putih-abu”, jaket almet yg sama, bahkan setelah sarjana naik motor pake jaket yang sama pula. Kreasi mewarnai rumah saat ini ternyata menyenangkan dilihat … karena pernah ada masa dimana cat pagar rumah pun harus seragam, menurut kamu?


3 Comments

Sekolah membagauskan budaya, naikkan mutu hidup generasi muda

Screen Shot 2017-05-18 at 10.15.39 AM

Teman dan sahabat,
Coba ingat pengalaman kita belajar di sekolah dan perguruan tinggi, berapa banyak kegiatan selama anda jadi murid dan mahasiswa yang membuat anda jadi merasa lebih berbudaya?

Jika budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berapa banyak kegiatan zaman dulu yang dilakukan bersama kelompok di kelas kita yang menghasilkan suatu karya atau suatu cara hidup untuk berkembang? Tugas-tugas kelompok ketika sekolah biasanya berujung dengan laporan yang dicetak dan dipresentasikan di depan kelas dan kemudian mendapat nilai dari guru.

Jika sebagai guru, hari-hari ini anda masih memberi tugas murid untuk mencetak laporan murid artinya anda masih sama dengan guru-guru empat puluh tahun yang lalu, apalagi tugas-tugas anda buat murid hanya sekedar merespon mata pelajarn yang anda ajarkan di kelas dan sangat tak terasa hubungannya dengan kehidupan nyata yang berkembang di sekitar kita sat ini.

Bagaimana seharusnya?

Tugas-tugas pelajaran di sekolah seharusnya dihubungkan dengan berbagai situasi yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari dan menimbulkan strategi dari murid untuk mampu menyikapi stuasi dengan cara-cara yang berbudaya yang dalam jangka panjang menumbuhkan karakter yang baik dari murid sekolah.

Resume atau laporan didokumentasikan dalam bentuk narasi yang tak perlu lagi dicetak, tetapi diunggah dalam bentuk blog, video, foto yang akan meninggalkan jejak transaksi budaya di sekolah yang dilakukan guru dengan murid di sekolah itu.

Guru menilai proses kerjasama dan hasil dari dokumenasi digital yang bisa dilihat oleh orang sedunia di blog, youtube dan bisa dicari di google himgga puluhan tahu ke depan.

Video di atas adalah salah satu contoh bentuk pembelajaran yang mendorong murid bersama kelompoknya belajar menyusun rencana, bermufakat, menentukan skenario, merekam gambar, melakukan editing hingga mengunggah video ke youtube. Proses pembelajaran yang hasilnya bisa dinikmati hingga puluhan tahun, sementara jika hanya dicetak tugas kelompoknya langsung hilang tak berbekas, hanya nilai di raport yang bisu tak bersuara dan tanpa gambar.

Bagaimana dengan anda?


Leave a comment

Mendokumentasikan dokumentasi

Video di atas adalah cuplikan kegiatan saya bersama anak-anak muda yang hebat Tim DPF (Djalaludin Pane Foundation) di Cisarua Bogor 8 Mei 2017 dalam upaya mempersiap strategi yang tepat beraksi mendorong pendidikan yang bermutu di Labuhan Batu Selatan Sumatera Utara, miss u all Guys … teruslah semangat menebar kebaikan, reportase lebih lengkap bisa disimak disini. 


Leave a comment

Nyanyi Monokrom bareng Tulus kuuuy

Tiba-tiba Saya suka liat video lagu ini, nyanyi bareng Tulus du yaaa …

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Wangi rumah di sore itu
Kue coklat balon warna warni
Pesta hari ulang tahunku

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam
Ku hitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buat ku lelap

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu


2 Comments

Membayangkan Sekolah Full Day tanpa Ujian Nasional

cover_ciriekskulkeren

Pagi hari, murid datang ke sekolah dalam riang gembira, kegiatan diawali dengan olahraga senam aerobik diiringi musik gembira yang dipandu oleh aktifis kegiatan ekstra kurikuler senam aerobik yang sudah dilatih oleh profesional, berlanjut dengan sarapan pagi bersama, murid dan guru membersihkan diri mengganti pakaian olahraga dengan pakaian lain untuk belajar mengajar kecuali yang jadwalnya pelajaran olahraga. Murid belajar hingga waktu sholat dhuhur.

Di Masjid Sekolah aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah, mengkaji al qur’an atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Masjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Setelah sholat murid-murid dan guru menikmati makan siang di kantin atau bekal yang mereka bawa sendiri sambil mendengar musik lembut dari audio terpusat sekolah dengan penyiar atau host seorang murid yang bertugas bergantian setiap hari. Setelah itu mereka kembali belajar hingga waktu sholat ashar.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Di Masjid Sekolah aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Masjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Selesai sudah kegiatan belajar, selesai sholat semua murid berganti pakaian sesuai pilihan kegiatan ekstra kurikuler yang diminati, ada yang berbaju pencak silat, karate, futsal, bulu tangkis, penari, peneliti, juru masak, basket, renang, pilot (aeromodeling), marching band, pencinta alam, dan berbagai kostum sesuai kegiatan yang diminati.

Kelas-kelas dan halaman sekolah meriah dengan atraksi dan interaksi kelompok-kelompok ekskul, apalagi ketika ekskul tertentu akan mengikuti kompetisi atau festival, latihan mereka jadi lebih serius untuk mengejar target yang telah disepakati.

Matahari tenggelam, murid-murid mandi di sekolah berganti pakaian untuk bersiap sholat magrib bersama di masjid sekolah. Aktifis Rohis yang piket sudah bersiap lebih dulu membereskan masjid, menyiapkan sound system, dsb. Murid yang menjadi petugas pemberi ceramah atau kuliah tujuh menit (kultum) sudah menyiapkan diri. Muadzin, iqomah dilakukan oleh murid, ada murid sebagai pembawa acara (MC) yang melaporkan kas masjid sekolah, info kegiatan Msjid, Rohis dan nama petugas kultum hari ini dan besok atau info lainnya.

Murid yang beragama lain berkumpul di ruang berbeda melakukan doa penutup kegiatan hari itu, kajian kitab suci atau diskusi sesuai agama yang dianutnya dibimbing oleh guru yang beragama sama.

Murid-murid pulang dengan rasa senang, keringat di badan, sudah bersih berganti segar dan wangi setelah mandi di sekolah, tak perlu mengerjakan Pekerjaan rumah karena semua pekerjaan sudah diselesaikan di sekolah, tiba di rumah murid-murid bercengkerama denga orang tua dan adik kakak, hingga tiba saatnya beristirahat.

Sekolah harus memiliki sarana ibadah berupa masjid yang bisa menampung semua murid, kamar mandi harus cukup banyak untuk mempercepat murid membersihkan diri setelah berolahraga pagi dan melakukan kegiatan ekstra kurikuler sebelum sholat magrib.

Sekolah jadi seperti rumah kedua dari anak-anak negeri, mereka bergembira bersama teman sebaya didampingi guru-guru untuk mengotimalkan bakat dan minat yang bisa jadi andalan hidup di massa depan, yang punya prestasi luar biasa akan mewakili negera untuk kompeyisi tingkat dunia seperti olimpade atau eksebisi seni di luar negeri. Fasilitas makan siang, ketersidaan menu di kantin dan sarana lainnya harus mendukung semua kegiatan siswa sepanjang hari di sekolah.

Bayangkan, semua murid di sekolah berpartisipasi sebagai pemandu atau instruktur senam, menyiapkan dan jadi pelaksana sholat tiga kali sehari di sekolah yang jumlahnya bisa lebih dari sepuluh orang murid setiap hari, buat sekolah yang manganut agama berbeda bisa menyesuaikan dengan ritual atau cara ibadahnya masing-masing, belasan murid yang mengoperasikan radio sekolah dengan musik pilihan saat jam istirahat. Semua murid terlibat kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti murid setiap hari.

Dinas Pendidikan atau Pemerintah Daerah harus menyelenggarakan kompetisi berbagai kegiatan yang bisa menyalurkan aktifis ekskul di sekolah untuk uji kebolehan atau mengukur kemampuan hasil latihan di sekolah, hal ini bisa memunculkan anak-anak negeri yang berbakat untuk banyak cabang olahraga yang bisa dibina menjadi atlit nasional berbagai cabang olahraga hingga juara olimpiade.

Murid-murid Kelas terakhir seperte Kelas 6, 9 dan 12 diberikan treatmen khusus bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, untuk murid SD, SLTP dan SLTA yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mendapat pengayaan materi pelajaran untuk bisa menembus seleksi masuk ke sekolah pada jenjang yang lebih tinggi, kegiatan pengayaan materi dilakukan seminggu empat hari, yang satu hari murid tetap melakukan kegiatan ekskul sesuai minat seperti olahraga dan seni agar tetap terjaga kesehatan jasmani dan mental mereka.

Kelulusan ditentukan oleh Rapat Dewan Guru dengan kriteria karakter atau moral yang baik dan prestasi murid sesuai pilihan atau minat ekskulnya. Bakal terjadi seorang murid yang lulus dengan produktifitas sangat memuaskan yang telah mampu menghasilkan banyak film pendek dan menjadi juara festival film tingkat internasional, tetapi memiliki nilai matematika yang kurang memuaskan, atau murid yang punya kemampuan public speaking sangat bagus karena terbiasa menjadi penceramah di Masjid Sekolah, di hadapan teman yang sama agamanya, kemudian menjadi aktifis di organisasi ekskul, OSIS, dan setelah dewasa menjadi pengurus partai dan terpilih menjadi pemimpin yang dihormatri rakyatnya. Mungkin nanti kita terbiasa menjumpai murid jago olahraga beladiri yang telah menjuarai kompetisi tingkat dunia termasuk olimpiade, tapi tak mampu mendapat nilai ujian bahasa atau matematika yang baik.

Betapa dahsyatnya, negeri yang berpenduduk lebih dari seperempat milyar ini menguasai berbagai cabang olah raga dan memiliki banyak bintang-bintang di dunia seni musik, penyanyi, pesulap, penulis, pelukis, pembuat film dan sebagainya, menurut anda?


Leave a comment

Meneliti diri sendiri setelah pengumuman ujian sekolah

20150910140158-sekolah-di-palembang-diliburkan-gara-gara-asap-makin-berbahaya-001-nfi-2

Teman dan sahabat,

Perhatikan setelah pengumuman kelulusan, berapa persen murid anda yang datang ucapkan terima kasih? setelah usaha membimbing dan mengasuhnya bertahun-tahun dengan penuh cinta yang tulus?

Hampir semua murid anda mengucapkan terima kasih setelah pengumuman!! Anda pasti guru yang hebat dan murid-murid anda adalah anak-anak yang hebat, luar biasa atau sebagai guru anda telah berhasil mendidik mereka menjadi pribadi yang tahu berterima kasih.

Hampir tak ada murid anda yang mengucapkan terima kasih setelah pengumuman? Mungkin murid-murid anda sedang bingung semua merencanakan mau kemama setelah lulus ujian? atau murid anda tak merasa bahwa anda peduli terhadapnya.

Ada yang tak peduli, apakah murid mengucapkan terima kasih atau tidak setelah pengumuman kelulusan, mereka ikhlas saja mendidik dengan baik untuk mengantarkan murid ke kehidupan yang sejahtera.

Ada yang mengamati bahwa ternyata sangat sedikit sekali murid yang berterima kasih padanya setelah lulus, oleh sebab itu dia tak terlalu serius mendidik muridnya, tetapi dia  tak bekerja asal-asalan, tetap berusaha memberikan yang terbaik, tetapi secara serius menyisihkan waktu dan perhatiaannya untuk mengembangkan diri sendiri sebagai pribadi sehingga guru itu produktif menghasilkan karya berupa buku, lukisan, musik, teater, lagu, novel, blog, dsb atau bisnis dan usaha yang bikin hidup lebih sejahtera.

Bagaimana dengan anda?


6 Comments

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh


2 Comments

Apakah Siti Aisyah tersangka pembunuh Kim Jong-Nam punya teman namanya Sotoy?

 

Teman dan Sahabat.

Andai Siti berjumpa guru SD yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SMP dan berjumpa guru SMP yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SLTA berjumpa guru SLTA yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada guru SLTA yang menanamkan karakter macam ini?.

Andai Siti melnjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, berjumpa Dosen yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada Dosen yang menanamkan karakter macam ini?.

Itu semua diluar jangkauan saya, saat ini saya sedang melakukan: Andai murid yang tamat SMP, bisa saya tumbuhkan karakter punya kemauan buat melakukan yang terbaik, tak takut dibilang banci kalau tak merokok (padahal kalau kamu main ke komunitas banci, liat deh … Apakah mereka merokok?), tetap merasa jadi orang hebat walau tak merokok.

Mungkin saya bisa menyelamatkan Siti dan Sotoy yang lain?, menurut kamu?


Leave a comment

Nyanyi Gemu fami re bareng Jamaica Cafe, kuuuy

Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha

Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha

La le le luk sila sol
Mi fa mi fa sol
Le’le tiding fa fa
Rebing mude mi

Do do do do mi do mi do gemu fa mi re
ele le… ele le…
la le le luk sila sol
mi fa mi fa sol
le’le tiding fa fa
Rebing mude mi
Do do do do mi do mi do gemu fa mi re (Mmm… Manis)

Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha

Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha

Putar ke kiri e…
Nona manis putarlah ke kiri
ke kiri ke kiri ke kiri dan ke kiri ke kiri ke kiri ke kiri manis e..
Sekarang kanan e..
Nona manis putarlah ke kanan
ke kanan ke kanan ke kanan dan ke kanan ke kanan ke kanan ke kanan manis e..


Leave a comment

Antara pelupa dan tak peduli

oplosan

Anak-anak muda mati setelah berpesta minuman keras (miras) oplosan, pengguna narkoba mati over dosis setelah pesta narkoba, pengedar narkoba mati ditembak aparat saat penangkapan, pengedar yang dipenjara memenuli penjara, penduduk yang mati karena merokok, sejak saya sekolah di SMP tahun 1977 tawuran pelajar sudah sering terjadi dan menyebabkan kematian banyak anak berseragam, dsb. Anak-anak sekolah yang jadi korban kecelakaan lalu lintas karena ketiadaan angkutan umum sehingga mereka ke sekolah membawa kendaraan bermotor.

Beritanya berkelebat di media cetak dan televisi, tapi kemudian sepertinya semua lupa, hingga terjadi lagi, ada yang mati karena sesuatu yang tak seharusnya (atau memang sudah takdir?).  Kecelakaan sepeda motor, tawuran, miras, kembali menelan korban, anak-anak muda mati sia-sia. sejenak kita  terhenyak, kemudian seperti lupa atau tak peduli terhadap masalah tawuran, miras, ketiadaan angkutan umum.

Kenapa tak dicari cara yang bisa membuat pelajar enggan melakukan tawuran, apakah mau dengan pendekatan agama, olah raga, militer, hukum, psikologi atau apapun … silahkan deh, yang penting semua sadar bahwa tawuran ga boleh ada lagi, jika ternyata ada yang tmembawa senjata, melakukan tawuran hingga menyebabkan kematian harus dihukum, pasalnya banyak di KUHP, atau jika mereka masih anak-anak tetapi suka berkelahi, kenapa tidak dilokalisir di sebuah pulau dengan diberi kegiatan belajar bela diri, menggunakan senjata tajam, kompetisi, berburu atu apa saja yang membuat hobbynya tersalurkan. Apakah orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan baik sehingga menyebabkan kematian anak orang lain bisa dihukum dan dipenjara?

Bukankah semua gur berpendidikan sarjana, kenapa pula tak mampu atau kalah oleh pelajar yang umurnya belasan? Karena takut atau tak peduli? Mungkin ada yang mau galak tapi takut dipolisikan, melanggar HAM dan beraneka alasan yang endingnya jadi tak peduli. Begitu pandaikan anak sekolah menyembunyikan clurit sehingga orang tua, guru, polisi atau semua orang dewasa bisa dikibuli oleh pelajar?

Tentang miras, apakah pembuat miras oplosan tidak bisa dihukum berat karena perbuatannya telah menimbulkan banyak kematian? Penjual miras oplosan harusnya dipenjara supaya bisa jadi pelajaran buat penjual yang lain.  Lucunya, kenapa pula anak-anak muda itu terlalu bodoh mau meminum sesuatu yang tidak jelas terbuat dari apa, padahal negeri ini berlimpah air, teh, kopi, juss, atau apa saja yang menyehatkan.

Jika ada anak sekolah yang mati karena kecelakaan sepeda motor diperjalanan pergi ataupulang ke sekolah, siapa yang bertanggung jawab? orang tua yang memberikan motor kepada anaknya? Kepala Sekolah atau guru yang membiarkan murid membawa motor? atau Kepala Daerah yang tidak bisa menyediakan angkutan umum  buat warganya?

Kalau kejadian di atas terluang lagi, sesungguhnya kita itu pelupa atau tak peduli? hingga anggota keluarga kita mengelami kejadian itu? menurut kamu?


2 Comments

Ramalan jitu seorang guru tentang gubernur baru

Screen Shot 2017-04-19 at 4.14.20 PM

Seorang guru yang mengajar matematika di SMKN 50 Jakarta menulis di blognya yang diposting pada tanggal 2 April 2017 telah meramalkan hasil pilkada yang berlangsung di ibukota sebuah negeri, remalan itu bisa disimak disini. Kamu pernah meramal apa? dan ditulis dimana?


Leave a comment

Andai ganja dilegalkan seperti rokok

Temen dan sahabat,

Perhatikan di sekitar anda, sejak matahari belum terbit … amati orang-orang di sekitar anda, berapa banyak perokok yang anda jumpai … hingga malam hari, bahkan lewat tengah malam, perhatikan orang-orang di sekitar anda, pernahkan anda menghitung jumlah perokok yang anda jumpai sepanjang satu hari?.

Saya tinggal di Jakarta Timur, sejak matahari belum terbit saya sudah menjumpai banyak orang yang berjalan sambil menghisap rokok, mengendarai motor, mengendarai mobil sambil hisap benda putih 9 cm, duduk di tepi jalan menunggu angutan umum atau jemputan sambil merokok, pelajar bercelana biru berjalan atau kendarai motor sambil menjepit benda putih di jarinya dan menghisap asap.

Ketersedian rokok sangat banyak di sekitar kita, itu legal … walau ada peraturan tak boleh menjual rokok dekat sekolah, tapi siapakah yang peduli dan pernahkan anda melihat pedagang rokok dekat sekolah diberi tindakan oleh aparat, yang barangkali ini tugas satpol PP dan aparat kelurahan untuk beraksi, karena mereka yang tahu keadaan detail di wilayahnya.

Silahkan ketik kata kunci pencari “perokok kecil” di youtube atau google, berapa banyak video dokumentasi anak kecil negeri ini yang merokok?

Andai ganja di legalkan, saya membayangkan betapa makin banyak penduduk negeri ini yang kecanduan asap dan membuatnya tak produktif dan penyakitan, menurut kamu?


Leave a comment

Mengatasi tawuran pelajar


Teman dan sahabat.

Ada sekolah yang saat masuk bayarnya mahal hingga puluhan juta dan biaya bulanannya jutaan rupiah selalu banyak peminat karena salah satu hal yang ditanamkan adalah kejujuran, pelajar yang menyontek saat ulangan harian kena sangsi dikeluarkan dari sekolah, karakter murid juga ditumbuhkembangkan ke arah yang baik, tawuran berakibat yang sama.

Sekolahmu masih sering tawuran? Pasti pelakunya dibiarkan terus bersekolah, tak diberi sangsi bahkan mengajak teman yang lain, karena ada tantangan berbonus adrenalin yang bikin candu.

Pelajar yang tawuran & menyebabkan kematian harus dikeluarkan dari sekolah, dihukum penjara di penjara anak dengan pasal rencana pembunuhan (kalo mereka janjian untuk tawuran & siapkan alat untuk tawuran) termasuk membawa senjata tajam, orang tuanya dipenjara juga karena gagal mendidik anak, sekolahnya tidak boleh menerima murid baru karena tak bisa menanamkan katakter baik, guru”nya di pindah ke sekolah yang membutuhkan, coba lihat efeknya.

Sekolah tidak boleh menerima murid baru akan menjadi terapi yang dahsyat buat guru-guru di sekolah itu, karena guru akan berkurang jam mengajarnya yang akan berdampak tak bisa dipenuhi persyaratan penerimaan tunjangan sertifikasi. Larangan menerima murid baru akan menjadi pelajaran bahwa semua guru harus ikut serta mendidik karakter murid sehingga tak melakukan pelanggaran hukum, karena faktanya di sekolah hanya sedikit guru yang ikut serta membina karakter murid, alasannya beragam; diantaranya karena sudah ada guru pembina dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang diberikan tugas khusus serta tunjangan untuk membina murid, ada juga yang merasa tak mau ikut campur tugas guru pembina, sehingga guru hanya mengajar di kelas saja, hampir tak ada interaksi guru dan murid di luar pelajarannya di dalam kelas.

Sangsi larangan menerima murid baru akan mendorong guru-guru dan kepala sekolah lebih bekerja keras membina karakter murid, mengoptimalkan peran serta semua warga sekolah sehingga karakter murid terbentuk baik dan meluluskan alumni yang bisa dibanggakan.

Sekolah harus melibatkan orang tua membentuk karakter anaknya, orang tua harus secara rutin memeriksa isi tas anaknya (bisa dilakukan saat anaknya tidur atau sedang ke luar rumah), hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anaknya membawa senjata tajam, rokok, narkoba atau benda-benda yang tidak seharusnya dibawa anak sekolah. Saat awal tahun ajaran wali kelas mengundang semua orang tua perwaliannya untuk melakukan pendataan, termasuk no kontak ayah, ibu, atau orang-orang terdekat murid yang bisa segera dihubungi jika ada keperluan. Pertemuan orang tua dan wali kelas juga diperlukan untuk lebih memahami karakter anak dihubungkan dengan karakter orang tuanya, hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah dan penyelesaian masalah murid tersebut.

Saat pertemuan walikelas dengan orang tua murid, ditandatangani pernyataan bermaterai dari murid yang diketahui oleh orang tua berisi pernyataan akan mematuhi tata tertib, dan bersedia dikeluarkan jika melanggar tata tertib, terutama yang sangat krusial seperti; tawuran, kekerasan terhadap warga sekolah, mengedarkan narkoba, mencuri, asusila (hamil, menghamili teman sekolah, pemerkosaan, dsb) di sekolah.

Menurut kamu?


4 Comments

Cara kreatif merayakan hari kartini di sekolah

bareng - bareng
Teman-teman dan sahabat.

Silahkan review perjalanan sekolah anda, bagaimanakah perayaan hari kartini di sekolah anda? Umumnya hari kartini dirayakan dengan cara semua murid dan guru mengenakan pakaian daerah atau kebaya plus upacara atau pentas seni. Apakah sesungguhnya prestasi kartini sehingga perlu diingat dan dirayakan hingga kini?

Kartini sering menulis surat kepada sahabatnya wanita Belanda berisi tentang berbagai hal mengungkapkan pendapat kartini mengenai kondisi wanita di Indonesia dan ide-ide bagaimana seharusnya wanita bersikap, berperilaku menurut kartini. Intinya, kehebatan kartini adalah dalam hal menuliskan isi hati, pendapat dan ide tentang wanita yang melampaui wanita Indonesia di zamannya.

Jika hari kartini dirayakan dengan berpakaian daerah, pegelaran musik mungkin yang tertanam di anak-anak negeri ini adalah bahwa kartini adalah wanita hebat yang berkebaya dengan keterampilan musik. Bahwa kartini tampi berkebaya pada banyak dokumentasi foto yang ada adalah karena beliau lahir dan tinggal di tanah jawa yang pakaian sehari-harinya adalah kebaya. Jika kartini lahir dan tinggal di papua pasti penampilan beliau tak berkebaya.

bukune-ra-kartini

Bagaimana sebaiknya peringatan hari kartini di sekolah, agar warga sekolah faham tentang apa yang kartini prjuangkan zaman dulu? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa anda pilih untuk menlakukan peringatan hari kartini di sekolah.

  1. Lomba menulis surat kepada ibu atau ibu guru. Berisi tantang ungkapan perasaan penulisnya mengenai kehidupan wanita yang dia lihat dan kehidupan wanita ideal yang dia bayangkan, kumpulan tulisan semua peserta sebaiknya dibukukan sebagai dokumentasi dan referensi.
  2. Lomba menulis ungkapan untuk wanita yang diunggah pada status facebook, twitter, path dan sosial media lainnya.
  3. Lomba foto bertema wanita yang diunggah di instagram dan dicetak untuk dipamerkan di sekolah.
  4. Lomba menulis masalah wanita yang diunggah di blog murid, kemudian dibukukan sebagai dokumentasi dan referensi.
  5. Lomba menulis lagu tentang perempuan yang liriknya dibukukan sebagai dokumentasi dan referensi serta videonya diupload ke youtube.
  6. Lomba menyanyi lagu bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  7. Lomba menulis dan membacakan puisi bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  8. Lomba musikalisasi puisi bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  9. Pentas teater bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  10. Lomba poster bertema perempuan yang diunggah ke instagram dan direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  11. Lomba jinggle bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.
  12. Lomba iklan bertema perempuan yang direkam dalam bentuk video untuk diunggah ke youtube.

Punya ide lain? silahkan, intinya adalah murid dilatih menulis dan mengemukakan pendapat tentang apa saja serta mendokumentasikannya untuk dibaca oleh orang lain.

Jika di sekolah anda masih memperingati hari kartini dengan memakai busana daerah, peragaan busana, lomba tumpeng, lomba pidato, lomba memasak, itu berbeda dari yang dilakukan kartini, beliau menulis dan mengirimkan surat kepada sahabatnya di Belanda, kumpulan surat-suratnya itu yang dibukukan dengan judul “Habis gelap terbitlah terang”, apakah anda masih berada di tempat gelap?


Leave a comment

Kebaikan yang kau tanam bakal kembali kepada kamu, sementara kejahatan yang kamu tanam bakal kamu nikmati juga kelak

IMG_4136IMG_4148IMG_4048IMG_3991IMG_4010

Teman dan sahabat,

Ketika browsing sesuatu saya menemukan foto-foto tahun 2012 dari seorang blogger, dia murid saya di Kapal (SMKN 29 Jakarta) namanya Aldi, (saat ini dia kuliah di UNJ) blognya mendokumentasikan proses new branding kapal yang salah satunya dengan kegiatan lari pagi seminggu sekali lewat route projos, senopati, wolter monginsidi, dan kembali ke sekolah.

Semua murid yang jumlahnya sekitar 600 orang berolahraga mengenakan pakaian dinas, bersepatu tentara, sambil bernyanyi, mempertahankan formasi, bercengkrama dengan teman, sahabat, menyapa warga sekitar, pengendara yang sedang terjebak macet, menikmati keringat, melatih otot, menikmati kebersamaan, melatih karakter persatuan, kerjasama, tertib, disiplin dan berbagai manfaat bisa dirasa oleh mereka.

Mirga, murid kedua dari kanan pada foto paling atas saat ini (2017) sudah menjadi teknisi di GMF, yang dimiliki oleh perusahaan penerbangan terbesar negeri ini bersama 9 orang temannya, mereka direkrut dari Kapal (SMKN 29 Penerbangan Jakarta) untuk dididik sebagai teknisi di GMF, saya masih berkomunikasi dengan mereka lewat instagram, bertukar kabar, saling menyapa dan mendoakan.

Screen Shot 2017-04-04 at 9.22.13 AM

Bisa temukan Mirga yang mana?

Yang saya amati, lebih dari 90% anak-anak kapal memiliki sikap yang baik, punya rencana masa depan. Murid yang suka menikmati tawuran, kejar-kejaran di jalan itu tak sampai 10%. Kegiatan di atas dimaksudkan untuk mengekspose 90% murid-murid baik yang sedang mempersiapkan masa depannya, karena pada situasi seperti ini yang 10% itu biasanya tenggelam, membaur jadi seperti baik seperti kebanyakan murid disana. Saya bersama guru-guru mengalihkan fokus ke murid-murid yang baik, yang aktif di kegiatan positif, yang berpenampilan baik, sementara yang tak bersedia berkomitmen baik, membawa senjata tajam atau tawuran, kami tak perhatikan dan dipersilahkan meninggalkan sekolah seperti yang sudah disepakati dalam surat perjanjian saat mereka masuk di tahun ajaran baru, setiap awal tahun ajaran baru semua murid dan orang tua menandatangani perjanjian untuk berkomitmen menjadi warga negara yang baik, saling sayang, bekerja keras, siap belajar untuk menguasai skill kejuruan dan siap kerja. Sangsi untuk pembawa senjata tajam dan pelaku tawuran atau pencuri adalah dikembalikan kepada orangtua atau dikeluarkan langsung setelah melakukan pelanggaran tata tertib itu tanpa surat peringatan lagi, karena surat pernyataan yang ditandatangani bersama orang tua setiap awal tahun ajaran sudah sekaligus sebagai surat peringatan.

Istilah sekarang, kami mengendorse anak-anak yang baik, sementara anak-anak yang memilih kelakuan yang tak seharusnya kami eliminasi, dipersilahkan berpindah ke sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya.


Terakhir saya ketemu mereka Desember 2015, ini dokumentasinya

Tiba-tiba saya kangen mereka, selamat berjuang guys … masa depanmu tergantung kamu, kebaikan yang kau tanam bakal kembali kepada kamu, sementara kejahatan yang kamu tanam bakal kamu nikmati juga kelak … love u all.

Kamu sedang kangen sama siapa?


Leave a comment

Pendidikan rusuh ini mau sampai kapan?

Screen Shot 2017-04-03 at 2.50.48 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.52.01 PM

Screen Shot 2017-04-03 at 2.53.16 PM

Temen-teman dan sahabat,

Beberapa saat menikmati detik.com saya dibesut peristiwa sejenis diberbagai belahan negeri, yang dilakukan oleh orang-orang terhormat yang menyatakan diri pilihan rakyat, kelompok masyarakat biasa hingga pelajar, semua gemar ricuh, tawuran dan sejenisnya.

Belasan tahun belajar di sekolah, puluhan tahun dididik orang tuanya seperti tak berguna, insting mirip mahluk lain sering muncul dan cenderung berulang lagi. Dimana salahnya sistem pendidikan negeri ini?

Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat didalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tiga badan tersebut memiliki sifat,fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.

Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karenasebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga.

Andai guru di sekolah sudah bekerja dengan baik jalankan perannya, saat murid berada di jalan mengendarai kendaraan bermotor dimana dirinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), orang tuanya membiarkan hal itu terus terjadi, polisi seperti tak melihat, kadang terkena razia hingga ditilang bahkan berakhir damai, membuat murid terdidik salah dlam hal berkendara, seolah membawa motor tanpa SIM itu bukan pelanggaran.

Murid yang tertangkap saat akan melakukan atau sedang melakukan tawuran, hanya didata dan dipulangkan setelah dipanggil guru atau orang tuanya, apalagi sekolahnya tak punya keberanian memberi sangsi atau mengeluarkan dari sekolah, sehingga tak da efek jera dari pelaku, bahkan semakin berani untuk melakukan tawuran yang mengganggu ketertiban hingga menimbulkan kematian.

Mau sampai kapan?