Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Membuat Kota jadi Bersih: Tanggung Jawab Siapa?


Jalan layang Tendean Ciledug yang dibangun dengan biaya mahal dan waktu yang lama untuk tujuan mengurangi kemacetan lalulintas Jakarta.

Foto di atas saya ambil di halte depan Trans TV Jl. Kapten Tendean 5 juli 2017, belum diresmikan sudah dicoret-coret, miris.

Siapa yang harus menjaga kebersihan kota? Jika ada yang melakukan hal ini, tak adakah aturan hukum yang bisa digunakan untuk menangkap dan menghukum pelaku?

Polisi?
Satpol PP?
Lurah?
Camat?
Walikota?
Gubernur?

Saya yakin pasti ada peraturan yang bisa digunakan untuk menghukum pelaku atau harus dilakukan berbagai upaya pencegahan sehingga tak terjadi lagi pencoretan di sarana umum.

Menurut kamu?


Leave a comment

Motivasi yang terealisasi

Screen Shot 2017-07-26 at 11.26.39 AM

Saya biasa memanggilnya Om Hadis, saat sekolah di SMK lebih lima tahun yang lalu dia ngefans sama saya lewat fesbuk, sering minta oleh-oleh kalau saya terbang ke luar kota, berkali-kali saya bilang sama dia,

“Sabaaaar Om, belajar yang serius, hidup yang serius … kita akan ketemu di terminal keberangkatan Bandara Internasional”

Beberapa hari yang lalu dia mengajak janjian terbang bareng ke luar negeri, sayang banget beda arah … Saya ke Medan dia ke Singapura … mantaaaap Om Hadis, proud of You … jaga kesehatan ga pake narkoba yaaa …


Leave a comment

Guru Vlogger: Mendokumentasikan Keasyikan Membaguskan Anak Negeri

Video di atas adalah video pertama di channel youtube saya yang saya upload 31 Oktober 2007, mendokumentasikan kegiatan training saya bersama BNN RI di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang pesertanya perwakilan mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

Rupanya sya mulai kacanduan ngevlog sejak saat itu, saya tak tahu apa namanya, yang penting saya cuma ingin mendokumentasikan berbagai kegiatan saya dan membagikan di youtube agar mereka yang ikut serta kegiatan saya bisa menikmati kenangan saat berjumpa dengan saya, waktu itu smartphone belum secanggih sekarang, dimana banyak aplikasi yang memudahkan semua orang mengedit video dan menggunggah di sosial media, instagaram pun belum ada saat itu.

Di bawah ini adalah video terakhir saya yang saya unggah kemarin 22 Juli 2017, merupakan video saya ke 1.129 yang tayang di channel saya.

Hampir semua video saya tak mengalami editing, saya rekam dan langsung saya unggah, apakah ini masuk kategori vlogging? apakah saya sudah termasuk vlogger? saya mah B ajaaaa (istilah anak sekarang) … yang penting saya mendokumentasikan aktifitas saya buat laporan kepada keluarga, sahabat dan kolega tentang apa yang sedang atau sudah saya kerjakan, termasuk mengucapkan terima kasih atas perkenan bekerjasama melakukan kebaikan untuk lebih membaguskan kehidupan, ada berapa video kamu di youtube?


Leave a comment

Rokok, Ganja dan Sabu: Sekolah seperti percuma berlalu

Screen Shot 2017-07-13 at 2.13.24 PM

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, setelah habis lebaran negeri ini dihebohkan oleh penusukan ahli IT ITB di jalan tol dan keberhsilan Polisi menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer.

Selamat buat Kepolisian RI yang berhasil mengagalkan penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer Banten, hal ini merupakan rekor baru setelah hasil tangkapan 800 kg sabu beberapa tahun lalu. Melihat jumlah yang sedemikian luar biasa, bisa diartikan bahwa permintaan pasar di Indonesia sangat besar, kebutuhan pengguna sabu sangat banyak sehingga bandar narkoba yakin satu ton stok yang diimpor dari Cina melalui laut pasti akan habis dibeli oleh para pengedar berakhir di para pengguna. Sabu yang dalam bahasa kimianya disebut metamfetamin memiliki dampak begini:

EFEK-EFEK JANGKA PENDEK

  • Kehilangan nafsu makan
  • Peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh
  • Pupil mata yang membesar
  • Pola tidur yang terganggu
  • Rasa mual
  • Bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam
  • Halusinasi, gembira yang berlebihan, sifat lekas marah
  • Panik dan psikosis
  • Dosis yang berlebihan dapat berakibat kejang-kejang dan kematian

EFEK-EFEK JANGKA PANJANG

  • Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
  • Kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru
  • Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup
  • Masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok
  • Penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan
  • Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
  • Kerusakan gigi yang parah
  • Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
  • Ketergantungan psikologis yang besar
  • Psikosis
  • Depresi
  • Kerusakan otak mirip penyakit Alzheimer3, stroke dan epilepsi

1.paranoia: kecurigaan, ketidakpercayaan atau ketakutan kepada orang lain.
2.kardiovaskular: berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.
3.penyakit Alzheimer: penyakit yang mempengaruhi orang-orang berusia lanjut yang diikuti dengan kehilangan ingatan. (Sumber: http://id.drugfreeworld.org/drugfacts/crystalmeth/the-deadly-effects-of-meth.html)

screen-shot-2017-07-13-at-2-21-08-pm.pngSaya jadi bertanya-tanya, seberapa banyak kah pengguna sabu di Indonesia?

Apakah cuma karena ingin dibilang hebat, mengikuti trend sehingga seseorang mau menggunakan sabu yang membuatnya kecanduan dan menimbulkan dampak buruk buat dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Apakah orang tua tak memiliki kemampuan melindungi anaknya dari penyalahgunaan narkoba, atau karena para orang tua juga terbiasa merokok atau menyalahgunakan narkoba sehingga anak-anaknya dengan mudah meniru kelakuan orang tuanya?

Apakah sekolah telah gagal total mendidik muridnya sehingga tak memiliki daya tahan terhadap gempuran penyalahgunaan narkoba, apakah sekolah sedemikian tak peduli dengan kebiasaan muridnya yang merokok hingga menyalahgunakan narkoba?

Apakah pendidikan negeri ini tak mampu melahirkan para orang tua yang sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga membiasakan hidup sehat termasuk mendorong pembiasaan hidup sehat kepada anak-anaknya saat mereka berkeluarga.

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan kemampuan berfikir yang tak terbiasa positif, sadar akan bahaya dan peduli masa depan adalah pasar yang sangat potensial sehingga bandar narkoba mengimpor satu ton sabu untuk dipasarkan disini, karena yakin jutaan rakyat yang bodoh merasa jadi lebih hebat dan bermartabat jika menghisap sabu.

Saya jadi miris sering melihat anak berseragam sekolah putih biru (usia SMP) dengan wajah bangga menyulut rokok di depan warung pada pagi hari, pedagang warung rokok seolah tak peduli melihat anak kecil melakukan hal yang salah, orang tua anak itu apakah tak pernah tahu bahwa anaknya perokok, guru-guru di sekolah apakah tak mampu mendeteksi bahwa muridnya telah kecanduan rokok?

Pemerintah seolah tak peduli terhadap banyaknya perokok muda, apa karena menangkap penjual rokok atau menangkap pembeli rokok anak-anak adalah pelanggaran HAM? Apakah Pemerintah takut diprotes pejuang HAM yang akan membela pedagang rokok atau anak dibawah umur yang ditangkap? atau menjual rokok kepada anak-anak dan anak kecil membeli rokok dan merokok bukan pelanggaran hukum?

Jika mebghisap asap rokok sudah jadi biasa, menghisap ganja adalah kemajuan kecil yang sangat mudah dijalani pecandu, dan kalau sidah jadi pecandu ganja maka menghisap sabu jadi sangat mudah, mungkin karena itu pecandu sabu sangat banyak di negeri ini dan bandar yakin mengimpor satu ton sabu bakal segera laku, habis terjual dengan untung yang sangat bombastis?

Menurut anda?


9 Comments

Mengganti nama

Kita sering mendengar seseorang memiliki nama panggilan yang tak sama dengan nama sebenarnya dihubungkan denga pekerjaan atau gelar, seperti;

Pak RT,
Bu RW,
Pak Lurah,
Bu Kades,
Pak Camat,
Bu Haji,
Pak Direktur,
bu Dirjen,
Pak Menteri,
Bu Guru,
Pak Kepsek,
Bu Kadis,
Pak Dosen,
Bu Propesor,
Pak Polisi,
Bu Tentara,
Pak Gojek,
Bu Uber,
Pak Hakim,
Bu Jaksa,
Pak Gubernur,
Bu Presiden,
Pak Pencuri,
Bu Selingkuh,
Pak Koruptor,
Bu Pemalak,
Pak Perokok,
Bu Pecandu,
Pak Penipu,
Bu Tersangka,
Pak Terpidana,
Bu Disainer,
Pak Pembalap,
Bu Petani,
Pak Peternak,
….

..
di belahan negeri lain cara memanggilnya begini; Pak Direktur Robi atau Bu Presiden Margareth, kamu pernah dipanggil apa?