Blog Pendidik


Leave a comment

Mengatasi tawuran pelajar


Teman dan sahabat.

Ada sekolah yang saat masuk bayarnya mahal hingga puluhan juta dan biaya bulanannya jutaan rupiah selalu banyak peminat karena salah satu hal yang ditanamkan adalah kejujuran, pelajar yang menyontek saat ulangan harian kena sangsi dikeluarkan dari sekolah, karakter murid juga ditumbuhkembangkan ke arah yang baik, tawuran berakibat yang sama.

Sekolahmu masih sering tawuran? Pasti pelakunya dibiarkan terus bersekolah, tak diberi sangsi bahkan mengajak teman yang lain, karena ada tantangan berbonus adrenalin yang bikin candu.

Pelajar yang tawuran & menyebabkan kematian harus dikeluarkan dari sekolah, dihukum penjara di penjara anak dengan pasal rencana pembunuhan (kalo mereka janjian untuk tawuran & siapkan alat untuk tawuran) termasuk membawa senjata tajam, orang tuanya dipenjara juga karena gagal mendidik anak, sekolahnya tidak boleh menerima murid baru karena tak bisa menanamkan katakter baik, guru”nya di pindah ke sekolah yang membutuhkan, coba lihat efeknya.

Sekolah tidak boleh menerima murid baru akan menjadi terapi yang dahsyat buat guru-guru di sekolah itu, karena guru akan berkurang jam mengajarnya yang akan berdampak tak bisa dipenuhi persyaratan penerimaan tunjangan sertifikasi. Larangan menerima murid baru akan menjadi pelajaran bahwa semua guru harus ikut serta mendidik karakter murid sehingga tak melakukan pelanggaran hukum, karena faktanya di sekolah hanya sedikit guru yang ikut serta membina karakter murid, alasannya beragam; diantaranya karena sudah ada guru pembina dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang diberikan tugas khusus serta tunjangan untuk membina murid, ada juga yang merasa tak mau ikut campur tugas guru pembina, sehingga guru hanya mengajar di kelas saja, hampir tak ada interaksi guru dan murid di luar pelajarannya di dalam kelas.

Sangsi larangan menerima murid baru akan mendorong guru-guru dan kepala sekolah lebih bekerja keras membina karakter murid, mengoptimalkan peran serta semua warga sekolah sehingga karakter murid terbentuk baik dan meluluskan alumni yang bisa dibanggakan.

Sekolah harus melibatkan orang tua membentuk karakter anaknya, orang tua harus secara rutin memeriksa isi tas anaknya (bisa dilakukan saat anaknya tidur atau sedang ke luar rumah), hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anaknya membawa senjata tajam, rokok, narkoba atau benda-benda yang tidak seharusnya dibawa anak sekolah. Saat awal tahun ajaran wali kelas mengundang semua orang tua perwaliannya untuk melakukan pendataan, termasuk no kontak ayah, ibu, atau orang-orang terdekat murid yang bisa segera dihubungi jika ada keperluan. Pertemuan orang tua dan wali kelas juga diperlukan untuk lebih memahami karakter anak dihubungkan dengan karakter orang tuanya, hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah dan penyelesaian masalah murid tersebut.

Saat pertemuan walikelas dengan orang tua murid, ditandatangani pernyataan bermaterai dari murid yang diketahui oleh orang tua berisi pernyataan akan mematuhi tata tertib, dan bersedia dikeluarkan jika melanggar tata tertib, terutama yang sangat krusial seperti; tawuran, kekerasan terhadap warga sekolah, mengedarkan narkoba, mencuri, asusila (hamil, menghamili teman sekolah, pemerkosaan, dsb) di sekolah.

Menurut kamu?

Advertisements