Pejuang Gece Math Home Learning, Good Job Guys

Tak lama setelah saya memberi guidance lewat blog ini, anak-anak hebat yang gece (gerak cepat) langsung merespon tugas mtk, mereka adalah: Anissa Khusnul Khotimah, Achmad Zikri, Syakira Rohadatul Aisy, Fadia Ananda Putri, Aprilia Tri Lestari, good job guys … inilah wajah-wajah mereka.

PicsArt_04-20-01.51.15 - Annisaa Husnul Khotimah

IMG_20200428_170902 - Ahmad Dzikri

IMG_20200428_170517 - Syakira Rohadatul Aisy

IMG_20200428_171428_212 - Fadia ananda putri

IMG20200428172522 - aprilia lestari

Tak Perlu Label “Pahlawan”, Tenaga Medis Cuma Butuh APD dan Obat-obatan

dwitagamakalibata2-5e92e792097f36522f401fa3
fotodedi.wordpress.com

Kejadian jenazah tenaga media yang ditolak oleh warga saat akan dimakamkan di tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwakul Bandarjo Ungaran Barat Semarang menjadi sangat menyedihkan di era pandemi saat ini, hal ini jadi bukti bahwa informasi tentang virus penebab pandemi belum dipahami oleh rakyat akar rumput, dan akibat pemberitaan yang menakutkan, masyarakat menjadi takut yang salah satu akibatnya adalah penolakan pemakaman itu.

Untuk penduduk yang menggemari tantangan, kabar menakutkan ini malah membuat mereka terdorong untuk menerima tantangan menghadapi pandemi ini, yang indikasinya terlihat dari ketidakpatuhan mereka untuk tetap di rumah, ad yang memaksakan untuk tetap bisa bekerja di jalan, bahkan sering terdengar di telinga saya, mereka mengatakan “Tak perlu ditakutkan penyakit itu, cuekin ajaaa supaya kita kebal dan ga tertular”.

Ada yang punya ide tenaga medis yang meninggal kerena terinfeksi covid-19 dimakamkan di taman makam pahlawan, ga mungkin deh kayanya, kenapa?

Pemerintah beberapa tahun terakhir ini tak terlalu memandang dengan dua mata peran tenaga medis, bahkan cenderung menekan tenaga medis untuk terus bekerja dengan optimal walau biaya rumah sakit, perawatan alat, biaya obat dan lain-lain yang dibutuhkan rumah sakit tak segera dibayarkan hingga dua puluh trilyun rupiah lebih.

Rakyat lebih dimanjakan, dikampanyekan berobat gratis jika sakit walau tak pernah membayar iuran pemeliharaan kesehatan, akibatnya rumah sakit dan tenaga medis menjerit tetapi jeritannya tak boleh terdengar, mereka terbelenggu oleh sumpah profesi.

Kekurangan alat pelindung diri sesungguhnya tak menghebohkan, karena rumah sakit kekurangan banyak hal karena terus dihutangi pemerintah, menagih tak bisa, menjerit bakal kena semprit.

Silahkan anda perhatikan taman makam pahlawan, tampaknya pemakaman itu diperuntukan buat mereka yang saat bekerja menggunakan helm, sementara para medis yang seharusnya menggunakan alat pelindung diri yang mirip helm, tak tersedia, tetapi tetap harus melayani penduduk yang datang dengan virus di badannya.

Para pelaku yang menolak pemakaman tenaga medis di Semarang telah ditangkap Polisi, ini harus diapresiasi dan dikabarkan terus proses hukumnya agar masyarakat tahu dan tak lagi melakukan penolakkan.

Pemakaman seseorang di taman makam pahkawan itu ada peraturannya, dalam bentuk surat keputusan. Jika keputusan penetapan Pembatasan Sosial Berbasis Besar memakan waktu yang panjang, jenazah seseorang tak bisa menunggu hari dan harus segera dimakamkan agar tak menimbulkan masalah baru.

Selamat berjuang tenaga medis, terima kasih atas kinerja hebatnya, juga untuk polisi dan tentara yang bekerja keras melindungi warga negara.

Jurnal Pagi Karantina Mandiri 300320

teacup-2324842_1280
Foto: pixabay.com

Bangun tidur
Mandi
Sholat subuh
beresin kamar

Ngeteh
sambil update
berita daring
Ngeteh lagi

Sarapan
nasi goreng
berteman timun dan tomat
Ngeteh lagi

Jawab chat murid
yang setor tugas
sambil jawab komen
di instagram
Ngeteh lagi

Membuka kap mobil
kontrol mesin
bersihkan mesin
menghidupkan mesin

Cek semua lampu
kontrol tekanan ban
dengerin musik & berita
di radio
Ngeteh lagi

Diajak keluar
nganterin bokin
nengokin tukang
renovasi rumah lain
Ngeteh lagi

Jalanan sepi
hampir ga pernah ngerem
antrian di lampu merah
pendek-pendek aja
Jakarta yang tak biasa

Di mobil
ngeteh lagi
teh tawar
panaaaaaas

Lockdown di Negeri Paman Besut

Screen Shot 2020-03-21 at 9.40.07 PM

Pemimpin Negeri Paman Besut melihat wabah Covid-19 semakin menggila, warga negeri itu hampir 500 orang terjangkit virus yang meninggal hampir 40 orang.

Tak ingin makin banyak warganya sakit dan meninggal dunia, pemimpin negeri mengeluarkan instruksi mengunci negeri tidak membolehkan penduduk ke luar negeri dan orang asing memasuki negeri paman besut selama tiga minggu.

Penduduk dibatasi perpindahan, rakyat harus tinggal di rumah dilarang ke luar rumah kecuali untuk keperluan berobat dan membeli logistik. Rakyat yang berada di luar rumah untuk keperluan lain harus dihukum membayar denda yang besar atau dipenjara.

Tentara dan Polisi patroli di pemukiman, menjaga perbatasan kota dan propinsi. Dapur-dapur umum dibangun seperti saat bencana banjir atau gempa bumi, rakyat yang membutuhkan makanan boleh ke dapur umum untuk mengambil makanan.

Sekolah diliburkan, murid-murid belajar di rumah, guru-guru memberikan pelajaran secara daring dari rumah, tak ada guru yang piket di sekolah. Sekolah hanya dijaga satpam. Pengurus Rukun Tetangga (RT) mengamankan wilayahnya dan membantu orang-orang tua dan orang tak mampu memperoleh makanan dan obat jika sakit.

Gubernur ibukota negeri paman besut harus bekerja dari rumah karena ternyata diketahui hasil pemeriksaan labnya positif Covid-19. Beberapa menteri negeri paman besut harus dikarantina di rumah sakit, hingga presiden negeri itu harus dikarantina di salah satu istananya yang berada di luar ibukota.

Jalan-jalan seluruh negeri sepi, ibukota seperti kota mati, desa-desa seperti desa mati yang tak berpenghuni, karena penduduk tak berani keluar rumah, kabar orang-orang yang dihukum denda atau dipenjara sudah membuktikan bahwa negeri itu serius mengunci diri selama tiga minggu.

Jalan raya negeri terlihat sangat lengang, hanya kendaraan tentara, polisi, dokter, paramedis yang bergerak melaksanakan tugas mengunci negeri dan merawat pasien di rumah sakit.

Selamat pagi pembaca, semoga anda dan keluarga dalam sehat selalu.

Sisibukan di Rumah Nikmati Karantina Mandiri

Jumat, 20 Maret 2020.
Setelah subuh, saya diminta yang terkasih mengantarkannya ke pasar Cipinang Muara Jakarta Timur, agar masih sepi sehingga tak jumpa banyak orang. Saya menunggu di depan pasar sambil memanaskan mesin si merah yang jarang mendapat kesempatan berpanas-panas, supaya batere selalu terisi dan tak sering minta ganti yang baru.

lonsay

Tiba di rumah kami menikmati ketupat sayur padang langganan kami yang selalu sudah buka sejak sebelum subuh, berlangganan sejak tahun 1994, kini dikelola oleh generasi kedua, rasanya sangat padang, kaldu, daging dan tetelan menambah kelezatannya, ditemani bakwan dan kerupuk merah.

Bertiga kami menikmati ketupat sayur yang berlanjut dengan nasi plus sayur santan nangka dan pakis ala padang sambil membicarakan situasi terkini berkaitan dengan pandemi virus corona.

Siang saya mulai membuka notebook untuk membersihkan arsip digital sambil menata arsip-arsip penting, ternyata ketika akan memindahkan arsip ke hardisk eksternal sudah penuh, dua harddisk eksternal berkapasitas satu terra dan setengahnya sudah tak cukup menampung arsip baru dari notebook, sementara niatnya mau ke ambas cari harddisk baru yang lebih besar kapasitasnya saya batalkan, nanti aja deh jika keadaan sudah memungkinkan, eh … jadi niat COD aja, yang berapa terra kah sebaiknya?

Untuk mengurangi arsip di eksternal harddisk, saya mengunggah foto-foto ke fanpage facebook saya, kemudian menghapusnya. Ratusan foto dari tahun 2011 dan 2012 sudah saya unggah di sini.

Di sela-sela karantina mandiri, saya menjawab pertanyaan murid-murid saya tentang pelajaran melalui pesan di instagram, online learning gitu … ceritanya, kalo kamu? Semoga pembaca dan keluarga dalam kondisi sehat selalu, dan negeri ini mampu mengatasi pandemi seepat mungkin.

Saya sisibukan aja di rumah, kalo kamu?

SMS BNPB, Pertanda Bakal Lockdown di Negeri +62?

“Saya senang dapat blast SMS dari BNPB, apakah ini pertanda situasi pandemi corona semakin parah di negeri ini? atau sebuah pertanda akan diambil keputusan lockdown?”

tangkapan layar instagram @dwitagama

Pandemi corona sudah menyambangi negeri ini, sekolah sudah meliburkan murid-muridnya selama 2 minggu, mereka diminta melakukan belajar jarak jauh, dari rumah, sementara bapak ibu gurunya masih harus masuk ke sekolah mentransfer pembelajaran secara online. Permintaan presiden, meneteri aparatur negara dan gubernur agar rakyat negeri, khususnya aparatur sipil negara meakukan kerja di rumah, tidak ke luar rumah, dan bepergian ke tempat umum, mencegah interaksi dengan banyak orang, melakukan ‘social distancing measure’.

Malaysia sudah memberlakukan lockdown selama dua minggu ke depan mulai kemarin 160320. Jakarta mungkin masih mengikuti instruksi presidennya yang tak melakukan lockdown, tetapi tak mengikuti instruksi presidennya agar aparatur sipil negara bekerja di rumah, guru-guru masih harus masuk ke sekolah. Di Jakarta terdapat delepan puluh ribu lebih guru SD hingga SLTA, mereka berkumpul di ruang guru, bahkan tak sedikit sekolah yang pada hari Senin 160320 dikumpulkan oleh kepala sekolah di ruang rapat membahas situasi terkini, istilahnya rapat koordinasi. Ada yang bekerja bakti membersihkan sekolah, ada yang berolah raga, bermain basket, futsal, volley, sepeda, dsb.

Lockdown tak jadi keputusan negeri ini karena mungkin khawatir rakyatnya panik dan berujung rusuh, apalagi gonjang-ganjing pilkada, pilpres yang walau sudah lama berlangsung, kesengitannya masih terus terasa hingga kini.

tangkapan layar https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/guru/1/010000

Mengikuti negeri jiran seharusnya negeri ini berani melakukan lockdown dan melarang warga negara kita ke luar negeri atau warga negara asing dilarang masuk ke negeri ini. Saat ini pemerintah hanya memberi anjuran untuk bekerja dari rumah tetapi masih mengharuskan aparatus sipil negara masuk kerja, ambigu …. menurut kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (6)

Berapa lama virus bertahan di permukaan?
Tidak pasti berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 bertahan di permukaan, tetapi tampaknya berperilaku seperti virus corona lainnya. Studi menunjukkan bahwa coronavirus (termasuk informasi awal tentang virus COVID-19) dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Ini dapat bervariasi di bawah kondisi yang berbeda (mis. Jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda berpikir suatu permukaan dapat terinfeksi, bersihkan dengan desinfektan sederhana untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda sendiri dan orang lain. Bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Apakah aman menerima paket dari area mana pun yang melaporkan COVID-19?
Iya. Kemungkinan orang yang terinfeksi mengkontaminasi barang-barang komersial rendah dan risiko tertular virus yang menyebabkan COVID-19 dari paket yang telah dipindahkan, bepergian, dan terkena berbagai kondisi dan suhu juga rendah.

Adakah yang harus saya lakukan lainnya?
Langkah-langkah berikut ini TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya:

  • Merokok
  • Mengenakan banyak masker
  • Mengambil antibiotik

(Lihat pertanyaan-pertanyaan sebelum ini “Apakah ada obat terapi yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?”)
Dalam kasus apa pun, jika Anda demam, batuk, dan sulit bernapas, cari perawatan medis sejak dini untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan pastikan untuk membagikan riwayat perjalanan Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

 

Sumber: Website WHO


Ini cara anak muda penggemar dance dari Vietnam merespon wabah corona, kalo kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (5)

Bagaimana cara memakai, menggunakan, melepas dan membuang masker?

  1. Ingat, masker hanya boleh digunakan oleh petugas kesehatan, perawat, dan individu dengan gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.
  2. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan dengan sabun atau air berbasis alkohol
  3. Ambil masker dan periksa apakah ada air mata atau lubang.
  4. Orientasikan sisi mana yang merupakan sisi atas (tempat strip logam berada).
  5. Pastikan sisi masker yang tepat menghadap ke luar (sisi berwarna).
  6. Tempatkan masker ke wajah Anda. Jepit strip logam atau tepi kaku masker sehingga membentuk hidung Anda.
  7. Tarik ke bawah masker sehingga menutupi mulut dan dagu Anda.
  8. Setelah digunakan, lepas masker; lepaskan loop elastis dari belakang telinga sambil menjaga masker dari wajah dan pakaian Anda, untuk menghindari menyentuh permukaan masker yang berpotensi terkontaminasi.
  9. Buang masker di tempat sampah segera setelah digunakan.
  10. Lakukan kebersihan tangan setelah menyentuh atau membuang masker – Gunakan gosok tangan berbasis alkohol atau, jika terlihat kotor, cuci tangan Anda dengan sabun dan air.

Berapa lama masa inkubasi COVID-19?

“Masa inkubasi” berarti waktu antara menangkap virus dan mulai memiliki gejala penyakit. Sebagian besar perkiraan masa inkubasi untuk COVID-19 berkisar antara 1-14 hari, paling umum sekitar lima hari. Perkiraan ini akan diperbarui saat lebih banyak data tersedia.

 

Bisakah manusia terinfeksi COVID-19 dari sumber hewan?
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum pada hewan. Kadang-kadang, orang terinfeksi virus ini yang kemudian dapat menyebar ke orang lain. Misalnya, SARS-CoV dikaitkan dengan kucing luwak dan MERS-CoV ditularkan oleh unta dromedaris. Sumber COVID-19 pada hewan yang mungkin belum dikonfirmasi.

Untuk melindungi diri Anda, seperti ketika mengunjungi pasar hewan hidup, hindari kontak langsung dengan hewan dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan. Pastikan praktik keamanan pangan yang baik setiap saat. Tangani daging mentah, susu, atau organ hewani dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi makanan mentah dan menghindari konsumsi produk hewani mentah atau kurang matang.

Bisakah saya menangkap COVID-19 dari hewan peliharaan saya?
Meskipun ada satu contoh anjing yang terinfeksi di Hong Kong, sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa seekor anjing, kucing atau hewan peliharaan apa pun dapat menularkan COVID-19. COVID-19 terutama menyebar melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Untuk melindungi diri Anda, bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh.

WHO terus memantau penelitian terbaru tentang ini dan topik COVID-19 lainnya dan akan memperbarui saat temuan baru tersedia.

Sumber: website WHO

 

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (4)

Siapa yang berisiko terserang penyakit parah?

Sementara kita masih belajar tentang bagaimana COVID-2019 mempengaruhi orang, orang tua dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) tampaknya mengembangkan penyakit serius lebih sering daripada orang lain.

Apakah ada vaksin, obat atau perawatan untuk COVID-19?

Belum. Hingga saat ini, tidak ada vaksin dan tidak ada obat antivirus khusus untuk mencegah atau mengobati COVID-2019. Namun, mereka yang terkena harus mendapatkan perawatan untuk meredakan gejala. Orang dengan penyakit serius harus dirawat di rumah sakit. Sebagian besar pasien pulih berkat perawatan suportif.

Kemungkinan vaksin dan beberapa perawatan obat tertentu sedang diselidiki. Mereka sedang diuji melalui uji klinis. WHO sedang mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobati COVID-19.

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan, menutupi batuk dengan tikungan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin. (Lihat Tindakan perlindungan dasar terhadap coronavirus baru).

Apakah COVID-19 sama dengan SARS?

Tidak. Virus yang menyebabkan COVID-19 dan yang menyebabkan berjangkitnya Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada tahun 2003 terkait satu sama lain secara genetik, tetapi penyakit yang mereka sebabkan sangat berbeda.

SARS lebih mematikan tetapi jauh lebih tidak menular daripada COVID-19. Tidak ada wabah SARS di mana pun di dunia sejak tahun 2003.

Haruskah saya memakai topeng untuk melindungi diri saya sendiri?

Gunakan hanya masker jika Anda sakit dengan gejala COVID-19 (terutama batuk) atau merawat seseorang yang mungkin menderita COVID-19. Masker wajah sekali pakai hanya bisa digunakan sekali. Jika Anda tidak sakit atau merawat seseorang yang sakit maka Anda membuang-buang topeng. Ada kekurangan masker di seluruh dunia, jadi WHO mendesak orang untuk menggunakan masker dengan bijak.

WHO menyarankan penggunaan masker medis secara rasional untuk menghindari pemborosan sumber daya berharga yang tidak perlu dan penyalahgunaan masker (lihat Nasihat tentang penggunaan masker).

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan sering membersihkan tangan, menutupi batuk dengan tikungan siku atau tisu dan menjaga jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dari orang yang batuk atau bersin. . Lihat langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru untuk informasi lebih lanjut.


Corona boleh dijauhi, masyarakat diberi edukasi tentang cara pencegahan terjangkit wabah corona, salah satu caranya dengan musik country seperti pada video di atas, kreatif yaa ….

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (3)

Haruskah saya khawatir tentang COVID-19?

Penyakit akibat infeksi COVID-19 umumnya ringan, terutama untuk anak-anak dan dewasa muda. Namun, itu dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar 1 dari setiap 5 orang yang tertular membutuhkan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu sangat normal bagi orang untuk khawatir tentang bagaimana wabah COVID-19 akan mempengaruhi mereka dan orang yang mereka cintai.

Kita dapat menyalurkan keprihatinan kita ke dalam tindakan untuk melindungi diri kita sendiri, orang-orang yang kita cintai dan komunitas kita. Yang pertama dan terutama di antara tindakan-tindakan ini adalah mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh serta kebersihan pernapasan yang baik. Kedua, tetap terinformasi dan ikuti saran dari otoritas kesehatan setempat termasuk pembatasan yang diberlakukan pada perjalanan, pergerakan dan pertemuan.

Pelajari lebih lanjut tentang cara melindungi diri Anda di https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public

Siapa yang berisiko terserang penyakit parah?

Sementara kita masih belajar tentang bagaimana COVID-2019 mempengaruhi orang, orang tua dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) tampaknya mengembangkan penyakit serius lebih sering daripada orang lain.

Apakah antibiotik efektif dalam mencegah atau mengobati COVID-19?

Tidak. Antibiotik tidak bekerja melawan virus, mereka hanya bekerja pada infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus, jadi antibiotik tidak berfungsi. Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan COVID-19. Mereka hanya boleh digunakan seperti yang diarahkan oleh dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

 

Adakah obat atau terapi yang dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19?

Sementara beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala COVID-19, tidak ada bukti bahwa obat saat ini dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit. WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Namun, ada beberapa uji klinis yang sedang berlangsung yang mencakup obat-obatan barat dan tradisional. WHO akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah temuan klinis tersedia.

Sumber: website WHO


Bagaimana cara mencuci tangan yang benar sambil bernyanyi? Silahkan ikuti video di atas yang bisa membuat anda bersih, terhindar dari corona dan gembira perasaanya, happy deh.

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (2)

Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran penyakit?

Langkah-langkah perlindungan untuk semua orang.
Tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda. Banyak negara di dunia telah melihat kasus COVID-19 dan beberapa telah melihat wabah. Pihak berwenang di Cina dan beberapa negara lain telah berhasil memperlambat atau menghentikan wabah mereka. Namun, situasinya tidak dapat diprediksi jadi periksa secara teratur untuk berita terbaru.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan COVID-19 dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

  • Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.
    Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.
  • Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.
    Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
    Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.
  • Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.
    Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.
  • Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.
    Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.
  • Ikuti perkembangan hotspot COVID-19 terbaru (kota atau area lokal di mana COVID-19 menyebar luas). Jika memungkinkan, hindari bepergian ke tempat-tempat – terutama jika Anda adalah orang yang lebih tua atau menderita diabetes, penyakit jantung atau paru-paru.
    Mengapa? Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk menangkap COVID-19 di salah satu area ini.

Langkah-langkah perlindungan untuk orang-orang yang berada dalam atau baru-baru ini mengunjungi (14 hari terakhir) area di mana COVID-19 menyebar.
Ikuti panduan yang diuraikan di atas (Langkah-langkah perlindungan untuk semua orang)

  • Isolasi diri dengan tinggal di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala, demam ringan (37,3 C atau lebih) dan sedikit hidung berair, sampai Anda pulih. Jika penting bagi Anda untuk meminta seseorang membawakan Anda persediaan atau keluar, mis. untuk membeli makanan, maka kenakan masker untuk menghindari menulari orang lain.
    Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain dan kunjungan ke fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini untuk beroperasi secara lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya.
  • Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya. Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong.
    Mengapa? Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus lainnya.

Seberapa besar kemungkinan saya terkena COVID-19?

Risikonya tergantung pada di mana Anda berada – dan lebih khusus lagi, apakah ada wabah COVID-19 yang terjadi di sana.

Bagi kebanyakan orang di sebagian besar lokasi, risiko penangkapan COVID-19 masih rendah. Namun, sekarang ada tempat di seluruh dunia (kota atau daerah) di mana penyakit ini menyebar. Bagi orang yang tinggal di, atau mengunjungi, daerah-daerah ini risiko terkena COVID-19 lebih tinggi. Pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus baru COVID-19 teridentifikasi. Pastikan untuk mematuhi batasan lokal tentang perjalanan, pergerakan atau pertemuan besar. Bekerja sama dengan upaya pengendalian penyakit akan mengurangi risiko Anda terkena atau menyebar COVID-19.

Wabah COVID-19 dapat diatasi dan transmisi dihentikan, seperti yang telah ditunjukkan di Cina dan beberapa negara lain. Sayangnya, wabah baru dapat muncul dengan cepat. Penting untuk mengetahui situasi di mana Anda berada atau berniat untuk pergi. WHO menerbitkan pembaruan harian tentang situasi COVID-19 di seluruh dunia.

Anda dapat melihat info lengkapnya di https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/

Sumber: website WHO


Video pemusik rock penggemar The Rolling Stones, merespon pandemi virus corona, kalo kamu?

WHO: Tanya Jawab Virus Corona COVID-19 (1)

Apa itu coronavirus?
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus COVID-19.

Apa itu COVID-19?
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019.

Apa saja gejala COVID-19?
Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi tidak mengembangkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis yang mendasarinya seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mencari perhatian medis.

Bagaimana COVID-19 menyebar?
Orang dapat menangkap COVID-19 dari orang lain yang memiliki virus. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 batuk atau buang napas. Tetesan ini mendarat pada benda dan permukaan di sekitar orang tersebut. Orang lain kemudian menangkap COVID-19 dengan menyentuh benda atau permukaan ini, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Orang-orang juga dapat menangkap COVID-19 jika mereka menghirup tetesan dari seseorang dengan COVID-19 yang batuk atau mengeluarkan tetesan. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tinggal lebih dari 1 meter (3 kaki) dari orang yang sakit.

WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara-cara COVID-19 tersebar dan akan terus berbagi temuan yang diperbarui.

Bisakah virus yang menyebabkan COVID-19 ditularkan melalui udara?
Studi hingga saat ini menunjukkan bahwa virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditularkan melalui kontak dengan tetesan pernapasan daripada melalui udara. Lihat jawaban sebelumnya pada “Bagaimana COVID-19 menyebar?”

Bisakah CoVID-19 ditangkap dari orang yang tidak memiliki gejala?
Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui tetesan pernapasan yang dikeluarkan oleh seseorang yang batuk. Risiko terkena COVID-19 dari seseorang tanpa gejala sama sekali sangat rendah. Namun, banyak orang dengan COVID-19 hanya mengalami gejala ringan. Ini terutama benar pada tahap awal penyakit. Karena itu dimungkinkan untuk menangkap COVID-19 dari seseorang yang, misalnya, hanya batuk ringan dan tidak merasa sakit. WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung pada periode transmisi COVID-19 dan akan terus berbagi temuan terbaru.

Bisakah saya mengetahui COVID-19 dari kotoran atau tinja seseorang yang menderita penyakit ini?
Risiko menangkap COVID-19 dari kotoran orang yang terinfeksi tampaknya rendah. Sementara penyelidikan awal menunjukkan virus mungkin ada dalam tinja dalam beberapa kasus, penyebaran melalui rute ini bukan fitur utama dari wabah. WHO sedang menilai penelitian yang sedang berlangsung tentang cara COVID-19 menyebar dan akan terus berbagi temuan baru. Karena ini adalah risiko, bagaimanapun, itu adalah alasan lain untuk membersihkan tangan secara teratur, setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.


Video di atas adalah salah satu cara warga Italy yang sedang terlanda COVID-19, pemerintahnya menetapkan kebijakan “lock down”, warga harus tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting, mereka bernyanyi dan memainkan alat musik untuk mengusir rasa bosannya.

Kapan dan bagaimana cara menggunakan masker – Saran pencegahan penyakit Coronavirus (COVID-19) untuk publik

Screen Shot 2020-03-16 at 9.42.33 AM

Kapan harus menggunakan masker?

Jika Anda sehat, Anda hanya perlu memakai masker jika Anda merawat orang yang diduga terinfeksi 2019-nCoV, artinya masker penting untuk dokter dan paramedis.

Kenakan masker jika Anda batuk atau bersin.

Masker hanya efektif bila digunakan bersama dengan pembersih tangan yang sering dilakukan dengan alkohol atau sabun dan air.

Jika Anda mengenakan masker, maka Anda harus tahu cara menggunakannya dan membuangnya dengan benar.

Cara memakai, menggunakan, melepas dan membuang masker:

  • Sebelum mengenakan masker, bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun dan air.
  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker dan pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker Anda.
  • Hindari menyentuh masker saat menggunakannya; jika Anda melakukannya, bersihkan tangan Anda dengan alkohol atau sabun dan air.
  • Ganti masker dengan yang baru segera setelah lembab dan jangan gunakan kembali masker sekali pakai.
  • Untuk melepas masker: lepaskan dari belakang (jangan menyentuh bagian depan topeng); segera buang di tempat sampah tertutup; bersihkan tangan dengan sabun atau air berbasis alkohol.

Sumber: website WHO

Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru COVID-19

Tetap mengetahui informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda. COVID-19 masih mempengaruhi sebagian besar orang di Cina dengan beberapa wabah di negara lain. Kebanyakan orang yang terinfeksi mengalami penyakit ringan dan sembuh, tetapi bisa lebih parah bagi orang lain. Jaga kesehatan Anda dan lindungi orang lain dengan melakukan hal berikut:

Cuci tangan Anda sesering mungkin
Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

Pertahankan jarak sosial
Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.

Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita batuk.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.

Lakukan kebersihan pernafasan
Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.

Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.

Jika Anda mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, cari perawatan medis sejak dini
Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.

Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Terus update informasi dan ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda.
Tetap terinformasi tentang perkembangan terbaru tentang COVID-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda, otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda atau majikan Anda tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19.

Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang apakah COVID-19 menyebar di daerah Anda. Mereka ditempatkan paling baik untuk memberi nasihat tentang apa yang harus dilakukan orang di daerah Anda untuk melindungi diri mereka sendiri.

Langkah-langkah perlindungan untuk orang-orang yang berada dalam atau baru-baru ini mengunjungi (14 hari terakhir) area di mana COVID-19 menyebar
Ikuti panduan yang diuraikan di atas.
Tetap di rumah jika Anda mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala dan hidung meler, sampai Anda pulih. Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain dan kunjungan ke fasilitas medis akan memungkinkan fasilitas ini untuk beroperasi secara lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya.
Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya. Hubungi sebelumnya dan beri tahu penyedia Anda tentang perjalanan atau kontak terbaru dengan pelancong. Mengapa? Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan membantu mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 dan virus lainnya.

Sumber: website WHO

Apa itu virus Corona (COVID-19)

Screen Shot 2020-03-16 at 8.33.36 AM

Selamat pagi pengunjung setia blog saya, mulai posting ini saya akan share banyak hal tentang COVID-19, posting pertama mengungkap apa itu virus Corona (COVID-19):

Coronaviruses (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV).

Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia.

Virus corona adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia.

Tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi termasuk mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Sumber: website WHO

SMKN 50 Jakarta Menjalankan Protokol Penanganan COVID-19

Screen Shot 2020-03-12 at 12.55.55 PM

Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

Info protokol di institusi pendidikan selengkapnya disini.

PENANGANAN COVID-19 (VIRUS CORONA) – PROTOKOL AREA INSTITUSI PENDIDIKAN

Screen Shot 2020-03-11 at 7.38.31 AM
Ilustrasi: pixabay.com

1. Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi COVID-19.

2. Menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

3. Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

4. Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah, Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/ batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri.

5. Memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/ batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain.

6. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). (dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan).

7. Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

8. Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu. (dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan).

9. Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga pendidikan yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

10.Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang.

11.Menghimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit.

12.Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb).

13.Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).

14. Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan.

15.Warga sekolah dan keluarga yang berpergian ke negara dengan transmisi lokal Covid-19 dan mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area sekolah.

(Informasi daftar negara dengan transmisi lokal COVID-19 dapat diakses di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ )