Tag Archives: e learning

Bercermin Pada Instagram, Trik Home Learning

Tangkapan layar Kompasiana

Mengamati instagram beberapa hari terakhir ada berbagai challenge atan tantangan seperti “until tomorrow challenge”, “bingo challenge” dan berbagai tantangan sebelumnya. Hebatnya, banyak sekali pengguna instagram yang secara sukarela mengikuti tantangan itu dan mengunggah foto sesuai tema tantangan yang diberikan. Pada tantangan untul tomorrow, pengguna instagram yang memberikan lika atau suka bersimbol hati, akan mendapatkan pesen melalui direct message bahwa yang bersangkutan harus memposting foto dengan tema itu dan menghapusnya setelah 24 jam.

Saya tak tahu tentang itu, tetapi saya berusaha membalas teman yang memberi hati kepada foto saya dengan memberi hati kepada foto-foto mereka, termasuk memberi like foto bertema tantangan itu, anehnya tak ada yang memberi pesan kepada sya untuk ikut memposting foto dengan tantangan yang sama, dan hingga kini saya tak pernah ikuti tantangan itu, bisa dicek di instagram saya.

Berdasarkan pengamatan tren di instagram, saya mencoba menerapkan konsep tantangan dalam rangka proses belajar di rumah saat libur yang tak biasa saat ini, murid-murid saya sudah mengerjakan soal-soal latihan, menyetorkan fotonya melalui google drive, selanjutnya mengerjakan soal post tes melalui google drive, selanjutnya saya memberi kesempatan beristirahat dengan memberi tantangan yang diharapkan bisa memberi efek self healing buat masing-masing ditengah gempuran berita-berita darurat, hoax tentang mahluk yang tak terlihat, ratusan kematian hingga ribuan kematian sedunia, yang bisa berdampak negatif terhadap kondisi psikologi murid.

Sebelum saya memberi tugas materi yang baru, saya memberikan  “Self Healing Challenge” kepada enam kelas murid saya sekitar 300 orang untuk mencari kebaikan dan mengabaarkan kebaikan di sekitarnya, detail tantangannya bisa disimak disini.

Tantangan yang saya berikan berbuah nilai yang bakal menjadi pengisi raport sekolah mereka, hal ini membuat mereka semangat belajar mandiri, saling tenya denan temannya, bahkan ada yang tak sampai 24 jam sudah posting tulisan di kompasiana, karena ternyata murid itu sudah punya akun di kompasiana sejak setahun yang lalu, foto di atas itu adalah satu posting menjawab “Self Healing Challenge”, posting lainnya bisa anda simak disini. 

Harapan saya saat mereka dewasa santi sudah punya skill menulis laporan bekerja, menulis skripsi jika kuliah, atau bisa jadi diantara mereka ada yang menjadi jurnalis, doa yang terbaik buat kalian semua. Good job guys, love u much.

“Mengembangkan E-learning di Sekolah” – Artikel tahun 2008 Hits lagi tahun 2020

Screen Shot 2020-03-24 at 6.38.30 PM

Flashback ke tahun 2008, saat itu saya menemani guru-guru SMKN 3 Jakarta memanfaatkan ICT untuk pembelajaran, istilah sederhananya mah saya mendorong guru untuk lebih canggih, tak ketinggalan zaman di era teknologi.

Zaman itu belum ada istilah industri 4.0, instagram belum hits (kayanya belum dilaunching deh), waktu itu blog mulai hits di Indonesia, kami bergairah posting kegiatan pembelajaran di masing-masing blog guru.

Ternyata saya pernah memposting proposal hasil karya teman-teman ketika merancang beberapa kegiatan mengembangkan e-learning, saya posting tahun 2008 di blog ini.

Mengejutkan sekali, ternyata setelah 12 tahun banyak sekli diminati pembaca blog saya, ini statistiknya.

Screen Shot 2020-03-24 at 6.37.43 PM

Tahun 2019 telah dibaca hampir 900 kali, mungkin banyak sekolah di negeri ini sedang mengembangkan pembelajaran e-learning di sekolah, dan tahun ini barangkali gegara pandemi covid-19 guru-guru harus memberikan pembelajaran dari rumah, banyak yang searching dan menemukan posting saya.

Alhamdulillah, terima kasih buat anda yang berkenan menyimak posting saya … semoga bermanfaat, jika ada topik yang anda perlukan dan perlu saya bahas di blog ini, silahkan tuliskan di komentar (gaya youtuber memancing konten yang diminati subscribernya … hahaha), semoga anda keluarga dalam sehat selalu.

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?

Setelah tayang di YOUTUBE pelajar akan bangga dan terus terkenang bertahun-tahun … Yuuu kabarkan setiap kebaikan walau satu menit, happy deh

20120714-053140.jpg
Bahwa mendapat kerja di dunia nyata kini lewat dunia maya … Guru-guru sebaiknya membiasakan siswa berinteraksi dengan teknologi informasi hasilkan banyak hal yang beemanfaat … Untuk apa misalnya?

Tugas sekolah kini tak perlu di print … Tayangkan saja blog, ….. foto2 laporan legiatan juga tak perlu di print, publikasikan di facebook, blog dan tag saja ke facebook atay twitter guru … Slide tak perlu di print … Taro aja di slideshare lalu link nya ditaro di email, facebook atau twitter gurunya …

Mau lihat anak bergembira dan bangga berkepanjangan?
Tugaskan mereka masing2 membuat video sepanjang dua menit sesuai kompetensi yang anda ajarkan di kelas … Lalu tugaskan posting di YOUTUBE, pasang videonya di blog, facebook, atau twitter dilaporkan ke facebook atau twitter gurunya … Siswa bakal sibuk berhari-hari untuk membuat video dua menit … Setelah tayang di YOUTUBE pelajar akan bangga dan terus terkenang bertahun-tahun … Yuuu kabarkan setiap kebaikan walau satu menit, happy deh

Ibu Bapak Guru kami pandai TIK

BAGAIMANA JAKARTA?

Beberapa hari lalu saya baca info peresmian e-learning di Sekolah Dasar dan SMP di Jogjakarta pada media massa yang terbit di seluruh Indonesia.

Dikeseharian pada SLTA di Jakarta saya amati masih amat sangat jauh penerapan e-learning, apalagi di SD & SMP di Ibukota Negara, kota Megapolitan, jadi malu deh saya sebagai guru di Jakarta. Boro-boro e-learning … gunakan office saja masih gaptek.

Rupanya kerisauan Saya di atas nampaknya terbukti, dari jumpa saya siang ini dengan kakak kelas di kampus yang puluhan tahun mengajar SMP Negeri di Jakarta.

Beliau mengeluhkan beberapa kepala sekolahnya yang enggan kembangkan Teknologi Informasi di sekolah yg dipimpinnya.

Saya menyadari betapa rendah penguasaan skill TIK guru SD & SMP dan mencoba membantu dengan memberi training cuma-cuma buat mereka, agar guru Jakarta bisa bangga diri dan layak dibilang profesional. Sementara ini saya ditemani tim TI SMKN 36 Jakarta baru menggapai SD dan SMP sekitar Cilincing Jakarta Utara, silahkan simak reportasenya disana pada blog saya lainnya http://trainerkita.wordpress.com.

TRAINING DI SDN KALIBARU 03 CILINCING JKT UTARA

DI SDN KALIBARU 05 - 08 CILINCING JKT UTARA

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.

E-Learning VS Kepala Sekolah berambut putih

Saat sarapan pagi pada kegiatan yang dihadiri oleh banyak kepala sekolah, pada sebuah meja duduk empat kepala sekolah berbagai usia, dari yang empat puluhan hingga enam puluhan, beberapa diantara mereka sudah berambut putih semua.

Topik bincang pagi itu adalah bagaimana mendorong guru-guru di sekolah agar mengelola proses belajar dengan serius; aneka cara dipaparkan oleh masing-masing orang. Inti dari adalah bahwa kehadiran guru di kelas sangat mutlak sejak awal proses belajar hingga pemberian nilai akhir harus diberikan oleh guru.

Penerapan e-learning, bisa membuat proses belajar tak selalu butuhkan tatap muka … Guru lebih berperan sebagai perencana, fasilitator, yang berusaha menarik minat dan kesungguhan peserta didik untuk bisa belajar menyelesaikan masalahnya sendiri … bahkan pada proses pengambilan nilaipun dilakukan beradasrkan sistem atau kriteria yang telah ditentukan dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk diwakili oleh alat atau teknologi yang memenuhi syarat.

Semboyan Ki Hajar Dewantoro:

Ing Ngarsa Sung Tuladha
(Di depan, seorang pendidik harus memberi tauladan)
Ing Madya Mangun Karsa
(Diantara murid, seorang pendidik bisa mendorong ide dan prakarsa)
Tut Wuri Handayani
(Dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan)

Menunjukkan bahwa guru tak selalu harus ada di depan ….

Selamat sore Guruku, masih sering bertengger di Meja kebesaran depan kelas, sementara peserta didik duduk diam sepanjang kegiatan belajar? …. yang seperti itu seharusnya ditinggalkan sejak lama.

Merespon kunjungan Bp Gatot HP, Direktur SEAMEO-SEAMOLEC

visioner

visioner

p dedi blog nya bagus dgn foto yg informatif, tolong semua guru di sekolah anda di motivasi punya blog seperti anda, klo bisa lebih baik dari anda..:) …salam buat semuanya

Demikian komentar Bp. Gatot HP Direktur SEAMEO-SEAMOLEC di blog Saya pada blogguru.net. Wah … suprise sekali, begini jawab Saya:

Siap Pak … proses ke arah sana sudah dan terus kami dilakukan … belasan guru SMK Negeri 3 Jakarta memiliki blog … memang belum semua guru punya blog … walau beberpa kali workshop telah kami lakukan, sarana berupa notebook telah difasilitasi …. rupanya budaya menulis masih jadi barang mahal … atau mungkin guru-guru tak biasa menulis … atau tak biasa munculkan kreatifitas, … memunculkan ide-ide kreatif dari diri sendiri amat jarang dilakukan karena kerja yang biasa selalu jalankan instruksi dari atasan atau birokrasi … atau guru-guru biasa seragam sehingga tak berani tampil beda, kalo sebagian besar guru tak punya blog, kenapa harus memiliki 🙂 … walau hanya sekedar beda dalam lay out, warna, apalagi perbedaan pendapat … opini tabu, argumentasi diharamkan … tetapi Saya akan terus berjuang … karena hidup adalah perjuangan, menjadi lebih baik adalah sebuah kewajiban.

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar Bp. Gatot … Indonesia sangat membutuhkan Bapak

Selamat siang pembaca, apa kreasi Anda hari ini?

Sharring IT di SMK Negeri 30 Jakarta

kerja cerdas bukan kerja keras

kerja cerdas bukan kerja keras

Sharring masalah IT untuk optimalisasi pendidikan di SMK Negeri 30 Jakarta, Jumat 5 Desember 2008. Diikuti oleh staf inti dan pengelola IT di Sekolah Bertaraf Internasional yang berlokasi di Jl. Pakubuwono VI Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

 

Berdasarkan pengelaman sharring topik sejenis di beberapa Sekolah, umumnya mereka mengeluhkan tentang minimnya waktu dan keterbatasan dalam menulis.

Tentang minimnya waktu, mungkin teman-teman guru kurang bisa mendelegasikan wewenang atau mengorganisir kegiatan sehingga bisa mencapai hasil yang optimal dengan energi yang minimal. Umumnya mereka mengerjakan sendiri berbagai pekerjaannya. Saya jadi terkenang dulu … saat mengajar, Saya hampir selalu memiliki asisten yang membantu pekerjaan Saya; mengelola absen, koreksi, nilai (dengan menggunakan komputer), dan lainnya. Kontroversi memang … banyak teman yang menilai itu tak benar … Saya melihat sisi positifnya (berdasarkan pengalaman masa kecil Saya, ternyata Saya sering disuruh Guru mengerjakan “ini – itu”, dampaknya membuat Saya terlatih kerja yang baik dan serius). Asisten-asisten Saya kini hidup mandiri sebagai mekanik, guru, anggota KPU (dulu dia jadi Presiden BEM UNJ).

Tentang menulis, mungkin karena teman guru terbiasa menyampaikan laporan pada Kepala Sekolah secara lisandan jarang melakukan aktifitas secara tertulis … jadi barangkali kini saatnya dibiasakan laporan atau komunikasi lainnya dilakukan secara tertulis. Saat sharring Saya membagikan kertas kecil, lalu peserta menuliskan tentang apa saja yang terlintas di fikiranya, ternyata mereka bisa …

Selamat sore pembaca, apa yang Anda tulis hari ini?

belajar Green IT dari Onno W Purbo

dapat gelar pahlawan masa kini 2008

dapat gelar pahlawan masa kini 2008

Intinya;
– Matikan komputer dan alat yang tak digunakan
– Beralih ke LCP projektor, tinggalkan monitor CRT
– Gunakan notebook, hindari PC or desktop
– Gunakan printer satu bareng-bareng dengan jaringan
– Buang komputer dan printer melalui orang yang tahu cara pengolahan limbah
– Monior LCD atau CPU yang ramah lingkungan memang agak mahal, tapi jangka panjang hemat listrik dan kurangi pengeluaran rutin perbulan
– Lainnya, Saya tanya Pak Onno, Lenovo dan detik.com yang ada di Restoran Kembang Gula Jl. Sudirman, Selasa 02 Desember 2008

 

Selamat siang pembaca, monitor Anda sudah ramping?

Beri Ucapan Selamat pada Kang Onno Widodo Purbo

dunia mengakuinya

dunia mengakuinya

Sembilan tokoh dari berbagai bidang digelari pahlawan masa kini oleh Modernisator, sebuah kelompok profesional muda yang juga berkecimpung dalam berbagai bidang. Pemberian penghargaan gelar pahlawan masa kini tersebut diselenggarakan dalam acara Gala Dinner di Ballroom B dan C Hotel Shangrila, Jakarta, Senin malam.

“Kami bukan ingin menegasikan pahlawan nasional seperti Imam Bonjol dan lainnya. Namun, generasi masa kini juga ingin memiliki pahlawannya sendiri,” tutur Dino Pati Djalal, pendiri Modernisator bersama dengan kaum muda lainnya seperti pebisnis Sandiaga Uno dan ahli ekonomi Chatib Basri.

Menurut Dino, gelar pahlawan masa kini itu diberikan untuk mengapresiasi putra-putri terbaik Indonesia yang secara heroik memberi inspirasi dalam berkarya di bidang mereka masing-masing.
“Mereka yang terpilih dengan cara masing-masing telah memberi sumbangsih yang berbekas bagi bangsa dalam era kita,” ujar Dino, diplomat muda yang kini menjabat Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri itu. Ia menambahkan, kriteria penghargaan diberikan berdasarkan prestasi serta pengorbanan yang dilakukan oleh para tokoh yang terpilih sebagai pahlawan masa kini tersebut.

Penghargaan pahlawan masa kini diberikan kepada Onno Widodo Purbo, pakar Teknologi Informasi dari Institut Teknologi Bandung, serta Tri Mumpuni Wiyatno.
Tri Mumpuni bersama dengan suaminya, Iskandar Kuntoaji, dinilai berjasa menerangi lebih dari 60 desa pedalaman dengan membangun pembangkit listrik mini bertenaga air (mikrohidro).

Continue reading

Dinilai Juri e-Learning Award 2008 Pustekkom Depdiknas RI

Saya diapit Juri

Saya diapit Juri

Follow up posting Saya tentang Finalis e-Learning Award 2008 Pustekom Depdiknas RI, ternyata Saya dinilai oleh Ibu Betti Alisyahbana, mantan petinggi di IBM yang kini bisnis di bidang IT, hobi menyanyi dan banyak mengurus organisasi diantara Yayasan ITB dan praktisi IT dari detik.com Bp Abdul Rahman (maaf jika salah menulis nama).

Pertanyaannya sekitar penerapan e-learning bidang pendidikan, siapa yang berkunjung ke blog ini, berapa banyak, apa fokus isi tulisan Saya dan lainnya.

Saya ingin terapkan e-learning di SMK Negeri 3 Jakarta, untuk itu Saya merasa mutlak menerapkan e-learning pada diri sendiri. Oleh sebab itu Saya lakukan berbagai usaha dalam bentuk pelatihan, sharring ide, upload informasi, instruksi, arahan dan lainnya. Saya mendorong Saya untuk terus belajar secara mandiri dan menuliskan atau mendokumentasikan untuk konsumsi seluruh penduduk bumi. Banyak Guru-guru yang termotivasi dan mulai kecanduan e-learning, karena mereka berusaha memenuhi permintaan Saya untuk melaporkan kegiatan melalui blog mereka, konsultasikan konsep melalui email dan koordinasi melalui tele konferensi.

Berdasarkan komentar, terlihat bahwa pengunjung blog ini terdiri dari Guru, siswa, kepala sekolah dan lainnya. Sambil berkelakar, banyak teman Kepala Sekolah yang ungkapkan rutin berkunjung ke blog Saya.

Fokus tulisan di blog ini adalah “untuk Generasi yang Lebih Baik”, sesuai dengan lingkup kerja Saya di SMK, maka Saya menyiapkan generasi muda/i SMK yang siap memasuki dunia kerja, dengan membekali mereka kemampuan IT melalui interaksi e-learning. Guru-guru didorong untuk mengalami dan mumpuini dalam proses e-learning agar mereka jadi mahir dan mantap memfasilitasi proses belajar demgan peserta didik.

Terima kasih yang tak hingga untuk Bp Deni Triwardana, Bp Haji Bustamam Ismail, Ibu Masnur Tampubolon, Bp Kalis Tegoyono, Arun, Omen, Bp Sarwaono, Bp suparjo, Mba Dwi dan semua teman yang support Saya selama ini, jalan masih panjang … mari terus bersemangat, kita ini Guru profesional, tunjukkan bahwa kita memang layak terima tunjangan sertifikasi.

Alhamdulillah, satu babak dalam hidup Saya sudah dilalui … optimalkan detik yang Allah beri selalu jadi landasan kerja Saya … soal hasil, Saya siap Juara 1 … wow, semua juga mau 😀

Selamat siang Pembaca, Anda ikut kompetisi apa hari ini?

Note: terima kasih atas perkenan Bp, Ibu Juri untuk berfoto dengan Sasya dan staf Pustekkom yang membantu klik EOS Saya

Membiasakan Laporan Elektronik di SMK Negeri 3 Jakarta

Anda sering ditugaskan atasan
untuk hadir di suatu pertemuan atau sejenisnya?

Bagaimana cara Anda
melaporkan hasil pertemuan
pada yang tugaskan Anda?
“Saya langsung setelah kegiatan via SMS”, bagus
“Saya dengan menelepon setelah kegiatan”, bagus juga
“Saya bicara langsung keesokkan harinya”, maaf itu jadul (jaman dulu)
“Saya laporkan secara tertulis”, lebih bagus dari tiga jawaban di atas
“Saya laporkan melalui email”, lebih bagus dan lebih canggih dari empat jawaban terdahulu

Lalu, “Bagaimana sebaiknya?“, perhatikan budaya yang dibangun di SMK Negeri 3 Jakarta
Klik blog Bp. Haji Bustamam Ismail, beliau Guru Agama Islam cukup senior berusia lebih dari 50 th,
Klik blog Bp. Deni Triwardana, Guru KKPI dan Matematika,
Klik blog Bp Hary, Guru Adm Perkantoran, PNS pendatang baru dari Sambas Kalimantan
Klik blog Ibu Paryaningsih, Guru Adm Perkantoran
Klik blog Ibu Lilik Musyarofah, Guru Bahasa Indonesia yang Ketua MGMP Bahas Indonesia Jkt Pusat
Klik blog Ibu Masnur Tampubolon, Guru senior Bahasa Indonsia yang sedang kuliah S2, berusia tak jauh dari Bp Bustamam
Klik blog Bp Parjono, Guru Matematika yang ganteng
Klik blog Ibu Umi Umairoh, Ketua Jurusan Akuntansi

Dan masih beberapa blogger SMK Negeri 3 Jakarta, mereka melaporkan kegiatan yang diikuti melalui blog pribadinya, selain Saya yang membaca, …  penduduk seluruh dunia bisa ikut mengambil manfaat, tulisan Anda.

Selamat sore Pembaca, sudah laporan pada atsan Anda?

Sarankan setelah HOTSPOT

biasa dengan lambang itu?

biasa dengan lambang itu?

Sekolah atau lingkungan kerja Anda sudah punya Hotspot?, hebat seperti di banyak Mall, hotel-hotel dan bandara, kini eranya fasilitas itu menjadi standar, kerena kebutuhan komunikasi melalui web para pelanggan mall, tamu hotel, dan pebisnis yang traveling melalui bandara sangat memerlukan sasrana itu.

Coba tanya kepala sekolah atau direktur perusahaan Anda, untuk apa hotspot di lingkungan kerja Anda?.

“Sekarang kan zamannya hotspot, kita ga boleh ketinggalan dari sekolah lain”, Mungkin itu jawaban pimpinan Anda.

Perhatikan cara kerja pemimpin Anda, apakah selama ini selalu koordinasi melalui bicara, telepon atau terus berlanjut hingga SMS dan email … jika Anda sering diminta kirimkan pekerjaan melalui email, maka hotspot buat lembaga Anda sudah menjadi suatu kebutuhan bukan trend atau ikut-ikutan hingga tak mau kalah dari orang lain

Hotspot merupakan alat bantu, setelah itu Guru dan tenaga kependidikan harus terus didorong untuk mengoptimalkan alat bantu itu dengan memberi rangsangan melalui pembuatan bahan ajar berbasis ICT, lomba bahan ajar berbasis IT, kompetisi blog antar siswa, antar guru, antar kepala sekolah dan lain-lain.

Komunikasi dinas terkait dengan unsur dibawahnya, seperti antara Sudin dengan sekolah-sekolah harus didorong manfaatkan Hotspot tadi, saat ini kita sering harus rapat untuk sesuatu yang sesungguhnya bisa dikomunikasikan dan diselesaikan tanpa tatap muka dan arungi macet ibukota, masalah penghematan biaya dan pencemaran lingkungan jadi mengikuti. Sering staf kami harus menjemput selembar surat, sarana fax atau email tak dimanfaatkan.

Suatu kali ada undangan rapat Pk. 12.00, ternyata baru dimulai Pk. 13.30, itupun dibuka dengan makan siang lebih dulu, dan ternyata rapatnya hanya setengah jam … lebih lama waktu menunggu dibanding pembicaraannya … sementara bensin yang dihabiskan, biaya, polusi dan lainnya … mari kita manfaatkan hotspot dengan baik.

Image: tidwit.net

Selamat pagi Pembaca, sudah butuh hotspotkah Anda?

Persiapan E-learning; ICT untuk Guru dan Karyawan

Tulisan ini mengungkap bagaimana SMK Negeri 3 Jakarta mendekati e-learning dengan mempersiapkan guru dan tenaga kependidikan dalam punguasaan ICT. Sebuah pengalaman praktis yang semoga bermanfaat buat pengelola pendidikan negeri makmur ini.

Silahkan simak tulisan selengkapnya:

Pendidikan adalah suatu upaya yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup generasi penerus. Sebagai bagian dari sistem pendidikan menengah, Sekolah Menengah Kejuruan secara umum bertujuan untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik, agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia, agar dapat menerapkan dan memelihara hidup sehat, memiliki wawasan lingkungan, pengetahuan dan seni.

Continue reading

Berkantor di RUMAH

Hari ini tubuh Saya minta rest …
namun bekerja tetap jalan,
lewat telepon, fax dan online
dengan staf, dinas dan relasi lintas provinsi …
terima kasih teman-teman
yang telah bekerja serius untuk penduduk negeri.

Ke depan, pembelajaran dengan peserta didik
bisa dilakukan dimana saja, dengan atau tanpa tatap muka
segeralah bangkit bangsaku

E-Learning Proses

dwitagamael.jpgSMK Negeri 3 Jakarta terus berupaya untuk menerapkan sistem belajar yang berbasis IT, hari ini guru-guru melakukan workshop mengolah nilai … Lab Komputer KKPI penuh semangat saling berbagi ilmu … membimbing guru yang belum mampu … Pak Deni Triwardana menjadi penanggung jawab kegiatan ini … trm ksh teman-teman yang berkenan berfikir maju

E-Learning menurut ahlinya ROMI Satria wahono

Romi Satria Wahono Mas Romi, kami ingin membangun e-Learning untuk sekolah kami, tapi kami tidak punya dana untuk membeli peralatan teleconference. Apa saja sih prasyarat sehingga bisa disebut sekolah kami telah menerapkan e-Learning? Mohon pencerahannya ya mas. Thanks. (Taufik, Purwokerto) Berbarengan dengan booming e-Learning di sekolah dan kampus, banyak pertanyaan senada meskipun dengan narasi berbeda yang masuk ke mailbox atau YM saya tentang implementasi e-Learning. Intinya menanyakan seperti apa sih yang disebut e-Learning itu dan apa saja komponen yang harus dilengkapi untuk implementasi e-Learning.

Continue reading

E-learning with Eee PC

dwitagamaeeepc.jpgSejak awal tahun 2005 Saya mendorong pemanfaatan IT di SMK Negeri 3 Jakarta sebagai upaya perwujudan e-learning melalui berbagai cara diantaranya dengan membiasakan guru dan tata usaha berinteraksi dengan IT, diantaranya melalui transaksi file tanpa di print terlebih dahulu, info melalui email, pembuatan bahan ajar digital, pencarian bahan ajar di dunia maya, sosialisasi tentang Blog untuk pendidikan dan lain-lain …. berbagai workshop atau pelatihan sudah dan akan kami lakukan.

Continue reading