Blog Pendidik


Leave a comment

Mungkin Pengemis itu Peduli Masa Depan, kalo Generasi Micin?

Screen Shot 2017-11-14 at 11.25.57 AM

Membaca kabar di atas, seorang pengemis yang ditemui oleh petugas dinas sosial DKI Jakarta kedapatan membawa emas dan uang 23 juta rupiah, saya jadi terfikir tentang generasi micin yang gejalanya begini:

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat merokok, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut balap liar di jalan kampung, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut minum minuman keras oplosan, padahal dia sedang menempuh jalan cepat menuju kematian.

Merasa hebat, keren, cantik, dewasa, dsb saat posting foto tanpa busana, padahal dia sedang meminta orang lain menjauhinya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut tawuran di jalan, padahal dia sedang menggali kuburnya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat naik motor bertiga tak pakai helm ngebut di jalan, padahal dia sedang menjemput celaka & mati.

Merasa kaya, hebat, keren, dewasa, dsb saat naik motor edisi terbaru yang dibeli dengan kredit, padahal dia sedang memiskinkan diri.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat berganti mobil dengan cara kredit, padahal dia sedang diperas isi kantongnya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat mengenakan pakaian sobek-sobek, padahal dia sedang meniru orang miskin.

Merasa kaya hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat memaksakan diri mengkredit motor, padahal dia tak dipedulikan pemerintahnya yang tak mampu sediakan angkutan umum yang baik.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat ikut nongkrong, begadang tak tidur malam hari, padahal dia sedang membunuh dirinya sendiri.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat membiarkan rambutnya tak diurus, padahal dia sedang mengundang ketombe dan menjelekkan dirinya.

Merasa kaya, hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan mie instant pedas tingkat dewa, padahal dia sedang  merusak lambungnya.

Merasa hebat, keren, jantan, dewasa, dsb saat makan daging yang lezat, padahal itu cuma air yang diberi kaldu dan micin perusak otak dan tubuh.

Generasi micin masih banyak di sekitar kita dan mungkin akan terus tumbuh makin banyak, karena orang tua mengalami kesulitan mendidik anak dan tak setia pada keluarga, kebiasaan memasak yang keliru dan makan makanan yang dibumbui micin, semoga bakal ada pendidikan untuk calon orang tua supaya generasi micin makin sedikit.

Advertisements


6 Comments

Generasi micin

Generasi micin itu
yang dikandung ibunya
yang entah siapa bapaknya
dilahirkan tak jauh dari tanggal nikah orang tuanya

Generasi micin itu
yang dibesarkan neneknya
karena ibu sibuk kesana sini
ayahnya bekerja tak jelas

Generasi micin itu
maunya di sekolah gratis
plus jatah uang kartu pintar
tapi tak mau belajar dan malas sekolah

Generasi micin itu
tak tahu untuk apa sekolah
dia cuma ikutan teman-teman seumur berseragam
di sekolah pun dia cuma ikutan

Generasi micin itu
yang diantar kakeknya ke sekolah
entah kemana perginya setelah itu
karena dia tak ada di kelas, cuma ada teman di kursi sebelah

Generasi micin itu
memaksa dibelikan motor sama orang tuanya
walau tahu ayahnya entah dimana
sementara ibunya cuci setrika di tetangga

Generasi micin itu
mengancam tak mau sekolah
jika tak dibelikan motor
orang tuanya tak mampu, dia berhenti sekolah

Generasi micin itu
yang jika sekolah maunya libur
dan saat libur lama maunya sekolah
karena tak dapat uang buat transport dan jajan

Generasi micin itu
motor kredit dibayar keringat orang tua
dipakai jemput dan antar gebetan
buat status tak jomlo lagi alias sudah jadian

Generasi micin itu
yang browsing “cara pakai seragam sekolah supaya tak ketahuan hamil”
karena ada guru yang sensi, dia ketahuan dan mengaku hamil
lalu berhenti sekolah karena bayi tak lagi bisa nyempil

Generasi micin itu
yang belum ada pengumuman kelulusan
sudah gembira corat coret baju
karena sudah tahu pasti lulus

Generasi micin itu
yang suka naik motor bertiga
lewatkan malam hingga pagi
di pinggir jalan, di atas jembatan

Generasi micin itu
yang main bola di dalam ruangan
sambil taruhan uang pakai uang jajan
menunggu keringat kering di samping lapangan sambil merokok barengan

Generasi micin itu
rajin ibadah dan pengajian kemana-mana
setelah menghadap pencipta
dia menghadap pembunuh berwujud asap

Generasi micin itu
yang mau aja ditipu pakai kaos & baju seragam
plus sedikit recehan serta musik dangdut
lalu memilih orang yang memberi

Generasi micin itu
yang kawin dan bercerai berkali-kali
banyak anak seperti tak peduli
karena sekolah dan berobat gratis selalu

Generasi micin itu
…………………
………………….


lanjutin deh