Blog Pendidik


6 Comments

Sekolah susah cari guru berprestasi

Prestasi adalah suatu pencapaian dari hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sukacita, bahagia walau banyak yang menilainya “aneh”  dan tak biasa

il_340x270.899242844_duzrPada suatu ketika, ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten berisi permintaan pengiriman nama peserta seleksi guru berprestasi tingkat Kabupaten, selanjutnya Kepala Sekolah memanggil beberapa guru yang dinominasikan untuk menjadi utusan sekolah dengan batas waktu pengiriman nama dua hari ke depan, inilah jawaban mereka;

Guru A: Mohon maaf Pak, Saya sudah terlalu sepuh untuk ikut kompetisi itu.
Guru B: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah ikut beberapa tahun yang lalu.
Guru C: Mohon maaf Pak, mendadak sekali, Saya tidak siap.
Guru D: Mohon maaf Pak, Saya masih golongan III A, yang senior masih banyak.
Guru E: Mohon maaf Pak, Saya merasa belum berprestasi.
Guru F: Mohon maaf Pak, Saya sudah pernah juara tingkat propinsi, yang lain saja.
Guru G: Mohon maaf Pak, terlalu banyak berkas harus disiapkan, Saya tak siap.
Guru H: Mohon maaf Pak, Saya fokus jadi panitia PPDB.
Guru I: Mohon maaf Pak, Saya sibuk kegiatan semesteran.
Guru J: Mohon maaf Pak, kalau hadiahnya umroh saya mau.
Guru K: Mohon maaf Pak, Saya cuma guru honor.
Guru L: Mohon maaf Pak, nilai kinerja saya rendah, yang tertinggi saja lebih baik.
Guru M: Mohon maaf Pak, Saya sering Bapak omelin, itu artinya Saya belum pantas.
Guru N: Mohon maaf Pak, Saya lelah karena baru selesai penataran selama seminggu.
Guru O: Mohon maaf Pak, Saya enggan melakukan perjalanan 6 jam ke kabupaten untuk ikut kegiatannya.

Maka, sekolah itu tak mengirim perwakilan untuk ikut seleksi guru berprestasi (gupres) tingkat kotamadya, seandainya;

– Sekolah mengadakan pemilihan guru berprestasi yang dinilai oleh guru, tata usaha, murid, perwakilan orang tua dan pengawas sekolah setiap tahun dengan hadiah yang pantas seperti umroh, wisata ke luar negeri, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, maka yang terpilih secara otomatis mewakili sekolah untuk pemilihan gupres tingkat kotamadya. Sekolah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Pemerintah memberi penghargaan yang pantas kepada juara gupres tingkat kecamatan, kotamadya, propinsi, hingga tingkat nasional, berupa rumah, pergi haji, umroh, wisata ke luar negeri, mobil, sepeda motor, laptop, ipad, eksternal harddisk, dsb. Pemerintah bisa bekerja sama dengan sponsor, mitra atau alumni untuk membiayai kegiatan ini.

– Persyaratan peserta cukup dengan bukti file digital, tak perlu dicetak hingga membutuhkan biaya yang banyak, untuk konfirmasi keaslian dokumen bisa dilakukan saat wawancara.

– Standar penilaian gupres harus dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu menghasilkan juara guru berprestasi yang memang benar-benar berprestasi, jangan hanya menjadi program rutin setiap tahun, jika prestasinya belum pantas diapresiasi tak perlu dipaksakan ada juara gupres, hal ini bisa jadi bahan instrospeksi tentang pembinaan guru yang sudah dilakukan dan rencana pembinaan guru ke depan agar dihasilkan buru-guru yang bermutu.

– Pemerintah perlu mencari cara dan mengubah citra agar guru terpacu mengikuti kompetisi gupres, seperti atlit olimpiade yang rela latihan bertahun-tahun untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia, negara rela membiayai latihan atlitnya untuk bisa berprestasi di tingkat dunia … bagaimana caranya agar seleksi gupres itu menjadi ajang terhormat bagi guru, sehingga sekolah rela membina gurunya untuk bisa membawa nama baik sekolah dan guru yang dipilih pun dengan suka cita dan bangga menerima tugas itu, dinas pendidikan hingga kementrian pasti memiliki tenaga ahli yang bisa merubah pencitraan kompetisi gupres jadi kegiatan terhormat dan diminati guru negeri ini.

Apakah anda sudah pernah ikut seleksi gupres? apa pendapat anda tentang kegiatan itu?


2 Comments

Guru paling istimewa di Sekolah

Di Negeri Paman Besut, pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Tingkat Atas murid diberi banyak mata pelajaran, begini profile Guru-guru di Negeri itu.

GURU PALING BAIK.

Sadar dan faham benar bahwa Allah melihat setiap perbuatan manusia dan akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan walau sebesar pasir, maka Guru Pendidikan Agama menjadi guru yang terbaik di Sekolah, karena selalu memberi contoh perbuatan baik, mengajarkan murid berbuat baik, tak pernah menghitung balas jasa atau upah, tak marah jika tunjangan sertifikasi atau haji terlambat turun bahkan tak diberi upah sekalipun guru pendidikan agama tetap mengajar secara serius, dilihat maupun tak dilihat oleh rekan guru atau Kepala Sekolah, karena guru agama selalu merasa yakin bahwa Tuhan ada di dekatnya, dan Tuhan sudah mengatur rejeki yang bakal diterima olehnya di dunia. 

Bahasa menjadi pengantar mempelajari budaya suatu Bangsa dan nilai-nilai budaya setiap Bangsa pasti menuntun warga  negara menuju kebaikan dan kehidupan yang lebih baik, Bahasa Negeri Paman Besut memiliki banyak sekali peribahasa atau syair-syair yang menuntun pembacanya menjadi manusia terpuji, misalnya; peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang ketepian, gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, dsb. Guru Bahasa yang menguasai dan yakin pada ilmunya akan bekerja keras memberi pelayanan yang terbaik untuk sekolah dan murid-muridnya, Dia akan menjadi guru terbaik di sekolah karena yakin bahwa perbuatannya akan dikenang saat dia sudah berpulang menghadap Sang Pencipta.

Guru Pendidikan Agama dan Bahasa juga sangat baik dalam memberi nilai kepada muridnya karena yakin bahwa kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan dan dikenang hingga akhir zaman. 

GURU PALING SEHAT.

Mempelajari anatomi tubuh, perawatan kesehatan, mengoptimalkan fungsi tubuh saat kuliah, Guru Olah Raga atau PENJASKES jadi guru yang paling sehat di Sekolah, Dia selalu segar, sehat, tak pernah sakit, sering menolong rekan Guru atau murid yang sakit di sekolah, Dia juga senang membantu sekolah mengelola lingkungan agar nyaman dihuni dan mendorong pencapaian sehat yang paripurna.

GURU PALING RAPIH.

Guru yang saat kuliah belajar tata busana, dia pandai memadukan busana sesuai kegiatan di sekolah, sehingga guru itu selalu rapih dan enak dilihat setiap saat.

GURU PALING CANTIK. 

Guru yang pernah kuliah di jurusan tata rias, sehingga dia mampu merias dirinya sehingga terlihat cantik setiap saat, termasuk ketika di sekolah. Guru itu juga mampu dan terbiasa memunculkan inner beauty atau kecantikan dari dalam dirinya hingga jadi pribadi yang menyenangkan bagi rekan guru dan muridnya di sekolah.

GURU PALING UPDATE & EKSIS DI GOOGLE.

Guru pengajar komputer, coding, KKPI adalah guru yang paling update karena terbiasa ngoprek teknologi, mengunduh dan memanfaatkan aplikasi android, termasuk memanfaatkan media sosial, sehingga guru itu selalu menjadi tempat bertanya teman-teman guru dan muridnya mengenai teknologi dan media sosial. Ketika nama sekolah di search di Google, nama guru itu banyak muncul, termasuk ketika nama guru itu di search di Google. 

GURU PALING HAPPY.

Guru Seni Budaya adalah guru paling happy di sekolah karena saat susah atau ada masalah selalu bisa menghibur dirinya dengan musik, menyanyi, film, melukis, dsb. Guru seni budaya selalu happy dimanapun berada.

GURU PALING ISTIMEWA.

Guru paling istimewa bisa mengajar apa saja, tetapai setiap hari dia baik, sehat, rapih, cantik atau ganteng, selalu update,  eksis di google dan selalu happy. Jika anda murid, silahkan tulis guru istimewa yang pernah kamu kenal pada box komentar, jika anda guru, bagaimanakah image anda?


Leave a comment

YANG BERPRESTASI: Apakah prestasinya berhenti setelah Agustus, lalu jadi orang yang biasa-biasa aja

“Ada berapa Guru Hebat di Negerimu?”
Sering hanya ada satu nama yang muncul
dari hampir empat juta jumlah guru yang ada
kenapa?

SEPERTI SENDIRI DAN MENGHILANG


Di Negeri Paman Besut ada Pemilihan Para Teladan setiap Agustus
Ada Guru Teladan, Kepala Sekolah Teladan, Dosen Teladan,
Perawat Teladan, Dokter Teladan, … dan masih banyak para teadan lainnya
Rezim di Negeri berganti, kini namanya menjadi Para Berprestasi

Ada Guru Berprestasi, Kepala Sekolah Berprestasi, Pengawas Berprestasi, …
Andai setiap tahun ada tiga orang berprestasi tingkat kota atau kabupaten
Maka di sebuah Ibukota yang terdiri dari enam kabupaten
memiliki enam guru berprestasi, enam kepala sekolah berprestasi dan enam pengawas berprestasi

Jika sejak tahun tujuh puluhan hingga 2012 ada pemilihan itu
maka sudah terpilih ratusan orang-orang berpretasi di Ibukota
lalu dimana mereka setelah terpilih jadi yang berprestasi
kenapa kemudian mereka seperti menghilang?

Apakah prestasinya berhenti setelah Agustus
lalu jadi orang yang biasa-biasa aja
padahal saat pemilihan memotret perjalanan karier
sekian tahuan sebelumnya … apakah ada sistem kompetisi yang salah?

Apakah target para pemenang itu hanya jadi juara
dengan obsesi yang beragam jika jadi juara
lalu setelah juara target berprestasi tak lagi ada
kerja biasa saja cukup sudah

Ada banyak dari mereka yang tetap berprestasi
tapi tak ada media yang kabarkan tentang prestasi mereka
Mungkin pegawai Dinas Pendidikan terlalu sibuk tak tahu ada yang berprestasi
dan tak sempat membuat media kabarkan orang-orang berprestasi yang selalu ada

Para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas berprestasi terlalu lugu
Sibuk dengan tugas rutin sehari-hari
hingga tak sempat kabarkan kerja yang berprestasinya
tenggelam … hilang … meninggal tak tinggalkan bekas

lalu gimana dong?
mungkin sebaiknya setiap yang berprestasi
diajarkan memotret dan menulis di blog
agar setiap kegiatan berprestasinya bisa dipublish dan diketahui sedunia
ada cara lain? anda punya ide?

atau kontes2 berprestasi itu dihilangkan aja
karena dari ratusan yang pernah juara selama puluhan tahun
sedikit sekali bekasnya berjejak
atau memang para pedidik itu hanya orang2 biasa yg tak berprestasi

aloo pak presiden, menteri …
eh, maaaf …
sedang sibuk urus partai ya …
mau pilkada, pemilu dan pipres lagi? 😦


1 Comment

jumpa GURU BERPRESTASI SUMATERA UTARA

This slideshow requires JavaScript.

di Medan Senin 12 April 2010 kami sua kembali setelah sempat bertemu di Jakarta tahun 2007 … berawal dari pertemuan di ajang Lomba Guru Berprestasi tingkat Nasional tahun 2004 … Ibu Dewi, guru SMA Negeri di Medan mewakili Propinsi Sumatera Utara, sementara saya wakili DKI Jakara … hingga saat ini kami masih bertukar kabar … diantar adiknya Ucok, kami mengingat peristiwa enam tahun yang lalu dan kabar-kabar kegiatan saat ini … ditemani keponakan dan putera pertama Bayou, kami menikmati makan malam sambil berkeliling Medan dipandu Ucok yang membuat Saya serasa sudah berhari-hari di Medan … terima kasih Bunda, semoga Bunda dan keluarga dalam sehat dan sukses selalu


Leave a comment

Guru berprestasi yang ingin selalu berprestasi

img299.imageshack

img299.imageshack

AGUSTUS 2004

Hasil kompetisi gupres tk nasional 2004 sudah diumumkan, masing-masing jenjang (SD, SLTP, SLTA, dll) dipilih tiga terbaik, dan diberi hadiah oleh Mendiknas RI, Prof. Bambang Soedibyo.

Kami, peserta berkemas untuk kembali ke kampung halaman. Di sebuah kamar di Hotel Sahid Jakarta, teman sekamar saya dikunjungi tiga rekan yang berasal dari satu daerah di luar Jawa. Rupanya mereka mengatur strategi untuk membawa kabar hasil kejuaraan dari Jakarta. Awalnya mereka mau mengklaim semuanya peroleh juara harapan 1 atau juara empat, tapi setelah “dimusyawarahkan” mereka bersepakat untuk berbagi rangking atau juara yang berbeda … Tak jauh dari juara harapan 1.

Saya sibuk mengemas kelengkapan karena harus hadir di kegiatan lain di luar Jakarta, merekam bincang mereka.

SEPTEMBER 2009

Saya berjumpa dengan teman guru yang pernah ikuti kompetisi yang sama. Disela bincang kami datang seseorang yang turut berbincang dan salah satu topiknya mengklarifikasi info urutan juara yang diperoleh teman pertama.

Saya bertanya: “apakah tahun kemarin ada penobatan juara harapan?”

Ternyata Depdiknas masih sama polanya spt th 2004, hanya memilih juara 1, 2 dan 3, sehingga tak sedikit peserta yang mengklaim dirinya sebagai juara 4.

Mungkin para guru berprestasi terlalu besar nafsu berprestasi dan tak siap katakan, “Saya tidak meraih juara”.

Sebaiknya panitia tingkat nasional mengeluarkan rangking hasil kejuaraan seperto yang diminta kepada panitia tingkat propinsi. Kalo nilai juara 1, 2, 3 sudah diumumkan, mengapa tak dicetak saja rangking semua peserta, di era canggih ini tentu bukan sesuati yang sulit.

Dengan cara ini Depdiknas bisa mendidik para gupres untuk siap menerima kekalahan dan tak mendorong ratusan mahluk terhormat negara utk merancang, bersepakat dan sampaikan kebohongan tentang prestasinya di tingkat nasional.

Selamat iedul fitri pembaca, mari kita bersihkan diri kita


3 Comments

antar teman jadi pemimpin, BERUBAH ATAU MATI

ronnysiagian.files.wordpress.com

ronnysiagian.files.wordpress.com

pagi ini kami berkumpul dengan semua wakil kepala sekolah dan ketua program keahlian di SMK Negeri 36 Jakarta untuk bicarakan berbagai hal berkaitan dengan program sekolah.

 

di akhir rapat, kami memberi tambahan amunisi dan doa untuk keluarga kami Bp. Marihot Parlindungan Hutapea, S.Pd dan Bp. Diding Wahyudin, S.Pd yang bersiap untuk mengikuti seleksi Calon Kepala SMK Negeri di DKI Jakarta … semoga lulus seleksi dan segera ditempatkan … Bp Drs. Durahman Sembiriing dan Drs. H. M. Tuan memberi pesan mewakili semua guru dan Tu di SMK 36 …

selain itu juga kami memberi amunisi dan doa untuk Ibu Sulistiani, S.Pi dan Bp. Diding Wahyudin, S.Pd yang bersiap untuk mengikuti seleksi Guru berprestasi …

saya sangat bersyukur …. Allah memberi kemudahan, teman-teman mendukung Saya untuk lakukan berbagai hal … kompetisi dan seleksi apapun … pada akhirnya akan membuat kita berubah lebih baik … atau mati

selamat siang pembaca, apa perubahan anda saat ini?


4 Comments

SERAGAM, Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir & bekerja standar

KORUPTOR berseragam
Jaksa, pembela dan hakim beseragam
Polisi berseragam

Murid TK berseragam
Murid SD berseragam
Murid SMP berseragam
Murid SMA berseragam
Murid SMK berseragam
Murid Madrasah berseragam
Pekerja pabrik berseragam
Guru berseragam
Kepala Sekolah berseragam
Pegawai Dinas Pendidikan berseragam
Pegawai Pemda berseragam

Ke sekolah berseragam
Ke tempat kerja berseragam
Ke Pengajian berseragam
Ke resepsi (panitianya) berseragam
Ke upacara kemerdekaan berseragam

Lalu, apakah kita seragam bersama mensejahterakan negeri … ?

Menurut Wiki; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS di Indonesia.

Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir dan bekerja standar, … biasa-biasa saja … enggan bekerja diluar standar atau luar biasa, … berprestasi jadi kata yang asing, … hingga pemilihan siswa, guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi miskin peserta …

Gambar: Ndoro Kakung


4 Comments

Tambahan Trik dari Drs. H. Bambang Kulup. K, M.Si

Drs. H. Bambang Kulup. K, M.Si yang saya jumpai di Seminar Perpustakaansekolah dan Munas ke-3 Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia di Gedung Perpustakaan Nasional. Beliau masih fresh … baru saja jadi Juara Tiga Guru Berprestasi SLTP tingkat Nasional th 2007, memberi tambahan trik untuk Anda yang berminat jadi Juara di tingkat Nasional.

1. Motivasi internal dan eksternal, Anda tak perlu takut kalah … karena Anda yang terbaik di propinsi, jika takut kalah … Anda akan kalah, secara eksternal, sebaiknya dinas atau sekolah memberi apresiasi bagi mereka yang akan mewakili propinsinya agar lebih percaya diri dan siap untuk jadi juara.

2. Kuasai buku panduan, dengan segala aspek yang ada didalamnya … kisi-kisi, instrumen, tujuan dan sebagainya

3. Berlatih mengerjakan soal-soal thn sebelumnya … koordinasi dengan Dinas Pendidikan atau LPMP di wilayah Anda …. biasanya mereka memiliki arsip atau contoh soal-soal

4. Kuasai teknik presntasi yang baik … Anda punya jatah waktu yang sangat singkat untuk sampaikan karya tulis atau ide Anda … upayakan efektif dan ekspos inti atau subtansi ide Anda.

Terima kasih Pak H. Bambang Kulup.K, M.Si … senang sekali kita bisa jumpa … setelah th 2004 kita jumpa di Bali … sangat membahagiakan sekali ternyata Bapak pembaca setia blog Saya 😀


10 Comments

Trik Jadi JUARA GURU BERPRESTASI

Anda berhasil peroleh gelar Juara Guru Berprestasi tingkat propinsi dan bersiap maju ke kompetisi tingkat Nasional?, berikut ini beberapa trik dari pengalaman pribadi Saya, plus persiapkan seorang teman yang berhasil jadi Juara tingkat nasional tahun 2005.

1. Sehat badan, oleh sebab itu atur kegiatan anda beberapa minggu sebelum ke Jakarta (mulai pertengahan Juli) agar fit saat kompetisi berlangsung

2. Siapkan semua yang Anda butuhkan, jangan berfikir cari di Jakarta … karena tak sempat dan membuat Anda harus keluar Hotel, jangan … itu fatal

3. Perhatikan jadwal kegiatan, karena Anda tak boleh terlambat di setiap kegiatan

4. Anda harus kuasai bidang pelajaran yang Anda ampu di kelas, upayakan menjawab soal dengan sempurna

5. Karya tulis atau penelitian yang sajikan harus punya dampak sosial, budaya, ekonomi, politik, dsb

6. Gunakan Bahasa Asing ketika presentasi atau menjawab pertanyaan, itu menunjukkan nilai lebih

7. Jangan bicara dengan orang lain saat makan, jadi mahluk a sosial sementara tak apa … he he karena Anda diamati oleh orang yang Anda tahu

8. Jangan jadi orang cerdas dan berani, walau susunan acara menjemukan atau tak bermanfaat, ikuti saja, …. kalau Anda protes … fatal

9. Jangan jadi orang yang supel dan ramah, … tak perlu menikmati suasana dan mencari teman baru … serius selalu, anda harus selalu seperti sedang memikirkan cara berbakti pada negeri …. , silaturahmi atau kenalannya nanti saja setelah pulang ke daerah masing-masing

10. Biasanya ada kunjungan ke DPR, walau terbukti DPR makin tak produktif krn tak mampu selesaikan banyak tugas legislasi dan makin korup serta gemar daun muda … jangan menolak diajak ke gedung tempat “orang-orang terhormat” ikuti aja … selalu serius, jangan terlalu menikmati jumpa dengan wajah selebritis yang biasa Anda jumpai di layar kaca … ada orang yang tak Anda kenal mengamati Anda … fatal

11. Biasanya juga ada kunjungan ke Monumen Pancasila sakti Lobang Buaya Jakarta Timur, … walau peristiwa itu kini “dipertanyakan” dan Pancasila belum bisa berjaya walau masa lalu penataran ratusan hingga jutaan jam untuk jutaan mahasiswa dan pelajar hingga pegawai … nyatanya negeri ini makin terpuruk, kejaksaan terkuak rusak, pemimpin sibuk iklankan diri dengan biaya milyaran sementara rakyat mengemis dan kekurangan gizi

12. Aktif ajukan pertanyaan dan pendapat saat ada pembicara di sessi umum (jangan ekstrim, yang standar aja), itu dinilai

13. Saat ditekan oleh para Profesor yang mewawancarai Anda … tetap tegar, karena Anda yang paling tahu apa yang Anda sajikan …. mereka hanya menggertak dan uji mental anda

14. Jangan Gatek atau gagap teknologi … sebagai guru berprestasi usahakan membuat bahan presentasi dengan IT dan lakukan sendiri …. jangan dikerjakan orang lain, karena akan terlihat saat presentasi …. guru berprestasi harus canggih dalam hal ICT

15. COOL, KALEM dan JAGA IMAGE (JAIM) sejak awal hingga akhir kegiatan

Mungkin ini juga bermanfaat untuk kepala sekolah dan pengawas berprestasi, tapi Anda harus ingat … banyak para juara yang kini tak jadi apa-apa … lenyap ditelan zaman … sementara tak sedikit yang tak juara bisa berkibar banyak bantu penduduk untuk lebih sejahtera. Setelah jadi juara Anda tak boleh berhenti untuk terus belajar …. karena ilmu pengetahuan terus berkembang.
Anda punya trik tambahan? silahkan …

Selamat berkompetisi, gunakan cara yang fair untuk menang … karena kita di jalur profesional yang beda dengan profesi lain … semoga sukses.

Mau trik lain dari Juara III tingkat Nasional SLTP tahun 2007?, silahkan klik disini


3 Comments

gaya YANG BERPRESTASI pesta

Penutupan kegiatan pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi dilakukan seperti yang lazim. Ada sambutan dari perwakilan peserta yang disampaikan oleh Dr. H. Soegiarto, Presiden Assosiasi Kepala Sekolah se Asia Tenggara yang Kepala SMK Negeri 8 Jakarta Selatan, lalu sambutan penutup dari Wakil Kepala Dinas DIkdas DKI Jakarta Drs. H. Saefullah, M.Pd, doa bersama … dan ramah tamah dengan iringan musik OT/organ tunggal.

Saat ramah tamah, kudapan langsung di antri … tertiiiib sekali hingga panjang antriannya, mungkin karena masih takut masih ada para pengamat yang menilai tingkah laku peserta … suasananya jadi gariiiing banget … mereka makan kue sambil sosialita … pemain kibor jadi tak banyak bekerja … selesai nikmati kudapan para peserta pulang … biasanya acara seperti ini sukar dihentikan hingga tengah malam, tetapi saat itu belum pukul sembilan banyak peserta yang menghilang sudah … mungkin takut dinilai jelek 😀 … sehingga harus JAIM, atau terlalu stress selama beberapa hari dikarantina, mungkin terlalu rindu pada keluarga.

Yang terlihat sangat menikmati adalah Pak H. Ratiyono, Kasubdis Tendik Dinas Dikmenti DKI Jakarta yang lantunkan beberapa lagu, juga Kepala LPMP DKI Jakarta Pak Zainal yang doyan nyanyi bahkan datang kembali setelah berganti kostum t-shirt (seperti bersiap tidur) … Saya menikmati pemain kibor yang oke punya dengan Ibu Widya yang ditemani dua putrinya, Ibu Ros, alak kita yang bersuara oke, beliau widyaiswara bidang Penjaskes, ada juga Ibu Seni Wati dan beberapa OB yang bersuara bagus … jadilah Saya pulang terakhir diantara semua peserta … pk. 22.00 WIB meluncur tinggalkan LPMP.

Ada foto tiga kepala sekoah (dari kiri; Ibu Hasnely, Kepala SD Gunung 03 Kebayoran Baru, Ibu Eva Sari, Kepala TK Ar Rachma Motik dan Ibu Zahra Fajardini, Kepala TK Nizamia Andalusia) yang tak terlalu JAIM, mereka berpose bagus buat Saya … terima kasih Bu … martabat Anda tak kan berkurang hanya karena bersikap lepas saat pesta …




2 Comments

LUCUUUUUUUUUUUU

Saat ini Saya sedang mengikuti kegiatan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi, ada penilaian pengamatan yang dilakukan secara diam-diam, tetapi digembargemborkan oleh setiap panitia dan widya iswara … lucu sekali … diam-diam tapi digembar gemborkan 😀 …