Blog Pendidik


Leave a comment

Guru dan Dosen adalah Pahlawan yang membuat Seseorang jadi Pahlawan

 

Kapan anda terakhir berkunjung ke Makam Pahlawan? kenapa di nisan makam harus ada topi tentara? 

Apakah yang dimakamkan disana seorang tentara?

Apakah yang jadi pahlawan harus tentara? 

Apakah cuma tentara yang bisa jadi pahlawan? 

Apa dokter tak bisa jadi pahlawan dan dimakamkan di taman makam pahlawan? Bagaimana para insinyur yang membangun infrastruktur negeri ini?  Bagaimana dengan para petani yang telah menanam padi untuk makanan pokok penduduk negeri ini? Bagaimana dengan para pedagang yang telah mendistribusikan berbagai kebutuhan rakyat senegara? Bagaimana juga para ulama yang berdakwah keliling negeri menebarkan pesan Allah buat umatnya?  

Guru cuma pahlawan tanpa tanda jasa? Itu cuma cara sebuah rezim untuk menyatakan bahwa guru punya peran penting dalam kehidupan bernegara tetapi enggan memberi penghargaan atau menghargai jasa guru, kalau tak diberi tanda jasa tak perlulah diberi label pahlawan. Orang-orang yang jadi dokter, insinyur, petani, pedagang, tentara atau berbagai profesional lainnya bisa menjadi sesuatu harus melalui pendidikan yang dilayani oleh guru dan dosen.

Mereka yang sudah menghuni taman makam pahlawan mungkin lupa bahwa mereka bisa jadi pahlawan karena guru dan dosen, oleh sebab itu pengelola negara yang masih hidup harus memberi penghargaan pahlawan untuk guru dan dosen, mungkin simbol topi baja di makam pahlawan harus dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan, kecuali untuk mereka yang saat hidupnya mengabdi sebagai tentara, kenapa tidak diciptakan simbol pahlawan yang disesuaikan dengan profesi orang itu saat masih hidup. Banyak penduduk yang kreatif di negeri ini yang mampu mendisain lambang yang representasi  di makam pahlawan, karena pahlawan negeri ini tak hanya militer, dan pahlawan yang sesungguhnya adalah guru.

Terima kasih buat para pahlawan yang telah mengabdikan dirinya untuk membaguskan negeri. Selamat hari pahlawan.

Advertisements