Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Meneliti diri sendiri setelah pengumuman ujian sekolah

20150910140158-sekolah-di-palembang-diliburkan-gara-gara-asap-makin-berbahaya-001-nfi-2

Teman dan sahabat,

Perhatikan setelah pengumuman kelulusan, berapa persen murid anda yang datang ucapkan terima kasih? setelah usaha membimbing dan mengasuhnya bertahun-tahun dengan penuh cinta yang tulus?

Hampir semua murid anda mengucapkan terima kasih setelah pengumuman!! Anda pasti guru yang hebat dan murid-murid anda adalah anak-anak yang hebat, luar biasa atau sebagai guru anda telah berhasil mendidik mereka menjadi pribadi yang tahu berterima kasih.

Hampir tak ada murid anda yang mengucapkan terima kasih setelah pengumuman? Mungkin murid-murid anda sedang bingung semua merencanakan mau kemama setelah lulus ujian? atau murid anda tak merasa bahwa anda peduli terhadapnya.

Ada yang tak peduli, apakah murid mengucapkan terima kasih atau tidak setelah pengumuman kelulusan, mereka ikhlas saja mendidik dengan baik untuk mengantarkan murid ke kehidupan yang sejahtera.

Ada yang mengamati bahwa ternyata sangat sedikit sekali murid yang berterima kasih padanya setelah lulus, oleh sebab itu dia tak terlalu serius mendidik muridnya, tetapi dia  tak bekerja asal-asalan, tetap berusaha memberikan yang terbaik, tetapi secara serius menyisihkan waktu dan perhatiaannya untuk mengembangkan diri sendiri sebagai pribadi sehingga guru itu produktif menghasilkan karya berupa buku, lukisan, musik, teater, lagu, novel, blog, dsb atau bisnis dan usaha yang bikin hidup lebih sejahtera.

Bagaimana dengan anda?


2 Comments

eh, kalo Pengawas di Kota Mungil di tengah Pulau Sumbawa sukses di Dunia Maya, bagaimana Guru & Pengawas di Kota Besar?

BAPAK SUAIDI USMAN

Di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat ada Pengawas yang sukses berkat dunia maya, begini cerita lengkapnya:

Profesi saya adalah pengawas sekolah SMA/SMK di Kota Mungil di tengah-tengah Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Dompu, NTB, yang penuh dengan segala keterbatasan. Internet baru bisa diakses dengan baik mulai tahun 2009, itu pun sangat terbatas. Bisa dibayangkan  apa yang terjadi sebelum tahun 2009 itu. Guru-guru, kepsek, dan pengawas sekolah yang memahami IT sangat langka saat itu. Praktis pekembangan dunia pendidikan di luar hanya bisa diikuti melalui koran yang yang boleh dibilang sudah basi.

Sebagai seorang pengawas, aku dituntut untuk membina, memantau, dan menilai kinerja guru saat itu. Keterbatasan selalu menghantu pikiranku. Apa yang bisa aku lalukan? Sementara guru-guru dan kepsek binaanku saat itu membutuhkan teman kolaborasi.
Continue reading


13 Comments

Tak perlu dikuras bakal habis, Guru kreatif ga ada matinye

Seorang guru honor bekerja di sekolah negeri, tuntutan pemenuhan kebutuhan keluarga beliau berusaha mendapatkan penghasilan sebanyak mungkin dari sekolah dengan  mengajar sebanyak mungkin, usaha selalu menjadi panitia di setiap kegiatan di sekolah, jika ada kegiatan di luar sekolah guru itu selalu berusaha agar menjadi utusan dari sekolahnya, pendek kata, semua kegiatan yang menghasilkan selalu dibidik, beliau mendekati orang-orang yang mengambil keputusan … dalam waktu tak sampai dua tahun beliau menjadi staf di sekolah inti di sekolah yang hampir selalu sibuk urus berbagai kegiatan sekolah.

Karena sibuknya yang bersangkutan, waktunya habis untuk bekerja dan tak sempat belajar, sehingga beberapa kali ikut tes calon pegawai negeri sipil tak mencapai nilai minimal …. Saya kasihan melihatnya.

Mungkin dia fikir penghasilannya akan cukup dengan terlibat di berbagai kegiatan sekolah dan dekat pada pengambil keputusan, ternyata tidak … karena sesungguhnya sumber daya di sekolah atau seperti sumber daya alam kita jumlahnya terbatas.

Seorang guru yang kreatif, tak perlu kasak-kusuk minta jabatan atau dekat pada pembuat keputusan … pasti  ditugaskan untuk melakukan berbagai kegiatan karena kreatifitasnya dibutuhkan … kalupun karena satu dan lain hal, yang bersangkutan tak dimanfaatkan sekolahnya, pasti guru itu diperlukan banyak fihak dimana saja … dan guru kreatif itu selalu sibuk.

Sumber daya alam terbatas jumlahnya, kreatifitas tak terbatas dan tak kan pernah habis … selamat siang  pengunjung, anda kreatif di bidang apa?


2 Comments

Tantangan KEPALA SEKOLAH

Tantangan memimpin sekolah dari Blog Guru Kreatif, Agus Sampurno.

1. Memastikan kualitas pembelajaran di kelas
Apakah kurikulum yang ada sudah menghargai keberagaman siswa? Apakah guru kreatif dalam mengembangkan kurikulum dan menempatkan siswa sebagai subyek? Di kelas apakah guru dan siswa bekerja sama dalam mewujudkan kemajuan bagi sekolah? Apakah guru dan siswa mempunyai keterampilan dan kemampuan untuk mewujudkan hal-hal yang sudah digariskan bersama-sama?
2. Jalannya sekolah secara keseluruhan.
Apakah sekolah menjalani event-event dengan baik dan tepat waktu? Bagaimana dengan keterlibatan siswa, guru dan orang tua murid dalam menyukseskan program yang sekolah lakukan? Bagaimana lingkungan atau suasana disekolah?apakah guru baru tidak ditekan oleh guru lama? Begitu juga dengan siswa, apakah siswa baru nyaman perasaannya? Bagaimana dengan toilet, tempat parkir, mutu satpam? Bagaimana bila seseorang menelepon sekolah kita? Siapa yang akan mengangkat, lalu ucapan apa untuk menyambut? Bagaimana sampah sekolah anda dikelola?
3. Bagaimana kepala sekolah bekerjasama dengan unsur masyarakat diluar sekolah.
Jika anda sekolah swasta yang baik, sudahkah anda mendukung sekolah-sekolah yang lebih kecil disekitar sekolah anda? Melatih guru mereka? Sudahkah anda mendukung kegiatan mereka? Sebab bila anda sudah lakukan jalan menuju saling pengertian dengan diknas setempat akan lebih mudah.Sudahkah anda menjadikan orang-orang disekitar sekolah anda sebagai sumber pembelajaran dikelas, ingat sekolah yang baik menjadikan individu-individu yang ada disekolah atau disekitar sekolah sebagai sumber pembelajaran. Misalnya mengundang nara sumber mantan pejuang kemerdekaan untuk menjadi bintang tamu saat kelas  berbicara mengenai topik pahlawan atau kemerdekaan.


3 Comments

Kreatif harus diupayakan, JAKARTA TEACHER’S FORUM

dwitagamajtf1.jpgWakil Kepala SMK Negeri 3 Jakarta bidang kurikulum Pak Deni Triwardana mengajukan Saya sebagai Moderator pada Seminar Jakarta Teacher’s Forum dilangsungkan di Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta, Kamis 13 Desember 2007 dengan Nara Sumber Bapak Bambang Sumintono, Ph.D yang menyajikan topik ”Mendorong Siswa Berfikir Kreatif”

Continue reading