Blog Pendidik


Leave a comment

Selamat hari Guru, masih percaya peribahasa?

“Gajah mati meninggalkan gading,
Harimau mati meninggalkan belang,
Manusia mati meninggalkan nama”

Itu peribahasa lama yang hampir semua guru tahu,
tapi guru sering lupa menerapkan dalam hidupnya,
apa buktinya?

jika ada murid di sekolah yang tak mengenal seorang guru
maka guru itu dipastikan tak menerapkan peribahasa di atas,
dia belum mati saja murid tak mengenalnya, gimana jika dia mati?

Sekarang, orang-orang mencari sesuatu dan belanja lewat internet,
mencari route jalan ke suatu lokasi,
membeli tiket pesawat, memesan kamar hotel,
membeli tiket pertunjukkan, mencari ojek atau mobil sewaan,
semua bisa dicari di internet hanya dengan telepon genggam.

Jika anda seorang guru, coba cari nama anda di internet lewat google
gunakan telepon genggam anda, atau minta tolong murid anda,
ada berapa banyak informasi diri anda di internet?
kalau tak ada, artinya tak ada gading atau belang,
apalagi nama yang anda tinggalkan
anda bukan pahlawan, tanda jasapun tak ada,
hasil karya tak terlihat, nama dan foto anda tak berjejak di internet

bagaimana agar diri anda eksis di google?
berikan tugas murid-murid anda untuk membuat makalah
jangan lagi dicetak, unggah di blog murid
topik belajar atau setiap kompetensi bisa jadi bahan tugas
berupa essay foto atau kumpulan foto yang bercerita, unggah di instagram
bisa juga dibuat video dan diunggah ke youtube

judul tugas yang diunggah mencantumkan nama guru dan sekolah,
misalnya: “TUGAS MATEMATIKA IBU AZIZA CANTIKA SMKN 3 JAKARTA”
jika setiap semester anda mengajar dua ratus murid,
dan memberikan tiga tugas memanfaatkan teknologi informasi,
maka 1.200 nama anda dan sekolah anda dipromosikan di internet

Video di atas adalah salah satu contoh model penugasan kepada murid yang sudah bisa dikerjakan oleh murid sekolah dasar, karena banyak aplikasi android atau software gratis yang mudah penggunaanya untuk mengedit video, sudah pernah search nama anda di google?

Advertisements


5 Comments

Selamat Hari Guru, buat guru yang tak sempat menikmati waktu buat dirinya, tak sedikit yang tak sempat mendidik anak-anak kandungnya hingga tak punya kehidupan yang layak setelah orang tuanya berpulang

“Selamat jalan sahabatku, Bapak Xxxxxxxxx, tadi pagi kita sempat bertegur sapa di ruang guru, sore hari saya mendangar Bapak mengalami serangan jantung, dibawa ke rumah sakit tak jauh dari sekolah …. ternyata pagi tadi adalah perjumpaam terakhir kita … Engkau berpulamg menghadap sang Khalik … selamat jalan sahabat, engkau Guru yang rajin, ramah, disukai anak-anak … semoga Allah SWT membalas semua kebaikanmu …”

20131125-155131.jpg

Kutipan di atas adalah tulisan seotang Guru di Facebooknya, gambarkan perasaan merespon kepergian sahabatnya.

Sebagai Guru, coba ingat-ingat …. seberapa anda punya waktu buat diri anda sendiri?
Tuntutan bekerja di Sekolah sejak hari Senin hingga Jumat, kemacetan lalu lintas mambuat anda harus pergi lebih pagi dan pulang larut malam … sering ada tugas tambahan pada hari sabtu dan minggu.

Tuntutan adminstrasi pengajaran tak pernah berhenti membuat seolah waktu sehari 24 jam tak pernah cukup, perubahan kurikulum berkali-kali diikuti pembuatan berkas ini itu menambah panjang tugas guru yang harus diselesaikan. Target belajar di kelas, kelulusan ujian nasional membuat guru tak mementingkan apakah murid atau guru menyukai atau senang dengan interaksi pembelajaran … yang ada adalah pemaksaan target-target yang seolah jadi dewa di sekolah.

Tuntunan, tuntutan Dinas Pendidikan, klaim orang tua murid, penanganan murid bermasalah membuat waktu di sekolah jadi sangat cepat beranjak, guru hampir tak sempat mendiskusikan atau mempelajari metode baru atau info-info terkini yang bisa meningkatkan kualitas diri sebagai guru … makin banyak murid bermasalah yang harus diurus membuat guru tak sempat urus murid yang baik dan pintar, mereka dibiarkan mencari arahnya sendiri.

Perjalanan hari-hari berlangsung sangat cepat, kewajiban memakai seragam berganti setiap hari, tambahan seragam baru sehubungan kegiatan-kegiatan ini itu membuat guru tak bisa memilih apa yang disukai, dalam jangka panjang ini mematikan kreatifitas …. guru-guru jadi seperti robot pelaksana kurikulum & bikin lulus Ujian Nasional serta berbagai target seremonial tampil berseragam …guru tak sempat menikmati waktu buat dirinya, tak sedikit yang tak sempat mendidik anak-anak kandungnya hingga tak punya kehidupan yang layak setelah orang tuanya berpulang.

Bahkan Guru itu tak tahu apa hobinya, tak bisa menyenangkan diri, tak sempat berprestasi hingga tiba-tiba ajal mendekat dan menjemput arwahnya untuk istirahat dari urusan seragam dan target-target atas nama orang tua dan negara … Selamat hati Guru teman-teman pendidik, tak perlu terlalu serius jadi guru, sisihkan waktu buat diri anda sendiri, keluarga dan orang-orang yang anda cintai, kerjakan hobby secara serius hingga mendatangkan penghasilan sebagai aktifitas saat pensiun, didiklah anak-anak kandung anda agar mereka bisa hidup lebih baik dari anda setelah dewasa, gembirakan diri anda dan keluarga, sehatkan badanmu dan keluargamu …. sekolah bukan segala-galanya dalam kehidupanmu, itu cuma lokasi kerja kamu sementara di dunia …. love you all.


Leave a comment

Mendokumentasikan Hari Guru 25 Nopember

bingkisan diatas sambutan mendiknas dan ketua PGRI

bingkisan diatas sambutan mendiknas dan ketua PGRI


di smk negeri 3 jakarta

di smk negeri 3 jakarta


semoga kamu sukses dalam hidup

semoga kamu sukses dalam hidup


Bernyanyi, menghibur guru
memberi bunga, berterima kasih
menyalami, peluk dan cium, hangatkan kasih

Foto: Rohman

Selamat pagi pembaca, hiburan apa yang Anda terima hari ini?