Blog Pendidik


5 Comments

Kalo Kamu bisa Beli Jakarta Mau diapain?

“Andai aku makmur, kubeli Jakarta,
dan kamu bisa bayangkan kalau Jakarta tiba-tiba putih semua …”

Petikan puisi Remy Sylado tiba berkelebat berkali-kali di benak saya, datang tiba-tiba saat saya berkendara, saat saya berjumpa penduduk Jakarta, saat saya menikmati Jakarta, termasuk merenung saat beristirahat tiba di rumah di Jakarta. Andai tokoh dalam puisi itu bisa membeli Jakarta, maka Jakarta akan diberi warna putih pada semua tempat sesuai keinginan dirinya, karena dia yang memiliki Jakarta. Pemilik Jakarta itu akan mewarnai dinding-dinding semua bangunan menjadi putih, berangkali esensi dari putih pada puisi Remy Sylado adalah Jakarta dibuat menjadi bersih, suci dan memberi kenyamanan untuk semua penduduknya.

Karena Jakarta miliknya, maka dia akan menata bangunan di Jakarta nyaman untuk ditinggali warganya, dengan kelengkapan sarana kebutuhan sosial yang bisa membuat penduduknya sejahtera. Jalan-jalan dibuat bagus dengan trotoar yang nyaman dan dipenuhi pohon pelindung yang berbunga dan berbuah, bebas dinikmati penduduknya. Jika ada yang memetik bunga dan buah di Jakarta, pemilik Jakarta membiarkannya karena bunga dan buah itu uuntuk dinikmati bersama, tetapi ketika pohonnya dirusak, pemilik Jakarta akan memberi sangsi hukuman buat perusak tanaman dan sarana umum lainnya.

Karena Jakarta miliknya, maka dia akan merancang dan menyediakan sarana angkutan umum yang nyaman buat diri dan semua warga Jakarta agar rakyat Jakarta tak perlu membeli sepeda motor dan mobil untuk melakukan perjalanan kemanapun, sebagai pemilik Jakarta dia akan menerapkan pajak pembelian kendaraan bermotor yang mahal, tarif parkir yang selangit agar penduduk terdorong menggunanakan sarana transportasi publik dan pencemaran tak terjadi di Jakarta.

Jakarta milik semua penduduknya, sehingga sebagai pemilik dia bebas mengendarai sepeda motor tanpa SIM, melawan arus dan parkir dimanapun dia suka, sehingga sepanjang jalan-jalan di Jakarta penuh dengan parkir sepeda motor dan mobil. Karena jalan-jalan di Jakarta punya dia, maka dia bebas kebut-kebutan di jalan siang dan malam, saat polisi menangkapnya mereka berusaha dengan berbagai cara agar bisa damai dan kebut-kebutan lagi.

Jakarta milik semua penduduknya, sehingga sebagai pemilik dia bebas berjualan dimanapun, termasuk menutup jalan umum untuk berjualan, untuk pernikahan, puntuk perayaan apa saja, tak peduli pengguna jalan harus berpindah ke jalur lain yang kecil dan membuat jadi macet berkepanjangan

Jakarta milik semua sehingga semua bebas mencorat coret dinding tiang, jembatan, bangunan dan dimanapun yang dia mau karena itu adalah miliknya. Walau sudah ditutup dengan cat warna hitam, putih atau abu-abu, pemilik dinding itu datang lagi mencoret lagi, karena itu adalah miliknya.

Jakarta milik semua penduduknya, termasuk sekolah dan perguruan tinggi, pemiliknya ingin kuliah secara gratis, belajar sesuai mood yang cenderung seenaknya, saat soal ujian susah mereka menjerit dan menyalahkan orang lain, saat tak lulus pemilik sekolah protes tak terima berpegang pada hak azasi manusia, pemilik sekolah ingin lulus dan memiliki ijazah tanpa kerja keras dan dimudahkan dalam semua aspeknya.

Jakarta milik semua pendudukmya, sebagai pemilik dia bebas makan dan minum apa saja, termasuk miras oplosan. Bebas menggunakan narkoba, jika tertangkap dan hasil cek laboratorium terbukti menggunakan narkoba tetap tak ingin dihukum karena penjara di Jakarta juga miliknya dan dia tahu banyak hal yang tak nyaman di penjara, karena sebagai pemilik penjara di Jakarta dia tahu berpa harga seporsi jatah makanan tahanan disana.

Apakah anda pemilik Jakarta?

Advertisements


2 Comments

Menikmati Jakarta dan Remy Sylado

Jakarta-Panorama

Jakarta, kota dimana Saya dilahirkan, bermain, bekerja dan berkeluarga … sejuta peristiwa dan kenangan yang bakal tak terlupa … seberapapun macet dan kerasnya Saya selalu bisa menikmati Jakarta dari berbagai sisi hingga selalu bisa produktif memberi manfaat buat sesama manusia dan alam semesta.

Tiba-tiba Saya ingat Puisi tentang Jakarta yang ditulis oleh Remy Sylado yang dulu sering Saya bacakan di berbagai Lomba atau kesempatan, bahkan sering Saya baca berulang-ulang dinikmati sendiri saat sendirian.

IBU KOTA, KOTA IBU

kalau aku makmur
kubeli jakarta, kucelup jadi putih

kau bisa bayangkan
kalau jakarta tiba – tiba putih semua
mas di puncak monas : putih
patung selamat datang : putih
pohon taman surapati : putih
lapangan sepakbola istora : putih
air ciliwung : putih

barangkali dengan putih
dosa – dosa jakarta akan tersamar
penjambretan, ponodongan, pemerkosaan
perjudian, pelacuran, pembunuhan :
putih !

putih kau tau warna kesucian
tapi putih kau pun tau, warna kekalahan
bagaimana orang bisa dipercaya bicara
jika ia berada dalam kelas yang kalah
seperti kini jakarta disesaki olehnya

kalau aku kalah
kumau kalah dengan kesucian
tapi aku tidak persis dalam kalau – ku
kunyanyikan ode ini untukmu
betapapun tak merdu, sediakanlah kupingmu

ini kota, kau tau, bukan sekedar ibu kota
tapi kota ibu
dengan sejumlah kalau

REMY SYLADO

“KETIKA KATA KETIKA WARNA”
( YAYASAN ANANDAYA JAKARTA – 1995 )


2 Comments

JAKARTA yang BERSIH, MANUSIAWI & BERWIBAWA masih jadi slogan, sudah terwujud, atau?

20130206-081247.jpg
saya berjumpa dengan seorang ibu yang berjualan makanan khas Medan di Pondok Bambu ajakarta Timur seberang Super Market Tiptop beberapa hati yang lalu, gaya bicaranya mirip sekali dengan gaya bicara orang Medan, tapi ternyata beliau berasal dari Kediri Jawa Timur.

Ketika saya bilang, Kediri kota yang nyaman dan rapih, dengan spontan dia bilang begini: pabrik rokok X yang bikin Kediri jadi seperti itu … lalu saya bertanya, Apa benar begitu? Perusahaan rokok X sudah peroleh untung yang luar biasa dengan berbisnis di Kediri, adalah sangat wajar jika sebagian digunakan untuk membuat infra struktur atau sarana publik di kotanya yang akan berdampak juga pada kelancaran bisnis mereka juga … Ibu itu membenarkan.

Saya bertanya apakah Ibu itu betah di Jakarta? Dia bilang, sebenarnya dia tidak betah di Jakarta, karena kotanya tak nyaman, banyak penjahat sehingga dia harus mengajarkan anaknya yang perempuan membela diri dengan menggunakan alat-alat tertentu yang bisa melumpuhkan orang lain yang hendak jahat kepada anaknya.

Oh, mungkin ibu lebih suka tinggal di Medan? Dia bilang, suasana Medan lebih kacau dibanding Jakarta lebih keras karakter orang-orangnya … Sehingga dengansangat terpaksa beliau di Jakarta karena lebih mudah peroleh nafkah dan sekolahkan anak-anaknya … Apalagi orang tuanya yang sepuh sudah diboyong ke Jakarta.

Kediri bisa menggerakkan Perusahaan di Kotanya untuk membantu menata lingkungannnya, atau Perusahaan disana tergerak untuk ikut menata lingkungannya menjadi lebih nyaman … Kenapa Jakarta yang jumlah perusahaannya jauh lebih banyak tak bisa? Andai setiap perusahaan diwajibkan mengalokasikan dana CSR Nya untuk penataan lingkungan yang kapling-kaplingnya di tentukan oleh Pemerintah Daerah … Mungkin Jakarta jadi lebih bersih, nyaman dan tertata baik … Soal keamanan? Polisi harus tegas, tak pandang bulu dan proaktif melakukan pencegahan tindak kriminal … Agar slogan zaman dulu, JAKARTA yang BERSIH, MANUSIAWI & BERWIBAWA tak cuma di tulis di spanduk, tapi terasa buat semua warganya … Aloow Pakde Jokowi dan Om Ahok … selamat bekerja.


1 Comment

Jakarta lumpuh … tak segitunya deh, kami masih bisa bepergian

20130116-072853.jpg
Mass media hari ini kabarkan kemarin Jakarta lumpuh … Alhamdulillah, kemarin dari Cipinang saya ke Cempaka Putih terus ke Rawamangun tak jumpa dengan genangan air … Mungkin karena saya lahir di Jakarta, saya tahu daerah mana yang rawan genangan, lalu menghindar dari lokasi itu aman deh.

Beberapa tahun lalu, ketika mass media heboh banjir di Jakarta, sahabat saya di Toli-toli dan Bandung sering kontak saya bertanya kabar genangan air di Cipinang Muara, … Saya memang tinggal di Cipinang, tapi rumah kami berada di daerah yang tinggi sehingga aman dan tak pernah tersentuh banjir … Alhamdulillah, sejak Kali Banjir Kanal Timur selesai dibangun daerah sekitar kami aman dari genangan air.

Jika anda ingal di lua Jakarta, tak perlu heboh bayangkan Jakarta lumpuh … Itu cuma sebagian aja, daerah rendah yang dekat lintasan kali aja …. Di luar itu kami masih bisa beraktifitas lewat perencanaan jalur yg akan dilalui dan pengambilan keputusan yang tepat … Saya masih bisa kerja, makan siang di luar, mengantar istri tercinta …

Tapi bukan berarti Jakarta nyaman … Macet sekali pada jam-jam tertentu, kalo masih bisa mencari nafkah di luar Jakarta, ga usah ke Jakarta deh (lho, koq melatang orang ke Jakarta) …. Padaaat buangeeet Jakarta, dan agak kurang aman, masih banyak kejahatan …. Walau polisi berusaha berbuat banyak …. Tapi saya lagi senang juga, sudah agak lama tak terdengar tawuran pelajar …. Hujaaaan, dingiiin kali ya, sehingga anak sekolah pengen langsung pulang karena lapaaar, dan ga enak pula basah-basahan di jalan tus tawuran, takut sakit kaleee … Kalo gini jadi pengen hujan terus di Jakarta …. Supaya jarang ada tawuran pelajar …. Serba salah jadi orang yah …. Panaaas mengeluh, hujan susah tapi pengen jugaaa …. Gimana doooong, semoga anda dan keluarga dalam sehat selalu.

Foto: Republika online


Leave a comment

koq makin semerawut dah Jekardah

di sebuah perempatan jalan
lampu lalu lintas berwarna merah
Saya berhenti pertama paling depan
sepeda motor, angkot, mobil pribadi ambil posisi lebih depan lagi dari saya
Sementara lampu masih merah
sebagian motor dan mobil berjalan

lampu hijau
saat akan beranjak
puluhan motor dan mobil bergerak dari arah lain
yang lampunya berubah merah
siang ini di traffic light kramat raya & raden saleh

koq makin semerawut dah Jekardah


Leave a comment

Aneka menu ranjau di Jakarta

Ranjau paku
Ranjau macet
Ranjau bis bumbu sesak
Ranjau trotoar rasa kaki5
Ranjau lampu merah tanpa makna
Ranjau bom buku
Ranjau bom selokan
Ranjau banjir
Ranjau cinta
Ranjau KPK
Ranjau pencuri
Ranjau sampah
Ranjau Mall

Ranjau apa lagi ya?

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


6 Comments

jalan di Jakarta saat tengah malam dah lewat dengan nyaman dan aman

Jakarta hujan saat saya nulis posting ini …. macet dimana-mana karena genangan yang enggan mengalir menurut detik.com dan radio … dingin … membetot saya ke kehangatan dengan teman-teman beberapa hari yang lalu … di larut malam, setelah beraktifitas, kami masih menyisakan energi untuk nikmati trotoar yang nyaman dan lingkungan yang aman … thx buat Mas Dito yang mendokumentasikan dan semua teman dari BNN RI yang berkenan nikmati kebersamaan … I am happy.

MAS DITO, SAYA, PAK EDY, KANG UTUY

Kapan ya … kita bisa jalan di Jakarta saat tengah malam dah lewat dengan nyaman dan aman … ngarep.com 🙂


Leave a comment

Gendang perang bakal cagub Jakarte dah bunyi

Eng ing eng ……. Bang Foke atawe Fauzi Bowo blom selesai benahi Jakarte sebagai ahlinye, eeeeeeeee dah ade ahli baru yang mulai kampanye ngakunye bise benahi macet Jakarte ……. Au ah lap!!!

Liat deh disane.


Leave a comment

TSUNAMBIL = tsunami mobil di Jakarta

Tsunami adalah gelombang air
Yang datang setelah gempa
Seperti yang terjadi di Aceh
Beberapa tahun lalu
dan baru terjadi di Jepang
Hari jumat kemarin

Beberapa waktu terakhir
Di Jakarta saya perhatikan
Selalu ada gelombang kendaraan
Yang mengular dan mengalir deras
Seperti layaknya gelombang
Di setiap habis hujan turun agak lama

Seperti yang baru saja saya lihat
Ketika berkendara dari slipi Jakarta Barat ini sore
Ke arah jatinegara melalui tol
Di jalur sebaliknya, mobil mengalir deras seperti bah
Sejak cawang, pertemuan jalur Bogor & Bekasi
Hingga Slipi, mobil “PAMER PAHA”
Atau PAdat MERayap tanPA HArapan

Saya juga amati gejala yang sama
Setiap pagi hingga petang
Setelah Jakarta diguyur hujan malam hari
Tsunami mobil biasa terjadi

Jika tsunami berisi air
Saya ingin berimnama TSUNAMBIL
Tsunami yangg berisi mobil
Yang responnya hampir tak jauh beda
Aparat polisi atau pemerintah terkait
Hanya bisa pasrah dan katakan
Itu faktor alam

Saya yakin banyak ahli transportasi
Dan tata kota yang bisa membuat Jakarta
Sebagai ibukota negara lebih nyaman dihuni

Selamat sore pembaca, anda berkendara sore ini? Semoga perjalanan anda bisa dinikmati, terima kasih telah berkunjung dann komentar, semoga anda sehat dan sukses slalu.


Leave a comment

AlooOOOooo BAPAK-BAPAK & IBU-IBU pemda DKI

Hujan deras slimuti Jakarta
Petir dan geledek silih ganti
Air menggenang lagi
Saya menepi nanti istri tercinta

semoga ga banjir terlalu besar
Jadi pengen menyapa
Gubernur, walikota, camat dan lurah di Jakarta
“Tolong liat warga anda, malu deh kalo Ibukota negeri sering banjir walau hujan tak banyak”


Leave a comment

Sedih PASAR BARU

TAK NYAMAN

TAK NYAMAN

Pasar Baru, pernah dirancang sebagai salah satu pusat wisata belanja di Jakarta, pernah ada aturan kendaraan bermotor dilarang masuk … sehingga pengunjung dapat menikmati suasana belanja dengan nyaman tak terganggu motor dan mobil.

 

Saya terbayang saat menikmati Pusat Belanja Elektronik Akihabara di Jepang … dimana pada Sabtu dan Minggu jalan utamanya ditutup dari semua kendaraan bermotor … menyenangkan sekali berbelanja disana.

Kemarin, hari Sabtu 6 Desember Saya merasakan Pasar Baru yang tak nyaman.

Selamat sore pembaca, kapan terakhir Anda ke Pasar Baru?

 

 


BANYAK MOBIL DAN MOTOR

BANYAK MOBIL DAN MOTOR


1 Comment

Membayangkan wanita perkasa

Setelah dari SMPN 40 Jakarta
Saya kembali ke Kemayoran
lewati Jl. Sudirman dan Jl.Thamrin
senang sekali hati Saya
karena merasa benar-benar di Ibukota negeri
bersih, terawat, trotoarnya terjaga

Hingga Jl. Merdeka Barat suasana itu masih terasa,
juga ketika berputar balik disekitar musium nasional
menuju Jl. Merdeka Selatan, masih terasa di Jakarta

Sayang sekali,
melewati Istiqlal, memasuki Jl. Soetomo
terasa berada tak di Jakarta lagi
menyebrangi Jl. Gunung Sahari, masuki Jl. Garuda
terasa sumpek… tak terurus, macet, tak nyaman

Maaf,
Saya tak menuntut banyak
memang tak mudah kelola wilayah berpenduduk majemuk ini
Saya hanya salut dengan Surabaya
selama dua tahun (1999 – 2001) Saya menikmati
kekumuhan, kotor, tak teratur, banyak kaki lima
dua kali kunjungan kesana bulan lalu
membuat Saya berdecak kagum sekali
bersih sekali kota pahlawanku
kabarnya itu salah satunya
karena seorang wanita yang pimpin dinas kebersihan
dan kini jadi Ketua Bapeko disana
(info dari supir travel yang antar Sy ke Kediri, beliau org Sby)

Jakarta Pusat kini dimpimpin oleh seorang wanita
bisakah seperti Surabaya?

Selamat sore pembaca, sudah nyamankah kota anda?


Leave a comment

Prihatin berlalu lintas

Arungi belantara lalu lintas Jakarta
Saya merasa tak ada aturan yang berlaku
lampu merah tak ditaati,
larangan parkir tak diperdulikan,
jalur khusus bus di tengah tak bermakna,
jalur motor di kiri tak berlaku,
zebra cross tak dilihat,
wajib pakai helm tak biasa lagi

Pak Polisi sedang sibuk tangkap preman,
oooooooooooooo gituuuuuuu

Selamat siang pembaca, Anda mentaati peraturan berlalu lintas?


1 Comment

Menikmati redup Jakarta

Semalam hujan
pagi ini aspal masih basah
mentari malu-malu
udara tak terlalu panas

Sayang sekali
sejak kemarin
ada lokasi yang tergenang
banjir mulai mampir
semoga keluarga kita
dalam sehat senantiasa

Selamat pagi pembaca, semoga Anda dan keluarga sehat selalu


Leave a comment

Memindahkan Ibukota

crowded

crowded

Puluhan tahun lalu
Soekarno pernah berencana
pindahkan ibukota ke Palangkaraya
kini wacana pemindahan ibukota terdengar lagi

Kemana akan dipindahkan?
Kalimantan tengah, Kutai Kartanegara, Makkasar,
Sentul, Tiga Raksa, atau lainnya?

Alasannya; Jakarta makin tak nyaman,
sangat rentan oleh banjir.
Memang lucu ya … jika istana presiden
diserbu air

Jika mengelola air saja tak mampu
bagaimana mengelola masalah lain
yang lebih kompleks

Saya jadi teringat bait lagu Koesplus

Ke Jakarta aku kan kembali
walaupun apa yang kan terjadi …

Anda betah di Jakarta?
Setuju Ibukota dipindahkan?

Image: jakartabutuhrevolusibudaya.com


3 Comments

Manusia PAKU

manusia-paku-4.jpgHitam, bau dan kotornya air kali bukan jadi masalah buat mereka, mungkin karena sulitnya lapangan kerja … butir demi butir paku, tutup botol, sobekan alumunium dan logam lainnya yang hanyut jadi target hari-hari mereka, tanpa sarung tangan dan pelindung kaki yang layak mereka mengais buangan logam penduduk Jakarta. Selengkapnya klik disini


1 Comment

Gelar Pendidikan JAKARTA

dwitagamapameran.jpgSistem pendidikan di Indonesia amat terlewat jauh oleh negara – negara lain, bahkan kalau di bandingkan dengan Vietnam yang beberapa tahun yang lalu baru merdeka hampir setara dengan sistem pendidikan di negara kita. Berbagai macam cara telah di upayakan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan pendidikan, penelitian di mulai dari murid hingga guru.

Continue reading