Blog Pendidik


2 Comments

Khawatirkan KEMERDEKAAN dimata peserta didik

Indonesia_by_pistonbroke

Sepanjang anda sekolah, ingatkah apa yang terasa, diingat dan dikenang saat peringatan hari kemerdekaan negeri. Upacara, berdiri, panas, jenuh, keringat, pegal, cape, jenuh, tak menarik …. lalu pulang … bersyukur jika di lingkungan rumah ada kemeriaahan, kebahagiaan, kegembiraan sambut peringatan lepas dari penjajah.

Saat saya jadi guru tahun awal sembilan puluhan, sy pernah secara diam-diam mensponsori kompetisi street futbal (dula belum beken istilah futsal), karena sya amati peserta didik selalu bersepakbola pada jam istirahat … sy berikkan support untuk panitia dan tim yang juara …. finalnya diadakan setelah pulang sekolah tgl 17 agustus. Saya suka mengenang itu … panitia yg cuma terdiri dari tak lebih lima orang aktif mencari peserta kompetisi, mengatur jadwal pertandingan hingga jadi wasit.

Saat jadi kepala sekolah saya mendorong kegiatan-kegiatan yang bisa membuat suasana jadi seru, gembira, ramai, menyenangkan dan berkesan …. agar peserta didik punya kenangan ulang tahun negeri dirayakan dengan meriah …. tapi entah kenapa, sedikit guru yang merespon itu …. mereka lebih suka upacara saja (seringnya mereka berharap ada makan-makan setelah upacara), lalu pulang ….. mungkin mereka sibuk di lingkungan rumahnya masing-masing dengan kemeriaahan sendiri …. kalau tidak …. apa yang sesungguhnya terjadi?.

Saya khawatir, kalo guru-gurunya tak berminat dan tak peduli pada hari kemerdekaan, bagaimana dengan peserta didik? saya khawatir hari kerdekaan jadi hambar, tak berarti dan makin enggan dijumpa … karena cuma upacara dan upacara terus … di sekolah, di kelurahan, di kantor-kantor, di istana, di mana-mana …. susunan acara dan cem-macemnya hampir sama …. tanpa variasi, miskin kreatifitas …. pegeeeel dimana-mana.

Selamat siang pembaca, selamat puasa, dah siapkan pakaian buat upacara hari selasa? Saya Khawatirkan KEMERDEKAAN dimata peserta didik

Advertisements