Blog Pendidik


Leave a comment

Pertempuran Seolah-olah

kekuasaan

Di negeri paman besut, Mahkamah Konstitusi memutuskan koruptor boleh mengikuti kontestasi pemilihan umum anggota legislatif atau kepala daerah setelah lima tahun bebas dari hukuman atau keluar penjara, ini merupakan jawaban terhadap permohonan uji materi beberapa organisasi masyarakat negeri paman besut.

Putusan MK atas uji materi UU Pilkada didasari pada sejumlah pertimbangan. Salah satu pertimbangannya, MK berkeinginan agar calon kepala daerah dipilih melalui persyaratan yang ketat, antara lain bersih, jujur, dan berintegritas. “Pendirian Mahkamah sangat fundamental karena adanya keinginan untuk memberlakukan syarat yang ketat bagi calon kepala daerah,” kata Hakim Suhartoyo saat membacakan pertimbangan putusan dalam sidang yang digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

“Sebab, seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain,” lanjut dia.

Pertimbangan yang sungguh sangat mulia, jika seorang calon kepala daerah harus mempunyai karakter dan kompetensi yang mencukupi, sifat kepribadian dan integritas, kejujuran, responsibilitas, kepekaan sosial, spiritualitas, nilai-nilai dalam kehidupan, respek terhadap orang lain, dan lain-lain, kenapa setelah lima tahun yang bersangkutan masih diperbolehkan ikut kontestasi lagi?

Agar terjadi efek jera, seharusnya seseorang yang yang sudah terbukti melakukan koruptor, tak boleh lagi mencalonkan diri pada pemilihan umum, hal ini dikabarkan melanggar hak azasi manusia, apakah rakyat yang membenci koruptor telah dikalahkan oleh rakyat yang memihak atau mendukung koruptor? Peperangan seolah-olah dimenangkan oleh para koruptor, kalo menurut kamu?


4 Comments

SERAGAM, Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir & bekerja standar

KORUPTOR berseragam
Jaksa, pembela dan hakim beseragam
Polisi berseragam

Murid TK berseragam
Murid SD berseragam
Murid SMP berseragam
Murid SMA berseragam
Murid SMK berseragam
Murid Madrasah berseragam
Pekerja pabrik berseragam
Guru berseragam
Kepala Sekolah berseragam
Pegawai Dinas Pendidikan berseragam
Pegawai Pemda berseragam

Ke sekolah berseragam
Ke tempat kerja berseragam
Ke Pengajian berseragam
Ke resepsi (panitianya) berseragam
Ke upacara kemerdekaan berseragam

Lalu, apakah kita seragam bersama mensejahterakan negeri … ?

Menurut Wiki; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS di Indonesia.

Pantas jika orang Indonesia biasa berfikir dan bekerja standar, … biasa-biasa saja … enggan bekerja diluar standar atau luar biasa, … berprestasi jadi kata yang asing, … hingga pemilihan siswa, guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi miskin peserta …

Gambar: Ndoro Kakung