Blog Pendidik


2 Comments

Kurikulum di Negeri Paman Besut, ga bikin penduduknya jadi bisa mikir

20141212-081539.jpg
Lebih dari sepuluh gonta ganti kurikulum, negeri ini masih aja kesulitan mendidik warganya supaya bisa menjaga kesehatan dirinya dan bisa mengelola penghasilan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Pekerjaan tak tentu, miskin, tapi rutin membeli dan isap rokok, bahkan yang berpendidikan tinggi pun tetap bodoh melakukan hal yang sama seperti orang-orang miskin yang bodoh, asap seolah jadi pengantar kenikmatan … bahkan guru-guru hingga profesor yang harus mendidik murid juga terjerumus kecanduan rokok dannarkoba, gimana dengen anda?

Advertisements


Leave a comment

Dedi Dwitagama bicara tentang Kurikulum baru di Republika Online, liat deh videonya

20130524-171032.jpg
Setelah talkshoe PELUNCURAN BUKU “BETA GURU SUDAH” Sekolah Republika di Wisma Antara beberapa waktu yang lalu saya diwawancara Reporter Republika Online, silahkan nikmati pendapat saya tentang perubahan kurikulum disini.


4 Comments

Pelajaran baru di sekolah; pengelolaan keuangan pribadi

seorang teman menulis harapannya semoga Tunjangan Kinerja Daerah atau TKD yang biasa diterima setiap bulan bisa turun paling lambat Februari tahun ini agar dapurnya tak bermasalah … mungkin biaya operasional rumah tangganya hanya cukup untuk beberapa bulan lagi … memprihatinkan juga kalau kepala rumah tangga masih belum trampil mengelola keuangan keluarga.

mungkin hal diatas banyak terjadi pada banyak penduduk negeri, karena di Indonesia tak ada pelajaran mengelola keuangan pribadi dan keluarga … coba anda ingat pelajaran yang anda dapat di TK, SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi …

tak heran jika banyak rumah tangga yang gali tutup lobang dengan berhutang kesana kemari, bingung saat anggota keluarga sakit, tak mampu sekolahkan anak ke sekolah yg baik karena ketiadaan biaya … sebab tak berkemampuan kelola keuangan, tak biasa sisihkan uang untuk ditabung

seseorang yang tak punya pekerjaan tetap berkata tak mungkin dia bisa sisihkan uang utk menabung karena penghasilann yang tak menentu … anehnya dia bisa selalu sisihkan uang untuk puaskan kecanduannya merokok … sementara anak tak bisa bayar biaya dan ongkos ke sekolah

orang lain yang sudah punya pekerjaan tetap, sering memaksakan diri dengan berhutang di bank untuk memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya belum terlalu perlu, berakibat gaji hanya bisa dinikmati sedikit sisa dipotong angsuran

ada yang bilang, hidup cuma sekali … kenapa takut berhutang di bank … nikmati aja, nanti jika kita mati angsurannya otomatis terhenti dan anak istri kita tak terbebani ….

selamat pagi pembaca, mau nabung atau berhutang hari ini?