Blog Pendidik


2 Comments

LGBT

Lesbian,
Gay,
Bisex,
Transgender,

Sama
Rokok
Ga ada
Bedanya

Katanya berlandaskan hak asasi manusia, seseorang merokok itu hak asasi dirinya, orang lain tak boleh mengganggu, juga tak bisa melarang siapapun untuk merokok, kita seolah jadi biasa dan tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat anak mengenakan seragam sekolah dasar dan SLTP menghisap rokok saat berangkat atau puang dari sekolah. Pemilik warung pun tak menolak ketika anak-anak kecil membeli rokok dan menghisap di depan matanya. DI siang hari, sore dan malam hari, sekelompok remaja berkumpul di berbagai lokasi bercengkerama sambil merokok bersama, masyarakat terdiam, apakah itu karena hak asasi manusia?

Setelah merokok jadi biasa, remaja mulai mencoba mencari sensai yang lebih dengan mencoba ganja atau jeis narkotika lainnya yang penggunaannya persis dengan rokok dihisap, apakah itu masih hak asasi? Kalau ada yang melarang anak-anak merokok, dan si anak tak terima berlanjut melaporkan kepada yang berwajib dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan, apakah polisi akan memproses?

Berhubungan intim dengan sejenis, apakah termasuk hak asasi seseorang? Berhasrat pada lelaki dan perempuan, dan berperilaku seperti lawan jenis juga hak asasi manusia? Sejauh suka sama suka, seolah jadi hak asasi, tak ada yang bisa dihukum? Kecuali ada korban yang tak terima diperlakukan oleh sesama jenis dan melaporkan kepada polisi, jika korban diam tak melaporkan?

Rokok sudah menguasai negeri ini, apakah LGBT bakal mencekeram negeri ini? Menurut Anda?

Advertisements