Blog Pendidik


4 Comments

Mendokumentasikan Aktifitas Literasi di SMKN 50 Jakarta

SMKN 50 Jakarta, Kamis 10 Januari 2019, tenda sudah dipasang sejak hari Rabu kemarin, walau hujan Rabu malam agak panjang, lapangan basah tak menghalangi niat gairah berliterasi di SMKN 50 Jakarta, aktifis OSIS membersihkan lapangan dari genangan air dan memasang terpal untuk semua keluarga besar SMKN 50 menyimak penulis novel kondang negeri ini, Tere Liye yang nama aslinya Darwis, video di atas merupakan salah satu dari belasan dokumentasi saya yang sudah tayang di channel youtube Saya, selamat menikmati.

Dokumentasi lain, yaitu Jejak Training dan Seminar Saya sejak tahun 2005 Saya arsipkan di bawah ini:

• 28 Training sepanjang tahun 2018 bisa disimak disini.
• 35 Training sepanjang tahun 2017 bisa disimak disini.
• 62 Training sepanjang tahun 2016 bisa disimak disini.
• 66 Training sepanjang tahun 2015 bisa disimak disini.
• 114 Training sepanjang tahun 2014 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2013 bisa disimak disini.
• 125 Training sepanjang tahun 2012 bisa disimak disini.
• 97 Training sepanjang tahun 2011 bisa disimak disini.
• 109 Training sepanjang tahun 2010 bisa disimak disini.
• 57 Training sepanjang tahun 2009 bisa disimak disini.
• 181 Training sepanjang tahun 2008 bisa disimak disini.
• 75 Training sepanjang tahun 2007 bisa disimak disini.
• 107 Training sepanjang tahun 2006 bisa disimak disini.
• Training sepanjang tahun 2005 dan sebelumnya bisa disimak disini.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, delapan ribu lebih foto saya lainnya di instagram, video saya hampir 1.500 jumlahnya bisa dinikmati di channel youtube saya,perlu download slide-slide Saya silahkan klik di slide share.

Advertisements


7 Comments

Menjadi Guru Inspiratif melalui Budaya Literasi dan Teknologi Informasi

william-arthur-lawebdelestudiante-2

“Guru yang biasa-biasa, berbicara. Guru yang bagus, menerangkan. Guru yang hebat, mendemonstrasikan. Guru yang agung, memberi inspirasi”.– William Arthur Ward –

 

Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen. Sedangkan rata-rata indeks tingkat membaca di negara-negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan, hal ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Negara maju memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Manusia-manusia di dalamnya sangat gemar membaca buku. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-harinya. Di masyarakat negara maju membaca sudah menjadi budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pada Forum Pendidikan Dunia di Korea Selatan tahun 2015 dilaporkan oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bahwa diantara negera-negara di Asia, Indonesia menempati urutan 10 terbawah. Laporan BBC menyatakan bahwa anak-anak Singapura berusia 15 tahun memimpin dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan, diikuti Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan.

Guru memiliki peran penting memegang peranan yang sangat penting dalam merangsang murid untuk belajar, Guru harus menggunakan berbagai pendekatan yang mendorong murid terbiasa membaca buku-buku tyang berkualitas, menuliskan ide, pendapatnya tentang sesuatu dan memanfaatkan teknologi informasi. Continue reading