Lulus sekolah, kesejahteraan dan usaha sendiri

Jakarta 16 Mei 2011

Dear anak-anakku, selamat buat yang berhasil lulus ujian nasional yang baru kalian tahu ini hari. Gembira boleh saja, tapi tak perlu berlebih karena ini cuma bagian kecil saja dalam hidup kalian … Seperti sebuah titik yang kita torehkan pada kertas …

Kemudian dari titik itu kalian harus melangkah, apakah kalian melangkah ke arah yang sangat tepat sehingga hidupmu sangat sejahtera kelak …. Atau sekedar tepat sehingga kalian jalan ke hidup yang sekedar cukup …. Bahkan kalian jalan ke arah yang salah dan menjadi penduduk negeri yang miskin.

Banyak penduduk miskin yang kemudian pasrah, hanya bisa terus beranak (maaf) tanpa berusaha perbaiki kondisi keluarga … Para ayah pasrah sekedar luntang-lantung tanpa pekerjaan yang jelas tapi terus kecanduan rokok dan memancing atau pelihara burung merpati …. Mereka umumnya merasa kemiskinan adalah takdir yang harus mereka terima … Padahal sesungguhnya mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dengan usaha yang sedikit keras dan lebih serius.

Jika saat ini kalian termasuk beruntung karena orang tua kalian mampu penuhi banyak keinginanmu, tetap saja harus berusaha sendiri … karena pada akhirnya kehidupanmu ditentukan oleh usaha dirimu sendiri … kekeyaan orang tua pada akhirnya akan habis jika tak diimbangi kemampuan untuk memelihara dan menambahnya.

Bahwa Allah SWT telah menyediakan rejeki buat setiap manusia adalah benar, tetapi bisa diperoleh dengan usaha yang gigih, panjang …. bertahun dan tak boleh mudah menyerah … sperti burung yang selalu terbang tinggalkansarang stiap pagi untuk menjemput rejeki dan Penciptanya …. demikian pula dengan kita …

Keberhasilan atau kegagalan hari ini bukan akhir dari segalanya … kamu semua harus berjuang untuk bisa bekerja sama dengan semua penduduk dunia menyelesaikan berbagai persoalan dan memberi kontribusi buat organisasi sehingga layak menerima imbalan yang sesuai, atau berwirausaha memuaskan para pelanggan yang bakal memberi imbalan keuntungan yang bakal mensejahterakan … sesungguhnya, manusia yang palng baik adalah yang bermanfaat buat manusia lainnya.