Blog Pendidik


Leave a comment

Pagi nikmati TEAwalk, malam motret TEAter Tanah Air pentaskan “Timun Mas”, happy deh

Teawalk di sekitar Sekolah Ajudan Jendral Lembang Bandung jadi agenda saya Sabtu pagi kemarin … meluncur ke Jakarta untuk temui anak-anak yang bersemangat buat sukses di SMA Negeri 29 Jakarta adalah jadwal berikut … lanjut ke Rumah Sakit Islam Jakarta di Cempaka Putih temani si kecil jumpai teman Dokternya … selesai mampir di Pak Udin, kami ke Teater Besar Taman Ismail Marzuki – TIM nikmati Timun Mas yang dipentaskan oleh Teater Tanah Air dan puaskan hobby memotret saya.

MBOK TUMI DIPERANKAN OLEH RENNY JAYUSMAN

PERTEMPURAN TIMUN MAS DAN BUTO IJO

Teater Tanah Air (TTA) merupakan kelompok teater bentukan Jose Rizal Manua pada 14 September 1978. Di awal, ia bertindak sebagai sutradara, mentor, juga manajer. Seiring usia, TTA sudah naik pentas di mana-mana, sebut saja Taman Ismail Marzuki dan Jakarta Arts House, hingga turut ambil bagian dalam Festival Teater Anak Asia Pasifik di Jepang dan Festival Teater Anak Dunia yang ke-10 di Rusia. Kini, kelompok teater ini sudah menjadi rumah bagi lebih dari 150 anak-anak dan remaja yang menjadi anggotanya.

TTA sudah memainkan beragam naskah; Indonesia atau internasional. Di antaranya, Hamlet, Oidipus Rex, Antigone, Rashomon, Si Badul dan Anak Ondel-Ondel, Kapai-kapai, Spectacle PEACE a Visual Theatre Performance, dan Desember ini, mereka akan memainkan sebuah sandiwara nyanyi Timun Mas.

Ini adalah sebuah naskah karya Remi Silado yang terinspirasi oleh cerita rakyat berjudul sama; Timun Mas. Dikemas dalam bentuk pementasan berbalut nyanyian, Timun Mas mengisahkan Timun Mas yang menginjak usia 17 tahun dan harus diserahkan pada Buto Ijo. Mbok Tumi, pengasuh Timun Mas sejak bayi, tidak tega jika peristiwa ini betul terjadi. Simbok lalu minta bantuan peri. Melalui tukang obat, Timun Mas diberi resep biji timun, garam, merica, jarum, dan terasi untuk melawan Buto Ijo.