Blog Pendidik


Leave a comment

Beritakan Sekolahmu sebelum Diberitakan Fihak Lain

“Sekolahmu pernah jadi bahan berita yang jejaknya terus terekam hingga kini?”

Sangat menyedihkan jika beritanya agak kurang sedap tetapi blow up nya hingga ke media cetak, televisi dan online. Silahkan cek di google jika anda ingin tahu jejak sekolah anda di masa lalu.

Sekolah zaman dulu yang menyadari pentingnya publikasi membuat berita sekolahnya dalam bentuk leaflet, buletin, majalah, koran mini, dsb. Ada juga yang membayar fihak lain untuk memuat berita sekolahnya di media yang dikelola fihak lain seperti koran mingguan, majalah, buletin, dsb. Anda mungkin tahu ada “wartawan” yang rutin berkunjung ke sekolah anda mencari berita atau minta foto dokumentasi sekolah yang akan mengisi koran atau majalah yang dicetak amat terbatas yang biasanya akan diantar ke sekolah yang dimuat beritanya dan tak bisa dibeli di kios penjual koran dan majalah atau toko buku di wilayah anda. Jika sekolah anda tahun 2018 ini masih melakukan itu artinya ketinggalan gerbong dunia digital.

Di era digital sekarang ada berbagai aplikasi atau software yang bisa membuat media cetak dan online untuk memberitakan berbagai kegiatan sekolah, dan murid-murid SD sudah bisa mengoperasikannya hanya menggunakan telepon genggam.

Jika guru, karyawan dan murid dilibatkan dalam membuat berita maka akan banyak sekali berita sekolah bisa diproduksi dan ditayangkan di internet lewat media semacam website, blog, instagram, youtube, dsb. Biayanya gratiiiiiiis.

Jika sekolah anda sudah terbiasa memberitakan diri sendiri, maka ketika ada suatu peristiwa kurang baik yang diberitakan oleh fihak lain, anda tak terlalu kaget, dan tak jadi menyedihkan karena berita baik yang sekolah anda buat sendiri jauh lebih banyak jumlahnya. Berita kurang baik itu akan terkubur oleh ribuan berita yang sudah ditayangkan hasil karya guru, tata usaha dan murid-murid.

Kids zaman now dilatih sebentar saja akan mampu memproduksi berita sekolah memanfaatkan smartphone milik mereka yang bakal membuat murid senang, orang tua riang, sekolah cemerlang di jagat raya berita. Seperti halnya artikel yang anda baca ini saya produksi dengan smartphone sambil menjemput yunior pulang sekolah, selamat memberitakan.

Advertisements


Leave a comment

Gairah Mengabarkan Kebaikan di Sekolah menggelorakan Semangat Berbuat Baik, bikin gampang cari Presiden dan Gubernur, tak perlu impor

Di Negeri Paman Besut, ada orang yang gemar menggunakan media sosial untuk mengabarkan kegiatan, fikiran, ide dan berbagai hal yang berhubungan dengan dirinya sehingga setiap hari wajahnya selalu muncul di media sosial dan mass media mainstream, seolah mendapat angin segar promosi dirinya, dia terus menggeliat, mempublikasikan dan mengoptimalkan media sosial dan mass media mainstream hingga dirinya menjadi walikota, gubernur hingga presiden.di negerinya.
Ada orang yang meniru kelakuan orang di atas, mengabarkan semua kegiatannya di mass media dan mengoptimalkan media sosial, sehingga setiap hari wajah dan pemberitaan tentang dirinya selalu muncul di mass media mainstream dan media sosial, hingga orang itu menjadi gubernur dan berniat jadi gubernur lagi hingga ingin jadi presiden (desas desus kabar yang beredar).

Dikabarkan, mereka berdua mengelola tim pemberitaan yang terdiri dari media mainstream dan media sosial, bahkan pada satuasi tertentu tim mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk koordinasi dan melakukan tugas pemberitaan.

Kepala Dinas pendidikan salah satu kota di negeri itu menduplikasi semangat memberitakan dengan menugaskan semua kepala sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA di kotanya untuk membuat berita setiap hari minimal satu berita di berbagai platform seperti website, blog, facebook, twitter, inatagram, youtube, steller, dsb.

Maka setiap hari bertebaran ribuan berita baik dari ribuan SD, ribuan SLTP, dan ribuan SLTA negeri dan swasta di kota itu. Berita-berita baik dari sekolah di kota itu menghujani media sosial dan masuk radar media mainstream hingga televisi, radio, koran dan majalah datang berkunjung ke sekolah mengkonfirmasi kabar yang beredar di media sosial.

Ada sekolah yang secara kreatif fan terkonsep melibatkan semua guru, karyawan dan murid. Jika semua warga sekolah posting satu berita di satu media yang dia suka maka betapa banyak berita baik sekolah itu beredar secara gratis tanpa mengeluarkan biaya, apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini proses itu dapat dikerjakan hanya menggunakan telepon genggam (seperti tulisan yang anda baca ini saya tulis denga telepon genggam).

Jika semua warga sekolah sudah terbiasa memberitakan kebaikan maka secara langsung mereka audah melakukan kegiatan promosi sekokahnya, kota dan penduduknya. Jika dua orang di atas bisa jadi presiden dan gubernur karena kedadaran memberitakan kebaikan, maka kegiatan memberitakan sekolah akan melahirkan kepala sekolah yang sadar dan memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, guru-guru yang terampil menulis dan memberitakan, murid-murid yang krearif bercitarasa seni dan memanfaatkan gadget untuk kebaikan.

Andai 300 murid dan 20 guru di sekolah memberitakan satu kebaikan setiap hari, maka seminggu ada 1.600 berita, sebulan ada 4.800 berita baik sekolah anda. Jika 600 murid sekolah andan dan 40 gurunya, maka 3.200 berita kebaikan setiap minggu dan 9.600 berita baik tentang sekolah anda setiap bulannya.

Jika ribuan sekolah memberitakan ribuan kabar baik, maka dunia maya akan penuh dengan kebaikan dan pasti akan berdampak pada dunia nyata yang bakal dipenuhi kabar baik sehingga jika ada berita guru yang dilaporkan atau murid mati tawuran tak lagi jadi trending berita karena tertutup oleh jutaan berita baik yang diproduksi oleh warga sekolah.

Beritakan kebaikan yuuuuuk.