Blog Pendidik


Leave a comment

Pulkam yang terekam

 

 Siapa yang punya kampung halaman?
Sudah berapa kali pulang kampung (pulkam) lebaran?
Pulkam tahun berapa yang terus terkenang hingga kini?

jika anda masih mengenang pulkam yang paling menderita karena macet yang luar biasa, hingga perjalanan yang biasa ditempuh 10 jam harus anda jalani selama 50 jam dengan berbagai asesoris penderitaan, susah cari tempat makan, antri toilet, macet di terik matahari, hingga macet di tengah malam, dan aneka penderitaan di perjalanan.

ternyata anda seorang kolektor, sayangnya anda lebih suka mengoleksi dan mengenang penderitaan, dan parahnya bisa membuat anda merasa sebagai pribadi yang banyak menderita sepanjang hidup anda.

jika anda bisa melupakan berbagai tragedi pulkam yang paling menyedihkan, atau anda juga tak ingat peristiwa mudik paling menyenangkan sepanjang anda hidup dan melakukan ritual mudik, tapi anda enjoy aja pulkam setiap tahun karena merasa harus pulkam menjumpai keluarga yang anda cintai, itu artinya anda pencinta keluarga sejati dan target oriented, tak peduli apa yang terjadi di jalan, kebahagian berjumpa keluarga di kampung halaman jadi target dan cerita yang buat dikenang sepanjang hayat.

jika anda mengingat perjalanan pulkam yang menyenangkan, suasana kebersamaan di jalan, menemukan restoran dengan menu yang unik dan lezat, bertemu sahabat di perjalanan dan keseruan serta kenikmatan dadakan yang dijumpai secara tak terduga di perjalanan pulkam. Artinya anda adalah tipe seorang kolektor hal-hal yang baik, terbiasa menikmati kebaikan dan selalu bersyukur atas nikat yang anda rasakan, anda tipe manusia yang bahagia, murah senyum dan menyenangkan, selalu happy terlihat oleh orang lain.

Pulkam bisa jadi momentum pembentukan kepribadian seseorang, jika anada jadi orang tua dan membawa anak-anak anda yang masih kecil atau remaja di perjalanan mudik, harus bisa membuat kondisi yang menyenangkan sepanjang perjalanan, lewat perencanaan yang baik; memilih jenis transportasi, memesan tiket, menyiapkan kendaraan, pemilihan waktu berangkat, pemilihan route, persiapan makanan, minuman di perjalanan, booking hotel di lokasi tujuan atau diperjalanan saat harus bermalam, dan berbagai hal lainnya, jangan ada bentakkan atau bicara keras dengan anggota keluarga yang menimbulkan gangguan emosi. Hal ini bisa menimbulkan pengalaman yang terekam sepanjang hayat.

Selamat pulkam, semoga selamat di jalan hingga kembali ke rumah masing-masing.

Advertisements


Leave a comment

Pemerintah sangat kompak berkoordinasi siapkan Lebaran sehingga penduduknya nyaman mudik ke kampung halaman

Penduduk negeri yang berjumlah lebih dari seperempat milyar ini mayoritas muslim punya trasisi mudik, pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan sanak saudara setelah setahun mencari nafkah di kota lain atau mereka yang telah merantau puluhan tahun ingin kembali mengenang kehidupan masa kecilnya bersama keluarga di kampung halaman, ada juga keturunan yang dilahirkan di kota dari orang tua yang berasal dari daerah ingin menikmati tempat dimana kakek atau neneknya dilahirkan.

Pemerintah negeri kompak berkoordinasi antar para menteri dan jajarannya, Departemen Agama makin cerdas memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahun dan mendorong berbagai organisasi keagamaan sehingga tanggal mulai puasa dan lebaran sudah fix ditetapkan sejak setahun yang lalu.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MENPAN) sejak setahun sebelumnya sudah menentukan tanggal cuti sebelum dan sesudah lebaran, bahkan memberi keleluasaan kepada rakyat untuk mengambil cuti sebelum atau setelah lebaran, ada tenggang waktu yang bisa dimanfaatkan pegawai seminggu sebelum masa cuti bersama atau penghentian pelayanan aparatur negara dan seminggu setelah masa mulai pelayanan, sehingga rakyat bisa memilih tanggal yang tepat untuk memesan tiket perjalanan yang tepat hingga tidak terjadi penumpukan tanggal pemesanan tiket yang mendorong kenaikan harga sesuai hukum ekonomi.

Menteri Pekerjaan Umum sejak selesai lebaran tahun sebelumnya telah memperbaiki kerusakan jalan utama antar propinsi dan membangun jalan tol baru menambah akses menuju ke daerah tujuan mudik sehingga menjelang lebaran jalan utama sudah siap dilalui dengan nyaman.

Menteri Perhubungan sudah menyiapkan tambahan kereta, bis antar kota, kapal laut dan pesawat udara setelah mengevaluasi angkutan lebaran tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini, tiket keberangkatan sudah bisa dipesan sejak setahun yang lalu, yang mendidik penduduk negeri untuk hidup terencana.

Kepolisian menggunakan pengalaman tahun-tahun lalu dan prediksi lebaran tahun ini untuk menerapkan strategi dan menggelar anggota untuk mencegah terjadi kejahatan dan kemacetan sehingga rakyat bisa merayakan lebaran denga nyaman, aman dan tenteram.

Menteri perdagangan dan pertanian bekerja sistematis mengamati evaluasi lebaran tahun lalu, kondisi alam, dsb, hingga menerapkan strategi yang tepat menyediakan berbagai kebutuhan rakyat untuk lebaran dan membuat harga-harga barang tak naik tinggi dan masih terjangkau oleh daya beli rakyat.

Istri: “Maaf Pa, sudah agak sore … tolong belikan plastik untuk menyimpan sesuatu di kulkas”.

Oh, maaf rupanya saya bermimpi setelah membaca broadcast di group-group sosial media tentang tanggal cuti lebaran yang berubah-ubah hingga dua minggu sebelum lebaran, ancaman tindakan hukuman buat aparat yang tak menepati jadwal cuti lebaran, keterbatasan ketersedian bis antar kota, kereta, angkutan laut dan pesawat sehingga tiket cepat habis dan mahal harganya, bahkan ada kabar yang menyatakan semua aparatur negara masih harus bekerja hingga tanggal 23 Juni 2017, sementara lebaran diperkirakan tanggal 25 Juni 2017, bukankah ini artinya pemerintah secara sengaja menciptakan kepadatan arus mudik dan arus balik lebaran yang mendorong terjadinya kecelakaan, kemacetan, korban jiwa, kriminalitas dan berbagai masalah lainnya.

Menurut Anda?


Leave a comment

rakyat tak pernah menuntut & seolah lupa dengan janji kampanye para poli tikus sebelum pemilu, brapa banyak lagi tahun depan?

20140803-123014.jpg

20140803-123031.jpg

brp kali ganti gubernur, mentri, presiden, ribuan kali diberitakan tetap saja ratusan jiwa melayang, mereka yg tak pernah nagih janji kampanye poli tikus.

anggaran trnyata banyak yg dikorupsi, insinyur ribuan lulus dari perguruan tinggi yg banyak jumlahnya si negeri ini, ahli tata kota alumni nuar negeri bisa dimanfaatkan, polisi bisa diefektifkan, tapi kenapa masih saja macet & banyak korban, rakyat tak pernah menuntut & seolah lupa dengan janji kampanye para poli tikus sebelum pemilu, brapa banyak lagi tahun depan?


Leave a comment

Pertanyaan BAYI BIKERS PANTURA lagi

Mungkin ayah ibu tak cukup uang untuk membeli mobil, baru bisa punya motor yangdibeli secara kredit.

Kenapa tak ayah izinkan saya pulang lebih dulu bersama ibu seminggu sebelum lebaran dengan angkutan bis, yang mungkin ongkosnya belum terlalu mahal.

Saya bisa tidur di bis, tak terpanggang matahari, terhindar dari hempasan angin, tanpa terjepit punggung ayah dan perut ibu.

Ayah bisa menyusul sendiri bermotor ke kampung nenek kakek. Baliknya ayah boleh lebih dulu, saya dan ibu kembali naik bis saat penumpang mulai sepi. Agar saya sehat bisa tumbuh kuat menjadi anak cerdas karena tak sakit-sakitan dan siap gantikan ayah cari nafkah buat keluarga.

Maafkan anakmu ayah, ibu, pernahkah kakek-nenek perlakukan hal yang sama padamu?


Leave a comment

Mendukung Kak Seto; ttg Anak & Sepeda Motor

Lebaran kian dekat. Jutaan pemudik mulai cemas menghadapi transportasi
yang dari tahun ke tahun tidak pernah tertangani dengan lebih baik.

Ribuan penumpang akan kembali berjejal di kapal, bus, atau kereta api.
Kemacetan di pantura dan berbagai tempat akan menjadi pemandangan
menyesakkan hati. Selain itu, konvoi ratusan ribu sepeda motor yang
dipenuhi anak-anak dan barang bawaan mewarnai aktivitas mudik, seolah
tidak peduli pada pemenuhan hak anak-anak.

Sepeda motor

Pembiaran dan pelanggaran hak anak saat mudik Lebaran amat menonjol
pada anak-anak yang harus ikut perjalanan jauh dengan sepeda motor.

Menurut data Masyarakat Transportasi Indonesia, tahun ini pemudik
dengan motor naik sekitar 18 persen, dari 2,1 juta menjadi 2,5 juta.

Padahal, sepeda motor pada dasarnya tidak dirancang untuk perjalanan
jauh. Untuk mengendarai mobil saja, dikatakan konsentrasi pengemudi
berkurang 30 persen setelah empat jam perjalanan, apalagi jika
mengendarai motor. Konsentrasi dituntut lebih tinggi karena selain
harus menempuh jarak jauh, juga harus menjaga keseimbangan motor.

Belum lagi motor ditambah kayu agar bisa menampung barang bawaan dan
anak-anak dijejalkan paksa. Perjalanan demikian berisiko tinggi.
Catatan Polres Metropolitan Kota Bekasi menunjukkan, angka kecelakaan
sepanjang tahun 2007 di wilayahnya, 80 persen di kalangan pengendara
motor. Polda Metro Jaya juga mencatat beberapa kasus anak balita
meninggal setelah ditutup jaket orangtuanya selama perjalanan beberapa
jam karena hujan di perjalanan Lebaran tahun lalu. Atau anak-anak
gegar otak karena sebagian besar kepala mereka tidak dilindungi helm
seperti orangtuanya.

Belum lagi anak-anak yang sakit karena kehujanan, menghirup polusi
asap kendaraan bermotor, atau bertabrakan atau bersenggolan hingga
terguling. Semua itu menambah panjang deretan anak yang menjadi korban
kegiatan mudik dengan motor. Semua ini tak lepas dari kelalaian dan
tanggung jawab kita, baik orangtua maupun pemangku kepentingan
perlindungan anak.

Aspek yuridis

Indonesia sudah meratifikasi Convention on the Rights of the Child
yang dicanangkan PBB tahun 1989. Kita juga telah memiliki UU No
23/2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA). Semua mengatur hak dasar
anak, seperti hak untuk hidup layak, hak untuk tumbuh dan berkembang
optimal, dan hak untuk memperoleh perlindungan.

Namun, dalam kegiatan mudik, hak-hak dasar anak tanpa sadar sering
kita, orangtua, langgar sendiri. Memaksa anak untuk pulang mudik
dengan motor yang amat melelahkan dan tidak nyaman merupakan tindak
kekerasan? Atau membiarkan anak naik motor dalam perjalanan jauh yang
penuh risiko kecelakaan dan tanpa perlindungan juga merupakan
pembiaran, penelantaran, dan perlakuan salah pada anak?

Ini melanggar UU Perlindungan Anak antara lain Pasal 63, ”Setiap orang
dilarang… membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa”. Pasal 77 Ayat 2,
”Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh
melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran…”.
Pasal 77 Ayat b menegaskan, ”Penelantaran anak yang mengakibatkan anak
mengalami sakit atau penderitaan, baik fisik, mental, maupun sosial,
dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah)”.

Makna utama Konvensi Hak Anak maupun UU Perlindungan Anak bukan hanya
bertumpu aspek yuridis yang mengandung unsur punishment, tetapi yang
terpenting adalah menyadarkan kita untuk mengedepankan kepentingan
terbaik bagi anak.

Paradigma baru

Semua pihak perlu berperan, baik pemerintah, lembaga swadaya
masyarakat, tokoh masyarakat, maupun media. Pemerintah perlu segera
mengumumkan aneka peraturan dan perundang-undangan yang melarang
membawa anak dengan motor dalam sebuah perjalanan jauh antarkota.
Aparat keamanan dapat terjun di berbagai titik untuk menghentikan
kendaraan roda dua yang membawa anak-anak untuk tidak meneruskan
perjalanan, dengan memberi bimbingan dan panduan simpatik. Tokoh
masyarakat dan selebriti bersama media dapat mengimbau masyarakat luas
tentang berbagai bahaya dan risiko yang dapat membahayakan jiwa anak-anak.

Tidak kalah penting, kampanye untuk mengubah paradigma tentang mudik.
Mudik dengan berbagai risiko mengorbankan keselamatan jiwa anak-anak
dengan motor adalah tindakan tidak tepat. Kegiatan mudik dapat
dilakukan kapan saja, termasuk setelah Lebaran. Dan, merayakan Lebaran
dapat dilakukan di mana saja, termasuk tidak harus di kampung halaman.

Memang semula terasa berat. Namun, dengan selalu mengedepankan
kepentingan terbaik bagi anak dan menjunjung tinggi hak anak,
paradigma yang menganggap bahwa saat Lebaran harus selalu mudik dapat
diubah bertahap dan dengan jiwa besar.

Seto Mulyadi Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Sumber: Kompas
Judul: Mudik dan Hak Anak


1 Comment

Ingatkan; Jangan lewat Tol Kanci

Menjumpai cinta yang tak terasa di Jakarta

Menjumpai cinta yang tak terasa di Jakarta


Kamis sore kami masuk tol Kanci dari pintu tol Ciperna, menghabiskan waktu 2 setengah jam untuk jarak 11 km. Pagi ini Saya lihat kemacetan makin parah, di km 22 menuju Kanci kendaraan merayap, jalan yang hanya dua lajur … jadi seperti yang Anda lihat di atas.

Dimana posisi Anda saat ini?