Blog Pendidik


Leave a comment

Manfaat Publikasi Sekolah

20111214172426pamerantopeng

Seorang Guru dengan bangga mengatakan tentang lingkungan sekolahnya yang nyaman, toilet yang bersih dan karya siswa di display di banyak tempat, beliau melanjutkan begini:

“Kami tak memerlukan publikasi, tanpa publikasi siswa banyak sekali yang mendaftar ke sekolah ini.”

Saya merespon seperti ini:

“Beruntung sekali Anda memiliki teman-teman dan Pemimpin yang peduli pada lingkungan sekolah sehingga bisa bekerjasama wujudkan lingkungan yang nyaman, bagaimana jika keadaan berubah, dimana situasi sekolah tidak kondusif lagi, kerjasama sulit dilakukan, pemimpin anda punya leadersip yang kurang baik dan berakibat lingkungan sekolah menjadi tak terurus, toilet kotor dan bau … sementara karya siswa sudah rusak, lapuk termakan usia dan jadi penghuni tempat sampah?”.

Keadaaan bagaimanapun di Sekolah anda saat ini harus dipubikasikan sebagai cara mendokumentasikan dan mensyukuri apapun nikmat yang ada, jika saat ini situasi anda dalam keadaaan yang kurang baik atau sangat buruk, jika ada publikasi masa lalu dimana keadaan sekolah sangat bagus dan menyenangkan (lebih hebat lagi jika ada publikasi video di Youtube) sehingga semua warga sekolah bisa instrospeksi diri untuk melakukan upaya-upaya perbaikan kinerja agar bisa menjadi baik seperti dulu atau lebih baik lagi dari yang sekarang dan masa lalu.

Jika keadaan sekolah anda sekarang dalam keadaan yang sangat bagus, publikasi yang dibuat akan membuat semua warga sekolah senang dan bahagia bahwa situasi buruk masa lalu kini berganti jadi baik sehingga terdorong untuk terus bekerjasama memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berbagai karya siswa yang di display di lingkungan sekolah akan laput termakan usia dan akan dibuang atau diganti dengan yang lain, jika karya siswa dipublikasikan melalui media online seperti facebook, twitter, path, website, blog, instagram, steller, dsb, sehingga pada suatu saat siswa yang membuat karya itu menemukan foto, video atau cerita di media online akan membuatnya senang dan bahagia luar biasa, bahkan bisa menjadi contoh atau cerita kepada teman, anak, cucu, keluarga dan yang lainnya bahwa dirinya pernah berkarya di sekolah dan didokumentasikan serta dipublish sekolah hingga masih terlacak walau berjarak puluhan tahun yang lalu.

karya-siswa

Bagaimana perasaan anda jika foto anda atau karya anda terlihat pada dua foto dokumentasi di atas atau video di bawah ini yang terlacak melalui google?

Publikasi itu penting untuk dokumentasi dan membuat kualitas hidup umat manusia lebih baik setiap hari, salurannya bisa facebook, twitter, path, website, blog, instagram, steller, dsb, menurut anda?

Advertisements


Leave a comment

Pencitraan Sekolah (School Branding) itu harus, atau sekolah Anda bakal tak ada peminat

image

Pencitraan Sekolah atau School Branding adalah suatu cara seseorang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya, adalah citra visual dan pesan yang masuk atau terekam di memori seseorang ketika mendengar nama sebuah sekolah disebut dalam percaturan sekolah yang massal, banyak sekali. Jika Adalah Guru atau karyawan sekolah, ini adalah janji apa yang menawarkan sekolah Anda. Ini adalah harapan yang ada di benak pelanggan utama, orang tua murid Sekolah Anda. Ini adalah kesempatan untuk terhubung secara emosional dengan orang tua murid Sekolah Anda.

Pencitraan Sekolah serupa dengan Pencitraan Manusia, ada sekolah yang dibangun di tepi jalan utama kota sehingga sejak pertama kali menerima murid baru sudah menjadi rebutan masyarakat sehingga yang diterima di sekolah itu memiliki nilai bagus dan dengan pembinaan yang biasa-biasa saja, alumni sekolah itu bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau merebut peluang kerja.

Sekolah di atas seperti seorang bayi yang dilahirkan sebagai keturunan keluarga bergenetik unggul, penampilannya bagus, intelegensinya bagus sehingga orang-orang disekitarnya tertarik padanya.

Bagaimana sekolah Anda? Apakah bergenetik baik disebabkan berbagai faktor seperti lokasi, konsep pendirian sejak awal (ada sekolah yang dibangun untuk jadi unggulan)?

Apakah sekolah Anda mewah? Sehingga orang-orang kaya senang bersekolah di tempat Anda, atau letak sekolah Anda mepet sawah (di pinggir sawah), mungkin sekolah Anda di perkampungan atau pedalaman yang tak bisa dicapai kendaraan selain berjalan kaki.

Apakah citra sekolah bisa dibentuk? Bagaimana membentuk citra sekolah?, bagaimana merubah citra sekolah?

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Setiap jenjang pendidikan memiliki tujuan yang khas, misalnya tujuan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, sbb:

Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah sebagai berikut: (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Sekolah yang punya citra bagus secara genetika hanya butuh perawatan, memelihara tradisi baik dan terus menunjukkan citra baik sesuai tuntutan masyarakat, jika hanya berdiam diri dan puas dengan keunggulan yang given, misalnya letak sekolah di tepi jalan utama, suatu saat bakal ditinggalkan masyarakat karena perkembangan wilayah pemukiman yang cenderung melebar ke pinggir kota.

Ada sekolah yang terletak di pusat kota, nomor sekolahnya sangat kecil, dahulu mendapat tambahan teladan atau bertaraf internasional kini makin tak diminati, hal ini terlihat dari jumlah dan level nilai murid yang masuk ke sekolah itu, makin menurun.

Anda bekerja di Sekolah Negeri?, merasa tak peduli dengan pencitraan? Karena walau semua guru bekerja santai, asal-asalan tanpa motivasi ke arah tujuan pendidikan, murid baru tak pernah berkurang, bahkan selalu berlebih karena gratis tak berbiaya dan semua fasilitas dipenuhi oleh Pemerintah.

Perhatikan banyak Sekolah Dasar di Negeri ini yang mengalami kesulitan sehingga melakukan berbagai cara agar masyarakat mau menyekolahkan anaknya di sekolahnya, bahkan ada sekolah yang guru-gurunya merelakan sebagian tunjangan sertifikasinya dikumpulkan untuk dibelikan seragam sekolah yang akan dihadiahkan kepada murid baru yang mendaftar di sekolah itu, karena masyarakat enggan menyekolahkan anaknya di sekolah itu.

Tak sedikit pula sekolah yang tak memperoleh murid baru sehingga sekolahnya dimerger atau digabung dengan sekolah lain yang masih ada peminat, ada yang bilang Program Keluarga Berencana (KB) berhasil sehingga jumlah penduduk berkurang, faktanya sekolah tetangga tetap banyak muridnya.

Bagaimana langkah-langkah melakukan pencitraan sekolah atau school branding?

1. Buatlah Logo atau Seragam Sekolah yang paling menarik, keren atau eye catching istilah anak sekarang, jika logo atau seragam sekolah anda yang sekarang dirasa sudah ketinggalam zaman, libatkan murid dalam bentuk sayembara untuk mendisain logo atau seragam sekolah dengan berbagai filosofi sesuai dengan misi sekolah. Logo atau seragam yang lama menjadi dokumentasi yang bisa dilihat, dikenang lewat display di dinding-dinding sekolah, kelas, website, blog, cerita sejarah sekolah, dsb.

2. Fokus pada tujuan pendidikan nasional & tujuan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sekolah anda, usahakan semua sumberdaya berjalan ke arah tujuan, jika ada warga sekolah seperti kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua dan murid.

Ada contoh sekolah yang menyatakan Ketuhanan dan Kejujuran adalah nilai-nilai yang diterapkan sekolah, ketika ada murid yang menyontek saat ulangan harian atau diketahui mencuri di sekolah mendapat sangsi dikeluarkan dari sekolah. Sekolah-sekolah seperti itu selalu banyak yang berminat walau harus membayar biaya yang mahal untuk diterima di sekolah itu.

3. Pembeda atau Ciri Khas. Orang tua memasukkan anaknya ke sekolah yang punya kelebihan atau pembeda dari sekolah lain, pembeda itu bisa berupa nilai-nilai atau skill yang diajar atau terus dilaksanakan selama murid bersekolah disana. Terlalu berat untuk melaksanakan atau memperlihatkan output semua tujuan pendidikan di Sekolah, pilih saja satu atau sedikit karakter unggulan sebagai pembeda yang bisa dilihat orang tua murid.

Sebagai contoh sekolah yang menyatakan menanamkan nilai ketaqwaan melakukan berbagai kegiatan yang pada akhirnya memperlihatkan sikap taqwa murid sekolah itu lebih baik dari murid sekolah lain, hal ini membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya disana karena merasakan perbedaan tingkah laku anaknya sebelum dan setelah bersekolah disana.

Ada contoh sebaliknya, sekolah yang menyatakan menanamkan nilai KOMPETITIF, tetapi kenyataannya murid di sekolah itu tak dibiasakan menekuni bidang-bidang tertentu yang bisa membuat nurid memiliki skill tertentu untuk memenangkan kompetisi, murid jarang diikutkan kompetisi di berbagai bidang, sehingga jarang menjadi juara memenangkan kompetisi, penekanan proses belajar hanya berfokus pada kompetisi mendapatkan nilai Ujian Nasional (UN) yang terbaik, hal ini tak cukup karena banyak orang tua yang sudah menyadari bahwa nilai UN saja tak cukup buat persiapan anaknya menghadapi masa depan.

4. Menyenangkan. Suasana sekolah harus memberi rasa senang dan membuat betah semua warganya, tak ada rasa takut atau cemas. Menjadikan murid, orang tua, guru & karyawan betah berada di sekolah karena teduh, nyaman serta keramahan warga sekolah.

5. Tak punya pembeda atau Ciri Khas. Sekolah yang biasa-biasa saja tanpa ciri khas mungkin masih banyak muridnya karena terletak di pemukiman, tapi coba perhatikan murid di sekolah itu, apakah berasal dari pemukiman terdekat atau dari luar lingkungan.

Saya pernah menjumpai sebuah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di sebuah kompleks pemukiman kelas atas dengan mayoritas penduduknya dari golongan tertentu, ternyata murid sekolah itu yang berasal dari lingkungan terdekat hanya sedikit sekali, mayoritas berasal dari luar kompleks dalam kategori latar belakang sosial ekonomi yang jauh lebih rendah.

Manusia itu unik, dan manusia menyukai hal-hal unik yang berbeda yang bisa memberi nilai lebih, jika hal itu sesuai dengan harapan mereka, maka masyarakat bersedia membayar biaya walau mahal sekalipun secara sukarela, karena yakin bakal mendapat nilai tambah keunggulan yang khas pada anaknya.

Membiarkan Sekolah Anda tak memiliki Pembeda atau Ciri Khas akan membuat fihak luar memberi tekanan-tekanan sesuai kepentingan dan menjadikan manajemen Sekolah Anda semakin gagal fokus menuju kebesaran sekolah dan hanya sibuk menyelesaikan target-target rutin yang diminta lingkungan, tunggu saja saat sekolah Anda makin sepi peminat atau dipilih oleh murid-murid yang dekat tempat tinggalnya atau dengan level nilai rendah dan tak diterima di tempat lain.

6. Mengabarkan. Sekolah harus secara sadar merekam atau mendokumentasikan berbagai aktifitas sekolah, keunikan peserta didik, guru, karyawan, prestasi, proses latihan dan semua hal yang ada di Sekolah dalam bentuk Foto, Video dan menyeleksi foto-foto dan video terbaik untuk dipublikasikan dalam bentuk brosur, website, blog, instagram, youtube dan berbagai platform media sosial.

Guru bisa memberikan tugas belajar, yang pada zaman dulu harus di cetak, kini bisa dirubah dengan meminta murid mempublikasikan di blog, youtube atau media sosial lainnya yang bisa menjadi memory atau kenangan serta materi promosi pencitraan yang alami tentang apa yang dilakukan di dalam Sekolah Anda.

7. ATM sekolah yang bagus. Amati berbagai hal dari sekolah yang bagus memurut Anda, Tiru hal-hal bagus, Modifikasi cara melakukan hal-hal bagus disesuaikan dengan kondisi sekolah Anda.

Melakukan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) bisa dilakukan dengan berkunjung ke sekokah bagus yang terdekat, tak perlu studi banding hingga naik pesawat.

8. Budaya menghargai prestasi. Prestasi apapun yang diperoleh murid, guru, karyawan sekolah harus selalu mendapat apresiasi dari semua warga sekolah, sehingga muncul semangat berprestasi dan budaya membicarakan prestasi di sekolah jadi kebahagian bersama.

Jika sekolah tak terbiasa dengan budaya prestasi maka yang terjadi adalah pembiasaan membicarakan keburukan, kelemahan, kecelakaan fihak lain. Akhirnya, sekolah jadi terbiasa dengan keributan antar murid, antar guru, tawuran dengan sekolah lain, bolos, hamil di luar nikah, urusan polisi, dsb.

9. Pembiasaan evaluasi, introspeksi dan berubah.

Salah, keliru, gagal, benar, dan sukses adalah proses hidup yang selalu kita jumpai, apapun yang diperoleh harus dievaluasi, untuk jadi bahan perbaikan yang akan dilakukan di masa depan, sehingga perubahan selalu tak bisa dihindari, agar bisa terus bertahan di dunia yang terus berubah.

Di Negeri Paman Besut ada sekolah yang melakukan berbagai rekayasa, dari yang positif seperti mamotivasi murid agar serius belajar, memberi pengayaan materi, latihan soal-soal hingga memberi strategi menyontek atau bekerja sama saat ujian, memberi kunci jawaban, dsb …. sekolah-sekolah itu hanya jadi statistik negara, bahwa sekolah itu ada, tapi guru-guru & murid tak bangga pada sekolahnya hingga makin sepi peminatnya dan ditutup, dimerger atau dialih fungsikan gedungnya untuk keperluan lain, walau sekolah itu tak memungut biaya atau gratis.

Sementara, ada sekolah yang menyeleksi murid baru sangat ketat, menerapkan nilai karakter baik di sekolah, murid yang menyontek saat ulangan harian dikeluarkan dari sekolah, dsb …. umur sekolahnya hampir seratus tahun, tak pernah kekurangan murid, bahkan selalu menolak murid walau orang tua harus membayar uang masuk puluhan juta kepeng dan iuran bulanan jutaan kepeng.

Bagaimana citra sekolahmu?


Leave a comment

Kabarkan semua kebaikan walau satu kata atau satu foto, liat deh efeknya

KPK

USB-Active-Facebook-Cover

SOSIAL-MEDIA

Apa hubungan ketiga gambar di atas?
KPK bisa dijadikan contoh bagaimana mengelola kerja dan mengabarkan, ditengah berbagai pendapat keraguan, optimis, cemooh, dsb, KPK terus bekerja menyemangati anggotanya, penyidiknya terus bergembira bekerja hingga membuahkan Operasi Tangkap Tangan, setelah berhasil menangkap pelaku korupsi lalu mengabarkan kepada masyarakat lewat media, kerja lagi, menangkap lagi, mengabarkan lagi … terus bekerja menyemangati anggotanya, penyidiknya terus bergembira bekerja hingga membuahkan Operasi Tangkap Tangan, setelah berhasil menangkap pelaku korupsi lalu mengabarkan kepada masyarakat lewat media, kerja lagi, menangkap lagi, mengabarkan lagi …

Anda bekerja atau menjadi anggota di organisasi apa? kerja aja dalam suka cita, bergembira bekerja bersama teman kerja, kabarkan setiap kerja anda, jika tak punya akses ke wartawan, kabarkan saja secara mandiri lewat sema platform media sosial, yang pada saatnya nanti akan tercium oleh wartawan media mainstream yang akan datang menjumpai anda untuk mengkonfirmasi dan mengabarkan kerja anda di mass media catak dan elektronik.

Kabarkan semua kebaikan walau satu kata atau satu foto, liat deh efeknya.


Leave a comment

Mendokumentasikan sambil update info sekolah

20150114-194341.jpg
Saya mengakhiri kerja yang menyenangkan di SMKN 36 Jkt tahun 2011, di SMKN 29 Jkt tahun 2012, tapi serasa masih bersama teman-teman dan anak-anak yang hebat, karena sampai tahun 2015 ini Saya masih menerima telepon, email, mention di twitter yang berkoordinasi soal pekerjaan di dua sekolah itu, tak sedikit yang menduga saya masih bertugas disana.

Mungkin karena hobby Saya mendokumentasikan foto-foto dan catatan di blog ini, rekan-rekan kerja atau orang-orang dari institusi lain masih menganggap Saya masih di dua sekolah itu, Saya berusaha menjawab dan menyampaikan kepada siapa mereka sebaiknya kontak.

Barangkali ketika mereka browsing sekolah saya terdahulu di google, yang ditemukan adalah catatan dan foto-foto dokumentasi saya. Apakah sekolah yang tak mengupdate info terkini tentang sekolahnya atau mitra saya, institusi lain yang tidak update tentang info-info terkini, bagaimana dengan anda?


4 Comments

Pencitraan Sekolah tanpa undang wartawan atau pejabat, caranya?

LIPUTAN TV NASIONAL TRANS TV DI SMKN 36 JAKARTA

Buat menjadi terkenal dan dikenal masyarakat, sekolah sering lakukan upaya pencitraan dengan berbagai cara, agar lebih banyak masyarakat tahu tentang sekolah sehingga peroleh citra yang diinginkan maka diundanglah wartawan dan pejabat. Jika anda pernah jadi panitia kegiatan tersebut, pasti anda tahu bahwa biaya yang dikeluarkan tak sedikit.

POS KOTA, 7 SEPTEMBER 2009

Dimulai dari rapat-rapat persiapan, renovasi tempat kegiatan, setup dekorasi, sound system, keamanan, konsumsi, seragam, dokumentasi, dll. Biaya terbesar biasanya ada diurusan perut dan mata. Untuk membuat perut penuh dan bagus dipadang maka makanan harus yang berkualitas, itu mahal. Agar suasana kegiatan bisa dinikmati, perlu dekor dan pendinginan ruang atau AC yang memadai, itu juga mahal. Kemudian coba kaji dampak pencitraan setelah kegiatan yang mahal itu selesai, tak terlalu signifikan. Berhenti di berita media dan rasa senang dikunjungi orang besar dan banyak orang saja.

CLOSING SHOOT DAAI TV DI SMKN 36 JAKARTA

GUBERNUR DI SMKN 36 JKT, 15 APRIL 2009

Biaya dan energi sebaiknya digunakan untuk melaksanakan misi sekolah yang sesungguhnya, seperti tanamkan iman, taqwa, karakter, disiplin dan hal-hal ideal bidang pendidikan lainnya. Jika itu dilaksanakan dengan serius dan sepenuh hati tanpa pamrih untuk jadi terkenal atau bercitra bagus … lakukan untuk bentuk anak negeri yang percaya diri, berani, bermutu, membuat kegembiraan di sekolah sehingga muncul kebersamaan yang menyenangkan, nyaman suasana lingkungan sekolah dan lainnya … sesungguhnya kita sedang lakukan pencitraan.

BBC LONDON DI SMKN 3 JAKARTA, 28 NOP 2007

Tak perlu undang wartawan, apalagi wartawan bodreks yang medianya tak bisa dibeli di tukang koran, toko buku atau tak dijual di lampu merah, juga tak perlu undang pejabat, karena info dari ratusan warga sekolah, ribuan anggota keluarga dan masyarakat sekitar mengenai sekolah anda akan didengar oleh banyak fihak … membuat wartawan dan pejabat datang tanpa diundang … soal biaya itu relatif, tergantung kemampuan anda mengelola kegiatan.

BULE IRLANDIA MAIN BOLA DI SMKN 36 JKT, 2011

DEPUTY GUBERNUR DKI JKT SERAHKAN SERTIFIKASI INTERNASIONAL KPD PESERTA DIDIK SMK 36, 2010

Pilih mana, lakukan acara gebyar ini itu berdokumentasi dan diberitakan tapi tak punya isi, hanya sekedar pencitraan belaka … atau lakukan kegiatan berisi sarat makna didik anak negeri dalam banyak aspek, diberitakan dan diketahui banyak orang … misi pendidikannya dapat, pencitraannya juga dapat dan di dengar serta diketahui seantero negeri hingga manca negara dalam dunia nyata dan dunia maya.

Sebenarnya sih sederhana saja … lakukan kerja mendidik yang serius dan ikhlas, tak berpamrih, maka kita akan berusaha lakukan yang terbaik, fokus pada misi pendidikan, tak mudah terpengaruh oleh tren sesaat, tapi makna dan kepuasannya bertahan lebih lama. Tak perlu juga kabarkan kesana kemari, karena kabar itu disebar oleh warga sekolah anda plus keluarga dan tetangganya … jangan minta juga balasan dan pujian dari orang lain, sesunguhnya Allah akan membalas setiap perbuatan yang kita lakukan. Berniatlah dalam kebaikan … sisanya Allah yang atur … Selamat lakukan pencitraan buat sekolah anda.

4 FEB 2011


Leave a comment

Pencitraan sekolah dan wartawan bodrek

BAPAK HAJI TUAN SERAHKAN SOUVENIR BUAT MR. IAN DR LOXEMBOURG

Salah satu pencintraan sekolah yang berhasil adalah reportase media dan kunjungan tamu dari luar institusi. Banyak pengelola pendidikan yang merasa harus mengundang wartawan kelas media nasional dan lokal  hingga beroplah tak jelas dan tak bisa dibeli dimana-mana, karena majalah atau korannya datang di anar ke sekolah … untuk meliput kegiatan sekolah … lalu sumber daya sekolah di seting untuk kegiatan yang berlangsung beberapa jam saja. Itu citra yang bakal cepat pudar, berbiaya tak sedikit.

Pencitraan yang baik bisa diwujudkan dengan berusaha jalankan misi pendidikan sebaik mungkin dengan cara apa saja yang disepakati … perbaiki jika ada yang keliru … lakukan hal baru yang belum pernah dilakukan, rubah hal yang biasa ke arah lebih baik …. lakukan sepenuh hati dan ikhlas, mengajak semuat teman di sekolah lakukan kebaikan … nikmati, jangan cepat lelah dan merasa berhasil … karena pendidikan adalah proses panjang, puluhan tahun … investasi jangka panjang.

Kemarin Saya diwawancara majalah EDUCARE lewat telepon (umumnya wartawan media besar janjian jika ingin jumpa, dan tak mau diberi uang walau berita sudah dimuat) dan dikunjungi tamu asing dari Luxembourg.

Pencitraan, tak perlu mengundang wartawan bodrek … kerja aja sebaik mungkin … maka wartawan dari media besar akan datang ke tempat anda …. karena kita saling membutuhkan … Bagaimana di sekolah anda?


1 Comment

Eat Pray Love, Laskar Pelangi & Pencitraan Sekolah

Anda seorang Guru, Kepala Sekolah atau Pejabat Dinas Pendidikan yang sedang sibuk melakukan pencitraan, membuat lembaga atau sekolah anda menjadi bagus citranya.

Apa hubungannya dengan Film Eat Pray Love yang dibintangi Julia Roberts?
Film yang diproduksi oleh Paramount Pictures tersebut adalah sebuah adaptasi dari novel laris bertajuk “Eat, Pray, Love: One Woman’s Search for Everything Across Italy, India and Indonesia” karya penulis wanita Amerika, Elizabeth Gilbert.

Novel tersebut merupakan pengalaman pribadi Gilbert saat berusia 32 tahun pasca bercerai dari suaminya. Setelah menangisi perceraiannya selama berhari-hari dan gagal membina hubungan baru dengan pria lain, Gilbert akhirnya memutuskan untuk berkelana ke berbagai negara demi mencari pengalaman spiritual serta tentu saja menemukan cinta baru.

Tiga negara yang sempat dikunjungi Gilbert ketika itu adalah Italia, dimana ia menghabiskan waktu selama empat bulan di sana, kemudian berlanjut ke India selama empat bulan demi mencari ketenangan spiritual dan berakhir di Indonesia dimana akhirnya ia menemukan cintanya kembali setelah bertahun-tahun tinggal di pulau Bali.

Tak ada maksud film itu mempromosikan Bali, tetapi sejak film itu diputar di Amrik, kunjungan wisata meningkat tajam.

Film itu dibuat dengan semangat dan energi yang kuat untuk menghasilkan film yang baik dan bagus dari sisi isi dan yang terlihat (penampakkannya), bukan untuk pencitraan lokasi yang menjadi lokasi pengambilan gambarnya.

Hal yang sama terjadi dengan film Laskar Pelangi yang membuat kunjungan wisata ke daerah yang hampir tak pernah dilirik wisatawan kini jadi target kunjungan wisata banyak orang, film laskar pelangi berupaya sajikan film yang bagus dari sisi isi dan yang terlihat (penampakkannya). Mira Lesmana dan teman-teman berupaya membuat film itu bermakna diserap isinya dan bisa dinikmati secara visual oleh penontonnya.

Pencitraan Sekolah

Manajemen Sekolah harus berusaha membuat proses pendidikan di sekolahnya berkualitas dari sisi isi maupun penampakkannya dan tak perlu promosi … kabar atau berita tentang sekolah yang dikelola secara baik itu akan menyebar dari mulut ke mulut, kemudian media massa akan meliputnya dan masyarakat akan tertarik untuk menyekolahkan anknya di sekolah itu.

Ada pimpinan yang gemar menebar citra dengan menebar spanduk dimana-mana, memasang iklan di media, memberitakan kegiatan dengan membayar agar muncul di berita mass media … efeknya sebentar dan cepat mati. Karena sesungguhnya lembaga anda atau diri anda tak layak diekspos … akhirnya yang muncul adalah berita sebatas kapasitas yang pas-pasan saja.

Bekerja baik, arahkan lembaga atau sekolah anda ke arah yang baik, dari sisi isi dan penampakkannya tentu …. maka citra yang baik akan nempel pada anda … kalau anda jalankan keburukkan dan taak berpaku pada idealisme yang ada di hati kecil anda … maka berpapun biaya yang anda keluarkan untuk pencitraan, akhirnya akan terbuang percuma.

Selamat siang Pembaca … selamat membuat citra diri, lembaga atau sekolah anda, terima kasih telah berkunjung ke blog saya semoga anda dalam sehat dan sukses selalu, ini posting ke 1.302 sejak Nopember 2005.