Tag Archives: PENDIDIKAN KARAKTER

REMEDIAL PTS KLS X SMKN 50 JAKARTA

Assalamualaikum Guys, semoga saat ini kamu dalam sehat dan cakep selalu … apakah kamu olah raga pagi ini? terus sarapannya apa? Saya olah raga nganter istri ke pasar, terus mepet ke kang bubur dan nasi uduk, baliknya saya sarapan bareng siap” mo pergi ketemuan ama sodara.

Nilai kamu masih belom memuaskan? sabar guys, kerjain aja soal” remedialnya disini. Tokennya saya berikan lewat ketua kelasmu.

Buat pelajar dan mahasiswa mah remed itu hal yang biasa … karena engku masih anak sekolah satu esemka belum sempat waktu begitu begini …. hahaha nyanyi dah.

Perhatikan petunjuk pengerjaan, isi titik”nya aja, ga usah pake jalannya, coret”annya tetap difoto dan dilampirkan di akhir jawaban … di kertas apa aja boleh.

Selamat berjuang, karena sukses itu harus diusahakan, love u much.

Foto Dekat Bendera

Saya tuh seneng bet ngeliat foto saya ketika ada di dekat bendera …. bendera apapun itu. Kalo kamu?
.
Ini dokumentasi saat di ujung kokopitan masih menyerang bumi saya menemani @infobnn_kota_jktutara #trainingpublicspeaking Sept 2021.

Jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat  di sini . Dokumentasi kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati  di instagram , ratusan foto-foto ada di  fanpage facebook  dan dari video ada di  channel youtube saya , adakah wajah yang anda kenal atau ada wajah anda sendiri disana?

Bagi Pembicara, Pertanyaan adalah Kemewahan

Menjadi pembicara publik sejak 1990 saya merasa bahwa pertanyaan atau dialog yang diajukan oleh peserta saat sessi berlangsung atau di akhir sessi menjadi sebuah kemewahan, karena bisa lebih fokus menyamapaikan materi yang ingin diketahui audience. Hal-hal yang belum diungkap atau terlewat bisa ditambahkan saat menjawab pertanyaan peserta.

Foto di atas adalah anak-anak muda hebat yang angkat tangan meminta kesmpatan untuk bertanya atau mengajukan pendapat saat saya hadir di Kapal/SMKN 29 Jakarta 120722. Banyak gitu gaes, pertanyaan dan pendapatnya keren”, video”nya saya tayangkan di channel youtube saya.

Kalo ga ada pertanyaan tuh rasanya sedih, seolah tak dipedulikan or dicuwekin, terasa audience tak berminat dengan kehadiran dan materi saya.

Ini jejak saya yang ke 1.171 sejak 1990, jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat di sini. Dokumentasi kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di instagram, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook dan ribuan video ada di channel youtube saya, adakah wajah yang anda kenal atau ada wajah anda sendiri disana?

REMEDIAL PRE TEST MTK KLS X SMKN 50 JAKARTA

Assalamualaikum Gaes,

Prosedur ngerjain soal” remedial pre test mtk kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Buka link blog https://dedidwitagama.wordpress.com
  2. Baca dan pahami petunjuk di posting berjudul REMEDIAL PRE TEST MTK KLS X SMKN 50 JAKARTA
  3. Kerjakan soal remedial dengan cara mengklik link soal.
  4. Tuliskan jalan atau proses penyelesaian soal di buku latihan mtk kamu.
  5. Klik Submit atau kirim kalo udah ngerjain semua soal.
  6. Jika nilaimu sudah lebih dari 75 silahkan di SS dan simpan hingga akhir semester.
  7. Isi daftar hadir remedial dengan melampirkan foto closeup senyum kamu bareng tulsan proses menjawab soal di buku latihan mtk kamu, minta tolong teman kamu buat motoin supaya hasilnya bagus.
  8. Klik submit or kirim kalo udah melampirkan foto close up senyum kamu.

Buat kamu yang belum dapat nilai minimal 75 silahkan mengerjakan soal remedial mtk yang bisa kamu buka linknya disini.

Saat kamu ngerjain soal”, tuliskan jalannya di buku latihan yang harus kamu foto close up dengan senyum lebar kamu seperti contoh di bawah ini. Foto itu harus kamu lampirkan ketika mengisi daftar hadir remedial yang linknya bisa kamu buka disini.

Kalo ada yang kurang jelas, silahkan tanya ke ketua kelas kamu, Ketua kelas pasti bisa jawab kerana sudah saya jelaskan prosedurnya lebih dulu….. semoga nilaimu memuaskan … selamat berjuang kakak … love u much.

Ice Breaking di Training/Seminar Saya

Ice breaking adalah kegiatan yang tepat untuk dilakukan saat peserta acara berasal dari latar belakang yang berbeda, orang-orang perlu terikat dengan cepat untuk bekerja menuju tujuan bersama, saat tim baru terbentuk, dan sebagainya. Dalam acara ice breaking, diperlukan seorang fasilitator sebagai pemandu berlangsungnya acara dan bertugas untuk membuat setiap peserta ice breaking terlibat dan mengenal satu sama lain.

Video di atas merupakan dokumentasi training saya saat membersamai BNN Provinsi DKI Jakarta mendiskusikan Lifeskill dan Public Speaking, permainan di atas dilakukan sebelum peserta melakukan praktek pulic speaking agar arah kursi berubah untuk merubah suasana memperbaharui mood dan menambah energi baru.

Cerita lengkap training” dan seminar” saya bisa anda nikmati disini.

Bukti bahwa Kita pernah Jumpa ada di Instagram


Bareng alumni dan Guru” Kapal @smkn29jkt  ….

Tentang perjumpaan masa kini, tempatnya bisa dimana aja, makanannya bisa apa aja, waktunya bisa kapan aja, yang penting ada fotonya dan uplot di ig, sebagai bentuk apresiasi udah follow saya dan hari ini memcapai 11 K, wadidaaaaw … warbyasa beeet, kalo kamu?

Blog Pak Dedi

Ini blog yang memuat aneka macam cerita, ide, keresahan, khayalan, puisi, dsb dari saya sebagai pendidik, liat deh disini.

Ini blog yang mendokumentasikan kegiatan seminar” dan training” saya di seantero negeri hingga di luar negeri, silahkan kesana.

Ini mendisplay hasil bidikan saya sebagai fotographer sejak 2005, saya pengguna Caxxx dengan beberapa lensa standart 18-55, wide, tele dan fix, monggo jika mau menikmati disini.

Anda punya blog? silahkan tinggalkan alamatnya di kolom komentar agar saya bisa berkunjung dan berkomentar di blog anda, kuuuy.

Senam Pagi Bersama di SMKN 50 Jakarta setelah 27 Purnama

Sejak Maret 2020 sekolah menghentikan proses belajar mengajar di sekolah, pada awal tahun 2022 sekolah kembali dibuka tetapi dengan berbagai pembatasan dan banyak kegiatan tak bisa dilakukan termasuk senam pagi bersama setiap hari Jumat.

Jumat 17 Juni 2022 SMKN 50 Jakarta kembali mengadakan kegiatan senam pagi bersama setelah 27 purnama, bahagianya luar biasa, kami bisa lulumpatan, teriak-teriak, bernyanyi bareng.

Instruktur senam adalah murid-murid, guru dan kadang mengundang ekspert dari luar memandu kami berkeringat bersama pagi hari sebelum memulai kegiatan belajar, kalo kamu?

Orang tua dan Guru Mendidik Mendidik Anak Melanggar Hukum, Kalo Sekolah Kamu?

Foto: Republika.co.id

Pelanggar aturan lalu lintas sebanyak 136.408 pelanggaran lalu lintas terekam oleh electronic traffic law enforcement (E-TLE) Uang hasil tilang elektronik yang dibayar oleh 50 persen berjumlah Rp 42,85 miliar. Kasus korupsi di negeri ini pun sangat sulit dihentikan ternyata berawal dari keluarga dan sekolah yang mendidik anak negeri menjadi pelanggar hukum.

Sejak masih bayi, anak negeri ini sudah dididik melanggar hukum, naik sepeda motor bertiga tak memakai helm. Sebelum berangkat kerja, Ayah mengahaj istri dan anak bayinya berkeliling naik motor memutari kompleks tempat tinggalnya untuk menghibur sang bayi sebelum pergi ke tempat kerja. Anak negeri sudah dididik melanggar hukum sejak masih bayi.

Ketika di sekolah dasar orang tua mengajarkan anak mengendarai sepeda motor, seperti pada foto di atas, anak-anak kecil disewakan motor listrik berkendara di jalan perumahan hingga ke jalan protokol, yang bisa membahayakan keselamatan anak-anak dan pengendara kendaraan bermotor lainnya. Bahkan orang tua sering membiarkan anak-anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar untuk bermain dengan teman-temannya menggunakan sepeda motor.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan sudah melarang anak sekolah membawa kendaraan ke sekolah. Sekolah melarang sepeda motor yang dibawa anak memasuki areal sekolah, tetapi anak-anak menitipkan sepeda motornya di kantong-kantong parkir yang ada di sekitar sekolah dengan membayar uang dalam jumlah tertentu. Sesugguhnya manajemen sekolah tahu bahwa anak-anak muridnya menitipkan sepeda motor atau kendaraannya di sekitar sekolah tetapi hal itu dibiarkan, artinya sekolah mendidik anak-anak muridnya melanggar hukum.

Alasan orang tua dan guru-guru membiarkan anak-anak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) mengendarai kendaraan bermotor sangat beragam, tetapi pembiaran itu membuat anak terbiasa melanggar hukum, yang bisa berdampak buruk ketika dewasa, mereka terbiasa melanggar hukum termasuk melakukan korupsi.

Pelanggaran hukum jadi pembiasaan, akibatnya warga negeri ini terbiasa melangar hukum … mau sampai kapan?

Tulisan ini juga saya tayangkan di

Mendokumentasikan, Mengabarkan Kebaikan

Perkembangan teknologi memberikan dampak beragam buat anak negeri, diantaranya kecanduan gawai dan terpapar konten negatif. Melarang anak menggunakan gawai adalah sesuatu yang sangat sulit karena ada kebutuhan informasi dari sekolah, teman, dan lainnya yang dikabarkan melalui gadget, juga alat untuk memonotor keberadaan anak oleh orang tuanya, serta untuk kontak”an kalo janjian di suatu tempat.

Alih” melarang, saya mendorong anak” untuk memanfaat gadget mengabarkan kebaikan, mengunggah foto” dan kabar baik serta menyenangkan, foto dibawah ini adalah salah satu kegiatan anak”, merencanaka – melakukan perjalan – mendokumentasikan kebahagiaan bersama teman” dan menggunggah di instagram dan youtube.

Hingga foto dan video di atas bisa dinikmati butuh banyak proses dari mulai merencanakan waktu kepergian, menentukan tujuan / route, menghitung biaya perjalanan, memperhatikan – menjalankan aturan di stasiun / kereta, menyepakati lokasi shooting, mengatur skenario, mendokumentasikan, mengedit, hingga menayangkan di youtube, dsb.

Itu semua adalah bentuk pendidikan agar mereka bisa jadi warga negara yang saling menghormati, mampu bekerjasama, mengerjakan target mencapai sesuatu dan saling memnolong untuk mengerjakan tugas, … dsb.

Dokumentasi kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di instagram, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook dan ribuan video ada di channel youtube saya, adakah wajah yang anda kenal atau ada wajah anda sendiri disana?

Kamu punya kenangan apa sama teman sekelas?

Menghilangkan Backround Foto

Hari ini saya belajar menghilangkan backround foto dari murid jurusan Multimedia SMKN 50 Jakarta, makasih banget Guys.

Dibwah ini hasil belajarnya.

Anda tertarik untuk mencoba? silahkan klik disini.

Laporan Project Base Learning: Implementasi Kurikulum Merdeka

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. 

Setelah selesai kegiatan Panilaian Akhir Semester (PAT) saya memberikan tugas Project Base Learning berupa kunjungan ke Bogor, tepatnya Kebun Raya Bogor dengan menggunakan transportasi kereta api secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari empat atau lima orang.

Adapun dalam penerapan kegiatan ini, mata pelajaran yang diaplikasikan adalah sebagai berikut:

PPKN: Cinta tanah air, lewat mengalami secara langsung menggunakan transportasi kereta api yang sudah sangat baik pelayanannya tak kalah dari kereta” di luar negeri.

SEJARAH: Ttg kebun raya, dan kota bogor serta sejarah pelayanan kereta api dan transJakarta.

B. INDONESIA: Saat melakukan musyawarah menentukan kelompok, pemilihan waktu kepergian, negoisasi atau bertanya sepanjang perjalanan.

MATEMATIKA: Ketika menghitung waktu berangkat, di lokasi kunjungan hingga rencana pulang kembali ke rumah, termasuk merencanakan biaya untuk transportasi dan konsumsi selama di lokasi.

SIMDIG: Saat memotret, merekam video, melakukan editing foto dan video hingga upload ke instagram dan youtube.

MARKETING: Ketika mengunggah foto dan video mempromosikan pelayanan bis dan kereta api hingga suasana di kebun raya.

B. INGGRIS: Saat di stasiun atau di kebun raya banyak informasi menggunakan bahasa Inggris.

PJOK: Sejak persiapan berangkat, mandi, memilih busana, sarapan, mempersiapkan makan siang atau mencari makan siang di lokasi kunjungan.

IPA: Ketika menikmati kebun raya dan kota Bogor, banyak materi IPA yang bisa langsung dinikmati secara nyata.

SENI BUDAYA: Perbedayaan budaya penduduk kota Bogor dan Jakarta atau Bekasi, bisa dirasakan anak” ketika melakukan projek kunjungan.

AGAMA: Saat di kereta apai atau bus, memberikan kesempatan kepada orang tua untuk duduk, atau mempersiapkan perlengkapan sholat yang dibawa dan mencari musholla atau masjid untuk sholat ketika waktu sholat tiba.

Bravo buat kamu yang sudah selesai posting dokumentasi dengan hastag yang ditetapkan di instagram dan youtube, silahkan laporkan hasil kerja kamu via google form yang linknya bisa dibuka disini.

Penilaian Akhir Tahun Kls X SMKN 50 Jakarta

Assalamualaikum Guys,

Semoga saat baca posting ini kamu dan keluargamu dalam keadaan sehat senantiasa, semua sudah sarapan dan sudah cantik” serta ganteng”. Pandemi sudah mulai mereda tapi penyakit masih banyak di sekitar kita, oleh sebab itu kita harus menjaga asupan makanan yang bagus dan olah raga serta istirahat yang cukup agar sehat senantiasa.

Sudah siap ngerjain soal” PAT?

SILAHKAN ISI DATA DIRIMU DAN TOKEN DENGAN MENGGUNAKAN HURUF BESAR / KAPITAL, PAHAMI PETUNJUK SEBELUM MENGERJAKAN SOAL, SELAMAT MENGERJAKAN —- PETUNJUK PENULISAN JAWABAN: Tak perlu tulis satuannya seperti m, cm, derajat, dsb, isi titik-titiknya aja —- Angka ribuan atau jutaan ditulis tanpa titik, contoh: 8521000 … angka desimal yang di belakang koma ga usah ditulis, bilangan bulatnya aja. Soal penilaian akhir tahun bisa kamu klik disini. Tokennya saya kasih di group WA kelas.

Kalo udah ngerjain soal”nya, silahkan mengisi DAFTAR HADIR yang form nya bisa dI klik disini.

Semangat Guys, semoga nilai” kamu memuaskan dan semua bisa naik kelas, kalo sampe kamu ga naik ya ngulang aja tapi harus lebih semangat belajarnya supaya makin sukses ke depannya, love u all.

Wassalam.

Post Test Bunga Tunggal & Bunga Majemuk SMKN 50 Jakarta

Assalamualaikum Guys,

Alhamdulillah pandemi sudah melandai, kita sudah masuk 100 %, makan dan istirahat yang bagus ya, jangan begadang, matiin HP kalo udah malam kerana dia juga butuh istirohat kaya yang punyanya. Sekarang saatnya kita ulangan, silahkan akses materi ulangan disini. Tokennya saya kirim lewat group WA kelas kamu.

Kalo udah, tolong di SS nilai kamu dan kirim sebagai lampiran daftar hadir kamu yang bisa kamu akses disini.

Tetap jalankan protokol kesehatan, selalu pake masker, tak berkerumun, makan yang bagus, istirohat yang cukup, berfikir positif, jan netting, jan pake narkoba, jan begadang … karena kalo terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang, bila sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang … sayangi badan ya guys.

Kalo belum KKM (75), nanti saya kasih tahu kapan kamu bise remed, semangat terus belajarnya … karena kalo sekarang kamu kerja keras, saat tua kamu bersenang-senang … tapi kalo sekarang bersenang-senang, tua nya kamu kerja keras deh, mo yang mana?

Stay safe Guys, love u all.

Hasil PTS Kls X SMKN 50 Jakarta

Assalamualaikum Guys,

Semoga hari kamu dan keluargamu dalsm keadaan sehat senantiasa. Selamat atas kerja keras usahamu sehingga mendapat nilai yang baik pada PTS Mtk beberapa hari yang lalu, sebagian saya capture di atas, nilai lengkapnya bisa kamu unduh di bawah ini.

Kalo masih belum KKM nilaimu, silahkan kerjain soal-soal remedial disini, ulangi lagi hingga mencapai nilai KKM, kalo udah KKM nilainya lanjut mengisi daftar hadir disini.

Semoga pandemi cepat berlalu dan kita bisa seseruan lagi di sekolah kita yang asri banyak pohonnya, miss u much guys, love u all.

Murid Hamil di Negeri Paman Besut

pixabay.com

Penduduk Negeri Paman Besut sangat menjunjung tinggi hak azasi manusia, bahwa pendidikan adalah hak dasar semua warga negara, sehingga sekolah harus menerima bagaimanapun keadaan muridnya. Kalau pada zaman dulu, murid sekolah yang hamil dianggap mencoreng nama baik sekolah atau telah mempermalukan sekolah karena tak mampu menjaga moral baik dan terjerumus dalam pergaulan bebas, biasanya murid yang hamil atau orang tuanya mengundurkan diri alias berhenti sekolah dengan berbagai alasan.

Kini sekolah di Negeri Paman Besut tak berani mengeluarkan muridnya, termasuk yang hamil di luar nikah kerana murid itu telah melakukan hubungan seperti layaknya suami istri dengan perasaan suka sama suka.

Pada bulan kehamilan ketiga, bertepatan dengan musim hujan di negeri paman besut, murid yang hamil itu selalu mengenakan sweater atau kardigan, seperti jaket yang seolah melindungi badan murid itu dari serangan udara dingin, padahal sesungguhnya dia sedang menutupi perutnya yang mulai membesar. Anehnya kedua oorang tuanya di rumah tak merasa curiga dengan perkembangan tubuh anak perempuannya.

Memasuki kehamilan minggu ke 20 atau sekitar 7 bulan, perutnya tak bisa disembunyikan dan makin terlihat bahwa murid itu hamil. Orang tua murid menghadap wali kelas dan guru BK mengkonsultasikan keadaan anaknya yang hamilnya semakin jelas. Anjuran mengundurkan diri atau keluar dari sekolah dari walikelas dan guru BK ditolak orang tua murid karena dia ingin anaknya bisa menamatkan SLTA. Secara kebetulan saat itu murid yang hamil berada di kelas 12 dan beberapa bulan lagi akan berlangsung ujian akhir sekolah.

Penampilan murid yang hamil itu berubah dengan memakai penutup kepala dan baju kurung panjang yang longgar menyamarkan perut yang semakin membesar dengan tetap memakai blazer atau kardigan. Dia tak pernah ikut pelajaran olah raga dengan alasan sedang tak enak badan, saat memasuki kehamilan minggu ke-34 murid yang hamil itu merasa tak kuat lagi untuk bolak-balik ke sekolah tiap hari dan dia memilih tidak masuk ke sekolah dengan alasan sakit padahal sedang mempersiapkan diri untuk melahirkan.

Seminggu setelah melahirkan murid itu masuk kembali ke sekolah dengan tetap berpakaian longgar karena tubuhnya makin besar, bertepatan dengan pelaksanaan ujian praktik di sekolah, berlanjut dengan ujian teori. Setelah ujian semua murid kelas 12 tak datang ke sekolah hingga pengumuman kelulusan. Jika teman-teman murid yang sudah melahirkan itu banyak yang datang ke sekolah untuk mengurus administrasi untuk melanjutkan kuliah, murid yang kini punya bayi itu tak pernah datang ke sekolah, bahkan tak pernah mengambil ijazahnya karena dia tak tinggal lagi dengan orang tuanya, sementara lelaki yang menghamilinya pergi entah kemana. Seolah diasingkan, ibu muda dengan bayinya entah tinggal dimana kini, kamu tahu?

MEMOTRET SENAM PAGI DI SMKN 50 JAKARTA

Sebelum pagebluk menghajar dunia, hari Jumat nerupakan hari yang saya tunggu karena kami rutin melakukan senam pagi di lapangan yang cukup luas dengan murid ratusan, suasana gembira ditemani musik yang sering memndorong kami ikut bernyanyi.

Setelah senam, anak-anak duduk lesehan mendengar info dari guru-guru sambil mendinginkan suhu tubuh setelah berolah raga … akankah hal ini bakal terulang lagi, kamu suka?.

Pertumbuhan & Peluruhan

Semoga kamu dalam keadaan sehat saat membaca posting blog ini, sudah pada mandi dan sarapan pagi. Materi Mtk kali ini adalah tentang Pertumbuhan dan Peluruhan yang memanfaatkan konsep barisan dan deret bilangan, simak yuuuuk videonya.

Silahkan kamu lihat paparan konsep dan contoh soalnya disini. Untuk ngecek apakah kamu sudah faham atau belum materi itu, dan bersiap ulangan yang ketiga coba deh kerjain soal” latihan sbb:

  1. Pada pukul 18.00 massa suatu zat radioaktif adalah 0,5 kg. Apabila laju peluruhan zat radioaktif tersebut 2% setiap jam, hitunglah sisa zat radioaktif pada pukul 20.00!
  2. Sebuah kendaraan roda empat dibeli dengan harga Rp.200.000.000. Jika setiap tahun harganya mengalami penurunan 20% dari nilai tahun sebelumnya, maka tentukanlah harga kendaraan roda empat  itu setelah dipakai selama 5 tahun.
  3. Tahun ini pemerintah negeri Wano menyatakan bahwa negaranya mempunyai jumlah penduduk sebanyak 200.000 jiwa. Jika besarnya laju pertumbuhan penduduk di negeri Wano adalah 3%, maka berapakah jumlah warga Wano 10 tahun kedepan?
  4. Ilmuwan bernama Dr. Vegapunk memiliki sebuah bahan radioaktif X dengan massa 200 gram. Jika bahan X itu menyusut sebesar 10% tiap 10 hari. Hitunglah massa bahan radioaktif X milik Dr. Vegapunk setelah 100 hari.
  5. Bakteri membelah menjadi 2 bagian setiap 2 jam sekali. Jika pada pukul 07.00 Banyak bakteri 350 ekor, tentukan. Banyak bakteri pada pukul 17.00 untuk hari yang sama yaitu…..

Kalo udah ngerjain soal-soal silahkan kamu mengisi daftar hadir yang membuktikan kehadiran kamu di kegiatan belajar Mtk pada form absen dengan melampirkan foto diri kamu tersenyum lebaaaaaar bet sambil memperlihatkan hasil pekerjaan latihan Mtk kamu hari ini, seperti foto” eren man-teman kamu di bawah ini … link absennya bisa kamu buka disiniTokennya saya kasih di WA Group kelas kamu yaaa.

Kalo ada soal yang ga jelas atau perlu komunikasi dengan saya silahkan DM di instagram, maaf kalo saya lebih cepat jawab deem di ig dibanding japri di WA, silahkan follow ig saya dan deem kalo mau difollback, tapi kalo mau bicara bisa kontak saya via WA.

Tetap jalankan protokol kesehatan dimanapun kamu berada, stay safe ya guys …. makasih.

Kebersamaan di SMKN 50 Jakarta

Dua ratus orang lebih berkumpul di aula, untuk menerima informasi, dibangkitkan motivasi untuk kehidupan masa depan yang lebih baik … seru banget suasanannya.

Kini tak bisa lagi seseruan macam di foto itu, semoga semua yang di foto itu sekarang sudah eksis dengan kehidupan yang lebih baik, miss u much guys, love u all.

Potret Menyenangkan Semua

Memotret, memberi perasaan bahagia buat mereka yang masuk dalam frame foto, pada foto di atas adalah wali kelas Ibu Romana dengan anak-anak kelas perwaliannya.

Saya memotretnya dengan pemotret masuk ke ddalam frame foto. Jika anda adalah orang yang memotret momen itu, maka pasti anda ikut senang melihat foto di atas. Semua anak-anak dengan wali kelasnya juga sangat senang dan akan mengenang teman dari kelas lain yag memotret kenangan itu.

Model Anak Kapal SMKN 29 Jakarta

Outfit anak kapal sehari-hari memunculkan ide kreatif memilih tiga orang agan (anak ganteng) lalu mereka saya minta memilih teman-teman yang bisa jadi model, punya penampilan dan keberanian jadi model.

Dua foto di atas adalah sebagian dari ratusan foto yang dihasilkan dari beberapa kali sessi foto di tahun 2012. Mereka sekarang sudah jadi sarjana dan bekerja, miss u much guys.

Mencari Podcast Obama, Menemukan Podcast Dwitagama

Saat berselancar menyimak kabar terkini di website kantor berita asing, saya menemukan liputan podcast Barack Obama dengan Bruce Springsteen, lalu saya menikmati dialog Obama dengan Bruce tentang lagu-lagu yang digemari Obama saat beliau kecil, alhamdulillah saya bisa menyimak tone suara yang amat sangat pulen penuh karakter.

Setelah tuntas menyimak podcast keren itu, saya iseng browsing nama saya di spotify dan menemukan podcast saya di akun podcast ingenio, lalu saya menikmati suara saya sendiri dipandu Bapak DR. Djaja Sardjana, aktifis pendidikan yang tinggal di Bandung yang Saya jumpai lebih sepuluh tahun yang lalu di ITB.

Ternyata saya menemukan dokumentasi video di Youtube percakapan yang sama. anda bisa lihat penampakan saya dengan Pak Djaja.

Kalau anda suka mendengar podcast, anda bisa menyimak puluhan podcast saya disini.

Anda punya podcast?

Pak Sandiaga Uno Melobby Anak Sekolah untuk Berwisata?

Kegiatan Tour atau Study Wisata saat masih sekolah bersama teman-teman se kelas dan guru-guru, kenangannya tak terlupakan hingga jadi tua, dan ada rasa ingin mengulang berkunjung ke lokasi itu kembali dengan anak, cucu.

https://smpn2sumberpucung.sch.id/

Apakah saat bersekolah anda pernah berwisata dengan teman satu kelas atau satu sekolah? Jika anda pernah mengalami hal itu, artinya usia anda sudah cukup tua atau anda bersekolah di sekolah swasta favorit. Atau jika memory anda bagus anda masih bisa mengingat perjalan wisata dengan teman-teman dan guru Taman Kanak-kanak.

Sejak belasan tahun yang lalu, sekolah hampir tak pernah lagi mengadakan kunjungan ke musium, objek wisata, apapun namanya; bisa tour, study wisata, study banding, dsb. Di dalam kota ataupun ke luar kota. Kecuali Taman Kanak-kanak yang masih sering mengadakan kunjungan wisata.

Saya bersekolah di SMP akhir tahun tujuh puluhan masih sempat menikmati kunjungan ke musium, planetarium bersama teman-teman satu angkatan menggunakan beberapa unit bus wisata, kami tiba di sekolah pagi hari dan langsung dikumpulkan di lapangan untuk pembagian bis dan guru pembimbing. 

Sejak beberapa hari sebelumnya kami sudah dikondisikan untuk membawa bekal makanan, minuman dan uang sangu untuk bekal di perjalanan. Selama satu hari itu kami tak belajar di kelas, karena acara keliling kota selesai sore hari hingga melewati waktu sekolah rutin, sehingga kami langsung pulang setelah kunjungan dan diantar bis kembali ke sekolah.

Setelah itu beberapa hari ke depan, kami disibukkan untuk menyusun laporan yang dikumpulkan ke guru-guru sesuai mata pelajaran, juga sebagai bahan diskusi di kelas menindaklanjuti hasil kunjungan study wisata di dalam kota. Orang tua kami harus membayar biaya perjalanan kami yang disetorkan ke sekolah. Kenangan naik bis bareng teman se kelas, suasana planetarium, museum dan perjalan saat itu terkenang terus hingga sekarang.

Kini hampir semua sekolah SD hingga SLTA tak lagi punya program kunjungan wisata, umumnya sekolah negeri, karena peraturan yang melarang sekolah memungut biaya, termasuk untuk pelaksanaan study tour. Padahal untuk anak remaja, mengeksplorasi keindahan negeri, objek-objek wisata, sejarah negeri, kekayaan sumber alam bisa membuat mereka makin mencintai negerinya, dan kelak menyadari bahwa begitu banyak objek wisata yang menarik di dalam negeri sehingga tak perlu berwisata ke luar negeri.

Daerah destinasi wisata,  hotel, transportasi, pebisnis wisata kini terpuruk sebab pagebluk, pemerintah berusaha menggairahkan bisnis pariwisata dengan melakukan berbagai hal, tetapi tampaknya tak menyentuh sekolah dan jutaan murid-murid di dalamnya.

Mengharapkan kunjungan touris asing dalam kondisi normal maupun pegebluk jelas sangat sulit, sementara potensi jumlah penduduk negeri sendiri yang melampaui seperempat milyar jiwa adalah peluang yang amat sangat luar biasa. Seandainya dari kecil anak-anak negeri terbiasa berwisata menikmati keindahan negeri, maka saat dewasa dia akan mengajak anak-anak dan keluarganya untuk berwisata mengisi waktu liburnya.

Saya berkhayal Pak @sandiuno melobby pengurus OSIS sebegai representasi anak sekolah negeri ini untuk mendorong kunjungan wisata dalam negeri, dan mendorong program kerja OSIS melakukan study wisata di dalam negeri.

Mungkin kegiatan lomba lari mini maraton buat anak sekolah melewati jalur lokasi wisata berhadiah beasiswa hingga pasca sarjana bisa jadi ide, untuk menggairahkan kunjungan wisata anak negeri, bagaimana Pak @sandiuno?

SMKN 50 Jakarta Menjalankan Protokol Penanganan COVID-19

Screen Shot 2020-03-12 at 12.55.55 PM

Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

Info protokol di institusi pendidikan selengkapnya disini.

Dilarang Memberitakan Tawuran

Screen Shot 2020-03-02 at 12.23.36 PM

Anda ingat kasus hukum seorang warga negara Indonesia di Inggris, RS yang divonis seumur hidup karena terbukti telah melakukan tindakan kekerasan sexual terhadap ratusan orang di Inggris. Proses hukum kasus pemerkosaan terbesar di Inggris berlangsung selama 2,5 tahun sejak Juni 2017 dan selesai Desember 2019. Tak satupun media di Inggris dan Indonesia yang memberitakan peristiwa penangkapan hingga vonis di sidang pengadilan, sehingga membuat rakyat Indonesia terkejut dengan berita “pemerkosa terbesar abad ini di Inggris”.

Pada setiap persidangan ada jurnalis media yang meliput jalannya sidang, tetapi pengadilan melarang pers memberitakan proses pengadilan, bahkan terdakwa RS berda di ruang yang tertutup oleh tirai tak bisa dilihat oleh pengunjung sidang, termasuk saksi yang memberikan keterangan berda di ruang yang dibatasi tirai sehingga tidak terlihat oleh RS dan pengunjung sidang. Alasan pengadilan disana melaran pemberitaan sebelum vons adalah untuk melindungi tersangka dan para korban untuk mendapatkan putusan yang adil tak dipengaruhi oleh keriuhan pemberitaan.

Di Indonesia tayangan pemberitaan oleh media resmi konvensional ataupun tayangan warga net seolah bebas tak terbatas, tak dipagari oleh peraturan (yang kabarnya ada aturannya juga) tetapi seolah tak ada, dan siapapun bebas menayangkan foto-foto dan video berita apa saja di sekitarnya, termasuk tayangan berita tawuran pelajar yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Pelajar.

Peristiwa tawuran pelajar berupa foto dan video tayang berbagai media seperti koran, majalah, televisi, instagram, facebook, twitter, youtube, dsb. Tayangan itu dinikmati oleh pelajar sebagai suatu “prestasi”, “atensi”, yang membanggakan, apalagi jika sekolahnya berhasil memenangkan tawuran itu, andai sekolahnya kalah, mereka berusaha mencari kesempatan untuk melakukan tawuran kembali agar tayangan berita berubah topikny berisi “kemenangan” yang diperoleh sekolahnya. Apalagi ketika anak-anak mengetahui para pelaku tawuran ada yang tertangkap, banyak yang tetap bebas tak tertangkap, kembali ke sekolah tak  mendapatkan hukuman yang seharusnya walau telah memakan korban hingga kematian.

Kini, tawuran tak hanya terjadi pada kelompok mahasiswa, pelajar SLTA, SLTP, tapi sudah menjalar hingga ke anak-anak Sekolah Dasar (SD), mereka berfikir sangat sederhana, seolah menyalurkan energi berlarian di tempat umum, saling lempar, saling serang, disertai teriakan-teriakan permusuhan, mendapatkan perhatian dari masyarakat dan diberitakan di banyak media, bangga, bahagia luar biasa dan itu nyandu, membat ketagihan untuk mengulangi lagi, karena ternyata mereka tahu dan telah membuktikan bahwa untuk mendapat pemberitaan media caranya cukup mudah, lakukan tawuran, maka sekolahnya menjadi terkenal se dunia, padahal anak-anak pun tahu bahwa untuk bisa dimuat sebagai bahan berita di media massa siapapun harus membayar mahal, baru bisa diberitakan.

Membicarakan penyebab terjadinya tawuran itu variabelnya banyak sekali, bahkan sering lucu, tak masuk akal, aneh, dsb. Kejadian tawuran terkini di Gorontalo terjadi karena pemutusan tali beha (pakaian dalam wanita), yang mengakibatkan ratusan murid dua sekolah negeri di Gorontalo tawuran dan diberitakan secara nasional di berbagai platform pemberitaan.

Ada baiknya Pemerintah meniru kebijakan Pemerintah Inggris yang melarang penayangan berita peristiwa tawuran, penangkapan tersangka, dan proses pengadilan hingga vonis dijatuhkan, dan yang melanggar aturan itu akan dikenakan hukuman. Seharusnya Pemerintah Indonesia melalui Polisi atau Menkominfo melarang siapapun, jurnalis maupun warga net untuk menayangkan peristiwa tawuran dalam bentuk foto dan video, termasuk penangkapan para pelaku tawuran hingga vonis dijatuhkan, agar anak negeri tak termotivasi melakukan tawuran untuk “mempromosikan sekolah” dan menyatakan bahwa sekolahnya adalah yang paling berani, jagoan, dsb. Siapapun yang menayangkan berita tawuran, penangkapan tersangka, proses pengadilan harus dihukum, kecuali memberitakan vonis yang telah dijatuhkan untuk pelaku tawuran. Perhatikan deh … peristiwa tawuran bakal jauh menurun di negeri ini, menurut Anda?

Bahagia Hati karena Hati-hati

“Hati-hati ya Pak”.

“Iya, kamu juga .. makasih”.

Saat pulang selepas kerja, ketika akan pulang di gerbang sekolah saya menjumpai murid-murid saya, mereka menyalami saya sambil berkata:

“Hati-hati ya Pak”.

Saya menjawabnya dengan kalimat di atas. Awalnya itu biasa-biasa saja, tak ada rasa lebih selain mendengar ucapan murid pada gurunya.

Entah kapan mulainya, ucapan:

“Hati-hati ya Pak”.

Jadi terasa beda, mak nyuss, bahagia tak terkira, apa ini yang disebut baper?

Ada rasa diperhatikan, ada rasa diingatkan, ada rasa dijaga, ada rasa didoakan, ada rasa diinginkan berjumpa lagi besok.

Saya pun mengucapkan:

“Hati-hati ya Neng”.

“Hati-hati ya Bro”.

Mereka menjawab, bilang terima kasih, banyak dari mereka yang berhenti sejenak untuk menyalami saya.

Hal ini membuat saya keluar gerbang sekolah dengan asumsi murid-murid sudah tak banyak di sekitar gerbang sekolah, karena saat bersamaan setelah bel pulang mereka bergerombol dalam jumlah ratusan yang jadi ramai antri ingin bersalaman dengan saya, sambil bilang:

“Hati-hati ya Pak”.

Saat saya berkendara roda empat, hal ini membuat macet pintu gerbang mengganggu arus keluar masuk para penjemput.

Ketika menjumpai mereka akan pulang dengan bus sekolah, ojek online atau dijemput keluarganya.

Kata-kata yang sederhana namun sangat bermakna, itu mungkin kedahsyatan cinta yang ditransfer lewat kata-kata, membuat bahagia saat jumpa dengan mereka, bagaimana dengan anda?

Mendoakan Murid

Ketika belajar di kelas dia sangat pendiam, duduknya selalu tetap dengan orang yang sama, bicaranya sedikit, kalo tertawa pun tak banyak, tapi kalo bicarakan kepop matanya nyala berbinar.

Sekarang dia sedang nelanjutkan gaya pendiam tapi doyan nyanyi dan ngedance kepop di negeri purwokerto, slamat berjuang vin … buat cum laude mah gampang wat kamu, ditunggu kabar wisuda dan lanjut kuliah S2 di korea yaaaa

Piala = Sampah

Ada berapa banyak piala di sekolah anda? Puluhan, ratusan atau lebih dari seribu piala menghiasi dinding atau disimpan di dalam lemari? Apakah arti piala untuk penghuni gedung sekolah anda? Mungkin ada piala diletakan di atas meja yang baru diperoleh beberapa hari yang lalu, dan belum sempat disimpan dalam rak atau lemari, tiba-tiba tersenggol oleh seseorang yang lewat atau terdesak ketika seseorang meletakkan buku atau benda lain, sehingga piala itu jatuh dan pecah berkeping-keping, akan dikemanakan piala yang hancur itu?

Jika ada tahun perolehan piala yang tercantum pada piala di sekolah anda, silahkan perhatikan piala yang paling lama diperoleh atau piala apa yang pertama diperoleh sekolah anda itu? Apakah arti piala itu untuk diri anda, adakah arti piala itu untuk warga sekolah saat ini?

Piala bisa diperoleh dengan berbagai cara, misalnya sekolah mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka hari-hari tertentu, seperti ulang tahun sekolah, hari kemerdekaan, hari pahlawan, sumpah pemuda, hari guru, hari pendidikan, dsb. Ada perlombaan yang diikuti oleh kelas, yang ketika menjadi juara, pialanya disimpan di kelas, dan saat kelas itu lulus, pialanya dikeluarkan dari kelas dan menjadi inventaris sekolah.

Sekolah sering mengikuti berbagai kompetisi antar sekolah yang diadakan di luar sekolah oleh dinas pendidikan maupun instansi lain seperti organisasi cabang olah raga pencak silat, karate, renang, atletik, catur, basket, futsal, atau bidang kesenian seperti menari, menyanyi, paduan suara, band, film, dsb. Ketika meraih juara, sekolah memperoleh piala yang menjadi inventaris sekolah menghuni lemari atau rak di sekolah yang jika dikelola dengan baik menjadi asesoris penghias interior sekolah.

Suatu ketika sekolah anda mendapat kehormatan atau berprestasi hingga menjadi utusan atau wakil negara untuk mengikuti kompetisi pada bidang tertentu di luar negeri yang harus ditempuh dengan perjalanan belasan jam menggunakan pesawat terbang. Latihan dilakukan sejak setahun sebelum pelaksanaan lomba dengan melibatkan banyak murid, guru, disertai dengan uji coba atau latih tanding di berbagai kota di dalam negeri, biaya untuk persiapan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah termasuk untuk pembuatan kostum atau pakaian yang digunakan saat kompetisi.

Untuk tiket perjalanan ke negeri yang jauh dan pulang kembali semua anggota group yang tak sedikit menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah, maka total biaya yang digunakan untuk mengikuti kegiatan di luar negeri itu menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Bangga dan bahagia ketika pada kompetisi itu meraih prestasi menjadi juara dan membawa piala menambah koleksi piala di sekolah.

Untuk murid, guru, orang tua atau kepala sekolah dan siapa saja yang terlibat dengan persiapan hingga meraih prestasi kompetisi, melihat piala yang dihasilkan akan memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi lagi.

Untuk warga sekolah yang tak terlibat pada proses persiapan dan pelaksanaan kompetisi, melihat piala di sekolah hanya mendapat informasi bahwa sekolahnya pernah berprestasi pada bidang tertentu, tetapi tak memberikan getaran perasaan atau memunculkan kenangan cucuran keringat, curahan energi berlatih, perihnya luka cedera, menahan kantuk karena kurang tidur dan kecemasan perjalanan serta menghadapi perbedaan budaya dan iklim di negeri yang jauh, ratusan juta rupiah biaya yang sudah dikeluarkan, plus rasa bangga, bahagia, gembira luar biasa saat berhasil meraih juara, itu menimbulkan torehan rasa yang sangat sulit dilukiskan, dan selalu ingin di kenang atau diulangi terus menerus.

Piala itu seperti sampah, benda yang sudah tak terpakai. Seperti sepeda yang pernah anda gunakan saat kecil, yang telah berjasa mengajarkan anda menjaga keseimbangan dan meluncur di jalan raya hingga saat ini anda menjadi juara balap motor internasional, sepeda pertama di masa kecil anda mungkin sudah hilang entah kemana, atau jika pun masih ada, barangkali hanya menjadi seonggok sampah di gudang atau halaman belakang rumah, yang hanya diri anda sendiri dan orang tua anda yang tahu bahwa sepeda itu telah berjasa mengantarkan anda menjadi juara di kompetisi balap motor internasional.

Bagaimana agar piala tak menjadi sampah di sekolah?

Pada era digital saat ini, sekolah bisa memberi nilai tambah agar koleksi piala bisa memberi arti lebih pada semua warga sekolah, dengan cara sebegai berikut:

Dokumentasikan dan kabarkan proses latihan dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa latihan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

 Dokumentasikan dan kabarkan proses uji coba tanding dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa uji coba itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses perjalanan menuju lokasi lomba dan aksi murid saat berloma atau komperisi dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan untuk kompetisi apa perjalanan itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan proses penyerahan piala dalam bentuk foto dan video dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan pada kompetisi apa penyerahan piala itu dilakukan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Dokumentasikan dan kabarkan foto murid beserta piala yang diperolehnya dalam bentuk foto dan video, disertai dengan wawancara mengungkap apa saja disekitar pencapaian prestasi yang membanggakan itu dengan menyertai keterangan waktu dan lokasi pengambilan foto dan video dan kompetisi apa dan dimana diadakan, unggah foto dan video itu di social media seperti instagram, youtube, blog, website sekolah, dsb.

Ketika piala-piala itu menghuni tempat sampah, kenangannya masih bisa dinikmati puluhan tahun di instagram dan youtube. Karena banyak karakter bagus yang bisa ditumbuhkan dari proses meraih piala, dan itu sangat bermanfaat buat membentuk manusia yang unggul.

Anda pernah juara apa?

Elo Bisa Jadi seperti yang Elo Mau

Screen Shot 2018-12-13 at 8.43.50 AM

Di Sekolah saat jam istirahat, beberapa murid mojok di sekolah merokok, ngisep ganja, minum miras oplosan, dengan strategi tertentu mereka keluar sekolah kebut-kebutan menggunakan sepeda motor dan terjadi tabrakan tak jauh dari sekolahnya.

Guru diberi tahu, berdasarkan data sekolah, jenazah diantar ke rumah orang tuanya dan langsung dimakamkan sore harinya. Tempat duduk kosong yang ditinggalkan dalam beberapa hari sudah terisi oleh murid baru.

Sekelompok murid sibuk berkegiatan ekskul, setalah itu mengerjakan tugas kerja kelompok bersama teman-temannya, dilanjutkan dengan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah, membuat mereka tiba di rumah setelah matahari terbenam.

Setelah lulus SLTA mereka lulus tes masuk perguruan tinggi dan mendapat pekerjaan yang memberi penghasilan untuk menopang hidupnya jadi penduduk yang sejahtera.

Guru diberi tahu saat reuni, bahwa murid yang dulu serius itu kini sudah menjadi pengusaha, ada yang jadi pejabat, ada yang jadi ulama, tentara dan menekuni berbagai profesi lainnya.

Apakah sekolah rusak nama baiknya karena murid-muridnya nakal? suka merokok, menyalahgunakan narkoba? kebut-kebutan? Enggak tuh Guys, masih banyak penduduk yang butuh sekolah, sehingga kalau kamu udah ga mau sekolah pasti langsung datang murid baru yang masuk ke sekolah kamu.

Kalaupun kamu jadi orang sukses, sekolah tetap saja menjalankan misinya mendidik anak negeri yang mau dididik jadi orang baik. Jadi terserah kamu aja deh, mau penyakitan, cepet mati atau kamu mau hidup bahagia dan sejahtera saat dewasa adalah pilihan kamu … kalo kata orang zaman now mah, hak azasi.

Kalo mau sehat dan hidup bahagia, berkumpullah dengan orang-orang yang menjalankan pola hidup sehat dan suka kerja keras. Kalo mau penyakitan dn cepat mati, silahan kumpul dengan orang-orang yang doyan asap, minum miras oplosan, ngeganja, narkobaan, ngebut-ngebutan … siapa yang bisa larang? Atau langsung aja kamu gali kuburan kamu buat istirahat selamanya daripada ngerepotin orang tua, guru dan masyarakat.

Mo jadi apa guys? Maap ni yee, sekedar mengingatkan.

Menjaga Nama Baik Sekolah? Siapa yang Bisa?

 

Screen Shot 2018-12-11 at 11.15.22 AM

Hampir semua yang pernah sekolah pasti pernah mendengar Guru dan Kepala Sekolah bilang:

“Jaga nama baik sekolah kita …” Saat upacara di lapangan sekolah atau pengarahan di kelas.

Jika masih ada guru atau kepala sekolah yang masih bicara seperti itu, artinya mereka terganggu daya nalarnya, karena di era zaman now menjaga nama baik sekolah itu luar biasa sangat berat atau hampir bisa dibilang tak mungkin kenapa? Karena luas area sekolah saat ini bisa sangat luas hingga ribuan meter persegi dengan jumlah murid ratusan hingga ribuan orang, ditambah guru dan karyawan yang jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan. Adakah yang bisa menjaga nama baik sekolah?.

Guru yang masih honor bilang, “Ah, Saya mah santai aja, cukup kerja sebaik mungkin karena belum tentu diangkat sebagai aparur sipil negara dan andai diangkat bisa jadi saya ditempatkan di sekolah lain.”

Guru yang sudah ASN bilang, “Yang penting datang dan pulang tepat waktu, masuk ke kelas sesuai jadwal mengajar, tak perlu kerja keras karena setia saat bisa saja saya dirotasi atau dipindahkan ke lain sekolah.”

Kepala Sekolah bilang, “Saya cuma harus memastikan bahwa sekolah ini bisa memberikan pelayanan terbaik buat guru, murid dan masyarakat, menjaga nama baik apalagi merubah image sekolah menjadi lebih baik sangat sulit dan butuh waktu yang lama karena masa kerja saya terbatas dan kapan saja saya bisa dipindahkan ke lain sekolah.”

Murid yang tertangkap Polisi ketika melakukan tawuran, dinilai merusak nama baik sekolah oleh guru-gurunya, dia bilang begini:

“Kami sedang di bis tiba-tiba diprofokasi oleh sekelompok pelajar di bis lain dan dilempari batu, kami hanya melawan dan mempertahankan diri, kami justru sedang mempertahankan nama baik sekolah.”

Buat anak-anak zaman now tak usah lagi diminta mereka menjaga nama baik sekolah, lebih baik minta mereka untuk menjaga nama baik diri sendiri
dan akan menjaddi lebih baik jika bisa meraih prestasi lewat perjuangan diri sendiri atau bersama teman, maka nama baik yang diperoleh oleh seorang murid kemudian akan menjadi kebanggan dirinya. Keluarga bakal bangga juga, semua teman di sekolah termasuk sekolahnya jadi dapat nama baik, bahkan kota dimana tempat tinggal dan negeri dimana dia berada ikut merasa bangga, jadilah kebanggan seorang murid menyebar menjadi kebanggan negara

Bagaimana anda menjaga nama baik diri sendiri? Berapa kali anda berprestasi yang membanggakan diri, membuat nama anda semakin baik dan mengharumkan sekolah anda? Kalau anda belum pernah mengharumkan nama sekolah anda, apakah anda belum menjaga nama baik sekolah anda

Jaga nama baik diri sendiri aja yuu, happy deh

Tawuran Anak SMP yang Mematikan

Screen Shot 2018-11-22 at 7.34.45 AM.png

Dua kelompok masyarakat yang kebanyakan pemuda dan remaja saling serang dengan melempar batu, kayu, botol berisi minyak tanah yang diberi sumbu dan api, atau ada yang saling meluncurkan petasan atau kembang api yang bisa meluncur jauh hingga membuat jendela dan atap rumah pecah, polisi datang untuk melerai. Korban jiwa sering tak bisa dihindarkan dan hal ini bisa menimbulkan dendam yang suatu saat bisa memunculkan tawuran lagi dua kampung yang dipisahkan oleh gang atau jalan raya.

Mahasiswa dua kampus yang bertetangga baku hantam, saling lempar berbagai benda yang ada di sekitarnya hingga saling bunuh. Tawuran berhenti, usaha didamaikan oleh aparat keamanan dan pengelola kampus membawa hasil hingga tawuran berhenti, sementara dendam masih membara tak nampak yang suatu saat bisa menyala lagi dan menimbulkan tawuran yang berulang dengan penyebab yang sama atau berbeda.

Pelajar SMA dan SMK yang gedung sekolahnya bertetangga, atau menggunakan angkutan bis melalui route yang sama bertemu di jalur, saling ejak, saling lempar hingga saling bunuh.

Itu zaman dulu.

Sekarang anak sekolah yang berseragam putih biru, berumur sepuluh tahun lebih sedikit sudah terbiasa tawuran, bahkan dengan mode masa kini, menggunakan sepeda motor dan tongkat golf hingga menimbulkan kematian.

Orang tua mengijinkan anaknya yang bersekolah di SMP membawa sepeda motor ke sekolah, alasannya karena tak ada angkutan umum dengan route dari rumah ke sekolahnya, alasan lain adalah untuk penghematan biaya transportasi harian yang lebih murah dengan sepeda motor dibanding menggunakan angkutan umum atau angkutan online, maka setiap hari banyak anak SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Sekolah tahu bahwa muridnya membawa sepeda motor tetapi membiarkan dengan alasan karena jarak rumah dan sekolah yang jauh dan sulitnya transportasi atau angkutan umum di sekitar sekolah.

Dinas pendidikan sudah mengeluarkan peraturan larangan murid membawa sepeda motor dan mobil ke sekolah. Murid-murid dilarang untuk memarkir kendaraannya di sekolah, sehingga muncul kantong-kantong parkir di sekitar sekolah menampung sepeda motor dan mobil pelajar yang berkendara ke sekolah.

Kalau zaman dulu tawuran terjadi di daerah simpul-simpul pertemuan jalur bis yang mengangkut pelajar, kini lokasi tawuran bisa terjadi dimana saja di jalur yang mereka lewati, atau diduga mereka telah mengkomunikasikan lokasi pertemuan untuk melakukan tawuran melalui sosial media.

Pelajar membawa senjata tajam? Anak-anak itu hebat, bisa menyembunyikan barang berbahaya sehingga tak diketahui orang tuanya, guru, seharusnya aparat yang mendapati pelajar membawa senjata tajam harus langsung diproses dan dihukum sesuai KUHAP, yang berujung di penjara, hal ini akan memberi efek jera buat pelaku dan pelajar lain yang melakukan hal yang sama. Penjarakan saja, karena dia telah membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Sekarang tawuran udah jadi milk anak SMP, mereka ga mau kalah sama yang lebih tua, mereka sudah berani mati korbankan nyawa demi nama baik sekolahnya, orang tua, mahasiswa dan anak SLTA yang masih tawuran mah mending berhenti aja, malu sama anak kecil berseragam biru, yang sudah pada bisa mikir mah mending belajar yang serius trus produktif ngerjain sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak, menghasilkan banyak fulus, cari calon ibu dan suami yang bisa produksi anak-anak bagus ga tawuran saat pake seragam.

Sekolah dikelola oleh orang dewasa yang berpendidikan Sarjana, Magister dan Doktor seharusnya mampu melakukan strategi yang tepat mengatasai masalah tawuran pelajar di Jakarta sehingga korban jiwa tak terulang terus. Strategi yang dibuat seharusnya bisa mengalahkan strategi anak-anak kecil berusia belasan tahun sehingga mereka tak mengayunkan senjata tajam itu buat teman seusianya di jalan raya disaksikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian, atau akankah kita tunggu pelajar SD saling berkelahi ayunkan clurit, pedang, tongkat golf dan lempar batu untuk mematikan pelajar SD lawannya, masihkah kita boleh disebut Bangsa yang bermoral?

Tawuran Pelajar di Jakarta tak ada lagi

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap mau tawuran bawa senjata tajam masuk penjara,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena murid ketahuan bawa senjata tajam dihukum memangkas rumput sekolah sampai lulus,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang tertangkap saat tawuran langsung dikeluarkan dari sekolah,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang ketangkap tawuran dikirim ke negara yang sedang perang diongkosin orang tuanya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena setiap akhir semester ada adu jago berantem antar sekolah, satu lawan satu,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Kepala Sekolah langsung dipecat ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena Guru-gurunya dapat sangsi pengurangan tunjangan ketika muridnya terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena jatah uang KJP & KIP langsung dihentikan ketika murid terlibat tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena sekolah ditutup jika riga tahun berturut-turut muridnya terlibat tawuran,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelajar yang terlibat tawuran dipenjara karena mengganggu ketertiban,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena orang tua pelaku tawuran dihukum karena tak bisa mendidik anaknya,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena pelaku tawuran dihukum membersihkan toilet penjara selama tiga bulan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat sudah muak dan melempari pelaku tawuran,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena saat musim hujan pelakunya tak berani hujan-hujanan, takut sakit flu,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena masyarakat bosan & tak peduli, hingga televisi tak mau memberitakan,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena yang menusuk dan bikin mati lawannya dihukum mati,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan karate pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan pencak silat pelajar berhadiah keliling dunia,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tinju pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan tarung bebas pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan martial art pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan kungfu pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan wushu pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan lari pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan dance pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan mendaki gunung pelajar berhadiah mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan disain senjata tajam pelajar berhadiah rumah,

Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan futsal pelajar berhadiah sepeda motor,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan basket pelajar berhadiah sepeda mobil,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan PMR pelajar berhadiah sepeda notebook,
Tawuran pelajar di Jakarta tak ada lagi,
Karena tiap tahun ada kejuaraan makan cabe pelajar berhadiah sebidang tanah penuh pohon cabe.

 

“Pak, kita solat jumat yuuuk”, ajak murid saya.
“Eh, iya … yuuuk, terima kasih kamu sudah mengingatkan.” wah saya lagi ngelamun, hehe …, sambil bangun, bergegas dan mematikan notebook.

Sekolah Online

online-community-panel-software-free-ebook-download2-2

Booming gaya hidup online yang menghantam Indonesia bisa jadi mempengaruhi gaya pendidikan negeri ini sekarang atau nanti, saya membayangkan begini pelaksanaannya;

Pada awal tahun ajaran baru murid mendaftar secara online hingga melengkapi persyaratan administrasi secara online, pada waktu yang dijadwalkan murid harus datang ke sekolah untuk masa orientasi yang jadwal dan materinya sudah diunduh oleh murid, kedatangan ke sekolah dimaksudkan untuk mengetahui berbagai sarana di sekolah dan guru-guru, tata usaha dan kepala sekolah.

Murid-murid mengunduh materi pelajaran dan mempelajari di rumah, ada jadwal untuk bimbingan atau konsultasi yang membuat murid datang ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, termasuk untuk menyerahkan tugas-tugas ko kurikuler yang tak bisa diunggah lewat internet, tetapi berbentuk benda nyata sebagai hasil karya kreatifitas murid seperti lukisan, teknologi, tumbuhan, dsb.

Untuk materi pelajaran yang menumbuhkan karakter, murid bekerja sama dengan teman-temannya membangun dan memperlihatkan karakter yang jadi target pelajaran untuk diobservasi guru dan mendapat nilai.

Untuk pelajaran yang terukur seperti olahraga, prakarya, multimedia, komputer, kesenian murid boleh berlatih di rumah, sekolah atau dimana saja secara mandiri atau bersama teman-temannya dan pada akhir semester diuji pencapainya dengan memperlihatkan hasil latihannya; misalnya kemampuan renang gaya dada yang harus bisa menempuh jarak tertentu dengan waktu tertentu, bermain dalam tim basket, volley, bertanding cabang olahraga bela diri, dsb. Dalam bidang seni murid mendemonstrasikan membuat lukisan di hadapan guru penguji, mempergakan tarian daerah atau modern hasil latihan bersama teman, mementaskan karya teater, melagukan musikalisasi puisi, dsb.

Murid didorong lebih mencintai tanah air, menikmati keindahan, mengenali keberagaman melalui kegiatan hidup bersama pendududk yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya dan kemudian dibuat dokumentasi berupa tulisan, foto dan video yang dipresentasikan di sekolah di diupload di website, blog dan media sosial milik sekolah maupun murid

Pada tahun terakhir di sekolah, murid fakus berlatih mengerjakan soal-soal ujian nasional plus workshop-workshop yang menumbuhkan daya kritis terhadap karakter, seni, olahraga dan kebangsaan, termasuk membuat projek tugas akhir sekolah membuat sesuatu aktifitas yang bisa memberi kontribusi meningkatkan kualitas kehidupan penduduk di suatu daerah, proses pengerjaan tugas dan laporan projek didokumentasikan di setiap blog murid dan akun youtube murid masing-masing.

Murid melakukan kontrak atau perjanjian untuk memenuhi target belajar setiap mata pelajaran, termasuk penjadwalan penyelesaian tugas atau projek-projek dan jadwal ujian online atau tatap muka. Kehadiran murid di sekolah tidak setiap hari, tergantung kebutuhan untuk memenuhi kontrak belajar. Hal ini menumbuhkan mental mandiri dan ketekunan murid untuk menyelesaikan pelajaran.

Sehubungan dengan pembentukan karakter warga negara yang baik, sepanjang proses belajar murid harus memenuhi tata tertib di sekolah dan aturan hukum di masyarakat, pelangaran terhadap tata tertib dan pelanggaran hukum yang mengakibatkan murid berurusan dengan polisi hingga menjadi terpidana akan menimbulkan sangsi seperti tidak lulus sekolah atau dikeluarkan. Data pelanggaran hukum pelajar akan diberitahukan polisi kepada sekolah.

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat, proses belajar di sekolah harus lengsung mendidik murid mematuhi peraturan hukum seperti membawa kendaraan bermotor setelah berusia 17 tahun dan memiliki SIM, naik motor mengenakan helm, tidak mengambil barang milik orang lain, dsb.

Kemampuan teknologi informasi mutlak dikuasai oleh guru, karena komunikasi dengan murid harus memanfaatkan internet.

Perubahan akan terus terjadi karena perubahan adalah sesuatu yang abadi, termasuk cara mendidik warga negara dan mau tak mau kita harus menerimanya, menurut anda?

Rokok memberi keuntungan pada Negara?

Screen Shot 2017-05-15 at 12.33.48 PM

Apakah seperti itu kenyataanya? apakah pajak yang dihasilkan bisa bikin negeri ini makin sejahtera? silahkan baca selengkapnya disini.

Apakah Siti Aisyah tersangka pembunuh Kim Jong-Nam punya teman namanya Sotoy?

 

Teman dan Sahabat.

Andai Siti berjumpa guru SD yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SMP dan berjumpa guru SMP yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SLTA berjumpa guru SLTA yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada guru SLTA yang menanamkan karakter macam ini?.

Andai Siti melnjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, berjumpa Dosen yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada Dosen yang menanamkan karakter macam ini?.

Itu semua diluar jangkauan saya, saat ini saya sedang melakukan: Andai murid yang tamat SMP, bisa saya tumbuhkan karakter punya kemauan buat melakukan yang terbaik, tak takut dibilang banci kalau tak merokok (padahal kalau kamu main ke komunitas banci, liat deh … Apakah mereka merokok?), tetap merasa jadi orang hebat walau tak merokok.

Mungkin saya bisa menyelamatkan Siti dan Sotoy yang lain?, menurut kamu?

Memasarkan Sekolah melibatkan murid menggunakan sosial media

Saya terkejut melihat statistik blog Saya kemarin ternyata tulisan MENJUAL SEKOLAH SEHINGGA MAKIN DIMINATI MASYARAKAT, dikunjungi oleh banyak pembaca, padahal saya menulis itu tahun 2013, kenapa? … Saat saya mencoba menduga kenapa pembaca blog saya tertarik membaca posting lama saya … teringat dialog-dialog pada Seminar atau Training-training Saya, bahwa Guru dan sekolah mungkin terlalu asik dan sibuk bekerja jadi tak ingat mengabarkan kegiatan sekolahnya, apalagi melakukan promosi.

Sesungguhnya, ketika proses belajar mengajar di kelas berlangsung, pada waktu yang bersamaan, guru dapat melakukan promosi atau memasarkan sekolah bekerja sama dengan murid-murid yang diajarnya. anak-anak Sekolah Dasar kelas tiga sudah mampu menggunakan telepon genggam berbasis android, dengan telepon genggam itu dan akses internet, murid bisa ikut serta memasarkan sekolah, bagaimana caranya?

Pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya ada pelajaran pemahaman puisi, jika semua murid diminta memperagakan membaca puisi di depan kelas, maka waktu yang dibutuhkan akan sangat lama, dan hasilnya hanya sekedar nilai untuk kompetensi itu saja. Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan saat murid membaca puisi dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di kelas, halaman sekolah, rumah, atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS PUISI NOVIANTO SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: UCAHYO, M.Pd.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal uenggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Ucahyo sebagai guru Bahasa Indonesia memberikan tugas puisi, gaya bahasa, prosa, pantun, drama, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Ucahyo mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Ucahyo mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Ucahyo memberi tugas menulis cerpen, puisi, prosa, resensi dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Ucahyo, M.Pd akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Ucahyo dan Sekolahnya.

Pelajaran Olahraga, biasanya ada materi basket, volley, sepakbola, renang, dsb.  Guru sebaiknya memberi tugas kepada murid untuk membuat video rekaman adegan cara mendribel bola basket, cara sevis volly, cara berenang gaya dada dan mengupload di youtube, pengambilan adegan bisa dilakukan di lapangan sekolah, halaman sekolah, rumah, kolam renang atau dimana saja, judul video di youtubenya disarankan seperti ini:

TUGAS OLAHRAGA NURSELIA SMKN 50 JAKARTA, 011216, GURU: HARIADI, MM.

Nama atau judul tugas video di youtube seperti di atas, mencakup nama murid, nama sekolah, tanggal unggah video, dan nama guru yang mengajar.

Andaikan Bapak Hariadi sebagai guru Olahraga memberikan tugas basket, volley, sepakbola, renang, softbol, artinya ada 5 tugas yang bisa diberikan kepada murid untuk menggunggah video dengan cara di atas, maka dalam satu semester jika Pak Hariadi mengajar 200 murid, maka ada 1.000 video di youtube yang mencantumkan nama murid, sekolah dan dirinya, dalam waktu setahun terdapat 2.000 video di youtube, Pak Hariadi mengamati penampilan muridnya di youtube dan memberi nilai untuk kompetensi yang dimaksud. Belum lagi jika Pak Hariadi memberi tugas menulis tentang peraturan permainan basket, sejarah pencak silat di Indonesia, olahraga tradisional  dan meminta kepada muridnya untuk posting di blog pribadi murid dengan teknis membuat judul yang sama dengan di atas, maka dari satu guru yang bernama Pak Hariadi, MM akan tayang ribuan input yang menuliskan nama murid, sekolah dan dirinya, sebuah promosi yang dahsyat buat murid, Pak Hariadi dan Sekolahnya.

Ada penanaman dan penerapan beberapa karakter sekaligus dari tugas-tugas di atas, yaitu: karakter orientasi masa depan atau perencanaan, kerjasama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb. karena tugas-tugas diatas harus dikerjakan bersama-sama dengan teman atau orang lain yang perlu perencanaan, kerja sama, saling menghormati saling tolong menolong, percaya diri, kepemimpinan, dsb.

Salah satu contoh video tugas murid sekolah yang tayang di youtube. Hampir semua mata pelajaran di kelas-kelas atas Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA hingga perguruan tinggi bisa menerapkan cara ini.

Jika dari tugas dua guru diatas sebagai contoh, bisa menghasilkan 4.000 tayangan di chanel youtube murid dan ribuan lainnya di blog murid, maka andai semua guru di sekolah anda yang berjumlah 40 orang melakukan hal itu, paling tidak ada 80.000 entri di dunia maya yang bisa dilacak dengan mesin pencari google berisi promosi kegiatan belajar di sekolah Anda, selanjutnya … terserah anda.

Rekonstruksi Sekolah; MENGAJARKAN KEGAGALAN

how-to-turn-a-failure-into-a-wild-success

Perhatikan di sekolah anda, ketika diadakan suatu kompetisi tentang apa saja … berapa persen murid yang ikut serta berkompetisi? Mengapa begitu sedikit murid yang berani berkompetisi, alasannya bisa beragam; tidak siap, belum latihan, tidak bisa, tidak menguasai, dan masih banyak lagi … apakah hanya itu? Kadang sekolah menerapkan sedikit unsur paksaan dimana setiap kelas harus ada perwakilan dan jika tak ikut mendapat sangsi tertentu … kompetisi yang berubah jadi kegiatan formalitas, hal ini jadi sulit berharap mendapat kader yang baik dari bidang yang dikompetisikan tersebut.

Berapa puluh tahun anda sekolah? apa yang anda kenang selama belajar di sekolah? di sekolah seolah menanamkan keberhasilan, kesuksesan, kebaikan, keindahan … berbagai hal positif yang selalu ditanamkan. Setiap tahun diakhiri dengan sukses berupa naik kelas, rangking, hadiah, liburan dan hal-hal menyenangkan. Perhatikan orang-orang disekitar anda, berpendidikan sarjana tetapi tak memiliki pekerjaan yang baik, berpenghasilan tak jelas dan seperti tak punya gairah untuk hidup, apalagi mereka yang berpendidikan lebih rendah, mengapa? Padahal dalam kehidupan yang sebenarnya bertebaran berjuta kegagalan.

Ketika suatu saat merasakan kegagalan, seseorang sangat terkejut, sangat terpukul dan down atau seolah jatuh tak bisa bangun lagi karena begitu sedih dengan kegagalan yang dialami, karena dia tak biasa gagal, hampir tak pernah gagal, karena saat disekolah ada remedial, hingga selalu naik kelas dan lulus pada setiap jenjang pendidikan.

Orang-orang yang sukses dan berhasil dalam berbagai bidang adalah mereka yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan tetapi selalu bangkit lagi untuk melakukan kerjanya sehingga kegagalan yang terjadi menjadi bahan pembelajaran menemukan strategi yang tepat untuk mencapai sukses.

Sekolah seharusnya memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk melakukan berbagai hal yang tidak berorientasi pada hasil tetapi murid diberi pengalaman merasakan kegagalan, dan mencoba lagi memperbaiki kegagalan hingga menghasilkan sesuatu, sebuah pencapaian sukses yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata di masyarakat setelah lulus sekolah.

Kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus bisa memberi pelajaran kepada murid bahwa kegagalan ada jalan menuju keberhasilan atau sukses, sehingga saat dia gagal tidak langsung terpukul dan segera bangkit memulai kerja lagi, menggunakan kegagalannya untuk merubah strategi dan kerjanya hingga mencapai sukses.

Pada pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, murid dapat didorong untuk membuat skenario drama yang diposting di blog mereka, lalu dramanya dipentaskan dan direkam dalam bentuk foto untuk diunggah ke instagram dan video yang diunggah ke youtube, antar kelompok di kelas atau satu sekolah saling membandingkan atau dibuat kompetisi foto siapa dan video siapa yang mendapat jumlah kunjungan atau “like” terbanyak.

Penugasan itu dilakukan beberpa kali dalam satu semester sehingga ada yang gagal pada produk yang pertama, bisa saja mendapat sukses pada penugasan yang kedua, atau yang pernah juara pada tugas pertama bisa saja terpuruk pada tugas kedua. Budaya berkompetisi dan bersaing sehat menjadi hal yang biasa tanpa harus terpuruk jika kalah atau jadi sombong jika menang.

Pelajaran Olahraga bisa mendorong murid sesuai hobbynya untuk berlatih secara serius dan secara rutin mengikuti kompetisi yang diadakan di lingkungan internal sekolah maupun luar sekolah, sehingga terbiasa menerapkan karakter orientasi masa depan, kerjasama, kepemimpinan, berprestasi, dsb. Kekalahan yang diderita jadi bahan evaluasi dan merubah strategi latihan, dsb hingga pada saatnya akan memperoleh kemenangan. suasana latihan dan kompetisi serta kemenangan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video kemudian diunggah ke instagram dan youtube.

Orientasi sekolah seharusnya tak hanya mendorong murid untuk berhasil, tetapi memberikan pengalaman gagal dalam hidup, kepada murid ditanamkan bahwa untuk mencapai sesuatu harus bersiap mengalami kegagalan, mencoba lagi dengan memperbaiki kesalahan yang membuat gagal, berulang-ulang hingga berhasil dan sukses. Sekolah mengajarkan kegagalan lewat kegiatan produktif yang didokumentasikan sehingga bisa dinikmati oleh murid-murid yang terlibat pada kegiatan tersebut dan generasi dibawahnya sebagai bahan pembanding untuk melakukan kerja atau pembelajaran yang lebih baik. Menurut anda?

Mengelola Ekstra Kurikuler di Sekolah mengisi Full Day School

Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan terprogram di sekolah yang tujuan umumnya melengkapi berbagai interaksi belajar di kelas mendorong pencapaian karakter manusia unggulan yang ideal, siap memberi kontribusi positif untuk negeri.

Tujuan khusus kegiatan ekstra kurikuler diantaranya adalah: prestasi, rekreasi, inovasi, atau lainnya yang untuk menjawab kebutuhan murid disesuaikan dengan zamannya.

Ada berapa jenis kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) di Sekolah Anda? Berikut ini adalah nama-nama ekskul yang umumnya ada di institusi pendidikan formal, yakni :

A. Ekstrakurikuler / Ekskul Olahraga :
– Sepak Bola
– Bola Basket
– Bola Voli
– Futsal
– Tenis Meja
– Bulutangkis
– Renang
– Billyard
– Bridge
– Fitnes

B. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Beladiri :
– Karate
– Silat
– Tae Kwon Do
– Gulat
– Tarung Drajat
– Kempo
– Wushu
– Capoeira
– Tinju
– Merpati Putih

C. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Musik
– Band
– Paduan Suara
– Orkestra
– Drumband / Marchingband
– Perkusi
– Akapela
– Angklung
– Nasyid
– Qosidah
– Karawitan

D. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Tari Dan Peran
– Cheerleader
– Modern Dance / Tari Modern
– Tarian Tradisional
– Teater

E. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Media
– Jurnalistik
– Majalah Dinding / Mading
– Redio Komunikasi
– Fotografi
– Sinematrografi

F. Ekstrakurikuler / Ekskul Lainnya
– Komputer
– Otomotif / Bengkel
– Palang Merah Remaja / PMR
– Pramuka
– Karya Ilmiah Remaja / KIR
– Pecinta Alam
– Bahasa
– Paskibra / Pasukan Pengibar Bendera
– Kerohanian (Rohis, Rohkris, dll)
– Klub Bikers
– Wirausaha
– Koperasi Siswa / Kopsis
– Video Game, dll.

Coba perhatikan prestasi beberapa tahun terakhir di Sekolah Anda, misalnya sekolah Anda menjadi juara pada cabang olahraga Basket selama empat tahun berturut-turut di berbagai kejuaraan dan level atau jenjang kejuaraan, artinya ekskul Basket di seklah Anda sudah berlangsung dan dikelola dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola dengan baik dan diikut sertakan dalam berbagai kegiatan kompetisi pasti pernah meraih  prestasi atau menjadi juara.

Basket, volley, bulutangkis, musik, band, teater adalah beberpa contoh kegiatan yang pencapaian prestasinya butuh belasan tahun latihan secara tekun dan dengan personil yang sama untuk mendapat kesatuan perasaan, kerjasama, saling percaya, dsb yang jadi syarat utama berprestasi.

Pencak silat, melukis, menulis, photografi, cheerleaders, dan berbagai kegiatan lainnya adalah contoh kegiatan yang jika dibina serius selama setahun hingga tiga tahun bisa memperoleh prestasi hingga ke tingkat internasional, kegiatan yang bersifat perorangan lebih cepat bisa menghasilkan prestasi dibanding kegiatan yang dilakukan secara team atau group.

Jika Sekolah Anda menjadi juara pada bidang tertentu hanya pada tahun tertentu selama dua atau tiga tahun, itu artinya yang berprestasi adalah murid yang memiliki hobby pada bidang tertentu dan secara kebetulan menjadi murid di sekolah Anda, dan ketika murid itu lulus, Sekolah Anda tak berprestasi lagi pada bidang tertentu.

Prestasi pada kegiatan ekskul bisa berupa juara atau keikutsertaan pada festival atau perayaan tertentu di dalam sekolah atau di luar sekolah. Seperti video ekskul perkusi di atas dan taiko di bawah ini yang mendapat apresiasi dari event organizer untuk memeriahkan kegiatan tertentu di masyarakat, atau film pendek di akhir posting ini yang dibuat oleh murid SMK dan memperoleh juara di tingkat nasional.

Bagaimana Mengelola Ekstrakurikuler di Sekolah? Berikut ini ada beberapa alternatif membina kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

  1. Pendataan prestasi & hobby Murid Baru, Sekolah selalu mendata murid baru di awal tahun ajaran mencakup berbagai hal, tambahkan data hobby dan prestasi semua murid, lalu dikelompokkan murid-murid yang memiliki hobby dan prestasi sejenis untuk ditindaklanjuti sebagai asset sekolah.
  2. Kumpulkan murid yang punya prestasi &  hobby yang sejenis, ajak senior-senior di kelas yang lebih tinggi yang memiliki prestasi dan hobby sejenis untuk saling cerita dan berbagi pengalaman tentang latihan dan prestasi yang selama ini dudah mereka peroleh.
  3. Biarkan murid punya hobby sejenis menentukan pimpinan organisasi ekstrakurukulernya & menentukan jadwal latihan, sekolah sebaiknya memfasilitasi berbagai hal agar latihan mereka bisa berlangsung dengan baik dan segera meraih prestasi.
  4. Tugaskan Guru menjadi pendamping unit kegiatan ekstrakurikuler, biasanya menjembatani kebutuhan anak-anak ekskul dengan sekolah dan mencari penyelesaian jika terdapat masalah atau kendala untuk berprestasi.
  5. Pelatih atau instruktur adalah unsur penting yang mempengaruhi mutu kegiatan ekskul, biayanya tak murah, untuk mensiasatinya bisa dengan cara coaching atau pendampingan. Instruktur diberdayakan dalam jangka waktu dua atau tiga bulan melatih murid-murid saat akan mengikuti kompetisi atau di awal tahun ajaan baru, selanjutnya dipilih beberapa murid senior yang punya skill dan leadership bagus untuk menjadi pelatih teman-temannya disaat pendampingan sudah selesai, hal ini sangat bagus untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama diantara murid, proses pendidikan karakternya berlangsung hebat.
  6. Ikut sertakan pada Lomba atau Kompetisi sesering mungkin, hal ini akan membuat suasana latihan jadi lebih serius karena adanya target tampil atau kompetisi yang terjadwal, hingga prestasi bukan lagi jadi hal yang jauh di dapat tapi akan jadi bonus dari keseriusan latihan.
  7. Adakan kompetisi di sekolah antar murid sendiri atau undang sekolah lain, kompetisi internal akan menjaring murid lain yang punya potensi dalam bidang tertentu. Kompetisi yang mengundang sekolah lain bisa menjadi ukuran level prestasi ekstrakurikuler di sekolah Anda. Mungkin bisa dicoba mengadakan kompetisi untuk jenjang pendidikan dibawah sekolah anda, misalnya ekskul di SMK Anda mengadakan kompetisi untuk murid SMP atau SLTP di Kota atau Propinsi yang bisa jadi ajang promosi ekskul SMK Anda dan menjaring murid SMP yang berprestasi untuk memilih sekolah Anda saat lulus SLTP, sehingga SMK Anda akan mendapat murid baru yang berprestasi pada bidang ekskul.
  8. Apresiasi, beri penghargaan Murid yang menjadi Juara di upacara sekolah, umumkan kepada semua warga sekolah, beri penghargaan berupa bingkisan, beasiswa atau apapun yang bisa mendorong murid yang juara untuk terus berprestasi dan murid-murid lain untuk mengikuti kegiatan ekskul dan meraih juara.
  9. Beri kesempatan muncul jenis ektrakurikuler yang baru seauai perkembangan zaman, misalnya BEATBOX, BODY BUILDING, DRONE FOR PHOTOGRAFI, PEMBUATAN GAMES & APLIKASI ANDROID, dll.
  10. Bubarkan kegiatan ekstrakurikuler yang selama dua tahun tak pernah jadi juara, buat apa ada jadwal latihan ekskul tapi berlangsung tak serius dan tak menghasilkan, hal itu hanya buang-buang waktu percuma, lebih baik sarananya digunakan untuk keperluan yang lain, karena ekskul yang serius latihan selama setahun dan rajin ikut kompetisi pasti pernah menjadi juara.
  11. Adakan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dimiliki sekolah lain, ekskul yang mainstream hampir selalu ada di setiap sekolah diantaranya Paskib, Basket, Volley, Futsal, Rohis, dll. Akan sulit untuk meraih prestasi jika Anda memulai ekskul baru sejenis yang sudah mainstream, melalui pendataan hobby dan prestasi murid-murid yang sudah anda lakukan, dorong pembentukan ekskul baru, latihan secara serius, datangkan pelatih ahli, ikuti kejuaraan-kejuaraan yang ada atau tampil pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan jenis ekskul baru Anda, lihat deh efeknya.
  12. Penuhi undangan tampil dan kejuaraan, yang akan meningkatkan prestasi ekskul sekolah Anda.
  13. Dorong Guru-guru, Karyawan di Sekolah memberi atensi dan dispensasi, Kepala Sekolah sebaiknya memberi pengertian kepada semua Guru, Karyawan (termasuk SATPAM) bahwa prestasi di bidang ekskul murid-murid akan meningkatkan mutu sekolah, membuat masyarakat senang menyekolahkan anaknya, bermanfaat buat murid-murid setelah dewasa dan di masyarakat nanti. Oleh sebab itu Guru harus memberi dispensasi untuk murid-murid yang akan mengikuti kejuaraan untuk meninggalkan kelas, atau SATPAM ikut serta mengawasi anak-anak ekskul latihan di luar waktu belajar sekolah, tak mengusir aktifis ekskul untuk meninggalkan sekolah segera, kecuali ada indikasi melakukan hal-hal yang tak baik.
  14. Dokumentasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll publish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, para Guru Pembina ekskul harus selalu mengingatkan anak-anak aktifis ekskul agar mendokumantasikan suasana latihan, kejuaraan, pemberian hadiah, dll dengan menggunakan SMARTPHONE lalu dipublish di BLOG, INSTAGRAM, TWITTER, FACEBOOK, YOUTUBE, STELLER, dsb, hal ini akan jadi iklan atau pemberitahuan kepada dunia bahwa di Sekolah Anda murid dibekali keterampilan intelektual dan non intelektual lewat ekskul untuk menjadi manusia dewasa yang berprestasi.
  15. Lakukan inovasi untuk meraih prestasi, ukuran kesuksesan kegiatan ekskul adalah prestasi atau penampilan di dalam atau di luar sekolah. Untuk mencapai kesuksesan itu perlu inovasi dari semua warga sekolah terutama aktifis ekskul sendiri agar lelah dan letihnya latihan terbayar dengan prestasi atau apresiasi dari berbagai fihak.
  16. Berdoa sebelum ikut kompetisi, ajak semua murid saat upacara untuk bersama berdoa agar tim ekskul yang akan tampil atau berkompetisi bisa mencapai hasil yang baik, hal ini juga bisa jadi promosi aau pemberitahuan buat semua murid di sekolah itu bahwa sekolah Anda punya gairah berprestasi lewat kegiatan ekskul.
  17. Biaya, anak-anak yang memiliki hobby pada bidang tertentu sudah tahu akan konsekwensi atau resiko dari biaya yang haru dikeluarkan untuk mengekspresikan hobbynya, jika mereka sudah merasakan manfaat kegiatan ekskul, bertekad bulat untuk meraih prestasi bersama, dan motivasi lainnya, maka mereka tak akan segan-segan untuk ikut serta menanggung biaya kegiatan ekskul, jika perlu mengundang orang tua untuk menyampaikan rencana kegiatan anak-anaknya, mungkin diantara mereka ada yang bersedia menjadi sponsor atau mencarikan sponsor yang akan membantu pembiayaan kegiatan atau kompetisi, cara-cara keatif melalui “DANUS” (dana usaha) bisa jadi alternatif, misalnya menjual bunga, snack, asesoris, dsb yang keuntungannya digunakan untuk membiayai kegiatan dan kompetisi, mengundang atau mendatangi alumni yang sudah sukses juga bisa jadi alternatif mengatasi pembiayaan kegiatan, semoga bermanfaat.

Ada berapa ekskul di sekolah Anda? Ada berapa prestasinya setahun terakhir ini?

Merdeka ala Negeri Paman Besut

anak-merokok

Dihan Muhamad, who used to smoke up to two packs of cigarettes a day before cutting down, poses for a photo as he smokes while his mother breast feeds his younger brother at their home in the village near the town of Garut, Indonesia on February 10, 2014.

Merdeka itu
bisa menikah muda
tak pake biaya alias gratis
merokok sejak umur satu digit

Merdeka itu
bisa melahirkan gratis
walau suaminya kerja tak tentu
merokok sejak mata terbuka pagi buta

Merdeka itu
bisa berobat gratis
imunisasi pakai vaksin palsu
merokok lebih sepuluh batang sehari

Merdeka itu
bisa punya sepeda motor
dibayar angsuran walau mahal
karena angkutan umum tak cukup
merokok seperti menghebatkan

Merdeka itu
Orang tua bisa sekolahkan anaknya gratis
bersama anak berkelahi dengan guru
merokok di rumah bersama sudah biasa

perokokMerdeka itu
bisa impor garam
bisa impor gula
bisa impor obat
bisa impor istri
bisa impor gubernur
bisa impor menteri
berapapun harga rokok dibeli

Merdeka itu
bisa sekolah bawa motor pedang, clurit, belati
sekolah seperti tak tahu
tawuran, berlari di jalan sambil merokok

Merdeka itu
Murid bisa bawa senjata tajam
tertangkap polisi bebas lagi
menghukum atau mengeluarkan murid sekolah takut
merokok di sekolah sudah biasa
karena kepala sekolah dan gurunya juga perokok

Merdeka itu
tengah malam membawa karung & gerobak
memungut plastik & barang bekas
sambil merokok tak henti

Merdeka itu
bisa naik motor di jalan macet
hisap asap kenalpot
sambil hisap rokok di jepit dua jari

Merdeka itu


Merokok

Merdeka itu
tak membuat orang bisa membaca
tulisan di bungkus rokok
puluhan juta rakyat negeri merokok

Merdeka itu


Mendokumentasikan Wajah-wajah Bergairah

Sebelum dihapus dari harddisk agar menambah ruang simpan teman kerja Saya, foto-foto di atas saya angkat untuk bisa dinikmati semua orang, termasuk Anda, kegiatan di atas adalah dokumentasi kehadiran Saya di kegiatan EDU WATCH – BEM UNJ, di Rawamangun Jakarta Timur 18 April 2015, terima kasih telah berkunjung ke blog Saya, semoga bermanfaat.

Nikmati ribuan foto-foto training saya disana, ribuan foto saya lainnya di instagram, video saya di Youtube ada ratusan bisa dinikmati disini.