Blog Pendidik


Leave a comment

Kalo Bapak Meninggal, Siapa yang Urus Tiga Anaknya?

Seorang lelaki muda berdiri bersandar di pintu sebuah warung makan, terbatuk-batuk hingga tubuh kurus – kulit membalut tulang yang menonjol – berguncang keras. Dihembuskan asap rokoknya kemudian dihisap lagi diselingi batuknya, Dia habiskan rokok hingga api merah rokok mendekat ke filternya, lalu dia buang puntung rokok tanpa mematikan apinya.

“Sedang sakit Mas? Masih boleh merokok kata dokternya?”, tanya saya kepada dia.

“Saya ngga ke dokter Pak”. Jawab dia.

“Badanmu kurus banget, harus makan banyak supaya kuat dan tak gampang sakit”. Sambung saya sambil mengusap punggungnya yang tak berdaging.

“Saya kurus karena fikiran Pak, mengurus anak tiga sendirian, istri saya sudah meninggal”. Wajahnya mengekspresikan sedih.

“Kalo kamu sakit, merokok terus, kemudian meninggal, siapa yang akan mengurus ketiga anakmu?” Tanya saya.

“Iya pak”. Sambil pergi berlalu membawa lauk yang dibeli tanpa nasi.

Pandangan saya terfokus ke kaki kurus bersandal jepit yang mengayuh sepeda hingga tak terlihat dari pandangan sambil mendoakan semoga bapak muda itu sehat terus, bisa merawat ketiga anaknya dan berhenti merokok.

Advertisements


2 Comments

Apakah Siti Aisyah tersangka pembunuh Kim Jong-Nam punya teman namanya Sotoy?

 

Teman dan Sahabat.

Andai Siti berjumpa guru SD yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SMP dan berjumpa guru SMP yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SLTA berjumpa guru SLTA yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada guru SLTA yang menanamkan karakter macam ini?.

Andai Siti melnjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, berjumpa Dosen yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada Dosen yang menanamkan karakter macam ini?.

Itu semua diluar jangkauan saya, saat ini saya sedang melakukan: Andai murid yang tamat SMP, bisa saya tumbuhkan karakter punya kemauan buat melakukan yang terbaik, tak takut dibilang banci kalau tak merokok (padahal kalau kamu main ke komunitas banci, liat deh … Apakah mereka merokok?), tetap merasa jadi orang hebat walau tak merokok.

Mungkin saya bisa menyelamatkan Siti dan Sotoy yang lain?, menurut kamu?


6 Comments

Pindah ngerokok di Madinah Saudi Arabia


Disamping Hotel Royal Al Makarem di Madinah empat lelaki memakai topi khas duduk di depan toko yang tak beroperasi, mereka berasal.dari Indonesia yang saya ketahui dari percakapan di ruang makan hotel, berempat bercengkrama sambil saling menghembuskan asap. 

Tak.jauh dari tempat itu ada Masjid Nabawi, Masjid yang pernah jadi rumah Nabi Muhammad SAW dan sekarang jadi tempat Nabi dimakamkan. Sholat, mengaji dan berdoa di masjid itu bakal dapat banyak sekali berkah dan manfaat.

Mungkin panggilan rokok telah mengalahkan panggilan ibadah, belanjakan uang yang tak sedikit seolah hanya untuk pindah tempat merokok, bagaimana dengan anda? 


1 Comment

Miskin, bego, perokok

perokok-miskin-1

Miskin,
Bego,
Orang miskin karena bego?,
atau orang bego karena miskin?

Orang miskin disekolahin supaya pintar,
Kalau pintar orang miskin itu tak bego lagi,
Orang miskin yang sekolah sepuluh tahun harusnya jadi pintar,
Jika sudah sekolah sepuluh tahun, masih bego dan merokok,
jadilah dia orang miskin yang bego dan perokok.

  1. Saya punya cerita pendek sekali berjudul: Miskin, bego, perokok

Seorang murid tertangkap basah merokok di toilet sekolah, berikut ini cuplikan pembicaraan Guru dan murid tersebut:

“Berapa batang sehari kamu merokok?” tanya Guru.

“Empat sampai lima batang sehari Pak” jawab murid.

Sambil menyiapkan surat panggilan kepada orang tua guru itu bilang, “Besok orang tua kamu diundang ke sekolah, harus membuat pernyataan di atas materai”.

Murid itu terdiam, matanya mulai berair, dia menangis, “Orang tua saya sedang sakit, … ga punya uang Pak”.

Pak Guru terkejut, “Lho ko bisa … orang tuamu miskin, tak punya uang, bagaimana bisa kamu merokok 4 sampi 5 batang sehari?”

“Saya dikasih teman rokoknya, Pak” lanjut murid sambil menangis.

“Gini aja ya mas, mulai saat ini kalau ada temanmu yang memberi rokok, jangan kamu hisap, jika temanmu bertanya, katakan saja kamu baru merokok dan buat nanti saja dihisapnya, kemudian rokok itu kamu jual lebih murah dari harga di warung kepada temanmu yang lain, agar uangnya bisa untuk membeli materai besok”.

Guru itu melanjutkan, “Dengan cara yang sama, kamu juga bisa menabung untuk membeli sepeda motor dari rokok yang diberi teman, tidak nikin kamu sakit, ketangkap piket di toilet sekolah atau tidak penyakitan dan mati”.

Bagaimana menurut Anda?


Leave a comment

Dulu merasa gagah dan maco dengan merokok Saat dewasa ternyata terkejut di depan kaca Badan kurus bau asap Gizi kurang, pipi cekung, batuk menelikung

20120205-062327.jpg

MACO?

Saat pertama merokok
Anak-anak merasa dirinya hebat
Sudah seperti orang dewasa
Walau batuk dan bingung rasanya
Asap itu tetap dihisap

Saat remaja
Rokok jadi seperti tiket berkumpul
Tak merokok jadi bukan anggota kelompok
Merasa lebih maco

Saat kuliah
Jadi teman kerjakan tugas kuliah
Mulai tak bisa konsentrasi saat tak merokok
Uang rokok jadi bagian biaya kuliah

Ketika lulus kuliah
Cari kerja susah
Dapat kerja gaji tak seberapa
Sistem kontrak membuat makin tak tenang
Rokok jadi obat penenang dan kebutuhan utama
Boleh tak sarapan atau makan malam
Tapi tak merokok tak bisa

Dulu merasa gagah dan maco dengan merokok
Saat dewasa ternyata terkejut di depan kaca
Badan kurus bau asap
Gizi kurang, pipi cekung, batuk menelikung
Dia tak gagah lagi
Padahal berkeluarga belum

Sebagai orang tua anda tak berdaya
Karena anda juga pecandu rokok

Selamat pagi pembaca
Semoga dalam sehat selalu


2 Comments

mumpung masih masih bisa merokok, maka jisamsu dihisap kakek 67 th

“Mumpung masih bisa menghisap, mumpung masih masih bisa menikmati, mumpung masih bisa membeli, mumpung jari masih masih bisa menjepit, mumpung masih masih bisa menghembuskan asapnya … maka saya merokok ji sam su.”

Demikian ujar seorang kakek berusia 67 tahun penjual bubur ayam keliling dipikul pada suatu siang di samping kampus UHAMKA Kebayoran Baru hari minggu kemarin.

Terima kasih telah berkunjung & komentar, saya harap blog ini bisa menemani anda berbagi manfaat buat sesama. Semoga kita dalam sehat & sukses senantiasa.


3 Comments

PEROKOK kaya raya

Sejak anda keluar rumah
amati sekitar anda
orang tua renta jalan terbungkuk merokok,
kepala keluarga berbadan gemuk menghembus,
anak muda perlente menghisap,
pemulung camping hitam legam berbau berasap,
anak berseragam abu-abu tertinggal tak mau,
budak berseragam bitu hingga merah di sekolah dasar roko’an
tak pandang dia eksekutif bermobil mewah & berfarfum,
hingga manusia gerobak kurus berbau
semua belanja benda sembilan senti tiap hari

coba jumlahkan dana yang digunakan
trilyunan rupiah dibakar kotori bumi
mereka adalah kelompok kaya raya
yang rela membakar penghasilannya

sementara amati saat mereka tua
harum, dan gempal tubuh
berganti kurus, kusam dan bau
jika berpenghasilan mereka bisa berobat
atasi penyakit akibat nikotin
sementara fakir, miskin, penganggur, pekerja pas-pasan
mati mendadak atau perlahan tak berobat

selamat pagi pembaca
anda merokok? berarti anda kaya raya
terima kasih telah berkunjung dan berkomentar
semoga anda dalam sehat selalu


1 Comment

Ciuman Perokok, Isi Asbak Pindah

seperti seseorang yang mencium asbak …. jadi ingat dr. Dyah Setya Utami, Sp.KJ – Direktur Rumah Sakit Ketergantungan Obat – RSKO Jakarta … saat simak training beliau …. silahkan nikmati gambar-gambar lainnya di kaskus.


Leave a comment

Para Pecandu itu Menghasilkan Orang Terkaya di Indonesia

CIPTAKAN ORG TERKAYA

Versi Majalah Forbes, adalah dua bersaudara, masing-masing Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Dalam daftar yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (3/12.2010) seperti yang dilansir Gatra.com, yang mengantarkan mereka menjadi orang terkaya adalah pabrik rokok Djarum warisan ayah mereka, plus usaha perbankan (Bank BCA), serta kebun kelapa sawit.

Penghasilan pria yang masing-masing berusia 69 dan 81 tahun itu, total mencapai 11 miliar dolar Amerika Serikat. Naik sebesar empat miliar dolar AS dibanding tahun lalu. Robert, yang dilahirkan di Kudus, pada 1941 dengan nama Oei Hwie Tjhong, merupakan putra kedua dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Sedangkan sang abang, Michael, dilahirkan di kota yang sama pada 1929, dengan nama Oei Hwie Siang.

mesinkasir.files.wordpress.com

Urutan kedua terkaya, masih menurut Forbes, masih dipegang pengusaha pabrik rokok; Gudang Garam, milik Susilo Wonowidjojo. Pria berusia 54 tahun itu memiliki penghasilan delapan miliar dolar AS. Saham milik keluarga Susilo dalam dua tahun terakhir nilainya naik sepuluh kali lipat!

Anda perokok? … selamat ya … sesuatu yg anda beli setiap hari itu telah membuat Indonesia jadi terkenal didunia, lahirkan orang terkaya … bagaimana dengan hidup anda?

Siapa saja orang terkaya di Indonesia silahkan simak disana.

 

 


3 Comments

Kontribusi industri rokok tak sebesar yang didengungkan, malah memiskinkan

mlive.com

Pada training-training saya, banyak pertanyaan “jika rokok berbahaya buat kesehatan, kenapa pabrik rokok tak ditutup?” … saya hampir selalu menjawab bahwa perusahaan rokok membawa dampak positif buat banyak fihak negeri ini …. ternyata jawaban saya itu keliru.

Sesungguhnya kontribusi industri rokok tak sebesar yang didengungkan, demikian diungkap peneliti dari UI, begini selengkapnya, spt yang dilansir detik.com.

“Kontribusi industri rokok terhadap perekonomian nasional sering dipakai sebagai argumen untuk tidak melarang penjualan dan peredaran rokok di Indonesia. Akan tetapi, sesungguhnya sumbangan industri rokok terhadap perekonomian Indonesia itu tidak sebesar yang didengungkan.

“Kita bagi kontribusi itu terhadap PDB, secara tenaga kerja, dan secara cukai,” kata peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan, usai mengikuti pertemuan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dengan Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/11/2010).

grinningplanet.com

Dimulai dari cukai terlebih dahulu, Abdillah mengatakan, cukai rokok sebetulnya bukan perusahaan rokok yang membayar, melainkan pembeli atau perokok. Artinya. pembayaran cukai itu dibebankan kepada konsumen, sehingga para perokoklah yang memberi sumbangan terhadap penerimaan negara.

Penerimaan negara dari cukai ini, ia menghitung sekitar Rp 56 triliun. Namun, jumlah tersebut hanya 5-7 persen dari seluruh penerimaan negara yang tahun ini berjumlah lebih dari Rp 1.000 triliun.

Kedua, sumbangan dalam bentuk pendapatan domestik bruto (PDB). Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 1995-2005, diketahui sumbangan dari industri rokok menurun. Ia mengaku tidak ingat secara pasti angka penurunan tersebut, namun sekitar 2 hingga 1 persen.

“Sehingga itu tidak sebesar yang diklaim oleh industri rokok,” katanya.

Industri rokok, lanjutnya, selama ini hanya terpusat di Jawa Tengah, Jawa Timur, sedikit di Yogyakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Artinya, dari 33 provinsi di Indonesia, hanya 28 daerah yang menjadi tempat memproduksi rokok.

Lalu mengenai lahan pertanian tembakau, menurut Abdillah, 90 persennya berpusat di Jatim dan Jateng juga. Itu pun tidak semua kabupaten di Jatim menanam tembakau dan memproduksi rokok. Hanya di sentral-sentral tertentu saja.

Bagaimana sumbangan industri rokok dalam hal penyerapan tenaga kerja? Abdillah menghitung, untuk tenaga kerja langsung, jumlah pekerja di industri rokok hanya sekitar 300 ribuan saja se-Indonesia. Sedangkan petani tembakau berjumlah 500 ribuan berdasarkan data BPS.

“Kenapa angka yang disodorkan dari industri rokok jauh lebih banyak? Karena mereka juga menghitung tenaga kerja tidak langsung kemudian dikalikan dengan jumlah anggota rumah tangga yg ditanggung. Jadi kalau satu petani tembakau menanggung 4 orang, maka yang dihitung 4 petani tembakau. Jadi dinaikkan seperti itu,” tutupnya.”

Status fesbuk saya pagi ini bertajuk:

rokok menghajar sistem & strutur syaraf pusat atau otak, maka pecandunya terkapar, tak berdaya, tak terasa untuk selalu menghisapnya agar terasa nyaman hidupnya, tergantung seumur hidup, merusak organ tubuh dan memperkaya pengusaha rokok hingga menjadi orag terkaya di dunia sementara perokoknya makin miskin & sakit-sakitan … am happy not smoking

Selamat pagi Pembaca … semoga anda tak merokok  saat ini?, terima kasih telah berkunjung ke blog saya semoga anda dalam sehat dan sukses selalu, ini posting ke 1.316 sejak Nopember 2005.

Tulisan terkait:

Hai Para Perokok, Bersiaplah jadi Miskin


2 Comments

Hai Para Perokok, Bersiaplah jadi Miskin

tempointeraktif.com

Lho koq gitu? bagaimana bisa? … silahkan simak tulisan yang diungkap detik.com ini hari.

“Sebagian besar perokok di Indonesia adalah golongan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Karena itu, cara mengentaskan kemiskinan pun cukup dilakukan dengan mengedalikan rokok yang mereka konsumsi setiap harinya.

“Apabila kita ingin mengentaskan kemiskinan, masalah rokok harus ditanggulangi sebaik-baiknya,” kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Farid Anfasa Moeloek, dalam jumpa pers usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2010).

Menurut Moeloek, rokok masuk dalam daftar konsumsi masyarakat miskin nomor dua setelah padi-padian. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli rokok ini bahkan lebih besar dari ongkos pendidikan bagi anak-anak mereka.

Besarnya uang yang dialokasikan untuk membeli rokok membuat mereka tidak bisa membeli makanan-makanan yang bergizi. Sehingga, dampak rokok pun merembet kepada menurunnya kualitas perkembangan anak-anak keluarga miskin.

“Jadi anak-anak yang seharusnya mendapat protein, dapat daging, telur, ini tidak dapat. Hal itu akan membuat kerusakan pada otak anak yang sedang berkembang. Mereka akhirnya tidak bisa menjadi orang-orang yang pandai,” kata mantan Menteri Kesehatan itu.

Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Abdillah Ahsan, pada kesempatan yang sama mengatakan, 60 persen rumah tangga dari 34 juta penduduk miskin mengalokasikan pengeluarannya untuk membeli rokok. Bila dihitung secara individu, jumlah perokok dari golongan miskin itu berjumlah 12 juta, atau 30 persen dari 34 juta penduduk miskin.

grinningplanet.com

Ia juga menjelaskan, dampak rokok bisa membuat orang miskin selamanya akan miskin. “Bayangkan saja, orang miskin merokok lalu sakit. Untuk berobat duit sendiri nggak punya terus meminjam. Akhirnya dia terjebak dalam kemiskinan,” tutupnya.”


Leave a comment

ISTRI, PEROKOK & Peserta Didik BERMOTOR

PRIA, xtraxs.webs.com

Istri & Suami Perokok

Seorang pria yang telah beristri dan mempunyai beberapa putera/puteri sakit, hingga di opname di rumah sakit beberapa kali … beberapa organ tubuhnya mengalami masalah dan salah satu larangan yang diberikan oleh dokter yang merawat bapak itu adalah MEROKOK.

Setelah berkali-kali diopname di rumah sakit, istrinya yang sangat mencintai pria tu sangat marah jika mendapatkan orang yang dicintai merokok di rumahnya. Sebuah sikap yang bagus, kemarahan yang muncul karena cinta, mencegah suaminya mengalami masalah yang lebih parah berkaitan dengan penyakit yang dideritanya.

Sayang sekali, pria yang disayang istrinya itu mengalami kesulitan hentikan kecanduan mengisap benda putih 9 cm, secara sembunyi di luar rumah, pria itu masih mengisap asap beracun dengan berbagai alasan dan berusaha agar istri dan anak-anaknya tak mengetahui kelakuannya di luar rumah. Konsistensi istrinya yang terus melarang orang yang dicintainya merokok di rumah paling tidak mengurangi resiko yang bakal datang akibat tak hiraukan larangan dokter, diharapkan mereka lebih lama merajut cinta kasih berkeluaga dalam kondisi sehat.

wirama.web.id

Sekolah Mendidik

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang harus mendidik warganya termasuk untuk taat pada hukum, dalam hal aturan berlalu lintas; pengendara sepeda motor harus sudah memiliki Surat Izin Mengemudi, SIM. Setiap kendaraan bermotor yang memasuki lingkungan sekolah harus dilengkapi dengan surat-surat yang diperlukan, sehingga peserta didik yang tak memiliki SIM dilarang untuk membawa kendaraannya ke Sekolah.

“Mereka parkir di luar sekolah, misalnya di perkantoran atau pertokoan sekitar sekolah”, demikian kata seorang guru.
“Daripada hilang di luar sekolah motor mereka, lebih baik kita amankan di Sekolah”, ujar guru yang lain.

Satpam bilang peserta didik yang bawa sepeda motor urusan Guru,
Guru bilang itu urusan Pembina OSIS,
Pembina OSIS bilang itu tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan bilang itu urusan Kepala Sekolah,
Kepala Sekolah bilang itu urusan Polisi,
Polisi bilang itu urusan Satpam.

Padatnya arus lalu lintas di Jakarta membuat banyak orang memilih sepeda motor sebagai alat transportasi andalan. Selain lebih irit juga bisa lebih mengemat waktu.

Namun, meningkatnya pengguna sepeda motor di Ibu Kota ternyata disertai peningkatan angka kecelakaan. Menurut data resmi PT Jasa Raharja pada 2005, kematian di sektor lalu lintas darat mencapai 39 ribu orang, 19 ribu orang di antaranya kecelakaan sepeda motor. Berdasarkan data yang dirilis Kepolisian Daerah Metro Jaya, belum lama ini, angka kecelakaan di Jakarta setiap tahun meningkat. Jika pada 2008 ada 5.898 kasus maka di tahun 2009 meningkat menjadi 6.608 kasus.

Kecelakaan pengendara sepeda motor remaja sangat tinggi, yang cacat pun tak sedikit, sekolah harusnya melakukan sistem penanganan pengendara sepeda motor di sekolahnya, apakah kemudian ada peserta didik yang masih membangkang dengan membawa sepeda motor dan memarkirnya di luar sekolah, harus dicari jalan untuk lebih meminimalisir dan menyadarkan peserta didik agar mematuhi peraturan lalu lintas.

Sekolah seharusnya mensyaratkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap peserta didik yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, yaitu:
1. Surat izin orang tua
2. Foto kopi SIM
3. Foto kopi STNK

Denga demikian diharapkan muncul generasi muda yang taat hukum dan tak mati sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas.

Selamat malam pembaca, Anda izinkan putera/puteri anda berkendara ke Sekolah?


1 Comment

suami, ISTRI, rokok, twitter & MARIO TEGUH

ga ngetwit lagi

Mario Teguh, siapa yang tak kenal, seorang motivator kondang yang rutin muncul di Metro TV menghapus akunnya di Twitter gara-gara menulis di bawah ini, dan mendapat respon macam-macam dari para twit …


1. Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami, dan membangun keluarga yang baik.

2. Jodoh itu di tangan Tuhan. Akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.

3. Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.

4. Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik, atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan selain kebaikan.

Anda sedang mencari istri atau suami? … berminat dengan perokok?


Leave a comment

DONAT bonus ASAP ROKOK

jurnalharianku

mau rasakan donat aroma tembakau?
silahkan datang ke sebuah mall
di dekat kampus yang hasilkan pendidik
nama jalannya “lawan orang tua”
di posisi jakarta berbatasan bekasi

 

buka pintunya
anda akan hirup aroma rokok
walau di ruang itu dilarang merokok

selamat malam pembaca, mau3x?


Leave a comment

Perokok HEBAT

Senyum kecil di tebar
Diselingi wajah iba
Tangan tengadah melambai
Duduk di atas papan beroda
Diantara macet mobil ujung Ciawi

Panas matahari tak mengganggu
memberi isyarat dengan tangan terlentang
diselingi selipkan benda putih 9 cm
Dimulut yang bibirnya tak merah lagi

Pria berkaki buntung itu
Mengemis sambil nikmati kemewahan
Hisap rokok dengan merek tiga angka

Selamat pagi pembaca,
anda perokok?

Saat posting publish di fesbuk
Bp. Damas Doang berkomentar begini:

“Jadi pengen nulis pengalaman masa kecil. Ayah saya memang perokok berat juga. Beliau selalu minta tolong saya untuk melintingkan rokok pada saya. 

Suatu hari saya disuruh beli tembakau untuk dilinting. Namun karena kertas (papir/istilah kertas rokok waktu itu) tidak ada yang jual, terpaksa pembuatan rokok tertunda. Akibatnya…karena ayah pada … Read Moresaat itu sangat ingin merokok, beliau marahnya bukan main kepada saya sampai-sampai tangannya melayang di pipi saya.

Waktu itu saya tanggapi saja dengan ringan. Saya tidak marah atau kesal, karena maklum. Tapi sejak itu saya berjanji tidak akan merokok kecuali sudah bekerja alias sudah dapat penghasilan. Alhamdulillah walau sudah bekerja, sampai saat ini rokok itu tidak pernah saya nikmati.”


Leave a comment

perokok & PAMAN SAMIN

Di negeri paman samin banyak pemodal besar yang melihat ada peluang besar di negeri makmur berpenduduk banyak, karena banyak sekali penduduknya yang kecanduan asap putih.

Dibelinya perusahaan rokok terbesar negeri lohjinawi yang omzet seharinya amat sangat dahsyat dan keuntunganpun mengalir ke negeri samin.

Sementara para pecandu makin sulit lepas dari ketergantungan nikotin yang tak sedikit berujung cacat akibat stroke, tindakan medis gunakan alat dan obat yang diimpor negeri paman samin.

Jadilah penduduk negeri makmur ini terus alirkan pulus ke negara paman samin.

Selamat pagi pembaca, masih menikmati benda 9 senti? Saya mendoakan org yg merokok di dekat sy spy dibanyakkan rezekinya


Leave a comment

Merokok? tindakan BODOH

dwitagamarokok.jpgGara-gara sikap tegas membebaskan rumahnya dari asap rokok, Lebaran lalu ia praktis tak mendapat kunjungan dari pamannya. Sang paman memilih tidak ke rumah sosiolog dan aktivis pendidikan itu dari pada tak bisa merokok.

“Saya memang antirokok, bukan perokoknya. Sejauh ini hanya Acil Bimbo yang bisa membobol aturan itu. Pasalnya, saya tahu ia seniman dan sudah telanjur menjadi perokok,” ungkapnya, saat menjadi moderator di sebuah workshop tentang rokok beberapa waktu lalu di Jakarta.
Continue reading


Leave a comment

Perokok = 50 % SAKIT JIWA

dwitagamamrokokk.jpgOrang yang merokok lebih mungkin untuk terserang penyakit Alzheimer dan bentuk lain sakit jiwa (dementia) dibanding orang yang telah berhenti atau tak pernah merokok. Perokok yang berusia di atas 55 tahun menghadapi kemungkinan 50 persen untuk terserang sakit jiwa dibandingkan dengan orang yang tak merokok, kata Dr. Monique Breteler dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, dan rekannya.Breteler dan rekannya, yang menulis di jurnal Neurology, mengatakan mereka menelusuri hampir 7.000 orang yang berusia 55 tahun dan lebih selama rata-rata tujuh tahun. Selama masa itu, 706 di antara orang-orang tersebut terserang sakit jiwa. Continue reading