Podcast Pak Dedi

Sa di rumah aja beresin laci”, ngelapin notebook sambil nikmati blog dan podcast, kalo kamu?

SEKOLAH FAVORIT Negeri Paman Besut

Bagaimana sekolah anda?
  1. SEKOLAH FAVORIT
  2. SEKOLAH FAVORIT AKAN DIHILANGKAN?
  3. PODCAST LEBARAN 2021
  4. KOLAB ZOOM BARENG YAYASAN AMALIA ASTRA
  5. MENYEMANGATI ANAK KE SEKOLAH 5 ed

Podcast (Siniar) Pak Dedi

Kon ngerti ora, basa ngapakke podcast kui apaaaah? Kalo basa indungnasia jare siniar … rungo’ke PODCAST PAK DEDI ge ndang nang spotify or anchor … googling bae lah.

Statistike wis arep tekan sewu, inyong dadi suweneng pisan, soale ming ngomong-ngomong bae rekam ning hape, eh isa tayang lan dirungu’ko wong sadunyo … kalo kowe?

Podcast Pak Dedi: Sekolah Favorit

Di podcast kali ini saya menceritakan bagaimana proses lahir sekolah favorit di negeri paman besut, kalo sekolah kamu?

Apakah yang dimaksud dengan Podcast? Dalam Bahasa Indonesia Podcast diartikan dengan kata Siniar, istilah “podcasting” pertama kali muncul dalam sebuah karangan artikel oleh Ben Hammersley di surat kabar The Guardian pada Februari 2004, bersama dengan istilah lain yang diusulkan untuk menamakan teknologi baru ini. “Podcast” merupakan lakuran kata “pod” — “playable on demand” (dimainkan atas permintaan), yang kelak digunakan Apple Computer (sekarang Apple) untuk merek pemutar-media-saku (portable media playeriPod — dan “broadcasting” (penyiaran). Nama ini dapat menyesatkan, karena siniar dapat digunakan tanpa iPod, atau bentuk pemutar-media-saku lain; isi-kandungannya dapat diperoleh dengan komputer yang dapat memainkan berkas media. Penggunaan istilah “podcast” mendahului adanya dukungan asal (native support) untuk layanan siniar bagi iPod, atau perangkat lunak Apple iTunes. Untuk menghindari keterkaitannya dengan istilah “iPod”, beberapa orang memakai istilah “netcast” sebagai pengganti “podcast“, seperti siniarwan (podcaster) TWiT.tv Leo Laporte. Singkata balik (backronym) telah diusulkan supaya “podcast” dapat diuraikan sebagai “personal odemand broadcast” (penyiaran atas permintaan pribadi).

Podcast mungkin baru terdengar gaungnya di Indonesia, tetapi telah lama dikenal di dunia. Pada 2004, The Guardian menyebutnya sebagai “audible revolution”. Sejak 2014, pendengar podcast melalui ponsel naik hingga 157%. Tentunya ada pula yang mendengar melalui perangkat lain seperti tablet atau komputer. Sepuluh besar negara dengan pendengar podcast terbanyak adalah Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Genre terpopuler yang didengarkan di Korea Selatan adalah berita dan politik, musik, komedi, film, dan bahasa. Pendengar di genre politik sendiri mencapai 35,2%. Bisa dibilang podcast dianggap sebagai konten yang cukup kredibel untuk menjadi sumber berita meski penyiarnya bisa jadi individu, bukan organisasi tertentu.

Studi lain menyebutkan bahwa ada 51% dari total populasi penduduk Amerika yang menjadi pendengar podcast. Lima tema besar yang populer di Amerika adalah budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan. Mayoritas pendengar berusia 25 hingga 34 tahun. Artinya medium ini populer di kalangan muda. Bila dibandingkan dengan kelompok pendengar usia 65 tahun ke atas, jumlahnya hanya mencapai 6%. Hal ini bisa jadi karena kalangan muda lebih banyak menggunakan internet juga beragam perangkat teknologi komunikasi. Podcast belum cukup ramah untuk lansia.

Bagaimana dengan tren pengguna podcast di Indonesia? Ada 67,97% yang mengaku familiar dengan podcast. Dari jumlah itu, 80,82% mendengarkan podcast dalam enam bulan terakhir. Namun bukan berarti mereka adalah mendengarkan podcast secara intens. Separuh dari responden mengakui belum yakin untuk mendengarkan podcast secara reguler. Mayoritas juga mengakan idealnya durasi podcast mencapai 10 hingga 20 menit saja.

Beberapa podcaster mendapatkan penghasilan dari mengiklanan sendiri produk maupun jasa yang ia buat. Ia juga dapat menawarkan semacam meet and greet sehingga pendengar dapat melihatnya langsung ketika podcaster berbicara. Persis seperti menonton seminar atau kuliah umum.

Seperti instagram, kamu bisa follow akun Siniar saya dan bisa memberi respon berupa tepuk tangan, atau siaran bareng.

Podcast Pak Dedi: Edisi Lebaran 2021

Aloooooe Netizen.

Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya Kariim. Selamat Hari Raya Idulfitri. Minal Aidil Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin.

Terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya, Lebaran kali ini saya ingin mengucapkan ungkapan iedul fitri melalui podcast, anda bisa mendengarnya dengan mengklik segi tiga putih di sebelah wajah saya di atas.

Statistik podcast saya mendekati 900, alhamdulillah … ternyata banyak yang menyimak karya saya lewat rekaman suara yang dilakukan hanya menggunakan handphone, terima kasih buat anda yang sudah menyimak podcast saya, kalo anda punya podcast silahkan tulis di kolom komentar, saya akan kunjungi dan menyimaknya, stay safe yaaaaa.

Selamat menikmati podcast saya, disini.

Statistik Podcast Pak Dedi: Negeri Paman Besut

Belajar mengelola podcast, menyampaikan sebuah ide, cerita, dsb dalam format suara dihiasi backsound musik agar lebih nyaman didengar, kamu bisa dimak di spotify, anchor, dsb, Search aja deh Podcast Pak Dedi atau Podcast Negeri Paman Besut.

ALhamdulillah statistiknya mendekati 700, terima kasih buat kamu yang sudah mendengar podcast Saya, kebanyakan dari Indonesia, yang kedua dari Amerika, apakah mereka pengguna VPN, atau benar-benar Amerika (bisa saja mereka adalah WNI yang berada di Amrik), kalo belum dengar podcast saya, silahkan berkunjung ke:

Statistik Podcast Pak Dedi, Bikin Seneng

Bahagia itu sederhana, melihat statistik pendengar PODCAST PAK DEDI yang bertajuk PODCAST NEGERI PAMAN BESUT yang mencapai 631 berasa sebuah pencapaian yang warbyasa beeet, dan yang lebih warbyasa ternyata pendengarnya selain dari Indonesia banyak yang dari Amerika.

Kalo kamu belum dengar podcast saya, silahkan nikmati di bawah ini, makasih.

SEKOLAH FAVORIT Negeri Paman Besut

Bagaimana sekolah anda?
  1. SEKOLAH FAVORIT
  2. SEKOLAH FAVORIT AKAN DIHILANGKAN?
  3. PODCAST LEBARAN 2021
  4. KOLAB ZOOM BARENG YAYASAN AMALIA ASTRA
  5. MENYEMANGATI ANAK KE SEKOLAH 5 ed

Podcast Pak Dedi Episode Terbaru

SEKOLAH FAVORIT Negeri Paman Besut

Bagaimana sekolah anda?
  1. SEKOLAH FAVORIT
  2. SEKOLAH FAVORIT AKAN DIHILANGKAN?
  3. PODCAST LEBARAN 2021
  4. KOLAB ZOOM BARENG YAYASAN AMALIA ASTRA
  5. MENYEMANGATI ANAK KE SEKOLAH 5 ed

Saya sedang belajar edit podcast dengan peralatan seadanya yaitu handphone, notebook, menggunakan aplikasi di android “anchor”, jumlah podcastnya mendekati 30 episode dan statistik pendengarnya seperti di bawah ini:

Terima kasih buat kamu yang sudah menyimak podcast saya, jadi makin semangat nih titip suara untuk meninggalkan jejak … kalo kamu? boleh kasih tau nama podcast kamu?

Podcast Pak Dedi Terbaru

Here’s an episode for you… SEKOLAH SEOLAH LUPA TUJUAN PENDIDIKAN episode of Negeri Paman Besut, ready on spotify and anchor https://open.spotify.com/episode/5fYcTFkHZgRsIwol7Ge88G?si=q2qtr4G2Q3K4whuviFLt6g&utm_source=native-share-menu

Podcast Pak Dedi, Dengerin Yuuuk

Apakah Anda pernah mendengar Podcast? Mungkin sebagian besar dari Anda belum mengerti apa itu Podcast. Namun, Podcast sudah sangat tenar alias populer di mancanegara, seperti Amerika, UK, dan Australia. Podcast adalah siaran non-streaming yang disampaikan melalui audio. Bisa dikatakan mirip dengan radio, tetapi juga memiliki perbedaan yang nyata dengan radio.

Apa itu podcast?

Podcast adalah berkas digital berupa audio yang pendengarnya diharuskan untuk mengunduh terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan audio tersebut. Podcast ini adalah audio non-streaming, sehingga sangat berbeda dengan radio. Podcast ini telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk mendengarkan berita, ilmu pengetahuan, dan sharing ilmu pengetahuan yang bersifat dapat diulang.

Bisa diulang, karena memang sudah diunduh diawal. Hal ini bisa menjadi kelebihan tersendiri dari Podcast dibandingkan dengan radio. Bahkan, Anda akan dapat mendengarkan Podcast sambil menunggu kereta, sambil menyantap sarapan, dan momen lainnya dan memasukkan ke dalam gadget untuk lebih praktisnya.

Ada banyak sekali topik yang bisa Anda pilih di Podcast. Jadi berbeda dengan radio yang mau tidak mau ya harus mendengarkan semua berita, informasi, dan juga iklan yang disiarkan melalui radio. Bahkan, Podcast ini bisa menjadi ladang investasi berbiaya rendah, karena tidak memerlukan stasiun radio. Pendengar juga memiliki kesempatan untuk dapat memilih mengunduh topik yang sesuai dengan selera.

Setidaknya ada ribuan kategori topik yang bisa Anda pilih di Podcast. Beberapa dari kategori tersebut adalah Arts, Business, Comedy, Education, Games & Hobbies, Health, dan sebagainya. Di setiap masing-masing kategori juga ada banyak macam-macam jenis audio juga. Tidak perlu untuk mendengarkan semua dan hanya perlu unduh yang Anda minati saja.

Sebagian besar masyarakat yang ada di Amerika memiliki kecenderungan untuk memilih download kategori TV Series, sehingga mereka bisa update tentang informasi terbaru mengenai dunia film. Hal ini yang menyebabkan stasiun radio di Amerika mengalami penurunan drastis jumlah pendengar setelah hadirnya Podcast.

Sampai dengan saat ini, sebagian besar Podcast masih disampaikan dalam bahasa Inggris. Hitung-hitung sekalian Anda belajar listening dalam bahasa Inggris. Apabila Anda berniat untuk mendengarkan Podcast dalam bahasa Indonesia, maka Anda bisa buka Radio BBC Indonesia. Suatu saat Podcast ini akan menjadi semakin terkenal di Indonesia, karena ada banyak kota besar yang berpotensi di Indonesia.

Saya memproduksi podcast yang saya beri nama PODCAST NEGERI PAMAN BESUT, yang merangkum berbagai cerita saya di bidang pendidikan, selamat menikmati.

Sumber: https://qwords.com/blog/apa-itu-podcast/

Ga Mau Sekolah? Gpp

Saya pernah menjumpai anak yang bapaknya buruh bangunan, ibunya buruh cuci di rumah tetangga, anak itu diterima di sekolah negeri dekat rumahnya, sekolahnya gratis, keluarganya hanya perlu menyiapkan seragam, perlengkapan sekolah dan buku-buku pelajaran.

Semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tuanya, tetapi anaknya tak mau sekolah dan memutuskan keluar dari sekolah, alasannya beragam.

Apakah anak itu mengira dia bakal bisa minta diberi makan selamanya oleh kedua orang tuanya, minta dibelikan pakaian, bahkan menuntut dibelikan sepeda motor untuk bermain bersama teman-temannya. Bapak dan ibunya pasti bakal meninggal dunia. Setelah itu dia harus hidup sendiri dan membiayai hidupnya sendiri, apalagi jika anak itu kemudian berkeluarga.

Tanpa sekolah anak itu bisa hidup hingga dewasa, setelah menikah, berkeluarga, punya anak, dia bisa membiaya keluarganya. Baguuuus … hebat anak itu.

Kalo kamu yakin bisa hidup dengan tidak sekolah … silahkan ajaaa … tapi coba tanya pada siapa aja di sekitar kamu apa syaratnya kalo mau bekerja?

Dengerin deh, disini.

Podcast Pak Dedi New Edition

Listen to “TAWURAN PELAJAR 1” from podcast pak dedi on Anchor: https://anchor.fm/dedi-dwitagama/episodes/TAWURAN-PELAJAR-1-edvtf6/TAWURAN-PELAJAR-1-a2694k2