Blog Pendidik


1 Comment

dan kita tak perlu liat orang tua di siram air pada siaran langsung stasiun tv nasional negeri tetangga gara-gara polisi & aparat negaranya

di negeri paman besut, sekelompok orang melakukan kekerasan berkali-kali, tapi polisi tak sempat menangkap kelompok itu

anak-anak sekolah tawuran di jalan, polisi sibuk di tempat lain, masyarakat resah takut kena timpuk batu atau barang-barang yang dilempar anak-anak yang tawuran …. tapi polisi tak kunjung datang hingga korban berpulang.

minuman keras dilarang dijual, tapi gampang didapat di banyak toko, pembelinya bisa siapa saja … saat mabuk, kelakuannya membuat takut & resah masyarakat sekitarnya, tapi polisi atau aparat lainnya seolah tak melihat menuman keras bertebaran dimana-mana.

takut, resah berulang, akhirnya masyarakat negeri itu marah, jika tertangkap pelaku krininal tak langsung diserahkan kepada polisi tapi dihajar dulu hingga babak belur, anak-anak yang tawuran akhirnya diserang warga di lokasi yang sudah muak dengan kelakuan pelajar yang kurang ajar itu, toko yang menjual minuman keras dirampas lalu dimusnahkan.

salahkah orang-orang yang menghajar pencuri, menghajar pelaku tawuran, merampas minuman keras?

andai polisi dan aparat negeri paman besut bekerja baik, mencegah tindak kriminal, menghukum pelaku kejahatan yang sesuai, tak menjual beli perkara, menghukum anak skolah yang mengganggu ketertiban umum, membawa senjata, dll, tanpa takut dibilang melanggar HAM, memberi sangsi pada penjual minuman keras, dsb …. maka kekerasan antar warga tak perlu terjadi …

dan kita tak perlu liat orang tua di siram air pada siaran langsung stasiun tv nasional negeri tetangga gara-gara polisi & aparat negaranya yang kurang pede.

20130630-122121.jpg
bukti kemarahan warga

Advertisements


Leave a comment

Sekolah, Dinas Pendidikan dan Pemda harus kuat & percaya diri, Polisi fokus ke tupoksinya aja, happy deh

Polisi makin banyak dilibatkan pada kegiatan masyarakat, 
termasuk urusan Ujian Nasional,
apakah soal-soal harus disimpan di kantor polisi,
anggota polisi mengawal perjalanan soal itu perlu

apakah juga perlu berjaga di sekolah
tak bisakah sekolah dan Dinas Pendidikan bekerja sendiri
sudah sedemikian parahkah institusi pendidikan sehingga tidak dipercaya
atau begitu tak berdayakah sekolah dan lembaga pendidikan?

Lelang jabatan Lurah dan Camat DKI Jakarta
apakah harus dilaksanakan di Mabes Polri
tak bisakah diadakan di kantor Pemda
apakah aparat Pemda tak bisa mandiri laksanakan kegiatan
sedemikian lemahkan energi teman-teman di Pemda sehingga harus di Mabes Polri?
apakah tak cukup ruangan di Pemda sehingga gunakan tempat di Mabes Polri?

Saya cuma khawatir keadaan makin parah
seperti orang tua yang memanjakan anaknya
selalu membantu dan ikut campur kerja anaknya
malah membuat anaknya tak bisa mandiri dan jadi rapuh
tak mampu menopang hidup sendiri tanpa campur tangan orang tua
saat orang tua berpulang, si anak tak bisa tegar berdiri

Jika ada kelemahan di sekolah atau institusi pendidikan
perbaiki dan rubah jadi lebih baik tanpa harus memindahkan lokasi
atau menggunakan fasilitas polisi secara berlebihan
jika dikhawatirkan soal dibuka sebelum ujian berlangsung
buat sistem yang mencegah terjadi pembocoran,
atau beri sangsi siapapun yang membocorkan soal UN

Untuk pengamanan di perjalanan saat distribusi soal
pengawalan polisi memang di perlukan
untuk penyimpanan soal cukup di sekolah
pelaksanaan ujian di sekolah tak perlu ditunggu polisi

Pelaksanaan lelang jabatan Lurah dan Camat cukup gunakan fasilits Pemda
banyak sekali gedung yang representatif digunakan
jika ada pelaku yang menyimpang, bisa diantisipasi dan diberi sangsi pelakunya

Biarkan Polisi tercinta kita lakukan tugas utamanya
membuat masyarakat bisa hidup aman dan tenteram
keamanan negeri dan pengaturan lalu lintas amat sangat butuh perhatian
Peredaran gelap Narkoba begitu meraja lela

kita dukung Polisi agar fokus ke tuga utamanya
bersihkan para preman dan pengedar narkoba
termasuk preman berseragam yang memegang senjata
jangan sampai tragedi pembunuhan empat tahanan di LP Cebongan Jogja terjadi lagi
karena masyarakat lelah dan hampir kehilangan kepercayaan Polisi
yang membiarkan anggotanya menjadi aparat merangkap “preman”
dan biarkan para preman menghisap darah rakyat

Sekolah, Dinas Pendidkan, Pemda dan fihak manapun harus secara sadar memperkuat diri
meningkatkan rasa percaya diri, untuk bisa berbuat yang terbaik
dan mampu bekerja mandiri sesuai tupoksi
agar kehidupan di sekitar kita menjadi aman dan nyaman


6 Comments

Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!

Ilustrasi: 5 Agustus 2010 - Ratusan Rek

Ilustrasi

Di sebuah negeri yang bahasa pengantarnya mirip dengan bahasa negeri Pak Besut ada cerita, begini; setiap hari ratusan peserta didik di sekolah negeri itu membawa sepeda motor, alasannya beragam … padahal usia mereka belum genap 17 tahun, yang menurut UU Lalu Lintas di negara itu baru boleh punya SIM, ketika ditanya kepada para fihak, begini jawabnya:

Satpam bilang peserta didik bawa motor urusan Guru,
Guru-guru bilang urusan Guru Pembina,
Guru Pembina bilang urusan Wakil Kesiswaan,
Wakil Kesiswaan bilang urusan Kepala Sekolah,
Kepala Sekolah bilang urusan Kepala Dinas Pendidikan,
Kepala Dinas Pendidikan bilang urusan Polsek,
Polsek bilang urusan Polres,
Polres bilang urusan Polda,
Polda bilang urisan Mabes POLRI,
Mabes POLRI bilang itu urusan Satpam.

wallah dallah … Mbulet Rek …
ga ono sing urus …
rak urusan ku …
sing penting arek-arek Lulus UN,
ditompo di Perguruan Tinggi …
Wiiiiiis!!!!!

Gak perlu mendidik,
termasuk mendidik arek-arek taat hukum
lha wong ….
soale …..
…….
…….

Saya nyanyi aja ya: “Mau dibawa kemana, negara ini …?

Bukankah pengendara Sepeda Motor itu harus sdh berusia 17 tahun dan memiliki SIM? …. Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!


Leave a comment

Polisi, Peserta Didik dan Kendaraan Bermotor

Saat nulis ini Saya sedang ikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), salah satu bahasannya adalah Polda Metro Jaya akan luncurkan aparatnya, para Polisi Lalu Lintas untuk sosialisasi Undang-undang Lalu Lintas ke sekolah-sekolah di Jakarta dalam kegiatan MOPD.

Di SMK Negeri 36 Jakarta, kami telah melakukan kebijakan MELARANG PESERTA DIDIK YANG TIDAK MEMILIKI SURAT IZIN MENGEMUDI membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Mereka boleh membawa kendaraan bermotor ke Sekolah jika memenuhi beberapa persyaratan administrasi, yaitu:

  1. Surat pernyataan orang tua di atas materai yang menyatakan bahwa ybs mengizinkan anaknya membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
  2. Foto copy SIM peserta didik
  3. Foto copy STNK kendaraan bermotor


Leave a comment

POLISI susno POLISI

cepatlah akur

jadi polisi tak gampang
butuh pengorbanan, darah & air mata

jadi jenderal bintang tiga tak enteng
butuh pengorbanan, darah & air mata

membuat negeri cemerlang
butuh pengorbanan, darah & air mata

membuat negeri aman, nyaman, gemilang
butuh pengorbanan, darah & air mata

jika polisi saling menentang
butuh pengorbanan, darah & air mata

karena polisi sibuk saling gugat & tantang
butuh pengorbanan, darah & air mata

maka penjahat, penyelundup, pengedar narkoba melenggang
butuh pengorbanan, darah & air mata


Leave a comment

POLISI dibutuhkan & DIHUJAT

sangiang.files.wordpress.com

sangiang.files.wordpress.com

Saya mengenang perjalanan mudik lebaran kemarin, ratusan polisi siaga disepanjang jalur lalulintas … semua jalur yang akan dilalui pemudik telah disiapkan untuk hantar penduduk negeri ke kampung halaman. Terasa bahwa polisi ada dan sangat berjasa … kita butuh mereka …

 

Perseteruan “Cicak & Buaya” menenggelamkan kebaikan yang pernah ada … ini tak boleh terus terjadi … dari ribuan polisi mungkin lebih banyak yang profesional bekerja … dahsyatnya publikasi, kran media yang menganga lebar membuat kelakuan segelintir polisi “basi” menutupi lebih banyak kebaikan polisi negeri.

Saya mau mudik lagi … saya ingin jumpa banyak polisi yang baik … tabahlah polisiku … singkirkan benalu dalam dirimu, kembalilah bersinar … negara membutuhkanmu.

Selamat pagi pembaca, anda polisi?


3 Comments

Sedih KPK & POLRI

Membaca kabar-kabar tentang KPK & POLISI saya miris, sedih dan berbagai rasa jadi satu.

Apakah yang terjadi antar penegak hukum, bukannya kompak bersatu amankan negeri, malah saling bidik.

Ketika amunisi & energi saling hantam ada “tikus-tikus pundi” beerpesta & rancang strategi menggigit lumbung negeri sambil mencari aparat baru untuk sasaran tembak.

Rakyat kecil susah cari angkutan mudik, para panjabat tak peduli karena sibuk cari perisai, atau pelindung untuk tak jadi target berikut.

Selamat malam pembaca, anda aparat hukum?