Blog Pendidik


12 Comments

Debat Presiden Rasa Ujian Nasional, Kisi-kisinya dibocorkan

mic dwitagama

Seseorang yang dicalonkan jadi calon Presiden dan Wakil Presiden pasti orang hebat, kalau tak hebat tak mungkin jadi calon, karena tak ada partai politik yang mau mencalonkan dia sebagai calon Presiden (Capres) atau calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan memimpin negeri berpenduduk lebih dari seperempat milyar.

Koalisi Partai Politik yang mencalonkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang bersepakat pasti tahu bahwa pasangan yang dicalonkan adalah penduduk terbaik negeri ini yang mampu memimpin negeri, mereka orang-orang hebat. Orang-orang hebat yang dicalonkan pasti telah berpengalaman dalam berbagai bidang yang bermanfaat untuk rakyat banyak. Agar rakyat bisa melihat orang-orang hebat yang akan dipilihnya maka perlu dilakukan debat terbuka yang bisa dilihat oleh penduduk se negara.

Kisruh bocoran pertanyaan debat atau kisi-kisi calon Presiden dan Wakil Presiden membuat rakyat bertanya-tanya tentang kehebatan calon pemimpin tertinggi negeri ini. Argumen Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu berusaha membenarkan keputusan yang diambil, tetapi pembocoran soal atau kisi-kisi menjadi sangat disayangkan karena seolah-olah KPU ingin menyatakan bahwa Capres dan Cawapres kita bukan orang-orang hebat yang mampu menjawab berbagai pertanyaan dalam debat.

Kesalahan yang sudah terjadi bisa diperbaiki dengan menganulir semua soal atau kisi-kisi yang telah diberikan kepada Capres dan Cawapres, berikan keleluasaan kepada panelis, host bahkan kepada semua rakyat untuk mengajukan pertaanyaan kepada calon pemimpinnya, di era digital sekarang, bisa saja pertanyaan diberikan oleh rakyat lewat saluran website, twitter, instagram, email, dsb. Panelis atau host bisa memilih pertanyaan yang sesuai dengan tema atau isu yang dibahas.

Saya jadi terkanang saat persiapan ujian nasional, guru-guru memberi kisi-kisi ujian untuk muridnya agar memperoleh nilai ujian nasional  yang baik.

Anda punya pertanyaan untuk 0rang-orang hebat yang akan berdebat?

Silahkan ketik di kotak komentar. Terima kasih.

Advertisements


Leave a comment

Jika di Sulawesi Selatan biayanya sedemikian besar, berapa biaya untuk peroleh dukungan pattai di Jawa, berapa pula di Jakarta? Buteeeeeeeeeet deh

20130926-222821.jpg

20130926-222833.jpg

20130926-222840.jpg
Kabar angin tentang biaya dukungan pattai senilai sepuluh milyar untuk seorang calon gubernur di Sulawesi itu ternyata berwujud benar adanya, pada proses persidangan terungkap praktek itu, seperti yang diberitakan kompas.com.

Jika di Sulawesi Selatan biayanya sedemikian besar, berapa biaya untuk peroleh dukungan pattai di Jawa, berapa pula di Jakarta? Buteeeeeeeeeet deh.

Ketika Para pembeli dukungan itu terpilih, apa yang dia lakukan? Jadi xxxxx milih nih 😦


Leave a comment

Sementara pak sopir itu bilang yang di atas “salam-salaman bagi-bagi ….

Hari masih gelap, azan subuh belum bergema …. Setelah basa-basi sedikit, sopir taxi yang antar saya ke bandara di Surabaya langsung masih ke topik serius bikin kantuk saya hilang …

Pendidikan politik negeri ini masih belum baik … Dua anak muda yang awalnya main catur sambil bincang kanan kiri hampir berkelahi karena yang satu bilang … Semua harus milih partai “X” karena partainya wong cilik … Yang satu bilang harus pilih partai “Y” karena berbasis agamanya dan jika tak memilih bakal masuk neraka …. Sementara pak sopir itu bilang yang di atas “salam-salaman bagi-bagi ….


2 Comments

politikus negeri yg rusak adalah salah Guru

hari-hari kita disodorkan berita ttg politikus yang terlibat kasus beraneka … partai politik dekati artis untuk jadi calon anggota legislatif … karena sohor.

kita tak punya orang yang berkualitas jadi politikus … ini salah guru dan dunia pendidikan yang tak siapkan peserta didik jadi politikus.

Coba lihat di sekolah anda … kegiatan apa aja yang sudah pernah dilakukan siapkan politikus bagus negeri ini … kalo belum, bikin kegiatan yuuuu


3 Comments

orang tua berpolitik uber kekuasaan, anak uber kepuasan, keduanya berujung kehancuran

20120115-170920.jpg

di sebuah media jejaring sosial, seorang remaja menulis begini:
“Orang tua sibuk ngurusin Partai-partai nya yg gak jelas. Anak nya sibuk ngurusin Party-party Ubas dirumahnya. … Ancur INDONESIA.”

waspadalah-waspadalah


Leave a comment

tentang KABINET SBY

‘kabinet adalah forum untuk bekerja
bukan untuk berpolitik sendiri-sendiri”

demikian yang diucapkan SBY di Sabuga Bandung
bakalan tak banyak menteri yang pentolan partai
hidup teknokrat …. !!!

selamat malam pembaca, kalo mau jadi menteri tunjukkan profesionalisme Anda … masih mau merapat ke partai?