Blog Pendidik


Leave a comment

Latihan Penelitian Tindakan Kelas yuuu

 

Segera hubungi Om Jay, kita ketemuan yuuu …


1 Comment

Weekend never end cause happy with friends

BUKU PTK KAMI

BERSAMA OMJAY

DISKUSI DG IBU GURU

DISKUSI DENGAN BAPAK GURU

DENGAN PANITIA DAN PESERTA

Menemani teman hebat, Bapak H. Wijaya Kusumah, M.Pd dan ketemu guru-guru hebat di Bekasi, workshop PTK di SMAN 1 Tambun Selatan Sabtu 18 Februari 2012.

Tentang Training-training saya bisa disimak disana.


1 Comment

Menikmati keceriaan Pendidik Perguruan Islam Dian Didaktika

team work

Bersama dengan Trainer H. Wijaya Kusumah, kami melakukan Workshop Penelitian Tindakan Kelas di Perguruan Islam Dian Didaktika Cinere Depok … suasannya seru, teman-teman Guru dan Kepala Sekolah TK, SD, SMP dan SMA merespon berbagai games dan tugas, diselingi tawa dan celetukan ramah … menjamah hati nurani pendidik utk bisa lakukan Penelitian Tindakan Kelas. Reportase Training Saya lainnya silahkan nikmati disana.


3 Comments

alasan OM JAY ngeblog; INDAHNYA JADI BLOGGER

dua saudara

dua saudara

Banyak teman saya seprofesi menanyakan kepada Om Jay, Guru SMP Labschool Rawamangun Jakarta Timur, kenapa beliau jadi blogger.

Begini tulisan beliau selengkapnya:

“Jadi blogger itu kan nggak ada duitnya”.

Itulah omongan teman-teman guru yang membuat saya tersenyum sambil mencari jawabnya.


Pikiran saya pun melayang ketika untuk pertama kalinya saya diperkenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama. Seorang kepala sekolah hebat, dan merupakan teman kuliah di pascasarjana UNJ.

Saya buka kembali tulisan-tulisan saya di tahun 2007. Tepatnya bulan Agustus 2007. Itulah saat pertama kali saya memposting tulisan saya di blog, dan saya rasakan betapa bodohnya saya kala itu karena tak pandai dalam menulis. Saya pun tak pernah menyangka, kalau hasil ngeblog saya selama 2 tahun itu, dalam blog pribadi saya di sini, telah membuat saya menjadi seorang penulis harian yang konsisten. Di mana setiap bulannya, saya telah memposting beberapa tulisan yang tanpa saya sadari, tulisan-tulisan itu telah membuat saya terkenal baik di dunia maya maupun dunia nyata. Saya pun menjadi sering dipanggil sebagai pembicara memberikan motivasi kepada para guru agar rajin menulis dan membaca.

Menjadi blogger adalah sebuah pilihan. Pilihan hati untuk saling berbagi. Berbagi informasi dengan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Bisa berbagi melalui blog sudah merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Apalagi, bila tulisan kita ternyata membawa manfaat bagi orang yang membacanya. Setidaknya, mereka menjadi tercerahkan setelah mereka membaca tulisan-tulisan kita yang dibuat dengan hati yang ikhlas. Hati yang tak mengharapkan imbalan apapun selain ridho dari Allah pemilik langit dan bumi.

Dengan menjadi blogger, anda sebenarnya telah dilatih untuk menjadi seorang penulis handal oleh diri anda sendiri. Tak ada cara efektif untuk bisa menulis selain memulai menulis dan terus menerus menulis. Dengan menulis, ada pesan yang ingin anda sampaikan, dan anda pun tertantang untuk menyampaikan pesan itu dalam bahasa yang komunikatif. Ketika proses komunikatif terjadi, maka terjadilah apa yang disebut interaksi. Dimana penulis dan pembaca saling memberikan komentar atau tanggapan.

Awalnya, menulis itu memang terasa sulit, tetapi karena setiap hari terus menerus menulis, kesulitan itu lama kelamaan menjadi hilang. Bahkan, bila sehari saja saya tidak menulis, maka saya akan merasakan seperti tidak makan nasi hari ini. Itulah sisi positif dari seorang blogger yang rajin menulis di blog pribadinya. Berusaha untuk komitmen dan senantiasa konsisten untuk terus menerus menulis. Melawan kemalasan diri dan rajin membaca buku dan tulisan orang lain yang sudah menjadi santapan sehari-hari. Terus terang, saya banyak belajar dari mas Hernowo sang penulis buku “mengikat makna”.

Kini, setelah dua tahun menjadi blogger, dan terus menerus menulis, saya telah menghasilkan empat buah buku. Ya, 4 buah buku dalam dua tahun. Keempat buku itu dapat anda temui dengan mudah di toko buku Gramedia. Saya pun kini menjadi penulis tetap di Tabloid pendidikan GOCARA yang terbit setiap 2 minggu sekali dan menjadi kontributor lepas di berbagai majalah pendidikan. Saya pun kini terpilih untuk mengelola jurnal pendidikan dan website IPTPI, hanya karena rajin ngeblog.

Menjadi blogger sekarang ini bukan hanya pekerjaan sambilan, tetapi merupakan pekerjaan tetap yang menghasilkan karya tulis berkualitas melalui blog. Bila anda seorang blogger sejati, anda akan menemukan kekuatan maha dahsyat yang membuat anda selalu tersenyum dan mengatakan “INDAHNYA MENJADI BLOGGER”. Apalagi, bila anda menuliskannya di rumah sehat kompasiana.

Salam Blogger Kompasiana


4 Comments

Pengunjung ke-ENAM DIGIT

Statistik blog Dedi Dwitagama

Dear Pengunjung
Sore ini Saya bersyukur pada Allah, bahwa tak terasa statistik Saya menunjukan angka menuju enam digit … rata-rata pengunjung perhari blog ini antara 400 hingga 500 hits, sementara hits tertinggi terjadi saat penerimaan siswa baru Jumat 20 Juni 2008 sejumlah 1.315 hits. Tulisan yang paling banyak diminati mengungkap tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Terima kasih yang tak terhingga kepada Anda yang setia berkunjung, Agus Sampurno, pemilik Blog Guru Kreatif menispirasi Saya untuk menulis di Blog, Istri dan anak Saya Dhea Nazmi Rifa suport banyak hal hingga semangat menulis tak pernah padam.

Semoga blog ini bisa lebih mempercepat proses pencerdasan anak negeri dan terus tingkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, terima kasih sahabat.


5 Comments

Kenapa guru taku PTK; Wijaya Kusumah SMP Lab School

Dewasa ini banyak kita jumpai para guru yang belum melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di dalam proses pembelajarannya di sekolah. Masalahnya sangat komplek, dan jawabannya ternyata ada pada diri guru itu sendiri. Belum banyak guru yang mengenal apa itu PTK. Kalaupun tahu, PTK masih dianggap sesuatu yang menakutkan. Mereka menganggap PTK itu sama dengan ketika mereka menulis skripsi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru belum melakukan PTK di dalam proses pembelajarannya di sekolah . Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut :

1.Guru kurang memahami profesi guru Di dunia ini hanya ada dua profesi. Profesi guru dan bukan guru. Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia. Para guru hendaknya menyadari profesi mulia ini. Guru harus dapat memahami peran dan fungsi guru di sekolah. Guru sekarang bukan hanya guru yang mampu mentransfer ilmunya dengan baik, tapi juga mampu digugu dan ditiru untuk memberikan tauladan kepada anak didiknya. Anak didik kita butuh figur untuk menjadi tauladan yang tidak hanya sebatas ucapan tapi juga tindakan. Apakah kita sudah menjadi tauladan untuk anak didik kita?

Continue reading


187 Comments

Laporan PTK- Contoh

Merespon permintaan pengunjung blog Saya, atas perkenan Bapak H. Bustamam Ismail, guru Agama SMK Negeri 3 Jakarta … Saya posting contoh Laporan Penelitian Tindakan Kelas Pak Haji … yang berjudul “Peningkatan Kebiasaaan Sholat Lima waktu melalui pemberian motivasi multi aspek”

Continue reading


86 Comments

Penelitian Tindakan Kelas – LPM UNJ

dwitagamaptk.jpgGairah kerja di SMK Negeri 3 Jakarta makin terasa berkat kehadiran Peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kandidat Doktor Bapak Ucu Cahyana dan Ibu Diana Vifanti, M.Si … mereka ditemani Pak Iman dan Pak Ali berbagi ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Awalnya teman-teman kami berkerut dahi … tapi lama kelamaan benyak pertanyaan menghujam ke nara sumber … semangat ingin tahu muncul, direspon pula secara cekatan oleh penyaji … Ibu Binaryati berkomentar “Wah, sebelum ini kami kira terlalu sulit untuk naik pangkat ke IV.b … ternyata setelah ikut kegiatan ini kami jadi yakin bahwa itu bisa kami capai, ditindaklanjuti ya Pak Dedi …”

Continue reading