Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


2 Comments

Apakah Siti Aisyah tersangka pembunuh Kim Jong-Nam punya teman namanya Sotoy?

 

Teman dan Sahabat.

Andai Siti berjumpa guru SD yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SMP dan berjumpa guru SMP yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik. 

Andai Siti melanjutkan sekolahnya ke SLTA berjumpa guru SLTA yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada guru SLTA yang menanamkan karakter macam ini?.

Andai Siti melnjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi, berjumpa Dosen yang menanamkan karakter bahwa hidup tak hanya persoalan uang, bahwa tubuhnya punya harga yang tak ternilai, bahwa ada kebahagiaan lain yang bisa dinikmati selain pesta, busana atau jalan-jalan, bahwa pendidikan itu sangat penting yang bakal menjadi amunisi peroleh kehidupan yang lebih baik … Eh, apakah masih ada Dosen yang menanamkan karakter macam ini?.

Itu semua diluar jangkauan saya, saat ini saya sedang melakukan: Andai murid yang tamat SMP, bisa saya tumbuhkan karakter punya kemauan buat melakukan yang terbaik, tak takut dibilang banci kalau tak merokok (padahal kalau kamu main ke komunitas banci, liat deh … Apakah mereka merokok?), tetap merasa jadi orang hebat walau tak merokok.

Mungkin saya bisa menyelamatkan Siti dan Sotoy yang lain?, menurut kamu?


Leave a comment

baru beranjak dua digit

Seorang anak sekolah
badannya kurus, kulitnya gelap
berseragam kemeja putih, celana panjang biru
berjalan gontai, tatapan matanya kosong

jari tangan menjepit benda putih 9 cm
dihisap asap dari benda yang dijepit jarinya
segera asap dihembuskan dari mulutnya
dihisap lagi, dihembuskan asap dari mulutnya

umurnya mungkin baru beranjak dua digit
aroma tubuhnya mirip kakek bungkuk 70 tahun
cara berjalannya juga mirip
tapi dengan kecepatan yang lebih karena usia

Saya mau bertanya padanya
apa rasa asap pagi hari
apa kata ayah ibunya
apa kata guru-gurunya

sayang saya harus antar anak ke sekolah
sambil mendekap dan mendoakannya
semoga dia tak hisap asap kelak
setelah mencium sambil bisikkan bahwa saya akan menjemputnya nanti
kami berpisah


Leave a comment

Tak ada yang bisa berbuat apa-apa Hak azazi manusia

Ilustrasi


Kakek, nenek merokok di rumah
Ketua RT tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Bapak, Ibu merokok di rumah
Ketua RT tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Anak-anak merokok di rumah
Orang tuanya tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Pengendara merokok di jalan
Satpol PP dan Polisi tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Anak SD berseragam sekolah merokok di jalan
Semua orang tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Anak SMP berseragam sekolah merokok di jalan
Semua orang tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Anak SMA – SMK berseragam sekolah merokok di jalan
Semua orang tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Anak sekolah merokok di kelas
Guru tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Guru merokok di sekolah
Kepala Sekolah tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Pemulung merokok sambil manggul karung
Semua orang tak bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Semua orang merokok dimana saja
tak ada yang bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Ada rokok khusus di istana
tak ada yang bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Ada karyawan merokok di ruang ber AC
tak ada yang bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Tukang rokok jualan rokok sambil merokok
tak ada yang bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Kamu merokok dimanapun
tak ada yang bisa berbuat apa-apa
Hak azazi manusia

Apa arti Undang-undang larangan merokok di tempat umum
dan tulisan “ROKOK MEMBUNUHMU”
Mungkin negeri ini sedang mengurangi jumlah penduduk?


Leave a comment

Api di tempat gelap itu, ternyata ….

“Kalo nyokap elo sering ngomong dengan mulut bau asbak dan nasehatin anak”nya ga boleh ngerokok, gimana sikap elo?”

Tiba-tiba saya ngetwit kalimat di atas setelah di suatu tempat parkir yang gelap dari kejauhan saya melihat cahaya apai berasal dari sebatang rokok yang sedang dihisap, menyala redup dan.terang sesuai kondisi dihembus dan dihisapnya benda putih itu.

Ketika saya lewat dekat sumber nyala itu, ternyata seorang ibu setengah tua mengenakan hijab asik merokok sendiri …. maka lahirlah ide twit di atas dan tulisan ini, beruntunglah yang punya ibu tak merokok, pasti wangi, bisa jadi penenang dan penerang buat keluarganya.


Leave a comment

Kakek penjaga malam bergaji 600 ribu rupiah merokok 3 bungkus sehari, kalo kamu?

Suatu malam, lebih jam sepuluh di tepi jalan ibukota… mendekati tengah malam, udara semakin dingin, tak jauh dari saya duduk seorang kakek berusia lebih 55 tahun bercucu lebih dari lima, kerja jaga malam di sebuah komplek perumahan bergaji 600 ribu rupiah sebulan, sedang asik merokok kretek yang termahal di negeri ini, menampakan pipi kempotnya dengan kulit membakut tulang, kurus kering badannya, gelap kulitnya, ompong giginya. Setelah berkenalan dan menjalin keakraban sekitar 10 menit, dia berucap begini:

“Saya tahu ngerokok itu ga baik buat kesehatan, istri, anak dan cucu saya juga melarang dan meminta saya berhenti merokok … sehari saya ngerokok tiga bungkus, sejak saya masih remaja, zaman rokok masih sangat murah harganya … sebenarnya saya pengen berhenti, tapi susah banget, apalagi kalau ketemu sama teman-teman dan mereka menawarkan rokok … takut dibilang ga ngehargain persahabatan …”

Persahabatan … bisa bikin orang terus merokok, bergaul dengan pembunuh, hidup dengan penyakit yang siap mengantarkan kamu kapan saja ke rumah sakit atau ke kuburan.

Kalo kakek-kakek aja sulit menjauh dari sahabat yang perokok dan pisah dari benda putih 9 sentimeter, bagaimana buat remaja? Lalu apa artinya sekolah belasan tahun? Kemana larinya khotbah-khobah pemuka agama yang harus menyayangi diri, menghargai ciptaanNya? Orang tua gimana kabarnya?