Blog Pendidik

@dwitagama: karakter tumbuh dari pembiasaan


Leave a comment

Alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif

anak-sekolah-2

Kamu ingin apa?

“Saya berada dalam suatu ruangan dengan perwakilan stakeholder SMK, SMA, SMP, SD dan TK se DKI Jakarta dengan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UI, UIN Jakarta, dan berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.

Kami sedang mengevaluasi pelaksanaan program “PENDIDIKAN SDM UNGGUL BERKARAKTER” yang dikasanakan sepanjang tahun yang sudah berjalan, untuk melakukan perbaikan pada rencana penerapan lanjutan tahun ini. Target dari program ini adalah menghasilkan generasi muda yang unggul dan memiliki karakter kha Jakarta.

Sederhananya, ke depan diharapkan alumni sekolah di Jakarta memiliki ciri khas unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Jika saat ini alumni SD, SLTP dan SLTA Jakarta sepertinya sama tau tak berbeda dengan alumni sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Alumni SLTA Jakarta yang kuliah di lain kota atau lain negeri selalu punya ciri khas; penampilannya rapih, bicaranya sopan, bahasa asingnya bagus, punya hobby seni atau olahraga. Karena waktu sekolah sejak TK hingga SLTA murid-murid di Jakarta terbiasa disiplin dalam berpakaian, didorong untuk aktif berorganisasi, terbiasa rapat “ini-itu”, terlatih sopan karena biasa bicara sopan di sekolah, menguasai seni atau salah satu cabang olahraga karena wajib ikut ekskul setelah pulang sekolah dan rajin ikut kompetisi hingga ke tingkat internasional.

Program ini berlangsung berkelanjutan yang dalam jangka panjang membentuk sekolah yang menyenangkan dan menghasilkan pribadi unggul dalam bidang pelajaran atau olahraga, seni dan kreatif. Bersiaplah untuk kemunculan pelukis ternama dari sekolah, pemusik yang masih sekolah, disainer yang produktif dari sekolah, pedagang online berseragam putih biru, pemain bola, perenang, penghafal quran, penulis novel, penari istana, penemu tau inovator yang berseragam sekolah, dsb … karena pendidikan di Jakarta sangat memperhatikan karakter dan bakat murid-muridnya dan mendorong bakat itu menjadi karakter unik membentuk manusia unggul di berbagai bidang.

Kompetisi jadi hal yang biasa, tawuran di jalan berpindah ke ruang kelas, gelanggang olah raga atau arena terbuka dalam mengekspresikan bakat, minat dan hasil latihan yang rutin dilakukan di sekolah.”

Nurdin: “Maaf Pak, kita sudah sampai di rumah”.

Owh, rupanya Saya tertidur di mobil dalam perjalanan dari Dinas Pendidikan.