Blog Pendidik


Leave a comment

Membuat Sekolah jadi tempat yang menyenangkan buat anak-anak

sekolah-membuat-kita-stress-5738a836bb22bdf30a64dce4

Di ibukota Negeri Paman Besut
Semua Sekolah Dasar hingga Menengah Atas Negeri gratis
Sejak masuk hingga lulus tak ada pungutan
Semua biaya ditanggung Pemerintah Pusat dan Daerah

Apakah mutu sekolah makin baik?
Apakah semangat murid bertambah bagus?
Beberapa sekolah dasar negeri digabung
sebab peminatnya makin tak banyak

Apakah karena jumlah anak usia sekolah berkurang?
Apakah karena perumahan penduduk berpindah ke pinggir kota?

Advertisements


2 Comments

Cara Kreatif Merayakan Hari Pendidikan Nasional di Sekolah “Zaman Now”

Solo-4-SOLO_PERINGATAN-HARDIKNAS

Foto: solopos.com

Masih ingat acara hari peringatan pendidikan nasional tahun lalu di sekolah anda? Upacara bendera, membacakan sambutan pejabat tinggi pagi hari, setelah itu tak ada apalagi hanya belajar seperti biasa. Coba tanyakan kepada semua warga sekolah, apa kesan mereka di hari pendidikan nasional? Cuma lelah, pegal berdiri, berpanas-panas, mendengar sambutan yang tak jelas terdengar akibat cara baca yang kurang tepat atau soun system yang mutunya kurang baik. Acaranya sama saja dari tahun ke tahun sejak di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Bagaimana model peringatan hari pendidikan nasional agar punya kesan yang baik untuk semua warga sekolah di zaman now?

Berdasarkan tujuan pendidikan di atas, tampilkan kreasi murid dan guru yang menunjukkan manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Kegiatan-kegiatan di bawah ini bisa jadi alternatif pilihan untuk dilakukan di sekolah anda, yaitu:

  1. Lomba stand up comedi antar kelas, dengan tema yang dipilih berhubungan dengan manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  2. Lomba flash mob dengan iringan lagu nasional dan daerah antar kelas untuk menunjukkan manusia yang memiliki keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  3. Lomba lukis dengan tema manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  4. Lomba foto di instagram dengan tema manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  5. Lomba video atau web series yang diunggah ke youtube dengan tema manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  6. Lomba masak, karena semua murid akan menjadi orang tua yang dituntut kemampuan memberi asupan gizi yang baik buat anak-anaknya sebagai cermin dari manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  7. Pertandingan olahraga tradisional seperti gobak sodor, galasin, ular naga, dsb yang mengindikasikan manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  8. Lomba demonstrasi kreatif antar kelas dengan tema manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Ini perlu agar sejak sekolah anak murid punya pengetahuan dan pengalaman demonstrasi yang baik dan mencapai tujuan yang diinginkan dengan cara yang baik dan beradab tak anarkis.
  9. Kegiatan lainnya yang dibicarakan dengan pengurus OSIS sekolah anda yang bermuara pada aktualisasi tujuan pendidikan nasional yaitu; manusia yang cerdas, manusia utuh, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Selamat mempersiapkan peringatan hari pendidikan yang berkesan di sekolahmu untuk anak-anak zaman now.


Leave a comment

Beritakan Sekolahmu sebelum Diberitakan Fihak Lain

“Sekolahmu pernah jadi bahan berita yang jejaknya terus terekam hingga kini?”

Sangat menyedihkan jika beritanya agak kurang sedap tetapi blow up nya hingga ke media cetak, televisi dan online. Silahkan cek di google jika anda ingin tahu jejak sekolah anda di masa lalu.

Sekolah zaman dulu yang menyadari pentingnya publikasi membuat berita sekolahnya dalam bentuk leaflet, buletin, majalah, koran mini, dsb. Ada juga yang membayar fihak lain untuk memuat berita sekolahnya di media yang dikelola fihak lain seperti koran mingguan, majalah, buletin, dsb. Anda mungkin tahu ada “wartawan” yang rutin berkunjung ke sekolah anda mencari berita atau minta foto dokumentasi sekolah yang akan mengisi koran atau majalah yang dicetak amat terbatas yang biasanya akan diantar ke sekolah yang dimuat beritanya dan tak bisa dibeli di kios penjual koran dan majalah atau toko buku di wilayah anda. Jika sekolah anda tahun 2018 ini masih melakukan itu artinya ketinggalan gerbong dunia digital.

Di era digital sekarang ada berbagai aplikasi atau software yang bisa membuat media cetak dan online untuk memberitakan berbagai kegiatan sekolah, dan murid-murid SD sudah bisa mengoperasikannya hanya menggunakan telepon genggam.

Jika guru, karyawan dan murid dilibatkan dalam membuat berita maka akan banyak sekali berita sekolah bisa diproduksi dan ditayangkan di internet lewat media semacam website, blog, instagram, youtube, dsb. Biayanya gratiiiiiiis.

Jika sekolah anda sudah terbiasa memberitakan diri sendiri, maka ketika ada suatu peristiwa kurang baik yang diberitakan oleh fihak lain, anda tak terlalu kaget, dan tak jadi menyedihkan karena berita baik yang sekolah anda buat sendiri jauh lebih banyak jumlahnya. Berita kurang baik itu akan terkubur oleh ribuan berita yang sudah ditayangkan hasil karya guru, tata usaha dan murid-murid.

Kids zaman now dilatih sebentar saja akan mampu memproduksi berita sekolah memanfaatkan smartphone milik mereka yang bakal membuat murid senang, orang tua riang, sekolah cemerlang di jagat raya berita. Seperti halnya artikel yang anda baca ini saya produksi dengan smartphone sambil menjemput yunior pulang sekolah, selamat memberitakan.


1 Comment

nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga, semoga sekolah tak seolah-olah

???????????????????????????????

Di Negeri Paman Besut
Guru-guru bergairah berseragam
murid-murid tak mau kalah sama berseragam
tiba di sekolah sibuknya beragam

Mencari sarapan buat ganjel perut
guru dan murid sarapan di sekolah berbeda ruang
lanjut belajar di kelas kejar target Ujian Nasional
perubahan kurikulum belasan kali tak merubah pola di kelas
karena ukuran sukses tak berubah, prosentase kelulusan ujian nasional

murid tak tertib berseragam guru tak peduli
murid tak sopan berbicara guru seperti tak mendengar
murid berkegiatan pulang sekolah tak boleh
murid harus langsung pulang ke rumah
murid dicurigai bakal bikin video mesum di sekolah

kegiatan ekstra kurikuler seolah ada
jadwalnya terpampang di spanduk dan mading
tapi prestasi tak bersanding karena latihan cuma seadanya
organisasi murid cuma terpasang di kantong
tapi tak berjalan walau berganti pengurus selalu

target lulus 100 % mudah dicapai
tapi murid bingung mau kerja dimana
tak pasti mau kuliah dimana
karena tampil rapih dan bicara bersih pun murid belum mampu

tahun ajaran baru guru sibuk keals baru
para alumni berjalan tak pasti lewati hari
guru seolah lupa pada mereka seperti alumni yang juga lupa gurunya
nama murid ada di data tapi mereka jadi warga yang tak punya harga
semoga sekolah tak seolah-olah


Leave a comment

Semoga sukses anak-anak negeri, bergembiralah dalam serius belajar & bekerja …. Happy deh

20130713-102217.jpg
Melihat anak-anak yang serius belajar, betah di sekolah, gembira menerima tugas dsri guru-gurunya dan berusahamengerjakan dengan baik, semoga kamu smua sukses di masa depan, jadi orang-orang yang sejahtera … Love u deh.

20130713-102500.jpg


1 Comment

Anak 8 tahun hampir 57 juta kali dilihat di Youtube, umur sekolah anda berapa tahun? berapa kali dilihat di Youtube? happy kah?

Kingsley Tahapasi dari Indonesia, usianya baru 8 tahun, videonya di Youtube sudah lilihat orang hampir 57 Juta kali … berapa tahun usia sekolah anda? sudah ada berapa video dokumentasi sekolah anda di Youtube? sudah dilihat berapa juta kali? apakah sepanjang umur sekolah anda tak ada kegiatan yang layak di dokumentasikan dan dinikmati warga sekolah dan orang lain sedunia? pasti ada … kalau tak ada, artinya Guru dan Kepala Sekolah yang bertugas disana tak ada yang serius bekerja … ayo dokumentasikan sekolahmu dan uplod ke Youtube … happy deh.


10 Comments

4 L = LO LAGI LO LAGI, ga sehat boooo

20130106-205627.jpg

LO LAGI LO LAGI

Perhatikan Sekolah atau Organisasi diman Anda berada saat ini, jika ada syndrom 4L, maka ada indikasi bahwa Sekolah atau Organisasi Anda kurang sehat …. proses manajemen di Ssekolah atau Organisasi Anda perlu dibenahi sebelum hancur di telan zaman, kenapa?

Gejala 4L itu muncul karena sistem manajemen yang bertumpu pada orang bukan aturan main, sehingga tak ada arsip, tak bisa dievaluasi, dan hanya tergantung kepada otang yang itu-itu saja … dalam jangka panjang muncul arogansi dari otang-orang yang biasa terpakai hingga yang bersangkutan besar kepala …. sesungguhnya semua kerjaan di Sekolah itu tak sulit, mudah aja koq …. Yang susah cuma bagaimana membentuk karakter anak supaya siap menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya.

Baaiamana cara mengatasinya? Bikin perencanaan yang baik sebelum kegiatan, buat secara tertulis … tunjuk Panitia berdasarkan kebutuhan kerja … rinci kerjaannya dul baru kemudian buat struktur organisasi panitia … wajibkan panitia membuat Proposall, Rancangan kerja, Sistem Operasional & prosedur, setelah selesai kegiatan buat Laporan tertulis dan Evaluasi disertai foto2 dan video

Kegiatan tahun berikutnya setiap orang bisa jadi Panitia dengan mempelajari dan meneyempurnakan Proposal, Rancangan kerja, Sistem Operasional & prosedur, setelah selesai kegiatan buat Laporan tertulis dan Evaluasi disertai foto2 dan video …. terus berulang …. Arsipkan .. Maka gejala 4L akan berkurang di Sekolah atau Organisasi Anda …. Punya cara lain?


2 Comments

Biskota & Sekolah Kita apa bedanya coba? Apa peran anda?

Saat di buat Perusahaan Karoseri yang berperan,
Ketika mulai digunakan montir pastikan keadaan mesin selau baik,
Petugas kebersihan membuat nyaman bagian dalam bis,
Sopir mencoba mesin dan arahkan kemana jalan bis,
Asisten supir membantu temukan arah yang lebih cepat capai tujuan,
Penumpang duduk manis sambil ikut bantu jaga kebersihan atau kasih tahu jalan yang mulus.

Waktu tiba di tujuan pertama,
Penumpang turun
Petugas kebersihan bersihkan interior & eksterior bis,
Montir memastikan mesin dalam keadaan baik, olie & bensin cukup, rem berfungsi, dsb,
Supir dan asisten rencanakan jalur perjalanan berikutnnya.

Sekolah dibangun, PEMDA, Dinas atau Yayasan yang berperan,
Ketika mulai digunakan Guru-guru sesuai bidang tugas jalankan peran,
Petugas Kebersihan membuat nyaman sekolah luar dalam,
Kepala Sekolah tunjukkan kemana arah Sekolah,
Para Wakil, Katua Program atau Tim Manajemen membantu tepatkan & cepatkan menuju tujuan,
Guru bekerja mencapai tujuan bidang studi sambil membentuk budaya nyaman di sekolah,
Murid menikmati suasana nyaman sambil ikut serta jaga kebersihan & kenyamanan

Saat satu tujuan tercapai,
Misalnya setelah penerimaan murid baru,
Tujuan berikutnya harus dimulai, yaitu membentuk suasana belajar yang nyaman,
Dalam suasana sekolah yang bersih, saling sayang, bekerja sama, dll

Seperti halnya Biskota
Jika salah satu unsur tak bekerja dengan baik,
Misalnya penumpangnya buang sampah sembarangan, ribut tak karuan,
Maka suasana bis jadi kotor, tak nyaman, tak sehat.

Demikian juga Sekolah
Jika Guru dan Murid hanya mengajar & belajar saja
Tanpa ikut serta jaga kebersihan dan ketertiban
Maka sekolah jadi kotor tak nyaman, tak sehat

Semoga di sekolah anda tak ada lagi Guru-guru macam ini;
Yang tak peduli kelas kotor ketika mengajar,
Liat murid buang sampah sembarangan didiamkan saja,
Murid melanggar tata tertib dibiarkan,
Murid bawa senjata tajam tak peduli,
Murid tawuran dibiarkan, padahal dia mengajar di kelasnya,
….

Jika kebanyakan Bis di kota kita rusak akibat manajemen yang salah
Akankah sekolah-sekolah kita juga rusak akibat manajemen yang salah
Pedulikah kita?

20121217-080121.jpg

Apa jadinya jika warga sekolah tak kompak, seperti gambar Bis di atas.

Selamat pagi bapak, ibu guru, apa yang baru saja anda lakukan untuk naikkan kualitas diri anda sebagai guru yang sadar peran dan fungsinya … Berubah yuuuuk


Leave a comment

Murid SMKN 29 Penerbangan Jakarta sedang menari bersama FLASHMOB dengan iringan lagu daerah SAJOJO

20121115-065110.jpg

20121115-065116.jpg
Anda guru?
Perhatikan kelas dimana anda mengajar atau jadi wali kelas
Berapa persen dari mereka yang masuk kategori “nakal” atau suka tawuran?
pernahkah anda ajak bicara empat mata anak itu?
Apa sebenarnya yang menyebabkan anak itu suka nakal

Sekolah seharusnya jadi tempat yang menyenangkan buat murid
Mereka senang berjumpa dengan teman-temannya
Mereka bahagia ketemu guru-gurunya
Mereka happy mengerjakan tugas-tugas belajar
Mereka bergembira lakukan kegiatan bersama

Seperti dua foto di atas
Murid SMKN 29 Penerbangan Jakarta sedang menari bersama
FLASHMOB dengan iringan lagu daerah SAJOJO
Mereka gembira … Apalagi ada stasiun TV (DAAI TV) yang meliput (131012)

Ada kegembiraan apa di sekolah anda?


Leave a comment

yang serius waktu sekolah sambil aktif di berbagai kegiatan …. Happy deh #pendidikankarakter

20120802-044203.jpg

20120802-044705.jpg

20120802-044717.jpg

20120802-044724.jpg

20120802-044728.jpg

20120802-045041.jpg
Setelah puluhan tahun lulus sekolah, reunian … Tersadar kita jadi apa sekarang …. Makin tua miskin, kerja serabutam, atau punya profesi dan bisa nikmati hobby …. Makanya yang serius waktu sekolah sambil aktif di berbagai kegiatan …. Happy deh


Leave a comment

status ga penting, fakta lebih berbicara

20120801-171529.jpg
Seorang teman anaknya sekolah di SMP yang statusnya di atas langit
Menurut aturan bumi lokasi SMP itu punya status beda
Jika semua SMP dibawah langit tak boleh tarik sumbangan atau iuran ini itu
Sekolah di atas langit masih boleh tarik sumbangan

Kebetulan teman itu seorang guru
Dia tahu bahwa tak terlihat beda antara
Sebelum berstatus di atas langit dan sesudahnya
Cara belajar, suasana dan mutu gitu-gitu aja tuuu

Lalu …. Knapa bgituuu


2 Comments

menjaga nama baik sekolah? ga perlu lagi sekarang

anda guru? masih suka bicara agar murid2 anda jaga nama baik sekolah?

mungkin kini saatnya berubah karena susaaaaah ….. btapa beratnya satu orang nanggung beban semua orang atau elemen2 sekolah, apalagi akokah yg murid ribuan …. ga mungkiiiiin,

jika setiap pribadi di sekolah menjaga nama baik sendiri maka nama baik sekolah akan terjaga …. ini lebih mudah …. kalo ada yg mudah, knapa cari yg susah …. kita biasakan murid
bertanggung jawab pada diri sendiri sehingga makin banyak penduduk negeri yg baik, happy deh.


1 Comment

Jika anda pulang sekolah dengan gairah dan bahagia walau senja lewat sudah … Artinya anda berada di sekolah yang bergairah dan nyaman suasana kerjanya

GURU & SISWA

Anda Guru? Seberapa pedulikah anda dengan promosi atau pencitraan sekolah anda?

Ketika berangkat pagi hari dari rumah, anda sudah diamati oleh keluarga, tetangga dan orang-orang di sekitar anda … Panampilan, waktu, gaya dan semua dar diri anda munculkan citra baik atau buruk buat diri anda dan sekolah dimana anda bekerja.

Seseorang yang berangkat dengan semangat, rapih dan gembira tunjukkan bahwa dia bekerja di sekolah yang bersemangat, rapih dan gembira.

Saat berada di sekolah kerja anda tak henti melakukan banyak hal berinteraksi dengan teman-teman guru bicarakan strategi-strategi peningkatan kualitas mutu pengajaran, …. Itu artinya anda berada di sekolah yang terus berusaha tingkatkan kualitas mutu pelajarannya.

Selama di sekolah anda sibuk berinteraksi dengan peserta didik membahas tugas-tugas belajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengisi waktu mudanya dengan hal-hal baik, memproduksi sesuatu yang bapak ibu gurunya tugaskan …. Hingga peserta didik selalu sibuk di rumah dan di sekolah tak henti … Itu artinya anda berada di sekolah yangmenjalankan misinya dengan baik.

Jika anda pulang sekolah dengan gairah dan bahagia walau senja lewat sudah … Artinya anda berada di sekolah yang bergairah dan nyaman suasana kerjanya …. Saat bincang atau berinteraksi dengan orang lain anda bangga menjadi bagian sekolah anda … Berarti andaberada di sekolah yang bagus citranya …

Citra, image atau nilai sekolah dibangun oleh semua unsur di dalamnya dan guru menjadi bagian yang sangat penting … Guru-guru yang berusaha lakukan kerja terbaik akan percepat perjalanan sekolah ke arah yang semestinya …

Apa yang anda lakukan sejak bangun tidur hingga tidur kembali, yang anda ucapkan secara sadar maupn tak sadar membangun citra diri dan sekolah dimana tempat anda bekerja … masyarakat, mass media haanya merefleksikan apa yang anda lakukan sebagai warga sekolah …

Selamat pagi bapak, ibu guru … Semoga anda sudah lakukan yang terbaik buat dirimu … Kalo belum, berubah yuuuuuu


Leave a comment

mereka tak lagi bisa saling bunuh, rest in peace bro

20120405-090918.jpg
seharusnya sekolah bisa memberi kesempatan pserta didik salurkan energi sehingga di luar sekolah mereka tak lagi bisa saling bunuh, rest in peace bro. Foto adalah Artikel Republika ini hari, sedang sibuk apa peserta didik di sekolah anda? kalo cuma buat UN mah tak menguras energi mereka.


Leave a comment

coba tanya pada diri anda, akankah anak kandung anda akan anda titipkan ke sekolah dimana anda bekerja …, kalau ya, artinya sekolah anda bagus

20111227-161623.jpg
siapa dulu yang tak tahu Glodok, pusat belanja berbagai produk elektronik di Jakarta …. kini makin jarang orang kesana, kenapa?

macet, parkir susah, makin banyak toko elektronik dekat rumah, harga tak jauh lebih murah dibanding toko lain, bisa belanja lewat telepon atau internet, … adalah beberapa alasan yang bisa jadi penyebab.

fenomena toko elektronik glodok bisa terjadi pada lembaga pendidikan atau sekolah …. yang dulu punya nama besar kini mulai ditinggalkan pelanggannya, orang tua lebih senang sekolahkan anaknya yang dekat rumah berkualitas bagus, walau mahal tetap dibayar. Sekolah jelek walau murah tak diminati maayarakat.

Menjadi tugas pengelola sekolah dan guru serta tenaga kependidikan yang harus bekerja sama membuat sekolahnya punya citra baik dimata orang tua dan memberi nilai tambah atau merubah skill, kompetensi, sikap, karakter atau semangat menjadi, keinginan untuk, …. dan lainnya.

Gampang aja sebenarnya, coba tanya pada diri anda, akankah anak kandung anda akan anda titipkan ke sekolah dimana anda bekerja …, kalau ya, artinya sekolah anda bagus, …. kalau tidak, silahkan perbaiki kualitas sekolah anda.

Selamat siang pembaca, dimana anak anda disekolahkan?


2 Comments

wajah yang bergairah adalah ciri dia punya potensi sejahtera kelak

MENEBAR SENYUM

SENYUM BIKIN SEHAT

anak didik semangat datang ke sekolah setelah libur lebaran …. wajah yang bergairah adalah ciri dia punya potensi sejahtera kelak, sementara yang murung dan resah mungkin sedang bermasalah, Guru BK harus ngetreat spy ga keterusan … morning all.
Achmad Alamsyah mendokumentasikan, thx Bro.


3 Comments

Guru Berbaju kebaikan lebih

Saya mengenang banyak teman guru yang selalu:

Bapak Kusnan Efendi yang urus anak di polisi
Ibu Haji Rukmini yang atur konsumsi stiap kegiatan
Ibu Haji Rohanas yang menata meja makan
Ibu Haji Fida yang menata taman sekolah

Bapak Haji Tuan & Haji Ishak yang siap pimpin doa
Bapak Ujang Sutisna yang melatih anak Nasyid & MTQ
Ibu Sulistiyani dan Bapak Husaeni yang dampingi anak di Lomba-lomba
Sensei Eka & Sensei Ratih yang support anak bertaiko
Bapak Zaenal mengelola majalah SMK Updates

Mereka bukan hanya guru
yang ampu pelajaran tertentu
tapi mereka adalah pribadi
yang punya nilai lebih

bagaimana mengukurnya?
begini …….
saat ingat suatu kebaikan
pasti orang itu muncul di ingatan kita
walau kita lama tak jumpa dengan nya

selamat pagi pembaca
apa peran lebih anda di sekolah
akankah anda wafat tanpa baju kebaikan?


6 Comments

Mempertanyakan Janji Siswa pada Upacara di Sekolah

Selamat pagi bapak, ibu guru dan kepala sekolah, coba cermati janji siswa yang biasa dibacakan saat upacara senin pagi … salah satu kalimatnya adalah begini;

Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa

Apakah hasil belajar peserta didik untuk bekal masa depan bangsa? Seseorang yang belajar baik dan sukses, yang pertama kali menikmati hasil jadi hidup sejahtera adalah dirinya sendiri, baru kemudian keluarga, lingkungan … bangsa dan negara, termasuk agamanya.

Saya kira itu perlu direvisi agar peserta didik tahu bahwa kalau dia serius belajar … dia yang pertama kali rasakan nikmatnya hidup sejahtera …. dan jika banyak penduduk negeri sejahtera, maka bangsa ini jadi sejahtera.

Selamat pagi pembaca … bagaimana janji siswa di tempat anda?


2 Comments

Ekstra kurikuler berkualitas

hampir selalu ada di setiap sekolah … coba perhatikan, seberapa dampaknya? apakah sekedar mengisi waktu dan supaya ada kegiatan buat siswa? atau hanya sekedar hura-hura.

Ukuran kegiatan setiap ekskul adalah prestasi …. meraih juara atau tampil eksebisi di even berkelas tingkat wilayah, propinsi, nasional or internasional …. kalau dalam tiga tahun kegiatan itu diadakan di sekolah tak pernah torehkan prestasi, ganti aja …. silahkan cari kegiatan baru yang memungkinkan dapat prestasi dalam bidang apa saja.

Jadi juara adalah suatu pengalaman dahsyat buat peserta didik yang akan berpengaruh pada kehidupan masa depan dirinya menjadi manusia yang bermartabat, bermandaat buat diri dan lingkungannya ….

Selamat pagi pembaca, anda pernah juara dalam bidang apa?


1 Comment

perubahan di sekolah

perubahan di sekolah harus dimulai dari mana?

gedung dibuat bagus
ini perubahan yang sangat gampang dan paling cepat terlihat tapi paling cepat tak terasa lagi … krn rasa nyaman atau senang efek gedung cuma bertahan sebentar, krn gedung akan rusak lagi, dan perubahan seperti tak ada.

lengkapi sarana
ini juga perubahan yang tak sulit,, mikirnya sedikit, cuma harus pandai cari dan alokasikan uang … efeknya tak lama, sama dengan membuat bagus gedung

paksa rela
sistem dibuat dan dilaksanakan dengan tekanan, guru, karyawan dan peserta didik dipaksa untuk berubah … ini akan bertahan selama kepala sekolah itu masih memimpin … ketika pimpinan berganti …. guru, karyawan dan peserta didik balik badan sesuai tipe aslinya

bikin pintar warga sekolah

gimana sebaiknya??? … tunggu lanjutan posting ini


Leave a comment

Pesta di Sekolah – Kesenangan Mahal & Melelahkan Sehari

MENUNGGU DIKEMBANGKAN

Pesta di Sekolah adalah sebuah acara di sekolah yang dimaksudkan terutama sebagai perayaan dan rekreasi. “Pesta” dapat bersifat keagamaan atau berkaitan dengan hari ulang tahun, kenaikan, kelulusan, atau lainnya, untuk memperingati atau merayakan suatu peristiwa khusus dalam kegiatan di sekolah.

Kapan terakhir kali ada pesta di sekolah anda? Masihkan anda ingat bagaimana energi, biaya dan sumberdaya yang digunakan untuk pelaksanaan pesta di sekolah.

Setelah usai pesta, apakah yang anda rasakan, seberapa besarkah nikmat dan manfaat yang diperoleh buat peserta didik, guru, karyawan dan lainnya?

o Jika anda ingin menikmati dan senang untuk sehari, adakan pesta
o Jika anda ingin menikmati dan senang selama seminggu, pergilah berlibur
o Jika anda ingin menikmati dan berbahagia selama setahun, bercocok tanam di kebun dan merawat taman
o Jika anda ingin menikmati dan berbahagia untuk waktu sepanjang hidup anda, kembangkan kualitas manusia sekitar anda.
.
.
Selamat malam pembaca, masih suka pesta atau perayaan di sekolah?


Leave a comment

Bermotor di SMKN 36 Jakarta harus punya SIM, kurangi kematian anak negeri

owhhhh …. ada lagi anak muda negeri ini yang mati gara-gara naik sepeda motor, begini beritanya yang bersumber dari detik.com

Seorang pelajar mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan sehingga  terjatuh di ruas jalan itu.

“Terjadi kecelakaan di Jalan Daan mogot, korban tewas dan menyebabkan kemacetan di ruas jalan itu,” kata Fadlul, salah seorang pengguna jalan kepada detikcom, Selasa (24/8/2010).

TMC Polda Metro Jaya menyatakan, kecelakaan itu terjadi pada pukul 07.10 WIB. Lokasi kecelakaan itu terletak di depan pabrik gelas di Jl Daan Mogot KM 13 mengarah ke Taman Kota.

“Pengendara sepeda motor seorang pelajar dan tewas di TKP,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Briptu Yoka.

Tak dijelaskan apakah korban sudah punya SIM atau belum?. Kami di SMK Negeri 36 Jakarta peserta didik yang membawa sepeda motor ke sekolah harus memberikan dokumen-dokumen: fotokopi SIM, fotokopi STNK, dan surat izin orang tua.

BAMBU DI AREA PARKIR

Satpam kami memeriksa setiap orang yang membawa kendaraan bermotor ke Sekolah, peserta didik yang tak tak dilengkapi dokumen di atas akan peroleh SP, yang jika berulang hingga SP 3 akan berakibat dikembalikan ke orang tua … itu kami lakukan karena kami mencintai mereka, agar tak mati sia-sia di muda usia.

SEBELUM ADA ATURAN BANYAK SEKALI, KINI TINGGAL SEDIKIT

Membiarkan peserta didik yang belum memiliki SIM membawa sepeda motor ke sekolah memeberi pelajaran yang tak mendidik, ajarkan peserta didik MELANGGAR ATAU PATUH HUKUM YANG BERLAKU DI SELURUH DUNIA, juga terbukti telah MENINGKATKAN KEMATIAN ANAK MUDA DI INDONESIA.

PARKIR RODA 4


2 Comments

Khawatirkan KEMERDEKAAN dimata peserta didik

Indonesia_by_pistonbroke

Sepanjang anda sekolah, ingatkah apa yang terasa, diingat dan dikenang saat peringatan hari kemerdekaan negeri. Upacara, berdiri, panas, jenuh, keringat, pegal, cape, jenuh, tak menarik …. lalu pulang … bersyukur jika di lingkungan rumah ada kemeriaahan, kebahagiaan, kegembiraan sambut peringatan lepas dari penjajah.

Saat saya jadi guru tahun awal sembilan puluhan, sy pernah secara diam-diam mensponsori kompetisi street futbal (dula belum beken istilah futsal), karena sya amati peserta didik selalu bersepakbola pada jam istirahat … sy berikkan support untuk panitia dan tim yang juara …. finalnya diadakan setelah pulang sekolah tgl 17 agustus. Saya suka mengenang itu … panitia yg cuma terdiri dari tak lebih lima orang aktif mencari peserta kompetisi, mengatur jadwal pertandingan hingga jadi wasit.

Saat jadi kepala sekolah saya mendorong kegiatan-kegiatan yang bisa membuat suasana jadi seru, gembira, ramai, menyenangkan dan berkesan …. agar peserta didik punya kenangan ulang tahun negeri dirayakan dengan meriah …. tapi entah kenapa, sedikit guru yang merespon itu …. mereka lebih suka upacara saja (seringnya mereka berharap ada makan-makan setelah upacara), lalu pulang ….. mungkin mereka sibuk di lingkungan rumahnya masing-masing dengan kemeriaahan sendiri …. kalau tidak …. apa yang sesungguhnya terjadi?.

Saya khawatir, kalo guru-gurunya tak berminat dan tak peduli pada hari kemerdekaan, bagaimana dengan peserta didik? saya khawatir hari kerdekaan jadi hambar, tak berarti dan makin enggan dijumpa … karena cuma upacara dan upacara terus … di sekolah, di kelurahan, di kantor-kantor, di istana, di mana-mana …. susunan acara dan cem-macemnya hampir sama …. tanpa variasi, miskin kreatifitas …. pegeeeel dimana-mana.

Selamat siang pembaca, selamat puasa, dah siapkan pakaian buat upacara hari selasa? Saya Khawatirkan KEMERDEKAAN dimata peserta didik


6 Comments

Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!

Ilustrasi: 5 Agustus 2010 - Ratusan Rek

Ilustrasi

Di sebuah negeri yang bahasa pengantarnya mirip dengan bahasa negeri Pak Besut ada cerita, begini; setiap hari ratusan peserta didik di sekolah negeri itu membawa sepeda motor, alasannya beragam … padahal usia mereka belum genap 17 tahun, yang menurut UU Lalu Lintas di negara itu baru boleh punya SIM, ketika ditanya kepada para fihak, begini jawabnya:

Satpam bilang peserta didik bawa motor urusan Guru,
Guru-guru bilang urusan Guru Pembina,
Guru Pembina bilang urusan Wakil Kesiswaan,
Wakil Kesiswaan bilang urusan Kepala Sekolah,
Kepala Sekolah bilang urusan Kepala Dinas Pendidikan,
Kepala Dinas Pendidikan bilang urusan Polsek,
Polsek bilang urusan Polres,
Polres bilang urusan Polda,
Polda bilang urisan Mabes POLRI,
Mabes POLRI bilang itu urusan Satpam.

wallah dallah … Mbulet Rek …
ga ono sing urus …
rak urusan ku …
sing penting arek-arek Lulus UN,
ditompo di Perguruan Tinggi …
Wiiiiiis!!!!!

Gak perlu mendidik,
termasuk mendidik arek-arek taat hukum
lha wong ….
soale …..
…….
…….

Saya nyanyi aja ya: “Mau dibawa kemana, negara ini …?

Bukankah pengendara Sepeda Motor itu harus sdh berusia 17 tahun dan memiliki SIM? …. Peserta Didik Tanpa SIM, Ga urus ..!!


1 Comment

Tantangan Kepala Sekolah Baru

LEADERSHIP

Berapa kali anda mengalami pergantian kepala sekolah? apa yang ada ingat biasa terjadi saat kepala sekolah baru tiba?

Terjadi perebutan pengaruh … lebih dahsyat jika di sekolah anda banyak guru dan tata usaha yang sudah berumur … mereka bersatu berdasarkan kepentingan.

Kepala sekolah pada awal masa kerjanya langsung diberondong dengan info-info saling menyudutkan satu sama lain … kejelekkan dan kekurangan personal dikabarkan, lengkap dengan berbagai assesoris dan dramatisasi.

Biasanya terbentuk 3 kelompok,

pertama; kelompok para wakil atau orang-orang yang memiliki pengaruh dan selalu berperan pada masa kepemimpinan kepala sekolah yang terdahulu,

kedua; kelompok yang sakit hati karena tidak terpakai dan berusaha merebut pengaruh untuk “masuk” lagi ke barisan manajemen,

ketiga; kelompok orang-orang yang terbiasa bekerja bagus tak peduli siapapun pemimpin dan seberapa banyak mereka diberi pekerjaan tambahan,

Sebenarnya ketiga kelompok itu tak terlalu kuat ikatannya, karena mereka gampang berubah sikap tergantung pendekatan atau loby-loby dari personal pada masing-masing kelompok ke kelompok lainnya. Disini faktor kedekatan personal lebih berperan.

Jika kepala sekolah baru mempercayai info miring yang diterima, lalu mengganti stafnya dengan menunjuk staf baru sesuai dengan keinginannya …. INI SANGAT FATAL, KARENA KEPALA SEKOLAH BARU BELUM TAHU KARAKTER REAL STAF YANG BARU DITUNJUKKNYA.

Sebaiknya kepala sekolah baru melakukan cek dan pengecekkan kembali tentang berbagai info yang diterima, bahkan lakukan klarifikasi atau kroscek dengan menghadapkan para fihak yang saling mengabarkan tak baik … enam mata.

Perlahan dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) ttg perganitian staf, jika sekolah anda sudah ISO, bahas aja SOP nya … SEPAKATI DAN SOSIALISASIKAN SOP KEPADA SEMUA WARGA SEKILAH … lalu katakan pada semua warga sekolah bahwa kita harus menghormati konsensus terdahulu … setelah masa kerja habis baru lakukan pemilihan.

Ini cuma salah satu tes Leadership kepala sekolah … jika fase ini dilewati dengan baik …. selanjutnya …


6 Comments

siswa bawa motor ke sekolah, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

agar anak tak mati sia-sia

Satpam Sekolah bilang
Siswa bawa motor urusan guru
guru bilang
Siswa bawa motor urusan pembina OSIS
pembina OSIS bilang
Siswa bawa motor urusan wakil kepala bid kesiswaan
wakil kepala sekolah kesiswaan bilang
Siswa bawa motor urusan Kepala Sekolah
Kepala Sekolah bilang
Siswa bawa motor urusan polisi
Polisi bilang
Siswa bawa motor urusan Satpam Sekolah

Selamat siang pembaca, apa tanggung jawab anda?


1 Comment

SEJAHTERA di sekolah

Selamat pagi pembaca …

Jika saat ini anda bersemangat berangkat dari rumah menuju ke tempat kerja membayangkan berjumpa dengan peserta didik, teman-teman guru, karyawan tata usaha, berharap bisa hadir tepat waktu.

Terbayang rasa senang anda duduk di ruang kerja, meyapa dan berinteraksi dengan teman, tegur sapa peserta didik, bersinergi dengan Kepala Sekolah, bahagia sholat bersama, makan siang ditingkahi gurau dan berbagai hal yang dijalani setiap hari membuat hati senang berada di lingkungan sekolah.

Jika anda enggan beranjak dari rumah, tak nyaman berinteraksi dengan teman guru dan karyawan, malas bersapa dengan siswa/i, tak betah berada di ruang kerja, tak nyaman berada dekat pimpinan, sehingga anda ingin segera meninggalkan sekolah, walau sekolah anda nyaman dengan AC, meriah dengan hotspot dan berpredikat sebagai sekolah ternama.

Mana yang anda rasakan? Semoga anda menikmati alinea satu dan dua di atas, artinya anda rasakan kesejahteraan hidup di Sekolah, selamat menikmati.


7 Comments

sekolah POLITIKUS, DEMONSTRAN & pengguna jalan

bagaimana membuat kegiatan belajar di sekolah
yang prosesnya dilakukan secara sadar
untuk melahirkan politikus yang santun
demonstran yang tertib
pengendara yang taat rambu di jalan

kangen sukarno, hatta, syahrir, dll …
yang berdebat di parlemen
secara santun dan mencerahkan …
sekolah tak seharusnya diplot
cuma buat lulus UN … am happy

Selamat siang pembaca, anda punya ide?


1 Comment

Pendidik & Pemudik Bermotor

mendidik

mendidik

Menurut Kepolisian, diperkirakan 3,9 juta pemudik menggunakan sepeda motor akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke berbagai kota di Jawa dan Sumatera. Anda bisa bayangkan, berapa panjang untaian bebek beroda dua yang berbaris pulang ke kandang hantarkan penunggangnya menemui kerabat dan handai tolan di kampung halaman setelah bertahun mencari nafkah di belantara Ibukota. Perjalanan ratusan kilometer dalam waktu tempuh belasan jam di tenah cuaca panas atau dinginnya malam tak membuat jumlah pemudik bermotor makin berkurang, walau tak sedikit yang memaketkan tunggangan roda dua melalui kereta atau model paket lainnya.

Di area permukiman Anda tentu sering melihat orang tua yang sedang mengajarkan anak remajanyamengendarai sepeda motor, bahkan tak sedikit yang masih duduk di Sekolah Dasar. Atau Anda sendiri pernah mengajarkan putra/putri Anda yang sangat belia kendarai bebek besi?.  Apakah motivasi Anda?

Ingin membuat rasa percaya diri anak tumbuh, untuk keperluan mengantar ibunya ke pasar, agar bisa membawa motor ke sekolah sehingga tak perlu diantar atau lebih irit dalam ongkos dibanding harus naik angkutan umum berganti beberapa kali.

Parkir sepeda motor di berbagai sekolah di Jakarta cenderung makin banyak penghuninya. Remaja berseragam putih abu-abu, putih biru hingga putih merah atau Sekolah Dasar tak sedikit yang pulang pergi membawa bebek Jepang, padahal umur mereka belum memenuhi persyaratan mengemudikan kendaraan bermotor, karena belum melampaui batas umum persyaratan peroleh Surat Izin Mengemudi (SIM).

Manajemen sekolah mungkin merasa persoalan diatas adalah ranah tugas kepolisian. Sekolah hanya mengurus persoalan belajar mengajar yang berujung pada Ujian Nasional. Sebagai lembaga pendidikan, seharusnya sekolah memberi perhatian dan melakukan berbagai upaya mendidik pelajar untuk menjadi warga negara yang taat hukum negeri.

Kami pernah berencana menambah area parkir sepeda motor karena daya tampungnya semakin tak mencukupi. Setelah mengamati beberapa hari, Saya melihat mayoritas pengendara sepeda  motor di sekolah kami belum memiliki SIM. Padahal sekolah kami berada di pusat kota tak jauh dari Pasar Baru Jakarta yang bertetangga dengan Istana Negara.

Saya bersama staf mulai merancang strategi, sistem penanganan parkir kendaraan di sekolah kami. Kegiatan sosialisasi, urun pendapat dilakkan beberapa kali, pro dan kontra menyambut rencana yang berujung pada “Larangan Peserta Didik atau Guru/Tenaga Pedidikan yang tidak memiliki SIM ke Sekolah”. Satpam kami memeriksa kelengkapan setiap kendaraan yang masuk ke area parkir di Sekolah kami, yang tidak memiliki SIM diberi surat peringatan untuk tidak membawa motor lagi. Jika setelah mendapatkan peringatan masih membawa sepeda motor, maka Satpam kami akan mlaukan tindakkan mengikat roda sepeda motor pelanggar dengan rantai dan memanggil orang tua/wali peserta didik untuk datang ke sekolah dan mengambil sepeda motornya.

Ternyata, strategi itu berhasil. Jumlah sepeda  motor menurun drastis dan rencana menambal luas area parkir sekolah tak jadi dilakukan, hal yang lebih pentig dari itu adalah bahwa peserta didik dibiasakan untuk mematuhi aturan hukum negeri yang berlaku. Manfaat lainnya adalah meminimalisasi peluang kerjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa menimbulkan cedera atau kematian.

Selamat pagi pembaca, mau mudik naik motor?


1 Comment

Pencitraan DIRI, guru & Sekolah, ciptakan LINGKUNGAN PEMBELAJAR

merasa kucing?

merasa kucing?

Anda sebagai guru, atau kepala sekolah?. Bagaimana anda membentuk citra diri Anda?

Sebagai guru Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan keluar kelas di setiap jam pelajaran, membuat RPP dan Silabus dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala sekolah, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

Sebagai Kepala Sekolah Saya selalu datang tepat waktu, selalu berseragam, berdiri di dekat gerbang sekolah menyalami siswa dan teman yang datang, tepat waktu masuk dan pulang dari sekolah, membuat Renstra dan Program Kerja dan laksanakan instruksi atau tugas dari kepala dinas pendidikan di daerah kami, yang salah satunya mencapai 100 % kelulusan peserta didik.

Sudah cukupkah anda membuat citra yang positif untuk diri Anda?

Silahkan jawab pertanyaan di bawah ini:

– Siapa teman guru atau peserta didik yang Anda sapa hari ini?
– Apa prestasi yang Anda raih tahun ini?
– Buku apa yang Anda baca minggu ini?
– Langganan penerbitan apa Anda saat ini?
– Saat ikut rapat yang terakhir, ide apa yang Anda sampaikan?
– Apa yang Anda tulis dan publikasikan minggu ini?
– Siapa yang Anda dorong untuk berprstasi minggu ini?
– Kapan terakhir Anda bertanya tentang kekurangan diri Anda  kepada sahabat atau tentang Sekolah Anda kepada Sekolah tetangga?
– Kapan terakhir Anda mengundang fihak lain ke ruang kerja atau ke sekolah Anda?
– Apa yang Anda pelajari hari ini?
– Masih punya kartu nama saat ini?

Sering citra diri atau lembaga dianggap bagus berdasarkan penampilan fisik … rehab tiada henti, hingga atap sekolahpun dicat dengan tulsan nama sekolah … kalau Anda sudah sempurakan penampilan diri plus asesorisnya hingga sekolah plus aneka taman dan hiasan …. baguuuuuus, tapi itu baru ”JASAD” belum cukup.

Pertanyaan-pertanyaan diatas lebih banyak bersifat ”ROH” bukan ”JASAD”. Citra diri Anda atau Sekolah Anda harus dibagn dalam jangka waktu yang panjang …. puluhan tahun, sangat berat menjaganya … satu kali demo peserta didik menghancurkan citra sekolah dan manajemen sekolah … pemulihannya pun butuh waktu yang tak sedikit.

Lingkungan Pembelajar

Agar Anda atau sekolah Anda memiliki citra yang baik, usahakan untuk jadi lingkungan pembelajar dimana semua unsur di dalamnya selalu belajar, diantaranya dengan melakukan hal-al sebagai berikut:

– Menyapa dan berdialog dengan ikhlas tanpa hierarkhi dengan semua orang disekitar Anda
– Mengikuti dan mendorong anggota komunitas untuk berkompetisi sesuai bidang keahliannya
– Membeli dan membaca buku sesuai minat
– Langganan koran, majalah dan internet
– Menyampaikn ide yang konstruktif saat rapat
– Mendorong orang-orang disekitar untuk berprestasi
– Bersilaturahmi ke teman dan tetangga sambil berdialog dan mita input
– Mengundang fihak lain ke sekolah agar sekolah selalu berbenah, siap menerima tamu
– Belajar tentang sesuatu yang manarik perhatian dengan siapa saja, tak perlu malu bertanya pada peserta didik
– Membuat kartu nama untuk bersosialisasi dan lebih menunjukkan profesionalisme Anda
– Dan lain-lain

Selamat sore pembaca, bagaimana citra diri Anda


2 Comments

KARAKTER sekolah yang BAGuS

Pernah mendengar orang tua siswa berkata ‘anak saya bersekolah ditempat yang bagus’. Bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut guru atau siswa. Indikasinya adalah pada beberapa pelatihan yang saya fasilitasi, jarang sekali saya mendengar ada rekan guru yang mengatakan ‘Saya mengajar di sekolah yang baik’, mudah-mudahan ini terjadi karena rekan saya tersebut terlampau rendah hati. Walaupun memang kata bagus dan baik punya banyak dimensi dan standar yang berbeda-beda.

Jadi sebenarnya seperti apa sih kriteria sekolah yang bagus dan baik itu? Silahkan melihat kriteria dibawah ini, mudah-mudahan membuat kita berpikir untuk menjadi lebih baik dari masa ke masa.

Sekolah yang kepemimpinannya jelas dan positif

Sang pemimpin memperlakukan semuanya dengan adil. Mendengarkan dan memperhatikan keluhan orang tua sambil meningkatkan diri dan sekolah yang dipimpinnya. Memperbaiki guru lewat pelatihan sambil mencari terus hal apa yang bisa membuat guru betah dan kerasan mengajar di sekolahnya.

Ada di posisi paling depan ketika guru membutuhkan bantuan atau tempat untuk curhat, dan pikirannya tidak pernah berhenti untuk mencari jalan demi kebaikan sekolah yang dipimpinnya. Sabar terhadap perubahan, berbicara di depan guru dan orang tua dalam nuansa yang positif di manapun dan kapan pun.

Sekolah yang bagus ada pemimpin formal dan informal.

Mereka bersama-sama menghasilkan budaya yang positif. Tanpa direncanakan pun pemimpin informal akan selalu ada di setiap sekolah. Seorang yang didengarkan suara dan pendapatnya dikarenakan kadang lebih bijak dan mau mendengar. Daripada bersaing, ada baiknya pemimpin formal merangkul dan berusaha bersama-sama menciptakan perubahan yang baik di sekolah.

Sekolah yang baik harus aman

Banyak sekolah yang baru berbuat sesuatu setelah ada kejadian atau ketika semuanya terlambat. Untuk lebih jelasnya, sudahkan sekolah anda berlatih evakuasi bahaya kebakaran (bedakan dengan memadamkan api), apabila ada gempa atau ada serangan orang yang jahat. Bagaimanakah anda mengatur arus keluar masuk penjemput, orang tua siswa dan tamu sekolah. Jadikan satpam di sekolah tidak hanya duduk bermain catur menghabiskan waktu, gunakan semaksimal mungkin kebisaan serta potensi mereka agar tamu yang datang merasa terlindungi dan terlayani dan bukan malah dicurigai.

Sudahkan guru-guru di kelas kita menghargai perbedaan fisik dan hal yang berkaitan dengan kenyamanan secara emosional. Lupakan sekolah yang aman, jika di kelas masih ada siswa yang dilabel dengan sebutan fisik atau cap yang negativf, hanya karena kapasitas intelektual atau kecerdasan yang berbeda.


Sekolah yang bagus adalah sekolah bersih.

Bersih bukan berarti mahal, intinya dibutuhkan kerja sama untuk menjaga lingkungan dan kebersihan semua tempat. Di salah satu sekolah di Jawa timur saya pernah melihat kamar mandi sekolah yang bertuliskan nama seorang guru sebagai penanggung jawab. Jadi tanpa harus menyewa perusahaan pembersih yang mahal, kebersihan tetap kita bisa jaga.

Sekolah yang baik menghargai ‘pendatang baru’ dan mereka para ‘pendahulu’

Banyak cara setiap sekolah dalam menghargai dan menerima pendatang baru, baik mereka adalah guru atau siswa. Yang terbaik dari semua cara adalah menerima dengan tangan terbuka dan memberikan kesempatan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Jadi lupakan MOS jika hanya membuat siswa baru trauma atau bahkan jatuh korban.

Saya ingat, saat musim kelulusan sarjana ada sebuah universitas di Bandung yang repot beriklan hanya untuk memberi ucapan selamat bagi para mahasiswa nya yang lulus di wisuda dan uniknya saat yang sama memberikan ucapan terima kasih pada guru-guru SMA yang telah mendidik mahasiswa nya tersebut. Sebuah langkah yang memberikan perspektif lain, yaitu sebuah penghargaan tulus bagi para pendahulu.

Sumber: blog Guru Kreatif Agus Sampurno


1 Comment

terima SMS pembaca blog ini

bermaatkah?

bermaatkah?

“Apakah setiap guru mata pelajaan memanfaatkan internet untuk bahan pengajaran?”

Demikian SMS Bapak Teguh seorang Guru SMP di Pati Jawa Tengah … pesan itu membuat saya merasa ada teman di sepi malam jalan tol dari Bogor menuju Jakarta.

Sayapun menelponnya … ternyata Bapak Guru ekonomi itu sedang mempertanyakan fasilitas hotspot di sekolahnya … apakah hanya ikut tren … bagaimana seharusnya?

Selamat siang pembaca, apa yang Anda hasilkan dari hotspot di sekolah?


1 Comment

mimpikan anak negeri

membayangkan
anak-anak Indonesia
bergairah berangkat sekolah
transportasi menuju ke sekolah
dan kembali kerumah menyenangkkan

di sekolah
gembira, bahagia berteman
berinteraksi mesra dengan guru-guru
bersahabat dengan kepala sekolah

ujian
tak menakutkan warga negeri
karena bisa

saat memasuki jenjang sekolah lebih tinggi
anak bangsa tak bingung
karena tak perlu sekolah jauh
semua sekolah diupayakan berkualitas
pemerintah sediakan guru dan fasilitas baguus

ach …
smg saya tak mimpi

selamat siang pembaca, mimpi apa saat ini?


5 Comments

Kabarkan perubahan jam masuk sekolah di Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Murid SMK Negeri 3 Jakarta

Jam masuk sekolah di Jakarta akan dimajukan 30 menit menjadi pukul 06.30 dari selama ini pukul 07.00, mulai 1 Januari 2009. Perubahan jam masuk itu bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas antara 6 persen sampai maksimal 14 persen.

 

Wakil gubernur DKI Jakarta Prijanto menyampaikan hal itu di Balaikota Jumat siang ini (21/11),usai mengadakan rapat pimpinan dengan sejumlah instansi terkait di lingkungan pemprov DKI.

Namun hasil rapat tersebut masih akan dilaporkan ke gubernur DKI Fauzi Bowo yang saat ini sedang berada di luar negeri. “Kalau nanti gubernur menyatakan iya (setuju) perubahan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2009,” kata Prijanto.

Sementara itu jam masuk kantor pegawai negeri sipil tidak mengalami perubahan yaitu pukul 07.30. Sedangkan untuk kantor-kantor swasta, pemprov hanya akan menyampaikan imbauan tentang jam buka yang akan berbeda-beda di setiap wilayah.

Untuk kantor swasta di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat diimbau agar mulai beroperasi pukul 07.30. Jakarta Barat dan Jakarta Timur mulai beroperasi pukul 08.00, dan Jakarta Selatan pada pukul 09.00.

Perbedaan jam buka untuk kantor-kantor swasta itu, kata Prijanto berdasarkan fakta bahwa sebaran kantor-kantor swasta di Jakarta tidak merata. “Kantor swasta paling banyak adanya di Jakarta Selatan. Di Jakarta Pusat tidak terlalu banyak. Jadi kalau jam bukanya bersamaan dengan kantor pemerintah tidak ada masalah,” katanya.

Pemprov mengusulkan skenario perubahan jam sekolah dan jam masuk kantor ini, kata Prijanto, setelah mendapat hasil survey dari PT Pamintori Cipta, lembaga yang memang disewa oleh pemprov.

Berdasar hasil surveynya, pada tahun 2008 ini di Jakarta setiap hari terjadi 20,7 juta perjalanan. Dari angka itu, 3 persen perjalanan menggunakan kereta, 57 persen menggunakan kendaraan bermotor, 40
persen adalah perjalanan non motorized.

Sementara dari sisi tujuan, perjalanan ke tempat kerja sebanyak 5,6 juta perjalanan (32 persen) ke sekolah 5,3 juta (30 persen), berbelanja 2,1 juta (12 persen), tujuan bisnis 1,4 juta (8 persen)
serta lain-lain 3,1 juta (18 persen).

Data dari Pamintori juga mengungkapkan perjalanan dengan kendaraan ke tempat kerja tercatat sebanyak 48 persen, ke sekolah 14 persen, tempat belanja 12 persen, bisnis 8 persen, lain-lain 18 persen.

Angka jumlah perjalanan dari hasil survey ini berbeda dengan angka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya. Berdasar data Polda Metro Jaya, total perjalanan per hari warga Jakarta hanya 17,1 juta perjalanan.

Sumber: Kompas

Selamat siang pembaca, siap bangunkan buah hati lebih pagi?


Leave a comment

Menganalisis Komposisi Sekolah

awal tahun di SMK 3 Jkt

awal tahun di SMK 3 Jkt

Perhatikan komposisi sekolah
mayoritas terdiri dari murid dan orang tua
berikutnya adalah guru dan karyawan
komite sekolah lebih sedikit jumlahnya
stakeholder lainnya; seperti dunia usaha dan birokrat
satu orang kepala sekolah

berdasarkan analogi jumlah
seharusnya murid-muridlah yang mendorong
perjalanan sekolah menuju yang terbaik
guru dan karyawan menjadi motor bertenaga besar
komite sekolah turut serta
stakeholder mendampingi
kepala sekolah tinggal tentukan strategi

Coba amati
sekolah Anda
selama karier Anda
siapakah yang lebih mendorong
pengembangan sekolah ke arah seharusnya?

“Ditempat kami guru dan karyawan”, bagus itu
“Kalau murid, mereka pasrah aja”, ga bagus itu
“Orang tua murid, kurang peduli”, harus dilibatkan mereka itu
“Tergantung Kepala Sekolah”, parah itu
“Guru dan karyawan asal kerja aja”, gawat itu

Selain mengajar
guru seharusnya dilibatkan
mengelola sekolah
Kepala Sekolah harus membagi kerja
kepada guru-guru
agar mereka mampu belajar jadi manajer di sekolah
selanjutnya akan terjadi regenerasi

Indikatornya sederhana
coba hitung berapa banyak guru
di sekolah Anda yang menjadi Kepala Sekolah
Jika di daerah Anda rekruitmennya berlangsung fair
dan dari Sekolah anda banyak yang lulus
maka proses manajeman dan regenerasi di sekolah Anda
bisa dikatakan baik

“Wah, sudah cukup lama dari Sekolah kami tak ada yang berkembang”
maka konsep regenerasi atau SOP pemilihan staf atau wakil kepsek
perlu ditinjau ulang
dan itu dapat dimulai dari
murid, guru dan karyawan
yang jumlahnya mayoritas

Selamat pagi pembaca, Anda peduli terhadap sekolah?


4 Comments

Merisaukan Sepeda Motor & Rokok

Pagi hari 5 September 2008

Pagi hari 5 September 2008

Beberapa hari terakhir Saya sedang amat risau dengan dua hal, yaitu rokok dan Sepeda Motor.

Dari banyak training di berbagai daerah (http://trainerkita.blogspot.com), Saya mengamati adanya gejala yang sama hampir di setiap daerah, bahwa rokok akan menjadi bom waktu yang akan meledak di Indonesia, mungkin lebih dahsyat dari masalah HIV/AIDS.

Anak-anak usia SD hingga jompo, bahkan wanita juga tak mau ketinggalan, rokok seolah jadi indiktor status sosial (pada awalnya), tetapi menjadi sesuatu yang harus dipenuhi … hingga benda putih sembilan senti meter itu lebih penting dibanding susu dan biaya sekolah. Pernah sangat teriris rasa Nasionalisme Saya ketika seorang yang warna kulitnya beda menyatakan di media bahwa kaum Bapak di Indonesia lebih mementingkan rokok dibanding susu bayinya (th 2000) ….  tetapi Saya amati saat ini tampaknya hal itu benar.  Masyarakat sebenarnya tahu tentang bahaya merokok, tetapi strategi promosi rokok membuat publik tak sadar dan memandang rokok dengan cara yang amat keliru.

Tentang tingkat pengangguran yang akan melimpah jika pabrik rokok dilarang di Indonesia mungkin harus dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh oleh industri roko yang kini sudah dimiliki oleh
pengusaha Negeri Obama … karena jangka panjang, akibat negatif dari rokok, rakyat negeri ini akan banyak yang sakit … obat dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan harus impor dari US … sekarang mereka
untung … nanti pun mereka makmur.

Saya di lingkungan yang kecil hanya mampu berusaha untuk tidak merokok dan cegah teman-teman merokok di ruang kerja … Saya menjadi sangat sensitif dan langsung memanggil semua orang di ruang itu, ketika Saya mencium bau asap rokok. Untuk siswa/i, kami sangat tegas jika ditemukan rokok atau siswa yang merokok.

Tentang sepeda motor, berawal keprihatinan Saya saat berkendara atau berada di jalan melihat anak-anak yang masih sangat kecil kendarai sepeda motor, bahkan digunakan kendaraan itu ke sekolah, hingga parkir
motor di sekolah penuh.

Hal itu akan tanamkan hal yang kurang baik, MELANGGAR ATURAN SEJAK KECIL sehingga penduduk tak disiplin sejak usia dini … kecelakaan dan kerawanan lainnya tinggal jadi hal yang sangat dekat … korban
kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh spd motor sangat tinggi prosentasenya. Tentang Green City juga akan jadi terhambat dengan makin banyak spd motor di jalan raya

Saya coba lakukan terapi di sekolah yang Saya pimpin, walaupun kontroversi pada awalnya karena guru dan karyawanpun banyak yang memiliki pola fikir  “lucu” … kini mereka mamahami dan tak ada siswa/i atau org dewasa yang membawa motor ke sekolah tanpa SIM, Satpam kami akan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan mengunci ban spd motor yang tak memiliki SIM dan STNK.

Bagaimana di sekolah atau tempat kerja Anda?