Blog Pendidik


5 Comments

Liputan Murid: Kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018, sudah tayang di channelnya di youtube.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Bikin liputan apa kamu hari ini?

Advertisements


Leave a comment

Kreatif di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Bertemu dengan anak kapal, ide kreatif saya sering muncul tak terkendali hingga waktu terasa begitu cepat berlalu, salah satunya adalah mewawancarai anak kapal SMKN 29 Penerbangan Jakarta tentang sekolah mereka di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta 15 DESEMBER 2018.

Video di atas adalah produk kreatifitas bersama anak kapal saat mereka sedang sibuk merakit pesawat yang sudah diterbangkan, kini murid jago karate yang menjadi host itu sudah jadi sarjana dan bekerja di industri kreatif, well done Friska.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

Apa produk kreatif kamu hari ini?


Leave a comment

PASKIBRA DUA SEMBILAN di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta


Pernah mendapat piala yang tingginga jauh melebihi tinggi kamu? perhatikan video di atas, aktifis ekskul Paskibra SMKN 29 Jakarta sudah sering menerima hadiah piala yabg tingginya melebihi tinggi mereka sebagai hasil dari kerja keras latihan dan mengikuti kejuaraan lomba paskibra di berbagai tempat.

Saya menjumpai mereka pada acara Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta 15 Desember 2018.


Dokumentasi aksi Paskibra SMKN 29 Jakarta diacara XCOOL RCTI tahun 2015.

Apakah yang dimaksud dengan Techno Park?

Berikut ini adalah tulisan Pande Made Parwatha Guru SMKN 1 Abang, Karangasem yang dimuat di Baliexpert.jawapos.com

SALAH satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sesuai dengan perkembangan industri modern berbasis informasi yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara, termasuk Indonesia.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya dalam penerapan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) , lndonesia dihadapkan pada persaingan yang makin ketat, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di bidang industri, perdagangan, pariwisata, dan lapangan kerja lain di negara-negara anggota MEA.

Apabila lndonesia tidak menyiapkan penyediaan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional, dapat dipastikan lndonesia hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional dari negara-negara anggota MEA.

Untuk mengantisipasi tuntutan dan tantangan di atas, dan sebagai kelanjutan dari Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas), yang secara nasional telah tuntas, melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang 2 Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK . Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari SMK. Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya. Dalam proses pendidikan di SMK, keterlibatan pihak industri dalam proses pembelajaran sangatlah penting, karena perkembangan teknologi maupun proses dalam produksi/jasa yang sangat pesat. Penerapan Teaching Factory di SMK akan mendorong mekanisme kerja sama antar sekolah dan industri yang saling menguntungkan, sehingga SMK akan selalu mengikuti perkembangan industri secara otomatis (teknologi transfer, manajerial, pengembangan kurikulum, prakerin, dan sebagainya.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat.Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri. Salah satu tujuan utama program Teaching Factory dan Technopark di SMK adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak kepada penguatan daya saing industri di Indonesia.

Kompetensi yang dihantarkan secara integratif melalui penerapan Teaching Factory adalah kompetensi yang “comphrehensive” meliputi keahlian di ranah psikomotorik, afektif/sikap (“attitude”) dan kemampuan berpikir/mental (cognitive) “Higher-Order Thinking Skills” (HOTS) yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (“critical thinking/evaluation” dan “problem solving”). Sehingga pendidikan di SMK akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dari sisi keterampilan (hard skill), namun juga produktif dan bersikap baik (produktif dan tahan banting).

Oleh karena itu, penerapan program Teaching Factory dan Technopark di SMK harus ditindaklanjuti secepatnya oleh instansi teknis terkait. Grand Design ini juga diharapkan bisa dipahami serta dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan. Dengan demikian, banyak pihak dapat terlibat aktif secara efektif dan konstruktif, termasuk memberi kritik, evaluasi, dan rekomendasi. Pelibatan publik secara lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan hasil pembangunan pendidikan, khususnya SMK.

Harus ada upaya untuk memberikan tambahan sentuhan teknologi baru yang dilakukan terus menerus. Sehingga jika sudah berhasil, yang keluar dari Techno Park ini benar-benar produk unggulan dan berbeda dengan produk sebelumnya atau yang ada di daerah lain.Techno Park juga bisa memberikan branding terhadap suatu sekolah atau daerah. Penciptaan teknologi baru bisa disesuaikan dengan potensi dan kondisi daerah sehingga menunjang sektor andalan daerah tersebut. (*)

 

Seberapa tinggi piala yang pernah kamu dapatkan?


Leave a comment

Ekskul Aeromodelling di Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Mereka serius latihan dan sudah sering menjuarai kejuaraan Lomba Aeromodelling tingkat Nasional, jika mau lihat produk pesawat yang dihasilkan oleh aktifis aeromodelling dan piala hasil kejuaraan, silahkan datang ke SMKN 29 Jakarta.


Leave a comment

Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta

Menikmati Pesawat Jabiru hasil rakitan murid-murid SMKN 29 Jakarta tahun 2011 membangkitkan kenangan semangat kerja keras anak-anak kapal yang hebat berusaha mewujudkan target pencapaian menerbangkan pesawat yang dirakit murid-murid kapal bersama guru-guru dan ekspert dari FASI, pesawat tersebut sudah diterbangkan pada 12 April 2012 di sekitar Bandara Pondok Cabe Pamulang Tangerang Selatan.

Pesawat itu kembali ditampilkan pada kegiatan Open House & Launching Techno Park SMKN 29 Jakarta yang berlangsung di SMKN 29 Jakarta, Sabtu 15 Desember 2018. Acara yang menampilkan berbagai produk SMKN 29 Jakarta dan ekspos kegiatan ekstra kurikuler murid-murid disana, mengundang murid, orang tua murid, alumni, industri, Dinas Pendidikan, Kemendikbud RI, murid SMP. Selain pameran, demo ekskul, display produk, juga diadakan lomba-lomba untuk murid SMP.

Saat ini anak-anak hebat yang ikut merakit pesawat sudah sarjana dan bekerja di berbagai bidang seperti maskapai penerbangan, otomotif, rumah sakit, militer, dsb. Proud of you guys.


Leave a comment

Kebaikan yang kau tanam bakal kembali kepada kamu, sementara kejahatan yang kamu tanam bakal kamu nikmati juga kelak

IMG_4136IMG_4148IMG_4048IMG_3991IMG_4010

Teman dan sahabat,

Ketika browsing sesuatu saya menemukan foto-foto tahun 2012 dari seorang blogger, dia murid saya di Kapal (SMKN 29 Jakarta) namanya Aldi, (saat ini dia kuliah di UNJ) blognya mendokumentasikan proses new branding kapal yang salah satunya dengan kegiatan lari pagi seminggu sekali lewat route projos, senopati, wolter monginsidi, dan kembali ke sekolah.

Semua murid yang jumlahnya sekitar 600 orang berolahraga mengenakan pakaian dinas, bersepatu tentara, sambil bernyanyi, mempertahankan formasi, bercengkrama dengan teman, sahabat, menyapa warga sekitar, pengendara yang sedang terjebak macet, menikmati keringat, melatih otot, menikmati kebersamaan, melatih karakter persatuan, kerjasama, tertib, disiplin dan berbagai manfaat bisa dirasa oleh mereka.

Mirga, murid kedua dari kanan pada foto paling atas saat ini (2017) sudah menjadi teknisi di GMF, yang dimiliki oleh perusahaan penerbangan terbesar negeri ini bersama 9 orang temannya, mereka direkrut dari Kapal (SMKN 29 Penerbangan Jakarta) untuk dididik sebagai teknisi di GMF, saya masih berkomunikasi dengan mereka lewat instagram, bertukar kabar, saling menyapa dan mendoakan.

Screen Shot 2017-04-04 at 9.22.13 AM

Bisa temukan Mirga yang mana?

Yang saya amati, lebih dari 90% anak-anak kapal memiliki sikap yang baik, punya rencana masa depan. Murid yang suka menikmati tawuran, kejar-kejaran di jalan itu tak sampai 10%. Kegiatan di atas dimaksudkan untuk mengekspose 90% murid-murid baik yang sedang mempersiapkan masa depannya, karena pada situasi seperti ini yang 10% itu biasanya tenggelam, membaur jadi seperti baik seperti kebanyakan murid disana. Saya bersama guru-guru mengalihkan fokus ke murid-murid yang baik, yang aktif di kegiatan positif, yang berpenampilan baik, sementara yang tak bersedia berkomitmen baik, membawa senjata tajam atau tawuran, kami tak perhatikan dan dipersilahkan meninggalkan sekolah seperti yang sudah disepakati dalam surat perjanjian saat mereka masuk di tahun ajaran baru, setiap awal tahun ajaran baru semua murid dan orang tua menandatangani perjanjian untuk berkomitmen menjadi warga negara yang baik, saling sayang, bekerja keras, siap belajar untuk menguasai skill kejuruan dan siap kerja. Sangsi untuk pembawa senjata tajam dan pelaku tawuran atau pencuri adalah dikembalikan kepada orangtua atau dikeluarkan langsung setelah melakukan pelanggaran tata tertib itu tanpa surat peringatan lagi, karena surat pernyataan yang ditandatangani bersama orang tua setiap awal tahun ajaran sudah sekaligus sebagai surat peringatan.

Istilah sekarang, kami mengendorse anak-anak yang baik, sementara anak-anak yang memilih kelakuan yang tak seharusnya kami eliminasi, dipersilahkan berpindah ke sekolah yang lebih sesuai dengan minatnya.


Terakhir saya ketemu mereka Desember 2015, ini dokumentasinya

Tiba-tiba saya kangen mereka, selamat berjuang guys … masa depanmu tergantung kamu, kebaikan yang kau tanam bakal kembali kepada kamu, sementara kejahatan yang kamu tanam bakal kamu nikmati juga kelak … love u all.

Kamu sedang kangen sama siapa?


Leave a comment

begini cara anak Kapal SMKN 29 Jakarta mengenang kebersamaan dengan teman-temannya

ini contoh pemanfaatan gadget di dunia pendidikan, murid membuat dokumentasi suasana belajar di STM PENERBANGAN atau SMKN 29 Jakarta, anak” kapal itu mengenang kebersamaan mereka selama tiga tahun secara visual, diupload ke Youtube sehingga bisa dinikmati orang se dunia.

Ketika akan reuni film ini bisa jadi media mengenang kebersamaan puluhan tahun lalu.

Jika setiap guru menugaskan satu murid tingkat SD, SLTP, SLTA membuat satu video setiap mata pelajaran dan diunggah ke Youtube, berapa juta video berisi kandungan pendidikan bisa dihasilkan Indonesia setiap bulan?


Leave a comment

Anak Kapal update Kapalnya di depan SMKN 29 Jakarta

Instagram @aldiodeon


Lewat twitter dan instagram saya mendapat kabar dari @aldiodeon bahwa sedang berlangsung update monumen kapal di halaman sekolahnya … goodjob bro, kerjaan lo bakal lo kenang dan lo liat ampe tua … lanjutkaaan!!! love u guys.


1 Comment

Membuat slide foto di wordpress

Langkah-langkah:

– New post

– Klik Add Media

– Pilih beberapa foto

– Klik Save all changes

– Klik Slideshow sehingga di dalam kotak posting muncul “

This slideshow requires JavaScript.

– Posting deh

This slideshow requires JavaScript.


2 Comments

Persiapkan Pemimpin Negeri yang trampil bicara di muka umum @SMKN29 Jakarta, see Youtube


Setiap hari kami mendorong peserta didik bergantian bicara di depan teman-temannya … ini salah satu dokumentasi kami … lainnya bisa disimak di Youtube.


Leave a comment

SMKN 29 Jakarta Juara di SMAN 28 Jakarta

20120624-115708.jpg

20120624-115848.jpg
Tim Paskib SMKN 29 Jakarta berhasil meraih Juara 3 di Kompetisi yang dilaksanakan di SMAN 28 Jakarta … Ibu Tika dan anak-anak hebat, melaporkan lewat timeline dan tag foto di Facebook Saya … ayoo latihan terus nak-anak hebat agar Juara berikutnya bisa diraih, beasiswa manantimu.

GOOOD JOOOB … CONGRATULATION


Leave a comment

dua pelepasan pagi ini

20120519-092416.jpg
saya sedang menikmati kebersamaan yang terakhir dengan peserta didik kelas XII yang akan segera berkarya, kuliah atau wirausaha … semoga sukses dan sekahtera hidup kamu.
Sebelumnya saya melepas tim PBB yang akan berkompetisi tingkat Jabotabek di SMAN 46 Jakarta, terima kasih buat semua yang support.

20120519-094933.jpg


Leave a comment

SMKN 29 Jakarta ternyata mampu membuat rakitan mereka terbang bebas di angkasa Tangerang-VIVAnews.com


Polesan tangan-tangan terampil remaja belasan tahun dari SMK Negeri 29 Jakarta ternyata mampu membuat rakitan mereka terbang bebas di Pondok Cabe, Tangerang, hari ini. Walau sebagian besar komponennya masih buatan asing, mereka tetap bangga bisa merakit sendiri pesawat terbang itu.
Seakan tak kenal lelah, para siswa SMK tersebut bergantian dari siang sampai petang mengupayakan pesawat dapat terbang secara sempurna. Pesawat eksperimental itu adalah Jabiru PK-SMT.

Ahmad Budiman, Kepala Program Keahlian Airframe Powerplant SMK 29 Jakarta mengungkapkan, ide awal pembuatan pesawat ini yakni bermula dari praktek merawat pesawat yang tidak terbang. Itu, merupakan hal wajar mengingat lulusan SMK nantinya akan bekerja di perusahaan penerbangan.

Kemudian, dia melanjutkan, saat mengikuti Lomba Keterampilan Siswa (LKS) 2008 di Kemendiknas, para siswa mengirimkan karya pesawat. Saat pameran, Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo diprovokasi oleh pihak SMK, bahwa SMK sebaiknya didukung untuk membuat karya, bukan merawat pesawat orang lain.

Gayung pun bersambut. Bambang pun meminta SMK untuk membuat dua pesawat sejenis. Akhirnya, kementerian menggelontorkan dana Rp1 miliar untuk membuat pesawat. Seminggu setelah pameran itu, pihak SMK diminta menghadap ke Kemendiknas untuk mengambil dana tersebut.

“Biasanya memang siswa di sini bongkar dan rakit pesawat orang lain. Itu kan biar feeling mereka kena saat nanti kerja di penerbangan,” ujar Ahmad Budiman di sela-sela stan SMK 29, Monas, Jakarta, Sabtu 28 April 2012.

Kemudian, dia melanjutkan, dana tersebut digunakan untuk membeli komponen pesawat, yang 85 persen dipasok dari luar negeri, seperti China dan Australia, sedangkan komponen dalam negeri baru 15 persen. Komponen yang didatangkan dari China adalah panel, sedangkan bahan dari Australia adalah fiber. “Untuk komponen lokal yakni beberapa bagian di panel, teris backleading,” tambahnya.

“Biaya untuk buat ini seluruhnya Rp1,5 miliiar. Itu sudah termasuk asuransi pilot, asuransi pesawat, lisensi pesawat. Kami menanggung Rp300 juta,” kata Ahmad.

Akhirnya setelah empat tahun, pesawat buatan tangan siswa belasan tahun tersebut dapat terbang untuk pertama kalinya di Bandara Pondok Cabe, Tangerang. “Saat test flight, mampu terbang empat ribu kaki selama 20 menit,” kata Ahmad.

Pesawat Lain

Pesawat dengan panjang 6,7 meter dan lebar 9,86 meter serta tinggi 2,4 meter tersebut mampu terbang dengan ketinggian 14 ribu kaki. “Pesawat ini berkapasitas empat penumpang dengan baling-baling di depan serta tiga roda di bawahnya. Pesawat yang berkapasitas 140 liter Pertamax ini sudah menikmati penerbangan pertama kalinya,” ujarnya.
Dengan kemampuannya saat ini, menurutnya, pesawat itu mampu terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Sayangnya, lisensi untuk pesawat tidak memungkinkan karena pesawat jenis ini hanyalah pesawat eksperimental.

Saat ini, Ahmad menjelaskan bahwa SMK 29 masih mempunyai sembilan pesawat sejenis yang masih dikerjakan. “Satu sudah 100 persen jadi, yakni yang ini, yang lainnya masih dikerjakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa yang dilakukan oleh siswanya lebih dari sebuah perakitan, karena siswa SMK 29 juga membuat beberapa komponen pesawat. “Jadi, tidak hanya pasang-pasang saja,” tuturnya. (ren)

Sumber: VIVAnews.com


3 Comments

Mendikbud Tinjau Kesiapan Pelaksanaan UN di SMKN 29 Jakarta; detik.com

DIFOTO OLEH KEPALA DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, melakukan kunjungan ke SMKN 29 Jakarta terkait hari ke dua pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Tujuannya, untuk meninjau persiapan UN di sekolah yang biasa disebut STM Penerbangan tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi, Nuh tiba pada pukul 06.50 WIB di SMKN 29 Jakarta di Jl Senopati, Jakarta Selatan, bersama Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi. Setibanya di lokasi, Nuh langsung menuju ruang panitia untuk meninjau persiapan pengawas dan sempat mempertanyakan kesiapan hingga kemungkinan kebocoran soal.

“Gimana persiapannya, sudah siap? Ada yang bocor nggak? Jadi saya mohon dipegang betul SOP-nya, kalau ada yang mencurigakan segera bertindak diingatkan,” kata Nuh kepada pengawas, Selasa (17/4/2012).

Selanjutnya, Nuh mengecek toilet sekolah dan ruang ujian termasuk bangku dan meja siswa untuk menghindari kecurangan yang mungkin terjadi. Setelah itu, Ia menemui siswa dan menanyakan kesiapan siswa termasuk memeriksa telepon genggam beberapa siswa.

Rizki, salah satu siswa SMKN 29 Jakarta, menunjukan telepon genggamnya kepada Nuh dan mengaku bahwa telepon genggam tersebut akan dimasukkannya ke dalam tas dan ditinggal ketika ujian dimulai.

“Nanti sebelum masuk kelas HP saya masukin ke tas saya tinggal, pak. Saya juga nggak punya pulsa, pak. Memang kosong smsnya,” terang Rizki saat Nuh menanyakan sms di telepon genggamnya.

Mantan rektor ITS ini juga berpesan agar siswa SMK jangan terperangkap dalam mengejar pekerjaan. Nuh berpesan agar siswa SMK juga berkonsentrasi dalam menghadapi ujian sehingga dapat lulus dan bekerja.

“Untuk para siswa SMK jangan terperangkap untuk mengejar pekerjaan saja, kemudian mengabaikan kelulusan. Jadi tetap harus lulus, karena yang diterima itu harus lulusan SMK. Kalau belum lulus ya tidak bisa bekerja,” bijak Nuh.

Sebelum dari SMKN 29, M Nuh sempat juga berkunjung ke SMKN 6 Jakarta untuk meninjau persiapan UN. Setelah dari SMKN 29, Nuh bergegas ke kantornya dengan menggunakan modil dinasnya pada pukul 07.20 WIB. (vid/mpr)


Leave a comment

happy with friends @SMKN 29 Penerbangan Jakarta

eh, Pak Menteri Kemdikbud RI, ditemani Kadis, Wakadisdik DKI Jkt, Kasi SMK, Walikota Jkt Sel, Camat Kby Baru salami peserta didik SMKN 29 Penerbangan, Bp, Ibu Guru, … happy deh … thx all yg dah support


Leave a comment

berkomunikasi lewat foto; peserta didik dengan kepala sekolahnya, happy deh

Foto yang didiskusikan

Devin Indra Cahya
permisi pak, saya devin indra cahya kelas 3 ap 1. pak minta komennya doong

Dedi Dwitagama
kereeeen vin … ayo moto truuuus


Leave a comment

Pesawat Jabiru selesai dirakit, diujicoba mesinnya di Lapangan Basket SMKN 29 Jakarta

Pesawat Jabiru telah selesai dirakit di SMKN 29 Jakarta dites mesin dan dijalankan di Lapangan Basket kami, terima kasih untuk semua yang support, bangga deh.


2 Comments

Mau lihat penampilan Gedung SMKN 29 Jakarta yang baru, pls chek

GERBANG PINDAH KE SAMPING

OUR DREAM

Semoga bisa terwujud tujuh tahun ke depan, terima kasih kepada Ketua Komite Sekolah kami Bapak H. Bambang Syukur, SH, seluruh Guru dan Karyawan yang support … semoga Allah permudah niat kita.


Leave a comment

mematangkan rencana pembuatan 50 film pendek dokumentasi SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang akan publish di Youtube

20111222-100848.jpg

20111222-100930.jpg
Pagi ini kami rapat di ruang kerja saya mematangkan rencana pembuatan 50 film pendek dokumentasi SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang akan publish di Youtube … selama liburan mereka akan membuat skenario dan kirim ke saya melalui inbox facebook saya, Januari kami akan berproduksi.

Ini sebagian dari cara kami mendidik karakter kerjasama, kerja keras … berbuat baik itu tak sulit koq


1 Comment

SMKN 29 Penerbangan Jakarta merakit Pesawat Swayasa: Jabiru J430, tunggu saat terbangnya

Keinginan Romi Agasty sejak pertengahan tahun ini akhirnya terwujud. Dia bekerja di bengkel perakitan pesawat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 29 Jakarta untuk merakit Swayasa atau Jabiru J430.

Merakit pesawat Jabiru memang telah menjadi impian Romi sejak dia naik ke kelas XII. Siswa Program Studi Airframe Powerplant di sekolah kejuruan tersebut tekun memeriksa pinggiran pintu putih berukuran hampir 1 meter persegi, lalu menempelkannya di bingkai pesawat Jabiru J430, yang dirakit sejak dua bulan lalu.

“Pintu harus menempel pas di badan pesawat supaya tidak terjadi drag (hambatan angin) dan vibration (getaran),” ujar Romi.

Bersama sembilan rekan lainnya, Romi memperoleh kesempatan langka merakit pesawat ringan eksperimen buatan Australia tersebut sejak didatangkan Agustus lalu. Setiap orang diberi tugas menyelesaikan urusan sesuai dengan kompetensi, seperti masalah jaringan kabel, mesin, hingga rangka pesawat. Romi, misalnya, bertanggung jawab merampungkan pemasangan pintu kiri depan dari empat pintu yang terpasang di badan pesawat selama sepekan ke depan.

Romi dan teman-temannya di SMK 29 Jakarta beruntung bisa merakit pesawat sebagai alat eksperimen siswa. Bambang Sudibyo, Menteri Pendidikan Nasional pada kabinet lalu, memang berjanji akan mendatangkan pesawat eksperimen untuk sejumlah sekolah. Selain sekolah Romi, SMK Negeri 12 Bandung mendapat bantuan pesawat J430.

Pesawat rakitan itu tidaklah murah. Pembelian bagian-bagian pesawat, seperti rangka dan badan, mesin, hingga suku cadang, membutuhkan biaya Rp 700 miliar. Selain itu, biaya ekspedisi dan pajak untuk setiap komponen mencapai Rp 300 miliar. Meski digunakan untuk kegiatan belajar, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih menganggap pesawat ini sebagai barang mewah yang harus dikenai pajak.

Tepat pada Agustus, seluruh komponen pesawat sampai di sekolah dan siap dirakit siswa. Sekolah menamakan pesawat ini Swayasa, yang berarti karya rakitan sendiri.

Menurut guru pembimbing perakitan pesawat, Ahmad Budiman, siswa SMK penerbangan dilatih merawat dan memperbaiki pesawat. Dalam prakteknya, siswa juga dimungkinkan merakit pesawat.

Tak kurang dari tiga pesawat pernah dirakit di bengkel sekolah yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi ini. Namun pesawat-pesawat rakitan tersebut hanya bisa dikendarai di darat alias tak bisa terbang. “Baru sekarang kami mendapatkan pesawat yang belum jadi agar bisa dirakit,” katanya saat ditemui di bengkel SMK Negeri 29 Jakarta.

Pesawat rakitan itu sebenarnya bisa selesai dalam tiga bulan, tapi sekolah ingin sebanyak mungkin siswa ikut terlibat dalam pengerjaan Swayasa. Targetnya, 80 persen siswa bekerja dalam proyek tersebut.

Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, yang beranggotakan 20 orang. Selama sepekan tiap kelompok itu mendapat jatah bekerja di bengkel dalam dua shift, pagi dan siang. “Pembagian ini diharapkan membantu proses belajar setiap siswa,” kata Ahmad. “Tapi efek sampingnya, waktu perakitan mundur menjadi empat bulan.”

Tahap pertama pengerjaan Swayasa dilakukan sepanjang September, dengan target menyelesaikan pemasangan bagian-bagian utama pesawat, seperti roda pendarat dan pemasangan mesin. Para siswa juga mempersiapkan dua bagian utama pada pesawat, yaitu badan dan sayap pesawat yang terbuat dari serat komposit ringan serta kuat.

Meski semua bagian pesawat telah tersedia, tak berarti pekerjaan Romi dan kawan-kawan lancar. Serat komposit kiriman pabrik yang terpisah menjadi bagian-bagian kecil harus disambung dengan perekat khusus yang tak dijual di Indonesia.

Namun impor resin sebagai perekat harus dilakukan bertahap akibat batasan yang diterapkan perusahaan ekspedisi, sehingga penyambungan badan pesawat sering tertunda. Jika stok benar-benar habis, sekolah harus meminjam resin ini dari peminat olahraga dirgantara lokal.

Romi dan teman-temannya juga harus mengatasi ketidaksempurnaan komponen pesawat. Permukaan serat komposit kiriman pabrik sering kali masih kasar sehingga mengganggu aerodinamika pesawat. Sebagai contoh, sambungan panel stabilisator horizontal dan elevator di ekor pesawat sedikit melengkung ke atas sehingga membuat aliran udara tak merata.

Ahmad menyatakan permasalahan seperti ini menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan teknis dan kreativitas dalam memecahkan masalah. Maklum saja, dalam teknologi pesawat yang bekerja pada kecepatan tinggi, kesalahan sedikit saja bisa mengakibatkan kecelakaan penerbangan.

Untuk mengatasi masalah melengkungnya sambungan di ekor pesawat, para siswa tengah mendiskusikan opsi untuk mengikis bagian yang menonjol atau menebalkan permukaan di sekitar tonjolan hingga rata dengan seluruh bidang panel.

Oktober lalu, perakitan pesawat memasuki tahap kedua, yaitu menyatukan komponen pesawat. Pekerjaan krusialnya adalah memasang mesin J3300 enam silinder ke badan pesawat. Mesin 4 tak ini memiliki banyak komponen penunjang yang juga harus diletakkan di dalam ruang mesin. Nantinya, mesin ini disambungkan ke baling-baling kayu penggerak pesawat.

Modifikasi besar juga dilakukan pada tahap ini. Perubahan mendasar terjadi pada sayap karena rancangan yang diberikan pabrik memiliki kelemahan berupa celah pada sambungan sirip sayap. Ini dapat menyebabkan terjadinya hambatan udara.

Siswa SMK 29 menyiasati celah ini dengan menambalnya memakai bilah komposit tipis tanpa harus mengorbankan sistem gerak sirip tersebut. Perubahan itu justru meningkatkan kecepatan maksimal pesawat hingga 10 knot dari kecepatan semula 120 knot.

Modifikasi lain dilakukan dengan memperbaiki aerodinamis perut pesawat, memperbaiki sistem ventilasi, dan memindahkan posisi lengan pengendali pada kokpit.

Sejak awal November ini, siswa memasuki tahap ketiga berupa penghalusan seluruh bagian pesawat. Pekerjaan ini melibatkan pengaturan halus pada sistem kabel dan mekanika panel penggerak.

Badan pesawat juga diperiksa ulang dan dihaluskan sebelum dicat. Pemasangan panel pengendali pesawat dilakukan pada tahap ini. Panel elektronik kompleks ini berfungsi sebagai pemantau kondisi penerbangan.

Tahap terakhir berupa pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada Desember. Sekolah menargetkan Swayasa bisa melakukan penerbangan percobaan pada pertengahan Desember di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Selain dibimbing oleh guru pendamping, para siswa dibantu tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia selama mengerjakan pesawat. Kehadiran pembimbing ini sangat penting untuk menjaga kualitas pesawat, sekaligus membantu pengurusan surat izin terbang.

Jika penerbangan percobaan berlangsung mulus, Swayasa akan guru yang telah memiliki sertifikat sebagai penerbang. Para siswa juga dapat menerbangkan pesawat asalkan telah mengantongi sertifikat khusus ini.

Perombakan Tingkatkan Aerodinamika Swayasa

Dalam membuat Swayasa, Romi Agasty dan kawan-kawan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta tak sekadar merakit pesawat. Mereka melakukan sejumlah modifikasi pada pesawat rakitan tersebut.

Jabiru Aircraft, perusahaan Australia pembuat pesawat terbang J430, memang memberi keleluasaan bagi pelanggan memodifikasi pesawat tersebut. Para siswa memanfaatkan kebebasan ini untuk berkreasi, termasuk melakukan lima perubahan pada tubuh pesawat.

Modifikasi lumrah dilakukan pada pesawat eksperimen seperti Jabiru J430. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi terbang pesawat dan meningkatkan kenyamanan pengendara.

Swayasa yang sudah dirombak ini diperkirakan bisa melaju hingga 130 knot. Kecepatan ini lebih tinggi daripada angka yang ditetapkan pabrik 120 knot. Selain itu, kemampuan climbing pesawat meningkat drastis dari semula 800 feet per menit menjadi 1.200 feet per menit.

Perbaikan aerodinamis pesawat menjadi penunjang utama perbaikan fungsi ini.

Modifikasi pada Swayasa:

1. Penambahan bilah penutup celah antara sirip sayap dan sayap utama. Dua bilah komposit setebal 2 milimeter direkatkan pada tiap panel untuk menutup aliran udara ke celah perbatasan. Tambahan bilah ini tak mengganggu pergerakan sirip yang berfungsi mengendalikan daya angkat pesawat sehingga butuh panjang lintasan lebih kecil.

2. Memperkecil jarak elevator dan stabilisator horizontal pada bagian ekor pesawat. Celah yang terlalu lebar tak terlalu dibutuhkan karena pemuaian material komposit tak terlalu ekstrem. Hambatan udara berkurang oleh modifikasi ini.

3. Penambahan lapisan dempul untuk memuluskan penutup pengendali pesawat yang terletak di ekor pesawat. Penutup yang mulus memastikan berkurangnya hambatan udara sehingga menambah aerodinamis.

4. Penutupan cekungan pada perut pesawat menggunakan material komposit ditambah lapisan dempul agar permukaan menjadi mulus.

5. Corong ventilasi udara pada bagian depan pesawat dicopot agar mengurangi hambatan udara. Saluran tetap mengalirkan udara melalui lubang kecil yang dibuat di samping kokpit.

Spesifikasi Swayasa (Jabiru J430)

Mesin: J3300, 4 tak, 6 silinder

Kapasitas bahan bakar: 140 liter

Waktu jelajah: mencapai 7 jam penerbangan

Lintasan lepas landas: 500 meter (hasil modifikasi)

Bobot: 250 kilogram

Kecepatan jelajah: 130 knot (hasil modifikasi)

Climbing: 1.200 feet per menit (hasil modifikasi)

Siap Terbang, Sulit Lepas Landas

Kendala teknis merakit Swayasa atau Jabiru J430 mungkin bisa diatasi bersama oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 29 Jakarta. Namun ada masalah lain yang bakal menghalangi pesawat itu mengudara. Izin terbang dan birokrasinya adalah urusan yang sulit dan lama.

Tenaga ahli dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Sugeng Sukarsono, menyatakan, mendapatkan surat izin terbang dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan bukan perkara mudah. Pengalamannya menekuni hobi dirgantara menunjukkan permasalahan utama birokrasi terjadi akibat ketidakjelasan prosedur dan dokumen perizinan. Meski dokumen telah diperoleh, perlu waktu satu-dua tahun agar pesawat bisa lepas landas.

“Bikin surat lebih lama daripada bikin pesawat,” ujar Sugeng sambil terkekeh.

Tak ayal lagi, Swayasa dikhawatirkan gagal terbang. Padahal perakitan pesawat ini diperkirakan rampung pada pertengahan Desember 2011, dan diikuti dengan terbang perdana di Pangkalan Udara Pondok Cabe.

Menanggapi kemungkinan gagal terbang ini, Sugeng siap menempuh risiko. Ia percaya pengujian yang dilakukan sekolah dan FASI sudah cukup memastikan kelaikan terbang pesawat tersebut. Bahkan Sugeng akan turut berada di kokpit saat Swayasa meluncur pertama kali.

“Kami akan tetap terbang, biarpun izin belum turun,” kata Sugeng.

PAK SUGENG DENGAN PESERTA DIDIK SMKN 29 PENERBANGAN JAKARTA

Sumber: Indonesia Proud ..