Blog Pendidik


7 Comments

Coba deh – search SMK dan SMP di Google

masukkan kata “SMK” di google lalu enter,
klik image atau gambar,
setelah itu masukkan kata “SMP” lalu enter,
klik image atau gambar.

Apa yang anda dapatkan
mengapa begitu?

Advertisements


10 Comments

Komentar posting “GURU BODONG” di blog & febuk

Tulisan saya “Kinerja GURU BODONG NAFSU TKD”  menarik perhtian dan dikomentari pembaca di blog dan fesbuk, begini komentar mereka:

Komentar di Blog:

  • Mas gondel mengatakan:

    siapa yg nulis apa nggak ngaca….siapa yg anda sebut itu anda asal bicara atau berdasarkan fakta…?? coba dirata2 ijazah tu dengan guru tinggi mana…anda tahu tidak

  • Mas gondel mengatakan:

    mentang2 tkd anda dah disesuaikan anda bisa bicara begitu semua orang tidak sama dengan anda

  • sri wahyuni mengatakan:

    Assalamualikum
    Ya mungkin ada benarnya guru bodong, gak usah marah-marah dengan sindiran, akan tetapi positif thingking ajalah dan mari instropeksi diri.
    Jawab sindiri itu …
    aku bukan guru bodong,
    aku tidak sama dengan TU
    Aku guru yang mempunyai kompetensi …
    Paedagogik,
    kepribadian,
    sosial dan
    profesional
    Aku guru yang menyediakan sedikit waktu…
    untuk curhat anak muridku baik masalah pelajaran atau pribadi
    Aku guru yang selalu iklas dalam pekerjaanku
    n masih banyak aku ……
    Sekali lagi jangan marah tunjukan pada pak Dedi Aku bukan guru bodong yang hanya bisa berebut sedikit kesejahteraan dari uang anak negeri

    wassalam

  • Puji mengatakan:

    Guru Bodong memang ada, tapi yang nggak bodong lebih banyak. Inilah akibat pembagian TKD yang kurang adil, terjadi saling menjatuhkan teman Tu dan guru, saling dorong untuk menjatuhkan teman, yah kejadian ini adalah alamiah.
    Tapi kalau pembagian adil tentu tidak akan terjadi perselisihan. Menurut saya pembagian TKD tahun 2009 lebih baik dari pada tahun 2010, buktinya, tidak ada perselisihan, semuanya senyum memuaskan. Apalagi waktu masa Gubernur Pak Sutyoso, guru banyak yang memuji beliau, bahkan sampai sekarang masih merindukan.

    Guru sekarang merasa direndahkan karena golongannya tinggi, pendidikan tinggi, tuntutan tanggung jawab tinggi, tapi tunjangannya setara Pesuruh, sedangkan PNS yang lain tunjangan disesuaikan dengan golongannya.

    Masalah sertifikasi guru, guru hanya bisa berharap saja, sampai kapan? mungkin sampai pensiun nggak bakalan dapat. Contoh 1: Guru yang sudah berusia 59 tahun tidak bisa diusukan menjadi guru sertifikasi. Contoh 2: Ada guru yang sudah menjadi PNS selama 31 tahun gol IVa, umur 55 tahun, setelah mengumpulkan forto folio, dinyatakan tidak lulus PLPG, padahal memang tidak dipanggil PLPG.

    jadi dapat disimpulkan guru yang mendapat tunjangan sertifikasi, sampai saat ini sangat sedikit, sehingga masalah inipun bisa menimbulkan ketidak adilan, atau kecemburuan sosial. Bakrie…Bakrie… kasian amat Looo (Iwan Fals)

  • Puji mengatakan:

    Guru Umar Bakri
    Umar bakri….Umar bakri, banyak ciptakan Mentri.
    Umar bakri… profesor doktor insinyur pun jadi…
    Tapi mengapa…. gaji guru umar bakri seperti digebiri…???? (Iwan Fals)

  • Puji mengatakan:

    Saya ingin tanya pada P. Dedi, Guru Bodong itu seperti apa?
    Saya senang, P.Dedi orangnya sangat berprestasi, tapi seharusnya, dapat juga menjaga nama baik guru.
    Kalau diantara guru sudah saling menyalahkan maka hancurlah kesatuan guru ini. Marilah kita bangun kesatuan dan persatuan diantara teman guru.

  • Sebagian komentar di Fesbuk:


    Aish Basyir SPd

    Aish Basyir SPd

    haduhh mudah2n apa yg saya lakukan ikhlas tuk anak didik.tdk hanya pljaran yg kuberi,tapi juga doa yg sring teriring…
    February 12 at 5:29am

    Tedi Anu Kamari

    waduh mengerikan pak……………
    February 12 at 7:26am

    Era Maria Retno

    Era Maria Retno

    Ktika sumpah jabatan PNS guru diucapkan,mk pd saat itu sy mnjd spt 5 in 1,,pengajar,pnddik,orgtua,shbt,kluarga & smuanya dibrikan dalam porsi yg sama,yaitu msg2 100%,bukan 100% bagi 5,,smga kita guru slalu sadar bhw kita diperlukan,diharapkn & dijadikan panutan,,smga Tuhan mmbimbing guru & siswany
    February 12 at 8:37am via Facebook Mobile ·

    Virgana Natawidjaja

    Betul pak tunjukan dulu kinerja agar berbeda dengan yang lain tidak (biasa-biasa aja), tapi prediksi saya system TKD tdk akan bisa mendokkrak kinerja secara signifikan… sejauh tidak ada kompetetifness disana. TKD ada kompetitifness nya siapa rajin masuk kerja dan tepat waktu pulang dan pergi mesti dapat 100%. Apakah cukup sampai disitu? INI PERLU DIKAJI LEBIH JAUH. Serahkan pada para pembina Kepegawaian termasuk Bpak dan Saya.
    February 12 at 3:38pm

    Drs Solihin

    ketulusan, kecintaan, dan keikhlasan mutlak dimiliki oleh Guru/Pendidik dalam menjalani profesinya, karena hampir semua persoalan terkait pada 3 unsur itu…mari kita tanyakan pada diri kita sudah siapkah kita menjadi guru/pendidik ??? February 13 at 11:26am
    Terima kasih, perhatikan kata pertama dari tulisan itu.
    “Dia”, artinya menunjuk kepada seseorang, jika anda tersinggung … maka berarti anda memang GURU BODONG, lihatlah komentar yang poitif thinking …
    apapun komentar anda … saya berterima kasih … mari kita bekerja dengen profesional sesuai missi kita masing-masig; Guru SMK harus berorientasi pada keterserapan alumni di dunia kerja, sementara guru SMA berorientasi pada terserapnya alumni di perguruan tinggi … anda guru TK, SD, SMP atau pesantren … silahkan temui pimpinan anda … tanyakan apa target kinerja anda?


    Jika Kepala Sekolah anda masih menjawab: Lulus UN 100% … mari kita doakan pimpinan sekolah itu dan bisa lebih profesional dalam bekerja


    1 Comment

    Memahami SD dan SMP Negeri di Kompleks Pak Besut

    Di kompleks perumahan Pak Besut
    Kepala Sekolah SD dan SMP
    dilarang lakukan pungutan ini itu
    birokrat dan politikus kompleks itu
    dengungkan pendidikan gratis
    dikabarkan bahwa Pak Besut
    mencukupi semua biaya sekolah warga

    Saat Kepala Sekolah ditanya apakah cukup
    biaya dari Pak Besut untuk operasional sekolah?
    umumnya mereka menjawab;
    “Cukup, jika untuk pencapaian kinerja reguler”
    sementara jika ingin mencapai
    sekolah nasional atau internasional
    bahkan yang cemerlang
    amat sangat tak cukup

    Tetapi karena
    memungut sedikit saja
    bisa timbulkan benturan
    dan “terbentur” tembok Pak Besut
    banyak kepala sekolah memilih
    meletakkan sekolah diposisi reguler
    alias biasa-biasa saja tak perlu mikir
    bersusah payah berkreasi, cari ide
    jadikan pendidikan anak penerus bangsa
    lebih berbobot

    Sekolah negeri yang reguler jumlah muridnya
    bisa tetap banyak, mutu tak dituntut tinggi
    sementara sekolah hebat muridnya dibatasi,
    kadang berhadapan dengan orang tua yang mau serba gratis,

    Lima hingga sepuluh tahun mendatang
    SD dan SMP Negeri di Kompleks Pak Besut
    akan menjadi reguler kebanyakan
    kepala sekolah dan guru enggan mengembangkan sekolah
    karena kokohnya tembok mengekang

    Sementara sekolah swasta
    dibiarkan menggemukkan diri
    dengan bayaran tinggi dan fasilitas menawan
    dan orang-orang kaya itu makin
    pintar merebut semua posisi terbaik negeri

    Bagaimana dengan kaum miskin
    mereka termakan dengan isu gratisan
    dan hanya bisa sekolah level reguler
    tak berkembang, tak makin pintar
    dan terus tetap miskin

    Saat Anda di terminal
    dan harus ke toilet,
    ada yang gratis?

    Selamat malam pembaca, anak Anda sekolah di sekolah Reguler? gratiskah?


    Leave a comment

    KEPALA SMP dan TIK

    dini1.jpgSaat posting ini dibuat di Lab Komputer SMK Negeri 3 Jakarta, sedang berlangsung Pelatihan TIK untuk Kepala SMP Negeri se Jakarta Pusat … mereka semangat sekali, selama beberapa minggu setiap hari Sabtu datang ke ICT Center Jakarta Pusat di SMK Negeri 3 Jakarta.

    Sambil persiapkan Notebooknya seorang Kepala Sekolah berkata:

    “Yang masih lama jadi Kepala Sekolah harus bisa komputer” , …

    Seorang Ibu Kepala Sekolah menjawab,

    “Lho … mungkin sebaliknya … mereka yang tak lama lagi jadi Kepala Sekolah harus bisa Komputer … sehingga kalo jadi Pengawas, tak hanya bicara atau foto kopi, tapi dengan tayangan slide … “

    Continue reading


    268 Comments

    Model KTSP & RPP SMK 3 Jakarta menebar Indonesia

    dwitagamaktsp2.jpgBeberapa kali Saya menerima kontak telepon dan SMS dari Sumatra, Madura, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua yang kabarkan tentang Buku Model KTSP dan RPP SMK Negeri 3 Jakarta yang menebar ke seluruh Indonesia. Saya berterima kasih atas kontak teman-teman yang baik hati kabarkan hal itu. Sementara Saya sendiri belum peroleh buku yang dimaksud hingga Selasa 22 Januari 2008, melalui Pak Bowo Irianto, Kasi Sumber Belajar Subdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta Saya menerima Buku dan CD Model KTSP dan RPP SMK yang diterbitkan BSNP Departemen Pendidikan RI., dikemas dalam Box yang tebalnya sekitar lima sentimeter, dengan warna dominan biru Continue reading